LAILI HALIMATUS SAADAH
https://www.kompasiana.com/karisma13654/6804c24934777c7bba787042/mengajar-ngaji-di-tengah-bulan-suci-ramadhan-pengalaman-berharga-mahasiswa-kkm-uin-malang
FARIZA BRILLIANT ADILLA
Masalah stunting masih menjadi salah satu tantangan besar dalam kesehatan anak di Indonesia. Stunting, yang sering kali diidentikkan dengan rendahnya tinggi badan, sebenarnya lebih dari itu. Kondisi ini berdampak pada perkembangan fisik, kognitif, dan kesehatan jangka panjang anak. Stunting disebabkan oleh kurangnya asupan gizi yang optimal dalam 1.000 hari pertama kehidupan (dari kehamilan hingga usia dua tahun). Oleh karena itu, pencegahan stunting menjadi hal yang sangat penting untuk memastikan generasi mendatang tumbuh sehat dan dapat berkembang dengan baik. Untuk mendukung upaya ini, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang melaksanakan kegiatan edukasi tentang pencegahan stunting di Alun-Alun Wonorejo, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, pada Selasa, 30 April 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai apa itu stunting, bagaimana cara mencegahnya, dan mengapa pola makan yang sehat sangat penting untuk tumbuh kembang mereka. Kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKM UIN Malang ini menyasar anak-anak yang sering bermain,dan mengunjungi alun-alun setelah mengikuti Madrasah Diniyah. Pada momen sore hari yang santai tersebut, para mahasiswa menggunakan pendekatan yang ringan dan menyenangkan agar anak-anak dapat memahami materi dengan baik. Melalui poster bergambar dan diskusi interaktif, mahasiswa menjelaskan bahwa stunting dapat dicegah dengan konsumsi makanan bergizi seperti sayur, buah, ikan, dan susu, serta pola hidup sehat lainnya. Antusiasme anak-anak sangat terlihat dalam kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif berdialog dan bertanya. Dalam kesempatan ini, para mahasiswa juga menekankan kebiasaan baik seperti mencuci tangan sebelum makan, sarapan bergizi, serta menghindari jajanan yang tidak sehat. Pendekatan ini membantu anak-anak memahami betapa pentingnya menjaga pola makan yang sehat untuk mendukung pertumbuhan mereka. Sebagai bentuk apresiasi, anak-anak yang mengikuti kegiatan diberikan susu, yang merupakan simbol pentingnya konsumsi gizi yang baik. Susu kaya akan protein dan kalsium yang sangat penting bagi pertumbuhan dan kesehatan tubuh. Melalui pemberian susu ini, mahasiswa KKM UIN Malang ingin menekankan bahwa makanan bergizi, terutama susu, harus menjadi bagian dari pola makan sehari-hari anak-anak. Diharapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran anak-anak dan masyarakat sekitar mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak usia dini. Dengan memahami betul konsep stunting dan cara mencegahnya, diharapkan generasi mendatang dapat tumbuh lebih sehat dan cerdas. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya yang bermanfaat dalam menciptakan kesadaran kolektif di masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan konsumsi gizi yang seimbang. Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan peran aktif mahasiswa KKM UIN Malang dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui edukasi yang berbasis pada nilai-nilai sosial dan agama yang mereka anut.
FATHAN RIZKI ANWARI
https://www.kompasiana.com/rizkifr76/6835819ac925c47d9d2b1403/upaya-mahasiswa-kkm-uin-malanag-mendorong-kemandirian-pengelolaan-sampah-organik-berbasis-masyarakat?page=2&page_images=1
IQLIMA NIA AYU PAWESTRI
Pada hari Kamis, 13 Februari 2025, Mahasiswa KKM dari UIN Malang menyelenggarakan kegiatan peringatan Nisfu Sya’ban yang melibatakna partisipasi aktif dari masyarakat Dusun Sukoreno, Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari Blitar. Acara ini merupakan wujud dari tradisi keagamaan yang terus dijaga, serta menjadi momen penting untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan dimulai pada malam hari dengan pembacaan Surah Yasin secara berjamaah sebanyak tiga kali. Setiap pembacaan disertai dengan niat khusus yang dipanjatkan secara khusyuk oleh seluruh hadirin. Bacaan pertama diniatkan untuk memohon panjang umur dalam ketaatan kepada Allah SWT. Bacaan kedua bertujuan untuk memohon perlindungan dari segala bentuk bencana dan musibah. Sementara bacaan ketiga dimaksudkan sebagai doa untuk kelapangan rezeki serta akhir kehidupan yang husnul khatimah, yakni wafat dalam keadaan yang baik. Setelah pembacaan Surah Yasin, acara dilanjutkan dengan ceramah yang disampaikan oleh ketua mushola. Dalam ceramah tersebut dijelaskan makna mendalam dari malam Nisfu Sya’ban, yang dikenal sebagai malam penuh ampunan dan kesempatan untuk memperbarui diri dalam keimanan dan ketakwaan. Jamaah diajak untuk menjadikan momen ini sebagai intropeksi diri dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan menjelang bulan Ramadhan. Puncak acara ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan dengan harapan agar seluruh masyarakat memperoleh keberkahan hidup, dijauhkan dari segala marabahaya, serta diberi keselamatan dan selalu dalan lindungan Allah SWT. Kemudian dilanjutkan dengan tradisi yang telah turun-temurun, yaitu makan bersama. Warga membawa berbagai jenis makanan dari rumah masing-masing untuk dikumpulkan dan dinikmati bersama. Tradisi ini bukan sekadar berbagi makanan, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga, memperkuat rasa persaudaraan, serta menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, peringatan Nisfu Sya’ban tidak hanya menjadi sebuah kegiatan keagamaan saja tetapi juga menjadi sarana meningkatkan keimanan dan sosial yang memperkuat hubungan antarwarga. Dengan semangat kebersamaan dan kekhusyukan dalam beribadah, masyarakat Sukoreno Sukosewu berharap dapat menjalani kehidupan yang lebih baik dan penuh keberkahan.
KARISMA YOGI NOVIANA
https://www.kompasiana.com/karisma13654/6804c24934777c7bba787042/mengajar-ngaji-di-tengah-bulan-suci-ramadhan-pengalaman-berharga-mahasiswa-kkm-uin-malang
RIZKA MAZIYYAH `ADHIM
Moderasi Beragama Menyalurkan Berkah Ramadhan 1446H. Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, bukan hanya bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa, tetapi juga untuk berbagi dengan sesama. Salah satu bentuk kepedulian yang sangat penting adalah dengan menunaikan zakat fitrah, yang bertujuan untuk membersihkan harta dan membantu mereka yang membutuhkan. MI Bustanul Ulum Kota Batu, bekerja sama dengan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) pada Ramadhan 1446H, telah berhasil melaksanakan kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat fitrah. Sebuah Kegiatan yang Menggugah. Kegiatan pengumpulan zakat fitrah ini dilaksanakan mulai pukul 08.00 hingga 13.00 setiap harinya mulai tanggal 12 Maret hingga 21 Maret 2025 di Aula Koperasi sekolah, melibatkan seluruh siswa mulai dari kelas 1 hingga kelas 6, wali murid, serta masyarakat sekitar sekolah. Keberhasilan program ini tidak lepas dari peran aktif semua pihak, baik siswa, orang tua, maupun masyarakat yang mendukung kegiatan ini. Hal ini juga menunjukkan bahwa zakat fitrah bukan hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai wujud kepedulian sosial yang sangat membantu orang-orang yang membutuhkan. Total Zakat Fitrah 1446H. Berikut adalah data terkini mengenai jumlah zakat fitrah yang terkumpul pada kegiatan ini. Total muzakki 437 orang, dengan total uang: Rp. 13.295.000 dan total beras: 460 kg. Zakat fitrah yang terkumpul diberikan kepada penerima manfaat di sekitar sekolah. Tidak sedikit yang mengungkapkan rasa terima kasih mereka atas perhatian dan kepedulian yang diberikan oleh MI Bustanul Ulum, karena zakat fitrah ini menjadi salah satu sumber penghidupan bagi mereka yang membutuhkan. Peran Mahasiswa dalam Menumbuhkan Semangat Berbagi. Kegiatan ini juga merupakan salah satu bukti nyata dari peran mahasiswa dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan mengembangkan kepedulian terhadap sesama. Sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Mahasiswa (KMM), para mahasiswa Asistensi Mengajar di MI Bustanul Ulum tidak hanya belajar dalam ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Harapan untuk Tahun Depan. Melihat kesuksesan dan dampak positif yang dirasakan oleh semua pihak, kami berharap kegiatan zakat fitrah ini dapat terus berjalan dengan lebih baik setiap tahunnya. Tidak hanya sebagai sarana ibadah dan wujud moderasi beragama, tetapi juga sebagai bentuk nyata kepedulian kita terhadap sesama, khususnya kepada mereka yang membutuhkan di bulan Ramadhan yang penuh berkah. Dengan adanya kegiatan seperti ini, semoga dapat lebih menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian dalam diri setiap individu, serta mempererat hubungan antara sekolah dan masyarakat sekitar. Zakat fitrah bukan hanya kewajiban, tetapi juga merupakan cara kita untuk menyebarkan berkah dan kasih sayang kepada sesama.