MAIZATUL AKMA WIBOWO
Pada tanggal 26 Februari 2025 tepatnya hari Minggu, KKM 89 UIN Malang yang bekerja sama dengan Halal Center UIN Malang menggelar acara sosialisasi dan edukasi mengenai sertifikasi halal di Balai Desa Gading Kembar, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada masyarakat tentang pentingnya sertifikasi halal dalam produk makanan dan barang lainnya. Melalui kegiatan ini, KKM 89 berharap dapat mendorong masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya kehalalan produk yang mereka konsumsi atau jual. Sosialisasi ini mengedukasi para peserta mengenai proses sertifikasi halal, manfaatnya bagi produsen dan konsumen, serta peran sertifikasi halal dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk di pasar. Dalam acara tersebut, tim dari Halal Center UIN Malang turut memberikan penjelasan secara rinci tentang tata cara memperoleh sertifikat halal, kriteria yang harus dipenuhi, serta tantangan yang sering dihadapi oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tidak hanya itu, diskusi interaktif juga diadakan untuk menjawab berbagai pertanyaan dari peserta, yang sebagian besar merupakan pelaku usaha lokal di Desa Gading Kembar. KKM 89 berharap bahwa melalui kegiatan ini, masyarakat di Desa Gading Kembar semakin termotivasi untuk memperhatikan aspek kehalalan dalam produk yang mereka hasilkan, serta dapat meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjalankan bisnis yang halal sesuai dengan tuntutan agama dan regulasi yang berlaku. Dengan adanya kolaborasi antara KKM 89 dan Halal Center UIN Malang, diharapkan akan tercipta lebih banyak pelaku usaha yang teredukasi dan terdorong untuk mengurus sertifikasi halal, sehingga produk dari Desa Gading Kembar dapat semakin dikenal dan diterima luas oleh konsumen.
IZZA ARIFATUN NAZHIROH
Dalam rangka mewujudkan desa yang lebih hijau dan lestari, peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang di Desa Slamparejo, Kecamatan Jabung, melakukan aksi pelestarian lingkungan. Salah satu kegiatan utama kami adalah penanaman pohon di kawasan desa strategis sebagai upaya meningkatkan penyimpanan debit air bagi masyarakat sekitar. Kegiatan ini dilakukan sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus mendukung keinginan sumber daya air di Desa Slamparejo. Seperti yang kita ketahui, ketersediaan air bersih sangat bergantung pada kualitas ekosistem sekitar, khususnya vegetasi pohon yang dapat menyerap dan menyimpan air di dalam tanah. Pada kegiatan tersebut, tim KKM bersama-sama menanam berbagai jenis pohon produktif dan peneduh. Proses penanaman dilakukan dengan penuh semangat meskipun kondisi cuaca agak mendung. Dengan dukungan dari masyarakat sekitar, kami menggali lubang, menanam pohon, dan memberikan perlindungan awal terhadap bibit agar dapat tumbuh dengan baik. Selain untuk menjaga keseimbangan ekosistem, pohon-pohon yang ditanam juga diharapkan memberikan manfaat jangka panjang, seperti menambah produksi oksigen, mengurangi erosi masyarakat tanah, dan menjaga keberlangsungan debit air yang sangat penting bagi aktivitas. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk berkontribusi langsung di alam, tetapi juga sebagai pembelajaran nyata bagi siswa. Melalui aksi ini, kami menyadari bahwa pelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tugas bersama seluruh elemen masyarakat. Kami berharap pohon-pohon ini akan tumbuh subur dan warisan menjadi hijau bagi generasi mendatang di Desa Slamparejo. Mari terus menjaga lingkungan dan memberikan yang terbaik untuk bumi kita! “Satu pohon yang kita tanam hari ini, adalah nafas untuk kehidupan di masa depan.”
ANWAR HIDAYAT
Sebanyak 11 mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Malang) secara resmi dilepas untuk mengikuti program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Internasional di Thailand. Program ini terlaksana melalui kerja sama antara UIN Malang dan Al Hidayah Waqaf Foundation for Education and Social Development, Songkhla, Thailand, dalam bentuk pengabdian masyarakat bertajuk “International Community Engagement Program”. Kegiatan ini berlangsung dari 2 Januari hingga 3 Februari 2025. Pelepasan KKM Internasional ini turut dihadiri langsung oleh Kepala Biro AAKK Dr. H. Barnoto, M.Pd.I, Sekretaris LP2M Dr. Abtokhi, dan juga perwakilan orang tua mahasiswa KKM Internasional. Dr. H. Saiful Mustofa, Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UIN Malang, mengungkapkan bahwa ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan KKM Internasional di Thailand dengan lembaga mitra yang sama. “Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa memperoleh pengalaman akademik di luar negeri melalui pengabdian masyarakat. Diharapkan, mereka memiliki wawasan global yang kuat,” ujarnya. Program ini juga selaras dengan visi UIN Malang untuk menjadi kampus Islam yang unggul dan bereputasi internasional. Mengusung tema “Spiritual, Kemanusiaan, dan Pendidikan untuk Membangun Peradaban di Dunia Internasional”, kegiatan pengabdian ini berpusat di dua lokasi, yaitu Pattanawittaya School di Kota Yhala dan Muslimeen Suksa School di Kota Hat Yai. Upacara pelepasan program KKM Internasional ini dipimpin langsung oleh Rektor UIN Malang di Gedung Rektorat lantai satu pada Kamis (2/1/2025). Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag, memberikan pesan mendalam kepada para peserta. “Jaga diri dengan baik, junjung tinggi nama baik almamater, dan tunjukkan toleransi yang tinggi selama berada di negara lain. Indonesia dikenal sebagai negara yang menghargai perbedaan, anti kekerasan, dan penuh toleransi. Jadikan hal ini sebagai modal untuk mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa dan universitas kita,” tutur Prof. Umi. Ia juga mengingatkan para peserta untuk menjaga komunikasi yang baik, baik dengan sesama peserta maupun pihak penyelenggara di Thailand. “Jika menghadapi kendala, segera komunikasikan dengan ketua pengabdian. Jaga kesehatan, dan manfaatkan kesempatan ini untuk memperkaya pengalaman akademik sesuai visi internasionalisasi kampus,” tambahnya. Prof. Umi berharap program ini dapat menjadi jembatan menuju kesuksesan para peserta di masa depan. Daftar Mahasiswa Peserta Program Sebelas mahasiswa yang mengikuti program ini berasal dari berbagai program studi yaitu Prodi Sastra Arab: Muhammad Ibrahim Al Fadhil, Sayyidah Najwa, dan Muhamad Ihsan Rahman. Prodi Psikologi: Ranto Jagad Kelana Hasibuan dan Farah Nur Aulia. Prodi Sastra Inggris: Anwar Hidayat dan Putri Maia Salsabila. Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT): Naufal Azmi Izzuddin dan Zalvaul Mufidah. Prodi Akuntansi: Nabiilah Indah Nur Rahimah. Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI): Dawam Masrur. Program ini menjadi salah satu langkah konkret UIN Malang dalam mewujudkan visi internasionalisasinya, sekaligus memperluas cakrawala akademik dan kemanusiaan mahasiswa. Dengan semangat pengabdian, para mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dunia, sekaligus membangun peradaban berbasis nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin.
DEWI NI`MATUROFI`AH
Desa Jedong, 17 Januari 2025 -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 177 UIN Malang 2024-2025 menyelenggarakan kegiatan pengajaran Al-Qur'an yang bertempat di Musholah At-Taubah, Dusun Jaten, Desa Jedong. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKM untuk membangun generasi Qur'ani melalui pembelajaran yang terstruktur dan menyeluruh. Kegiatan mengajar ini mencakup pembelajaran dari tingkat dasar, yakni Iqro, hingga tingkat lanjutan berupa bacaan Al-Qur'an. Para peserta, yang terdiri dari anak-anak di lingkungan setempat, menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti proses belajar mengajar. Suasana belajar yang hangat dan penuh semangat terlihat dari interaksi aktif antara mahasiswa pengajar dan peserta. Tidak hanya sekadar mengajarkan teknik membaca Al-Qur'an dengan tajwid yang benar, mahasiswa KKM juga membimbing anak-anak untuk memahami nilai-nilai islami yang terkandung dalam setiap ayat. Metode pembelajaran yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan peserta, sehingga mereka dapat belajar dengan nyaman dan efektif. "Kami berharap anak-anak tidak hanya pandai membaca Al-Qur'an tetapi juga mampu menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup mereka sehari-hari," ujar salah satu mahasiswa KKM. Berlokasi di Musholah At-Taubah, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat. Orang tua peserta mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran mahasiswa KKM yang telah membantu mendidik anak-anak mereka dalam ilmu agama. Salah satu tokoh masyarakat setempat juga menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi mahasiswa KKM yang dinilai sangat bermanfaat bagi penguatan moral dan spiritual generasi muda di desa tersebut. Selain itu, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi yang mempererat hubungan antara mahasiswa KKM dan masyarakat Desa Jedong. Tidak hanya anak-anak yang merasakan manfaatnya, orang tua yang hadir selama kegiatan juga ikut berdiskusi dengan mahasiswa mengenai pentingnya pendidikan agama dalam membentuk karakter generasi muda. Program ini diharapkan mampu menciptakan dampak yang berkelanjutan, baik bagi anak-anak peserta maupun masyarakat secara keseluruhan. Mahasiswa KKM 177 UIN Malang berharap kegiatan ini dapat menjadi awal dari semangat baru dalam mendalami ilmu Al-Qur'an, sekaligus menjadi momen berharga untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah di Desa Jedong. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat mampu menciptakan perubahan positif di lingkungan sekitar.
RUGAYYAH BINTI ALWI M
SDN 4 Bedalisodo berhasil membuktikan bahwa moderasi beragama dapat diterapkan sejak usia dini melalui kegiatan yang sarat nilai toleransi dan keberagaman. Setiap Selasa hingga Kamis pagi, sekolah ini mengadakan aktivitas keagamaan yang mempererat harmoni antarsiswa dari berbagai latar belakang agama. Suasana penuh makna terlihat ketika siswa melaksanakan kegiatan spiritual mereka masing-masing. Di lapangan sekolah, siswa Muslim bersama para guru membaca Asmaul Husna dan menghafal surat-surat pendek Al-Qur'an dengan khidmat. Sementara itu, siswa non-Muslim berkumpul di ruang kelas 4 untuk berdoa sesuai keyakinan mereka, didampingi wali kelas yang memastikan kegiatan berjalan lancar dan penuh penghormatan. Menurut Yoza, anggota Kelompok KKN 105 “Sukma Sadhana” dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, kegiatan ini adalah contoh nyata harmoni dalam keberagaman. “Kami menyaksikan bagaimana siswa diajarkan untuk menghargai perbedaan tanpa mengurangi kualitas ibadah masing-masing. Ini adalah bentuk moderasi beragama yang patut diapresiasi,” ungkapnya. Shofi menambahkan, Kelompok KKN 105 tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga turut berkontribusi dalam memfasilitasi kegiatan ini. Mereka mendampingi siswa, memberikan dukungan logistik, serta mengapresiasi komitmen para guru dalam menciptakan suasana inklusif. “Kegiatan ini tidak hanya membangun nilai spiritual, tetapi juga menanamkan rasa saling menghormati yang kuat,” jelasnya. Inisiatif yang dilakukan SDN 4 Bedalisodo membawa dampak positif, baik secara spiritual maupun sosial. Siswa belajar untuk mendukung satu sama lain tanpa memandang perbedaan agama, menciptakan lingkungan yang hangat dan penuh rasa saling menghormati. “Kami berharap para siswa tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga menjadi generasi yang toleran, menghormati keberagaman, dan siap menjadi agen perdamaian di masyarakat,” tambah Nazih. Kolaborasi antara sekolah dan kelompok KKN menunjukkan betapa pentingnya dukungan komunitas luar dalam mewujudkan moderasi beragama. Upaya ini tidak hanya memperkaya nilai-nilai kebangsaan di kalangan siswa, tetapi juga memberikan inspirasi bagi sekolah lain untuk mengintegrasikan moderasi beragama dalam kegiatan sehari-hari. Praktik moderasi beragama di SDN 4 Bedalisodo menjadi bukti bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan pemersatu. Dengan menciptakan ruang bagi setiap siswa untuk menjalankan keyakinan mereka tanpa hambatan, sekolah ini berhasil menanamkan benih toleransi yang akan terus tumbuh di masa depan. Inisiatif seperti ini layak menjadi teladan bagi sekolah lain, sebagai langkah kecil menuju masyarakat yang damai dan harmonis. Melalui pendidikan berbasis moderasi beragama, diharapkan nilai-nilai toleransi dan keberagaman dapat menyebar lebih luas, menjadikan keberagaman sebagai fondasi bagi persatuan bangsa. Penulis : KKN Kelompok 105 "Sukma Sadhana"
NABIILAH INDAH NUR RAHIIMAH
Sebanyak 11 mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Malang) secara resmi dilepas untuk mengikuti program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Internasional di Thailand. Program ini terlaksana melalui kerja sama antara UIN Malang dan Al Hidayah Waqaf Foundation for Education and Social Development, Songkhla, Thailand, dalam bentuk pengabdian masyarakat bertajuk “International Community Engagement Program”. Kegiatan ini berlangsung dari 2 Januari hingga 3 Februari 2025. Pelepasan KKM Internasional ini turut dihadiri langsung oleh Kepala Biro AAKK Dr. H. Barnoto, M.Pd.I, Sekretaris LP2M Dr. Abtokhi, dan juga perwakilan orang tua mahasiswa KKM Internasional. Dr. H. Saiful Mustofa, Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UIN Malang, mengungkapkan bahwa ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan KKM Internasional di Thailand dengan lembaga mitra yang sama. “Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa memperoleh pengalaman akademik di luar negeri melalui pengabdian masyarakat. Diharapkan, mereka memiliki wawasan global yang kuat,” ujarnya. Program ini juga selaras dengan visi UIN Malang untuk menjadi kampus Islam yang unggul dan bereputasi internasional. Mengusung tema “Spiritual, Kemanusiaan, dan Pendidikan untuk Membangun Peradaban di Dunia Internasional”, kegiatan pengabdian ini berpusat di dua lokasi, yaitu Pattanawittaya School di Kota Yhala dan Muslimeen Suksa School di Kota Hat Yai. Upacara pelepasan program KKM Internasional ini dipimpin langsung oleh Rektor UIN Malang di Gedung Rektorat lantai satu pada Kamis (2/1/2025). Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag, memberikan pesan mendalam kepada para peserta. “Jaga diri dengan baik, junjung tinggi nama baik almamater, dan tunjukkan toleransi yang tinggi selama berada di negara lain. Indonesia dikenal sebagai negara yang menghargai perbedaan, anti kekerasan, dan penuh toleransi. Jadikan hal ini sebagai modal untuk mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa dan universitas kita,” tutur Prof. Umi. Ia juga mengingatkan para peserta untuk menjaga komunikasi yang baik, baik dengan sesama peserta maupun pihak penyelenggara di Thailand. “Jika menghadapi kendala, segera komunikasikan dengan ketua pengabdian. Jaga kesehatan, dan manfaatkan kesempatan ini untuk memperkaya pengalaman akademik sesuai visi internasionalisasi kampus,” tambahnya. Prof. Umi berharap program ini dapat menjadi jembatan menuju kesuksesan para peserta di masa depan. Daftar Mahasiswa Peserta Program Sebelas mahasiswa yang mengikuti program ini berasal dari berbagai program studi yaitu Prodi Sastra Arab: Muhammad Ibrahim Al Fadhil, Sayyidah Najwa, dan Muhamad Ihsan Rahman. Prodi Psikologi: Ranto Jagad Kelana Hasibuan dan Farah Nur Aulia. Prodi Sastra Inggris: Anwar Hidayat dan Putri Maia Salsabila. Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT): Naufal Azmi Izzuddin dan Zalvaul Mufidah. Prodi Akuntansi: Nabiilah Indah Nur Rahimah. Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI): Dawam Masrur. Program ini menjadi salah satu langkah konkret UIN Malang dalam mewujudkan visi internasionalisasinya, sekaligus memperluas cakrawala akademik dan kemanusiaan mahasiswa. Dengan semangat pengabdian, para mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dunia, sekaligus membangun peradaban berbasis nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin.