AZIZATUL KHOIR
Kelompok KKM Dharmadikari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan Pondok Ramadhan di Dusun Kepuh Utara, Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, pada tanggal 8-9 Maret 2025. Kegiatan yang bertempat di Masjid Baitussalam ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat KKM-MBKM. Acara yang diikuti oleh santri SD/MI hingga SMP/MTs ini bertujuan mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan bermakna dan mendidik. Selama dua hari, para peserta mendapatkan fasilitas menginap di masjid, buka puasa, sahur, dan bimbingan keagamaan secara gratis. Rangkaian kegiatan Pondok Ramadhan meliputi tadarus bersama, sholat berjamaah, materi keislaman (fikih dasar, akidah, membaca pegon), fun games edukatif (cerdas cermat, sambung ayat Juz Amma), Qiyamul Lail, dan sahur bersama. Para orang tua santri dan warga sekitar memberikan respons positif, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan semangat belajar agama, disiplin, dan kerja sama anak-anak. Pondok Ramadhan ditutup pada Ahad malam setelah shalat tarawih, dengan harapan dapat menjadi agenda rutin tahunan untuk pembinaan generasi muda yang cinta Al-Qur'an dan berakhlak mulia.
BAIQ ADELIA ELSA APRIANA
Bulan Ramadhan menjadi bulan yang selalu dinanti-nanti kehadirannya oleh seluruh umat muslim. Bulan suci ini merupakan bulan yang penuh berkah bagi seluruh umat muslim karena banyaknya kebaikan yang terkandung didalamnya. Setiap insan berlomba-lomba berbuat kebaikan dengan harapan ridho Allah pada bulan ini. Meningkatnya banyak kebaikan disekeliling kita tentu saja membawa kedamaian disekitar kita. Ibadah-ibadah lebih ditingkatkan diantaranya sholat, tadarus Al-Qur'an, I'tikaf, dan juga berbagi. KB-TK Surya Buana tidak mau ketinggalan dengan event suci ini tentunya. Tepatnya pada tanggal 19 April 2025 diadakan program berbagi takjil oleh KB-TK Surya Buana kepada warga lingkungan sekitar sekolah. Kegiatan ini tentu saja bertujuan untuk mengembangkan empati, meningkatkan kesadaran sosial anak, serta mampu membangun rasa syukur anak. Kegiatan berbagi takjil dibagi rata kepada para siswa, dimana peranak membawa 2 lunch box untuk dijadikan bahan berbagi takjil. Mahasiswa Asistensi Mengajar menanggung untuk minumannya. Porsi makanan yang akan dibagikan adalah 270 porsi dan 150 porsi minuman dari Mahasiswa Asistensi Mengajar. Kegiatan pembuatan takjil dilakukan pada tanggal 19 April di pagi hari, dikarenakan sekolah beralih pada sore hari. Sekolah mulai masuk pukul 16.00 WIB dengan agenda mendengarkan ceramah terlebih dahulu di lantai 1. Anak-anak dicereitakan tentang pahala-pahala yang akan didapat saat kita melakukan kebaikan di bulan suci Ramadhan, lalu tentang apa saja keutamaan yang hendaknya dilakukan saat bulan Ramadhan. Setelah kegiatan Ceramah dilakukan pada pukul 16.45 WIB, anak-anak mulai dibariskan sesuai kelas dengan rapid an teratur mulai dari kelompok Playgroup terlebih dahulu, lalu disusul dengan kelompok A1, A2, A3. Untuk kelas B di sendirikan terlebih dahulu guna menjaga ketertiban nantinya. Kelompok yang telah berbaris didepan dipandu perlahan untuk mencapai titik pembagian takjil. Dengan didampingi bunda guru, kelompok demi kelompok membagikan takjil dengan teratur dantertib. Antusiasme warga sekitar terbilang besar, terutama yang membagikan dalah anak-anak usia dini yang lucu rupanya. Meskipun terhalang cuaca yang sedikit gerimis, semangat anak-anak tidak luntur sehingga proses pembagian takjil terbilang cukup cepat. Setelah kelompok A selesai membaikan takjil, tibalah giliran kelompok B untuk membagikan takjil dengan dampingan bunda guru masing-masing. Kelompok B membagikan takjil dengan tertib dan baik sehingga bunda guru tidak merasa kesulitan untuk mendampingi kakak kelompok B. Disaat kelompok B sedang membagikan takjil, kelompok playgroup dan kelompok A dikondisikan untuk masuk ke dalam kelas untuk persiapan sholat maghrib berjama'ah. Setelah barisan kelompok B sudah selesai membagikan takjil semua, giliran bagi bunda guru dan bunda AM untuk membagikan takjil. Pembagian takjil berlangsung lancer tanpa halangan apapun dengan kondisi cuaca sedikit gerimis. Setelah semua kelas berada di lantai 2, persiapan sholat maghrib dilakukan dengan merapikan shof yang akan ditempati oleh anak-anak. Sholat maghrib berjamaah dilakukan dengan imam dari kelas B2. Setelah sholat maghrib dilakukan, anak-anak dibariskan secara tertib menuju tempat cuci tangan dan turun ke lantai 1 dengan rapi. Anak-anak didudukkan berdasarkan kelas untuk persiapan buka bersama. Diawali dengan membaca niat berbuka puasa bersama, anak-anak mulai memakan bekalnya masing-masing untuk berbuka puasa bersama-sama. Acara buka puasa bersama diawasi para bunda guru dan bunda AM dengan baik. Acara berakhir pada pukul 20.00 WIB dengan penjemputan anak-anak oleh wali murid. Acara ini tentu nya akan menjadi memori yang berkesan bagi anak-anak karena terdapat banyak pelajaran yang terkandung didalamnya, mulai dari kesederhanaan, rasa berbagi, rasa empati, dan rasa kebersamaan, dan kasih sayang. https://www.kompasiana.com/aryadana51487/6832c29434777c03bf2f99e2/berbagi-kebaikan-bersama-kb-tk-surya-buana?page=1&page_images=1
AMINATUL FAUZIA
Turen, Malang – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema "Menjadi Orang Tua yang Dekat dan Dikenang Anak", bekerja sama dengan ibu-ibu PKK RT 03 Desa Turen, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, pada Rabu, 16 April 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan kelompok KKM sebagai bentuk pengabdian masyarakat, khususnya dalam bidang pemberdayaan keluarga dan pemberdayaan peran orang tua dalam mendidik anak. Sosialisasi yang berlangsung di balai pertemuan RT 03 ini dipandu oleh pemateri Farhan Mahally, yang menyampaikan pentingnya membangun hubungan emosional yang kuat antara orang tua dan anak. Ketua kelompok KKM, Rizal Zibran, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap tantangan pengasuhan di era digital. “Kami ingin membantu para orang tua, khususnya para ibu, untuk lebih memahami pentingnya menjadi figur yang hadir secara emosional dan dikenang secara positif oleh anak-anak mereka,” ujar Rizal. Sosialisasi ini berisi pemaparan materi seputar komunikasi empatik dalam keluarga, membangun kedekatan emosional, hingga teknik mendengarkan aktif sebagai kunci membina hubungan harmonis antara orang tua dan anak. Ibu Nita, selaku Ketua RT sekaligus perwakilan PKK, memberikan apresiasi atas inisiatif para mahasiswa. “Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan. Kami para ibu merasa terbantu untuk lebih memahami bagaimana kecerdasan sebagai orang tua di masa kini,” tuturnya. Ibu PKK yang hadir tampak antusias selama kegiatan berlangsung. Selain pemaparan materi, acara juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab, simulasi interaksi orang tua-anak, dan pembagian pamflet edukatif mengenai parenting yang berbasis nilai-nilai Islami dan kekeluargaan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para orang tua di RT 03 Desa Turen mampu menerapkan ilmu yang diperoleh demi menciptakan keluarga yang hangat, dekat, dan menjadi tempat tumbuh kembang yang sehat bagi anak-anak.
SABRINA CHOIRUN NISA` S
Dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Jumat, 02 Mei 2025, mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) dan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) PIAUD UIN Malang adakan Seminar Parenting di KB/BA Restu 2 Kota Malang. Kegiatan ini mengambil tema “Penyelarasan Strategi Mendidik Anak di Rumah dan di Sekolah.” Hal ini dikonfirmasi untuk membentuk pola pengasuhan yang kompak antara orang tua dan guru di sekolah. Keselarasan pola pengasuhan antara orang tua dan guru merupakan upaya agar anak dapat menerima pendidikan yang seimbang dan harmonis di kedua tempat yang menjadi prosesnya untuk bertumbuh dan berkembang. Sehingga, anak-anak dapat menerima nilai-nilai baik yang diajarkan tanpa ada kebingungan karena perbedaan aturan, ekspektasi atau pendekatan yang diterapkan. Untuk mendukung tercapainya tujuan seminar ini, mahasiswa AM dan KKM UIN Malang mengundang salah satu guru besar dalam bidang Bimbingan dan Konseling UIN Malang, Prof. Dr. Esa Nur Wahyuni, M.Pd sebagai pemateri pada seminar tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Esa menyampaikan “Partnership guru dan orang tua dapat menciptakan lingkungan sekolah keluarga dan keluarga sekolah.” Di mana hal ini dapat mengoptimalkan proses tumbuh kembang anak menjadi sosok yang percaya diri dan penuh kasih sayang. Selain itu, beliau juga menekankan bahwa penanaman nilai yang konsisten serta pemberian dukungan sosial dan emosional yang konsisten kepada anak merupakan poin penting yang harus diselaraskan. Dengan konsep jurnaling, mahasiswa mengemas Seminar Parenting ini menjadi kelas belajar yang interaktif dan penuh makna. Hal ini pun disambut dengan antusias oleh para orang tua dengan merefleksikan pengasuhan mereka dalam book notes dan dilanjut dengan sesi tanya jawab untuk mencari solusi dari setiap permasalahan yang dihadapi oleh para orang tua.
SYAFAATUL KHOLIDAH
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang telah melakukan kegiatan seminar parenting yang dilaksanakan pada hari minggu tanggal 23 Februari 2025 di Aula MIN 3 Malang dengan tema "Ayah Ibu, Aku Butuh Kamu: Menjadi Orang Tua Bijak di Era Digital dengan Pola Asuh Seimbang", acara ini dihadiri oleh seluruh wali murid MIN 3 Malang khususnya kelas 1 & 2, wali murid seluruh TK/RA di Desa Arjowilangun, dan ibu-ibu PKK Desa Arjowilangun. Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan kelompok KKM sebagai bentuk pengabdian masyarakat, khususnya dalam bidang pemberdayaan keluarga dan perang orang tua dalam mendidik anak. Seminar ini menghadirkan narasumber dari Dosen Fakultas Psikologi UIN Malang yakni Dr.Hj.Rofiqoh M.Pd,C.Ht dengan moderator Fitria Azizah Yona Putri. Dalam materinya, Dr. Rofiqoh menyampaikan bahwa pentingnya pola asuh seimbang antara nilai-nilai tradisional dengan pendekatan digital modern. Beliau menekankan bahwa di era teknologi ini, peran orang tua tidak boleh tergantikan oleh gadget. Beliau mengatakan bahwa "Anak-anak zaman sekarang jika dikerasi semakin ngelunjak, jadi dalam mendidik harus dengan lemah lembut, diajak berbicara face to face, dan sering diajak ngobrol agar tidak sering bermain gadget". Seminar ini mengajak para orang tua untuk memahami tantangan dalam mendidik anak di era digital, sekaligus membekali para orang tua dengan strategi bijak dalam mengatur penggunaan gadget, membangun komunikasi yang efektif, serta menanamkan nilai-nilai karakter sejak dini. Para peserta sangat antusias mengikuti sesi demi sesi, terlebih pada saat sesi tanya jawab dibuka. Banyak dari peserta mengajukan pertanyaan seputar cara memperbaiki mental anak, attitude anak, hingga bullying dan screen time yang sehat. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Seminar Parenting : Menjadi Orang Tua Bijak di Era Digital", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/fitriaazizahyonaputri8422/682d9e1f34777c5cef19c505/seminar-parenting-menjadi-orang-tua-bijak-di-era-digital Kreator: Fitria Azizah Yona Putri Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com