Thumbnail
2 months ago
“Saat Tangis Tak Lagi Bisa Ditahan dan Pelukan Enggan Melepaskan, Waktu Meminta Kami Pulang Namun Hati Kami Tertinggal Selamanya”

ADIFA FIRDA SELFIANA

Ada tempat yang awalnya terasa asing, lalu perlahan berubah menjadi rumah. Bagi kami, 12 orang mahasiswa KKM, tempat itu adalah Dusun Gumul, Desa Sukomulyo, Kecamatan Pujon. Perjalanan ini tidak dimulai dengan kemeriahan. Ia dimulai dengan langkah ragu, doa-doa kecil, dan harapan besar. Hari pertama kami datang, disambut dengan hangat oleh para guru dan siswa di SDN 4 Sukomulyo. Senyum mereka menghapus canggung, tawa mereka meruntuhkan jarak. Sejak saat itu, hari-hari kami tak lagi sama. Setiap pagi menjadi rutinitas yang tak pernah membosankan. Mengajar, bercengkerama, mendengar cerita polos anak-anak, melihat semangat mereka belajar—semuanya sederhana, tetapi begitu bermakna. Kami belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu tentang hal besar; kadang ia hadir dalam sapaan kecil dan pelukan tulus. Namun, di balik hari-hari indah itu, ada proses panjang yang mengiringi acara perpisahan kami. Tidak ada yang instan. Kami menyiapkan semuanya dengan penuh kesungguhan. Latihan tari yang diulang berkali-kali hingga lelah terasa biasa. Bernyanyi bersama meski suara kadang tak seirama. Membuat poster dengan penuh kreativitas dan tawa. Semua kami siapkan bukan hanya untuk sebuah acara, tetapi untuk sebuah kenangan. Dan tibalah hari itu. Hari perpisahan yang sejak awal kami hindari dalam pikiran, akhirnya berdiri nyata di depan mata. Lapangan SDN 4 Sukomulyo menjadi saksi bagaimana 12 hati mencoba terlihat kuat. Kata demi kata terucap, meski suara bergetar. Lantunan lagu perpisahan mengalun pelan, seolah memahami apa yang tidak mampu kami ucapkan. Tangis itu pecah. Kami teringat hari pertama datang. Teringat wajah-wajah kecil yang kini begitu akrab. Teringat kebiasaan setiap pagi, panggilan “Kak” yang sederhana namun menghangatkan jiwa. Semua kenangan berputar begitu cepat, seakan waktu ingin memperlihatkan betapa berharganya setiap detik yang telah kami lalui. Perpisahan ini bukan tentang selesai. Ia tentang jejak. Jejak langkah kecil kami di Dusun Gumul. Jejak tawa kami di kelas-kelas SDN 4 Sukomulyo. Jejak kenangan yang tak akan pernah terhapus. Kami mungkin akan kembali menjadi mahasiswa dengan rutinitas kampus. Anak-anak akan kembali ke bangku kelas tanpa kehadiran kami. Namun satu hal yang kami yakini, kenangan ini tidak akan pernah benar-benar pergi. Ia akan tinggal, dalam doa, dalam cerita, dalam hati masing-masing. Terima kasih Dusun Gumul. Terima kasih Desa Sukomulyo. Terima kasih SDN 4 Sukomulyo, para guru, dan anak-anak hebat yang telah menerima kami seperti keluarga. Dari 12 hati yang pernah belajar mencintai tempat ini, kami pamit bukan untuk melupakan, tetapi untuk menyimpan. Sampai jumpa dalam doa dan kenangan. 

Thumbnail
2 months ago
Pembukaan KKM 28 Laskara Di SDN 2 Poncokusumo

AGUNG PUTRO RAHARJO

*Kelompok KKM 28 Laskara Desa Poncokusumo Memulai Kegiatan Mengajar di SDN 02 Poncokusumo*   Pagi itu halaman SD Negeri 2 Poncokusumo tampak lebih ramai dari biasanya. Beberapa mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) datang dengan senyum dan sapaan hangat, menandai dimulainya kegiatan mengajar yang akan mereka jalani selama masa pengabdian di Desa Poncokusumo. Kehadiran mereka disambut antusias oleh siswa-siswi yang tampak penasaran dan penuh semangat.   Pembukaan kegiatan mengajar ini menjadi salah satu langkah kolaborasi antara mahasiswa KKM dan pihak sekolah dalam mendukung proses belajar anak-anak. Tanpa upacara yang kaku, kegiatan dimulai dengan perkenalan sederhana di kelas, canda ringan, dan interaksi hangat yang perlahan mencairkan suasana. Anak-anak pun mulai merasa dekat dan nyaman dengan kakak-kakak mahasiswa yang hadir di tengah mereka.   Melalui kegiatan mengajar ini, mahasiswa KKM tidak hanya membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan. Metode pembelajaran kreatif, permainan edukatif, serta pendampingan langsung menjadi cara untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan minat belajar siswa.   Bagi pihak sekolah, kehadiran mahasiswa KKM menjadi energi baru di lingkungan belajar. Guru-guru menyampaikan harapan agar kolaborasi ini dapat membantu siswa lebih berani bertanya, aktif berdiskusi, dan menikmati proses belajar di kelas. Sementara itu, bagi mahasiswa, kesempatan mengajar di SD ini menjadi ruang belajar yang berharga tentang kesabaran, empati, dan makna pengabdian yang sesungguhnya.   Dengan dimulainya kegiatan mengajar di SD Negeri 2 Poncokusumo, mahasiswa KKM berharap dapat meninggalkan jejak kecil yang bermakna bukan hanya dalam bentuk materi pelajaran, tetapi juga semangat belajar dan kenangan baik bagi anak-anak. Selama beberapa pekan ke depan, ruang-ruang kelas akan menjadi saksi tumbuhnya kebersamaan antara mahasiswa, guru, dan siswa dalam perjalanan belajar yang sederhana namun penuh arti.

Thumbnail
2 months ago
KKM Artha Mandala Gelar Sosialisasi Stop Bullying di SDN 1 Sidodadi

MUHAMMAD ZIDAN QURBILLAH

SIDODADI, LAWANG- KKM ARTHA MANDALA UIN Malang telah melaksanakan kegiatan sosialisasi "Stop Bullying: yang dilaksanakan di SDN 1 Sidodadi pada Selasa, 20 Januari 2026. Acara berlangsung di ruangg aula sekolah dengan suasana hangat, interaktif, dan penuh refleksi emosional. Kegiatan ini diikuti oleh siswa - siswi kelas 4 dan 5 yang tampak antusias sejak awal hingga akhir rangkaian acara. Acara ini dimulai pukul 07.15 WIB dan dipandu oleh MC Kak Sinta Dhea Agustina. Acara diawali dengan pembukaan penuh semangat yang mengajak seluruh siswa untuk berjanji menciptakan suasana sekolah yang nyaman dan saling merangkul. Meskipun kegiatan bersifat nonformal dan tidak diawali sambutan resmi dari kepala sekolah maupun guru, acara tetap berjalan tertib, terstruktur, dan kondusif berkat koordinasi tim pelaksana KKM. Hadir sebagai pembicara utama, Kak Adiza Hafsoh Rahmani memaparkan materi edukatif mengenai jenis-jenis perundungan serta dampak psikologis yang ditimbulkan. Kak Adiza menekankan bahwa keberanian untuk melapor dan rasa empati adalah kunci utama memutus rantai bullying. Suasana yang tadinya penuh tawa berubah menjadi reflektif saat memasuki sesi "Surat dari Hati". Dalam sesi ini, para siswa diminta menuliskan surat berisi perasaan senang dan sedih mereka selama di sekolah, serta surat khusus yang ditujukan untuk orang tua mereka sebagai bentuk curahan hati yang jujur. Keheningan semakin terasa menyentuh saat Kak Meisya Fristy Putri Octava membacakan renungan di tengah-tengah peserta. Narasi yang dibawakan Kak Meisya berhasil membawa para siswa pada momen renungan mendalam tentang pentingnya menjaga perasaan orang lain. Renungan tersebut menekankan nilai kasih sayang, empati, dan pentingnya saling menghormati antar sesama. Beberapa siswa terlihat terharu hingga menangis, menandakan pesan yang disampaikan berhasil menyentuh perasaan mereka. Acara ditutup dengan rangkaian penutupan singkat dilanjutkan sesi foto bersama sebagai dokumentasi, serta pembuatan konten edukatif bertema anti- bulyying yang melibatkan partisipasi siswa guna menyebarkan pesan positif ke masyarakat luas. Melalaui sosialisasi ini, KKM Artha Mandala berharap kepada semua masyarakat terutama di SDN 1 Sidodadi semakin menguat sekolah ramah anak yang bebas dari  intimidasi, perundungan, dan kekerasan verbal maupun no-nverbal, serta mampu menumbuhkan budaya saling menghormati sejak dini.

Thumbnail
2 months ago
Merawat Kebugaran, Merajut Kebersamaan: Optimalisasi Program Senam Sehat dalam Meningkatkan Partisipasi dan Kesadaran Kesehatan Masyarakat Dusun Premban

NABILAH ILMIATUS SHALIHAH

https://kkm-77-sahakarya.blogspot.com/ Program kerja Senam Sehat merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh Kelompok KKM 77 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Dusun Premban, Desa Sumberkradenan. Kegiatan ini diselenggarakan secara rutin setiap dua minggu sekali, yaitu pada tanggal 11 Januari 2026 dan 24 Januari 2026, dengan tujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani sekaligus mempererat hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat. Kegiatan senam dimulai pukul 08.00 WIB dan bertempat di Lapangan SDN Sumberkradenan dan lahan kosong milik warga setempat yang strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat. Peserta kegiatan terdiri dari warga Dusun Premban, ibu-ibu PKK khususnya RT 03, serta seluruh mahasiswa KKM 77 yang turut berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan program. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM 77 bertanggung jawab dalam koordinasi kegiatan, mulai dari persiapan alat pengeras suara, pemilihan dan pemutaran musik, hingga penyusunan variasi gerakan senam yang energik dan menyenangkan. Kegiatan berlangsung kurang lebih selama satu jam dengan suasana yang penuh semangat dan antusiasme dari para peserta. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan jasmani masyarakat, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat, serta meningkatkan partisipasi aktif warga dalam kegiatan positif di lingkungan dusun. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa KKM 77 dan masyarakat setempat. Adapun faktor pendukung dalam pelaksanaan program ini antara lain tingginya antusiasme warga, dukungan dari perangkat desa serta RT/RW setempat, lokasi kegiatan yang mudah dijangkau, serta tersedianya instruktur dan media pendukung senam. Sementara itu, faktor penghambat yang ditemui adalah adanya beberapa warga yang belum dapat mengikuti kegiatan karena kesibukan pribadi. Secara keseluruhan, program Senam Sehat ini berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesadaran kesehatan serta kebersamaan masyarakat Dusun Premban.

Thumbnail
2 months ago
Mahasiswa KKM 77 Sahakarya UIN Malang Ajak Warga Dusun Premban Desa Sumberkradenan Hidup Sehat Lewat Senam Pagi

HIDAYATUL MUALIFAH

Mahasiswa KKM 77 Sahakarya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan senam pagi bersama warga Dusun Premban, Desa Sumberkradenan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempererat hubungan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat. Masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, sangat mengapresiasi kegiatan ini, yang diadakan di Lapangan Dusun Premban. Kegiatan senam pagi dimulai dengan gerakan pemanasan yang bertujuan untuk mempersiapkan tubuh untuk latihan berikutnya. Gerakan ini dilakukan secara bertahap dan ringan, dipandu oleh mahasiswa KKM 77 Sahakarya dengan musik yang ceria, yang menciptakan suasana yang hangat dan penuh semangat. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan senam inti. Pada sesi ini, gerakan senam dilakukan dengan intensitas yang lebih tinggi untuk meningkatkan kebugaran, meningkatkan stamina, dan meningkatkan peredaran darah. Orang-orang di lapangan terlihat aktif mengikuti setiap gerakan dengan penuh antusias dan berkolaborasi. Senam dilanjutkan dengan senam penguin untuk membuatnya lebih seru. Dengan gerakan yang sederhana dan lucu, warga dan mahasiswa KKM 77 Sahakarya dapat menjadi lebih santai, tertawa, dan lebih dekat satu sama lain. Setelah seluruh rangkaian senam hampir selesai, gerakan pendinginan dilakukan untuk mengakhiri kegiatan senam. Ini dilakukan untuk membuat tubuh lebih rileks dan mengurangi risiko pegal setelah berolahraga. Sebagai penutup, dilaksanakan dokumentasi bersama antara warga dan mahasiswa KKM 77 Sahakarya UIN Malang yang mengikuti senam di Lapangan Dusun Premban. Momen ini menjadi simbol kebersamaan dan kekompakan, sekaligus kenang-kenangan dari kegiatan yang penuh manfaat dan keceriaan. Melalui kegiatan ini mahasiswa KKM 77 Sahakarya berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Dusun Premban Desa Sumberkradenan melalui senam pagi ini, terutama dengan menumbuhkan semangat hidup sehat dan mempererat hubungan sosial antara mahasiswa dan warga setempat .

Thumbnail
2 months ago
KKM FAKULTATIF 255 FAKULTAS PSIKOLOGI UIN MALANG

MUHAMMAD REYHAN DZAKWAN

JOMBANG – Kelompok KKM AKSARA 255 Unggulan Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan wawancara dengan lima pembina santri putra di Pondok Pesantren Tebuireng Putra, Kabupaten Jombang, sebagai bagian dari tahapan pemetaan permasalahan santri dalam rangka pelaksanaan program pendampingan dan konseling