HAFIZHAH WARDAH WAFIROH ZAHRON
Blitar, 12 Maret 2025 — Dalam rangka mengisi bulan Ramadan dengan kegiatan yang bermakna dan edukatif, MAN 1 Blitar menyelenggarakan kegiatan bertajuk P5RA (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil ‘Alamin) yang berlangsung meriah di Auditorium MAN 1 Blitar. Kegiatan ini terbagi dalam dua sesi dan melibatkan seluruh siswa kelas 10 dan 11 serta para guru. P5RA tahun ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas dan nilai-nilai karakter melalui proyek yang menarik dan inspiratif. Sesi pertama diikuti oleh siswa kelas 10 dengan tema “Kebudayaan dan Kepahlawanan”, yang ditampilkan melalui fashion show bertema budaya daerah serta drama kepahlawanan yang mengangkat nilai sejarah dan nasionalisme. Pelaksanaan P5RA oleh kelas 10 Sesi kedua diisi oleh siswa kelas 11 dengan tema “Teknologi dan Inovasi”, di mana para peserta menampilkan hasil proyek berbasis teknologi yang menunjukkan semangat berpikir kritis, kolaboratif, dan solutif dalam menghadapi tantangan zaman. salah satu karya P5RA kelas 11 Presentasi karya P5RA kelas XI Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter pelajar Pancasila serta menumbuhkan semangat berkarya di tengah suasana Ramadan. Selain sebagai ajang pengembangan potensi, P5RA juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antar siswa dan guru dalam suasana yang penuh kekeluargaan. Secara umum, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam mendorong partisipasi aktif siswa, meningkatkan kepercayaan diri, serta memperkuat integrasi antara pembelajaran akademik dan karakter. Antusiasme peserta dan apresiasi dari guru-guru menjadi bukti keberhasilan P5RA sebagai salah satu program unggulan sekolah. Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama, sebagai penutup yang khidmat di tengah nuansa Ramadan yang penuh berkah.
QODRUN NADA
Isra Mi'raj merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam yang memperingati perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (Isra), kemudian naik ke langit (Mi'raj) untuk bertemu dengan Allah SWT. Peristiwa ini mengandung banyak hikmah dan pelajaran yang sangat berharga, terutama dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat Islam. Dalam rangka memperingati Isra Mi'raj, RA. Al Jihad mengundang salah satu anggota Polres di Belimbing kota malang untuk menggelar acara yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan diadakannya kegiatan untuk memperingati Isra Mi'raj di RA. Al Jihad yang disampaikan langsung oleh Bapak dipimpin Iptu Toto Hariyanto, SH, MH bersama bawahannya. Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta menekankan pentingnya mengambil pelajaran dari perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW untuk meningkatkan iman dan kinerja anggota Polri. Ia juga mengajak seluruh anggota untuk mencerminkan sikap sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dengan memegang teguh nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Selain itu, kegiatan peringatan Isra Mi'raj di RA. Al Jihad biasanya juga diisi dengan tausiyah yang menyampaikan hikmah dan makna dari peristiwa tersebut. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan bahwa peristiwa Isra Mi'raj bukan hanya sejarah, tetapi juga menjadi pengingat agar setiap Islam menjadikan orang tua sebagai orang pertama yang kita sayangi di dunia ini dan jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal ini sejalan dengan tema peringatan Isra Mi'raj yang mengajak seluruh warga RA Al Jihad untuk lebih menyangi dan menjaga kedua orang tua kita serta menanamkan karakter baik dalam kehidupan sehari-hari. Selain tausiyah, kegiatan di RA Al Jihad juga menulis dengan pembacaan sholawat, dan doa bersama yang diikuti antusias oleh seluruh peserta. Acara ini tidak hanya mempererat ukhuwah antar siswa dan guru, tetapi juga menambah wawasan keagamaan yang bermanfaat bagi pembentukan karakter generasi muda. Melalui dukungan dari Polresta Kota Malang, khususnya Bapak IPTU Toto sebagai komandan, kegiatan Isra Mi'raj di RA Al Jihad berjalan lancar dan penuh hikmah. Semoga peringatan ini membawa keberkahan dan semakin menumbuhkan semangat beribadah serta kecintaan kepada Rasulullah SAW di kalangan anak-anak didikan RA Al Jihad. https://www.kompasiana.com/qodrunnada5116/6832ad4334777c7da5533483/memaknai-israk-mi-raj-bersama-kapolresta-belimbing-kota-malang-melalui-inspirasi-untuk-pelayanan-dan-keimanan
ADINIA JAUHARATUL CAMELIA
Blitar, 17 April 2025- Di tengah meningkatnya tantangan pengasuhan anak, terutama di era modern yang penuh tekanan, Posyandu Desa Jeblog bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang menggelar seminar parenting bertajuk "Sentuhan Hati, Kunci Mendidik Tanpa Emosi". Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 17 April 2025 dan mendapat antusiasme tinggi dari para orang tua dan tokoh masyarakat setempat. Seminar ini menghadirkan Syifia Irsa Hamida, S.Psi, mahasiswi alumni Program Studi Psikologi UIN Malang, sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, Syifia menekankan pentingnya pengasuhan yang mengedepankan pendekatan emosional yang hangat, bukan kemarahan atau kekerasan verbal. "Mendidik anak bukan soal marah atau keras, tapi soal sentuhan hati. Anak-anak justru akan lebih patuh dan berkembang jika mereka merasa dicintai dan didengar," ujar Syifia. Lebih lanjut, Syifia juga menjelaskan tahap-tahap pertumbuhan dan perkembngan anak dari sisi emosional, agar para orang tua bisa menyesuaikan pendekatan mereka di setiap fase usia. Beberapa poin penting yang disampaikannya antara lain: Usia 0–2 tahun: anak membutuhkan rasa aman dan kasih sayang dari figur pengasuh utama. Di masa ini, kelekatan emosional terbentuk. Usia 3–5 tahun: anak mulai mengeksplorasi dunia luar, tetapi masih membutuhkan pengakuan dan validasi dari orang tuanya. Usia 6–12 tahun: anak mulai belajar mengelola emosi, mengenali perasaan, serta mulai peka terhadap perasaan orang lain. Usia 3–5 tahun: anak mulai mengeksplorasi dunia luar, tetapi masih membutuhkan pengakuan dan validasi dari orang tuanya. Usia 6–12 tahun: anak mulai belajar mengelola emosi, mengenali perasaan, serta mulai peka terhadap perasaan orang lain. Usia remaja: anak mulai mencari jati diri dan sering mengalami gejolak emosi, sehingga orang tua perlu menjadi pendengar yang suportif, bukan sekadar pengontrol. Acara ini juga turut dihadiri oleh Kepala Desa Jeblog beserta jajarannya, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar edukatif ini. Dukungan dari tokoh masyarakat menjadi bukti bahwa isu pengasuhan anak memang menjadi perhatian bersama. Peserta seminar, yang didominasi oleh para ibu muda, tampak aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman mereka. Banyak yang mengaku merasa tercerahkan setelah mengikuti seminar ini. "Saya baru sadar bahwa anak itu punya tahapan emosi yang berbeda-beda, dan kita sebagai orang tua harus bisa menyesuaikan," ungkap salah satu peserta. Seminar ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan juga sesi dokumentasi. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut agar pemahaman masyarakat tentang parenting semakin luas dan berdampak positif bagi generasi masa depan.
LEGA LAILATUL FITRIANA
Malang, 22 Februari 2025 — Dalam rangka mendukung peran orang tua dalam mendampingi anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi, SDI Surya Buana Kota Malang bekerja sama dengan tim Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) menggelar seminar parenting berjudul "Parenting Asyik: Strategi Parenting di Era Digital untuk Menghadapi Tantangan Zaman." Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu, 22 Februari 2025, dan menghadirkan narasumber ahli, Ibu Fuji Astutik, M.Psi, seorang psikolog yang telah berpengalaman dalam bidang parenting dan perkembangan anak dan juga seorang dosen psikologi di UIN Malang. Seminar ini dihadiri oleh para wali murid SDI Surya Buana serta para guru yang antusias untuk memperoleh wawasan baru mengenai pola pengasuhan anak yang adaptif terhadap perubahan zaman, terutama dalam menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks. Dalam pemaparannya, Ibu Fuji Astutik menekankan pentingnya peran orang tua sebagai "teman digital" anak. Beliau mengajak peserta untuk tidak hanya membatasi akses anak terhadap teknologi, tetapi juga untuk terlibat aktif dalam aktivitas digital mereka. Beberapa strategi yang disampaikan antara lain: Menjalin komunikasi terbuka antara orang tua dan anak terkait penggunaan media sosial dan internet. Membangun kebiasaan digital yang sehat, seperti pengaturan waktu layar (screen time) yang proporsional. Memberikan contoh yang baik dalam penggunaan gawai dan media digital di rumah. Mengarahkan anak pada konten-konten edukatif yang membangun kreativitas dan karakter. Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana para orang tua dapat langsung berkonsultasi dan berbagi pengalaman mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam mendampingi anak-anak mereka di rumah. Seminar ini mendapatkan respon yang sangat positif dari para peserta. Banyak di antara mereka merasa tercerahkan dan terdorong untuk menerapkan strategi-strategi baru dalam pola asuh di lingkungan keluarga. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKM yang bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan penguatan peran keluarga. Melalui kegiatan ini, diharapkan para orang tua semakin siap dalam menghadapi tantangan zaman dan mampu menjadi pendamping yang bijak bagi anak-anak mereka di era digital.
PUTRI NIRMALA ARUM
Kegiatan TPQ merupakan salah satu program unggulan dari kelompok KKM “Baromusa” yang dilaksanakan pada tanggal 17 hingga 27 Maret 2025, bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Program ini diselenggarakan di TPQ Al-Muhajirin dan diikuti oleh anak-anak dari berbagai jenjang kemampuan membaca Al-Qur’an. Kegiatan ini bertujuan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pembinaan karakter dan spiritualitas generasi muda, serta sebagai upaya menjalin kedekatan antara mahasiswa KKM dengan masyarakat Kedungkandang melalui partisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan. Setiap sore, kegiatan dimulai dengan salat Ashar berjamaah pukul 15.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan pendampingan membaca Al-Qur’an. Mahasiswa KKM bertugas menyimak dan membimbing bacaan anak-anak sesuai dengan tingkat kemampuan mereka. Kegiatan ditutup dengan tadarus bersama menjelang waktu berbuka, sekitar pukul 17.00 WIB. Dalam pelaksanaannya, peserta TPQ dibagi menjadi lima kelompok berdasarkan tingkat kemampuannya, mulai dari yang masih belajar menggunakan buku Iqra’, hingga yang sudah lancar membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang benar. Sebagian besar peserta didik TPQ juga merupakan siswa dari MI Al-Hayatul Islamiyah, tempat mahasiswa “Baromusa” melaksanakan kegiatan Asistensi Mengajar (AM). Namun demikian, terdapat pula anak-anak dari sekolah lain yang turut mengikuti kegiatan ini. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk lebih mengenal masyarakat Kedungkandang secara langsung. Tak jarang, anak-anak datang bersama orang tuanya, yang dengan sabar menunggu hingga kegiatan selesai. Hal ini menjadi pemandangan yang memperlihatkan kuatnya dukungan keluarga terhadap pendidikan agama anak. Meskipun kegiatan ini berlangsung di sore hari setelah anak-anak pulang sekolah, semangat mereka untuk belajar membaca Al-Qur’an tetap tinggi. Hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi mahasiswa KKM “Baromusa” untuk terus berkontribusi. Melalui program TPQ ini, kelompok “Baromusa” berharap dapat turut berperan dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini, sekaligus memperkaya pengalaman mereka dalam proses pengabdian dan pengajaran nilai-nilai Islam di tengah masyarakat. Link kompasiana : Menebar Cahaya Al-Qur'an di Bulan Suci Ramadhan Pengalaman Mengajar TPQ Kelompok KKM Baromusa
PUTRI DWI ARIANTI
https://uin-malang.ac.id/blog/post/read/25050100998901794 https://uin-malang.ac.id/blog/post/read/25050100526965731 https://uin-malang.ac.id/blog/post/read/25040103474716271