M. LUTHFI LUQMAN AL MUSTOFA
CIREBON – Disiplin merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter santri, terutama dalam menjalankan tugas kenegaraan di lingkungan pesantren. Guna mewujudkan hal tersebut, mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) dan KKM El-Mutamayyiz UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar program pelatihan bertajuk SATRIA (Santri Terampil Upacara). Kegiatan ini dilaksanakan secara intensif di SMPIQu Al-Bahjah Pusat Cirebon pada tanggal 22, 24, dan 26 April 2026. Sebanyak 17 santri terpilih dari kelas 8 putra mengikuti pelatihan ini dengan penuh dedikasi dan konsentrasi tinggi. Fokus utama dari program ini adalah untuk mencetak petugas upacara yang memiliki standar profesionalisme dan jiwa kepemimpinan yang kuat. Mengusung tema “The Art of Discipline: How to be a Great Ceremonial Officer”, pelatihan ini tidak hanya mengajarkan teknik baris-berbaris semata. Para instruktur menekankan bahwa menjadi petugas upacara adalah sebuah seni mengolah kedisiplinan dan rasa tanggung jawab di hadapan publik. Melalui tema ini, peserta diajak untuk memahami bahwa setiap gerakan dan ucapan dalam upacara memiliki makna penghormatan yang mendalam. Mahasiswa El-Mutamayyiz ingin mengubah persepsi bahwa upacara hanyalah rutinitas mingguan, melainkan sebuah amanah besar yang harus dijalankan dengan khidmat. Oleh karena itu, aspek mentalitas menjadi poin pertama yang dibenahi sebelum memasuki teknis lapangan yang lebih kompleks. Proses pelatihan dirancang dengan jadwal yang cukup menantang guna menguji ketahanan fisik dan mental para santri. Pada hari Rabu (22/4) dan Jumat (24/4), latihan dilaksanakan pada malam hari dengan fokus pada sinkronisasi gerakan dan pembacaan teks. Sementara itu, pada hari Ahad (26/4), simulasi penuh dilakukan mulai pagi hingga siang hari di bawah terik matahari yang cukup menyengat. Menariknya, cuaca panas tidak menyurutkan semangat 17 santri tersebut untuk terus mengulang formasi hingga sempurna. Semangat yang “mencengangkan” ini menjadi bukti bahwa para santri memiliki keinginan kuat untuk memberikan yang terbaik bagi sekolah mereka. Tim instruktur dalam program SATRIA ini diisi oleh mahasiswa yang memiliki kompetensi khusus di bidang protokoler dan petugas upacara. M. Luthfi Luqman Al Mustofa bertindak sebagai instruktur untuk bagian Protokoler, Pembaca Pembukaan UUD 1945, Janji Santri, serta Doa. Sementara itu, Ryan Eka Putra dan Rizal Rafid Ariqoh bertanggung jawab melatih tim Pengibar Bendera serta pembawa teks Pancasila agar tampil sinkron. Di sisi lain, Muhammad Rifqi Annafi’ fokus menggembleng calon Pemimpin Upacara agar memiliki suara yang lantang dan wibawa yang tegas. Kolaborasi antarinstrktur ini memastikan setiap lini petugas upacara mendapatkan bimbingan yang detail dan menyeluruh sesuai fungsinya masing-masing. Dalam setiap sesi latihan, para instruktur selalu menyelipkan motivasi untuk menjaga kekhidmatan acara. M. Luthfi Luqman Al Mustofa sering kali mengingatkan peserta tentang pentingnya keseriusan dalam menjalankan amanah. “Upacara bukan sekadar baris-berbaris di lapangan, ini adalah bentuk penghormatan tertinggi kita kepada simbol negara dan agama. Jika kalian tidak serius dalam latihan, maka kekhidmatan upacara tidak akan pernah tercapai,” tegas Luthfi di sela-sela arahannya. Pesan ini terus diulang agar para santri benar-benar menghayati setiap detik peran yang mereka mainkan sebagai petugas di lapangan. Keseriusan ini menjadi kunci utama agar tidak terjadi kesalahan teknis saat hari pelaksanaan tiba. Suasana pelatihan semakin semarak dengan hadirnya jargon khusus yang menjadi penyemangat, yaitu “Siap, Disiplin, Bisa”. Setiap kali semangat peserta mulai menurun karena lelah, para instruktur akan meneriakkan jargon tersebut dan disambut dengan suara lantang oleh para santri. Feedback dari para peserta pun sangat positif, salah satunya disampaikan oleh perwakilan santri kelas 8. “Awalnya saya kira latihan upacara itu membosankan, ternyata seru banget karena kita diajarkan cara berwibawa dan kompak. Meskipun panas di hari Minggu kemarin, kami jadi makin semangat pas instruktur membakar motivasi kami di akhir latihan,” ujar salah satu santri dengan antusias. Interaksi yang hangat namun tegas antara mahasiswa UIN Malang dan santri ini menciptakan hubungan emosional yang baik.
HAFI DHOTUL KHOIRIYAH
Kedah — Kamis, 01 April 2026 pukul 14.35 waktu setempat. Kehadiran sembilan mahasiswa dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann dalam rangka pembukaan program internasional internship atau asistensi mengajar di Ma’had Tahfiz Sains Taufikiah, Malaysia, disambut dengan penuh kehangatan oleh pihak sekolah. Acara penyambutan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Perwakilan guru, Cikgu Farhanah, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar program ini tidak hanya menjadi ajang praktik mengajar, tetapi juga mampu mempererat hubungan silaturahmi antara kedua lembaga. Beliau juga menekankan pentingnya saling bertukar pengalaman dalam dunia pendidikan, sekaligus mengenal lebih dekat budaya serta lingkungan sekitar. Sebagai bentuk perkenalan, sembilan anggota asistensi mengajar (AM) dari pihak mahasiswa diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri secara bergiliran. Momen ini berlangsung dengan penuh antusias, sekaligus menjadi langkah awal dalam membangun kedekatan antara mahasiswa dan civitas akademika sekolah. Dalam sambutannya, perwakilan mahasiswa, Hafi Dhotul Khoiriyah, turut menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh pihak sekolah beserta para pelajar. Ia juga menyampaikan harapan agar kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat serta meninggalkan kesan positif selama program berlangsung. Kegiatan penyambutan kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan akan kelancaran program ke depan. Acara dilanjutkan dengan pemberian cinderamata dari pihak mahasiswa kepada sekolah sebagai simbol apresiasi dan kenang-kenangan atas sambutan yang diberikan. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang harmonis serta kerja sama yang berkelanjutan, sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi akademik dan sosial di lingkungan internasional
NABILATUL MINAN U.H
Dari Gugup Jadi Percaya Diri: Kisah Santri dalam Ramadhan Bahasa Tak semua santri berani bicara di depan umum. Tapi di Ramadhan ini, mereka membuktikan bahwa rasa gugup bisa berubah menjadi kepercayaan diri. Rasa gugup saat berbicara di depan umum masih menjadi tantangan bagi banyak santri. Tidak sedikit yang merasa takut salah, kurang percaya diri, hingga kesulitan menyampaikan gagasan secara runtut. Padahal, kemampuan berbicara merupakan bekal penting, baik untuk kegiatan akademik, dakwah, maupun kehidupan sosial. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang berkolaborasi dengan mahasiswa PPL Dalwa menyelenggarakan kegiatan Ramadhan Bahasa di Ma’had Darul Muttaqin MTsN 1 Pasuruan pada 23–28 Februari 2026. Sebanyak 117 santri terlibat dalam program ini. Kegiatan ini difokuskan pada pelatihan public speaking melalui materi Master of Ceremony (MC) dan pidato. Para santri tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung praktik, mulai dari teknik vokal, bahasa tubuh, hingga cara mengatasi rasa gugup saat tampil di depan umum. Suasana pelatihan berlangsung aktif dan penuh antusias. Santri yang awalnya tampak ragu perlahan mulai berani tampil. Mereka saling belajar, mencoba, dan menerima masukan dari fasilitator maupun teman sebaya. Perubahan mulai terlihat dari hari ke hari. Keberanian meningkat, cara berbicara semakin terstruktur, dan kepercayaan diri pun tumbuh. Puncak kegiatan ditandai dengan Seminar Ramadhan Bahasa yang menjadi panggung nyata bagi para santri. Dalam kegiatan ini, santri tampil sebagai MC Bahasa Inggris dan pembicara pidato dalam bahasa Arab di hadapan peserta dan pembina ma’had. Momen tersebut menjadi bukti bahwa proses latihan dan pendampingan mampu mengubah rasa takut menjadi keberanian. Suasana haru dan bangga pun terasa ketika para santri berhasil tampil dengan percaya diri. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan berbicara, tetapi juga membentuk karakter santri yang lebih berani, percaya diri, dan siap berperan di tengah masyarakat. #Pendidikan #Santri #Ramadhan #PublicSpeaking #Mahasiswa #PengabdianMasyarakat
BILQIS AZZITA ZAHNU
Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang menggelar kegiatan santunan di panti asuhan As-Sa’diyahGondang Wetan, Pasuruan, sebagai bentuk kepedulian sosial danpengabdian kepada masyarakat. Kegiatan yang berlangsungselama dua hari ini menghadirkan berbagai rangkaian aktivitasyang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat makna bagi anak-anak panti. Pada hari pertama, Sabtu 11 April 2026, kegiatan diawalidengan pembukaan yang berlangsung khidmat. Selanjutnya, mahasiswa KKM memperkenalkan diri kepada anak-anak pantidengan cara yang interaktif dan penuh kehangatan. Suasanakeakraban pun mulai terbangun sejak awal, menciptakanhubungan yang dekat antara mahasiswa dan anak-anak.Keceriaan semakin terasa saat memasuki sesi games. Berbagaipermainan seru berhasil menghadirkan tawa dan semangat anak-anak panti. Tidak hanya menjadi hiburan, kegiatan ini jugamelatih kerja sama, kekompakan, serta kepercayaan diri merekadalam berinteraksi. Kegiatan hari pertama kemudian ditutup dengan sesi melukisbersama di atas tas. Dalam aktivitas ini, anak-anak bebasmengekspresikan kreativitas mereka melalui gambar dan warna.Mahasiswa KKM turut mendampingi, sehingga tercipta suasanabelajar yang menyenangkan sekaligus penuh kebersamaan. Memasuki hari kedua, Minggu 12 April 2026, kegiatan kembalidilanjutkan dengan suasana yang tidak kalah meriah. Acaradiawali dengan ice breaking untuk membangkitkan semangat, dilanjutkan dengan adu jargon yang semakin mempereratkekompakan antara mahasiswa dan anak-anak panti.Selanjutnya, kegiatan berlanjut pada sesi reflektif melaluiprogram “Pohon Harapan”. Anak-anak panti diajak untukmenuliskan cita-cita serta pesan untuk diri mereka sendiri di masa depan. Harapan-harapan tersebut kemudian ditempelkansebagai simbol mimpi yang terus tumbuh dan harusdiperjuangkan. Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan acara santunanberupa penyerahan sejumlah uang dan pakaian kepada anak-anak panti. Momen ini berlangsung dengan penuh kehangatandan rasa syukur, menjadi wujud nyata kepedulian serta semangatberbagi dari mahasiswa KKM UIN Malang. Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan dapat memberikankebahagiaan dan pengalaman berharga bagi anak-anak panti. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untukmenumbuhkan rasa empati, kepedulian sosial, serta memahamimakna kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
MUHAMMAD FAUHAD LABIIB BINTORO
Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Wilwatikta Cendikia UIN Malang melaksanakan rangkaian kegiatan sosial di Panti Asuhan As-Sa’diyah, Gondang Wetan, Pasuruan, pada Sabtu (11/04/2026) hingga Minggu (12/04/2026). Kegiatan ini difokuskan pada pengembangan kreativitas dan pemberian santunan bagi anak-anak panti. Dengan mengusung semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, para mahasiswa berupaya menghadirkan suasana hangat dan menyenangkan selama dua hari kegiatan berlangsung. Tidak hanya sekadar berbagi bantuan materi, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi yang mempererat hubungan emosional antara mahasiswa dan anak-anak panti. Hari Pertama, interaksi dan Kreativitas Agenda dimulai dengan sesi perkenalan interaktif dan permainan kelompok guna membangun kedekatan antara mahasiswa dan anak-anak panti. Hari pertama ditutup dengan aktivitas melukis di atas tas, di mana anak-anak panti bebas mengekspresikan kreativitas melalui media gambar dan warna dengan pendampingan mahasiswa. Hari Kedua, Motivasi dan Donasi Pada Minggu (12/04/2026), kegiatan dilanjutkan dengan sesi ice breaking dan adu jargon untuk meningkatkan kekompakan. Mahasiswa juga menghadirkan program “Pohon Harapan”, sebuah sesi reflektif di mana anak-anak menuliskan cita-cita pada kertas dan menempelkannya di media yang telah disediakan sebagai simbol motivasi masa depan. Acara tersebut ditutup dengan penyerahan donasi uang dan pakaian kepada anak-anak panti. Momen penuh kehangatan dan penuh rasa syukur ini menjadi wujud nyata dari semangat berbagi dan kepedulian para mahasiswa KKM UIN Malang. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap dapat menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak sekaligus mengasah empati dan kepedulian sosial mereka dalam bermasyarakat.
HAMDA MAZIDAH
Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang menggelar kegiatan santunan di panti asuhan As-Sa’diyah Gondang Wetan, Pasuruan, sebagai bentuk kepedulian sosial dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan berbagai rangkaian aktivitas yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat makna bagi anak-anak panti. Pada hari pertama, Sabtu 11 April 2026, kegiatan diawali dengan pembukaan yang berlangsung khidmat. Selanjutnya, mahasiswa KKM memperkenalkan diri kepada anak-anak panti dengan cara yang interaktif dan penuh kehangatan. Suasana keakraban pun mulai terbangun sejak awal, menciptakan hubungan yang dekat antara mahasiswa dan anak-anak. Keceriaan semakin terasa saat memasuki sesi games. Berbagai permainan seru berhasil menghadirkan tawa dan semangat anak-anak panti. Tidak hanya menjadi hiburan, kegiatan ini juga melatih kerja sama, kekompakan, serta kepercayaan diri mereka dalam berinteraksi. Kegiatan hari pertama kemudian ditutup dengan sesi melukis bersama di atas tas. Dalam aktivitas ini, anak-anak bebas mengekspresikan kreativitas mereka melalui gambar dan warna. Mahasiswa KKM turut mendampingi, sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan sekaligus penuh kebersamaan. Memasuki hari kedua, Minggu 12 April 2026, kegiatan kembali dilanjutkan dengan suasana yang tidak kalah meriah. Acara diawali dengan ice breaking untuk membangkitkan semangat, dilanjutkan dengan adu jargon yang semakin mempererat kekompakan antara mahasiswa dan anak-anak panti. Selanjutnya, kegiatan berlanjut pada sesi reflektif melalui program “Pohon Harapan”. Anak-anak panti diajak untuk menuliskan cita-cita serta pesan untuk diri mereka sendiri di masa depan. Harapan-harapan tersebut kemudian ditempelkan sebagai simbol mimpi yang terus tumbuh dan harus diperjuangkan. Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan acara santunan berupa penyerahan sejumlah uang dan pakaian kepada anak-anak panti. Momen ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan rasa syukur, menjadi wujud nyata kepedulian serta semangat berbagi dari mahasiswa KKM UIN Malang. Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan kebahagiaan dan pengalaman berharga bagi anak-anak panti. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menumbuhkan rasa empati, kepedulian sosial, serta memahami makna kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.