Thumbnail
1 week ago
Satu Pagi Penuh Tawa dengan Kegiatan KKM “Play Together, Laugh Together!” Disambut Meriah

DWI NURHAYATI

Kedah — Dalam rangka pelaksanaan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), sembilan mahasiswa dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan bertema “Play Together, Laugh Together!” yang berlangsung di Ma’had Tahfiz Sains Taufikiah Khairiah Al-Halimiah, Malaysia. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari libur sekolah, Jumat, 10 April 2026 pukul 08.00 waktu setempat, dan diikuti oleh para santri putri Ma’had dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan. Acara diawali dengan kegiatan senam rutin bersama yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani sekaligus menciptakan suasana yang menyenangkan. Para santri tampak bersemangat mengikuti setiap gerakan yang dipandu oleh mahasiswa, sehingga suasana pagi hari terasa lebih segar dan penuh energi. Setelah sesi senam, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai permainan estafet yang dikemas secara menarik dan interaktif. Terdapat empat jenis permainan yang dilaksanakan, yaitu pen to pen, senam muka, estafet sarung, dan estafet botol. Setiap permainan dirancang untuk melatih kerja sama tim, konsentrasi, serta membangun keceriaan di antara para peserta.   Keceriaan tampak jelas dari raut wajah para santri yang mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Gelak tawa dan sorak sorai menghiasi jalannya acara, mencerminkan tingginya antusiasme serta keterlibatan aktif para peserta dalam setiap permainan yang dilaksanakan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berupaya memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi para santri, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebersamaan, kerja sama, serta pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik. Diharapkan, program “Play Together, Laugh Together!” ini dapat memberikan kesan positif dan menjadi salah satu pengalaman berharga bagi para santri, sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa KKM dengan santri Ma’had Tahfiz Sains Taufikiah Khairiah Al-Halimiah.

Thumbnail
1 week ago
Satu Pagi Penuh Tawa dengan Kegiatan KKM “Play Together, Laugh Together!” Disambut Meriah

DITA AULIA FIRDAUS

Dalam rangka pelaksanaan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), sembilan mahasiswa dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan bertema “Play Together, Laugh Together!” yang berlangsung di Ma’had Tahfiz Sains Taufikiah Khairiah Al-Halimiah, Malaysia. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari libur sekolah, Jumat, 10 April 2026 pukul 08.00 waktu setempat, dan diikuti oleh para santri putri Ma’had dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan. Acara diawali dengan kegiatan senam rutin bersama yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani sekaligus menciptakan suasana yang menyenangkan. Para santri tampak bersemangat mengikuti setiap gerakan yang dipandu oleh mahasiswa, sehingga suasana pagi hari terasa lebih segar dan penuh energi. Setelah sesi senam, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai permainan estafet yang dikemas secara menarik dan interaktif. Terdapat empat jenis permainan yang dilaksanakan, yaitu pen to pen, senam muka, estafet sarung, dan estafet botol. Setiap permainan dirancang untuk melatih kerja sama tim, konsentrasi, serta membangun keceriaan di antara para peserta. Keceriaan tampak jelas dari raut wajah para santri yang mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Gelak tawa dan sorak sorai menghiasi jalannya acara, mencerminkan tingginya antusiasme serta keterlibatan aktif para peserta dalam setiap permainan yang dilaksanakan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berupaya memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi para santri, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebersamaan, kerja sama, serta pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik. Diharapkan, program “Play Together, Laugh Together!” ini dapat memberikan kesan positif dan menjadi salah satu pengalaman berharga bagi para santri, sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa KKM dengan santri Ma’had Tahfiz Sains Taufikiah Khairiah Al-Halimiah.

Thumbnail
1 week ago
Satu Pagi Penuh Tawa: Kegiatan KKM “Play Together, Laugh Together!” Disambut Meriah

AGHNI FIRSTA OCTAVIO

Kedah — Dalam rangka pelaksanaan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), sembilan mahasiswa dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan bertema “Play Together, Laugh Together!” yang berlangsung di Ma'had Tahfiz Sains Taufikiah Khairiah Al-Halimiah, Malaysia. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari libur sekolah, Jumat, 10 April 2026 pukul 08.00 waktu setempat, dan diikuti oleh para santri putri Ma’had dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan. Acara diawali dengan kegiatan senam rutin bersama yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani sekaligus menciptakan suasana yang menyenangkan. Para santri tampak bersemangat mengikuti setiap gerakan yang dipandu oleh mahasiswa, sehingga suasana pagi hari terasa lebih segar dan penuh energi. Setelah sesi senam, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai permainan estafet yang dikemas secara menarik dan interaktif. Terdapat empat jenis permainan yang dilaksanakan, yaitu pen to pen, senam muka, estafet sarung, dan estafet botol. Setiap permainan dirancang untuk melatih kerja sama tim, konsentrasi, serta membangun keceriaan di antara para peserta. Keceriaan tampak jelas dari raut wajah para santri yang mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Gelak tawa dan sorak sorai menghiasi jalannya acara, mencerminkan tingginya antusiasme serta keterlibatan aktif para peserta dalam setiap permainan yang dilaksanakan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berupaya memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi para santri, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebersamaan, kerja sama, serta pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik. Diharapkan, program “Play Together, Laugh Together!” ini dapat memberikan kesan positif dan menjadi salah satu pengalaman berharga bagi para santri, sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa KKM dengan santri Ma'had Tahfiz Sains Taufikiah Khairiah Al-Halimiah.

Thumbnail
1 week ago
Mahasiswa KKM Tunas Aksara Mengajar di TPQ Baitul Aziz Desa Pucangsimo Kabupaten Jombang, Tanamkan Nilai Al-Quran Sejak Dini

RENI FADHILAH

  Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melaksanakan berbagai program yang bermanfaat, salah satunya adalah kegiatan mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Baitul Aziz yang berlokasi di Desa Pucangsimo. Program ini dimulai pada tanggal 22 Januari 2026 dan berakhir pada 08 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat serta menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, khususnya kepada anak-anak sejak usia dini. Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri dapat memahami pentingnya belajar Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan kegiatan mengajar dilakukan secara rutin setiap hari Selasa dan Rabu, mulai pukul 15.00 hingga 16.30 WIB. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN berperan sebagai pengajar yang membantu proses pembelajaran membaca Al-Qur’an sesuai dengan jilid masing-masing santri. Peserta kegiatan ini adalah para santri TPQ Baitul Aziz yang terdiri dari berbagai jenjang, mulai dari kelas Raudhatul Athfal (RA) hingga Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI). Dengan perbedaan tingkat kemampuan tersebut, pembelajaran disesuaikan agar setiap santri dapat belajar dengan optimal sesuai tahapannya. Selain kegiatan mengajar, mahasiswa KKN juga turut berkontribusi dalam kegiatan Pondok Ramadan yang diselenggarakan pada tanggal 10 Maret 2026, mulai pukul 15.00 hingga 21.00 WIB. Kegiatan ini meliputi khataman Juz 30, berbuka puasa bersama, pelaksanaan salat Maghrib berjamaah, serta diakhiri dengan salat Isya dan tarawih berjamaah. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam meningkatkan kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di lingkungan TPQ. Selama kegiatan berlangsung, para santri menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif mengikuti pembelajaran, membaca Al-Qur’an, serta berinteraksi dengan para mahasiswa. Selain mengajarkan bacaan Al-Qur’an, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat belajar, membangun kedekatan, serta menanamkan nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari. Melalui program ini, diharapkan para santri tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga dapat mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi perkembangan pendidikan keagamaan di Desa Pucangsimo serta mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dan masyarakat setempat.  

Thumbnail
1 week ago
Program SATRIA: Tingkatkan Profesionalitas Santri SMPIQu Al-Bahjah Melalui Pelatihan Petugas Upacara Bendera Merah Putih

RIZAL RAFID ARIQOH

Penulis: Muhammad Luthfi Luqman Al Mustofa Kelompok Asistensi Mengajar (AM) & KKM El-Mutamayyiz UIN Malang CIREBON – Disiplin merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter santri, terutama dalam menjalankan tugas kenegaraan di lingkungan pesantren. Guna mewujudkan hal tersebut, mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) dan KKM El-Mutamayyiz UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar program pelatihan bertajuk SATRIA (Santri Terampil Upacara). Kegiatan ini dilaksanakan secara intensif di SMPIQu Al-Bahjah Pusat Cirebon pada tanggal 22, 24, dan 26 April 2026. Sebanyak 17 santri terpilih dari kelas 8 putra mengikuti pelatihan ini dengan penuh dedikasi dan konsentrasi tinggi. Fokus utama dari program ini adalah untuk mencetak petugas upacara yang memiliki standar profesionalisme dan jiwa kepemimpinan yang kuat. Mengusung tema “The Art of Discipline: How to be a Great Ceremonial Officer”, pelatihan ini tidak hanya mengajarkan teknik baris-berbaris semata. Para instruktur menekankan bahwa menjadi petugas upacara adalah sebuah seni mengolah kedisiplinan dan rasa tanggung jawab di hadapan publik. Melalui tema ini, peserta diajak untuk memahami bahwa setiap gerakan dan ucapan dalam upacara memiliki makna penghormatan yang mendalam. Mahasiswa El-Mutamayyiz ingin mengubah persepsi bahwa upacara hanyalah rutinitas mingguan, melainkan sebuah amanah besar yang harus dijalankan dengan khidmat. Oleh karena itu, aspek mentalitas menjadi poin pertama yang dibenahi sebelum memasuki teknis lapangan yang lebih kompleks. Proses pelatihan dirancang dengan jadwal yang cukup menantang guna menguji ketahanan fisik dan mental para santri. Pada hari Rabu (22/4) dan Jumat (24/4), latihan dilaksanakan pada malam hari dengan fokus pada sinkronisasi gerakan dan pembacaan teks. Sementara itu, pada hari Ahad (26/4), simulasi penuh dilakukan mulai pagi hingga siang hari di bawah terik matahari yang cukup menyengat. Menariknya, cuaca panas tidak menyurutkan semangat 17 santri tersebut untuk terus mengulang formasi hingga sempurna. Semangat yang “mencengangkan” ini menjadi bukti bahwa para santri memiliki keinginan kuat untuk memberikan yang terbaik bagi sekolah mereka. Tim instruktur dalam program SATRIA ini diisi oleh mahasiswa yang memiliki kompetensi khusus di bidang protokoler dan petugas upacara. M. Luthfi Luqman Al Mustofa bertindak sebagai instruktur untuk bagian Protokoler, Pembaca Pembukaan UUD 1945, Janji Santri, serta Doa. Sementara itu, Ryan Eka Putra dan Rizal Rafid Ariqoh bertanggung jawab melatih tim Pengibar Bendera serta pembawa teks Pancasila agar tampil sinkron. Di sisi lain, Muhammad Rifqi Annafi’ fokus menggembleng calon Pemimpin Upacara agar memiliki suara yang lantang dan wibawa yang tegas. Kolaborasi antarinstrktur ini memastikan setiap lini petugas upacara mendapatkan bimbingan yang detail dan menyeluruh sesuai fungsinya masing-masing. Dalam setiap sesi latihan, para instruktur selalu menyelipkan motivasi untuk menjaga kekhidmatan acara. M. Luthfi Luqman Al Mustofa sering kali mengingatkan peserta tentang pentingnya keseriusan dalam menjalankan amanah. “Upacara bukan sekadar baris-berbaris di lapangan, ini adalah bentuk penghormatan tertinggi kita kepada simbol negara dan agama. Jika kalian tidak serius dalam latihan, maka kekhidmatan upacara tidak akan pernah tercapai,” tegas Luthfi di sela-sela arahannya. Pesan ini terus diulang agar para santri benar-benar menghayati setiap detik peran yang mereka mainkan sebagai petugas di lapangan. Keseriusan ini menjadi kunci utama agar tidak terjadi kesalahan teknis saat hari pelaksanaan tiba. Suasana pelatihan semakin semarak dengan hadirnya jargon khusus yang menjadi penyemangat, yaitu “Siap, Disiplin, Bisa”. Setiap kali semangat peserta mulai menurun karena lelah, para instruktur akan meneriakkan jargon tersebut dan disambut dengan suara lantang oleh para santri. Feedback dari para peserta pun sangat positif, salah satunya disampaikan oleh perwakilan santri kelas 8. “Awalnya saya kira latihan upacara itu membosankan, ternyata seru banget karena kita diajarkan cara berwibawa dan kompak. Meskipun panas di hari Minggu kemarin, kami jadi makin semangat pas instruktur membakar motivasi kami di akhir latihan,” ujar salah satu santri dengan antusias. Interaksi yang hangat namun tegas antara mahasiswa UIN Malang dan santri ini menciptakan hubungan emosional yang baik. Puncak dari seluruh rangkaian pelatihan ini terbukti pada pelaksanaan upacara bendera hari Senin, 27 April 2026. Seluruh petugas upacara yang telah dilatih mampu menjalankan tugasnya dengan sangat profesional dan sesuai dengan standar protokol yang berlaku. Suasana upacara di SMPIQu Al-Bahjah Pusat Cirebon berlangsung begitu khidmat, di mana setiap gerakan pengibar bendera tampak sangat presisi. Pemimpin upacara pun mampu mengomando barisan dengan tegas, membuat seluruh peserta upacara mengikuti jalannya acara dengan tertib. Keberhasilan ini menjadi buah manis dari kerja keras dan latihan intensif yang telah dilakukan selama beberapa hari sebelumnya. Kesuksesan program SATRIA diharapkan dapat menjadi standar baru bagi pelaksanaan upacara-upacara berikutnya di lingkungan Al-Bahjah. Mahasiswa El-Mutamayyiz UIN Malang berharap nilai-nilai disiplin yang didapat selama pelatihan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari para santri. Menjadi petugas upacara adalah langkah awal untuk belajar menjadi pemimpin yang disiplin dan siap melayani dengan hati. Dengan berakhirnya program ini, diharapkan muncul bibit-bibit baru yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki integritas tinggi. Pendidikan karakter melalui jalur formal seperti upacara bendera tetap menjadi metode yang sangat efektif untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan kedisiplinan sejak dini.  

Thumbnail
1 week ago
Seminar Motivasi "Man Jadda Wajada" KKM UIN Malang Ajak 20 Pemuda GenZ Taklukkan "Timeline Artifisial"

MUFLIHA

MALANG - Dalam upaya memperkuat resiliensi dan kepercayaan diri generasi muda di tengah distraksi algoritma digital, telah sukses diselenggarakan seminar motivasi eksklusif bertajuk "Muda Membara". Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum'at, 24 April 2026 di Gondanglegi, Malang, dengan menghadirkan M. Abdurrozzaq Naufal sebagai pemateri utama di hadapan 20 pemuda terpilih dari kalangan Gen Z. Berbeda dengan kegiatan formal institusi pada umumnya, seminar ini dirancang sebagai ruang diskusi intensif untuk menjawab keresahan spesifik yang dihadapi generasi yang lahir di era transisi teknologi, mulai dari beban mental akibat ekspektasi instan hingga kelumpuhan keputusan (decision paralysis).               Sinergi Formula S-O-C-I-A-L dalam Membangun Narasi     Dalam sesi pertama, M. Abdurrozzaq Naufal membedah strategi komunikasi publik menggunakan formula S-O-C-I-A-L. Teknik ini diawali dengan elemen Story (cerita pribadi) untuk membangun jembatan emosional, disusul dengan Observation mengenai fenomena pembelian barang karena rasa takut ketinggalan tren atau FOMO (Fear of Missing Out). `Abdurrozzaq menjelaskan melalui elemen Insight bahwa perilaku manusia seringkali dipengaruhi oleh narasi yang diciptakan oleh brand digital. Pendekatan ini bertujuan agar para pemuda tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi mampu menjadi komunikator yang kritis dan memiliki nilai tawar unik di depan publik.   The 2026 Flex: Membedah Mantra "Man Jadda Wajada"   Memasuki agenda inti, seminar membahas paradigma "The 2026 Flex", sebuah gagasan yang menantang pandangan konvensional bahwa pemuda hanya bisa memilih satu antara prestasi akademik atau non-akademik. Naufal menekankan bahwa sukses di masa depan adalah tentang kemampuan untuk menyeimbangkan keduanya dengan gaya yang otentik. Dengan mengusung mantra "Man Jadda Wajada" (Siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil), para peserta diajak untuk membangun growth mindset. "Jangan biarkan dirimu merasa gagal hanya karena tidak mampu mengikuti garis waktu artifisial yang diciptakan oleh algoritma layar," pesan Abdurrozzaq dalam sesinya. Faktor keberhasilan seperti Grit (kegigihan) dan spiritualitas menjadi poin krusial yang ditekankan untuk membakar semangat para peserta.    Optimalisasi Karya dan Harapan Kedepan   Selain penguatan mental, seminar ini juga memberikan pembekalan teknis mengenai strategi kesuksesan meraih cita-cita yang dipadukan dengan semangat juang dari Gen Z, mulai dari bagaimana mengfilter pergaualan yang positif hingga bagaimana menanamkan mantra "Man Jadda Wajada" sebagai semangat juang. Hal ini penting agar keresahan yang dimiliki para pemuda dapat bertransformasi menjadi semangat meraih cita-cita yang membara.   Melalui kegiatan yang berlangsung hangat dan interaktif ini, diharapkan ke-20 pemuda tersebut dapat kembali ke lingkungannya dengan kepercayaan diri yang baru. Dengan semangat "Muda Membara", diharapkan muncul pionir-pionir muda yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki karakter dan ketangguhan mental yang kokoh dalam meraih cita-cita. Dan sebagai pesan akhir yang disampaikan oleh `Abdurrozzaq adalah                                   "MIMPIMU TIDAK PUNYA BATAS, JADI JANGAN BUAT BATASANMU SENDIRI".