HANIFATUL HASANAH
Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Wilwatikta Cendikia UIN Malang melaksanakan rangkaian kegiatan sosial di Panti Asuhan As-Sa’diyah, Gondang Wetan, Pasuruan, pada Sabtu (11/04/2026) hingga Minggu (12/04/2026). Kegiatan ini difokuskan pada pengembangan kreativitas dan pemberian santunan bagi anak-anak panti. Hari Pertama, interaksi dan Kreativitas Agenda dimulai dengan sesi perkenalan interaktif dan permainan kelompok guna membangun kedekatan antara mahasiswa dan anak-anak panti. Hari pertama ditutup dengan aktivitas melukis di atas tas, di mana anak-anak panti bebas mengekspresikan kreativitas melalui media gambar dan warna dengan pendampingan mahasiswa. Hari Kedua, Motivasi dan Donasi Pada Minggu (12/04/2026), kegiatan dilanjutkan dengan sesi ice breaking dan adu jargon untuk meningkatkan kekompakan. Mahasiswa juga menghadirkan program “Pohon Harapan”, sebuah sesi reflektif di mana anak-anak menuliskan cita-cita pada kertas dan menempelkannya di media yang telah disediakan sebagai simbol motivasi masa depan. Acara tersebut ditutup dengan penyerahan donasi uang dan pakaian kepada anak-anak panti. Momen penuh kehangatan dan penuh rasa syukur ini menjadi wujud nyata dari semangat berbagi dan kepedulian para mahasiswa KKM UIN Malang. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap dapat menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak sekaligus mengasah empati dan kepedulian sosial mereka dalam bermasyarakat.
NURILLA MAULITA
Desa Pandanajeng, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang - Upaya peningkatan kualitas pendidikan terus dilakukan oleh mahasiswa AM KKM Vidyasena melalui program Bimbingan Belajar (Bimbel) yang berfokus pada anak-anak usia sekolah di Desa Pandanajeng. Program ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin hingga Jumat pada malam hari setelah waktu Magrib sebagai bentuk pendampingan belajar di luar jam sekolah. Program ini berangkat dari hasil observasi lapangan yang menunjukkan masih adanya berbagai kendala dalam proses belajar anak-anak di desa tersebut. Beberapa permasalahan yang ditemukan antara lain rendahnya motivasi belajar, kesulitan dalam mengerjakan tugas sekolah (PR), serta kurangnya pendampingan belajar dari orang tua di rumah. Selain itu, tidak sedikit anak yang merasa kesulitan memahami materi pelajaran ketika harus belajar secara mandiri.Keterbatasan fasilitas belajar serta minimnya dukungan lingkungan juga menjadi faktor yang memengaruhi kondisi tersebut. Anak-anak cenderung kurang percaya diri terhadap kemampuan akademiknya, bahkan sebagian dari mereka belum memiliki arah dan tujuan belajar yang jelas. Hal ini tentu menjadi perhatian bersama, mengingat pendidikan merupakan fondasi penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas di masa depan.Melihat kondisi tersebut, mahasiswa AM KKM Vidyasena berinisiatif menghadirkan program Bimbingan Belajar sebagai salah satu solusi konkret. Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk membantu anak-anak dalam memahami materi pelajaran dari sekolah, tetapi juga mendampingi mereka dalam menyelesaikan tugas serta memberikan motivasi agar lebih semangat dalam belajar.Pelaksanaan bimbingan belajar dilakukan dengan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan. Mahasiswa tidak hanya memberikan penjelasan materi, tetapi juga mengajak anak-anak belajar melalui metode yang variatif, seperti diskusi ringan, tanya jawab, hingga permainan edukatif. Suasana belajar yang santai namun tetap terarah diharapkan mampu membuat anak-anak lebih mudah memahami materi dan tidak merasa terbebani.Selain itu, program ini juga menjadi wadah bagi anak-anak untuk bertanya secara langsung mengenai materi yang belum dipahami di sekolah. Dengan adanya pendampingan intensif, anak-anak terlihat lebih aktif, berani, dan percaya diri dalam menyampaikan kesulitan belajar yang mereka hadapi.Antusiasme anak-anak dalam mengikuti kegiatan ini pun cukup tinggi. Setiap malam pelaksanaan, bimbel diikuti oleh sejumlah anak dengan semangat belajar yang terus meningkat. Tidak hanya itu, dukungan dari orang tua juga turut memperkuat keberlangsungan program ini. Banyak orang tua yang merasa terbantu karena anak-anak mereka mendapatkan pendampingan belajar tambahan di luar sekolah.Melalui program Bimbingan Belajar ini, mahasiswa AM KKM Vidyasena berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan motivasi dan kualitas belajar anak-anak di Desa Pandanajeng. Ke depan, kegiatan ini diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan hasil belajar, tetapi juga mampu membentuk karakter anak yang lebih disiplin, percaya diri, dan memiliki semangat belajar yang tinggi. Dengan adanya sinergi antara mahasiswa, anak-anak, dan masyarakat, program ini menjadi langkah kecil namun bermakna dalam mendukung kemajuan pendidikan di tingkat desa.
SAHILA FIKRIYA
Desa Pandanajeng, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang — Upaya peningkatan kualitas pendidikan terus dilakukan oleh mahasiswa AM KKM Vidyasena melalui program Bimbingan Belajar (Bimbel) yang berfokus pada anak-anak usia sekolah di Desa Pandanajeng. Program ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin hingga Jumat pada malam hari setelah waktu Magrib sebagai bentuk pendampingan belajar di luar jam sekolah. Program ini berangkat dari hasil observasi lapangan yang menunjukkan masih adanya berbagai kendala dalam proses belajar anak-anak di desa tersebut. Beberapa permasalahan yang ditemukan antara lain rendahnya motivasi belajar, kesulitan dalam mengerjakan tugas sekolah (PR), serta kurangnya pendampingan belajar dari orang tua di rumah. Selain itu, tidak sedikit anak yang merasa kesulitan memahami materi pelajaran ketika harus belajar secara mandiri.Keterbatasan fasilitas belajar serta minimnya dukungan lingkungan juga menjadi faktor yang memengaruhi kondisi tersebut. Anak-anak cenderung kurang percaya diri terhadap kemampuan akademiknya, bahkan sebagian dari mereka belum memiliki arah dan tujuan belajar yang jelas. Hal ini tentu menjadi perhatian bersama, mengingat pendidikan merupakan fondasi penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas di masa depan.Melihat kondisi tersebut, mahasiswa AM KKM Vidyasena berinisiatif menghadirkan program Bimbingan Belajar sebagai salah satu solusi konkret. Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk membantu anak-anak dalam memahami materi pelajaran dari sekolah, tetapi juga mendampingi mereka dalam menyelesaikan tugas serta memberikan motivasi agar lebih semangat dalam belajar.Pelaksanaan bimbingan belajar dilakukan dengan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan. Mahasiswa tidak hanya memberikan penjelasan materi, tetapi juga mengajak anak-anak belajar melalui metode yang variatif, seperti diskusi ringan, tanya jawab, hingga permainan edukatif. Suasana belajar yang santai namun tetap terarah diharapkan mampu membuat anak-anak lebih mudah memahami materi dan tidak merasa terbebani.Selain itu, program ini juga menjadi wadah bagi anak-anak untuk bertanya secara langsung mengenai materi yang belum dipahami di sekolah. Dengan adanya pendampingan intensif, anak-anak terlihat lebih aktif, berani, dan percaya diri dalam menyampaikan kesulitan belajar yang mereka hadapi.Antusiasme anak-anak dalam mengikuti kegiatan ini pun cukup tinggi. Setiap malam pelaksanaan, bimbel diikuti oleh sejumlah anak dengan semangat belajar yang terus meningkat. Tidak hanya itu, dukungan dari orang tua juga turut memperkuat keberlangsungan program ini. Banyak orang tua yang merasa terbantu karena anak-anak mereka mendapatkan pendampingan belajar tambahan di luar sekolah.Melalui program Bimbingan Belajar ini, mahasiswa AM KKM Vidyasena berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan motivasi dan kualitas belajar anak-anak di Desa Pandanajeng. Ke depan, kegiatan ini diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan hasil belajar, tetapi juga mampu membentuk karakter anak yang lebih disiplin, percaya diri, dan memiliki semangat belajar yang tinggi. Dengan adanya sinergi antara mahasiswa, anak-anak, dan masyarakat, program ini menjadi langkah kecil namun bermakna dalam mendukung kemajuan pendidikan di tingkat desa.
BINTI ROHMIATUL ISLAMIYAH
Kegiatan mengaji bersama anak-anak pada sore hari merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan sebagai upaya menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini sekaligus membangun kebiasaan positif bagi anak-anak di lingkungan sekitar. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin hingga Kamis, mulai pukul 16.00 hingga 17.00 WIB, bertempat di kawasan Citra Kota A8 Jombang. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak kelas 1 sampai kelas 5 sekolah dasar yang mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat dan antusias. Kegiatan ini didampingi langsung oleh para mahasiswa asistensi mengajar dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang berperan sebagai pembimbing sekaligus pendamping belajar anak-anak. Kehadiran mahasiswa memberikan suasana belajar yang lebih menyenangkan, interaktif, dan dekat dengan anak-anak sehingga proses pembelajaran terasa lebih santai namun tetap bermakna. Selain memberikan pendampingan dalam membaca Al-Qur’an, mahasiswa juga membantu membangun motivasi belajar serta menanamkan pentingnya akhlak dan adab dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan mengaji dimulai dengan membaca doa bersama sebelum belajar sebagai bentuk pembiasaan adab sebelum menuntut ilmu. Setelah itu, anak-anak dibagi sesuai kemampuan membaca masing-masing agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif. Anak-anak yang masih tahap awal belajar membaca iqra’ dibimbing secara perlahan mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, cara membaca, hingga pelafalan yang benar. Sementara itu, anak-anak yang sudah mampu membaca Al-Qur’an diarahkan untuk memperlancar bacaan serta memperbaiki makhraj dan panjang pendek bacaan sesuai kaidah tajwid. Selain kegiatan membaca Al-Qur’an, anak-anak juga diajak untuk membaca dan menghafalkan surat-surat pendek yang biasa digunakan dalam pelaksanaan salat sehari-hari. Hafalan dilakukan secara bertahap dan berulang agar anak-anak lebih mudah mengingat serta memahami bacaan yang dipelajari. Tidak hanya itu, kegiatan juga diisi dengan hafalan doa-doa harian seperti doa sebelum makan, doa sebelum tidur, doa masuk dan keluar rumah, serta doa-doa pendek lainnya yang dekat dengan aktivitas sehari-hari anak-anak. Pembiasaan ini bertujuan agar anak-anak mampu menerapkan nilai-nilai islami dalam kehidupan mereka sejak usia dini. Dalam proses pembelajaran, mahasiswa asistensi mengajar juga memberikan pembelajaran tajwid dasar kepada anak-anak, seperti cara membaca nun mati dan tanwin, hukum mad, qalqalah, serta pelafalan huruf hijaiyah yang benar. Materi disampaikan dengan metode sederhana dan mudah dipahami sehingga anak-anak dapat belajar sambil bermain dan tidak merasa terbebani. Terkadang kegiatan juga diselingi dengan tanya jawab ringan, permainan edukatif, maupun pemberian apresiasi sederhana untuk meningkatkan semangat belajar anak-anak. Suasana kegiatan mengaji berlangsung dengan hangat dan penuh kebersamaan. Anak-anak terlihat aktif, ceria, dan saling mendukung satu sama lain selama proses belajar berlangsung. Interaksi yang baik antara mahasiswa dan anak-anak menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter religius, kedisiplinan, rasa percaya diri, serta mempererat hubungan sosial di lingkungan masyarakat. Melalui kegiatan mengaji sore hari ini, diharapkan anak-anak dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, memperbanyak hafalan surat pendek dan doa harian, serta menumbuhkan kecintaan terhadap agama dan Al-Qur’an. Selain memberikan manfaat bagi anak-anak, kegiatan ini juga menjadi bentuk pengabdian nyata mahasiswa kepada masyarakat melalui kegiatan pendidikan dan pembinaan keagamaan yang positif serta bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
NINTA AUDINA
Desa Pandanajeng, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang — Upaya peningkatan kualitas pendidikan terus dilakukan oleh mahasiswa AM KKM Vidyasena melalui program Bimbingan Belajar (Bimbel) yang berfokus pada anak-anak usia sekolah di Desa Pandanajeng. Program ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin hingga Jumat pada malam hari setelah waktu Magrib sebagai bentuk pendampingan belajar di luar jam sekolah. Program ini berangkat dari hasil observasi lapangan yang menunjukkan masih adanya berbagai kendala dalam proses belajar anak-anak di desa tersebut. Beberapa permasalahan yang ditemukan antara lain rendahnya motivasi belajar, kesulitan dalam mengerjakan tugas sekolah (PR), serta kurangnya pendampingan belajar dari orang tua di rumah. Selain itu, tidak sedikit anak yang merasa kesulitan memahami materi pelajaran ketika harus belajar secara mandiri.Keterbatasan fasilitas belajar serta minimnya dukungan lingkungan juga menjadi faktor yang memengaruhi kondisi tersebut. Anak-anak cenderung kurang percaya diri terhadap kemampuan akademiknya, bahkan sebagian dari mereka belum memiliki arah dan tujuan belajar yang jelas. Hal ini tentu menjadi perhatian bersama, mengingat pendidikan merupakan fondasi penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas di masa depan.Melihat kondisi tersebut, mahasiswa AM KKM Vidyasena berinisiatif menghadirkan program Bimbingan Belajar sebagai salah satu solusi konkret. Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk membantu anak-anak dalam memahami materi pelajaran dari sekolah, tetapi juga mendampingi mereka dalam menyelesaikan tugas serta memberikan motivasi agar lebih semangat dalam belajar.Pelaksanaan bimbingan belajar dilakukan dengan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan. Mahasiswa tidak hanya memberikan penjelasan materi, tetapi juga mengajak anak-anak belajar melalui metode yang variatif, seperti diskusi ringan, tanya jawab, hingga permainan edukatif. Suasana belajar yang santai namun tetap terarah diharapkan mampu membuat anak-anak lebih mudah memahami materi dan tidak merasa terbebani.Selain itu, program ini juga menjadi wadah bagi anak-anak untuk bertanya secara langsung mengenai materi yang belum dipahami di sekolah. Dengan adanya pendampingan intensif, anak-anak terlihat lebih aktif, berani, dan percaya diri dalam menyampaikan kesulitan belajar yang mereka hadapi.Antusiasme anak-anak dalam mengikuti kegiatan ini pun cukup tinggi. Setiap malam pelaksanaan, bimbel diikuti oleh sejumlah anak dengan semangat belajar yang terus meningkat. Tidak hanya itu, dukungan dari orang tua juga turut memperkuat keberlangsungan program ini. Banyak orang tua yang merasa terbantu karena anak-anak mereka mendapatkan pendampingan belajar tambahan di luar sekolah.Melalui program Bimbingan Belajar ini, mahasiswa AM KKM Vidyasena berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan motivasi dan kualitas belajar anak-anak di Desa Pandanajeng. Ke depan, kegiatan ini diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan hasil belajar, tetapi juga mampu membentuk karakter anak yang lebih disiplin, percaya diri, dan memiliki semangat belajar yang tinggi. Dengan adanya sinergi antara mahasiswa, anak-anak, dan masyarakat, program ini menjadi langkah kecil namun bermakna dalam mendukung kemajuan pendidikan di tingkat desa.
ANNISA KHOIRIYAH
Desa Pandanajeng, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang — Upaya peningkatan kualitas pendidikan terus dilakukan oleh mahasiswa AM KKM Vidyasena melalui program Bimbingan Belajar (Bimbel) yang berfokus pada anak-anak usia sekolah di Desa Pandanajeng. Program ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin hingga Jumat pada malam hari setelah waktu Magrib sebagai bentuk pendampingan belajar di luar jam sekolah. Program ini berangkat dari hasil observasi lapangan yang menunjukkan masih adanya berbagai kendala dalam proses belajar anak-anak di desa tersebut. Beberapa permasalahan yang ditemukan antara lain rendahnya motivasi belajar, kesulitan dalam mengerjakan tugas sekolah (PR), serta kurangnya pendampingan belajar dari orang tua di rumah. Selain itu, tidak sedikit anak yang merasa kesulitan memahami materi pelajaran ketika harus belajar secara mandiri.Keterbatasan fasilitas belajar serta minimnya dukungan lingkungan juga menjadi faktor yang memengaruhi kondisi tersebut. Anak-anak cenderung kurang percaya diri terhadap kemampuan akademiknya, bahkan sebagian dari mereka belum memiliki arah dan tujuan belajar yang jelas. Hal ini tentu menjadi perhatian bersama, mengingat pendidikan merupakan fondasi penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas di masa depan.Melihat kondisi tersebut, mahasiswa AM KKM Vidyasena berinisiatif menghadirkan program Bimbingan Belajar sebagai salah satu solusi konkret. Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk membantu anak-anak dalam memahami materi pelajaran dari sekolah, tetapi juga mendampingi mereka dalam menyelesaikan tugas serta memberikan motivasi agar lebih semangat dalam belajar.Pelaksanaan bimbingan belajar dilakukan dengan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan. Mahasiswa tidak hanya memberikan penjelasan materi, tetapi juga mengajak anak-anak belajar melalui metode yang variatif, seperti diskusi ringan, tanya jawab, hingga permainan edukatif. Suasana belajar yang santai namun tetap terarah diharapkan mampu membuat anak-anak lebih mudah memahami materi dan tidak merasa terbebani.Selain itu, program ini juga menjadi wadah bagi anak-anak untuk bertanya secara langsung mengenai materi yang belum dipahami di sekolah. Dengan adanya pendampingan intensif, anak-anak terlihat lebih aktif, berani, dan percaya diri dalam menyampaikan kesulitan belajar yang mereka hadapi.Antusiasme anak-anak dalam mengikuti kegiatan ini pun cukup tinggi. Setiap malam pelaksanaan, bimbel diikuti oleh sejumlah anak dengan semangat belajar yang terus meningkat. Tidak hanya itu, dukungan dari orang tua juga turut memperkuat keberlangsungan program ini. Banyak orang tua yang merasa terbantu karena anak-anak mereka mendapatkan pendampingan belajar tambahan di luar sekolah.Melalui program Bimbingan Belajar ini, mahasiswa AM KKM Vidyasena berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan motivasi dan kualitas belajar anak-anak di Desa Pandanajeng. Ke depan, kegiatan ini diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan hasil belajar, tetapi juga mampu membentuk karakter anak yang lebih disiplin, percaya diri, dan memiliki semangat belajar yang tinggi. Dengan adanya sinergi antara mahasiswa, anak-anak, dan masyarakat, program ini menjadi langkah kecil namun bermakna dalam mendukung kemajuan pendidikan di tingkat desa.