FATIMAH AZ ZAHRA
Jombang, 7 Februari 2025, Dalam rangka memulai rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Masyarakat (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang ditempatkan di Desa Jombang Krajan dari kelompok Adhibrata Paradita, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang mengadakan kegiatan silaturahmi dengan para sesepuh dan masyarakat desa. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting bagi para mahasiswa untuk menjalin kedekatan, memperkenalkan diri, serta membangun komunikasi yang harmonis dengan warga setempat. Silaturahmi ini berjalan dengan mendatangi beberapa rumah dari perangkat desa, sesepuh, dan warga sekitar. Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Mahasiswa disambut dengan ramah oleh para tokoh masyarakat, perangkat desa, serta warga yang antusias menyambut kehadiran para peserta KKM. Silaturahmi dimulai dengan kunjungan ke perangkat desa, kemudian dilanjutkan ke rumah Abah Kholis---yang lebih akrab disapa Abah Sepuh oleh masyarakat sekitar---selaku sesepuh di Desa Jombang Krajan. Disana, para mahasiswa KKM disambut dengan baik dan penuh antusias, Beliau juga memberikan gambaran umum mengenai kondisi warga desa serta menyampaikan harapan-harapannya terhadap program KKM ke depan. Selain itu, para mahasiswa juga menemui beberapa perwakilan masyarakat lainnya, seperti ketua majelis ta'lim, ketua posyandu, dan takmir Musholla Syi'arul Islam yang berada di wilayah Jombang Krajan. Kegiatan silaturahmi tersebut, dilaksanakan pada hari pertama kedatangan mahasiswa, kegiatan ini tidak hanya menjadi momen perkenalan, namun juga menjadi sarana untuk mendengarkan aspirasi langsung dari masyarakat mengenai kebutuhan dan harapan mereka terhadap program-program KKM. Dengan adanya silaturahmi ini, mahasiswa diharapkan dapat lebih memahami kondisi sosial masyarakat dan merancang kegiatan yang tepat sasaran serta bermanfaat secara nyata. Kegiatan ini mencerminkan semangat ukhuwah dan kepedulian sosial yang menjadi nilai utama dalam pengabdian mahasiswa UIN Malang kepada masyarakat. Dengan harapan bahwa nantinya dalam pelaksanaan KKM, para mahasiswa berkomitmen untuk terus menjalin hubungan baik dan memberikan kontribusi positif selama masa pengabdian mereka di desa. https://www.kompasiana.com/fatimahazzahra6762/6807bbb5c925c458924d5022/langkah-awal-penuh-makna-silaturahmi-mahasiswa-kkm-dengan-sesepuh-dan-masyarakat-sekitar
SEPTIYANISA SEKAR NAWANGWULAN
Malang, 20 Maret 2025 --- Dalam upaya memperkuat nilai-nilai toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman, AM-KKM Arthadaya Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar seminar bertajuk "Menanamkan Moderasi Beragama sebagai Dasar Kebersamaan dan Menghargai Perbedaan" pada Rabu, 20 Maret 2025, bertempat di Masjid An-Nur, Desa Sukolilo, Jabung, Malang. Kegiatan ini menyasar peserta didik TPQ An-Nur dan para ustadz-ustadzah sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat. Sekitar 40 peserta turut serta dalam seminar yang bertujuan untuk memperkenalkan dan menanamkan konsep moderasi beragama sejak dini. Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua KKM Arthadaya, dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ustadz M. Zaini selaku narasumber utama. Ia menyampaikan bahwa moderasi beragama bukan hanya soal toleransi antar umat, tetapi juga sikap adil dan seimbang dalam menjalani kehidupan beragama. Dalam sesi diskusi panel, peserta diajak berdialog mengenai tantangan dan solusi dalam menerapkan moderasi beragama di lingkungan sekitar. Sesi tanya jawab yang interaktif menandai tingginya antusiasme peserta. "Kita harus bisa saling menghargai, baik kepada sesama teman, sesama manusia, umat agama lain, maupun kepada seluruh makhluk hidup di dunia ini," ujar Ustadz Zaini dalam paparannya. Seminar ini menjadi ruang belajar bersama yang mengedepankan pentingnya pendidikan nilai-nilai toleransi sejak dini. Diharapkan, kegiatan semacam ini dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan damai di tengah perbedaan yang ada.
MELATI RAHMAH PUTRI ARFADILAH
Krajan, Desa Jombang -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kelompok Adhibrata Paradita sukses menggelar seminar penting dengan tema "Peran Keluarga dan Masyarakat dalam Mengatasi Stunting" pada hari Selasa, 11 Maret 2025 yang bertempat di Dusun Krajan Jombang, Desa Jombang, Seminar tentang pencegahan dan penanganan stunting dengan fokus pada peran keluarga dan masyarakat ini menghadirkan ahli kesehatan Ibu Nur Dian Wahidah S.Keb, Bdn sebagai narasumber utama dan dimoderatori langsung oleh kami mahasiswa KKM, Ananda Imron Ma'aruf. Seminar ini disambut hangat dan diikuti secara antusias oleh puluhan warga setempat, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, kader posyandu, dan tokoh masyarakat. Mahasiswa KKM UIN Malang kelompok Adhibrata Paradita sebagai penyelenggara, Ibu Nur Dian Wahidah S.Keb, Bdn sebagai pemateri, dan Ananda Imron Ma'aruf (mahasiswa KKM) sebagai moderator. Peserta terdiri dari warga Dusun Krajan Jombang, Desa Jombang, meliputi ibu hamil, ibu menyusui, kader posyandu, dan tokoh masyarakat. Seminar ini diinisiasi oleh mahasiswa KKM UIN Malang sebagai respons terhadap pentingnya peran kolektif dalam menanggulangi stunting. Kelompok Adhibrata Paradita menyadari bahwa pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab individu atau tenaga kesehatan, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif dari keluarga dan seluruh elemen masyarakat. Dengan menghadirkan pemateri yang kompeten, diharapkan kesadaran dan pemahaman mengenai peran tersebut dapat meningkat di Dusun Krajan Jombang. Seminar berlangsung dengan pemaparan materi yang jelas dan mendalam oleh Ibu Nur Dian Wahidah S.Keb, Bdn, mengenai tema sentral "Peran Keluarga dan Masyarakat dalam Mengatasi Stunting". Beliau menjelaskan bagaimana dukungan keluarga, pola asuh yang baik, serta peran aktif lingkungan dan masyarakat sekitar sangat penting dalam memastikan tumbuh kembang anak yang optimal. Materi yang disampaikan mencakup pengertian stunting itu sendiri, penyebab stunting beserta gejalanya hingga multidimensi, pentingnya gizi yang seimbang, dukungan psikologis baik pola asuh, makanan, maupun pelayanan kesehatan, peran tokoh masyarakat dalam memberikan contoh dan edukasi, serta pentingnya kolaborasi antar berbagai pihak. Ananda Imron Ma'aruf sebagai moderator berhasil memandu jalannya acara dengan interaktif, mendorong partisipasi aktif dari peserta dalam sesi tanya jawab dan diskusi. Antusiasme warga terlihat jelas dari beberapa pertanyaan yang diajukan kepada pemateri, menunjukkan kesadaran akan pentingnya peran mereka dalam isu stunting. Mahasiswa KKM juga memberikan sertifikat dan buah tangan sebagai rasa apreasiasi dan memberikan kesempatan konsultasi personal setelah sesi utama berakhir. Ketua Pelaksana Stunting, Melati Rahmah Putri arfadilah, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Ibu Nur Dian Wahidah dan partisipasi aktif warga. "Kami berharap seminar ini dapat membuka wawasan kita semua tentang betapa pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak yang sehat dan terbebas dari stunting," ujarnya. Ibu Nur Dian Wahidah dalam pemaparannya menekankan bahwa pencegahan stunting adalah investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia. "Keluarga adalah garda terdepan, dan dukungan dari masyarakat akan memperkuat upaya kita dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat dan cerdas," tegasnya. Ketua Kader Posyandu, Vipa Lastri, juga memberikan apresiasi tinggi kepada mahasiswa KKM UIN Malang atas inisiatif yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kami berharap, setelah kegiatan ini, akan semakin banyak keluarga dan elemen masyarakat di Desa Jombang yang tergerak untuk berperan aktif dalam mengatasi stunting," katanya. https://www.kompasiana.com/melatirahmahputriarfadilah3404/6807c39c34777c0b57424a03/satu-langkah-seribu-harapan-kkm-ajak-keluarga-dan-masyarakat-jadi-garda-terdepan-cegah-stunting
ZAROTUL MINAL UMAROH
Pandanajeng, 26 April 2025 – Untuk meningkatkan pemahaman orang tua dalam mengasuh anak di era digital, Kelompok Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang mengadakan seminar parenting dengan tema "Pola Asuh Anak yang Tepat di Era Digital". Kegiatan ini berlangsung pada hari Sabtu, pukul 15.00 WIB, di Musholah Al-Khoiriyah, RT 08 RW 03, Desa Tamiajeng, Kelurahan Pandanajeng, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Acara ini menghadirkan Ibu Sandy Tegariyani Putri, SMPd, seorang lulusan psikologi yang kini menjadi dosen Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) di UIN Malang. Dalam presentasinya, Ibu Sandy menekankan pentingnya peran orang tua sebagai pengawas utama dalam penggunaan teknologi digital oleh anak-anak. Ia juga menyoroti perlunya penanaman nilai-nilai moral untuk memperkuat karakter anak di tengah arus informasi yang bebas. Ibu Sandy menjelaskan bahwa orang tua perlu aktif dalam memilih konten yang sesuai dan mendiskusikan dampak dari berbagai informasi yang diakses oleh anak. Dengan cara ini, orang tua dapat membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan menyebarkan informasi yang mereka temui di dunia maya, sehingga dapat menghindari pengaruh negatif dari konten yang merugikan perkembangan mereka. Ibu Sandy memberikan contoh konkret tentang bagaimana nilai-nilai moral dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengajak anak berdiskusi mengenai perilaku baik dan buruk dalam penggunaan media sosial. Dengan pendekatan ini, orang tua tidak hanya berfungsi sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pendidik yang membimbing anak untuk menjadi pengguna teknologi yang bijak dan bertanggung jawab. Seminar ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan keterampilan bagi orang tua dalam mendampingi anak-anak mereka di era digital, sehingga dapat menciptakan generasi yang cerdas dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat oleh mahasiswa KKM UIN Malang, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pendidikan keluarga yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
IZZAH AZALIYAH ATHIFAH
Dalam suasana khidmat, sekolah yang dikenal dengan kedisiplinannya ini mengadakan acara peringatan Isro` Mi`roj Nabi Muhammad SAW pada tanggal 30 Januari 2025 atau bertepatan pada tanggal 30 Rajab 1446H. Selain sebagai agenda tahunan acara ini juga diadakan sebagai refleksi dan pembelajaran bagi siswa siswi serta seluruh warga sekolah MAN 1 Blitar. Seperti pada hari-hari biasanya, pagi yang cerah ini beberapa guru dan mahasiswa AM menyambut kedatangan para siswa dan siswi. Dimulai dengan sholat dhuha berjama`ah para siswa dan siswi sangat dipantau dengan ketat walaupun hari pelajaran tidak efektif seperti hari-hari biasanya. Setelah sholat dhuha, para siswa dihimbau untuk berkumpul dan menyaksikan acara dengan khidmat. Dengan penampilan banjari dan hadrah dari siswa dan siswi MAN 1 Blitar, ini menjadi suatu ciri khas yang dimiliki oleh sekolah dengan bakat yang segudang. Acara yang diselenggarakan di masjid An-Nur ini dihadiri oleh KH Luqman Syafi`i Ploso Blitar yang menjadi penceramah, beliau memotivasi para siswa untuk senantiasa melaksanakan sholat lima waktu. Beliau juga bercerita tentang kitab Isyadul Ibad yang menceritakan bagaimana Allah SWT mengadzab orang yang sangat baik ketika hidupnya namun dia mengakhirkan sholat lima waktu. Beliau juga berkata "wong iki iso enteng ngelakokno sesuatu sebab kulino, wong enteng menutup aurat sebab kulino nutup aurat, wong enteng ga sholat ngge sebab kulino , mboten sholat". Beliau memotivasi bahwa sesuatu itu dapat dengan mudah dilakukan karena terbiasa melakukannya seperti seseorang yang tidak berat atau mudah menutup auratnya karena terbiasa menutup auratnya, berbeda dengan orang yang tidak terbiasa menutup aurat akan terasa berat dalam melakukannya. Jadi kita harus istiqomah dalam melaksanakan sholat dengan tepat waktu agar nantinya kita bisa dengan terbiasa dan mudah dalam melakukannya dawuh kyai. Masih banyak lagi motivasi yang beliau berikan pada acara peringatan Isro` Mi`roj Nabi Muhammad SAW selain hal tersebut di atas, termasuk harus mentaati orang tua dan mentaati kewajiban haji bagi orang yang mampu. Setelah berakhir dengan doa`, acara Isro` Mi`roj dilanjutkan dengan pembagian konsumsi yang diadakan perkelas, kemudian para siswa dihimbau untuk meninggalkan sekolah oleh guru. Acara ini sangat memberikan kesan yang baik dan mendidik. Dengan berbagai ringkasan yang telah disebutkan, acara ini dapat menjadi ajang muhasabah diri bagi kita yang mungkin sering lalai dalam melaksanakan sholat dan kewajiban yang Allah SWT telah berikan kepada kita. Namun, jika kita dapat melaksanakannya dengan ikhlas dan istiqomah insyaallah semua perintah Allah SWT dapat kita laksanakan dengan mudah.
MUHAMMAD FADIL ROMADHONI
Probolinggo, 21 Februari 2025 -- Dalam upaya mencegah stunting sejak dini, sekelompok mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Malang mengadakan kegiatan bertajuk "Gerak Sehat Cegah Stunting" di Balai Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para ibu, mengenai pentingnya pola hidup sehat dan gizi seimbang dalam mendukung pertumbuhan anak. Kegiatan dimulai dengan senam sehat bersama yang diikuti oleh sejumlah ibu-ibu dan anggota civitas Kecamatan Paiton. Senam ini dirancang untuk mendorong gaya hidup aktif, mengingat olahraga teratur memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. Selain itu, senam bersama ini juga menjadi ajang interaksi sosial yang positif, di mana para peserta dapat saling berbagi pengalaman dan motivasi dalam menjaga kesehatan keluarga. Setelah sesi senam, para mahasiswa juga menyediakan konsumsi bergizi bagi peserta. Menu yang disajikan terdiri dari makanan sehat yang kaya akan nutrisi, seperti sayuran segar, buah-buahan, dan sumber protein. Hal ini penting karena stunting tidak hanya disebabkan oleh kurangnya asupan makanan, tetapi juga oleh pola makan yang tidak seimbang serta kurangnya nutrisi penting seperti protein, zat besi, dan vitamin. Mahasiswa menjelaskan kepada peserta tentang pentingnya memilih makanan yang tepat untuk mendukung pertumbuhan anak, serta cara-cara sederhana untuk memasak makanan bergizi di rumah. "Kami ingin para ibu memahami bahwa perhatian terhadap gizi anak harus dimulai sejak dalam kandungan. Makanan bergizi dan pola asuh yang tepat dapat mencegah stunting," ungkap salah satu mahasiswa dari tim penyelenggara. Ia menambahkan bahwa edukasi mengenai gizi seimbang harus terus dilakukan agar masyarakat lebih sadar akan pentingnya kesehatan anak. Melalui kegiatan ini, diharapkan para ibu semakin menyadari pentingnya pola makan sehat dan gaya hidup aktif dalam mencegah stunting pada anak. Mahasiswa KKN UIN Malang berharap bahwa inisiatif ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga anak-anak dapat tumbuh dengan sehat dan optimal. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus berlanjut untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk penyuluhan tentang kesehatan dan gizi di berbagai desa di sekitar Probolinggo. Dengan demikian, diharapkan generasi mendatang dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat dan produktif, bebas dari masalah stunting.