ASHHABUL KIRAMI
ada hari Minggu, tanggal 16 Maret 2025, KKM UIN Malang melaksanakan kegiatan moderasi beragama di Desa Tunjungtirto. Kegiatan ini diadakan sebagai upaya untuk menanamkan nilai-nilai toleransi dan saling menghormati antar umat beragama di masyarakat. Dalam acara ini, mahasiswa KKM berkolaborasi dengan tokoh masyarakat dan pemuka agama setempat untuk membahas pentingnya moderasi dalam beragama, serta bagaimana cara mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Acara dimulai dengan sambutan dari ketua KKM UIN Malang yang menjelaskan tujuan dan harapan dari kegiatan ini. Selanjutnya, diadakan diskusi interaktif yang melibatkan peserta dari berbagai latar belakang agama. Diskusi ini bertujuan untuk menggali pemahaman dan pengalaman masing-masing peserta terkait moderasi beragama, serta tantangan yang dihadapi dalam menciptakan kerukunan antarumat beragama di desa. Peserta sangat antusias dan aktif berpartisipasi, sehingga diskusi berlangsung dengan hangat dan produktif. Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan foto bersama dalam rangka untuk menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Desa Tunjungtirto. KKM UIN Malang berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat, serta mendorong terciptanya lingkungan yang harmonis. Acara ini mendapat sambutan baik dari warga desa dan diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk kegiatan serupa di masa mendatang. https://www.kompasiana.com/ashhabulkirami4782/68218630ed64152f1d150e22/moderasi-beragama-dalam-perspektif-islam-washathiyah
ADIKA KUSUMA WARDHANI
MI Almaarif 11 Singosari yang berlokasi di Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, menjadi saksi terselenggaranya seminar parenting bertema "Sinergi Pendidikan Madrasah dalam Rumah Menumbuhkan Anak Hebat dan Berprestasi" pada Jumat, 2 Mei 2025. Acara ini diinisiasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang yang juga menjalankan program asistensi mengajar di MTs Almaarif 01 Singosari yang merupakan madrasah mitra MI Almaarif 11 Singosari. Seminar ini dihadiri sekitar 30 wali murid, guru MI Almaarif 11 Singosari, dan beberapa pihak guru dari MTs Almaarif 01 Singosari. Seminar parenting ini menghadirkan narasumber utama, M. Ibnu Ahmad, S.S., M.Pd., selaku dosen UIN Malang yang dikenal sebagai praktisi dan pemerhati pendidikan serta parenting. Para wali murid dan guru tampak antusias memenuhi aula MI Almaarif 11 Singosari. Kehadiran mereka mencerminkan tingginya kepedulian terhadap pendidikan anak, baik di lingkungan madrasah maupun di rumah. Seminar dibuka dengan sambutan dari perwakilan mahasiswa KKM UIN Malang yang menekankan pentingnya kolaborasi antara madrasah dan keluarga dalam membentuk karakter serta prestasi anak. Dalam sambutannya, pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dan kolaborasi yang terjalin dengan MTs Almaarif 01 Singosari sebagai madrasah mitra. M. Ibnu Ahmad, S.S., M.Pd., dalam paparannya, menyoroti urgensi sinergi antara pendidikan formal di madrasah dan pendidikan informal di rumah. Ia menegaskan bahwa keberhasilan anak tidak hanya ditentukan oleh peran guru di sekolah, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh pola asuh dan perhatian orang tua di rumah. Menurutnya, orang tua perlu menjadi teladan, memberikan dukungan emosional, serta menciptakan suasana belajar yang kondusif di rumah. Ia juga mengajak para orang tua untuk lebih aktif berkomunikasi dengan anak dan pihak sekolah demi memantau perkembangan akademik maupun karakter anak. Selain menyampaikan teori, narasumber juga membagikan berbagai tips praktis dalam mendidik anak agar tumbuh menjadi pribadi yang hebat dan berprestasi. Salah satu poin penting yang ditekankan adalah perlunya membangun komunikasi efektif antara orang tua dan anak, serta menghindari pola asuh otoriter yang dapat menghambat kreativitas dan kepercayaan diri anak. Narasumber juga mencontohkan beberapa kebiasaan positif yang dapat diterapkan di rumah, seperti membiasakan anak membaca, berdiskusi, dan melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan sederhana di rumah. Seminar berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab. Para wali murid memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi langsung terkait permasalahan yang mereka hadapi dalam mendidik anak di rumah. Beberapa pertanyaan yang diajukan antara lain mengenai cara mengatasi anak yang sulit belajar, membangun motivasi, hingga mengelola penggunaan gadget pada anak. Narasumber memberikan solusi yang aplikatif dan mudah dipahami, sehingga para peserta merasa mendapatkan wawasan baru yang dapat segera diterapkan. Tidak hanya materi parenting, acara juga diisi dengan sesi motivasi bagi para guru dan orang tua agar terus berinovasi dalam mendampingi anak-anak menghadapi tantangan zaman. Mahasiswa KKM UIN Malang sebagai penyelenggara berharap, melalui seminar ini, terjalin sinergi yang lebih erat antara madrasah dan keluarga, sehingga mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia. Menjelang akhir acara, suasana semakin meriah dengan pembagian doorprize menarik yang disponsori oleh MTs Almaarif 01 Singosari, sebagai bentuk apresiasi kepada wali murid yang hadir dan berpartisipasi aktif. Doorprize ini menjadi penutup yang manis sekaligus simbol keharmonisan antara madrasah, orang tua, dan pihak mitra pendidikan. Seminar parenting ini mendapat respons positif dari seluruh peserta. Banyak wali murid yang mengaku termotivasi untuk lebih terlibat dalam pendidikan anak di rumah. Pihak MI Almaarif 11 Singosari pun menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan karakter anak. Dengan berakhirnya seminar, mahasiswa KKM UIN Malang bersama pihak madrasah menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan antusiasme seluruh peserta. Mereka menegaskan komitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di lingkungan Singosari, khususnya melalui program-program yang melibatkan kolaborasi antara madrasah, keluarga, dan masyarakat luas.
FAIZATUL MUKARRAMAH
Matahari pagi menyapa hangat Musholla Raudhotus Sholihin yang terletak di lingkungan MI Al Hayatul Islamiyah, Kedungkandang, Malang. Jumat, 16 Maret 2025, bertepatan dengan bulan Ramadhan yang suci, menjadi saksi pertemuan istimewa antara kelompok Baromusa dan DKR Kedungkandang. Pertemuan ini bukanlah sekadar kolaborasi biasa, melainkan wujud nyata dari tema yang mereka usung: "Perbedaan Agama tidak Menghalangi Kerjasama". Terlebih lagi, DKR Kedungkandang sendiri memiliki anggota dengan latar belakang agama yang beragam, sehingga menjadikan kegiatan moderasi beragama ini semakin bermakna. Seorang guru MI Al Hayatul Islamiyah berperan sebagai jembatan penghubung antara kedua kelompok ini, memastikan bahwa kegiatan dapat berjalan dengan lancar meski bertepatan dengan agenda DKR lainnya. Begitu mentari berada di puncak langit, semangat gotong royong semakin terasa. Tangan-tangan berbeda keyakinan bekerja bersama membersihkan setiap sudut musholla dan memperbaiki fasilitas yang rusak. Tidak ada sekat, tidak ada canggung, hanya ada keriangan dan canda tawa yang mewarnai kegiatan hingga ba'da Dzuhur. Sapu, pel, kain lap, dan peralatan perbaikan menjadi saksi bisu bagaimana perbedaan keyakinan justru memperkaya harmoni yang tercipta. Bahkan mereka yang bukan beragama Islam pun terlihat antusias membantu mempercantik rumah ibadah tersebut, membuktikan bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan melampaui batasan agama. Saat matahari mulai condong ke barat, setelah sholat Ashar, musholla yang kini bersih dan rapi menjadi tempat untuk melantunkan syair-syair indah dalam tradisi pembacaan diba maulid nabi. Menariknya, anggota DKR yang bukan Muslim pun ikut hadir, duduk dengan khidmat, menghormati tradisi keagamaan yang berbeda dengan keyakinan mereka. Ketika adzan Maghrib berkumandang, mereka yang berpuasa bersiap berbuka dengan menu sederhana yang telah disiapkan. Mauidhoh Hasanah yang disampaikan sebelum berbuka puasa menyentuh tema-tema universal tentang kasih sayang, persaudaraan, dan toleransi yang menjadi nilai inti dari setiap agama. Momen berbuka puasa diikuti dengan sholat Maghrib berjamaah, menciptakan suasana spiritual yang mendalam bagi yang melaksanakan, sementara yang berbeda keyakinan menunggu dengan penuh hormat. Malam semakin larut, namun kehangatan persaudaraan semakin terasa. Usai menjalankan ibadah, kelompok Baromusa dan DKR Kedungkandang duduk melingkar, berbagi cerita dan pengalaman sambil menikmati hidangan berbuka. Perbincangan ringan namun bermakna mengalir, menyingkap betapa banyak nilai-nilai kemanusiaan yang mereka bagikan meski berasal dari latar belakang agama yang berbeda. Sebelum berpisah, mereka mengabadikan momen berharga tersebut dalam sebuah foto bersama, simbol dari keberhasilan moderasi beragama yang telah mereka wujudkan. Ucapan terima kasih tulus disampaikan kepada DKR Kedungkandang atas kolaborasi yang telah membuktikan bahwa di tengah keberagaman, persatuan dan kerja sama dapat terjalin dengan indah. Kisah dari Musholla Raudhotus Sholihin ini mungkin hanyalah setitik air di samudera luas, namun cukup untuk menginspirasi masyarakat sekitar bahwa perbedaan agama bukanlah penghalang, melainkan jembatan yang memperkaya harmoni kehidupan.
NAHDIA FARIHATUS TSANIA
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan moderasi beragama bertajuk "Merajut Kebersamaan dalam Perbedaan" di MTs Kanjeng Sepuh, Sidayu, Gresik, pada tanggal 20 Maret 2025. Acara ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai toleransi dan keseimbangan dalam kehidupan beragama kepada seluruh peserta yang hadir. Acara dimulai pukul 07.30 WIB dengan penampilan hadroh banjari oleh siswa dan mahasiswa. Kemudian, dilanjutkan dengan doa khotmil dan tahlilan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan. Setelah itu, acara resmi dibuka oleh MC pada pukul 08.30 WIB, diikuti dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh salah satu siswa MTs. Selanjutnya, peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yalal Wathon sebelum sambutan dari Ketua Pelaksana Acara, Abiburrohim Fahzan Hamzah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk memperkuat nilai-nilai moderasi beragama di kalangan generasi muda dan juga ucapan terimakasih kepada seluruh pihak sekolah karena telah memfasilitasi kegiatan kami. Sambutan juga diberikan oleh perwakilan dewan guru MTs Kanjeng Sepuh yakni, M. Nurul Huda Muslim, S.Pd.I yang menyambut baik kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam menanamkan sikap toleransi dan keseimbangan dalam kehidupan beragama. Salah satu sesi utama dalam acara ini adalah Mauidhoh Hasanah yang disampaikan oleh H. Muhammad Mujib, M.Pd.I, Ketua LP Ma'arif NU Kabupaten Gresik. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya moderasi dalam beragama agar tidak terjebak dalam sikap ekstrem kanan maupun kiri. "Jika seseorang terlalu condong ke salah satu sisi, maka ia tidak akan bisa meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah," ujarnya. Beliau juga mengingatkan bahwa sejarah telah mencatat berbagai peristiwa tragis, seperti bom Bali, perang saudara, dan pembakaran tempat ibadah, yang terjadi akibat kurangnya pemahaman tentang moderasi beragama. Dalam Islam, keseimbangan (tawasuth), keadilan (i'tidal), toleransi (tasamuh), dan harmoni (tawazun) merupakan empat prinsip utama yang harus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Acara ini tidak hanya dihadiri oleh pihak sekolah saja, tetapi juga melibatkan peserta dari luar, seperti anak-anak TPQ, santri pondok pesantren, serta para petinggi Yayasan Kanjeng Sepuh. Berbagai penampilan turut memeriahkan acara ini, di antaranya paduan suara dan puisi berantai. Tak hanya itu, sesi perebutan doorprize menambah antusiasme para peserta. Sebagai bentuk apresiasi, mahasiswa KKM menyerahkan cendera mata kepada narasumber sebelum acara ditutup dengan foto bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta semakin memahami pentingnya sikap moderat dalam beragama dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan semangat toleransi, mendorong penghargaan antar umat dan intra umat beragama, serta mencegah paham radikal dan sikap ekstremisme yang dapat mengancam persatuan bangsa. Para peserta juga diajak untuk memahami pentingnya cara beragama yang seimbang dan menghargai keberagaman sebagai kekayaan bangsa. "Harapannya setelah kegiatan ini, para siswa dan masyarakat dapat lebih memahami makna moderasi beragama serta mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari," ujar salah satu peserta moderasi beragama. Kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi nyata mahasiswa UIN Malang dalam mendukung penguatan nilai-nilai kebangsaan dan ajaran Islam yang rahmatan lil 'alamin.
HERLINA KHUDHRIYAH
Menyambut gelaran Piala Bola Voli Paciran 2025 Antar-RW Se-Desa Paciran, mahasiswa KKM yang tengah mengabdi di Dusun Jetak bersama Karang Taruna setempat bergotong royong melakukan pengecatan lapangan bola voli. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 2 Mei 2025 sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mempersiapkan fasilitas turnamen. Lapangan bola voli Dusun Jetak dipilih sebagai lokasi utama pertandingan. Turnamen ini sendiri diselenggarakan berlangsung dari tanggal 15 Mei hingga 19 Juni 2025, dengan sesi technical meeting yang telah digelar pada Minggu, 4 Mei 2025. “Waktu pelaksanaan pengecatan ini sangat pas karena berdekatan dengan pembukaan turnamen. Jadi kami bisa ikut membantu memberikan suasana baru dan semangat baru bagi warga,” ujar salah satu mahasiswa KKM. Pengecatan lapangan menjadi bukti nyata sinergi antara mahasiswa, pemuda Karang Taruna, dan masyarakat dalam memajukan fasilitas publik. Perubahan visual yang signifikan di lapangan menjadikan suasana pertandingan nanti semakin semarak dan meriah. Pada hari pembukaan turnamen, yang akan diawali pukul 19.00 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, para mahasiswa KKM juga turut diundang ke lapangan sebagai bentuk apresiasi dari panitia dan warga. Acara pembukaan ini dimeriahkan oleh Berbagai Ketua Panitia Turnamen, yang menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi mahasiswa dan pemuda setempat. “Sungguh luar biasa semangat gotong royong dari adik-adik KKM dan Karang Taruna. Lapangan kini tampil lebih layak dan membangkitkan semangat warga untuk bertanding,” ucapnya di sela-sela Beragam. Turut memberikan Berbagai, Kepala Desa Paciran, Bapak Khusnul Khuluq, S.Pd, yang menjabat periode 2022--2028. Dalam pidatonya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antarwarga dan dukungan generasi muda untuk pembangunan desa. “Kegiatan seperti ini patut dijadikan contoh. Gotong royong, semangat kebersamaan, dan dukungan mahasiswa kepada desa sangat kami apresiasi. Semoga turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mempererat persaudaraan antar-RW,” tutur beliau. Turnamen Paciran Volleyball Cup 2025 terbuka untuk peserta yang berdokumen, lahir, atau berdomisili di Paciran, termasuk yang ber-KTP Sumurgayam (Mbohol dan Padeg). Total hadiah yang diperebutkan mencapai 5 juta rupiah dalam bentuk uang tunai dan trofi. Dengan semangat kebersamaan dan fasilitas yang semakin siap, warga Dusun Jetak dan seluruh Desa Paciran kini menantikan mencetak turnamen dengan antusiasme tinggi. Lebih dari sekedar pertandingan, acara ini menjadi simbol persatuan dan semangat olahraga yang hidup di tengah masyarakat.
LALU IMRON ROSYADI
Kediri -- Senin, 5 Mei 2025 menjadi awal yang penuh semangat bagi siswa-siswi kelas VIII MTsN 1 Kota Kediri. Bertempat di aula sekolah, kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin (P5RA) resmi dibuka dengan mengusung tema "Bangunlah Jiwa dan Raganya." Selama satu minggu ke depan, para siswa akan mengikuti serangkaian kegiatan yang dirancang untuk menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan diawali dengan apel pembukaan yang dipandu langsung oleh tim fasilitator P5RA. Kepala MTsN 1 Kota Kediri, Bapak H. Marwah, S. Pd., hadir memberikan sambutan dan membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa projek ini bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan wadah untuk menanamkan nilai-nilai karakter dan keterampilan hidup yang sejalan dengan tujuan pendidikan nasional. "Melalui tema Bangunlah Jiwa dan Raganya, kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi," tutur beliau. Setelah sambutan, guru fasilitator memaparkan alur kegiatan selama sepekan, yang terdiri dari berbagai aktivitas menarik dan edukatif seperti: analisis makanan bergizi, observasi lingkungan sekolah dan kantin, membuat kampanye anti-bullying, hingga menonton dan merespon film tentang kesehatan mental. Materi dan kegiatan dikaitkan dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila, seperti berpikir kritis, kreatif, bergotong royong, dan berkebinekaan global. Suasana aula tampak penuh antusiasme. Para siswa aktif merespons pemaparan materi, terlibat dalam sesi tanya jawab, dan menikmati permainan ice breaking yang mencairkan suasana. Beberapa siswa tampak bersemangat membawa perlengkapan mereka dan mempersiapkan kegiatan-kegiatan di hari berikutnya. "Seru banget, soalnya kita belajar sambil praktik. Jadi tahu makanan sehat itu apa aja, dan nanti bisa bikin bekal sendiri," ungkap salah satu siswa kelas VIII. Tidak hanya siswa, guru-guru pendamping juga berperan aktif sebagai fasilitator dan narasumber, sekaligus menciptakan suasana yang mendukung proses belajar berbasis pengalaman nyata. Materi disusun untuk memantik pemikiran kritis dan kepedulian sosial siswa terhadap lingkungan sekitar dan kesehatan diri. Kegiatan P5RA tema Bangunlah Jiwa dan Raganya ini diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai penting seperti menjaga pola makan sehat, menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan aman, serta membangun kesadaran bersama untuk menghentikan segala bentuk perundungan. Dengan dukungan seluruh warga sekolah dan antusiasme peserta didik, kegiatan ini diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan pengalaman belajar yang tak terlupakan bagi para siswa. https://www.kompasiana.com/imronrosyadi2128/682f144fc925c430fc1915f2/hari-pertama-kegiatan-p5ra-bangunlah-jiwa-dan-raganya-di-mtsn-1-kota-kediri-semangat-siswa-menggelora?lgn_method=google&google_btn=onetap