KAMILIYATUR RISQIYAH
MI Syihabuddin, 20 Maret 2025 - Sebelum rangkaian kegiatan Mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa), siswa MI Syihabuddin mengunjungi Panti Asuhan Al-Husna untuk memberikan santunan kepada anak-anak yatim. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai empati dan kepedulian sosial pada siswa. Siswa MI Syihabuddin membawa berbagai jenis bantuan, seperti makanan, minuman, dan pakaian, yang kemudian diserahkan kepada pengurus panti asuhan. Anak-anak yatim di panti asuhan sangat senang dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Kegiatan santunan ini diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang lebih peduli dan empati terhadap masyarakat, terutama anak-anak yatim yang membutuhkan bantuan. Dengan adanya kegiatan seperti ini, siswa MI Syihabuddin dapat memahami pentingnya membantu sesama dan meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai sosial. https://www.kompasiana.com/emmakhusna6348/68280f8f34777c533208e175/santunan-anak-yatim-mi-syihabuddin-menanamkan-nilai-empati-dan-kepedulian
LAILIYATUL FAJRIYAH
Kegiatan membayar zakat di sekolah RA Al-Jihad dilakukan setiap bulan Ramadhan, yang dimana kegiatan ini mengajarkan anak menanamkan nilai kepedulian terhadap sesama. Di bulan ramadhan ini menjadi momentum penuh berkah bagi sekolah RA Al-Jihad untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada peserta didiknya. Salah satu kegiatan yang di selenggarakan adalah Program Pembayaran Zakat, yang dimana bertujuan mengajarkan semangat berbagi dan kepedulian sosial sejak usia dini. Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa. Anak-anak di ajak membawa zakat fitrah berupa beras sebanyak 3 kg yang kemudian dikumpulkan di sekolah. Setelah itu, zakat yang terkumpul didistribusikan kepada para mustahik (penerima zakat) yang berada di lingkungan RA Al-Jihad atau masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini disambut antusias oleh anak-anak, mereka belajar bahwa ibadah bukan hanya shalat dan puasa, tetapi juga berbagi kepada yang membutuhkan. Anak-anak juga diajak melihat langsung proses pengumpulan zakat,sehingga mereka memahami bahwa bantuan yang mereka berikan memiliki dampak nyata. Zakat fitrah juga merupakan ibadah yang sangat dianjurkan di bulan ramadha. Melalui kegiatan ini sekolah RA Al-Jihad memperkenalkan makna zakat kepada anak-anak dalam cara sederhana seperti: Membiasakan anak untuk berbagi kepada orang yang membutuhkan. Menumbuhkan empati dan rasa tanggung jawab sosial. Mengajarkan pentingnya keikhlasan dan amal kebaikan di bulan Ramadhan. https://www.kompasiana.com/susani24035/6827367134777c0556569512/kegiatan-membayar-zakat-di-ra-al-jihad-blimbing-pada-bulan-ramadhan
DAIFANNY AURELYA SUGIONO PUTRI
Lawang, 17 April 2025 – MTsN 3 Malang menggelar kegiatan pengambilan rapot semester genap tahun ajaran 2024/2025 yang dirangkai dengan acara parenting bertema “Mendidik Anak dengan Metode Luqman”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Asrama Putri MTsN 3 Malang. Kegiatan ini dimulai pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh para wali murid, khususnya dari kelas 7A dan 8A, serta orang tua siswa program SKS (Sistem Kredit Semester) dua tahun. Kepala Madrasah, Dra. Warsi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki dua tujuan utama, yaitu sebagai ajang evaluasi hasil belajar siswa melalui pembagian rapor serta sebagai wadah edukatif bagi para orang tua untuk memahami pola pengasuhan anak yang tepat. Tema seminar kali ini adalah “Mengasuh Anak dengan Metode Luqman: Pendidikan Hikmah dan Keteladanan,” yang disampaikan oleh narasumber Bapak Ahmad. Metode Luqman yang diangkat dalam acara parenting ini merujuk pada nasihat-nasihat bijak Luqman al-Hakim kepada anaknya yang tertulis dalam Al-Qur’an, khususnya pada Surah Luqman ayat 12–19. Dalam sesi parenting yang dipandu oleh narasumber ustadz M. Ibnu Ahmad, S.S., M.Pd para orang tua diajak untuk memahami nilai-nilai utama seperti pentingnya tauhid, adab kepada orang tua, disiplin dalam ibadah, serta kepekaan sosial dan etika berbicara. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab madrasah, namun harus melibatkan sinergi yang kuat antara orang tua dan guru. Prinsip dasar dari metode Luqman yang disampaikan meliputi pendidikan berbasis hikmah, pendidikan tauhid (keimanan), keteladanan dalam akhlak, pendidikan etika dan sosial, serta pendidikan spiritual dan praktik ibadah. Anak-anak harus di didik dengan hati dan akal, bukan sekadar dengan aturan, agar dapat tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan shaleh shalehah.
SHOFFANY MAFAZA NAJYA
Syihabuddin, 21 Maret 2025- MI Syihabuddin menggelar kegiatan Hari Kartini dengan semarak dan meriah. Kegiatan ini bertujuan untuk memperingati jasa dan peran penting R.A. Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan pendidikan di Indonesia. Rangkaian kegiatan Hari Kartini di MI Syihabuddin dimulai dengan lomba cosplay pahlawan sekaligus fashion show. Siswa-siswa MI Syihabuddin menampilkan kreativitas dan bakat mereka dengan mengenakan kostum pahlawan dan melakukan fashion show di area lapangan. Setelah lomba cosplay dan fashion show, kegiatan dilanjutkan dengan lomba menyanyi antar kelas. Siswa-siswa MI Syihabuddin menunjukkan bakat menyanyi mereka dengan membawakan lagu-lagu nasional. Kegiatan Hari Kartini di MI Syihabuddin diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi siswa terhadap jasa dan peran penting R.A. Kartini dalam sejarah Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga dapat memupuk kreativitas dan bakat siswa dalam berbagai bidang.
NAJWA TSANIA ACHMAD
Mahasiswa KKM UIN Malang berhasil melaksanakan kegiatan sosialisasi stunting di MI Al-Hayatul Islamiyah, Kedungkandang, Kota Malang pada tanggal 18 April 2025. Kegiatan ini bertemakan "Jangan Biarkan Stunting Renggut Senyum Buah Hatimu". Dengan tema tersebut, diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan stunting sejak dini. Sosialisasi ini juga bertujuan untuk mengedukasi pentingnya memberi gizi yang seimbang, perawatan kesehatan yang tepat, serta pola asuh kehamilan yang baik. Sosialisasi ini mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga pertumbuhan anak agar optimal, sehingga senyum ceria mereka tetap terpancar dan masa depan mereka tetap terjaga. Program ini merupakan bentuk usaha nyata untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi yang tepat bagi pertumbuhan anak. Dalam program kerja sosialisasi stunting ini, kelompok KKM "Baromusa" melakukan sosialisasi kepada wali murid kelas 1 dan 2 dari MI Al-Hayatul Islamiyah. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh ketua yayasan Al-Hayatul Islamiyah, kepala sekolah MI Al-Hayatul Islamiyah, dan juga waka kurikulum MI Al-Hayatul Islamiyah. Program kerja sosialisasi stunting diisi materi dari Ibu Septiani, A.Md. Keb. yang merupakan bidan dari puskesmas Kedungkandang. Materi yang disampaikan oleh beliau berisi upaya pencegahan stunting pada anak. Beliau juga menyampaikan bahwa stunting bukan hanya berasal dari anak yang kurang gizi, tetapi bisa jadi berasal dari pola asuh semasa kehamilan yang kurang baik. Kegiatan ini bukan hanya mengedukasi orang tua, tetapi juga mengedukasi calon orang tua. Selama proses pelaksanaan kegiatan sosialisasi stunting berjalan lancar. Kegiatan ini diawali dengan sambutan kemudian diisi materi dan ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Melalui kegiatan ini, diharapkan orang tua memahami bahwa stunting bukan sekedar masalah tinggi badan, tetapi juga menyangkut masa depan anak baik dari aspek kesehatan, kecerdasan, maupun kualitas hidup.
URWAH AL WUTSQO
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Dharmadikari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar seminar parenting bertema "Mendidik Karakter Anak Sejak Dini" pada Ahad malam, 9 Maret 2025 di Masjid Baitussalam, Dusun Kepuh Utara, Desa Kepuharjo, Karangploso, Malang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan karakter anak sejak dini. Narasumber Faira Aisyah Kusmawardi, SH., MH., C.Med. menekankan bahwa rumah adalah tempat utama pembentukan akhlak anak, dan orang tua harus menjadi teladan dalam sikap serta perilaku. Acara yang dihadiri puluhan orang tua ini berlangsung interaktif, dengan sesi diskusi yang membahas tantangan pengasuhan modern seperti kecanduan gawai dan kedisiplinan anak. Beberapa peserta juga berbagi praktik mendidik anak secara islami, seperti tadarus bersama dan pembatasan gadget. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat dan ditutup bersamaan dengan penutupan Pondok Ramadhan, di mana para santri menerima sertifikat sebagai bentuk apresiasi. Diharapkan kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin dalam membina generasi muda berakhlak mulia. https://www.kompasiana.com/ammankotabatu20258439/68282d56c925c4068143a4f2/warga-kepuh-utara-antusias-hadiri-seminar-parenting-membangun-karakter-anak-sejak-dini