LAILATUL AROFAH
Maraknya kasus kenakalan remaja di Indonesia menjadi perhatian Bersama, terutama dalam lingkup Pendidikan dan keluarga. Pola asuh dalam keluarga memiliki peran sentral dalam membentuk karakter remaja sejak dini. Oleh karena itu kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk mengedukasi para orang tua dan tenaga pendidik tentang pentingnya menerapkan pola asuh positif guna mencegah kenakalan remaja. Tapi apakah benar membangun kekuatan keluarga dapat mencegah kenakalan remaja? Fenomena ini menjadi sorotan dalam sosialisasi bertajuk “Cegah Kenakalan Remaja Melalui Pola Asuh Positif”, yang di selenggarakan oleh mahasiswa Asistensi Mengajar dan Kuliah Kerja Mahasiswa di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Minggu, 11 Mei 2025. Acara ini di hadiri oleh anggota PKK dari RT. 04, RW.03 Desa Tlogomas, Malang dengan tujuan mendorong terciptanya lingkungan rumah yang aman, hangat dan penuh kasih sayang. Sosisalisi ini dengan narasumber yakni Nur Izzah Maulidah dan Rias Vinka Candrayulianti ,Mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
RIAS VINKA CANDRA YULIANTI
Sebuah langkah kecil tapi berarti dilakukan oleh empat mahasiswa dalam program pengabdian masyarakat di day care KBRA Syihabuddin, Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Berbekal semangat untuk mengabdi dan membantu mereka hadir tidak sekedar menjaga anak, namun juga memberikan perubahan melalui penambahan kegiatan membaca dan mengaji yang sebelumnya hal ini tidak tersedia karena belum adanya kurikulum khusus di day care tersebut. Kegiatan pengabdian ini berlangsung selama satu bulan, mulai dari 20 Januari 2025 hingga 19 Februari 2025, dan menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa. Keempat mahasiswa terbagi menjadi dua kelompok dan bertugas secara bergantian setiap hari senin hingga kamis, khususnya di waktu sepulang dari kegiatan mengajar di KBRA Syihabuddin. Day care menjadi lokasi kegiatan merupakan bagian dari pelayanan di lingkungan sekolah KBRA Syihabuddin. Fasilitas ini bertujuan sebagai tempat penitipan anak usia dini, namun sebelumnya belum memiliki struktur kurikulum atau kegiatan pembelajaran yang terprogram dengan baik. Berangkat dari kondisi tersebut, para mahasiswa tidak hanya menjalankan peran sebagai penjaga anak melainkan turut menggerakkan kegiatan yang bermanfaat dan menyenangkan. Kegiatan yang Dijalankan: Inisiatif Edukatif di Tengah Keterbatasan Berikut beberapa kegiatan utama yang dilakukan mahasiswa: 1. Pendampingan Harian Anak Setiap hari, mahasiswa secara aktif mendampingi anak-anak di day care dalam aktivitas harian seperti bermain edukatif (menyusun balok, mengenal warna, angka, dan bentuk), membantu kebutuhan dasar anak seperti mendampingi ketika makan dan merapikan mainan, mengawasi keamanan dan kenyamanan anak selama di daycare. 2. Inisiasi Kegiatan Membaca Salah satu inovasi penting yang dibawa mahasiswa adalah pengembangan literasi, dengan kegiatan seperti Mengenalkan huruf dan kata menggunakan media buku, melatih anak mengucapkan kosakata baru. Kegiatan ini dibuat dengan menyenangkan agar anak-anak tetap merasa nyaman dalam suasana bermain sambil belajar. 3. Pembelajaran Keagamaan: Mengaji dan Murojaah Selain literasi umum, mahasiswa juga menambahkan unsur keagamaan dalam kegiatan sehari-hari seperti mengenalkan huruf hijaiyah dan membaca buku ummi, murojaah surat-surat pendek secara perlahan.
KHUSNUL KHOTIMAH
Keinginan untuk memberikan kontribusi dalam meningkatkan pemahaman orang tua tentang pola asuh yang efektif dan mendukung perkembangan anak secara holistik berusaha diwujudkan oleh kelompok Adhibrata Paradhita program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melalui kegiatan seminar parenting "Mendidik Anak dengan Keteladanan dan Cinta (Akhlak sebagai Pondasi Utama). Kegiatan yang berlangsung Senin (24/02/2025) di Gedung SBSN lantai 2, MIN 1 Jombang ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk bapak Iswahyudi, M.Pd selaku perwakilan dari Kepala Madrasah MIN 1 Jombang, tim ramah anak, serta perwakilan paguyuban kelas 3A-3G dengan mendatangkan Ibu Fitriah Makkawi, M.Pd sebagai pemateri. Dukungan penuh dari seluruh elemen sekolah membuat kegiatan ini berjalan sukses dan mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua tentang pola asuh anak dengan keteladanan dan cinta serta tantangan dalam pola asuh anak di era modern. Diawali dengan sambutan bapak Iswahyudi,M.Pd, selaku perwakilan dari Kepala Madrasah MIN 1 Jombang, menyampaikan program unggulan MIN 1 Jombang " di Madrasah ini memiliki lima program unggulan yang kami sebut sebagai Brilian. Yaitu Madrasah religi, literasi, digitalisasi, ramah anak dan adiwiyata. MIN 1 Jombang menjamin, memenuhi, menghargai hak-hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi dan perlakuan salah lainnya melalui program ramah anak," tegasnya. Pemateri melanjutkan sesi dengan menjelaskan bahwa mendidik anak adalah tanggung jawab besar yang diamanahkan kepada orang tua. Dalam islam tanggung jawab utama bagi orang tua adalah tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif tetapi juga menitikberatkan pada pembentukan akhlak mulia. Orang tua harus menjadi contoh yang baik, memberikan kasih sayang yang tulus dan menjadikan akhlak sebagai pondasi utama dalam pendidikan. Dengan demikian, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, jujur dan penuh kasih sanyang sesuai dengan ajaran islam. Terlihat raut wajah peserta seminar antusias menyimak materi yang disampaikan. Pasalnya, mereka yang hadir berniat menambah pemahaman tentang peran cinta orang tua sebagai dasar pendidikan anak. Seminar ini tidak hanya berlangsung satu arah, tetapi juga melibatkan interaksi aktif antara peserta dan pemateri. Sesi tanya jawab menjadi momen yang paling dinantikan, dimana para orang tua berbagi pengalaman pribadi serta mengajukan pertanyaan seputar permasalahan yang mereka hadapi dalam pengasuhan sehari-hari. Kelompok KKM Adhibrata Paradhita UIN Maliki berharap bahwa acara ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat khususnya orang tua peserta didik. Tentunya tidak hanya dalam bentuk pemahaman teknis, tetapi juga sebagai role model yang baik bagi anak dalam segala aspek kehidupan. Seminar ini mendapatkan apresiasi dari perwakilan paguyuban yang hadir serta tim ramah anak MIN 1 Jombang, berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan.
AJENG FITRI NOVIA PUTERI
MTsN Kota Batu menjadi tuan rumah gelaran Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) antar Madrasah Tsanawiyah se-Kota Batu yang berlangsung meriah dan penuh semangat. Kegiatan tahunan ini mempertemukan siswa-siswi dari berbagai MTs di Kota Batu dalam rangka mengembangkan bakat, menumbuhkan sportivitas, serta mempererat tali silaturahmi antar madrasah. Lapangan MTsN Kota Batu sejak pagi sudah dipenuhi oleh peserta dari berbagai madrasah dengan atribut khas masing-masing, menciptakan suasana yang semarak dan penuh warna. Acara dibuka secara resmi oleh perwakilan dari Kantor Kementerian Agama Kota Batu yang memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat dan antusiasme seluruh peserta. PORSENI kali ini mempertandingkan berbagai cabang lomba yang mencerminkan beragam minat dan bakat siswa, antara lain: - Volly: Pertandingan yang menyita perhatian banyak penonton dengan aksi-aksi memukau dari para pemain. Kekompakan dan semangat tim sangat terasa di setiap laga. - Futsal: Menjadi salah satu cabang yang paling kompetitif, dengan masing-masing tim menampilkan teknik dan strategi terbaik mereka. - Pidato Bahasa Inggris (Speech Competition): Peserta tampil percaya diri menyampaikan pidato dengan tema-tema inspiratif, menunjukkan kemampuan public speaking dan penguasaan bahasa yang luar biasa. - Cabang seni dan olahraga lainnya seperti lari estafet, kaligrafi, dan lomba menggambar turut meramaikan kegiatan dan menjadi panggung kreativitas para peserta. Selain kompetisi, PORSENI ini juga menjadi momen pembelajaran yang berharga. Para peserta belajar tentang arti kerja sama, pentingnya menghargai lawan, serta bagaimana menerima kemenangan maupun kekalahan dengan lapang dada. Pertemuan antar siswa dari madrasah yang berbeda pun menambah suasana akrab dan hangat. Dengan berakhirnya seluruh rangkaian lomba, PORSENI MTs se-Kota Batu tahun 2025 resmi ditutup di sore hari. MTsN Kota Batu sebagai tuan rumah mendapat banyak apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan acara ini. Semua peserta pulang membawa cerita, pengalaman, dan semangat baru untuk terus berprestasi. PORSENI bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi tentang semangat, persahabatan, dan kebersamaan. Sampai jumpa di PORSENI berikutnya!
CINDY AZZALINA
Sabtu, 26 April– Suasana haru mewarnai Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Nurul Huda di Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Pasalnya, para mahasiswa Kuliah Kerja Masyarakat (KKM) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang telah mengabdi dan berbagi ilmu selama beberapa waktu, menggelar acara perpisahan yang sederhana namun penuh makna. Sejak beberapa bulan terakhir, para mahasiswa KKM ini aktif dalam berbagai kegiatan di TPQ Nurul Huda. Mereka tidak hanya membantu dalam proses belajar mengajar membaca dan menulis Al-Qur'an, tetapi juga mengadakan berbagai kegiatan kreatif dan edukatif yang menarik bagi anak-anak. Kehadiran mereka telah membawa semangat baru dan warna tersendiri bagi para murid dan pengurus TPQ. Acara perpisahan yang digelar kemarin dihadiri oleh seluruh murid TPQ Nurul Huda, para ustadz dan ustadzah. Dalam sambutannya, Ketua Kelompok KKM UIN Malang menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dan kesempatan yang diberikan untuk belajar dan mengabdi di TPQ Nurul Huda. Ia juga mengungkapkan rasa haru dan bangga atas antusiasme dan semangat belajar yang ditunjukkan oleh para murid. "Kami sangat terkesan dengan semangat belajar adik-adik di TPQ Nurul Huda. Meskipun waktu kami singkat, namun kenangan dan pelajaran yang kami dapatkan di sini akan selalu kami ingat," ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Sementara itu, salah satu ustadz TPQ menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para mahasiswa KKN UIN Malang. Beliau mengungkapkan bahwa kehadiran para mahasiswa sangat membantu dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di TPQ. "Kami sangat berterima kasih atas dedikasi dan ilmu yang telah dibagikan oleh adik-adik mahasiswa. Anak-anak sangat senang dan termotivasi dengan cara belajar yang kreatif dan menyenangkan yang mereka bawa," tuturnya. Acara perpisahan diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari kata sambutan oleh ustadz, kata sambutan oleh ketua KKM, cerita serta games singkat dan pemberian kenang-kenangan dari mahasiswa KKM kepada TPQ. Suasana semakin haru ketika para mahasiswa KKM berpamitan dan bersalaman dengan seluruh murid dan pengurus TPQ. Kepergian para mahasiswa KKM UIN Malang ini tentu akan meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga besar TPQ Nurul Huda. Namun, semangat dan ilmu yang telah mereka bagikan diharapkan dapat terus tumbuh dan berkembang di hati para murid, menjadi bekal berharga di masa depan. Kegiatan KKM ini menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam upaya mencerdaskan anak bangsa, khususnya dalam bidang pendidikan agama.
MOH. HALIMUNNAJIH
Ramadhan selalu menjadi bulan yang penuh berkah dan momen istimewa untuk berbagi. Itulah semangat yang dibawa oleh para mahasiswa asistensi mengajar dalam kegiatan Berbagi Takjil dan bukber bersama TPQ Raudhotul Qur’an yang berlokasi di Jalan Pemancar TVRI, Dusun Sentong, Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Kegiatan yang berlangsung pada kamis 20 Maret 2025 ini bukan sekadar berbagi makanan, tapi juga menghadirkan kehangatan, tawa, dan nilai-nilai kebersamaan antara mahasiswa, ustaz-ustazah, serta para santri kecil yang luar biasa antusias. Perjalanan dimulai sejak pukul dua siang, saat rombongan mahasiswa berangkat dari kampus menuju Lawang. Setibanya di lokasi, para mahasiswa langsung bersiap menata jajanan yang akan dibagikan, menyusun snack, minuman, dan kurma ke dalam paket-paket kecil untuk takjil. Setelah semua siap, mereka pun bergantian mandi dan bersiap diri untuk menyambut acara sore. Tepat pukul empat sore, kegiatan dimulai dengan pembukaan dilanjutkan sambutan yang disampaikan oleh Kepala TPQ Raudhotul Qur’an, yang menyambut dengan hangat kedatangan para mahasiswa. Tak ketinggalan, sambutan dari perwakilan mahasiswa asistensi mengajar yang menyampaikan maksud kegiatan dan rasa syukur bisa kembali menjalin silaturahmi dengan keluarga besar TPQ. Acara dilanjutkan dengan sesi ice breaking dan permainan seru bersama anak-anak. Suasana sore itu penuh tawa ceria, cuaca sore itu cukup nyaman , semangat anak-anak dan mahasiswa tetap terasa hangat dan bersahabat. Permainan ini juga menjadi cara efektif untuk mengisi waktu sembari menunggu adzan Maghrib berkumandang. Menjelang pukul lima sore, mahasiswa bersama beberapa guru membagikan takjil di depan TPQ. Letaknya yang strategis di pinggir jalan membuat kegiatan ini berjalan efisien pengendara yang melintas pun menyambut takjil dengan senyuman tulus. Setelah selesai, paket-paket takjil khusus seperti kurma, minuman, dan snack pun dibagikan untuk anak-anak TPQ dan para ustaz-ustazah. Begitu adzan berkumandang, semua yang hadir menikmati takjil ringan bersama. Setelah itu, kegiatan berlanjut dengan mempersiapkan anak-anak untuk wudhu dan sholat berjamaah. Suasana tenang dan khusyuk terasa saat sholat Maghrib dilaksanakan bersama di dalam TPQ. Sebagai penutup kegiatan, para staff guru menyediakan makanan berbuka berupa nasi soto hangat yang dibagikan kepada semua peserta. Kegiatan pun diakhiri dengan bersih-bersih bersama dan para mahasiswa berpamitan sebelum adzan Isya berkumandang. Kegiatan sederhana ini membuktikan bahwa kebahagiaan tidak harus selalu megah. Kebersamaan, niat baik, dan ketulusan hati cukup untuk menciptakan kenangan manis yang melekat lama di ingatan. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut di Ramadhan-ramadhan berikutnya, dan menjadi inspirasi bagi siapapun untuk berbagi dalam bentuk apapun, sekecil apapun.