NAZWA RAMAYASUM
Mahasiswa AM dan KKM dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Pendidikan Agama Islam (PAI) mengikuti acara Haflah TPQ Darul Ulum di Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Haflah TPQ Darul Ulum ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 22 Februari 2025, mulai pukul 16.00 hingga 17.00 WIB, bertempat di lingkungan TPQ setempat. Acara ini digagas sebagai bentuk syiar Islam sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Pimpinan TPQ Darul Ulum yaitu Ustadzah Nanik Hanifah, yang menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang menggugah semangat religius ini. Selanjutnya, para santri TPQ mempersembahkan berbagai penampilan religius dan edukatif, Berikut rincian penampilan anak-anak TPQ : Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an Dibawakan oleh santri putri, penampilan ini bertujuan membumikan nilai-nilai Al-Qur’an sejak dini serta menumbuhkan rasa cinta terhadap kitab suci. Bacaan disampaikan dengan tartil dan penuh khidmat, sebagai pembuka acara yang penuh keberkahan. Pidato Bahasa Indonesia dan Bahasa Arab Pidato Bahasa Indonesia dibawakan oleh santri putra. Pidato Bahasa Arab dibawakan oleh santri putri, sebagai bentuk penguatan keterampilan bahasa Arab sejak dini yang juga merupakan bahasa Al-Qur’an. Seni Al-Banjari Penampilan ini dilakukan oleh santri-santri putra, membawakan sholawat dengan iringan rebana. Al-Banjari menjadi media menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus melatih kekompakan, keberanian tampil, dan semangat berkreasi secara Islami. Hafalan Per Jilid (Doa-doa Harian) Santri menampilkan hafalan doa-doa harian sebagai hasil dari proses belajar selama program TPQ berlangsung. Doa-doa yang dihafalkan antara lain: Doa masuk dan keluar kamar mandi Doa berpakaian Doa bercermin Doa sebelum dan sesudah makan Doa-doa niat Sholat Fardhu, serta bacaan yang ada didalam sholat Penampilan ini bertujuan memperkenalkan pentingnya adab dan dzikir dalam kehidupan sehari-hari sesuai tuntunan Islam. Tari Islami Ditampilkan oleh santri-santri putri, Anak-anak menampilkan tarian dengan kostum syar’i, membuktikan bahwa ekspresi seni dapat sejalan dengan nilai-nilai keislaman. Tari Islami diiringi dengan lagu “Kun Anta” Sebagai penutup kegiatan, para santri melakukan musafahah (salam-salaman) dengan para ustadzah, mahasiswa KKN, sebagai simbol permohonan maaf dan menyambut bulan Ramadhan dengan hati yang bersih. Setelah itu, panitia membagikan konsumsi kepada seluruh anak-anak TPQ. Adapun para guru TPQ dan mahasiswa KKN melanjutkan acara dengan makan bersama dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Haflah ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam memajukan pendidikan agama dan mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai keislaman
NAILA RAHMATIKA
Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menanamkan nilai-nilai keislaman yang damai dan toleran. Pada tanggal 28 April 2025 kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Seminar Moderasi Beragama bersama Jama’ah Tahlil Putri Khoirunnisa’ di Desa Gondanglegi Kulon, Kabupaten Malang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang dirancang untuk memperkuat literasi keagamaan perempuan melalui pendekatan yang sederhana, komunikatif, dan berbasis kearifan lokal. Bertempat di rumah salah satu pengurus jama’ah, seminar diikuti puluhan ibu-ibu jama’ah dengan antusiasme yang tinggi. Dengan mengusung tema “Islam Rahmatan Lil ‘Alamin: Spirit Moderasi Beragama”, seminar ini membahas prinsip-prinsip moderasi beragama seperti sikap adil, toleransi, dan menjauhi sikap ekstrem serta fanatisme dalam beragama. Materi disampaikan secara ringan dan komunikatif, diselingi tanya jawab seputar tantangan beragama di era digital serta bagaimana menjaga harmoni antarumat dan sesama warga. Untuk memperkuat pesan yang disampaikan, para jama’ah juga menerima leaflet edukatif berisi ringkasan materi moderasi beragama, yang diharapkan bisa dibaca ulang dan dijadikan bahan untuk menyampaikan kepada anggota keluarganya maupun ke orang lain.
ALYA SHOFIA
KKM Fuerza Del Alba X Satyendra Vijaya telah sukses menyelenggarakan kegiatan Seminar Parenting pada tanggal 18 April 2025, dengan tema "Rumahku Madrasah Pertamaku : Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak Secara Islami". Berlokasi di Masjid Ubay bin Ka'ab (Jl. Pesantren No. 60 RT 5 RW 5, Bunut, Tunjungtirto, Singosari, Malang), Kelompok KKM Fuerza Del Alba X Satyendra Vijaya menghadirkan pemateri yaitu Dr. Fina Hidayati yang merupakan dosen Psikologi UIN Malang. Kegiatan ini berlangsung pada sore hari dengan sasaran ibu-ibu pengajian, dengan suasana sore yang syahdu kegiatan ini diawali dengan membaca istighosah bersama dan kemudian memasuki kegiatan inti yaitu seminar parenting. Melihat dari tema diatas, secara tidak langsung hal itu menuntut orang tua untuk menjadi teladan bagi buah hati atau anak-anak mereka dengan hal sekecil apapun yang akan dilakukan oleh orang tua mereka. Setiap anak adalah peniru ulung. Sebelum mengenal teori, nasihat, atau perintah, mereka belajar dari apa yang mereka lihat. Dalam hal ini, orang tua adalah guru pertama dalam kehidupan seorang anak. Perilaku sehari-hari orang tua menjadi cermin dan pembentuk karakter anak. Seorang anak akan lebih cepat menangkap dan merekam apa yang dilakukan orang tuanya daripada apa yang diucapkan. hal ini berlaku pada semua tindakan, contohnya ketika orang tua menyuruh anaknya untuk segera melaksanakan sholat, namun orang tua yang memberi perintah justru menunda untuk melaksanakan sholat, maka tindakan orang tua yang menunda melaksanakan sholatlah yang member pengaruh besar kepada sang anak dibandingkan dengan perintah yang direalisasikan dengan ucapan. Sebagai teladan bagi seorang anak orang tua harus memberi contoh tindakan teladan dari hal-hal kecil yang dilakukan sehari-hari, contohnya : membaca basmallah ketika akan memulai sesuatu. membaca hamdallah ketika selesai mengerjakan sesuatu. menjaga lisan dan perkataan didepan anak. memberi contoh tindakan yang baik di kehidupan sehari-hari. mengajarkan cara bertutur kata yang baik. cara menghormati yang lebih tua. dengan demikian seorang anak akan tumbuh dengan pribadi islami yang baik, tanpa merasa digurui. Peran orang tua sebagai teladan tidak berhenti ketika anak masuk sekolah atau beranjak dewasa. Namun, sepanjang hidupnya, anak akan terus membawa jejak keteladanan yang pernah diajarkan di rumah. Ketika rumah menjadi tempat yang penuh kasih, disiplin, dan nilai-nilai keislaman, maka anak pun akan menjadikannya dasar dalam membangun kehidupannya sendiri kelak. Dalam Islam, pendidikan anak bukan hanya tentang mengajar, tapi tentang menjadi. Menjadi pribadi yang jujur, sabar, penyayang, dan taat kepada Allah adalah cara paling ampuh untuk menanamkan nilai-nilai Islam kepada anak. Maka, mari mulai dari diri sendiri. Jadilah sosok yang ingin kita lihat dalam diri anak-anak kita. sebab teladan terbaik dimulai dari orang tua dan keluarga.
AMELIA SYIFA RUFAYDAH
Dau – Dalam rangka menyambut dan mengisi bulan suci Ramadhan 1446 H dengan kegiatan positif dan bernilai ibadah, MTs Wahid Hasyim 01 Dau menyelenggarakan kegiatan Pondok Ramadhan yang berlangsung selama sepekan, yakni mulai tanggal 5 Maret hingga 11 Maret 2025. Kegiatan ini dilaksanakan dengan semangat kebersamaan dan kekhusyukan oleh seluruh peserta didik kelas VII hingga IX. Sesuai dengan adat dan adab yang dijunjung di lingkungan madrasah, seluruh kegiatan dibagi ke dalam dua kelas besar, yaitu kelas putra dan kelas putri, guna menjaga kenyamanan dan kekhusyukan selama pelaksanaan. Pondok Ramadhan tahun ini mengangkat tema besar “Menggali Faedah Surat-Surat Pilihan dalam Al-Qur’an”. Para guru-guru MTs Wahid Hasyim 01 Dau menjadi pemateri utama dalam kegiatan ini, menyampaikan materi dengan bahasa yang menarik dan mudah dipahami oleh peserta didik. Setiap harinya, para santri diajak untuk mengenal dan memahami makna serta keutamaan surat-surat penting seperti Surat Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas, Al-Mulk, dan Yasin. Selain memahami kandungan ayat, para siswa juga mendapatkan motivasi untuk membiasakan diri membaca dan mengamalkan surat-surat tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Tak hanya kegiatan klasikal, kegiatan Pondok Ramadhan ini juga diselingi dengan tadarus bersama, hafalan surat pendek, serta diskusi ringan yang dipandu oleh guru, untuk membentuk suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif. Dengan sistem pembelajaran terpisah antara putra dan putri, suasana lebih kondusif dan memungkinkan peserta didik untuk aktif berpartisipasi dalam diskusi. Sebagai penutup kegiatan, MTs Wahid Hasyim 01 Dau menghadirkan perwakilan dari IPNU dan IPPNU Kecamatan Dau yang mengisi materi inspiratif bertema “Mengenalkan lebih dalam tentang ipnu dan ippnu”. Kehadiran para kader muda ini memberikan semangat baru dan motivasi keagamaan yang segar bagi para peserta didik. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu ustadz, memohon agar seluruh ilmu yang diperoleh selama Pondok Ramadhan menjadi bekal kebaikan, memperkuat akidah, dan menjadikan Ramadhan tahun ini lebih bermakna.
WILDAN FRANDITAZANO EKA RIDUWAN
https://www.kompasiana.com/amataraxia47679/6820d6a1c925c429e51cf842/wujudkan-islam-rahmatan-lil-alamin-kkm-uin-malang-adakan-seminar-moderasi-beragama
AMELIA NADIA PRASETYA NINGRUM
Kelompok KKM Dharmadikari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan Pondok Ramadhan di Dusun Kepuh Utara, Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, pada tanggal 8-9 Maret 2025. Kegiatan yang bertempat di Masjid Baitussalam ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat KKM-MBKM. Acara yang diikuti oleh santri SD/MI hingga SMP/MTs ini bertujuan mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan bermakna dan mendidik. Selama dua hari, para peserta mendapatkan fasilitas menginap di masjid, buka puasa, sahur, dan bimbingan keagamaan secara gratis. Rangkaian kegiatan Pondok Ramadhan meliputi tadarus bersama, sholat berjamaah, materi keislaman (fikih dasar, akidah, membaca pegon), fun games edukatif (cerdas cermat, sambung ayat Juz Amma), Qiyamul Lail, dan sahur bersama. Para orang tua santri dan warga sekitar memberikan respons positif, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan semangat belajar agama, disiplin, dan kerja sama anak-anak. Pondok Ramadhan ditutup pada Ahad malam setelah shalat tarawih, dengan harapan dapat menjadi agenda rutin tahunan untuk pembinaan generasi muda yang cinta Al-Qur'an dan berakhlak mulia.