Thumbnail
1 year ago
Santri TPQ Darul Ulum Gelar Gebyar Ramadhan, Menyambut Bulan Suci Penuh Berkah

WIWIK NUR LAILI

Dalam upaya menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Darul Ulum menyelenggarakan sebuah acara berjudul “Gebyar Aksi Kreasi Santri TPQ Darul Ulum dalam Menyambut Bulan Suci Ramadhan” pada hari Sabtu, 22 Februari 2025. Kegiatan ini berlangsung di halaman TPQ dengan dihadiri oleh seluruh santri, para ustadzah, mahasiswa KKM UIN Malang, serta para orangtua santri. Acara dimulai pada jam 14.00 dengan diawali oleh pembacaan Al-Qur’an yang dilatunkan dengan indah oleh 3 santri kelas atas. Selanjutnya, Kepala TPQ Darul Ulum menyampaikan sambutan yang mendorong semua santri untuk menjadikan periode Ramadhan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Ia juga menyoroti pentingnya menciptakan karakter santri yang tidak hanya pintar secara intelektual, tetapi juga tangguh secara spiritual. Beragam penampilan para santri menjadi daya pikat utama dalam acara ini. Santri putri dari berbagai tingkatan menampilkan tarian, dan dari beberapa tingkatan santri putra menampilkan hadroh. Selain itu terdapat tampilan pidato yang juga diiringi oleh sholawat Nabi Muhammad SAW. Penampilan mereka tidak hanya menghibur, tetapi juga penuh dengan pesan moral dan semangat Ramadhan yang meninggalkan kesan mendalam bagi para penonton. Semua santri tampil dengan percaya diri dan menunjukkan hasil dari pembelajaran yang telah mereka terima di TPQ Darul Ulum. Dukungan dari para ustadzah serta semangat mahasiswa KKM UIN Malang membuat suasana semakin hangat dan akrab. Hal menarik dalam acara ini seluruh santri wajib tampil untuk ikut berkontribusi dalam gebyar aksi kreasi santri TPQ Darul Ulum. Hal ini untuk melatih santri tampil percaya diri dan merasakan keindahan bulan suci ramadhan. Menjelang akhir acara, semua santri diajak untuk bersama-sama berdoa di bawah bimbingan kepala TPQ Darul Ulum. Dalam doa tersebut, diungkapkan harapan agar seluruh umat Islam diberi kekuatan untuk menjalani bulan Ramadhan dengan penuh berkah dan pengampunan. Suasana emosional terasa saat para santri menundukkan kepala dan memenuhi doa mereka dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan. Semangat para santri dan kerjasama para ustadzah serta mahasiswa KKM UIN Malang membuat acara ini berlangsung secara lancar dan berhasil. Ekspresi bahagia dari santri menunjukkan bahwa acara semacam ini sangat dinanti-nantikan dan memberikan pengalaman belajar yang berbeda namun tetap bermakna. Bahkan, beberapa orang tua santri mengungkapkan harapan agar kegiatan seperti ini dapat diadakan lebih sering dengan tema yang beragam. Gebyar Aksi Kreasi Santri TPQ Darul Ulum bukan hanya sekedar perayaan menyambut bulan suci Ramadhan, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun karakter, meningkatkan pengetahuan agama, serta memperkuat persaudaraan di antara mereka. Dengan kegiatan ini, TPQ Darul Ulum ingin mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya mahir dalam membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui acara ini, semangat untuk menyambut Ramadhan berkembang dengan cara yang menyenangkan dan edukatif. Kami berharap bahwa di masa depan, kegiatan seperti ini akan terus mengalami perkembangan dan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan Islam lainnya untuk memeriahkan bulan penuh rahmat dan pengampunan ini.

Thumbnail
1 year ago
Seminar Parenting "Peran Ibu dalam Memberikan Pendidikan Berkualitas dari Rumah" Sukses Digelar di Desa Ngumpul

DZAKY NURUDDIN

JOMBANG - Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) berhasil menyelenggarakan seminar parenting dengan tema "Peran Ibu dalam Memberikan Pendidikan Berkualitas dari Rumah" di Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Sabtu (3/5/2025). Acara yang diperuntukkan bagi orang tua anak usia 3-5 tahun di wilayah Taman Posyandu ini berlangsung sukses dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Sosialisasi Awal Menarik Perhatian Warga Sebelum pelaksanaan acara utama, tim KKM yang diketuai oleh Vioki Deva Ahnaf R. dan Vanessa telah mengadakan sosialisasi pada Jumat (25/4/2025) pukul 09.30-11.00. Acara sosialisasi yang berlangsung selama 90 menit ini dimulai dengan registrasi peserta yang dikelola oleh Nabila dan Almas. "Respons masyarakat sangat positif ketika kami melakukan sosialisasi. Banyak ibu-ibu yang antusias dan langsung mendaftarkan diri untuk mengikuti seminar," ungkap Vioki Deva Ahnaf R., selaku Ketua Pelaksana kegiatan. Acara sosialisasi diawali dengan sambutan dari Ketua Taman Posyandu yang menyambut baik inisiatif mahasiswa KKM. Dilanjutkan dengan sambutan ketua pelaksana dan pembukaan oleh moderator Hani dan Zaky, serta time keeper Vanessa yang memastikan acara berjalan sesuai jadwal.   Narasumber Berkompeten Sampaikan Materi Berkualitas Puncak acara sosialisasi adalah penyampaian materi oleh narasumber kompeten, Ning Indira Zulaikha, S.Psi, yang berlangsung selama 45 menit. Psikolog berpengalaman ini menyampaikan empat poin utama yang menjadi fokus seminar parenting. Materi pertama membahas makna "pendidikan berkualitas dari rumah" yang tidak hanya terbatas pada aspek akademis, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai kehidupan. "Rumah adalah sekolah pertama bagi anak, dan ibu adalah guru pertama yang akan menentukan masa depan mereka," tegas Ning Indira dalam paparannya. Poin kedua menjelaskan mengapa pendidikan berkualitas harus dimulai dari rumah, dengan menekankan peran keluarga dalam membentuk pola pikir dan kepribadian anak. Sementara poin ketiga menguraikan peran strategis ibu dalam pertumbuhan anak, termasuk cara menghadirkan pendidikan berkualitas di rumah dan menjaga komunikasi yang positif serta hangat dengan anak.   Sesi Tanya Jawab Interaktif dan Antusias Sesi tanya jawab yang berlangsung selama 15 menit dipimpin oleh moderator Hani dan Zaky menunjukkan tingginya antusiasme peserta. Berbagai pertanyaan praktis seputar pengasuhan anak usia 3-5 tahun dilontarkan para ibu, mulai dari cara mengatasi tantrum anak hingga strategi membangun komunikasi efektif dengan balita. "Saya sangat terbantu dengan tips-tips praktis yang diberikan. Selama ini saya merasa bingung bagaimana cara berkomunikasi yang tepat dengan anak saya yang berusia 4 tahun," ungkap salah satu peserta seminar yang enggan disebutkan namanya.   Dukungan Penuh dari Pemerintah Desa Kesuksesan acara ini tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah desa setempat. Tim KKM telah melakukan koordinasi intensif dengan melakukan sowan ke Bu Lurah pada Jumat (18/4/2025) dan sowan ke Pak Kades pada Sabtu (19/4/2025) untuk meminta izin dan meminjam fasilitas pendukung. "Kami sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKM ini. Program parenting sangat dibutuhkan masyarakat kami, terutama para ibu muda yang masih memerlukan bimbingan dalam mengasuh anak," kata Kepala Desa Ngumpul dalam sambutannya. Pemerintah desa memberikan dukungan berupa penyediaan tempat, proyektor, microphone, sound system, serta meja dan kursi untuk menunjang kelancaran acara.   Kerjasama Tim yang Solid Kesuksesan acara ini merupakan hasil kerja keras tim yang solid dengan pembagian tugas yang jelas. Vanessa berperan sebagai time keeper yang memastikan acara berjalan tepat waktu, sementara Nabila sebagai narahubung pemateri telah melakukan koordinasi intensif dengan narasumber sejak jauh-jauh hari. Sie konsumsi yang dikelola Almas dan Galuh menyiapkan cemilan untuk peserta dan nasi kotak untuk tamu undangan. Haykal sebagai sie akomodasi memastikan semua peralatan teknis berfungsi dengan baik, mulai dari laptop, sound system, hingga presentasi pemateri. "Alhamdulillah semua berjalan lancar sesuai rencana. Ini adalah hasil kerja sama tim yang kompak," ungkap Vanessa, yang juga berperan sebagai co-PJ utama bersama Vioki.   Dokumentasi Lengkap dan Profesional Tim Public Relations and Documentation (PDD) yang terdiri dari Naufal dan Tina telah menyiapkan dokumentasi lengkap acara. Naufal bertugas membuat video, countdown, banner, dan editing after movie, sementara Tina mengurus foto, editing dokumentasi, pamflet, sorotan Instagram, dan sertifikat peserta. "Kami ingin memastikan setiap momen berharga ini terdokumentasi dengan baik sebagai kenang-kenangan dan juga sebagai bahan evaluasi untuk program serupa di masa mendatang," jelas Naufal.   Pesan Inspiratif untuk Para Ibu Bagian terakhir seminar diisi dengan penyampaian pesan-pesan inspiratif bagi para ibu. Ning Indira menekankan bahwa ibu bukan sekadar "ibu rumah tangga", tetapi merupakan pencetak masa depan umat yang memiliki peran strategis dalam membangun peradaban. "Setiap kata yang ibu ucapkan, setiap tindakan yang ibu lakukan, akan menjadi memori permanen dalam benak anak. Karena itu, jadilah ibu yang menginspirasi," pesan Ning Indira yang mendapat tepuk tangan meriah dari peserta.   Antusiasme Tinggi dan Harapan Keberlanjutan Acara yang direncanakan berlangsung hingga pukul 11.10 dengan sesi penutupan dan foto bersama ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Banyak peserta yang mengusulkan agar program serupa dapat diadakan secara berkala dengan topik-topik parenting lainnya. "Kami berharap program seperti ini bisa menjadi agenda rutin, karena sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pengasuhan di desa kami," ungkap salah satu anggota PKK yang hadir. Dengan total anggaran yang mencakup biaya narasumber sebesar Rp 200.000, biaya konsumsi, cetak banner, dan sertifikat yang dikelola bendahara Salsa, acara ini dinilai sangat cost-effective dengan manfaat yang besar bagi masyarakat.   Dampak Positif untuk Komunitas Seminar parenting ini berhasil mencapai tujuannya dalam memberikan edukasi kepada para ibu tentang pentingnya peran mereka dalam memberikan pendidikan berkualitas dari rumah. Para peserta tidak hanya mendapat pengetahuan teoretis, tetapi juga tips praktis yang dapat langsung diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kerjasama antara mahasiswa KKM dengan PKK, pemerintah desa, dan Taman Posyandu ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi yang berkelanjutan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat grassroot. Program parenting ini membuktikan bahwa dengan perencanaan yang matang, koordinasi yang baik, dan dukungan dari berbagai pihak, sebuah program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif yang nyata bagi komunitas.

Thumbnail
1 year ago
PENCEGAHAM STUNTING DI PANTI ASUHAN YASIBU OLEH KKM MANDUTAMA UIN MALANG

MOHAMMAD ROZI BADRUS

Malang, 13 maret 2025 —Dalam upaya mendukung pencegahan stunting yang marak t erjadi, kelompok AM Mandutama, anggota KKM UIN Malang yang sedang melaksanakan Asistensi Mengajar di MAN 2 Kota Malang, menggelar Penyuluhan Pencegahan Stunting di Panti Asuhan Yasibu  yang dilaksanakan pada hari kamis, 13 maret 2025. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 16.00 sampai 20.00 WIB yang bertempat di Kedung kandang yang diikuti oleh 24 orang mahasiswa AM MAN 2 Kota malang dan MI NU dan seluruh anak anak panti asuhan yasibuh. Di balik senyum polos anak-anak di panti asuhan, terdapat ancaman serius yang kerap luput dari perhatian: stunting. Kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang mengkhawatirkan, terutama di lingkungan lembaga pengasuhan seperti panti asuhan. Salah satu pengurus panti asuhan dan juga sebagai pengasuhnya, [Eka prasetyandani S.PD I,MAP], mengaku bahwa pengelolaan gizi anak menjadi tantangan tersendiri. “Kami berusaha memberikan makanan bergizi, tapi bantuan seringkali belum cukup. Kami juga masih kekurangan edukasi terkait pola makan sehat dan pemantauan tumbuh kembang anak,” jelasnya. Upaya pencegahan stunting di panti asuhan kini mulai dilakukan secara kolaboratif. Pemerintah daerah, organisasi sosial, dan tenaga kesehatan berupaya memberikan pendampingan gizi, pelatihan bagi pengasuh, serta bantuan makanan tambahan bergizi bagi anak-anak di panti. Antusiasme semua anak anak yang dipanti asuhan  terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Selain menumbuhkan semangat peduli sesama, kegiatan ini juga mempererat hubungan sesama, dan anak-anak serta pengurus Panti Asuhan. AM Mandutama berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari program edukasi yang mendukung pemberdayaan dan kesejahteraan anak-anak di panti.

Thumbnail
1 year ago
Mengasah Kreativitas dan Memperkuat Moderasi Beragama Melalui Lomba Mewarnai

AZKA AMARA METRIYANDANI

Moderasi beragama adalah prinsip yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat, terutama dalam negara yang memiliki keragaman seperti Indonesia. Salah satu cara menarik untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama sejak dini adalah melalui seni, termasuk kegiatan mewarnai.   Lomba Mewarnai: Ekspresi Kreatif dalam Moderasi Beragama Lomba mewarnai dengan tema moderasi beragama bukan sekadar ajang kreativitas, tetapi juga menjadi wadah edukasi bagi anak-anak untuk memahami pentingnya sikap toleransi, saling menghormati, dan hidup berdampingan dengan damai.    Dalam perlombaan ini, peserta diberikan gambar yang mencerminkan keharmonisan antarumat beragama—bisa berupa ilustrasi rumah ibadah dari berbagai agama, anak-anak dari latar belakang berbeda yang bermain bersama, atau simbol-simbol perdamaian yang mencerminkan keberagaman. Melalui pewarnaan, mereka diajak untuk mengekspresikan pemahaman mereka tentang persatuan dalam keberagaman.   Manfaat Lomba Mewarnai dalam Mengajarkan Moderasi Beragama. 1. Menanamkan Nilai Toleransi Sejak Dini    Anak-anak belajar memahami bahwa perbedaan bukan penghalang, melainkan sesuatu yang harus diterima dan dihormati. 2. Melatih Kreativitas dan Imajinasi    Seni mewarnai membantu anak-anak mengekspresikan diri mereka secara visual, sekaligus memperkuat daya kreativitas mereka. 3. Mempererat Kebersamaan    Dengan berpartisipasi dalam lomba, anak-anak berinteraksi dengan teman-teman dari berbagai latar belakang, yang dapat membangun rasa persaudaraan dan kebersamaan.   Keseruan Lomba dan Penghargaan Selain mewarnai, kegiatan ini biasanya dilengkapi dengan cerita pendek tentang pentingnya hidup rukun, sesi berbagi pengalaman, dan apresiasi bagi semua peserta—karena dalam moderasi beragama, semua orang berhak mendapatkan penghargaan atas usaha mereka dalam membangun perdamaian.   Lomba mewarnai dengan tema moderasi beragama bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga langkah kecil untuk membangun generasi yang lebih toleran, terbuka, dan siap menjaga keharmonisan dalam keberagaman. Yuk, dukung kreativitas anak-anak dan ajak mereka memahami pentingnya hidup berdampingan dengan damai! ?✨  

Thumbnail
1 year ago
Keluarga besar yayasan Miftahul ulum gelar halal bi halal pererat tali silaturrahmi antar lembaga

AULIA ZAHRO`

Malang- Rabu, 9 April 2025 M/ 10 Syawal 1446 H. Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti masjid besar baiturrahman pada pagi hari ini. seluruh keluarga besar yayasan miftahul ulum menggelar acara halal bi halal dalam rangka mempererat silaturrahmi usia hari raya idul fitri 1446 H. acara ini diikuti oleh empat lembaga pendidikan dibawah naungan yayasan pendidikan ma'arif miftahul ulum yakni RA Hasanuddin, MI Wahid hasyim III, SMPI Hasanuddin dan MTs Wahid hasyim 01 Dau. seluruh dewan guru serta siswa dari masing masing lembaga hadur dalam kegiatan yang berlangsung khidmat namun penuh kebahagiaan tersebut.   acara dimulai dengan pembacaan yasin, tahlil, istighotsah, dan mahallul qiyam kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari ketua yayasan miftahul ulum. dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menjaga ukhuwah islamiyah dilingkungan pendidikan, serta menjadikan momentum syawal sebagai sarana memperkuat komitmen dalam mendidik generasi muda.    "halal bi halal ini bukan hanya tradisi tetapin juga momentum spiritual untuk saling mempererat sinergi antar lembaga" ujar beliau selain sambutan, kegiatan juga diisi dengan tausiyah singkat oleh kepala sekolah SMPI Hasanuddinyang mengangkat tema tentang pentingnya menjaga hati dan lisan dalam menjalin hubungan sosial. pesan yang disampaikan begitu menyentuh dan menjadi pengingat bagi seluruh peserta baik guru maupun siswa.

Thumbnail
1 year ago
Sinergi Untuk Generasi Emas Edukasi Pencegahan Stunting Menuju Indonesia Sehat

ZULFIKA SAHIROTU ZUHRO

Dalam upaya mendukung terciptanya Generasi Emas 2045, salah satu tantangan besar yang harus diatasi adalah stunting—kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), kami berkomitmen membangun sinergi antara mahasiswa, masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa untuk meningkatkan kesadaran serta pemahaman tentang pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Edukasi gizi seimbang, pola asuh yang tepat, serta akses terhadap layanan kesehatan menjadi fokus utama dalam setiap program yang kami jalankan. Dengan langkah kecil yang konsisten dan kolaboratif, kami percaya bahwa kita dapat menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, sebagai pondasi kuat bagi Indonesia yang sehat dan unggul di masa depan. Stunting masih menjadi masalah serius di Indonesia, terutama di daerah pedesaan yang memiliki keterbatasan akses terhadap informasi dan layanan kesehatan. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun menjadi faktor utama yang memicu tingginya angka stunting. Melalui program KKN ini, kami hadir untuk memberikan edukasi dan pendampingan langsung kepada masyarakat sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung visi pemerintah menuju Indonesia Sehat dan Generasi Emas 2045. Selama pelaksanaan KKN, kami menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif dan interaktif yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang stunting. Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan gizi di panti asuhan Mambaul Hikam. Respons masyarakat terhadap program ini sangat positif. Banyak anak yang sebelumnya belum memahami pentingnya gizi dan kini mulai menerapkan pengetahuan yang diberikan dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam setiap kegiatan. Kami juga melihat peningkatan kehadiran di posyandu serta komitmen kader kesehatan desa dalam melanjutkan edukasi pasca program KKN berakhir. Ini menjadi harapan dan bukti bahwa dengan sinergi yang kuat, kita bisa bersama-sama mencegah stunting dan membentuk fondasi kokoh bagi masa depan anak-anak Indonesia.