MUHAMMAD WAHYUDI HANGGARA
Kami adalah mahasiswa semester enam dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang tengah menjalankan program Asistensi Mengajar di MAN Kota Batu sekaligus Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Dusun Kepuh Utara, Desa Kepuharjo, Karangploso. Kami bersepuluh berasal dari berbagai program studi dan bahu membahu menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam bulan penuh berkah, kelompok KKM kami menyelenggarakan *Pondok Ramadhan* yang berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 8–9 Maret 2025, bertempat di *Masjid Baitussalam, Dusun Kepuh Utara*. Kegiatan ini dirancang untuk membina karakter santri usia SD/MI hingga SMP/MTs melalui pendekatan religius, edukatif, dan menyenangkan. Mulai dari tadarus Al-Qur’an, shalat berjamaah, hingga pemahaman dasar-dasar fiqih dan aqidah, semua dikemas secara ringan namun bermakna. Tidak hanya itu, ada juga *permainan edukatif*, cerdas cermat Islami, dan pelatihan membaca tulisan Pegon, warisan khas tradisi Islam Nusantara. Para peserta yang ikut berasal dari lingkungan sekitar dan tidak dipungut biaya apapun. Mereka bahkan mendapatkan layanan buka puasa dan sahur, serta dibimbing oleh panitia secara intensif selama dua hari satu malam. Malam pertama, kegiatan diawali dengan tadarus bersama, buka puasa, dan shalat tarawih. Dilanjutkan dengan penyampaian materi fiqih yang dibuat interaktif agar mudah diserap oleh peserta. Kegiatan kemudian berlanjut hingga dini hari dengan *Qiyamul Lail*, sahur bersama, dan shalat subuh berjamaah. Keesokan harinya, suasana masjid kembali semarak dengan kegiatan sambung ayat, pelatihan aqidah dasar, dan fun games Islami. Para orang tua yang hadir pun menyampaikan apresiasi positif karena anak-anak mereka terlihat lebih semangat belajar agama, sekaligus belajar hidup tertib dan saling menghormati. “Biasanya anak saya hanya bermain saat Ramadhan. Sekarang dia pulang dengan hafalan baru dan cerita seru,” tutur salah satu wali santri. Kami berharap, kegiatan sederhana ini mampu menjadi batu bata kecil dalam membangun generasi Qurani yang kuat iman dan akhlaknya. Semoga pengalaman ini tidak hanya menjadi kenangan bagi para santri, tetapi juga bekal kami sebagai calon pendidik dan pelayan masyarakat. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan memberi manfaat lebih luas. https://www.kompasiana.com/ammankotabatu20258439/6827f858c925c443403e67b2/membangun-generasi-qurani-semarak-pondok-ramadhan-di-dusun-kepuh-utara-karangploso
IRFANA RAHMANIYAH
Bicara tentang masa depan anak Indonesia, kita tidak hanya berbicara soal pendidikan, tetapi juga soal gizi dan kesehatan. Sayangnya, masih banyak orang tua yang belum memahami bahwa kurangnya asupan gizi bisa berdampak permanen pada tumbuh kembang anak. Inilah yang disebut dengan stunting. Saat melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Kelurahan Kedungkandang, Kota Malang, saya dan rekan-rekan dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang merasakan langsung bahwa kesadaran masyarakat tentang stunting masih perlu ditingkatkan. Karena itu, kami pun mengadakan sebuah program pengabdian masyarakat bertema "Sosialisasi Pencegahan Stunting" yang ditujukan kepada para wali murid MI Al Hayatul Islamiyah, salah satu madrasah yang menjadi mitra pengabdian kami. Stunting bukan sekadar tubuh anak yang lebih pendek dari rata-rata. Ini adalah masalah pertumbuhan yang mengancam perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas anak di masa depan. Dan yang paling menyedihkan, banyak orang tua tidak menyadarinya sampai semuanya terlambat. Kami mengadakan acara dengan mengundang bidan dari puskesmas kedungkandang untuk menyampaikan materisosialisasi berdasarkan data dan referensi valid dari Kementerian Kesehatan. Penyampaian dilakukan dengan bahasa yang sederhana, tidak menggurui, dan dilengkapi dengan visual menarik agar mudah dipahami. Tujuan kami hanya satu: membangkitkan kesadaran orang tua agar lebih peduli terhadap pola makan, gizi seimbang, dan tumbuh kembang anak sejak dini. Kegiatan ini disambut antusias. Para wali murid yang hadir tidak hanya mendengarkan, tapi juga aktif bertanya. Banyak dari mereka baru mengetahui bahwa faktor gizi dan lingkungan dalam 1.000 hari pertama kehidupan (dari masa kehamilan hingga usia 2 tahun) sangat krusial. Beberapa ibu bahkan langsung menceritakan kondisi anak-anak mereka dengan nada cemas namun juga penuh harapan. Kami senang karena kehadiran kami tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga ruang aman untuk berdiskusi dan mencari solusi bersama. Di akhir acara, kami membagikan brosur edukatif dan mengajak peserta membuat komitmen sederhana: memperbaiki pola makan keluarga, sesederhana apapun itu. Program ini bukan proyek instan. Kami menyadari bahwa edukasi kesehatan seperti ini harus dilakukan secara berkelanjutan. Tapi sebagai mahasiswa, kami ingin meninggalkan jejak kecil yang berarti. Kami percaya, dari satu keluarga yang sadar gizi, akan lahir anak-anak sehat yang mampu mengubah masa depan bangsa. Sebagaimana pesan yang kami bawa: "Gizi cukup, anak tumbuh hebat." Kami berharap, senyum anak-anak di Kedungkandang tetap cerah, langkah mereka ringan, dan masa depan mereka bebas dari jerat stunting. Karena sejatinya, mencegah stunting bukan hanya tugas tenaga medis, tapi tanggung jawab sosial kita semua.
DINA RAHMATUN NAJMA JAMIL
Malang, 21 Maret 2025 --- Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN) Malang melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Ta'aroful Muslimin pada tanggal 13 hingga 21 Maret 2025. Kegiatan ini berlangsung bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1446 H, memberikan nuansa religius dan semangat pengabdian yang lebih mendalam.Sebanyak 11 mahasiswa dari berbagai jurusan terlibat aktif dalam program KKM ini. Mahasiswa UIN Malang melaksanakan KKM di TPQ Ta'aroful Muslimin dengan fokus utama pada pendampingan pembelajaran Al-Qur'an, peningkatan keterampilan santri, dan penyelenggaraan kegiatan keagamaan khas Ramadan. Koordinator kegiatan, Iga Wulanda Sukma, menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. "Kami tidak hanya mengajar, tetapi juga belajar dari lingkungan TPQ. Ramadan menjadi momen yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, sosial, dan kepedulian," ujarnya. Sementara itu, Kepala TPQ Ta'aroful Muslimin, menyambut baik kehadiran para mahasiswa. Ia menilai program ini sangat membantu dalam memperkuat proses pendidikan Islam di TPQ. "Kehadiran adik-adik mahasiswa membawa semangat baru bagi santri dan para pengajar di sini," tuturnya. Selama sembilan hari pelaksanaan KKM, mahasiswa juga mengadakan pelatihan kreativitas untuk santri, dan lomba islami seperti cerdas cermat seputar ilmu keagamaan. Kegiatan ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan simbolis dari mahasiswa kepada pihak TPQ. Melalui program ini, mahasiswa UIN Malang tidak hanya menunaikan kewajiban akademik, tetapi juga mengasah kepedulian sosial dan spiritual mereka dalam bingkai pengabdian masyarakat. https://www.kompasiana.com/dinarahmatunnajmajamil8697/6835b3f7ed641558e7744302/mahasiswa-uin-malang-laksanakan-kkm-di-tpq-ta-aroful-muslimin
HIKMAH WIFAQI
Malaysia, 10 Maret 2025 – Mahasiswa AM-KKM Internasional UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah berhasil mengadakan acara perpisahan dan pentas seni yang bertemakan “Merajut Kenangan, Melestarikan Budaya Warisan Bangsa” di Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5, Malaysia. Acara ini dijadikan sebagai ajang untuk menampilkan berbagai kesenian budaya Indonesia kepada siswa-siswi di Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5, Malaysia. Susunan acara ini diawali dengan penampilan hadrah dari siswa Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5. Setelah itu, acara dibuka secara resmi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, diikuti oleh menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Negaraku, dan Yaa Lal Wathon. Sesi selanjutnya yaitu sambutan-sambutan. Sesi sambutan yang pertama di sampaikan oleh siswa kelas 6 dalam pidato 4 bahasa. Pidato tersebut telah berhasil menarik perhatian para peserta karena telah menunjukkan keberagaman dan kemampuan multibahasa generasi muda. Sambutan juga disampaikan oleh Ketua AM-KKM Internasional UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yaitu Amelia Nur Rochim. Sebagai ketua, ia mewakili mahasiswa AM dan KKM Internasional untuk menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berbagi ilmu dan budaya selama satu bulan di Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5 Malaysia. Sebagai tanda penghormatan dan kenang-kenangan, maka pada acara tersebut dilakukan penyerahan cendera mata dari UIN Malang kepada Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5 dan diterima langsung oleh pengelola sanggar yaitu Dra. Mimin Mintarsih. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi mendalam terhadap kontribusi mahasiswa AM dan KKM yang sudah berupaya mencerdaskan anak bangsa di Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5, Malaysia. “Kami sangat berterima kasih atas dedikasi mahasiswa UIN Malang yang telah bersedia dengan tulus membantu kegiatan pembelajaran di Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5. Hadirnya mahasiswa AM dan KKM Internasional dari UIN Malang telah berhasil membuat perubahan besar di sanggar ini seperti adanya perpustakaan mini, penghiasan kelas-kelas di sanggar serta pengenalan senam baru pada anak-anak di Sanggar.” Ujar Dra. Mimin Mintarsih sebagai pengelola Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5. Setelah sambutan tersebut ada penyerahan cendera mata juga dari pihak Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5 pada mahasiswa AM dan KKM Internasional sebagai penghormatan dan ungkapan terimakasih karena turut andil dalam mencerdaskan anak-anak bangsa. Acara tersebut kemudian di tutup dengan doa yang dipimpin oleh Penasehat Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5 Malaysia. Puncak acara pada acara tersebut yakni pentas seni. Pentas seni yang disuguhkan telah menampilkan berbagai kesenian khas Indonesia. Paduan suara membawakan lagu “Laskar Pelangi” dan “Dunia Tipu-Tipu”, diikuti dengan pertunjukan tari dari salah satu siswa kelas 4. Setelah pertunjukan tari ada pertunjukan yang sangat berkesan yaitu tarian dan nyanyian lagu “Indonesia Jaya” yang diiringi oleh pertunjukan wayang. Iring-iringan wayang dapat menjadi simbol perkenalan warisan budaya Indonesia pada siswa-siswi di Sanggar tersebut. Tidak cukup disitu, gelak tawa pecah dalam pertunjukan komedi “Surat Cinta untuk Starla”, yang menampilkan interaksi unik antara budaya populer dengan nuansa komedi khas Indonesia. Penampilan selanjutnya di tutup oleh musikalisasi puisi dan penampilan siswa kelas 6. Acara semakin meriah dengan adanya pengumuman lomba sholawat per kelas, kaligrafi dan lomba azan yang diikuti oleh para siswa. Sebagai penutup, seluruh peserta, termasuk mahasiswa AM dan mahasiswa KKM internasional, menyanyikan lagu bersama dan menonton video rekap perjalanan mereka selama satu bulan mengajar di Malaysia. Di akhir acara ada sesi bersalam-salaman, foto bersama anak-anak dan juga guru-guru di Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5 Malaysia. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perpisahan, tetapi juga sarana memperkenalkan budaya Indonesia ke kancah internasional. Dengan menampilkan seni tradisional dan modern, mahasiswa AM-KKM Internasional UIN Malang berharap untuk memberikan kesan mendalam bagi anak-anak di Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5, Malaysia. Dengan berakhirnya kegiatan ini, mahasiswa UIN Malang tidak hanya meninggalkan kenangan, tetapi juga warisan ilmu dan budaya yang akan terus hidup di hati para siswa di Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5, Malaysia. Pewarta: Hikmah Wifaqi (Mahasiswi AM & KKM Internahttps://semogabermanfaat.or.id/merajut-kenangan-melestarikan-budaya-perpisahan-pentas-seni-mahasiswa-am-kkm-internasional-uin-malang-di-sanggar-bimbingan-sungai-mulia-5-malaysia/sional UIN Maulana Malik Ibrahim Malang)
ITTAQITAFUZI
Pada momen Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang berkelanjutan oleh mahasiswa UIN Maliki Malang, sebuah kegiatan penting diselenggarakan di MAN 1 Kota Kediri: Pelatihan Duta Moderasi Beragama. Acara ini menghadirkan sekitar 20 siswa terpilih sebagai Duta Moderasi yang memiliki tanggung jawab menjadi agen perubahan toleransi di lingkungan mereka. Pelatihan kali ini semakin istimewa dengan kehadiran Alexandro Sakti Del Viero, Duta FEBI UIN Tulungagung, sebagai pembicara utama. Tidak hanya mengulas nilai-nilai moderasi beragama, Alexandro juga berbagi tips dan trik Public Speaking di depan audiens yang sangat berguna bagi para siswa Duta Moderasi untuk membangun kepercayaan diri mereka. Moderasi beragama merupakan sikap seimbang yang mengedepankan toleransi, saling menghormati, dan pengertian antar umat beragama. Di tengah kehidupan yang majemuk, peran generasi muda sangat penting untuk menjaga harmoni tersebut agar tidak terjadi gesekan sosial. Lewat pelatihan ini, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai konsep moderasi, tetapi juga belajar bagaimana menyampaikan pesan-pesan toleransi dengan percaya diri dan efektif di depan teman-teman mereka. https://www.kompasiana.com/tacitafu9365/6823b945ed641564600c6de4/membangun-public-speaking-pelatihan-duta-moderasi-beragama-di-man-1-kota-kediri?page=all#section1
IVA LATIVATUL ZAIN
Sebagai bentuk pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang tengah menjalani program Asistensi Mengajar di MTsN Gresik turut berperan aktif dalam kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di masyarakat. Salah satu wujud nyata pengabdian tersebut adalah dengan mengajar les dan mengaji anak-anak di Desa Ngasin, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Kegiatan ini dilakukan setiap hari senin, rabu, dan jumat, dimulai setelah sholat maghrib hingga selesai sholat isya'. Pesertanya adalah anak-anak sekitar lingkungan desa, sebanyak kurang lebih 15 orang, yang antusias mengikuti kegiatan bermanfaat ini di sela-sela kesibukan sekolah mereka. Menariknya, program ini merupakan hasil kerja sama langsung dengan KH, Ahmad Hishol Muttaqin, S.Ag. M.A, selaku pengasuh Madrasah Diniyah (Madin) dan TPQ di desa tersebut. Beliau turut mendukung dan memfasilitasi kegiatan ini, mulai dari tempat belajar hingga pendampingan moral dan keagamaan. Kami sembilan orang mahasiswa UIN Malang tidak hanya mengajar di sekolah formal, tetapi juga hadir untuk mendampingi anak-anak desa dalam kegiatan pendidikan non formal. Biasanya mereka datang membawa pekerjaan rumah (PR), dan kami membantu menjelaskan materi pelajaran serta membimbing mereka memahami tugas-tugasnya. Namun bila tidak ada PR kegiatan dialihkan untuk mengaji, seperti membaca Iqra' dan Al-Qur'an, dan menghafal surat pendek. Respon masyarakat sangat positif. Orang tua merasa terbantu karena anak-anak mereka medapatkan bimbingan tambahan yang berkualitas dalam suasana yang hangat dan kekeluargaan. Sementara bagi kami, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk belajar langsung dari masyarakat dan memahami kebutuhan pendidikan. Dengan kegiatan ini, kami berharap dapat menanamkan semangat belajar dan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda. Kami juga belajar bahwa pengabdian tidak harus besar tetapi cukup dengan hadir, peduli, dan berbagi ilmu, kita sudah bisa memberikan perubahan yang bermakna. Semoga kolaborasi sederhana ini menjadi langkah awal bagi hadirnya lebih banyak kegiatan positif antara kampus dan masyarakat. Karena sejatinya, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dibagikan.