Thumbnail
1 year ago
Santunan Anak Yatim: Momen Kebersamaan, Kepedulian, dan Moderasi Beragama

ALMIRA TASYA NABILA

https://www.kompasiana.com/almiratasya2036/681048d5c925c41cb833e912/santunan-anak-yatim-momen-kebersamaan-kepedulian-dan-moderasi-beragama

Thumbnail
1 year ago
Kendalikan Gedget Anak Demi Masa Depan: Langkah Nyata Kelompok Mahasiswa UIN Malang di Kecamatan Paiton

RAYHAN NAUFAL ALINATA

Pesisir II, 11 Maret 2025 KKM Azarion UIN Malang bekerja sama dengan pihak Kecamatan Paiton untuk mengadakan kegiatan seminar parenting dan stunting dengan mengusung tema "Bijak di Depan Layar: Panduan Orang Tua Sehatkan Screen Time Anak". Tujuan paling mendasar adalah untuk mengedukasi dan meningkatkan kesadaran para orang tua mengenai berbagai dampak screen time terhadap perkembangan fisik, kognitif, sosial, emosional, dan mental anak. Kegiatan ini digelar dirumah ibu dwi selaku ketua PKK kecamatan Paiton, kelompok mahasiswa UIN Malang mengajak para ibu-ibu yang telah selesai dalam rangkaian posyandu untuk berpartisipasi dalam kegiatan seminar tersebut. Kegiatan ini didukung bidang LP2M Universitas Islam Egri Maulana Malik Ibrahim Malang, yang bertujuan untuk membentuk generasi sehat dan cerdas bebas stunting di Desa Pesisir II Kecamatan Paiton Probolinggo. Salah satu langkah nyata kelompok mahasiswa KKM Azarion, perenting terwujud dengan diadakannya seminar terkait screen time anak. Sementara stunting terwujud dengan pemberian makanan sehat, vitamin dan susu, hal ini diberikan untuk mendukung Kesehatan dan tumbuh kembang anak. Kegiatan seminar perenting dan stunting dihadiri oleh beberapa perangkat Kecamatan, Koordinator kelompok mahasiswa, serta kader posyandu. Acara diawali dengan pembukaan, acara inti yakni seminar perenting dan stunting, dan sesi tanya jawab atau diskusi. Kelompok mahasiswa KKM Azarion memberikan penyuluhan mengenai screen time, mulai dari definisi, manfaat, dampak, serta Langkah-langkah pembatasan gedget pada anak. Kadang ibu muda, akan cenderung memberikan anak gadget agar anak mereka tidak tantrum, agar anaknya bisa makan, agar anaknya anteng dan masih banyak alasan lain yang mendasari orang tua memberikan gadget tanpa batasan waktu. Melalui penyuluhan ini, diharapkan masyarakat terutama ibu-ibu bisa memahami pentingnya pembatasan gadget pada anak. Selain melakukan penyuluhan, Sebagian tim KKM Azarion juga membantu petugas posyandu untuk mengukur tinggi badan dan berat badan balita serta ibu hamil. Hasil pemeriksaan ini akan digunakan untuk memantau perkembangan ibu hamil dan anak, serta mendeteksi resiko-resiko yang mungkin terjadi. Setiap balita atau ibu hamil yang selesai rangkaian posyandu, akan diberikan makanan sehat yang berisi bubur kacang ijo, jajanan pasar, telur rebus, dan susu. Hal ini dilakukan untuk membantu melengkapi asupan nutrisi anak serta menjadi bentuk edukasi gizi praktis ada ibu-ibu. Acara ditutup dengan doa bersama serta salam-salaman dengan petugas posyandu dan ibu-ibu PKK, dan diakhiri dengan penyerahan piagam kepada kader posyandu pesisir II. Diharapkan kegiatan penyuluhan parenting dan stunting dapat berlangsung di masa yang akan datang. Kebersaaman yang terjalin pada kegiatan ini menjadi momen berharga untuk mempererat hubungan antara perangkat kecamatan, kader posyandu, ibu-ibu PKK, serta masyarakat sekitar. Kelompok mahasiwa KKM Azarion UIN Malang, berharap dengan terlaksananya kegiatan seminar ini dapat memberikan wawasan baru, tentang bagaimana cara mengatur pola asuh yang tepat dan pemenuhan asupan harian yang tercukupi untuk pembentukan generasi sehat dan cerdas. Semoga kedepannya, banyak kegiatan seperti ini dilakukan dan diberikan pada masyarakat desa terutama Kawasan 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) guna meningkatkan kesadaran orang tua terhadap pencegaha stunting yang semakin meningkat, sehingga dapat membentuk generasi sehat dan cerdas.

Thumbnail
1 year ago
Anak Ku Manja! Salah Asuh Atau Memang Masanya?

NAJWA ALIVA QORIN

https://medium.com/@nailatulm66/anak-ku-manja-salah-asuh-atau-memang-masanya-a3eb52b0a38c 

Thumbnail
1 year ago
Anaku manja salah asuh atau memang masanya!

NAILATUL MUNA

Seminar Parenting oleh Mahasiswa Asistensi Mengajar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kamis, 23 April 2025 telah dilaksanakan seminar parenting kolaborasi antara MI Bustanul ulum kota Batu dengan mahasiswa Asistensi Mengajar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. seminar ini dikhususkan untuk orang tua siswa kelas 5. seminar ini dilaksanakan di auditorium lt 3 MI Bustanul Ulum Pesanggrahan Kota Batu Jawa Timur  Dalam era modern saat ini, pola asuh anak menjadi topik yang semakin penting untuk dibahas. Apakah perilaku anak yang terkesan manja adalah hasil dari salah asuh orang tua, ataukah memang fase perkembangan anak yang perlu dipahami? Itulah pertanyaan yang mengawali seminar parenting yang kami selenggarakan, Mahasiswa Asistensi Mengajar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Sebagai mahasiswa yang aktif dalam bidang pendidikan dan pendampingan siswa, kami menyadari bahwa banyak orang tua dan pendidik masih bingung menghadapi sikap dan karakter anak masa kini. Banyak anak yang cenderung terlihat manja, bergantung pada orang tua dalam segala hal. Fenomena ini memicu perdebatan antara apakah ini sebuah bentuk kelalaian dalam pola asuh, ataukah bagian dari tahap perkembangan psikologis anak yang normal. Seminar ini bertujuan untuk: Memberikan wawasan kepada orang tua, guru, dan masyarakat tentang bagaimana mengenali perilaku manja pada anak. Membedah faktor-faktor yang mempengaruhi pola asuh, baik dari sisi keluarga maupun lingkungan sekitar. Menyajikan solusi dan strategi parenting yang tepat agar anak tumbuh menjadi pribadi mandiri namun tetap hangat dan penuh kasih sayang. Pembicara utama yang merupakan pakar dalam bidang psikologi anak dan pendidikan Yakni Ibu Dessy Putri Wahyuningtyas, M.Pd. beliau juga merupakan dosen PIAUD UIN Malang, memberikan materi yang mendalam tentang: Definisi dan ciri-ciri anak manja menurut perkembangan psikologi. Dampak pola asuh permisif vs otoriter terhadap perilaku anak. Cara mengasah kemandirian anak dengan tetap memberikan sentuhan kasih sayang. Studi kasus dan diskusi interaktif dengan peserta. Melalui seminar ini, kami berharap orang tua dan pendidik dapat lebih bijak dalam menginterpretasi sikap anak. Anak yang terlihat manja bukan berarti selalu hasil salah asuh, melainkan bisa jadi merupakan fase yang harus dilewati dengan strategi dan pemahaman yang tepat. Dengan pendekatan yang seimbang, kita dapat membentuk generasi yang mandiri, percaya diri, dan berkarakter. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya seminar ini. Semoga ilmu yang dibagikan dapat bermanfaat dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Thumbnail
1 year ago
Mahasiswa KKM UIN Malang Gelar Parenting di MI Almaarif 11 Gunungrejo

TASHWIROTHUL FIKRIYA

Gunungrejo -- Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di MI Almaarif 11 Gunungrejo mengadakan kegiatan seminar parenting bertema "Sinergi Pendidikan Madrasah dan Rumah dalam Menumbuhkan Anak Hebat, Berakhlak, dan Berprestasi", pada 2 Mei 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari wali murid serta dewan guru MI Almaarif 11 Gunungrejo. Acara ini menghadirkan narasumber utama, Bapak M.Ibnu Ahmad, S.S., M.Pd dosen dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Malang, yang menyampaikan materi tentang pentingnya sinergi antara pendidikan di madrasah dan di rumah dalam membentuk karakter dan prestasi anak. Dalam paparannya, Bapak Ibnu menekankan bahwa anak yang hebat tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual semata, tetapi juga oleh pembiasaan akhlak mulia yang ditanamkan sejak dini, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. "Kolaborasi yang harmonis antara guru dan orang tua menjadi kunci suksesnya pendidikan karakter," ujarnya.  Kegiatan berlangsung dengan antusias. Para peserta terlibat aktif dalam sesi tanya jawab, menyampaikan berbagai pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi dalam mendampingi anak-anak di rumah. Interaksi ini menciptakan suasana hangat dan saling mendukung antara pihak madrasah dan wali murid. Di penghujung acara, panitia juga membagikan doorprize kepada beberapa peserta terpilih sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka. Suasana semakin meriah dan penuh keceriaan. Kepala MI Almaarif 11 Gunungrejo menyampaikan apresiasi dan harapan agar kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan secara berkala. "Seminar ini sangat bermanfaat untuk mempererat hubungan antara madrasah dan orang tua. Semoga sinergi ini terus terjalin untuk mencetak generasi yang unggul secara akhlak dan prestasi," ujarnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM UIN Malang berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis kemitraan antara madrasah dan keluarga.  

Thumbnail
1 year ago
Kendalikan Gedget Anak Demi Masa Depan: Langkah Nyata Kelompok Mahasiswa UIN Malang di Kecamatan Paiton

RIZIQ SYUKRON AHMADI

Pesisir II, 11 Maret 2025 KKM Azarion UIN Malang bekerja sama dengan pihak Kecamatan Paiton untuk mengadakan kegiatan seminar parenting dan stunting dengan mengusung tema "Bijak di Depan Layar: Panduan Orang Tua Sehatkan Screen Time Anak". Tujuan paling mendasar adalah untuk mengedukasi dan meningkatkan kesadaran para orang tua mengenai berbagai dampak screen time terhadap perkembangan fisik, kognitif, sosial, emosional, dan mental anak. Kegiatan ini digelar dirumah ibu dwi selaku ketua PKK kecamatan Paiton, kelompok mahasiswa UIN Malang mengajak para ibu-ibu yang telah selesai dalam rangkaian posyandu untuk berpartisipasi dalam kegiatan seminar tersebut. Kegiatan ini didukung bidang LP2M Universitas Islam Egri Maulana Malik Ibrahim Malang, yang bertujuan untuk membentuk generasi sehat dan cerdas bebas stunting di Desa Pesisir II Kecamatan Paiton Probolinggo. Salah satu langkah nyata kelompok mahasiswa KKM Azarion, perenting terwujud dengan diadakannya seminar terkait screen time anak. Sementara stunting terwujud dengan pemberian makanan sehat, vitamin dan susu, hal ini diberikan untuk mendukung Kesehatan dan tumbuh kembang anak.   Kegiatan seminar perenting dan stunting dihadiri oleh beberapa perangkat Kecamatan, Koordinator kelompok mahasiswa, serta kader posyandu. Acara diawali dengan pembukaan, acara inti yakni seminar perenting dan stunting, dan sesi tanya jawab atau diskusi. Kelompok mahasiswa KKM Azarion memberikan penyuluhan mengenai screen time, mulai dari definisi, manfaat, dampak, serta Langkah-langkah pembatasan gedget pada anak. Kadang ibu muda, akan cenderung memberikan anak gadget agar anak mereka tidak tantrum, agar anaknya bisa makan, agar anaknya anteng dan masih banyak alasan lain yang mendasari orang tua memberikan gadget tanpa batasan waktu. Melalui penyuluhan ini, diharapkan masyarakat terutama ibu-ibu bisa memahami pentingnya pembatasan gadget pada anak.   Selain melakukan penyuluhan, Sebagian tim KKM Azarion juga membantu petugas posyandu untuk mengukur tinggi badan dan berat badan balita serta ibu hamil. Hasil pemeriksaan ini akan digunakan untuk memantau perkembangan ibu hamil dan anak, serta mendeteksi resiko-resiko yang mungkin terjadi. Setiap balita atau ibu hamil yang selesai rangkaian posyandu, akan diberikan makanan sehat yang berisi bubur kacang ijo, jajanan pasar, telur rebus, dan susu. Hal ini dilakukan untuk membantu melengkapi asupan nutrisi anak serta menjadi bentuk edukasi gizi praktis ada ibu-ibu.   Acara ditutup dengan doa bersama serta salam-salaman dengan petugas posyandu dan ibu-ibu PKK, dan diakhiri dengan penyerahan piagam kepada kader posyandu pesisir II. Diharapkan kegiatan penyuluhan parenting dan stunting dapat berlangsung di masa yang akan datang. Kebersaaman yang terjalin pada kegiatan ini menjadi momen berharga untuk mempererat hubungan antara perangkat kecamatan, kader posyandu, ibu-ibu PKK, serta masyarakat sekitar. Kelompok mahasiwa KKM Azarion UIN Malang, berharap dengan terlaksananya kegiatan seminar ini dapat memberikan wawasan baru, tentang bagaimana cara mengatur pola asuh yang tepat dan pemenuhan asupan harian yang tercukupi untuk pembentukan generasi sehat dan cerdas. Semoga kedepannya, banyak kegiatan seperti ini dilakukan dan diberikan pada masyarakat desa terutama Kawasan 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) guna meningkatkan kesadaran orang tua terhadap pencegaha stunting yang semakin meningkat, sehingga dapat membentuk generasi sehat dan cerdas