Thumbnail
2 months ago
Tanamkan Pola Asuh Sehat Sejak Dini, Mahasiswa KKM Uin Malang Gelar Seminar Parenting Bagi Warga Bantaran

SHILVAN DZIKRI AL ADZKIYA`

Mahasiawa KKM Kelompok 124 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan seminar parenting bersama warga bantaran di Masjid Tawakkal, Jalan Bantaran, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat setempat yang datang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pola asuh anak yang tepat dan berkelanjutan. Dalam seminar tersebut, Dr. Hj. Rofiqah, M.Pd., C.Ht., dosen UIN Malang, menyampaikan materi secara rinci tentang pola asuh anak dari perspektif umum. Ia menjelaskan bahwa pola asuh tidak hanya berpengaruh pada perilaku anak di masa kini, tetapi juga sangat menentukan karakter dan kepribadian anak di masa depan. “Pola asuh yang diberikan orang tua sejak dini akan membentuk cara berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan ketika anak dewasa nanti,” jelasnya. Lebih lanjut, Dr. Rofiqah menekankan pentingnya komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak. Menurutnya, orang tua perlu hadir secara emosional dan tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan fisik anak. “Anak tidak hanya butuh makan dan sekolah, tetapi juga butuh didengar dan dihargai,” ujarnya. Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak membandingkan anak satu dengan yang lain karena setiap anak memiliki potensi dan karakter yang berbeda. Seminar ini juga menghadirkan Ir. Zainal Arifin, M.M., yang membahas pola asuh anak dalam perspektif Islam. Ia menegaskan bahwa mendidik anak merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keteladanan. “Anak belajar bukan dari apa yang kita ucapkan, tetapi dari apa yang kita contohkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.  Melalui kegiatan seminar parenting ini, diharapkan para orang tua di wilayah bantaran semakin memahami pentingnya pola asuh yang tepat dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya keluarga yang harmonis, komunikatif, dan berkarakter, serta menjadi bekal bagi orang tua dalam mendidik anak secara bijak dan berkelanjutan sesuai dengan nilai-nilai keislaman.

Thumbnail
2 months ago
KKM 49 Prasena Adikara UIN Malang Sukses Gelar Sosialisasi anti Bullying di SMA Sunan Kalijogo Jabung

IMAM FATHONI

KKM 49 Prasena Adikara UIN Malang Sukses Gelar Sosialisasi Anti Bullying di SMA Sunan Kalijogo Jabung   Jabung – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 49 Prasena Adikara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Anti Bullying di SMA Sunan Kalijogo Jabung pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Perilaku Maladaptif dalam Pergaulan Remaja: Dampak Psikologis dan Konsekuensi Hukum” dan dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB di aula sekolah.   Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh kurang lebih 400 siswa dari tiga angkatan, yakni kelas X, XI, dan XII. Sejak awal kegiatan, para siswa terlihat antusias dan mengikuti rangkaian acara dengan tertib. Isu bullying dinilai sebagai topik yang relevan dengan dinamika pergaulan remaja saat ini, sehingga materi yang disampaikan mudah diterima oleh peserta.   Pemateri dalam kegiatan ini adalah Bapak Anwar Fuady, Dosen Psikologi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara sistematis mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, faktor penyebab munculnya perilaku maladaptif, dampak psikologis terhadap korban, serta konsekuensi hukum yang dapat dikenakan kepada pelaku.   Sebagai penguatan materi, pemateri juga mengajak peserta untuk melakukan refleksi diri melalui ilustrasi sederhana namun bermakna. Perumpamaan uang yang dilipat, diremas, dan diinjak, namun tetap bernilai, menjadi gambaran bahwa setiap individu memiliki harga diri dan martabat yang tidak dapat hilang hanya karena perlakuan buruk dari orang lain.   Antusiasme siswa semakin terlihat pada sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan oleh peserta, yang sebagian besar menggambarkan kasus bullying yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun pergaulan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi mampu membuka ruang diskusi yang reflektif dan kontekstual.   Selain mendapatkan respons positif dari para siswa, kegiatan ini juga memperoleh apresiasi dari para guru SMA Sunan Kalijogo Jabung. Para guru menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya sosialisasi anti bullying ini. Menurut mereka, kegiatan tersebut dinilai mampu meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak negatif bullying, baik secara psikologis maupun sosial. Sosialisasi ini juga dianggap sebagai bentuk edukasi yang efektif dalam menanamkan nilai empati, saling menghargai, serta memperkuat upaya pencegahan perilaku menyimpang di lingkungan sekolah.   Melalui kegiatan ini, KKM 49 Prasena Adikara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap sinergi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan peserta didik dapat terus terjalin dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari bullying. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembentukan karakter remaja yang sehat secara psikologis dan bertanggung jawab secara sosial.

Thumbnail
2 months ago
Sinergi KKM Mandiri 168 Eskalasi Abhipraya UIN Malang dan LAZ di Harlah ke-VIII Kampung Zakat: Gelar Wisuda Santri hingga Santunan Dhuafa

PRYANKA ADRIANI RIYANTI

Kampung Zakat Terpadu yang berada di Dusun Paceh, Desa Jambearum, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, kembali membuka agenda tahunan dalam rangka peringatan hari lahir ke-VIII Tahun 1447 H atau 2026 M. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut, mulai Jumat, 31 Januari hingga Minggu, 1 Februari 2026. Rangkaian acara mencakup wisuda santri, khataman Al-Qur'an, berbagai edukatif, hingga aksi sosial berbasis zakat, infak, dan sedekah Kegiatan harlah menjadi momentum penting bagi Kampung Zakat Terpadu untuk merefleksikan peran zakat tidak hanya sebagai instrumen ekonomi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan pendidikan dan sosial masyarakat. Selama tiga hari, suasana Dusun Paceh tampak lebih hidup dengan kehadiran santri, wali santri, tokoh agama, tokoh masyarakat, relawan zakat, serta pelajar yang terlibat dalam pendampingan kegiatan. Hari pertama kegiatan diawali dengan pembukaan resmi yang menandai dimulainya seluruh rangkaian acara. Pembukaan ini menjadi titik temu antara panitia, masyarakat, dan para santri untuk menyamakan semangat dan tujuan kegiatan. Setelah pembukaan, panitia langsung menggelar berbagai lomba yang dirancang sesuai dengan kemampuan santri dan tingkatan jilid yang tersedia di TPQ Darul Qur'an Al-Ibrahimy. Lomba mewarnai diperuntukkan bagi santri TK A sebagai sarana melatih motorik dan kreativitas. Lomba bilal, hafalan bacaan shalat, hafalan doa-doa harian, tartil dan tilawati Al-Qur'an, serta baca kitab menjadi bagian utama yang penekanan aspek penguasaan dasar-dasar keagamaan diperuntukkan bagi santri jilid 1-6 dan madin. Hari kedua, kegiatan difokuskan pada penguatan hafalan, pemahaman, dan keterampilan santri. Lomba hafalan bacaan shalat, hafalan doa-doa harian, tartil dan tilawati, serta baca kitab dilanjutkan untuk memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh peserta. Selain itu, panitia menambah variasi lomba yang bersifat edukatif dan kolaboratif. Lomba merangkai kalimat dan huruf dirancang untuk melatih kemampuan dasar literasi santri. Lomba muadzin melatih keberanian dan ketepatan dalam melafalkan adzan. Hafalan nadlom Aqidatul Awam menjadi sarana penguatan akidah melalui tradisi keilmuan pesantren. Panitia juga menggelar lomba lagu belajar atau nasyid yang bertujuan menumbuhkan minat belajar melalui media seni. Hafalan surat-surat pendek dan ayat pilihan menjadi bagian dari upaya membiasakan santri dekat dengan Al-Qur'an sejak dini. Lomba cerdas cermat menutup rangkaian hari kedua dengan suasana kompetitif yang sehat, mendorong santri untuk berpikir cepat dan tepat dalam menjawab pertanyaan seputar pengetahuan agama dan umum. Hari ketiga menjadi puncak seluruh rangkaian kegiatan. Acara diawali dengan pengajian atau majlisul ilmi yang diikuti oleh santri dan masyarakat sekitar. Pengajian ini menjadi ruang refleksi dan penguatan nilai-nilai keislaman, sekaligus pengingat bahwa proses belajar tidak berhenti pada perlombaan dan seremoni. Setelah pengajian, dilaksanakan muwadda'ah atau perpisahan dengan guru tugas dari Pondok Pesantren Sidogiri serta mahasiswa KKM 168 Eskalasi Abhipraya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun 2025--2026 yang telah mendampingi kegiatan pendidikan dan sosial di Kampung Zakat Terpadu. Prosesi kirab santri menjadi salah satu momen yang paling dinantikan. Santri berjalan menyusuri kampung zakat dengan membawa obor secara bersama-sama dengan diiringi marching band sebagai simbol perjalanan belajar yang telah mereka tempuh. Kirab ini dilanjutkan dengan prosesi wisuda santri dan khataman Al-Qur'an. Wisuda tidak dimaknai sebagai akhir proses belajar, tetapi sebagai penanda capaian dan motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba menjadi bentuk apresiasi atas usaha dan kerja keras santri selama mengikuti kegiatan. Rangkaian kegiatan harlah ditutup secara resmi oleh panitia. Penutupan ini menjadi penanda berakhirnya kegiatan, sekaligus awal dari komitmen baru untuk terus mengembangkan Kampung Zakat Terpadu sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan berjalan dengan tertib dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Harlah ke-VIII Kampung Zakat Terpadu menunjukkan bahwa pengelolaan zakat dapat berjalan seiring dengan penguatan pendidikan keagamaan. Kampung Zakat Terpadu tidak hanya berfungsi sebagai tempat pendistribusian dana zakat, tetapi juga sebagai ruang pembinaan santri dan penguatan nilai-nilai sosial. Kegiatan ini menampilkan bagaimana zakat, pendidikan, dan partisipasi masyarakat dapat saling terhubung dalam satu ekosistem yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi antara pengelola zakat, pesantren, perguruan tinggi, dan masyarakat desa Kampung Zakat Terpadu di Dusun Paceh berupaya membangun model pemberdayaan yang dilaksanakan pada kebutuhan lokal. Kegiatan harlah menjadi bukti bahwa pembangunan sumber daya manusia dapat dimulai dari desa dengan pendekatan yang sederhana, terencana, dan berbasis nilai keislaman.

Thumbnail
2 months ago
Sinergi KKM Mandiri 168 Eskalasi Abhipraya UIN Malang dan LAZ di Harlah ke-VIII Kampung Zakat: Gelar Wisuda Santri hingga Santunan Dhuafa

ROHMATUL MAHDA

Kampung Zakat Terpadu yang berada di Dusun Paceh, Desa Jambearum, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, kembali menggelar agenda tahunan dalam rangka peringatan hari lahir ke-VIII Tahun 1447 H atau 2026 M. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut, mulai Jumat, 31 Januari hingga Minggu, 1 Februari 2026. Rangkaian acara mencakup wisuda santri, khataman Al-Qur'an, berbagai perlombaan edukatif, hingga aksi sosial berbasis zakat, infak, dan sedekah. Kegiatan harlah menjadi momentum penting bagi Kampung Zakat Terpadu untuk merefleksikan peran zakat tidak hanya sebagai instrumen ekonomi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan pendidikan dan sosial masyarakat. Selama tiga hari, suasana Dusun Paceh tampak lebih hidup dengan kehadiran santri, wali santri, tokoh agama, tokoh masyarakat, relawan zakat, serta mahasiswa yang terlibat dalam pendampingan kegiatan. Hari pertama kegiatan diawali dengan pembukaan resmi yang menandai dimulainya seluruh rangkaian acara. Pembukaan ini menjadi titik temu antara panitia, masyarakat, dan para santri untuk menyamakan semangat dan tujuan kegiatan. Setelah pembukaan, panitia langsung menggelar berbagai lomba yang dirancang sesuai dengan kemampuan santri dan tingkatan jilid yang tersedia di TPQ Darul Qur'an Al-Ibrahimy. Lomba mewarnai diperuntukkan bagi santri TK A sebagai sarana melatih motorik dan kreativitas. Lomba bilal, hafalan bacaan shalat, hafalan doa-doa harian, tartil dan tilawati Al-Qur'an, serta baca kitab menjadi bagian utama yang menekankan aspek penguasaan dasar-dasar keagamaan diperuntukkan bagi santri jilid 1-6 dan madin. Pada hari pertama, kegiatan yang dilaksanakan berupa santunan dan pentasyarufan ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah) kepada masyarakat yang berhak menerima (anak yatim, lansia, dan kaum dhuafa). Penyaluran zakat, infak, dan sedekah dilakukan secara langsung dan terbuka, dengan harapan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahik serta memperkuat rasa kebersamaan antara pengelola zakat dan masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa zakat tidak berhenti pada pengumpulan dana, tetapi harus hadir secara nyata di tengah kehidupan masyarakat. Hari kedua, kegiatan difokuskan pada penguatan hafalan, pemahaman, dan keterampilan santri. Lomba hafalan bacaan shalat, hafalan doa-doa harian, tartil dan tilawati, serta baca kitab dilanjutkan untuk memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh peserta. Selain itu, panitia menambah variasi lomba yang bersifat edukatif dan kolaboratif. Lomba merangkai kalimat dan huruf dirancang untuk melatih kemampuan dasar literasi santri. Lomba muadzin melatih keberanian dan ketepatan dalam melafalkan adzan. Hafalan nadlom Aqidatul Awam menjadi sarana penguatan akidah melalui tradisi keilmuan pesantren. Panitia juga menggelar lomba lagu belajar atau nasyid yang bertujuan menumbuhkan minat belajar melalui media seni. Hafalan surat-surat pendek dan ayat pilihan menjadi bagian dari upaya membiasakan santri dekat dengan Al-Qur'an sejak dini. Lomba cerdas cermat menutup rangkaian hari kedua dengan suasana kompetitif yang sehat, mendorong santri untuk berpikir cepat dan tepat dalam menjawab pertanyaan seputar pengetahuan agama dan umum. Hari ketiga menjadi puncak seluruh rangkaian kegiatan. Acara diawali dengan pengajian atau majlisul ilmi yang diikuti oleh santri dan masyarakat sekitar. Pengajian ini menjadi ruang refleksi dan penguatan nilai-nilai keislaman, sekaligus pengingat bahwa proses belajar tidak berhenti pada perlombaan dan seremoni. Setelah pengajian, dilaksanakan muwadda'ah atau perpisahan dengan guru tugas dari Pondok Pesantren Sidogiri serta mahasiswa KKM 168 Eskalasi Abhipraya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun 2025--2026 yang telah mendampingi kegiatan pendidikan dan sosial di Kampung Zakat Terpadu. Prosesi kirab santri menjadi salah satu momen yang paling dinantikan. Santri berjalan menyusuri kampung zakat dengan membawa obor secara bersama-sama dengan diiringi marching band sebagai simbol perjalanan belajar yang telah mereka tempuh. Kirab ini dilanjutkan dengan prosesi wisuda santri dan khataman Al-Qur'an. Wisuda tidak dimaknai sebagai akhir proses belajar, tetapi sebagai penanda capaian dan motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba menjadi bentuk apresiasi atas usaha dan kerja keras santri selama mengikuti kegiatan. Rangkaian kegiatan harlah ditutup secara resmi oleh panitia. Penutupan ini menjadi penanda berakhirnya kegiatan, sekaligus awal dari komitmen baru untuk terus mengembangkan Kampung Zakat Terpadu sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan berjalan dengan tertib dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Harlah ke-VIII Kampung Zakat Terpadu menunjukkan bahwa pengelolaan zakat dapat berjalan seiring dengan penguatan pendidikan keagamaan. Kampung Zakat Terpadu tidak hanya berfungsi sebagai tempat distribusi dana zakat, tetapi juga sebagai ruang pembinaan santri dan penguatan nilai sosial. Kegiatan ini memperlihatkan bagaimana zakat, pendidikan, dan partisipasi masyarakat dapat saling terhubung dalam satu ekosistem yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi antara pengelola zakat, pesantren, perguruan tinggi, dan masyarakat desa Kampung Zakat Terpadu di Dusun Paceh berupaya membangun model pemberdayaan yang berakar pada kebutuhan lokal. Kegiatan harlah menjadi bukti bahwa pembangunan sumber daya manusia dapat dimulai dari desa dengan pendekatan yang sederhana, terencana, dan berbasis nilai keislaman.

Thumbnail
2 months ago
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk Anak Stunting

ASMAUL HUSNA

Malang — Mahasiswa KKM Kelompok 95 Arunika melaksanakan program pembagian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak-anak yang mengalami stunting di Dusun Busu, Desa Slamparejo, pada Rabu (21/01/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan gizi dan kesehatan anak di wilayah pedesaan. Program ini bermula dari inisiatif salah satu anggota kelompok KKM setelah mendengarkan cerita dari Bu Angel, istri Kepala Dusun sekaligus Kader Kesehatan Dusun Busu, mengenai kondisi beberapa anak yang mengalami stunting. Dari diskusi tersebut, mahasiswa KKM bersepakat untuk mengadakan kegiatan PMT sebagai upaya sederhana namun bermakna dalam mendukung pemenuhan gizi anak. Menu PMT yang disiapkan terdiri dari nasi, sayur capcay, ayam goreng, buah pisang, dan susu sapi. Seluruh makanan dikemas dalam kotak makan yang telah dipesan secara daring beberapa hari sebelumnya. Bu Angel mengaku terkejut dan merasa takjub melihat menu yang disajikan, karena dinilai cukup lengkap dan bergizi dibandingkan dengan menu PMT yang biasanya tersedia. “Saya benar-benar tidak menyangka menunya selengkap ini. Anak-anak pasti senang dan ini sangat membantu,” ujar Bu Angel saat melihat paket makanan yang telah siap dibagikan. Kegiatan diawali dengan belanja bahan makanan di pasar setelah waktu subuh, kemudian dilanjutkan dengan proses memasak pada pagi hari oleh mahasiswa yang telah dibagi tugas. Setelah seluruh menu selesai disiapkan, mahasiswa KKM bersama Bu Angel mendatangi rumah-rumah anak stunting yang berjumlah delapan orang di Dusun Busu untuk membagikan makanan secara langsung. Salah satu anggota KKM selaku ketua pelaksana mengungkapkan rasa haru dan kebahagiaannya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Saya merasa sangat senang bisa memberikan makanan tambahan yang sehat untuk anak-anak stunting. Rasanya terharu melihat kebahagiaan orang tua mereka, mengingat menu PMT dari desa biasanya cukup terbatas,” tuturnya. Lebih dari sekadar pembagian makanan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi tidak langsung bagi masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak. Mahasiswa KKM berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan, baik oleh pemerintah desa maupun kader kesehatan setempat, sebagai bagian dari upaya menekan angka stunting di wilayah tersebut. Program PMT ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa, kader kesehatan, dan masyarakat dapat memberikan dampak positif, meskipun dimulai dari langkah-langkah sederhana. Kepedulian kecil yang dilakukan bersama mampu menghadirkan harapan besar bagi masa depan generasi penerus desa.

Thumbnail
2 months ago
Menanam Makna dalam Pengabdian : Menyatu dan Belajar Bersama di Desa Sukarara

AHMAD ZAQQI ZIDANUL KARIM

Sukarara, Lombok Tengah, Pengabdian mahasiswa melalui Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri di Desa Sukarara menjadi ruang belajar yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga pada proses membersamai masyarakat. Berangkat dari niat mengabdi, mahasiswa justru menemukan banyak pelajaran tentang sikap, nilai kebersamaan, dan cara memaknai peran sebagai pendatang di tengah kehidupan desa. Kehangatan Warga dalam Menyambut Kedatangan Berlokasi di Dusun Lendang, Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, kehadiran mahasiswa disambut dengan keterbukaan dan kehangatan warga. Jamuan sederhana khas desa menjadi simbol penerimaan, sekaligus gambaran kuat tentang budaya memuliakan tamu yang masih terjaga. Dari awal kedatangan, interaksi yang baik penuh keramahan mengawali keberlangsungan seluruh program pengabdian. Pendekatan kepada warga menjadi langkah awal yang ditempuh melalui malam tahun baru bersama warga, yang dikemas dalam suasana kebersamaan dan dzikir. Antusiasme warga terlihat nyata, mulai dari keterlibatan sejak persiapan hingga partisipasi penuh saat pelaksanaan melebihi ekspektasi yang ada. Mereka menyumbangkan beberapa ekor ayam, ikan, serta tempat yang diusahakan untuk membantu memeriahkan. Tak ini membuat kita kembali belajar bahwa untuk membantu dan berbagi tak perlu menunggu memiliki lebih, sebab apapun itu pasti berharga dan berarti. Pendekatan Edukatif pada Remaja dan Anak-Anak Pada bidang pendidikan, mahasiswa KKM Mandiri melaksanakan psikoedukasi di SMPN 4 Jonggat dengan tema "Healthy Relationship". Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada remaja mengenai relasi yang sehat, komunikasi yang bertanggung jawab, serta pentingnya kesiapan emosional dan psikologis. Melalui pendekatan edukatif, program ini diharapkan dapat menjadi upaya preventif dalam meminimalisir pernikahan dini, ataupun toxic relationship di berbagai lingkungan.  Nilai keagamaan dan kebersamaan turut diperkuat melalui peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang melibatkan anak-anak tingkat sekolah dasar dan warga Dusun Lendang. Berbagai perlombaan bernuansa islami menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus mempererat hubungan antarwarga lintas usia. Momentum ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga ruang tumbuhnya semangat kebersamaan dalam suasana religius. Komitmen terhadap pendidikan keagamaan diwujudkan melalui pembelajaran Al-Qur’an dan kajian fiqih dasar di TPQ Masjid Nurul Hidayah. Kami turut mendampingi kegiatan mengaji serta memastikan materi fiqih dapat diakses secara berkelanjutan melalui buku kajian fiqih dasar yang telah dicetak dan ditempatkan di masjid. Keberadaan bahan kajian ini diharapkan dapat terus dimanfaatkan oleh anak-anak dan masyarakat setempat. Kebersamaan dan Proses Belajar Bersama Sepanjang proses pengabdian, mahasiswa juga dihadapkan pada dinamika sosial yang menuntut sikap saling memahami dan menghargai. Ketika kegiatan tidak selalu berjalan sesuai rencana, komunikasi membantu dalam menemukan pemahaman. Dari situ, pengabdian dimaknai bukan hanya sebagai pelaksanaan program, tetapi juga sebagai latihan kesabaran, empati, dan kedewasaan dalam bersikap. Kebersamaan yang terjalin hingga momen penutupan menjadi penegas bahwa kehadiran mahasiswa bukan sekadar singgah, melainkan bagian dari proses saling belajar. Pengalaman di Desa Sukarara meninggalkan kesan mendalam bukan karena betapa sempurnanya atau betapa berdampaknya kita, tapi karena betapa berharganya pelajaran yang kita terima, dan makna pengabdian yang sesungguhnya.