Thumbnail
1 year ago
KEGIATAN MAHASISWA KKM UIN MALANG: “Rutinan Jumat Legi: Langkah Suci dalam Melestarikan Tradisi dan Mencetak Generasi Qur’ani” di MTs Hasyim Asy’ari

LU`LU`ATUN NADHIROTUS SA`DIYAH

Kegiatan rutin Jumat Legi yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang  2025 di MTs Hasyim Asy’ari merupakan salah satu upaya nyata dalam melestarikan tradisi keagamaan yang telah lama menjadi bagian dari budaya lokal. Rutinan ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan spiritual, tetapi juga bertujuan untuk membentuk karakter peserta didik agar menjadi generasi yang cinta Al-Qur’an dan berakhlak mulia. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berperan aktif dalam memperkuat nilai-nilai keislaman di lingkungan madrasah serta menjalin sinergi dengan masyarakat dan civitas madrasah dalam upaya membangun generasi Qur’ani yang unggul secara moral dan intelektual.

Thumbnail
1 year ago
Saluran Air dan Aliran Harapan: Mahasiswa UIN Malang dan Warga Jetis Bersatu Bangun Lingkungan

PRADENTA BAGUS WILL HELMINA

Malang, 13 April 2025 – Di bawah sinar matahari pagi yang hangat, deru cangkul dan denting batu bata terdengar bersahutan. Di sela suara itu, terdengar tawa ringan, candaan khas kampung, dan panggilan gotong royong yang sudah lama terasa asing di banyak sudut negeri. Namun tidak di Desa Jetis, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Di sini, gotong royong justru hidup kembali — lewat sebuah saluran air. Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 323 dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang hadir bukan hanya membawa teori dan program. Mereka datang dengan tangan terbuka, kaki yang siap berdebu, dan hati yang bersedia menyatu. Di hari itu, bersama warga, mereka menggali tanah, menata batu, mengalirkan harapan — satu parit demi satu parit. Program ini bukan sekadar proyek perbaikan drainase. Ini adalah bentuk nyata dari keberpihakan: kepada lingkungan yang sering luput dari perhatian, kepada warga yang selama ini menanggung genangan saat hujan datang, dan kepada makna kemanusiaan itu sendiri. Saluran air yang dikerjakan membentang di sisi pesantren yang sebelumnya kerap digenangi air karena sistem drainase yang buruk. Setiap musim hujan, genangan tak hanya mengganggu aktivitas, tapi juga mengancam kenyamanan dan kesehatan santri. Kini, dengan kerja kolektif mahasiswa dan warga, jalur air mulai menemukan bentuknya — rapi, mengalir, dan membawa harapan baru. Salah satu mahasiswa KKM, dengan tangan masih penuh lumpur, berkata lirih, “Kami belajar lebih banyak di sini daripada di ruang kelas mana pun. Di balik lumpur ini, ada pelajaran tentang kerja sama, keikhlasan, dan kepedulian yang tak diajarkan di bangku kuliah.” Warga pun menyambut hangat keterlibatan mahasiswa. Mereka merasa tak hanya dibantu secara fisik, tapi juga secara moral. “Anak-anak muda ini turun langsung. Mereka tak canggung, mereka bekerja benar-benar. Kami jadi teringat zaman dulu, ketika gotong royong adalah budaya, bukan ajakan,” ujar salah satu warga yang ikut bekerja. Yang menarik, kegiatan ini tak digerakkan oleh upah atau paksaan. Semua hadir karena rasa. Mahasiswa hadir karena ingin menjadi bagian dari masyarakat, bukan hanya mengabdi sejenak lalu pulang. Warga hadir karena percaya, bahwa kerja bersama tak pernah sia-sia. Program kerja bakti ini adalah satu dari banyak kegiatan yang diusung dalam tema besar KKM 323, “Kolaborasi Sosial dalam Menanggulangi Stunting dan Menginternalisasi Moderasi Beragama bagi Generasi Emas”. Dan meskipun tidak mengangkat tema gizi atau kitab klasik, kerja bakti saluran air ini menyimpan makna yang tak kalah mendalam: bahwa membangun bangsa tidak selalu harus dengan seminar, kadang cukup dengan menggali tanah bersama. Ketika parit-parit itu selesai dikerjakan, dan air mulai mengalir lancar, tak ada seremoni. Hanya senyum kecil, tepukan di bahu, dan rasa puas yang tak bisa ditukar dengan apapun. Mungkin memang tidak ada yang monumental dari saluran air. Tapi dari sanalah kehidupan bisa berjalan lebih baik — setidaknya bagi warga Jetis, dan bagi mahasiswa yang kini belajar arti pengabdian dari dasar tanah.

Thumbnail
1 year ago
SIGEMAS (Sinergi untuk Generasi Emas): Edukasi Pencegahan Stunting Menuju Indonesia Sehat.

VARA FAUZIATUL `AINIYAH

Malang - Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan dan pendidikan  anak-anak. Pada 16 Maret 2025, mereka mengadakan kegiatan penyuluhan edukasi stunting di Panti Asuhan Mambaul Hikmah, Karang Ploso, Kabupaten Malang. Program ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman kepada anak-anak mengenai pentingnya pola makan sehat dan kebersihan diri sejak dini guna mencegah stunting dan meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan.    Edukasi Stunting: Langkah Awal Membangun Generasi Sehat Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada tumbuh kembang anak. Dengan menyadari urgensi permasalahan ini, mahasiswa KKM UIN Malang mengambil inisiatif untuk memberikan penyuluhan tentang pola makan sehat dan kebersihan diri kepada anak-anak di panti asuhan. Penyuluhan ini dikemas dengan cara yang interaktif dan menyenangkan agar anak-anak mudah memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai bentuk dukungan dalam edukasi, mahasiswa KKM juga menyediakan poster informatif tentang cara mengatur pola makan yang baik, konsep 4 sehat 5 sempurna, serta cara mencuci tangan yang benar. Poster-poster ini dipasang di berbagai sudut panti asuhan agar dapat menjadi panduan praktis bagi anak-anak dalam menerapkan kebiasaan sehat sehari-hari. Aksi Sosial: Penggalangan Donasi untuk Pendidikan yang Lebih Baik Tak hanya fokus pada edukasi kesehatan, mahasiswa KKM UIN Malang juga mengadakan penggalangan donasi berupa uang sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan pendidikan di Panti Asuhan Mambaul Hikmah. Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung kebutuhan pendidikan, seperti buku, alat tulis, dan perlengkapan belajar lainnya. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak panti asuhan, tidak hanya dalam hal kesehatan tetapi juga dalam mendukung pendidikan mereka agar memiliki masa depan yang lebih cerah. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, mahasiswa KKM UIN Malang terus berupaya memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini juga diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk turut serta dalam meningkatkan kesejahteraan anak-anak di panti asuhan. Karena sejatinya, membangun generasi sehat dan cerdas adalah tanggung jawab bersama.  

Thumbnail
1 year ago
Peringatan Isra' Mi'raj di MTs Wahid Hasyim 01 Dau Dimeriahkan Lantunan Sholawat dari Grup Riyadul Jannah

SALMA NAILI AZIZAH

Dau, 27 Februari 2025 – MTs Wahid Hasyim 01 Dau menggelar peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW dengan penuh kekhidmatan dan nuansa spiritual. Acara yang berlangsung di aula madrasah ini diikuti oleh seluruh siswa, dewan guru, dan staf madrasah dalam suasana yang tertib dan religius. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Madrasah yang mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan peristiwa Isra’ Mi’raj sebagai momentum memperkuat iman dan meningkatkan keteladanan terhadap akhlak Rasulullah SAW. Suasana semakin semarak dan syahdu saat grup sholawat Riyadul Jannah, yang diundang khusus dari luar madrasah, tampil membawakan berbagai lantunan sholawat. Dengan irama yang merdu dan penuh penghayatan, mereka berhasil membawa para hadirin larut dalam pujian kepada Nabi Muhammad SAW, menciptakan atmosfer keagamaan yang sangat mendalam. Puncak acara diisi dengan tausiyah tentang makna dan hikmah Isra’ Mi’raj, yang menekankan pentingnya menjaga salat lima waktu dan menjadikan Rasulullah sebagai panutan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, MTs Wahid Hasyim 01 Dau berharap bisa menanamkan nilai-nilai keislaman kepada para siswa secara lebih menyentuh dan bermakna. Peringatan Isra’ Mi’raj ini menjadi salah satu momen penting dalam pembinaan karakter religius di lingkungan madrasah.

Thumbnail
1 year ago
Siswa MAN 2 Blitar Menggapai Ridho Illahi melalui IRC di Kecamatan Gandusari

HARISMA ZIDANATUSSANAYA

https://www.kompasiana.com/harismazida162185/68373cfbc925c41dbc5b0183/siswa-man-2-blitar-menggapai-ridho-illahi-melalui-irc-di-kecamatan-gandusari?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Mobile

Thumbnail
1 year ago
Membangun Generasi Hebat Lewat Peran Ibu: Catatan dari Seminar Parenting di Desa Ngumpul

HANIFAH NUR HIDAYATI

Sabtu pagi, 3 Mei 2025, Balai Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, dipenuhi oleh ibu-ibu dari berbagai dusun yang antusias mengikuti seminar parenting bertema "Peran Ibu dalam Memberikan Pendidikan Berkualitas dari Rumah." Kegiatan ini diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang tengah menjalankan pengabdian masyarakat di desa tersebut. Seminar menghadirkan narasumber utama, Ning Indira Zulaikha, S.Psi, seorang pengasuh Asrama Al-kautsar Darul Ulum sekaligus praktisi psikologi keluarga. Dengan pengalaman yang luas, Ning Indira menyampaikan berbagai wawasan penting mengenai peran sentral ibu sebagai pilar utama dalam proses pendidikan anak. Dalam paparan materinya, Ning Indira menegaskan bahwa rumah merupakan sekolah pertama bagi anak-anak. Peran ibu tidak sekadar mengurus rumah tangga secara fisik, melainkan juga mendidik dan menanamkan nilai-nilai kehidupan, membentuk karakter, serta menumbuhkan semangat belajar yang akan menjadi modal utama bagi anak ketika memasuki lingkungan sekolah dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa komunikasi yang sehat dan keteladanan yang konsisten dari ibu sangatlah penting, mengingat anak-anak cenderung meniru perilaku yang mereka amati daripada sekadar menerima arahan verbal. Salah satu pernyataan yang sangat menyentuh dan mendapatkan perhatian dari para peserta adalah bahwa "ibu bukan sekadar ‘ibu rumah tangga’, melainkan pencetak masa depan anak-anaknya." Pernyataan tersebut menjadi bahan renungan mendalam bagi para ibu, mengingat besarnya tanggung jawab yang mereka emban dalam mendidik generasi penerus bangsa. Ketua Pelaksana KKM, Vioki Deva, menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para ibu, mengenai pentingnya pengasuhan yang dimulai dari rumah. Ia menegaskan bahwa pendidikan yang berkualitas tidak hanya tanggung jawab lembaga formal seperti sekolah, tetapi pondasi utama harus dibangun di lingkungan keluarga. Melalui seminar ini, diharapkan terjadi perubahan positif dalam pola pengasuhan di rumah yang berdampak pada pembentukan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Sebagai moderator dalam seminar tersebut, saya memperoleh pengalaman yang sangat berharga. Kegiatan ini memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya peran ibu sebagai pendidik pertama bagi anak, serta menyadarkan saya akan besarnya pengaruh komunikasi dan keteladanan dalam keluarga. Saya berharap seminar ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan dan mendorong perubahan positif di masyarakat Desa Ngumpul. Dengan terlaksananya seminar ini, diharapkan kesadaran akan peran penting ibu dalam pendidikan anak sejak dini semakin meningkat. Semoga kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan di masa mendatang sebagai wadah untuk saling belajar dan berbagi demi terciptanya generasi yang unggul dan berkarakter.