Thumbnail
1 year ago
Tingkatkan Pola Asuh Anak Berkebutuhan Khusus, Mahasiswa UIN Malang Adakan Seminar Parenting Emosional

KHAIRUNNISA NABIIL AFIYAH

HUMAS UIN MALANG — Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang tengah melaksanakan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Sukodadi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, mengadakan kegiatan edukatif berupa seminar parenting bertajuk "Strategi Parenting Emosional untuk Membangun Mental Anak." Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, (7/4), di Lembaga Pendidikan Mambaul Ulum, yang menaungi anak-anak berkebutuhan khusus di wilayah tersebut. Seminar bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada orang tua dan pendidik mengenai pentingnya pengelolaan emosi dalam pola asuh anak, serta strategi efektif dalam membangun ketahanan mental anak-anak, khususnya bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Acara dibuka dengan sambutan hangat dari perwakilan Lembaga Mambaul Ulum, yang mengapresiasi inisiatif mahasiswa UIN Malang dalam mendukung pengembangan pendidikan anak-anak di desa tersebut. Seminar kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh mahasiswa KKM yang telah mendapatkan pembekalan akademik dari kampus. Dalam penyampaian materi, peserta diajak untuk memahami konsep dasar kebutuhan emosional anak, peran orang tua dalam pembentukan karakter, serta tantangan yang kerap dihadapi dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus. Selain itu, diperkenalkan pula berbagai teknik sederhana yang dapat diterapkan di rumah, seperti teknik validasi emosi, pembangunan rutinitas positif, dan komunikasi empatik. Antusiasme peserta terlihat tinggi, dengan banyaknya pertanyaan dan berbagi pengalaman pribadi yang muncul sepanjang sesi seminar. Tak sedikit peserta yang menyampaikan rasa terima kasih atas materi yang dinilai sangat membantu, serta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang. Koordinator KKM Desa Sukodadi dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa UIN Malang kepada masyarakat. "Kami berharap, melalui seminar ini, para orang tua dapat lebih percaya diri dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak mereka, memahami pentingnya membangun ketahanan mental sejak dini, serta memperkuat hubungan emosional dalam keluarga," ujar salah satu mahasiswa. Ustadz Suri, perwakilan dari Lembaga Mambaul Ulum, juga menambahkan: "Penting bagi kita memahami pola asuh berdasarkan kecerdasan emosional menurut ajaran Islam. Pola asuh yang baik tidak hanya membentuk karakter anak, tetapi juga dapat berperan dalam mencegah stunting." Selain sesi seminar, kegiatan juga dilengkapi dengan diskusi kelompok, simulasi praktik komunikasi efektif antara orang tua dan anak, serta pembagian booklet sederhana berisi panduan parenting emosional yang dapat digunakan sebagai referensi lanjutan di rumah. Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari pihak Lembaga Mambaul Ulum dan masyarakat Desa Sukodadi. Seminar "Strategi Parenting Emosional untuk Membangun Mental Anak" menjadi bukti sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam upaya membangun generasi muda yang kuat, tangguh, dan berkarakter. https://uin-malang.ac.id/blog/post/read/25040101667866660

Thumbnail
1 year ago
SCREEN TIME GUIDELINES FOR PARENTS

LANA AWFA DIKRINA LUTFIYAH MUDAIM

SCREEN TIME GUIDELINES FOR PARENTS -KKM UNINERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG   Di era digital saat ini, layar menjadi bagian yang tidak dapat terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti untuk hiburan, pembelajaran, ataupun komunikasi. Bahkan sejak usia balita, anak telah terpapar layar melalui televisi, handphone, dan tablet. Meskipun teknologi membawa banyak manfaat, akan tetapi terlalu lama di depan layar atau screen time bisa berdampak negatif pada tumbuh kembang anak. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini yang di dampingi oleh dosen pembimbing lapangan Ibu Imroatul hayyu Erfantinni, M.Pd, telah menggelar seminar parenting dengan tema “ Screen Time Guidelines For Parents “ . Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada orang tua agar memberi batasan waktu anak ketika berada di depan layar.   Seminar ini menghadirkan pemateri Bapak Akhmad Mukhlis, S.Psi, M.A , selaku KAPRODI Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Dalam pemaparannya beliau menjelaskan durasi  anak berada di depan layar sesuai dengan usianya, apa saja akibat anak terlalu lama berada di depan layar, dan peran orang tua untuk anak agar tidak terlalu lama berada di depan layar.   Kegiatan ini berlangsung pada hari Jum’at 09 Mei 2025, di Masjid Al Ikhlas, Jl. Raya Langsep, Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Seminar dimulai pukul 07.30 WIB, dan berjalan dengan lancar hingga selesai kegiatan. suasana yang tercipta terasa akrab dan penuh antusias dari orang tua murid. jumlah peserta yang hadir juga diluar ekspetasi para panitia yang tidak berekspetasi jumlah perserta akan sebanyak itu. Para peserta juga tampak sangat bersemangat dalam mengikuti seminar ini. para perserta mendengarkan dengan serius, dan sesekali menunjukkan ketertarikannya pada materi yang disampaikan dengan menyimak juga sesekali mencatat materi yang disampaikan. para peserta juga merasakan bahwa tema yang dibawakan merupakan hal yang memang urgent untuk dibahas di era sekarang. Apalagi, pemateri menyajikan teori-teori full daging sekali, yang dibungkus menyesuaikan bahasa para orang tua saat ini. pemateri juga menyajikan banyak data serta diagram pembahasan yang membuat materi mudah difahami. Salah satu materi yang sangat dibutuhkan oleh para orang tua jaman sekaran yaitu screen time anak. Yang mana, anak di setiap umur memiliki batasan waktu tertentu untuk diberikan tontonan layar hp. dan ada juga tontonan yang harus dihindari dan di awasi oleh orang tua.             Menariknya lagi para peserta seminar sangat berantusias untuk bertanya mengenai pengalaman peserta, baik itu tentang porsi lihat layar untuk anak, dan bagaimana cara memberikan aturan untuk anak, dan sebeberapa kasus mengenai anak-anak dengan screen timenya. berhubung waktu yang tidak memadai, akhirnya moderator hanya membuka 2 sesi pertanyaan. bapak mukhlis pun menjawab semuanya pertanyaan yang dibuat oleh para peserta terpilih dengan sangat lugas dan mudah dipahami oleh para penanya dan peserta lainnya. Sesi ini menjadi sesi yang paling hidup karna adanya interaksi aktif dari peserta dan pemateri.             Alhamdulillah, seminar dengan tema pola asuh orang tua terhadap tontonan anak di rumah, ini sangat memberikan kepuasan tersendiri bagi orang tua yang merasa kebingungan dalam memberikan pola asuh yang baik di era serba digital ini. Panitia seminar yang merupakan Mahasiswa asistensi juga mersa sangat senang sudah bisa berkontribusi nyata terhadap masyarakat. dan dengan harap, semoga bisa diterapkan sehingga bisa membantu kebingungan orang tua dalam memberikan pola asuh yang baik pada anak.

Thumbnail
1 year ago
Membangun Kesadaran Emosi Sejak Dini : Seminar Parenting "Mindfulness Satu Tarikan Nafas" di PAUD Unggulan KB-TK Al-Izzah

WULAN NUR HARDIANA

Mojokerto, 25 April 2025 – Suasana hangat, akrab, dan penuh semangat menyelimuti halaman dan aula PAUD Unggulan KB-TK Al Izzah pada pagi yang cerah itu. Puluhan orang tua siswa tampak antusias mengikuti Seminar Parenting bertema “Strategi dan Teknik Mindfulness: Satu Tarikan Nafas untuk Menguasai Diri” yang diselenggarakan pada Jumat, 25 April 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama antara lembaga pendidikan, mahasiswa asistensi dari UIN Malang, dan para orang tua dalam membentuk lingkungan pengasuhan yang lebih sadar, peduli, dan berbasis ilmu pengetahuan.   Acara dimulai tepat pukul 07.00 WIB dengan pembukaan yang mengajak seluruh peserta untuk hadir secara utuh dalam momen tersebut. Para peserta diajak untuk menenangkan diri melalui latihan pernapasan sederhana dan refleksi singkat, sebagai bentuk awal penerapan mindfulness. Suasana menjadi lebih khidmat ketika niat belajar bersama dihadirkan dengan tulus, demi mendukung perkembangan anak-anak yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.   Dalam sambutannya, ketua Asistensi Mengajar dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyampaikan pentingnya sinergi antara guru dan orang tua sebagai tim pengasuhan yang utuh. Beliau menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya soal angka dan huruf, tetapi lebih dalam dari itu—mengenai pembentukan karakter, nilai, serta kemampuan mengelola diri sejak dini. Kolaborasi erat antara sekolah dan rumah menjadi kunci dalam mewujudkan hal tersebut.       Acara semakin bermakna dengan kehadiran pemateri yang merupakan praktisi sekaligus akademisi di bidang mindfulness dan parenting. Dengan penuh penghayatan, beliau membawakan materi yang menyentuh aspek teori sekaligus praktik, menyederhanakan konsep mindfulness menjadi sesuatu yang mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Satu tarikan nafas bisa menjadi titik balik dalam pengasuhan,” ungkapnya, sembari mengajak peserta mencoba teknik pernapasan sadar untuk mengelola emosi dalam situasi menantang bersama anak.   Sesi tanya jawab (QnA) berlangsung interaktif dan menyentuh berbagai topik pengasuhan nyata yang dihadapi orang tua. Mulai dari cara menghadapi tantrum pada anak, mengelola amarah saat anak tidak patuh, hingga bagaimana mengatasi rasa lelah dalam pengasuhan sehari-hari. Para peserta tampak terbuka, jujur, dan saling menguatkan. Jawaban dari pemateri disampaikan dengan pendekatan empatik, dibarengi dengan penjelasan yang ilmiah dan membumi, sehingga mudah diterima oleh para orang tua dari berbagai latar belakang.     Sebagai bentuk penghargaan, panitia menyerahkan cenderamata kepada pemateri, sebagai simbol terima kasih atas ilmu dan waktu yang telah dibagikan. Acara kemudian ditutup dengan ungkapan rasa syukur dan doa bersama agar seluruh peserta mampu menerapkan ilmu yang telah diperoleh dalam kehidupan nyata bersama anak-anak mereka.     Momen berharga ini diabadikan dalam foto bersama, penuh senyum dan semangat baru. Lebih dari sekadar seminar, kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama yang memperkuat ikatan antara rumah dan sekolah dalam mendukung pertumbuhan anak secara holistik.   Dengan semangat satu tarikan nafas, mari terus membangun pengasuhan yang sadar, sabar, dan penuh cinta.   Acara semakin bermakna dengan kehadiran pemateri yang merupakan praktisi sekaligus akademisi di bidang mindfulness dan parenting. Dengan penuh penghayatan, beliau membawakan materi yang menyentuh aspek teori sekaligus praktik, menyederhanakan konsep mindfulness menjadi sesuatu yang mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Satu tarikan nafas bisa menjadi titik balik dalam pengasuhan,” ungkapnya, sembari mengajak peserta mencoba teknik pernapasan sadar untuk mengelola emosi dalam situasi menantang bersama anak.   Sesi tanya jawab (QnA) berlangsung interaktif dan menyentuh berbagai topik pengasuhan nyata yang dihadapi orang tua. Mulai dari cara menghadapi tantrum pada anak, mengelola amarah saat anak tidak patuh, hingga bagaimana mengatasi rasa lelah dalam pengasuhan sehari-hari. Para peserta tampak terbuka, jujur, dan saling menguatkan. Jawaban dari pemateri disampaikan dengan pendekatan empatik, dibarengi dengan penjelasan yang ilmiah dan membumi, sehingga mudah diterima oleh para orang tua dari berbagai latar belakang.       Sebagai bentuk penghargaan, panitia menyerahkan cenderamata kepada pemateri, sebagai simbol terima kasih atas ilmu dan waktu yang telah dibagikan. Acara kemudian ditutup dengan ungkapan rasa syukur dan doa bersama agar seluruh peserta mampu menerapkan ilmu yang telah diperoleh dalam kehidupan nyata bersama anak-anak mereka.       Momen berharga ini diabadikan dalam foto bersama, penuh senyum dan semangat baru. Lebih dari sekadar seminar, kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama yang memperkuat ikatan antara rumah dan sekolah dalam mendukung pertumbuhan anak secara holistik.   Dengan semangat satu tarikan nafas, mari terus membangun pengasuhan yang sadar, sabar, dan penuh cinta.

Thumbnail
1 year ago
Karib: Menggali Keutamaan Bulan Ramadhan di TPQ Baitul Akbar

EMA UMMIYATUL KHUSNAH

TPQ Baitul Akbar, 9 Maret 2025 - Mahasiswa AM-KKM UIN Malang kembali mengadakan kegiatan positif bagi masyarakat dengan menggelar acara "Karib" (Kajian Ramadhan Penuh Berkah) di TPQ Baitul Akbar. Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang keutamaan bulan Ramadhan dan bagaimana memaksimalkan ibadah di bulan suci ini. Kegiatan yang dimulai setelah waktu asar ini dibuka dengan pembukaan yang hangat, diikuti dengan sambutan dari pengurus TPQ Baitul Akbar. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang keutamaan bulan Ramadhan dan bagaimana meningkatkan kualitas ibadah selama bulan suci. Setelah penyampaian materi, peserta Karib diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi melalui sesi tanya jawab. Ini memberikan ruang bagi peserta untuk memperdalam pemahaman mereka tentang topik yang dibahas. Acara ditutup dengan doa bersama, memohon ampunan dan keberkahan dari Allah SWT. Kegiatan Karib ini diharapkan dapat memberikan manfaat spiritual bagi seluruh peserta dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya bulan Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya kegiatan seperti Karib, TPQ Baitul Akbar dan masyarakat sekitar dapat lebih memahami dan menghayati makna dari bulan Ramadhan, serta meningkatkan kualitas ibadah dan amaliah mereka selama bulan suci. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Karib: Menggali Keutamaan Bulan Ramadhan di TPQ Baitul Akbar", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/emmakhusna6348/68273bb1c925c431776d58e6/semarak-ramadhan-kirab-dan-kegiatan-positif-di-kecamatan-dau Kreator: Emma Khusna Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Thumbnail
1 year ago
Mahasiswa UIN Malang Menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan Stunting di Taman Posyandu PAUD Desa Asempapak, Sidayu

SYARIFATUL MUNAWAROH

Gresik, 2 Mei 2025 Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan sosialisasi bertema "Tumbuh Optimal, Cerdas Maksimal: Pos PAUD Bersama Lawan Stunting" di Posyandu PAUD Sekar Arum, Desa Asempapak, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, pada 2 Mei 2025.Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKM dalam mendukung upaya pemerintah menurunkan angka stunting di Indonesia. Sosialisasi ini dihadiri oleh para orang tua, guru Posyandu PAUD, bidan desa, serta anak-anak Taman Posyandu PAUD yang berusia sekitar 2--3 tahun.Mahasiswa memberikan penyuluhan tentang pentingnya gizi seimbang, pemahaman mengenai stunting, dampak serta faktor penyebabnya. Mereka juga menjelaskan peran makanan bergizi dalam pencegahan stunting. Sebagai bentuk praktik langsung, mahasiswa KKM UIN Malang mengadakan demonstrasi pembuatan makanan sehat berbahan dasar tempe dan bayam. Olahan ini berupa nugget tempe bayam, yang merupakan alternatif makanan sehat, murah, dan kaya protein nabati serta zat gizi penting bagi pertumbuhan anak. Masyarakat diajak untuk memanfaatkan bahan pangan lokal menjadi menu yang sehat, bergizi, dan disukai anak-anak.Rangkaian acara dibuka oleh MC dengan jargon semangat:"Cegah stunting... sehat badannya, cerdas otaknya, lawan stunting, sekarang juga!"Jargon ini disertai gerakan yang diperagakan oleh mahasiswa dan disambut meriah oleh para orang tua yang hadir. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Posyandu PAUD yang menyampaikan terima kasih atas kehadiran mahasiswa KKM UIN Maliki Malang serta pentingnya edukasi gizi sebagai wujud kepedulian terhadap tumbuh kembang anak sejak dini.   Memasuki sesi inti, Abdul Qadir, salah satu mahasiswa KKM, memaparkan materi mengenai gizi seimbang, stunting, serta dampaknya dalam jangka pendek dan panjang. Setelah pemaparan materi, dilakukan demonstrasi pembuatan nugget tempe bayam yang ditayangkan melalui video tutorial. Makanan yang telah dibuat kemudian dibagikan kepada para peserta untuk dicicipi. Mahasiswa UIN Malang Menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan Stunting di Taman Posyandu PAUD Desa Asempapak, Sidayu

Thumbnail
1 year ago
Tak Hanya Tugas, Tapi Juga Hikmah: Nuzulul Qur'an Bersama Warga Pakijangan

MOHAMMAD OBET ILHAMZAH

Ramadhan selalu membawa cerita. Ia hadir tidak hanya sebagai bulan ibadah, tetapi juga sebagai momen penyatu hati, penguat silaturahmi, dan pengingat nilai-nilai kehidupan. Salah satu momen yang paling istimewa adalah peringatan Nuzulul Qur’an, malam turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW, malam yang menjadi titik awal perubahan besar bagi umat manusia. Pada tanggal 17 Ramadhan 1446 H, mahasiswa dari Asistensi Mengajar (AM) dan Kelompok Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) berkesempatan untuk turut serta memperingati malam suci ini bersama masyarakat dan Takmir Masjid Nurul Huda, Pakijangan. Acara ini bukan sekadar agenda keagamaan, melainkan juga ruang pembelajaran, pengabdian, dan perenungan. Dimulai dengan Kebersamaan. Sejak sore hari, suasana Masjid Nurul Huda telah dipenuhi semangat kebersamaan. Para mahasiswa KKM bersama warga setempat berkumpul menjelang waktu berbuka. Sambil menunggu adzan maghrib, kami semua larut dalam tausiyah sore yang rutin diadakan menjelang berbuka. Suasana menjadi hangat, bukan hanya karena hidangan berbuka yang sederhana namun menggugah, tetapi juga karena senyum dan sapaan yang saling mengalir. Dari Buka Puasa Menuju Pengajian. Usai berbuka dan menunaikan sholat Maghrib berjamaah, kami mulai mempersiapkan acara inti: Kajian Malam Nuzulul Qur’an. Kegiatan dimulai dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menggema syahdu di seluruh penjuru masjid, disambung dengan suluk sholawat yang menenangkan jiwa. Hadir sebagai pemateri utama adalah Kyai Ahmad Afandi, seorang tokoh yang tidak hanya dikenal karena ilmunya, tetapi juga ketulusan penyampaiannya. Dalam tausiyahnya, beliau mengangkat tema tentang macam-macam kebahagiaan dunia. Bukan kebahagiaan semu, melainkan kebahagiaan yang hakiki, yang berakar dari nilai-nilai keimanan dan kebaikan. “Salah satu kunci bahagia ialah berbuat baik sesama manusia,” ujar beliau di tengah-tengah ceramahnya. “Jangan menunggu untuk kita dibahagiakan dahulu, tetapi alangkah baiknya kita memulainya terlebih dahulu.” Kalimat tersebut terasa menampar, tapi juga menenangkan. Bahwa kebahagiaan bukan untuk dicari, tapi untuk dibagikan. Dalam setiap contoh dan cerita zaman Nabi yang beliau sampaikan, kami seperti diajak untuk menengok kembali nilai-nilai hidup yang sering terlupakan di tengah hiruk pikuk dunia. Penutup Penuh Doa dan Harapan. Menjelang akhir acara, Kyai Ahmad Afandi menutup dengan doa yang khidmat. Suasana hening, hanya suara lantunan doa dan harapan yang terdengar. Beliau juga menyampaikan pesan kepada seluruh hadirin agar senantiasa menjaga ketaatan kepada Allah SWT dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam setiap langkah kehidupan. Sebagai penutup dari malam yang berkesan ini, kami melakukan sesi foto bersama dengan Kyai Ahmad Afandi dan jajaran takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan. Bagi kami, foto ini bukan sekadar dokumentasi, tapi simbol dari ikatan ukhuwah yang telah terjalin dalam satu malam yang penuh cahaya. Refleksi Penulis Sebagai mahasiswa yang sedang menjalankan AM dan KKM, kegiatan ini memberi lebih dari sekadar nilai laporan melainkan adalah pengingat bahwa pengabdian kepada masyarakat adalah bentuk nyata dari ilmu yang kami pelajari di bangku kuliah. Dan malam itu, di bawah cahaya lampu masjid dan cahaya Al-Qur’an, kami belajar satu hal penting: kebahagiaan sejati ada pada berbagi dan berbuat baik tanpa pamrih. Semoga semangat malam Nuzulul Qur’an ini terus berlanjut dalam hari-hari ke depan, menjadi pelita bagi kami dalam melangkah, dan berkah bagi seluruh masyarakat Pakijangan.