AIS HIDAYATUL UYUN
Wonosari, 22 Januari 2025 – Upaya mencegah pernikahan dini terus dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui seminar bertajuk "Mimpi Dulu, Nikah Nanti" yang diadakan di SMPN Wonosari. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman kepada siswa kelas 9 tentang pentingnya pendidikan dan kesiapan diri sejak dini sebelum memutuskan untuk menikah Seminar ini menghadirkan Kak Lia, Duta Pelajar Kreatif 2024, sebagai pemateri utama. Dengan pengalaman dan dedikasinya dalam bidang pendidikan serta pengembangan remaja, Kak Lia memberikan materi yang menggugah tentang pentingnya meraih mimpi dan memprioritaskan pendidikan sebelum menikah. Acara ini dimoderatori oleh Kak Zahra, mahasiswa KKM UIN Malang, yang turut membangun suasana diskusi yang interaktif dan menyenangkan. Dalam paparannya, Kak Lia menekankan bahwa pernikahan dini sering kali menjadi penghalang bagi remaja untuk mewujudkan potensi terbaik mereka. “Setiap dari kalian memiliki mimpi besar. Jangan biarkan keputusan terburu-buru seperti pernikahan dini menghalangi kalian untuk meraihnya. Pendidikan adalah kunci utama untuk membuka pintu masa depan yang lebih baik,” ujar Kak Lia dengan semangat. Seminar ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif, di mana siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan berbagi pendapat. Dari 210 peserta yang hadir, tiga siswa berani mengajukan pertanyaan menarik, seperti cara membagi fokus antara pendidikan dan persiapan hidup mandiri, hingga pandangan tentang pernikahan usia matang. Sebagai apresiasi, mereka masing-masing mendapatkan hadiah dari panitia.Salah satu siswa yang bertanya, Bima, mengatakan bahwa seminar ini membuka wawasannya tentang pentingnya memiliki visi hidup. “Saya jadi lebih paham kenapa pendidikan itu penting. Saya ingin fokus belajar dulu sebelum memikirkan menikah,” ujarnya. Kepala SMPN Wonosari, Moh. Munif, S.Pd.,M.M.Pd, menyambut baik kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih kepada pemateri dan mahasiswa KKM UIN Malang yang telah menyelenggarakan acara ini. Edukasi seperti ini sangat penting untuk menanamkan pola pikir yang sehat kepada siswa,” tuturnya. Melalui seminar ini, diharapkan siswa SMPN Wonosari dapat memahami pentingnya mempersiapkan masa depan dengan baik, meraih mimpi mereka terlebih dahulu, dan memprioritaskan pendidikan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Link Kompasiana: https://www.kompasiana.com/kkm62066/679f973ded6415068120d5d3/mencegah-pernikahan-dini-seminar-mimpi-dulu-nikah-nanti-di-smpn-wonosari
MUHAMMAD SADDAM FAHROSY ANI SYAHOED
Wonosari, 22 Januari 2025 – Upaya mencegah pernikahan dini terus dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui seminar bertajuk "Mimpi Dulu, Nikah Nanti" yang diadakan di SMPN Wonosari. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman kepada siswa kelas 9 tentang pentingnya pendidikan dan kesiapan diri sejak dini sebelum memutuskan untuk menikah Seminar ini menghadirkan Kak Lia, Duta Pelajar Kreatif 2024, sebagai pemateri utama. Dengan pengalaman dan dedikasinya dalam bidang pendidikan serta pengembangan remaja, Kak Lia memberikan materi yang menggugah tentang pentingnya meraih mimpi dan memprioritaskan pendidikan sebelum menikah. Acara ini dimoderatori oleh Kak Zahra, mahasiswa KKM UIN Malang, yang turut membangun suasana diskusi yang interaktif dan menyenangkan. Dalam paparannya, Kak Lia menekankan bahwa pernikahan dini sering kali menjadi penghalang bagi remaja untuk mewujudkan potensi terbaik mereka. “Setiap dari kalian memiliki mimpi besar. Jangan biarkan keputusan terburu-buru seperti pernikahan dini menghalangi kalian untuk meraihnya. Pendidikan adalah kunci utama untuk membuka pintu masa depan yang lebih baik,” ujar Kak Lia dengan semangat. Seminar ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif, di mana siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan berbagi pendapat. Dari 210 peserta yang hadir, tiga siswa berani mengajukan pertanyaan menarik, seperti cara membagi fokus antara pendidikan dan persiapan hidup mandiri, hingga pandangan tentang pernikahan usia matang. Sebagai apresiasi, mereka masing-masing mendapatkan hadiah dari panitia.Salah satu siswa yang bertanya, Bima, mengatakan bahwa seminar ini membuka wawasannya tentang pentingnya memiliki visi hidup. “Saya jadi lebih paham kenapa pendidikan itu penting. Saya ingin fokus belajar dulu sebelum memikirkan menikah,” ujarnya. Kepala SMPN Wonosari, Moh. Munif, S.Pd.,M.M.Pd, menyambut baik kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih kepada pemateri dan mahasiswa KKM UIN Malang yang telah menyelenggarakan acara ini. Edukasi seperti ini sangat penting untuk menanamkan pola pikir yang sehat kepada siswa,” tuturnya. Melalui seminar ini, diharapkan siswa SMPN Wonosari dapat memahami pentingnya mempersiapkan masa depan dengan baik, meraih mimpi mereka terlebih dahulu, dan memprioritaskan pendidikan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Link Kompasiana: https://www.kompasiana.com/kkm62066/679f973ded6415068120d5d3/mencegah-pernikahan-dini-seminar-mimpi-dulu-nikah-nanti-di-smpn-wonosari
HANANI ZUHARA
Poncokusumo, (Jum'at 17 Januari 2025) - Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 73 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan kontribusi positifnya dengan berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu yang di selenggarakan di Dusun Lesti, Desa Dawuhan, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kegiatan posyandu ini berlangsung selama satu hari mulai dari jam sembilan pagi sampai selesai. Seluruh warga menunjukkan antusiasnya dalam kegiatan ini dengan terlihatnya suasana ramai yang ada di tempat acara diadakan. Para mahasiswa KKM ini berkontribusi dalam kegiatan posyandu Dusun Lesti dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan demi ibu dan anak yang ada di daerah tersebut. Mahasiswa UIN Maliki Malang berkolaborasi dengan kader Posyandu untuk menyukseskan program-program yang telah direncanakan. Kegiatan ini telah dilaksanakan di tanggal 13 Januari 2025 yang bertujuan untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Mahasiswa KKM Kelompok 73 membantu dalam berbagai aspek, mulai dari pendataan peserta, membantu petugas kesehatan dalam proses penimbangan hingga pengukuran tinggi badan. "Tujuan utama kami dalam program KKM ini adalah memberikan dampak positif bagi masyarakat, tidak hanya dalam moderasi keagamaannya tetapi juga dalam bidang kesehatan. Kami mengharapkan keterlibatan dalam kegiatan Posyandu ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan ibu dan anak," menurut salah satu anggota Kelompok 73 KKM UIN Maliki Malang. Kegiatan Posyandu kali ini diikuti oleh puluhan ibu dan balita dari Dusun Lesti. Para ibu dengan antusias membawa anak-anak mereka untuk mendapatkan layanan kesehatan yang meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pemberian vitamin. Kegiatan KKM ini tidak hanya memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga mempererat hubungan antara universitas dan warga lokal. Melalui kontribusi ini, diharapkan kesehatan masyarakat di Dusun Lesti, semakin meningkat.
KHAZANA FIRYAL IDELITARAHMA
Pembukaan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang diselenggarakan oleh mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Acara ini berlangsung di Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Dalam suasana yang formal namun penuh keakraban, terlihat para mahasiswa mengenakan jas almamater, berdiri bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat di depan backdrop yang bertuliskan "Kuliah Kerja Mahasiswa." Para mahasiswa yang tergabung dalam KKM ini berpose bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen mereka untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat desa. Kehadiran perangkat desa dan tokoh masyarakat menandakan dukungan penuh terhadap program ini, yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukasi, sosial, dan pengabdian. Senyum para peserta mencerminkan semangat mereka dalam menjalankan tugas KKM dengan penuh dedikasi. Backdrop acara yang mencantumkan logo UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan tema kegiatan menunjukkan bahwa program ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat desa, sekaligus mendapatkan pengalaman berharga dalam menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari di bangku kuliah.
SITI LAYLI FATIMAH
Dusun Rekesan, yang terletak di Desa Gondowangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, menyimpan keindahan alami yang memikat. Dikelilingi pesawahan hijau yang asri dan udara sejuk khas pedesaan, dusun ini menjadi tempat yang penuh kehangatan dan nilai-nilai kebersamaan. Pada tanggal 28 Januari 2025, warga bersama Mahasiswa kelompok KKM 176 bergotong royong mempersiapkan acara peringatan Isro' Mi'roj sekaligus "Gebyar Anak Sholeh." Acara ini tidak hanya menjadi momen spiritual untuk mengenang perjalanan agung Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi yang mempererat hubungan warga. Persiapan acara dilakukan dengan penuh semangat dan kekompakan. Dalam foto terlihat para ibu dan mahasiswi KKM 176 duduk melingkar di atas karpet, bekerja bersama melipat dan merakit kotak kardus untuk kebutuhan acara. Aktivitas sederhana ini memancarkan nilai-nilai kekeluargaan dan gotong royong yang kental. Tangan-tangan mereka yang cekatan dan senyuman yang menghiasi wajah mereka menjadi bukti nyata bahwa kerja sama dapat menciptakan suasana yang harmonis. Selama proses persiapan, keramahan warga Dusun Rekesan begitu terasa. Percakapan ringan yang diselingi canda tawa membuat suasana semakin akrab. Sementara itu, di sudut ruangan, nampan berisi teh hangat menjadi pelengkap sederhana namun bermakna. Nampan tersebut bukan hanya lambang perhatian, tetapi juga simbol kuatnya rasa peduli yang terus terjaga di antara masyarakat. Suasana seperti ini menunjukkan bahwa gotong royong tidak hanya soal menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga membangun kebersamaan yang menghangatkan hati. Acara peringatan Isro' Mi'roj ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan KKM di Dusun Rekesan. Selain menjadi momen refleksi spiritual, acara ini juga diramaikan dengan "Gebyar Anak Sholeh," di mana anak-anak dusun dengan penuh antusias mengikuti berbagai lomba yang telah disiapkan. Momen pengumuman pemenang lomba semakin menambah keceriaan, diiringi sorak-sorai dan tepuk tangan dari warga. Keterlibatan anak-anak dalam acara ini juga menjadi wujud nyata pendidikan karakter yang berbasis nilai-nilai keislaman. Kesuksesan acara ini tidak terlepas dari kerja keras warga dan mahasiswa KKM 176 yang bekerja sama dengan sepenuh hati. Semangat gotong royong yang mereka tunjukkan mencerminkan nilai-nilai luhur Islam, seperti persatuan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama. Semua dilakukan dengan penuh keikhlasan, tanpa pamrih, demi menciptakan keberkahan dan kebahagiaan bagi seluruh peserta acara. Dusun Rekesan memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana sebuah komunitas kecil mampu menunjukkan solidaritas yang besar. Kehidupan di dusun ini yang dipenuhi rasa kekeluargaan menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai persaudaraan dapat terus hidup dan berkembang. Acara peringatan Isro' Mi'roj dan penutupan kegiatan KKM ini bukan hanya meninggalkan kenangan indah, tetapi juga jejak spiritual dan sosial yang mendalam bagi semua yang terlibat. Semangat gotong royong yang terus dipelihara oleh warga Dusun Rekesan membuktikan bahwa kebersamaan adalah kunci utama dalam menciptakan harmoni, keberkahan, dan kesejahteraan bersama. Melalui acara seperti ini, nilai-nilai Ukhuwah Islamiyah dapat terus diwariskan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
HAEKAL MAKIN
Dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj 1446 H, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 60 UIN Malang mengadakan berbagai perlombaan di Desa Kalirejo sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman agama dan membentuk karakter anak-anak melalui ajang kompetisi yang edukatif. Lomba yang diselenggarakan mencakup adzan dan iqomah, mewarnai, hafalan surah pendek, serta cerdas cermat. Acara ini melibatkan sekitar 80 peserta dari empat TPQ yang tersebar di Dusun Darungan. Mahasiswa KKM berperan sebagai panitia dan juri, serta berkolaborasi dengan pengurus TPQ dan tokoh masyarakat untuk memastikan kelancaran kegiatan. Tema kegiatan ini, "Jernihkan Hati, Beningkan Niat Menggapai Ridho Sang Maha Melihat," mencerminkan nilai-nilai Isra’ Mi’raj yang mengajarkan ketakwaan, keikhlasan, dan semangat untuk terus belajar. Antusiasme peserta dan dukungan masyarakat yang besar menjadi indikator keberhasilan acara ini. Selain memberikan pengalaman berharga bagi anak- anak, kegiatan ini juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembinaan karakter dan pendidikan agama bagi generasi muda. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan keagamaan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Kalirejo.