IRMA WILDANIYAH
Membangun generasi pendidik yang berkualitas, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan penyerahan mahasiswa Asistensi Mengajar pada 13 Januari 2023 yang bertempat di Aula Madrasah Ibtidaiyah Syihabuddin, Dau, Kabupaten Malang. Acara dimulai dengan pembukaan yang dipandu oleh MC dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran. Selanjutnya, sambutan sekaligus pengenalan mahasiswa asistensi mengajar kelompok Ganta Sada oleh Muhammad Naufal selaku ketua kelompok. Kemudian sambutan dan penyerahan mahasiswa Asistensi Mengajar oleh Dosen Pembimbing Lapangan, ibu Vannisa Aviana Melinda, M. Pd pada pihak Madrasah Ibtidaiyah Syihabuddin. Dalam sambutannya, beliau memberikan wejangan pada mahasiswa untuk bersungguh-sungguh dalam mengimplementasikan teori yang sudah didapat pada program Asistensi Mengajar ini. Kepala Madrasah Ibtidaiyah Syihabuddin, ustadzah Qurrotuaini, S. T menerima mahasiswa Asistensi Mengajar dengan penuh sukacita. Dalam sambutannya, beliau berpesan untuk selalu belajar bersama dan mengkomunikasikan apa ygbila menghadapi permasalahan, kritik dan saran hingga menemukan solusi bersama. Dengan demikian, program asistensi mengajar ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk generasi pendidik yang berkualitas. Membangun Generasi Pendidik: Asistensi Mengajar Mahasiswa FITK UIN Malang di MI Syihabuddin Resmi Dibuka - Kompasiana.com
YULIA FATIMAH ALZAHRA
Lawang, 17 April 2025 – MTsN 3 Malang sukses menyelenggarakan kegiatan pengambilan rapor semester genap tahun ajaran 2024/2025 yang istimewa. Acara yang dilangsungkan di Aula Asrama Putri MTsN 3 Malang ini tidak hanya menjadi momen evaluasi hasil belajar siswa, tetapi juga dirangkaikan dengan seminar parenting bertema “Mendidik Anak dengan Metode Luqman: Pendidikan Hikmah dan Keteladanan.” Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri antusias oleh para wali murid, khususnya dari kelas 7A dan 8A, serta orang tua siswa program Sistem Kredit Semester (SKS) dua tahun. Kepala Madrasah, Dra. Warsi, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa acara ini memiliki dua tujuan utama. “Pertama, sebagai ajang evaluasi hasil belajar siswa melalui pembagian rapor. Kedua, sebagai wadah edukatif bagi para orang tua untuk memahami pola pengasuhan anak yang tepat,” jelasnya. Sesi parenting yang menjadi puncak acara dipandu oleh narasumber Ustadz M. Ibnu Ahmad, S.S., M.Pd. Beliau menjelaskan bahwa metode Luqman yang diangkat dalam acara ini merujuk pada nasihat-nasihat bijak Luqman al-Hakim kepada anaknya yang termaktub dalam Al-Qur’an, khususnya Surah Luqman ayat 12–19. Dalam paparannya, Ustadz Ahmad mengajak para orang tua untuk memahami nilai-nilai utama seperti pentingnya tauhid, adab kepada orang tua, disiplin dalam ibadah, serta kepekaan sosial dan etika berbicara. Beliau juga menekankan bahwa pendidikan anak bukanlah tanggung jawab madrasah semata, melainkan harus melibatkan sinergi kuat antara orang tua dan guru. "Prinsip dasar dari metode Luqman meliputi pendidikan berbasis hikmah, pendidikan tauhid (keimanan), keteladanan dalam akhlak, pendidikan etika dan sosial, serta pendidikan spiritual dan praktik ibadah," urainya. "Anak-anak harus dididik dengan hati dan akal, bukan sekadar dengan aturan, agar dapat tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan saleh salihah," pungkas Ustadz Ahmad, menutup sesi dengan pesan mendalam bagi seluruh hadirin.
IMROATUS SHOLIKHAH
Kiprah mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam penguatan moderasi beragama di Desa Sukosewu, Kabupaten Blitar, menjadi contoh nyata bagaimana peran generasi muda bisa memberikan kontribusi signifikan dalam membangun harmoni dan toleransi di tengah masyarakat yang majemuk. Indonesia sebagai negara dengan keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa memerlukan upaya berkelanjutan untuk menjaga kerukunan, khususnya di kalangan remaja yang merupakan generasi penerus bangsa. Dalam konteks tersebut, mahasiswa KKM UIN Malang menjalankan misi edukasi dengan menggelar seminar bertema “Moderasi Beragama untuk Remaja” yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari dosen pembimbing, tokoh agama, hingga mahasiswa itu sendiri sebagai fasilitator dan penggerak utama. Seminar ini dirancang tidak hanya sebagai transfer ilmu, tetapi juga sebagai ruang dialog interaktif yang membuka wawasan dan kesadaran peserta tentang pentingnya hidup berdampingan dengan sikap saling menghormati dan menghindari sikap ekstrem. Peserta seminar yang berasal dari berbagai latar belakang agama dan pendidikan sangat antusias mengikuti materi yang membahas konsep moderasi, bagaimana mengelola perbedaan secara positif, serta penerapan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari, terutama di era digital yang penuh dengan tantangan informasi dan potensi konflik. Selain seminar, mahasiswa KKM juga aktif mengadakan berbagai kegiatan sosial yang memperkuat nilai kebersamaan, seperti berbagi takjil di bulan Ramadhan, gotong royong bersama warga untuk persiapan buka puasa bersama, serta diskusi santai yang mengangkat tema-tema keagamaan dan kemanusiaan. Kegiatan-kegiatan ini mempererat ikatan sosial lintas agama dan usia, sekaligus memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa dalam menerapkan nilai-nilai moderasi secara nyata di lapangan. Melalui interaksi intensif dengan masyarakat desa, mahasiswa belajar bahwa moderasi beragama adalah sebuah proses yang menuntut kesabaran, ketulusan, dan kepekaan terhadap dinamika sosial. Mereka menyadari bahwa membangun perdamaian tidak cukup hanya dengan teori, melainkan harus dibarengi dengan aksi nyata yang menyentuh hati masyarakat. Kesederhanaan langkah seperti membuka ruang dialog, menumbuhkan empati, dan memfasilitasi pertemuan lintas kelompok menjadi kunci keberhasilan dalam menguatkan kerukunan di lingkungan yang heterogen. Momen-momen seperti ini menjadi waktu yang sangat tepat untuk menanamkan nilai-nilai moderasi ini karena suasana kebersamaan dan saling berbagi yang kental, sehingga pesan toleransi dapat lebih mudah diterima dan diamalkan oleh masyarakat luas. Refleksi dari kegiatan KKM ini menunjukkan bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembelajar yang mendapat pengalaman berharga tentang pentingnya membangun masyarakat yang inklusif dan harmonis. Harapan besar terpancar agar semangat moderasi beragama ini tidak hanya berhenti di Desa Sukosewu, melainkan menyebar ke berbagai komunitas lain sebagai gerakan kolektif yang memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Penguatan moderasi beragama memang menjadi tanggung jawab bersama mulai dari pemerintah, tokoh agama, hingga seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda yang menjadi penentu masa depan Indonesia. Dengan langkah-langkah kecil namun konsisten yang dilakukan mahasiswa KKM UIN Malang, tercermin harapan bahwa Indonesia akan terus menjadi negara yang tidak hanya kaya akan keberagaman, tetapi juga kuat dalam persatuan dan kedamaian. Inilah bukti nyata bahwa pendidikan, pengabdian masyarakat, dan semangat kebersamaan dapat menjadi jembatan dalam menghadirkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis, toleran, dan penuh kasih sayang.
SRI MAYA FITRI RACHMAWATI
Kelompok Mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menggelar program bimbingan belajar (bimbel) calistung (baca, tulis, hitung) bagi anak-anak usia dini di desa Sukopuro-Jabung. Kegiatan ini berlangsung selama sepekan, mulai 28 April hingga 6 Mei 2025, setiap pukul 18.00 hingga 19.00 WIB. Program ini bukan sekadar pengabdian masyarakat, melainkan juga wujud nyata implementasi keilmuan mahasiswa jurusan keguruan yang ingin berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas pendidikan dasar di Indonesia. Bimbel calistung yang digagas oleh mahasiswa AM dari UIN Maliki Malang ini berangkat dari keprihatinan terhadap masih banyaknya anak-anak yang mengalami kesulitan dalam menguasai kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung. Padahal, calistung merupakan fondasi utama yang sangat menentukan keberhasilan anak dalam menempuh pendidikan di jenjang berikutnya Sebagai mahasiswa yang berasal dari jurusan keguruan, para penggagas program merasa terpanggil untuk mengaplikasikan ilmu yang telah mereka pelajari di bangku kuliah. “Kami ingin membuktikan bahwa ilmu pendidikan yang kami dapatkan bukan hanya teori, tetapi juga bisa diimplementasikan secara nyata di masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi media belajar bagi kami untuk memahami dinamika pembelajaran anak secara langsung,” ujar koordinator program Kemampuan membaca, menulis, dan berhitung adalah hak dasar setiap anak. Tanpa penguasaan calistung yang baik, anak-anak akan mengalami hambatan dalam memahami pelajaran lain di sekolah, bahkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut berbagai penelitian, anak yang memiliki pondasi calistung yang kuat cenderung lebih percaya diri, mudah menyerap pelajaran, dan memiliki daya nalar yang lebih baik. Sebaliknya, anak yang tertinggal dalam calistung rentan mengalami kesulitan akademik yang berkelanjutan. Permintaan akan bimbel calistung pun terus meningkat, seiring dengan kesadaran orang tua akan pentingnya pembelajaran tambahan yang lebih personal dan sesuai kebutuhan anak. Sistem pembelajaran di sekolah yang seragam seringkali belum mampu mengakomodasi keunikan dan kecepatan belajar masing-masing anak, sehingga bimbel menjadi solusi efektif untuk mengatasi kesenjangan tersebut Bimbel calistung yang diadakan oleh mahasiswa UIN Maliki Malang ini dirancang dengan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif. Materi pembelajaran disusun secara sistematis, mulai dari pengenalan huruf dan angka, membaca suku kata, menulis kata sederhana, hingga berhitung dasar. Setiap sesi dikemas dalam bentuk permainan edukatif, lagu, cerita, dan aktivitas kelompok, sehingga anak-anak tidak merasa terbebani dan tetap antusias mengikuti pembelajaran. Selain itu, pengajar juga memberikan perhatian khusus pada kebutuhan individu setiap anak. Anak yang mengalami kesulitan akan mendapatkan pendampingan lebih intensif, sementara anak yang sudah mahir diberi tantangan tambahan agar kemampuannya semakin terasah. Sasaran utama program ini adalah anak-anak usia dini sampai siswa duduk di bangku Sekolah Dasar di desa Sukopuro-Jabung . Mereka merupakan kelompok usia emas yang sangat tepat untuk membangun pondasi calistung yang kokoh. Para orang tua menyambut antusias program ini, mengingat banyak di antara mereka yang merasa kesulitan mendampingi anak belajar calistung di rumah karena keterbatasan waktu dan kemampuan Dampak positif dari program ini sudah mulai dirasakan. Anak-anak yang semula kurang percaya diri dalam membaca dan berhitung kini mulai berani mencoba dan menunjukkan kemajuan yang signifikan. Orang tua pun merasa terbantu dengan adanya bimbel ini, karena anak-anak mereka mendapatkan pendampingan belajar yang berkualitas tanpa harus mengeluarkan biaya mahal seperti bimbel komersial Kurikulum yang digunakan dalam bimbel ini disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan masing-masing anak. Setiap akhir sesi, pengajar melakukan evaluasi melalui latihan soal, permainan edukatif, dan observasi langsung terhadap perkembangan anak. Hasil evaluasi ini menjadi dasar untuk merancang strategi pembelajaran di sesi berikutnya, sehingga pembelajaran benar-benar efektif dan tepat sasaran Program bimbel calistung ini menjadi bukti nyata sinergi antara ilmu yang diperoleh di kampus dengan pengabdian kepada masyarakat. UIN Maliki Malang, sebagai salah satu perguruan tinggi Islam negeri terkemuka di Indonesia, memang menekankan pentingnya integrasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman dalam setiap aktivitas mahasiswanya. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar menjadi pendidik yang profesional, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama Bimbel calistung yang diinisiasi mahasiswa UIN Maliki Malang ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan berkontribusi nyata dalam dunia pendidikan. Dengan membangun pondasi calistung yang kuat sejak dini, kita telah menanam benih-benih generasi literat yang siap menghadapi tantangan zaman. Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama, dan setiap insan terdidik memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Semoga program serupa dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat
RIZAL ANDREANSYAH
Sukopuro, Jabung -- Malang, 21 Mei 2025 Kebahagiaan terpancar dari wajah-wajah para santri TPQ Darul Ulum Desa Sukopuro dalam kegiatan yang bertajuk Semarak Ceria Santri TPQ Darul Ulum. Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk penghargaan atas semangat belajar dan hafalan para santri selama satu semester, serta untuk mempererat tali silaturahmi antara wali santri, pengajar, dan masyarakat sekitar. Kegiatan dimulai dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an oleh tiga santriwati terbaik, kemudian dilanjutkan dengan sambutan hangat dari pengasuh TPQ Darul Ulum, Ustadzah Nanik Khanifah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanan pendidikan Al-Qur'an di TPQ Darul Ulum. "Santri TPQ bukan hanya belajar membaca, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari," ujar beliau. Berbagai penampilan mewarnai acara ini, mulai dari pidato Islami oleh santriwan, hafalan surat-surat pendek, tari religi oleh santriwati, hingga alunan salawat dari grup al- banjari santri gabungan. Setiap penampilan disambut antusias oleh para tamu yang hadir. Sebagai penutup, santri memberikan salam dan berjabat tangan dengan para ustadz- ustadzah dalam suasana penuh khidmat. Kemudian dilanjutkan dengan pembagian bingkisan untuk santri berprestasi yang berhasil menyelesaikan target bacaan dan hafalan selama semester ini. Acara ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah satu wali santri menyampaikan, "Kami bangga anak-anak kami bisa tumbuh dalam lingkungan yang mencintai Al-Qur'an. Semoga TPQ ini semakin berkembang." Melalui kegiatan ini, TPQ Darul Ulum berharap semangat belajar dan cinta terhadap Al-Qur'an semakin tumbuh subur dalam diri para santri, sebagai generasi Qur'ani masa depan.
ANITA INTANA LINA
TPQ Nurul Ulum, 1Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan edukatif di TPQ Nurul Ulum dengan memperkenalkan angka Arab kepada santri usia dini. Kegiatan ini berlangsung selama satu minggu, memanfaatkan media papan kartu sebagai alat bantu belajar yang kreatif dan menyenangkan. Dengan membawa alat permainan edukatif buatan sendiri, para mahasiswa mengajak anak-anak mengenal angka Arab dari 1 hingga 10. Papan kartu tersebut dirancang penuh warna dan visual menarik agar sesuai dengan karakteristik anak usia dini. "Anak-anak sangat antusias. Mereka tidak hanya mengenal simbol angka Arab, tetapi juga mulai mengaitkan angka tersebut dengan jumlah benda dalam kehidupan sehari-hari," ujar Alfi Najmi, koordinator program KKM di lokasi TPQ. Kegiatan dilakukan secara bertahap setiap harinya. Pada hari pertama dan kedua, santri diperkenalkan bentuk dan bunyi angka Arab. Hari-hari berikutnya diisi dengan permainan edukatif seperti mencocokkan angka dengan gambar, menyusun urutan angka, dan membuat kerajinan angka dari kertas warna. Suasana belajar menjadi lebih semarak karena diselingi tepuk semangat, lagu angka Arab, dan kuis kelompok. Para pengajar di TPQ Nurul Ulum mengapresiasi metode pembelajaran yang dibawa oleh mahasiswa. Menurut mereka, pendekatan yang interaktif dan menyenangkan seperti ini membuat anak-anak lebih cepat memahami materi. "Kami melihat perubahan dari sisi semangat belajar. Biasanya kalau belajar angka Arab hanya lewat hafalan, anak-anak cepat bosan. Tapi dengan cara ini, mereka jadi lebih aktif dan mudah mengingat," ujar Ustazah Niswatul Khamidah, salah satu pengajar TPQ. Kegiatan pengenalan angka Arab ini menjadi bagian dari rangkaian program KKM yang berlangsung selama beberapa pekan. Selain aspek akademik, mahasiswa juga terlibat dalam kegiatan sosial, keagamaan, dan penguatan karakter anak. Melalui pendekatan yang kreatif dan dekat dengan dunia anak, mahasiswa KKM berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi metode pengajaran angka Arab di TPQ lainnya, serta mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat sekitar.