PUTRI INDAH PUSPITA DEWI
[Ngebruk, 16 Januari 2025] Mahasiswa kkm kelompok 80 "Pancakarsa" UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengunjungi kebun terong ibu Jumik di Ngebruk, Poncokusumo pada Kamis, 16 Januari 2025 pukul 08.30 WIB. Kunjungan ini bertujuan untuk mengenal pertanian lokal di Desa Ngebruk, Poncokusumo. Kebun Ibu Jumik yang terletak didesa Ngebruk, memiliki keberagaman tanaman berupa jeruk, dan jagung. Mahasiswa diajak langsung melihat pengolalaan kebun, dengan cara mencabuti penyangga bambu yang digunakan untuk menyangga pohon terong. Menurut bu jum beberapa hasil terong akan dijual di pasar gadang. Ia menjelaskan tentang pupuk terong dan juga obat apa saja yang dipakai jika terong mengalami masalah pada pertumbuhannya. Kami menyambut kegiatan kunjungan ini dengan sangat antusias. Melalui kegiatan kunjungan ini, diharapkan dapat memberikan pelajaran tentang pertanian dan juga tantangan yang dihadapi dalam menanam terong. Kunjungan ke kebun Ibu Jum merupakan bagian dari program kunjungan dalam rangka memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
TRIA KUSUMA DEWI
Mengukir Kisah Kebersamaan di TPQ Al-Hidayah: Peringatan Isra Mi'raj dan Perpisahan yang Penuh Makna oleh KKM 186 Pada tanggal 25 Januari 2025, kelompok KKM 186 mengadakan acara puncak yang menggabungkan peringatan Isra Mi'raj, pembagian hadiah lomba, serta acara perpisahan di TPQ Al-Hidayah. Kegiatan ini dirancang untuk memperingati salah satu peristiwa besar dalam sejarah Islam, memberikan apresiasi kepada santri TPQ atas prestasi mereka, dan menjadi ungkapan rasa terima kasih atas kebersamaan kami selama lebih dari satu bulan mengajar di TPQ tersebut. Acara dimulai dengan istighotsah bersama yang dipimpin oleh Bapak Khairul Anam, selaku pengasuh TPQ. Suasana sore itu sangat khidmat, dengan lantunan zikir dan doa yang diikuti oleh para santri, pengurus TPQ, orang tua, dan anggota kelompok KKM 186. Istighotsah ini menjadi pembuka yang penuh makna, mengingatkan semua yang hadir untuk bersyukur atas nikmat Allah SWT dan memohon keberkahan dalam acara yang akan dilangsungkan. Pembukaan oleh mc Setelah istighotsah, acara dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC dari kelompok KKM 186. MC memberikan pengantar mengenai rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan untuk memperingati Isra Mi'raj. Suasana semakin khusyuk ketika salah satu anggota kelompok kami, Khusnul Amalia, membacakan ayat suci Al-Qur'an. Lantunan ayat suci yang merdu tersebut memenuhi ruangan, memberikan ketenangan dan keberkahan bagi semua yang hadir. Berikutnya, sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Yayasan Al-Hidayah, Bapak Khairul Anam, S.Pd.I, M.M. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kontribusi kelompok KKM 186 yang telah memberikan dampak positif bagi pendidikan di TPQ. Beliau juga menyampaikan harapan agar kebersamaan ini dapat menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk terus memajukan TPQ Al-Hidayah. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua KKM 186, Zam Zam Nur Jaman. Dalam pidatonya, Zam Zam mengungkapkan kebanggaan dan rasa syukur karena telah diberi kesempatan untuk menjadi bagian dari perjalanan pendidikan di TPQ ini. Ia juga menyampaikan harapan agar apa yang telah dilakukan oleh kelompok kami dapat membawa manfaat jangka panjang bagi para santri. Proses potong tumpeng oleh bapak pengasuh dengan ketua kelompok 186 Momen yang paling ditunggu oleh para santri adalah pembagian hadiah lomba. Sebelumnya, berbagai lomba telah diadakan, seperti lomba mewarnai untuk kelas Isti'dad dan Jilid 1, lomba doa harian dan surat-surat pendek untuk kelas Jilid 2, serta lomba fashohah untuk kelas Jilid 3. Nama-nama pemenang diumumkan dengan penuh semangat, dan para santri yang menang maju ke depan untuk menerima hadiah. Melihat wajah ceria para santri saat menerima penghargaan, kami merasa semua usaha dalam menyiapkan lomba ini terbayar lunas. Kami berharap hadiah ini tidak hanya menjadi apresiasi, tetapi juga motivasi bagi mereka untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan. Pembagian Hadiah Pemenang lomba Setelah pembagian hadiah, acara berlanjut dengan prosesi penyerahan sertifikat penghargaan dari TPQ Al-Hidayah kepada kelompok KKM 186. Penyerahan ini menjadi simbol apresiasi dari pihak TPQ atas dedikasi yang telah kami berikan selama lebih dari satu bulan mengajar di TPQ. Prosesi ini mengingatkan kami bahwa sekecil apa pun kontribusi yang diberikan, dapat memberikan dampak yang berarti bagi orang lain. Acara dilanjutkan dengan prosesi potong tumpeng yang dilakukan oleh Bapak Khairul Anam sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas keberkahan yang telah diberikan selama kebersamaan kami. Potong tumpeng ini juga menjadi simbol perpisahan yang penuh haru, menandai akhir dari masa bakti kami di TPQ Al-Hidayah. Sebagai penutup, acara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Khairul Anam. Doa ini menjadi penutup yang penuh makna, mengiringi harapan agar segala kegiatan yang telah dilakukan membawa manfaat dan keberkahan bagi semua pihak, terutama bagi santri dan pengurus TPQ. Pembagian piala oleh bapak pengasuh Acara ini tidak hanya menjadi momen perpisahan, tetapi juga pembelajaran berharga bagi kami. Selama lebih dari satu bulan, kami belajar tentang pentingnya pengabdian, kerja sama, dan dedikasi dalam dunia pendidikan. Para santri mengajarkan kami tentang semangat belajar, sementara para pengurus TPQ memberikan teladan tentang pentingnya keikhlasan dalam mendidik generasi muda. Kelompok KKM 186 merasa bangga telah menjadi bagian dari perjalanan pendidikan di TPQ Al-Hidayah. Kami berharap hubungan baik yang telah terjalin dapat terus terjaga, dan semoga apa yang telah kami lakukan dapat memberikan manfaat besar bagi para santri dan lingkungan TPQ. Acara ini menjadi penutup yang indah, sekaligus awal dari harapan untuk masa depan yang lebih baik. https://www.kompasiana.com/farrosasadudinmilzam7063/679733faed641502dc70f132/mengukir-kisah-kebersamaan-di-tpq-al-hidayah-peringatan-isra-mi-raj-dan-perpisahan-yang-penuh-makna-oleh-kkm-186
MUHAMMAD IDRIS AFINI
Pada Ahad, 19 Januari 2025 Karang Taruna Tunas Harapan Desa Putukrejo menggelar acara resuffle pembentukan pengurus Karang Taruna periode 2024-2027 dengan mengangkat tema "Membentuk Pemuda yang Kreatif, Inovatif, dan Partisipatif untuk desa yang lebih maju, kuat dan mandiri". Acara ini berlangsung di Balai Desa Putukrejo dan dihadiri oleh kepala desa Putukrejo, beberapa tokoh masyarakat, serta pemuda setempat. Pelantikan ini menunjukkan semangat baru dalam pemberdayaan pemudayaan pemuda dan pengembangan potensi desa Putukrejo. Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 124 Apurana turut berperan aktif dalam mensukseskan acara tersebut. Mereka berkolaborasi dengan panitia setempat dalam persiapan dan pelaksanaan acara, termasuk menjadi pengisi acara dan dokumentasi. Keterlibatan ini menunjukkan sinergi kebersamaan antara mahasiswa KKM Kelompok 124 Apurana dengan Masyarakat setempat. Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Kepala Desa Putukrejo, Bapak Heri Wibisono, Ketua Karang Taruna yang baru, Bapak Suhendri, serta Bapak Mahdi selaku pembina dan penasihat Karang Taruna. Dalam sambutannya, Kepala Desa menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap partisipasi aktif mahasiswa KKM 124 Apurana dalam berbagai kegiatan desa, termasuk dalam acara ini. Beliau juga menekankan bahwa Karang Taruna memiliki peran strategis dalam memajukan Desa Putukrejo. Karang Taruna tidak hanya berfungsi sebagai wadah pengembangan generasi muda, tetapi juga sebagai penggerak kemajuan desa melalui berbagai inovasi dan program yang bermanfaat. Dengan adanya penyegaran dalam kepengurusan ini, diharapkan Karang Taruna dapat semakin aktif dalam membentuk pemuda yang kreatif, inovatif, dan partisipatif. Hal ini sejalan dengan visi desa untuk menjadi lebih maju, kuat, dan mandiri, sebagaimana yang tercermin dalam tema acara ini. Selanjutnya, Bapak Mahdi selaku pembina Karang Taruna menambahkan bahwa Karang Taruna harus memiliki jiwa kreatif dan proaktif. Ia menekankan pentingnya inisiatif dalam berkontribusi bagi kemajuan desa, bukan sekadar menunggu perintah, tetapi berusaha mencari peluang dan menciptakan perubahan positif bagi masyarakat, ujarnya. Sementara itu, Ketua Karang Taruna yang baru, Bapak Suhendri, dalam sambutannya mengajak seluruh anggota untuk bekerja sama dalam membangun dan mewujudkan visi serta misi yang telah disusun. Ia berharap dengan adanya semangat kebersamaan dan gotong royong, Karang Taruna dapat menjadi pilar penting dalam pembangunan desa. Acara kemudian dilanjutkan dengan pelantikan Ketua Karang Taruna yang baru serta pembentukan struktur kepengurusan Karang Taruna yang baru, yang diharapkan dapat membawa semangat baru dalam menjalankan berbagai program kerja yang telah direncanakan. Diharapkan dengan berlangsungnya acara ini dan dukungan dari Kelompok KKM 124 Apurana dapat menjadikan Karang Taruna Tunas Harapan yang lebih baik lagi kedepannya baik bagi perkembangan dan pemberdayaan Desa Putukrejo maupun pemuda-pemudi Karang Taruna Tunas Harapan.
BASUKI RAHMAT
Desa Kemiri di Kecamatan Jabung tak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kekompakan dan semangat gotong royong warganya dalam berbagai kegiatan sosial. Salah satu kegiatan yang selalu dinantikan oleh warga adalah Posyandu, yang rutin diadakan setiap bulan. Posyandu menjadi momen penting bagi para ibu dan balita untuk mendapatkan layanan kesehatan, serta berkumpul dan berbagi informasi seputar kesehatan dan tumbuh kembang anak.Sejak pagi hari, ibu-ibu datang membawa balita mereka memenuhi halaman Ponsyandu. Dengan senyum ceria dan penuh semangat, mereka menunggu giliran untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dari para kader Posyandu yang terlatih. Tidak hanya ibu-ibu, para ayah pun tak mau ketinggalan ikut serta membantu dan mendampingi. Kegiatan Posyandu di Desa Kemiri menyediakan berbagai layanan kesehatan yang sangat bermanfaat, antara lain; Penimbangan dan Pengukuran, setiap balita ditimbang dan diukur tinggi badannya untuk memantau pertumbuhan mereka. Data ini dicatat dengan teliti untuk memastikan setiap anak tumbuh dengan baik. Dilanjutkan dengan pemberian Vitamin dan Imunisasi, para balita mendapatkan vitamin dan imunisasi yang diperlukan untuk mencegah berbagai penyakit. Ibu-ibu pun diberikan informasi tentang pentingnya imunisasi dan asupan vitamin untuk kesehatan anak. Selanjutnya yaitu Penyuluhan Gizi, Para kader Posyandu memberikan penyuluhan tentang pentingnya gizi seimbang bagi ibu hamil, menyusui, dan balita. Mereka juga mengajarkan cara memasak makanan sehat yang mudah dan terjangkau. Keberhasilan Posyandu di Desa Kemiri tidak lepas dari keterlibatan berbagai pihak. Para kader Posyandu yang berdedikasi telah menjalani pelatihan khusus untuk memberikan layanan terbaik. Selain itu, dukungan dari Puskesmas dan pemerintah desa juga sangat membantu dalam penyediaan alat dan bahan yang diperlukan. Tidak hanya tenaga kesehatan, warga desa sendiri juga turut aktif berpartisipasi. Gotong royong membersihkan area Posyandu sebelum kegiatan dimulai, hingga menyediakan makanan ringan bagi para peserta, adalah bentuk kontribusi nyata dari warga. Hal ini menunjukkan betapa tingginya rasa kebersamaan dan tanggung jawab sosial di Desa Kemiri. Melalui kegiatan Posyandu yang rutin di laksanakan setiap bulan, diharapkan dapat menjaga serta meningkatkan kesehatan ibu, anak dan lansia di Desa Kemiri. Para ibu semakin sadar akan pentingnya pola asuh dan gizi yang baik untuk pertumbuhan anak-anak mereka. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan memperkuat ikatan sosial antarwarga. Antusiasme warga Desa Kemiri dalam kegiatan Posyandu adalah contoh nyata betapa pentingnya kebersamaan dalam menjaga kesehatan masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan dukungan semua pihak, Desa Kemiri terus berupaya memberikan layanan kesehatan terbaik demi masa depan generasi yang lebih baik.
SEVI INDRIANA
Tim khusus yang beranggotakan 7 mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil mengembangkan dan mengimplementasikan aplikasi pembayaran Perusahaan Air Minum (PAM) Desa Pandanrejo berbasis web. Proyek besar ini bertujuan untuk memodernisasi sistem pembayaran PAM yang sebelumnya dilakukan secara manual, sehingga lebih efisien dan akurat. Dalam pengembangan aplikasi ini, tim KKM menerapkan metodologi Scrum yang dikenal dengan pendekatannya yang fleksibel dan iteratif. Metodologi ini memungkinkan tim untuk beradaptasi dengan perubahan kebutuhan dan umpan balik dari pengguna secara cepat. Dengan Scrum, proses pengembangan dibagi menjadi beberapa sprint dengan tujuan yang jelas, memungkinkan tim untuk fokus pada fitur-fitur prioritas dan menghasilkan increment aplikasi secara berkala. Aplikasi ini dibangun menggunakan kombinasi teknologi web terkini. Bahasa pemrograman JavaScript, HTML, dan CSS digunakan untuk membangun antarmuka pengguna (UI) yang responsif dan menarik. Sementara itu, PHP digunakan untuk logika backend dan pengelolaan data. Database MySQL dengan server lokal Laragon dipilih untuk menyimpan data pelanggan, transaksi pembayaran, dan informasi terkait lainnya. Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan proses pembayaran PAM di Desa Pandanrejo menjadi lebih efisien, transparan, dan akuntabel. Aplikasi ini tidak hanya memudahkan admin dalam melakukan pembayaran dan pelaporan, harapannya kedepannya aplikasi ini dapat terus berkembang dan dapat di akses luas oleh seluruh masyarakat Desa pandanrejo. Selain pengembangan aplikasi, tim khusus ini juga turut membantu dalam pengisian website desa dengan menambahkan informasi mengenai kegiatan-kegiatan KKM selama berada di Desa Pandanrejo. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas kegiatan KKM dan memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat desa. Program kerja dari tim KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini menjadi contoh nyata bagaimana mahasiswa dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
MUH. RIZQY SAPUTRO
Tumpakrejo, Kalipare -- Rabu, 22 Januari 2025, kelompok 58 dan 128 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan penyuluhan parenting dan stunting di Balai Desa Tumpakrejo, Kecamatan Kalipare. Acara ini diadakan beriringan dengan kegiatan pengukuran balita yang diselenggarakan oleh Yayasan Ya Bisa. Dengan mengusung tema "Orang Tua Hebat, Anak Sehat: Dari Hati ke Nutrisi," kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada para ibu mengenai pola asuh yang baik dan cara mencegah stunting pada anak. Penyuluhan ini menghadirkan dua pemateri utama yatu Ibu Ernawati Yuliana, S.Pd, SD., sebagai pemateri parenting, dan Ibu Aceviani Rizka Sari, yang memaparkan pencegahan serta solusi stunting. Pada sesi parenting, Ibu Ernawati menekankan pentingnya komunikasi efektif antara orang tua dan anak. Beliau menjelaskan bahwa komunikasi yang baik dapat membantu orang tua memahami kebutuhan emosional anak serta menerapkan nilai-nilai positif dalam keluarga. Selain itu, para peserta juga diajak untuk belajar cara membangun karakter positif pada anak melalui pola asuh yang suportif dan penuh kasih sayang. Di sisi lain, Ibu Rizka menyampaikan materi tentang stunting, mulai dari pengertian hingga cara pencegahannya. Beliau menjelaskan bahwa stunting, yang disebabkan oleh kekurangan gizi dalam jangka panjang, dapat dicegah melalui pemenuhan nutrisi yang cukup sejak masa kehamilan hingga usia balita. Peserta juga diberikan panduan praktis untuk meningkatkan kualitas makanan anak. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa KKM UIN Malang sebagai panitia, serta kader posyandu setempat yang bertugas melakukan pengukuran balita. Para ibu yang hadir adalah mereka yang memiliki anak dengan risiko stunting. Mereka tampak antusias mengikuti penyuluhan, yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan para pemateri. Salah satu panitia mengungkapkan bahwa, harapan terlaksananya kegiatan ini adalah agar masyarakat dapat memberikan pola asuh yang baik bagi anak-anak mereka serta terhindar dari memiliki anak yang stunting di masa depan. "Saya berharap semoga masyarakat, terutama orang tua dapat mendapatkan wawasan baru terkait pola asuh serta peran dalam mendidik anak untuk membangun karakter anak yang baik kedepannya, dan orang tua juga dapat teredukasi mengenai stunting agar dapat menghindari resiko terjadinya hal tersebut" ujar Zakiyah, selaku moderator. Selain itu, diharapkan para orang tua dapat memahami pentingnya nutrisi dan pengasuhan yang berkualitas agar dapat terciptanya generasi anak-anak yang sehat, cerdas, dan tumbuh optimal, serta orang tua yang mampu memberikan pengasuhan terbaik bagi perkembangan fisik dan mental anak-anaknya di masa depan.