INAYAH FITRI ULINNUHA
Desa Landungsari, 9 Maret 2025 - Mahasiswa AM-KKM UIN Malang kembali menunjukkan kepedulian sosial mereka dengan mengadakan kegiatan bagi-bagi takjil di Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu warga desa dalam menjalankan ibadah puasa dan memberikan sedikit kebahagiaan di bulan Ramadhan. Dengan membawa berbagai jenis takjil, mahasiswa AM-KKM UIN Malang membagikan makanan ringan dan minuman kepada warga desa yang melintas di jalan atau yang berada di sekitar lokasi pembagian takjil. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi warga desa, tetapi juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar tentang kepedulian sosial dan empati terhadap masyarakat. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan adanya kegiatan bagi-bagi takjil ini, mahasiswa AM-KKM UIN Malang menunjukkan komitmen mereka dalam membantu masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kepedulian sosial di bulan Ramadhan.
AJILNI DIINI MAR`ATUN NUR CHASANAH
Sabtu, 26 April– Suasana haru mewarnai Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Nurul Huda di Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Pasalnya, para mahasiswa Kuliah Kerja Masyarakat (KKM) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang telah mengabdi dan berbagi ilmu selama beberapa waktu, menggelar acara perpisahan yang sederhana namun penuh makna. Sejak beberapa bulan terakhir, para mahasiswa KKM ini aktif dalam berbagai kegiatan di TPQ Nurul Huda. Mereka tidak hanya membantu dalam proses belajar mengajar membaca dan menulis Al-Qur'an, tetapi juga mengadakan berbagai kegiatan kreatif dan edukatif yang menarik bagi anak-anak. Kehadiran mereka telah membawa semangat baru dan warna tersendiri bagi para murid dan pengurus TPQ. Acara perpisahan yang digelar kemarin dihadiri oleh seluruh murid TPQ Nurul Huda, para ustadz dan ustadzah. Dalam sambutannya, Ketua Kelompok KKM UIN Malang menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dan kesempatan yang diberikan untuk belajar dan mengabdi di TPQ Nurul Huda. Ia juga mengungkapkan rasa haru dan bangga atas antusiasme dan semangat belajar yang ditunjukkan oleh para murid. "Kami sangat terkesan dengan semangat belajar adik-adik di TPQ Nurul Huda. Meskipun waktu kami singkat, namun kenangan dan pelajaran yang kami dapatkan di sini akan selalu kami ingat," ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Sementara itu, salah satu ustadz TPQ menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para mahasiswa KKN UIN Malang. Beliau mengungkapkan bahwa kehadiran para mahasiswa sangat membantu dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di TPQ. "Kami sangat berterima kasih atas dedikasi dan ilmu yang telah dibagikan oleh adik-adik mahasiswa. Anak-anak sangat senang dan termotivasi dengan cara belajar yang kreatif dan menyenangkan yang mereka bawa," tuturnya. Acara perpisahan diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari kata sambutan oleh ustadz, kata sambutan oleh ketua KKM, cerita serta games singkat dan pemberian kenang-kenangan dari mahasiswa KKM kepada TPQ. Suasana semakin haru ketika para mahasiswa KKM berpamitan dan bersalaman dengan seluruh murid dan pengurus TPQ. Kepergian para mahasiswa KKM UIN Malang ini tentu akan meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga besar TPQ Nurul Huda. Namun, semangat dan ilmu yang telah mereka bagikan diharapkan dapat terus tumbuh dan berkembang di hati para murid, menjadi bekal berharga di masa depan. Kegiatan KKM ini menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam upaya mencerdaskan anak bangsa, khususnya dalam bidang pendidikan agama.
NELI KHIKMATUL LAILI
MAN 1 Blitar kembali menggelar kegiatan Pondok Ramadhan yang berlangsung selama satu minggu dengan mengunjungi beberapa pondok pesantren di sekitar wilayah Blitar. Kegiatan ini melibatkan siswa MAN 1 Blitar yang didampingi oleh mahasiswa KKM yang dibagi sebagai pendamping di masing-masing pondok. Pondok-pesantren yang dikunjungi meliputi Raudlatus Salikin, Miftahul Ulum Karangsono, Miftahul Ulum Jatinom, Al-Hikmah, Nurul Huda Kuningan, Tarbiyatus Solihin Kuningan, dan Maunen. Melalui kegiatan ini, para siswa mendapatkan pengalaman belajar langsung di lingkungan pesantren yang kental dengan nilai-nilai keislaman. Mahasiswa KKM berperan penting sebagai fasilitator dan motivator, membantu siswa menjalankan kegiatan dengan baik. Program ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah islamiyah antar generasi muda di lingkungan pesantren. Di Pondok Raudlatus Salikin, suasana pembelajaran tradisional pesantren salaf sangat terasa. Para siswa MAN 1 Blitar bersama pendamping mahasiswa KKM mengikuti tadarus Al-Qur'an, pengajian kitab kuning, dan diskusi keagamaan yang intensif. Interaksi yang hangat antara siswa, mahasiswa, dan santri pondok menciptakan suasana belajar yang hidup dan penuh semangat. Kegiatan ini memberikan pengalaman spiritual yang mendalam sekaligus memperkaya wawasan keagamaan siswa. Pendampingan di pondok ini menjadi momen berharga untuk mengenal tradisi keilmuan Islam yang autentik dan bermakna. Selanjutnya, kunjungan ke Pondok Miftahul Ulum Karangsono dan Jatinom memberikan warna berbeda dalam rangkaian Pondok Ramadhan. Di kedua pondok ini, mahasiswa KKM mendampingi siswa dalam berbagai aktivitas keagamaan seperti shalat berjamaah, ceramah, dan pelatihan kepemimpinan santri. Kegiatan sosial seperti bakti sosial juga menjadi bagian dari program yang mengajarkan nilai empati dan kepedulian. Pendampingan mahasiswa sangat membantu siswa memahami dan mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Sinergi antara pendidikan agama dan sosial ini menjadi bekal penting bagi pembentukan karakter siswa. Dengan demikian, siswa tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga matang secara spiritual dan sosial. Di Pondok Al-Hikmah, Nurul Huda Kuningan, dan Tarbiyatus Solihin Kuningan, fokus pendampingan lebih pada pembinaan mental dan karakter spiritual. Mahasiswa KKM berperan sebagai motivator yang membimbing siswa untuk meningkatkan kedisiplinan, kejujuran, dan kepedulian sosial. Kegiatan doa bersama, motivasi keagamaan, serta pelatihan kepemimpinan menjadi agenda utama selama pendampingan. Suasana pondok yang kondusif didukung oleh peran aktif mahasiswa dalam memfasilitasi diskusi dan refleksi spiritual. Pendampingan di Pondok Maunen, siswa dan mahasiswa KKM terlibat aktif dalam pengajian, diskusi kelompok, dan kegiatan sosial yang memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian. Kehadiran mahasiswa KKM sangat membantu dalam membimbing dan memotivasi siswa agar terus semangat dalam belajar dan beribadah. Program ini memperluas jaringan ukhuwah islamiyah antar pondok dan generasi muda. MAN 1 Blitar berhasil menjadikan Ramadhan sebagai momentum pembelajaran spiritual dan penguatan karakter yang berkesan bagi seluruh peserta.
SYFA NUR SHOFI FITRI
Lamongan, 9 Mei 2025 – Siapa sangka permainan ular tangga bisa jadi alat edukasi yang menyenangkan sekaligus bermakna? Itulah yang terlihat dalam acara kolaboratif yang digelar oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang bersama TK Dharma Wanita Persatuan di Jl. Ki S. Mangunsarkoro, Lamongan. Acara yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme ini sukses menyatukan dua generasi dalam dua segmen secara paralel: seminar parenting untuk orang tua dan permainan edukatif untuk anak-anak. Tujuan utamanya? Memberikan bekal kepada orang tua dan anak secara seimbang, dengan pendekatan yang disesuaikan usia namun sama-sama edukatif. Segmen 1: Seminar Parenting, Membekali Orang Tua untuk Tumbuh Bersama Anak Di ruang pertemuan yang disulap menjadi ruang edukatif nan nyaman, para orang tua tampak antusias mengikuti seminar parenting yang mengangkat tema “Membentuk Kebiasaan Baik Sejak Dini: Strategi Membangun Rutinitas Positif di Rumah”. Disini mereka mendapatkan bekal penting dari pembicara profesional yang didatangkan dari Puskesmas Lamongan. Kedua pembicara tersebut yaitu Fitria Anggraeni, A. Md. Gz. sebagai ahli gizi dan Khilyatul Jannah, S. Tr. Kes. yang mana seorang terapis gigi dan mulut. Para orang tua mendapatkan pemahaman penting tentang peran orang tua dalam pola asuh positif yang membentuk kebiasaan sehat dan rutinitas harian yang mendukung tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun emosional. Sesi ini juga menyoroti bagaimana pola makan seimbang dan kebersihan mulut bisa menjadi fondasi penting dalam kehidupan sehari-hari anak. Sesi tanya jawab menjadi highlight kegiatan ini, di mana para orang tua berani berbagi pengalaman pribadi seputar pengasuhan. Bukan sekadar teori, para peserta mendapat solusi aplikatif yang kontekstual dari narasumber, menjadikan seminar ini bukan hanya inspiratif tetapi juga solutif. Segmen 2: Serunya Belajar Lewat Permainan Ular Tangga Edukasi Sementara itu, di area halaman sekolah, suara tawa dan semangat anak-anak TK B mengisi udara. Mereka sedang asyik mengikuti permainan ular tangga edukatif yang dirancang oleh Mahasiswa KKM UIN Malang. Bukan ular tangga biasa, permainan ini dirancang dengan muatan nilai-nilai edukatif seperti: penjumlahan, nasionalisme, pengetahuan dasar, dan sebagainya. Setiap langkah yang mereka ambil pada papan ular tangga bukan hanya membawa mereka naik atau turun, tetapi juga memberi tantangan berupa pertanyaan atau tugas sederhana yang menstimulasi logika, kreativitas, dan kerja sama antar teman. Para mahasiswa KKM bertugas sebagai fasilitator yang membimbing jalannya permainan sekaligus memberikan penjelasan sederhana namun bermakna pada setiap tantangan yang dihadapi anak-anak. Dengan cara ini, kegiatan belajar terasa menyenangkan dan tidak membebani.
RARERASIKI SEIHA NAVISA
Desa Bungah, 10 April 2025 --- Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi sehat sebagai upaya pencegahan stunting, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan penyuluhan kesehatan bertema "Stop Stunting, Mulai Gizi Sehat untuk Anak Hebat" di Balai Desa Bungah. Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan agenda rutin Posyandu untuk balita dan lansia. Acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan pelaksanaan layanan Posyandu. Masyarakat, terutama para ibu dan lansia, tampak antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan, penimbangan balita, serta konsultasi gizi yang disediakan oleh kader Posyandu. Kehadiran para balita dan lansia dalam kegiatan ini menunjukkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga. Setelah seluruh rangkaian Posyandu selesai sekitar pukul 10.00 WIB, acara dilanjutkan dengan sesi penyuluhan yang disampaikan oleh Ibu Nur Afiyah Rohmayati, A.Md.Keb, seorang tenaga kesehatan berpengalaman di bidang kebidanan. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara komprehensif mengenai: Pengertian Stunting: Kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun. Ciri-Ciri Stunting: Di antaranya tinggi badan di bawah standar usia, pertumbuhan fisik melambat, serta gangguan perkembangan kognitif. Pencegahan Stunting: Ditekankan pentingnya asupan gizi yang cukup dan seimbang selama masa kehamilan dan masa pertumbuhan anak, pemberian ASI eksklusif, serta imunisasi rutin. Langkah-Langkah Penanganan: Pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala, pemberian makanan tambahan bergizi, serta edukasi keluarga mengenai pola makan sehat. Penyuluhan ini diikuti dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana para ibu rumah tangga menyampaikan berbagai pertanyaan terkait pola makan anak, cara mengatasi anak yang susah makan, hingga tips menjaga gizi keluarga dengan bahan makanan lokal. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari kontribusi mahasiswa KKM UIN Malang dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Harapannya, melalui edukasi yang tepat, masyarakat Desa Bungah dapat lebih peduli terhadap pentingnya gizi sehat sebagai fondasi untuk mencetak generasi yang kuat dan cerdas.
NEYLA SABRINA
Di wilayah Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, terdapat sebuah desa yang aktif membangun kesadaran kesehatan warganya melalui layanan Posyandu. Desa Bungah, dengan komunitas masyarakat yang solid, menunjukkan bahwa pelayanan dasar kesehatan bisa berjalan efektif dan bermanfaat, bahkan dengan sumber daya yang terbatas. Posyandu di Desa Bungah telah menjadi pusat layanan kesehatan yang sangat penting bagi masyarakat. Setiap bulan, puluhan warga mulai dari ibu hamil, balita, hingga para lansia mengunjungi balai desa untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis dan berkala. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 30 balita rutin hadir dalam kegiatan Posyandu, mendapatkan layanan pemantauan tumbuh kembang, imunisasi, dan penyuluhan gizi. Selain itu, belasan lansia juga aktif mengikuti pemeriksaan tekanan darah, konsultasi kesehatan, dan kegiatan senam ringan. Posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan medis, tetapi juga ruang edukasi kesehatan masyarakat. Para ibu belajar tentang pola asuh sehat, pentingnya imunisasi lengkap, serta cara menghindari stunting sejak dini. Semua dilakukan dalam suasana yang akrab dan mendidik. Kegiatan Posyandu di Desa Bungah melibatkan kader-kader perempuan desa yang terlatih, berdedikasi tinggi, dan bekerja secara sukarela. Mereka menjadi ujung tombak pelayanan, mulai dari mencatat data, menimbang balita, membagikan vitamin, hingga menyapa warga satu per satu dengan ramah. "Kami ingin semua anak di desa ini tumbuh sehat dan cerdas," ujar Bu Rini, salah satu kader senior yang telah mengabdi lebih dari 2 tahun. Bersama kader lainnya, ia menjadi penggerak utama di balik lancarnya kegiatan Posyandu setiap bulannya. Layanan untuk lansia juga tidak kalah penting. Para orang tua mendapatkan pemeriksaan tekanan darah, informasi seputar pola makan, hingga penyuluhan tentang penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi. Ini menjadi perhatian khusus agar para lansia tetap sehat dan produktif. Dukungan dari puskesmas setempat menjadikan kegiatan Posyandu semakin berkualitas. Petugas kesehatan secara rutin datang untuk memberikan imunisasi, konsultasi medis, serta pelatihan tambahan bagi kader agar lebih terampil dalam memberikan layanan. Salah satu tantangan utama adalah meningkatkan partisipasi warga yang masih kurang sadar akan pentingnya pelayanan Posyandu. Namun para kader tidak menyerah. Mereka melakukan pendekatan langsung ke rumah-rumah untuk mengajak warga datang dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Selain kegiatan utama, Posyandu juga menjadi tempat penguatan relasi sosial warga. Para ibu bisa saling berbagi pengalaman, berdiskusi tentang pola asuh anak, hingga membahas aktivitas lain seperti kegiatan PKK, arisan, atau pengajian desa. Di wilayah Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, terdapat sebuah desa yang aktif membangun kesadaran kesehatan warganya melalui layanan Posyandu. Desa Bungah, dengan komunitas masyarakat yang solid, menunjukkan bahwa pelayanan dasar kesehatan bisa berjalan efektif dan bermanfaat, bahkan dengan sumber daya yang terbatas. Posyandu di Desa Bungah telah menjadi pusat layanan kesehatan yang sangat penting bagi masyarakat. Setiap bulan, puluhan warga mulai dari ibu hamil, balita, hingga para lansia mengunjungi balai desa untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis dan berkala. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 30 balita rutin hadir dalam kegiatan Posyandu, mendapatkan layanan pemantauan tumbuh kembang, imunisasi, dan penyuluhan gizi. Selain itu, belasan lansia juga aktif mengikuti pemeriksaan tekanan darah, konsultasi kesehatan, dan kegiatan senam ringan. Posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan medis, tetapi juga ruang edukasi kesehatan masyarakat. Para ibu belajar tentang pola asuh sehat, pentingnya imunisasi lengkap, serta cara menghindari stunting sejak dini. Semua dilakukan dalam suasana yang akrab dan mendidik. Kegiatan Posyandu di Desa Bungah melibatkan kader-kader perempuan desa yang terlatih, berdedikasi tinggi, dan bekerja secara sukarela. Mereka menjadi ujung tombak pelayanan, mulai dari mencatat data, menimbang balita, membagikan vitamin, hingga menyapa warga satu per satu dengan ramah. "Kami ingin semua anak di desa ini tumbuh sehat dan cerdas," ujar Bu Rini, salah satu kader senior yang telah mengabdi lebih dari 2 tahun. Bersama kader lainnya, ia menjadi penggerak utama di balik lancarnya kegiatan Posyandu setiap bulannya. Layanan untuk lansia juga tidak kalah penting. Para orang tua mendapatkan pemeriksaan tekanan darah, informasi seputar pola makan, hingga penyuluhan tentang penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi. Ini menjadi perhatian khusus agar para lansia tetap sehat dan produktif. Dukungan dari puskesmas setempat menjadikan kegiatan Posyandu semakin berkualitas. Petugas kesehatan secara rutin datang untuk memberikan imunisasi, konsultasi medis, serta pelatihan tambahan bagi kader agar lebih terampil dalam memberikan layanan. Salah satu tantangan utama adalah meningkatkan partisipasi warga yang masih kurang sadar akan pentingnya pelayanan Posyandu. Namun para kader tidak menyerah. Mereka melakukan pendekatan langsung ke rumah-rumah untuk mengajak warga datang dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Selain kegiatan utama, Posyandu juga menjadi tempat penguatan relasi sosial warga. Para ibu bisa saling berbagi pengalaman, berdiskusi tentang pola asuh anak, hingga membahas aktivitas lain seperti kegiatan PKK, arisan, atau pengajian desa. Bagi anak-anak, kehadiran di Posyandu memberi pengalaman awal yang positif tentang kesehatan. Mereka belajar bahwa datang ke tempat pemeriksaan bukanlah sesuatu yang menakutkan, melainkan menyenangkan dan penuh hadiah seperti makanan tambahan dan vitamin.Peran Posyandu dalam mencegah stunting sangat signifikan. Dengan pendampingan rutin, pengukuran tinggi dan berat badan, serta edukasi gizi seimbang, kasus stunting di Desa Bungah berhasil ditekan dan terus dipantau dengan serius oleh para kader. Pemerintah desa juga memberikan perhatian khusus terhadap penguatan Posyandu. Anggaran rutin dialokasikan untuk pembelian alat timbangan, perlengkapan administrasi, hingga bantuan logistik seperti makanan tambahan dan alat peraga edukatif. Tak hanya sebagai tempat layanan kesehatan, Posyandu di Desa Bungah juga mulai mengembangkan pencatatan berbasis digital sederhana. Hal ini membantu kader menyimpan dan memantau data pertumbuhan balita serta kondisi kesehatan lansia secara lebih rapi dan berkelanjutan. Kader-kader Posyandu juga terus berinovasi. Mereka mengadakan lomba balita sehat, kelas ibu hamil, hingga kegiatan edukatif lainnya untuk meningkatkan semangat warga dalam menjaga kesehatan keluarga. Kolaborasi antara Posyandu, puskesmas, dan pemerintah desa menciptakan sistem pelayanan yang sinergis dan saling mendukung. Hal ini membuktikan bahwa dengan niat baik dan kerja sama, masyarakat desa bisa membangun sistem kesehatan dasar yang kuat dan berdaya. Kehadiran Posyandu juga menjadi simbol bahwa pembangunan tidak selalu harus besar dan mahal. Dari tempat sederhana, banyak manfaat besar yang telah dirasakan oleh warga terutama untuk ibu, anak, dan lansia yang sering terabaikan. Kini, masyarakat Desa Bungah menyadari pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Posyandu telah menjadi bagian dari kehidupan sosial yang tidak bisa dipisahkan dari upaya menciptakan generasi sehat dan berkualitas dari desa.Harapan ke depan, Posyandu Desa Bungah terus tumbuh, berkembang, dan semakin kuat menjadi pilar utama dalam membangun masyarakat yang sehat, mandiri, dan sadar akan pentingnya menjaga kesehatan keluarga. Dari desa untuk bangsa, dari Posyandu untuk masa depan inilah garda terdepan dalam menjaga generasi sehat Indonesia, dimulai dari Desa Bungah.