Thumbnail
1 year ago
SEMINAR PARENTING Peran Ibu dalam Memberikan Pendidikan Berkualitas dari Rumah

BAHRIYATUR ROSIDAH AGUSTINA

Pendidikan anak bukan semata tanggung jawab sekolah, melainkan dimulai dari lingkungan terkecil: rumah. Inilah yang menjadi inti dari Seminar Parenting bertema "Peran Ibu dalam Memberikan Pendidikan Berkualitas dari Rumah", yang diselenggarakan di Posyandu Mawar, dengan menghadirkan narasumber Ning Indira Zulaikha, S.Psiseorang psikolog yang aktif dalam bidang pendidikan anak dan keluarga. Seminar ini dihadiri oleh para ibu dari berbagai latar belakang, yang hadir dengan semangat tinggi untuk memperdalam perannya sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak-anak mereka. Dalam pemaparannya, Indira menjelaskan bahwa peran ibu tidak hanya sebatas mengurus kebutuhan fisik anak, tetapi juga menjadi teladan dalam membentuk karakter, kecerdasan emosional, serta kebiasaan belajar. “Ibu adalah sekolah pertama bagi anak,” ujar Ning Indira. Ia menekankan bahwa kualitas pendidikan anak sangat ditentukan oleh pola asuh dan stimulasi awal yang diberikan sejak dini di lingkungan rumah. Hal ini mencakup cara ibu berkomunikasi dengan anak, kebiasaan membaca bersama, serta menciptakan suasana rumah yang penuh kasih dan rasa aman. Ning Indira juga membagikan strategi konkret untuk membangun budaya belajar di rumah, mulai dari menetapkan rutinitas harian, memberikan pujian positif atas usaha anak, hingga pentingnya keterlibatan aktif ibu dalam aktivitas edukatif. Ia mendorong para ibu untuk lebih percaya diri dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak, meskipun tidak memiliki latar belakang pendidikan formal sebagai guru. Sesi diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Banyak ibu berbagi tantangan mereka, mulai dari membagi waktu antara pekerjaan rumah tangga dan mendampingi anak, hingga menghadapi anak yang kecanduan gawai. Ning Indira memberikan pendekatan solutif yang tidak menghakimi, melainkan memberdayakan ibu untuk menjadi pendidik yang bijak dan penuh kasih. Seminar ini diakhiri dengan refleksi bersama: bahwa pendidikan berkualitas tidak selalu harus mahal atau berasal dari luar rumah. Justru, dengan kasih sayang, konsistensi, dan kesadaran akan peran pentingnya, seorang ibu bisa menjadi kunci utama dalam mencetak generasi masa depan yang tangguh dan berkarakter.  

Thumbnail
1 year ago
Waktu yang Tepat untuk Edukasi Gizi dan Pencegahan Stunting Pada Bulan Ramadhan

NAUFAL HAFIID FADHLULLAH

Ramadhan bukan sekadar bulan suci yang penuh keberkahan, tetapi juga menjadi momentum yang tepat untuk menyebarkan kesadaran tentang pentingnya menjaga pola makan sehat dan bergizi. Dalam semangat tersebut, KKM Andhikari Cendekia UIN Maulana Malik Ibrahim menggelar kegiatan sosial bertajuk Berbuka dengan MARJAN (Mari Sehat Bergizi di Bulan Ramadhan) yang berlangsung di Panti Asuhan Minhajul Abidin, Jogoroto, Jombang. Dengan mengusung tema “Puasa Sehat, Tumbuh Kuat”, kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi gizi kepada anak-anak panti dalam rangka mencegah stunting—masalah kekurangan gizi kronis yang berdampak pada tumbuh kembang anak, khususnya pada masa 1000 hari pertama kehidupan. Acara dibuka dengan penyampaian materi seputar stunting yang dikemas dalam bentuk cerita sederhana tentang seorang anak yang mengalami kondisi tersebut. Pendekatan storytelling ini mempermudah anak-anak dalam memahami bahaya stunting dan pentingnya asupan gizi yang tepat. Selanjutnya, anak-anak dikenalkan pada contoh makanan bergizi yang sebaiknya dikonsumsi selama Ramadhan. Tim fasilitator menjelaskan pentingnya menjaga keseimbangan nutrisi saat sahur dan berbuka, serta bagaimana pola makan yang sehat dapat mendukung kelancaran ibadah puasa sekaligus menjaga kesehatan tubuh. Anak-anak juga diajak menyadari kebiasaan-kebiasaan yang kurang sehat ketika berbuka, seperti konsumsi makanan manis atau gorengan secara berlebihan. Untuk memperkuat pemahaman, diselenggarakan permainan edukatif bertajuk "Ngabuburit Bareng Yuk", yang melibatkan penyusunan menu berbuka sehat secara kreatif dan menyenangkan. Menjelang maghrib, kegiatan ditutup dengan sesi berbuka puasa bersama. Menu yang disajikan pun dirancang sesuai prinsip gizi seimbang, meliputi: Nasi sebagai sumber karbohidrat,  Ayam sebagai protein hewani, Capcay sebagai sayuran penuh vitamin, Pisang sebagai buah penambah energi, dan Susu Kedelai sebagai pelengkap gizi. Menu ini tidak hanya nikmat disantap, tetapi juga memberikan nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan optimal anak-anak. Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak panti asuhan dapat lebih memahami pentingnya gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari, terlebih selama bulan puasa. Semoga semangat Ramadhan membawa berkah tidak hanya dalam aspek spiritual, namun juga dalam mewujudkan generasi yang sehat dan bebas stunting.

Thumbnail
1 year ago
Mencegah Stunting dari Sekarang: Mahasiswa KKM UIN Malang Gelar Seminar Edukatif Tentang Stunting di Kedungkandang

TIARAH MAWATI

Pada hari Jum'at, 18 April 2025, Mahasiswa KKM UIN Malang menyelenggarakan seminar edukatif dengan tema "Jangan Sampai Stunting Merebut Senyum Buah Hatimu". Kegiatan ini ditujukan kepada para wali murid kelas 1 dan 2 sebagai bentuk kepedulian terhadap isu-isu stunting yang masih menjadi tantangan serius bagi generasi muda Indonesia. Mengedukasi Orang Tua Demi Masa Depan Anak Seminar ini menghadirkan narasumber dari Puskesmas Kedungkandang, yakni Ibu Septiani, Amd.Keb yang merupakan seorang bidan. Dalam paparannya, narasumber menjelaskan bahwa stunting tidak hanya dilihat dari fisik, seperti tubuh yang pendek, namun juga menyangkut pada perkembangan kognitif/ otak, serta kualitas hidup anak dimasa mendatang. Para wali murid banyak diberi pemahaman mengenai kiat-kiat yang harus dilakukan untuk mengantisipasi, menghadapi, serta mengatasi masalah stunting. Asupan yang cukup sangat diperlukan untuk mendukung tumbuh kembang anak, hal ini perlu pembiasaan serta dukungan dari orang tua, karena kebiasaan yang salah sejak dini akan mempengaruhi masa perkembangan anak. Adapun beberapa poin penting yang disampaikan dalam seminar ini meliputi: Pengenalan tentang stunting (pengertian, ciri-ciri, penyebab, dampak, dan siklus) Cara mencegah stunting Edukasi pra nikah Pemicu stunting Faktor utama untuk tumbuh kembang optimal anak Edukasi untuk memperhatikan tumbuh kembang anak Edukasi peran dan tanggung jawab orang tua terhadap anak Antusiasme dan Harapan Seminar ini ditanggapi dengan sangat antusias oleh para wali murid. Beberapa dari mereka berdiskusi dan bertanya tentang segala pertanyaan terkait dengan stunting. Mulai dari cara mengatasi masalah KB, anak yang susah makan, sampai bertanya mengapa alergi bisa terjadi. Kepala MI Al-Hayatul Islamiyah, Dr. Hijjatur Rasyida, M. Pd, mengatakan dalam sambutannya. "Mungkin beberapa dari bapak/ ibu masih belum faham mengenai stunting, untuk itu adanya seminar stunting kali ini adalah untuk mengedukasi bapak/ ibu mengenai bagaimana cara mengetahui, mengenali, mencegah, dan menanggulangi dampak stunting. Hal ini sangat penting untuk tumbuh kembang anak bapak/ ibu sekalian, karena tumbuh kembang yang baik bagi anak sangat berpengaruh pada hasil belajar/ kemampuan kognitif anak" Salah satu pembahasan menarik dalam seminar ini adalah pertanyaan dari salah satu audience mengenai bagaimana cara mengatasi anak yang sulit makan. Dalam hal ini moderator seminar menambahkan bagaimana pengalamannya mengenai hal tersebut. "Saya dulu adalah alumni anak yang susah makan karena mulai suka jajan, terutama makanan manis seperti permen. Hal ini membuat saya akhirnya sulit makan nasi, dan akhirnya membuat saya mudah sakit. Akhirnya ibu saya berinisiatif untuk menambahkan potongan kecil permen dalam sendokan nasi disetiap suapan saat saya makan. Dan anehnya saya mau makan seperti itu, walaupun sebenarnya rasanya sedikit aneh. Besoknya saya bertanya dengan ibu saya kenapa tidak ada permen dimakanan saya seperti kemarin, dan ibu saya mengatakan kalau permennya sudah dicampur kedalam sayur, dan anehnya saya percaya kemudian mau makan" Dari hal ini dapat diambil kesimpulan bahwa sebagai seorang ibu harus pintar dan cerdas dalam mencari cara agar kebutuhan asupan anak dapat terpenuhi dengan baik, terutama dalam kebutuhan pokok seperti makan yang seimbang. Sebagai seorang ibu sudah seharusnya memperhatikan apa saja yang dikonsumsi oleh anak, dan menyeleksi apa saja yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh anak, agar tidak merusak kebiasaan baik yang sudah diterapkan dan menerapkan kebiasaan buruk yang mulai dilakukan dan disukai anak. Dengan begitu kebiasaan baik yang sudah tertanam tidak bisa digantikan dengan kebiasaan baru yang buruk.  Edukasi seminar stunting sebagai langkah awal dalam memahamkan wali murid mengenai bahayanya terkena dampak stunting. Dengan diadakan seminar stunting ini, Mahasiswa Asistensi Mengajar UIN Malang berharap dapat meningkatkan kesadaran bagi para orang tua untuk selalu memperhatikan dan mendukung tumbuh kembang anak. Harapan ini ditujukan untuk dapat mewujudkan gerenasi muda yang sehat, berdaya saing, cerdas, berkualitas, dan unggul, untuk benar-benar dapat mewujudkan Indonesia emas dimasa depan.

Thumbnail
1 year ago
Puasa Sehat, Tumbuh Kuat: Mencegah Stunting dengan Gizi Seimbang

VIOKI DEVA AHNAF RAHMATULLOH

Puasa Sehat, Tumbuh Kuat: Mencegah Stunting dengan Gizi Seimbang Ramadhan bukan hanya bulan penuh berkah, tetapi juga momen penting untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang. Dalam rangka menyambut bulan suci ini, KKM Andhikari Cendekia UIN Maulana Malik Ibrahim mengadakan sebuah kegiatan sosial bertajuk "Berbuka dengan MARJAN (Mari Sehat Bergizi di Bulan Ramadhan)" diselenggarakan di Panti Asuhan Minhajul Abidin, Jogoroto, Jombang. Kegiatan ini membawa semangat “Puasa Sehat, Tumbuh Kuat” sebagai upaya pencegahan stunting pada anak-anak melalui edukasi gizi yang menyenangkan. Acara dimulai dengan penyampaian materi mengenai stunting sebuah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Materi dikemas dalam bentuk storytelling tentang seorang anak yang mengalami stunting, sehingga mudah dipahami oleh anak-anak panti. Setelah itu, peserta diajak mengenal makanan bergizi yang baik dikonsumsi selama Ramadhan. Tim fasilitator menjelaskan pentingnya asupan yang seimbang saat sahur dan berbuka puasa, serta bagaimana puasa sebenarnya bisa mendukung kesehatan tubuh jika dijalankan dengan pola makan yang tepat. Tak lupa, peserta juga diberikan wawasan tentang kebiasaan buruk saat berbuka, seperti konsumsi berlebihan makanan manis dan gorengan, yang bisa berdampak negatif pada tubuh. Untuk memperkuat pemahaman, digelar games edukatif bertajuk "Ngabuburit Bareng Yuk", di mana anak-anak diajak menyusun menu sehat untuk berbuka secara interaktif dan menyenangkan. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyampaian kesimpulan dan buka puasa bersama. Menu buka puasa kali ini mencerminkan prinsip gizi seimbang:  1. Nasi 2. Ayam 3. Capcay 4. Pisang, Dan  5. Susu Kedelai. Hidangan tersebut tidak hanya lezat, tapi juga penuh kandungan gizi yang mendukung pertumbuhan optimal anak-anak. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta, terutama anak-anak panti, semakin sadar pentingnya pola makan sehat dan dampaknya bagi pertumbuhan. Semoga semangat Ramadhan kali ini membawa kebaikan, tidak hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam menjaga kesehatan dan mencegah stunting di masa depan.

Thumbnail
1 year ago
Perkuat Peran Ibu dalam Rumah Tangga, Mahasiswa KKN UIN Malang Adakan Seminar Parenting di Blitar

AULIA RACHMAN AINUN NABILA

Blitar, 7 Mei 2025 -- Rumah tangga adalah sekolah pertama bagi setiap anak, dan seorang ibu adalah gurunya. Ia mendidik dengan hati, membimbing dengan teladan, dan menguatkan dengan cinta. Berangkat dari kesadaran akan pentingnya peran ibu dalam membentuk karakter keluarga, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan seminar parenting di Desa Jeblog, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Seminar yang digelar pada Rabu, 7 Mei 2025 ini mengusung tema "Perempuan Hebat: Kunci Mental Tangguh dalam Berumah Tangga". Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan mahasiswa KKN dalam bidang pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam aspek ketahanan keluarga dan kesehatan mental ibu rumah tangga. Dalam suasana balai desa yang sederhana namun hangat, puluhan ibu dari berbagai dusun berkumpul untuk mengikuti seminar. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya peran perempuan sebagai pusat emosional dalam rumah tangga, pengelola krisis dalam keluarga, serta pendidik utama bagi anak-anak. Tidak hanya teori, seminar ini juga menyajikan praktik sederhana seperti latihan relaksasi, pengelolaan stres, dan tips membangun komunikasi yang sehat dengan pasangan serta anak-anak. Peserta tampak antusias, tidak hanya mencatat, tetapi juga aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman secara spontan. Dengan pendekatan yang ramah dan bahasa yang mudah dipahami, materi parenting terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta. Tak ada istilah-istilah rumit, semuanya dibawakan dengan contoh nyata dan gaya penyampaian yang bersahabat. Salah satu fokus utama dari seminar ini adalah bagaimana perempuan dapat membangun mental tangguh dalam menghadapi tantangan rumah tangga. Ketangguhan yang dimaksud bukan berarti tidak pernah lelah atau sedih, melainkan kemampuan untuk bangkit, tetap waras, dan tetap bahagia meski hidup tidak selalu sempurna. Sebagai ibu, perempuan sering kali menyimpan beban yang tidak terlihat. Dalam seminar ini, para peserta diajak untuk menyadari pentingnya merawat diri, mengelola emosi, dan tidak ragu meminta dukungan saat dibutuhkan. Karena ibu yang sehat secara mental akan jauh lebih kuat dalam membimbing keluarganya. Seminar ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tapi juga menjadi ruang pertemuan sosial yang mempererat ikatan antar warga. Bagi mahasiswa KKN, ini juga menjadi momen belajar langsung dari masyarakat, mengasah empati, dan menguji kemampuan mengaplikasikan ilmu dalam kehidupan nyata.    Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga maupun perangkat desa. Mereka berharap program-program edukatif seperti ini bisa terus dilakukan di masa mendatang, karena manfaatnya sangat terasa, terutama dalam meningkatkan kesadaran dan kepercayaan diri para ibu. Lewat seminar ini, mahasiswa KKN UIN Malang ingin menyampaikan pesan bahwa menjadi perempuan hebat tidak harus sempurna dalam segalanya. Cukup menjadi ibu yang mau belajar, terus tumbuh, dan tetap tersenyum meski hidup kadang tidak mudah. Dengan semangat kecil dari desa, para mahasiswa berharap bisa menyalakan api semangat dalam hati para ibu. Sebab ketika seorang ibu kuat, maka satu keluarga ikut kuat. Dan jika banyak keluarga kuat, maka masyarakat pun akan menjadi lebih tangguh. Seminar parenting ini hanyalah satu langkah kecil. Namun dari langkah kecil inilah, perubahan besar bisa dimulai.  

Thumbnail
1 year ago
Peran Mahasiswa KKM Karsa Adhigana UIN Malang dalam Mendukung Literasi Al-Qur'an di TPQ Baiturrahman

AMEYLIA MAULIDA

Malang, Upaya peningkatan literasi Al-Qur’an terus dilakukan ileh berbagai elemen Masyarakat, termasuk juga dari kalangan mahasiswa. Salah satu wujud kontribusi nyata datang dari mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Karsa Adhigana UIN Malang, yang menjalankan program kegiatan pengabdian di wilayah Jetis, Mulyoagung, Dau dengan fokus kegiatan edukatif berbasis keislaman. Salah satu fokus pelaksanaan kegiatan pengabdian mereka bertempat di TPQ Baiturrahman, sebuah Lembaga Pendidikan Al-Qur’an yang membina anak anak usia dini hingga remaja. Dalam rangka mendukung proses pembelajaran, mahasiswa KKM terlibat aktif dalam kegiatan mengajar, seperti membantu santri memahami dasar dasar membaca Al-Qur’an, memperbaiki bacaan, dan menanamkan semangat belajar agama sejak dini.   Kegiatan ini berlangsung secara terstruktur dan berkelanjutan selama bulan Ramadan. Para mahasiswa juga Menyusun kurikulum sederhana yang disesuaikan dengan Tingkat kemampuan santri, serta menggunakan beberapa metode pembelajaran kimunikatif dan interaktif. Pendekatan ini dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan membangun kedekatan emosional antara pengajar dan dan santri. Peran mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bagian dari misi KKM sebagai media pengabdian kepada Masyarakat. Melalui keterlibatan langsung di TPQ, mahasiswa tidak hanya menyampaikan ilmu, melainkan juga belajar memahami dinamika dan kebutuhan yang ada dalam Masyarakat, khususnya dalam bidang Pendidikan agama islam. Kehadiran mahasiswa KKM di TPQ Baiturrahman memperkuat sinergi antara Lembaga Pendidikan tinggi dengan Lembaga keagamaan Masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas Pendidikan nonformal, memperluas akses literasi Al-Qur’an dan menjadi contoh nyata bahwa dunia akademik dapat berkontribusi secara aktif dalam mencitpakan generasi muda yang Qur’ani dan berakhlak mulia. Dengan semangat kolaborasi dan kebermanfaatan, mahasiswa KKM Karsa Adhigana UIN Malang membuktikan bahwa pengabdian bukan hanya tentang hadir di Tengah Masyarakat, melainkan juga tentang memberi dampak positif yang berkelanjutan, khususnya dalam pembinaan keislaman anak anak bangsa.