Thumbnail
12 months ago
Seminar Parenting : Menjadi Orang Tua Bijak di Era Digital

MOCHAMMAD FARHAN NUR HANAFI

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang telah melakukan kegiatan seminar parenting yang dilaksanakan pada hari minggu tanggal 23 Februari 2025 di Aula MIN 3 Malang dengan tema "Ayah Ibu, Aku Butuh Kamu: Menjadi Orang Tua Bijak di Era Digital dengan Pola Asuh Seimbang", acara ini dihadiri oleh seluruh wali murid MIN 3 Malang khususnya kelas 1 & 2, wali murid seluruh TK/RA di Desa Arjowilangun, dan ibu-ibu PKK Desa Arjowilangun.    Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan kelompok KKM sebagai bentuk pengabdian masyarakat, khususnya dalam bidang pemberdayaan keluarga dan perang orang tua dalam mendidik anak. Seminar ini menghadirkan narasumber dari Dosen Fakultas Psikologi UIN Malang yakni Dr.Hj.Rofiqoh M.Pd,C.Ht dengan moderator Fitria Azizah Yona Putri.     Dalam materinya, Dr. Rofiqoh menyampaikan bahwa pentingnya pola asuh seimbang antara nilai-nilai tradisional dengan pendekatan digital modern. Beliau menekankan bahwa di era teknologi ini, peran orang tua tidak boleh tergantikan oleh gadget. Beliau mengatakan bahwa "Anak-anak zaman sekarang jika dikerasi semakin ngelunjak, jadi dalam mendidik harus dengan lemah lembut, diajak berbicara face to face, dan sering diajak ngobrol agar tidak sering bermain gadget".    Seminar ini mengajak para orang tua untuk memahami tantangan dalam mendidik anak di era digital, sekaligus membekali para orang tua dengan strategi bijak dalam mengatur penggunaan gadget, membangun komunikasi yang efektif, serta menanamkan nilai-nilai karakter sejak dini. Para peserta sangat antusias mengikuti sesi demi sesi, terlebih pada saat sesi tanya jawab dibuka. Banyak dari peserta mengajukan pertanyaan seputar cara memperbaiki mental anak, attitude anak, hingga bullying dan screen time yang sehat.       Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Seminar Parenting : Menjadi Orang Tua Bijak di Era Digital", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/fitriaazizahyonaputri8422/682d9e1f34777c5cef19c505/seminar-parenting-menjadi-orang-tua-bijak-di-era-digital   Kreator: Fitria Azizah Yona Putri           Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Thumbnail
12 months ago
Menebar Ilmu, Menuai Pahala: Mengajar di TPQ Majlis Syifaul Arifiyah sebagai Program Kerja KKM

SERLINA YULIA ALFIAN SAFIRA

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Lewat KKM, mahasiswa tidak hanya diajak untuk terjun langsung ke lingkungan sosial, tetapi juga belajar berinteraksi, berbagi ilmu, dan merasakan kehidupan masyarakat secara utuh. Di antara banyak program yang dijalankan, salah satu yang paling berkesan adalah mengajar di TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur'an), seperti yang dilakukan di Majlis Syifaul Arifiyah, tempat berlangsungnya KKM ini.Terletak di lingkungan yang religius dan aktif dalam kegiatan keislaman, Majlis Syifaul Arifiyah menjadi tempat yang tepat untuk menjalankan program kerja berbasis keagamaan. Terlebih lagi, KKM ini dilaksanakan bertepatan dengan bulan Ramadan---bulan yang penuh berkah dan momen terbaik untuk memperbanyak amal kebaikan. Malam selepas salat Tarawih, mahasiswa KKM bersiap menuju area TPQ di sekitar masjid tempat masyarakat berkumpul untuk tadarus. Di sinilah kegiatan pengajaran Al-Qur'an dimulai. Anak-anak dari berbagai usia mulai berdatangan, membawa mushaf dan semangat belajar yang luar biasa. Para mahasiswa bertugas membantu mengajarkan: - Membaca Iqra' dan Al-Qur'an bagi yang masih pemula - Membetulkan bacaan dan memperkenalkan hukum tajwid - Menghafal surat-surat pendek - Mengajarkan doa-doa harian serta nilai adab Islami Meskipun waktu mengajar berlangsung malam hari dan fisik mulai letih setelah seharian berpuasa, semangat para mahasiswa tak pernah padam. Senyuman anak-anak dan antusiasme mereka dalam belajar menjadi penyemangat tersendiri. Suasana TPQ malam hari terasa begitu hangat, dengan lantunan ayat suci yang mengalun di antara kesederhanaan ruang belajar dan suasana Ramadan yang syahdu. Setelah sesi mengajar selesai, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus bersama. Kegiatan ini menjadi bagian dari rutinitas Ramadan yang menghidupkan malam dengan Al-Qur'an. Mahasiswa KKM tidak hanya mengajar, tetapi juga ikut larut dalam kekhusyukan tadarus, membaca Al-Qur'an bersama masyarakat sekitar. Tadarus menjadi sarana spiritual yang tidak hanya mempererat hubungan dengan Al-Qur'an, tetapi juga dengan masyarakat sekitar. Mahasiswa menjadi lebih akrab, dihargai, dan diakui kehadirannya karena turut serta dalam kegiatan keagamaan masyarakat secara aktif.

Thumbnail
12 months ago
Isra' mi'raj sebagai inspirasi meningkatkan integritas meraih prestasi gemilang

NUR AHMAD MUFID

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Lewat KKM, mahasiswa tidak hanya diajak untuk terjun langsung ke lingkungan sosial, tetapi juga belajar berinteraksi, berbagi ilmu, dan merasakan kehidupan masyarakat secara utuh. Di antara banyak program yang dijalankan, salah satu yang paling berkesan adalah mengajar di TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur'an), seperti yang dilakukan di Majlis Syifaul Arifiyah, tempat berlangsungnya KKM ini.Terletak di lingkungan yang religius dan aktif dalam kegiatan keislaman, Majlis Syifaul Arifiyah menjadi tempat yang tepat untuk menjalankan program kerja berbasis keagamaan. Terlebih lagi, KKM ini dilaksanakan bertepatan dengan bulan Ramadan---bulan yang penuh berkah dan momen terbaik untuk memperbanyak amal kebaikan. Malam selepas salat Tarawih, mahasiswa KKM bersiap menuju area TPQ di sekitar masjid tempat masyarakat berkumpul untuk tadarus. Di sinilah kegiatan pengajaran Al-Qur'an dimulai. Anak-anak dari berbagai usia mulai berdatangan, membawa mushaf dan semangat belajar yang luar biasa. Para mahasiswa bertugas membantu mengajarkan:   - Membaca Iqra' dan Al-Qur'an bagi yang masih pemula - Membetulkan bacaan dan memperkenalkan hukum tajwid - Menghafal surat-surat pendek - Mengajarkan doa-doa harian serta nilai adab Islami   Meskipun waktu mengajar berlangsung malam hari dan fisik mulai letih setelah seharian berpuasa, semangat para mahasiswa tak pernah padam. Senyuman anak-anak dan antusiasme mereka dalam belajar menjadi penyemangat tersendiri. Suasana TPQ malam hari terasa begitu hangat, dengan lantunan ayat suci yang mengalun di antara kesederhanaan ruang belajar dan suasana Ramadan yang syahdu.   Setelah sesi mengajar selesai, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus bersama. Kegiatan ini menjadi bagian dari rutinitas Ramadan yang menghidupkan malam dengan Al-Qur'an. Mahasiswa KKM tidak hanya mengajar, tetapi juga ikut larut dalam kekhusyukan tadarus, membaca Al-Qur'an bersama masyarakat sekitar. Tadarus menjadi sarana spiritual yang tidak hanya mempererat hubungan dengan Al-Qur'an, tetapi juga dengan masyarakat sekitar. Mahasiswa menjadi lebih akrab, dihargai, dan diakui kehadirannya karena turut serta dalam kegiatan keagamaan masyarakat secara aktif.

Thumbnail
12 months ago
Meneguhkan Akhlak Santri Melalui Kajian Kitab Adabul 'Alim wal Muta'allim di Pondok Pesantren Miftahul Ulum 2 Dau

MOH. ZIDNI ILMAN NAFI`A

Pondok Pesantren Miftahul Ulum 2 Dau, sebagai lembaga pendidikan Islam yang kental dengan tradisi ilmu dan adab, terus berusaha menanamkan nilai-nilai luhur dalam diri santri. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kajian kitab Adabul 'Alim wal Muta'allim. Kitab yang disusun oleh Imam Al-Zarnuji ini bukan hanya sekadar menjadi bahan ajar, tetapi juga menjadi pedoman hidup yang mengajarkan akhlak mulia dalam proses belajar-mengajar. ​​​​​Membangun Karakter Santri melalui Akhlak Di era modern ini, tantangan dalam membentuk karakter santri semakin besar. Teknologi yang pesat berkembang, serta pengaruh globalisasi, memunculkan ancaman terhadap akhlak generasi muda, termasuk para santri. Namun, Pondok Pesantren Miftahul Ulum 2 Dau berkomitmen untuk menjaga dan meneguhkan akhlak santri melalui pendidikan yang berbasis pada tradisi keilmuan Islam yang kuat. Salah satu kitab yang menjadi pegangan penting dalam membentuk karakter santri adalah Adabul 'Alim wal Muta'allim, yang berisi tuntunan tentang adab dan etika yang harus dimiliki oleh seorang alim (guru) dan muta'allim (pelajar). Melalui pembelajaran kitab ini, santri tidak hanya mempelajari ilmu agama, tetapi juga mendapatkan pengajaran tentang pentingnya sikap rendah hati, kesabaran, disiplin, serta rasa hormat kepada guru dan sesama teman. ​​Keutamaan Adab dalam Belajar  Kitab ini mengajarkan bahwa ilmu tidak hanya diperoleh melalui pikiran, tetapi juga melalui pengamalan adab yang baik. Dalam Islam, adab dan ilmu berjalan beriringan, seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Seorang pelajar yang berakhlak mulia akan lebih mudah menerima ilmu dan menghormati proses belajar. Adapun beberapa pokok ajaran dalam Adabul 'Alim wal Muta'allim yang diutamakan dalam kajian ini antara lain adalah: 1. Adab kepada Guru: Seorang santri diajarkan untuk selalu menghormati guru, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Guru bukan hanya sebagai sumber ilmu, tetapi juga sebagai panutan yang harus dihormati dan dijaga adabnya. 2. Kesabaran dalam Belajar: Proses belajar membutuhkan ketekunan dan kesabaran. Santri diharapkan untuk tidak mudah putus asa dalam menghadapi tantangan dalam belajar. 3. Keikhlasan dan Niat yang Lurus: Niat belajar harus ikhlas karena Allah, bukan karena tujuan duniawi. Dengan niat yang lurus, ilmu yang diperoleh akan bermanfaat baik untuk diri sendiri maupun umat. 4. Rendah Hati dan Menghindari Kesombongan: Santri diajarkan untuk tetap rendah hati meski sudah memperoleh ilmu yang tinggi. Kesombongan adalah hal yang sangat dihindari dalam Islam, dan dengan memiliki akhlak yang baik, seorang santri akan selalu menghargai orang lain, terlepas dari tingkat pengetahuan mereka. Dampak Positif pada Kehidupan Santri  Kajian kitab Adabul 'Alim wal Muta'allim bukan hanya membentuk santri menjadi pribadi yang lebih baik dalam konteks pendidikan agama, tetapi juga memiliki dampak luas dalam kehidupan sosial mereka. Santri yang memiliki akhlak baik akan menjadi teladan di tengah masyarakat. Mereka akan membawa sikap rendah hati, sopan santun, serta saling menghormati dan menyayangi, yang pada gilirannya menciptakan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Di Pondok Pesantren Miftahul Ulum 2 Dau, proses ini tidak hanya terbatas pada pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di pesantren. Setiap aktivitas, mulai dari ibadah, diskusi, hingga interaksi sosial antar sesama santri, senantiasa dijiwai dengan nilai-nilai adab yang terkandung dalam kitab ini. Menjadi Generasi yang Berakhlak dan Cerdas Melalui kajian kitab Adabul 'Alim wal Muta'allim, Pondok Pesantren Miftahul Ulum 2 Dau tidak hanya menyiapkan santri untuk menjadi pribadi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga yang mulia secara akhlak. Pendidikan seperti ini sangat penting di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Dengan membekali santri dengan ilmu yang bermanfaat dan akhlak yang mulia, pesantren ini berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya pandai dalam ilmu, tetapi juga memiliki sikap dan perilaku yang mencerminkan ajaran Islam yang sesungguhnya. Pada akhirnya, pondasi akhlak yang kokoh ini akan menjadi modal penting bagi santri untuk berkontribusi positif di masyarakat. Mereka akan menjadi pemimpin masa depan yang tidak hanya berkompeten secara profesional, tetapi juga penuh dengan kasih sayang, kebijaksanaan, dan kepedulian terhadap sesama. Kesimpulan Pondok Pesantren Miftahul Ulum 2 Dau telah menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter santri melalui kajian kitab Adabul 'Alim wal Muta'allim. Melalui kitab ini, santri tidak hanya diajarkan ilmu agama, tetapi juga bagaimana hidup dengan adab yang mulia. Inilah yang akan menjadi bekal mereka dalam menjalani kehidupan di dunia dan akhirat. Sebagai generasi penerus yang berakhlak mulia, mereka diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat dan umat Islam di seluruh dunia.

Thumbnail
12 months ago
"AM-KKM Arthadaya melaksanakan Seminar Moderasi Beragama: Menanamkan Nilai Toleransi Sejak Dini",

RIDHA FAUZIAH ROSLI

Malang, 20 Maret 2025 --- Dalam upaya memperkuat nilai-nilai toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman, AM-KKM Arthadaya Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar seminar bertajuk "Menanamkan Moderasi Beragama sebagai Dasar Kebersamaan dan Menghargai Perbedaan" pada Rabu, 20 Maret 2025, bertempat di Masjid An-Nur, Desa Sukolilo, Jabung, Malang.   Kegiatan ini menyasar peserta didik TPQ An-Nur dan para ustadz-ustadzah sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat. Sekitar 40 peserta turut serta dalam seminar yang bertujuan untuk memperkenalkan dan menanamkan konsep moderasi beragama sejak dini.   Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua KKM Arthadaya, dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ustadz M. Zaini selaku narasumber utama. Ia menyampaikan bahwa moderasi beragama bukan hanya soal toleransi antar umat, tetapi juga sikap adil dan seimbang dalam menjalani kehidupan beragama. Dalam sesi diskusi panel, peserta diajak berdialog mengenai tantangan dan solusi dalam menerapkan moderasi beragama di lingkungan sekitar. Sesi tanya jawab yang interaktif menandai tingginya antusiasme peserta.   "Kita harus bisa saling menghargai, baik kepada sesama teman, sesama manusia, umat agama lain, maupun kepada seluruh makhluk hidup di dunia ini," ujar Ustadz Zaini dalam paparannya.   Seminar ini menjadi ruang belajar bersama yang mengedepankan pentingnya pendidikan nilai-nilai toleransi sejak dini. Diharapkan, kegiatan semacam ini dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan damai di tengah perbedaan yang ada.

Thumbnail
12 months ago
Membangun generasi Qurani melalui pendidikan yang menyenangkan dan inklusif Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Membangun generasi Qurani melalui pendidikan yang menyenangkan dan inklusif"

MUHAMMAD KHAMIL

Mahasiswa Laksanakan KKM di TPQ Al-Abror, Buring -- Wujud Nyata Pengabdian kepada Masyarakat Malang -- Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari UIN MAULANA MALIK IBRAHIM telah sukses melaksanakan program pengabdian masyarakat di TPQ Al-Abror, yang berlokasi di Kelurahan Buring, Kota Malang. Kegiatan ini berlangsung kurang lebih 40 hari dan berfokus pada penguatan pendidikan karakter dan literasi Al-Qur'an untuk anak-anak usia dini. Program KKM ini mengusung tema "Membangun Generasi Qurani Melalui Pendidikan yang Menyenangkan dan Inklusif". Selama kegiatan, mahasiswa turut serta dalam berbagai aktivitas harian TPQ seperti mengajar iqra', membantu hafalan doa dan surat pendek, serta memberikan materi tentang akhlak dan adab islami dengan pendekatan kreatif. Kelas Kreatif: mewarnai, kerajinan tangan, dan permainan edukatif. Lomba Cerdas Cermat Islami Pentas Seni Santri dalam rangka penutupan kegiatan KKM Pemberdayaan Guru TPQ: pelatihan media pembelajaran sederhana Menurut salah satu mahasiswa peserta KKM, kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga sebagai wadah untuk belajar langsung dari masyarakat dan menumbuhkan rasa empati serta tanggung jawab sosial. Pihak TPQ Al-Abror menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi para mahasiswa. "Kami merasa sangat terbantu dan bangga atas semangat adik-adik mahasiswa. Anak-anak sangat antusias dan suasana belajar jadi lebih hidup," ujar salah satu pengajar TPQ. Melalui kegiatan KKM ini, diharapkan sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan lembaga pendidikan keagamaan masyarakat seperti TPQ dapat terus terjalin dan ditingkatkan, demi kemajuan generasi muda yang berilmu dan berakhlak mulia.