FERI AL-HIMAMI
Sidorejo, Jabung - Balai Desa Sidorejo menjadi saksi sejarah bagi 36 orang tua yang diwisuda dalam program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) pada Jumat, 20 Desember 2024. Program yang digagas melalui kerjasama antara Sub PPKBD dan Pemerintah Desa Sidorejo ini bertujuan meningkatkan kualitas pengasuhan balita melalui edukasi komprehensif kepada orang tua. Acara wisuda yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Kepala Desa Sidorejo, Bapak M. Mudhir Ali, ST, didampingi Ibu lurah, Ibu Rusmini Mudhir Ali. Turut hadir perwakilan Pekerja Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Jabung, yang memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Keberhasilan acara ini tidak lepas dari peran aktif mahasiswa KKM UIN Malang dari kelompok 166, 26, dan 96. Para mahasiswa berkontribusi dalam berbagai aspek, mulai dari dekorasi venue, dokumentasi, hingga bertindak sebagai Master of Ceremony (MC). “Program SOTH ini merupakan bukti nyata kepedulian pemerintah desa terhadap tumbuh kembang anak-anak di Desa Sidorejo,” ujar Kepala Desa dalam Berbagainya. Beliau menambahkan bahwa program ini menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi unggul melalui pola pengasuhan yang tepat. Inisiasi program SOTH bermula dari proposal yang diajukan oleh Sub PPKBD, yang kemudian mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa. Melalui kolaborasi dengan kader SOTH dan narasumber berkompeten, program ini berhasil memberikan pemahaman mendalam tentang pola asuh yang baik kepada para peserta. Para wisudawan mengaku mendapatkan banyak manfaat dari program ini. "Setelah mengikuti SOTH, saya lebih memahami bagaimana cara mengasuh anak dengan benar dan memperhatikan tumbuh kembangnya," ungkap salah satu peserta wisuda dengan antusias. Wisuda SOTH ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan pengasuhan merupakan investasi berharga untuk masa depan. Dengan berbekal ilmu yang didapat, para orang tua diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak-anak mereka. Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan balita di Desa Sidorejo. Melalui program SOTH, diharapkan dapat tercipta generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang.
FARIDA MUALIFATUS SA`DIYAH
KKM Aksaradana 128 Universitas Islam Negeri (UIN) Malang melaksanakan kegiatan pengajaran di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Masjid Nurul Huda, Tumpakrejo, Kalipare, mulai Selasa, 24 Desember 2024. Kegiatan ini berlangsung setiap hari Senin hingga Kamis dari pukul 15.30 hingga 17.00 WIB, di mana siswa mendampingi anak-anak dalam belajar mengaji, mulai dari iqro' hingga membaca Al-Qur'an. Dengan jumlah murid sekitar lima puluh orang, kegiatan ini melibatkan anak-anak dari usia PAUD hingga SMP. Dalam kegiatan ini, anggota KKM tidak hanya fokus pada pengajaran Al-Qur'an, tetapi juga menyampaikan materi tambahan seperti Bahasa Arab, Tajwid, dan Fasholatan. Materi tersebut diajarkan oleh anggota KKM yang berbeda-beda, termasuk Uswatun Khasanah untuk Bahasa Arab dan Farida Mualifatus Sa'diyah untuk Tajwid. Antusiasme para murid dan dukungan orang tua sangat terlihat, dengan banyaknya orang tua yang mengantarkan anak-anak mereka untuk mengikuti pendidikan agama. Sebagai bagian dari program ini, anggota KKM 128 juga mencetak dan membagikan buku doa harian yang dirancang sendiri. Buku ini bertujuan untuk mempermudah murid dalam menghafal doa-doa harian sekaligus sebagai kenang-kenangan dari pengalaman belajar mereka di TPQ. Inisiatif ini menunjukkan komitmen siswa untuk tidak hanya mengajar tetapi juga memberikan alat bantu belajar yang bermanfaat bagi anak-anak. Para ustadzah di TPQ menyatakan bahwa keberadaan siswa KKM 128 sangat membantu dalam mendampingi proses belajar mengaji dan menambah materi yang belum pernah diajarkan sebelumnya. Mereka berharap kegiatan ini dapat berlanjut meskipun masa tugas KKM telah berakhir, sehingga generasi muda dapat terus mendapatkan pendidikan agama yang berkualitas. Dengan dedikasinya ini, mahasiswa KKM 128 berkontribusi dalam mencetak generasi Islami yang kuat dan berkarakter.
SELMA MAGHVIRA
Kolaborasi Mahasiswa KKM 01, 71 dan 141 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang : Adakan Sosialisasi Stunting dan Parenting di Desa Argosuko Desa Argosuko, Kecamatan Poncokusumo, [16 Januari 2025] Sebagai bagian dari program kerja, mahasiswa KKM 01, 71 dan 141 melakukan kolaborasi dengan mengadakan sosialisasi yang mengangkat tema stunting dan parenting. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting dan peran parenting dalam tumbuh kembang anak. Acara sosialisasi ini diselenggarakan pada waktu pagi hari di Balai Desa Argosuko. dihadiri oleh kepala desa, kepala dusun wangkal, serta puluhan ibu-ibu dan anak-anak perwakilan dari setiap RA, TK Dharmawanita, TPQ, tidak lupa juga ada ibu-ibu guru yang turut ikut meramaikan. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa- mahasiswa KKM bekerja sama dengan seorang pemateri yang ahli dalam bidangnya, yaitu Ibu Fuji Astutik M.Psi. Beliau memberikan edukasi yang meliputi ciri-ciri, dampak serta pencegahan untuk stunting. Tidak lupa juga beliau menyampaikan mengenai pola asuh yang harus diterapkan orang tua terhadap anak seperti memperhatikan gizi seimbang, pola makan sehat, pentingnya asupan nutrisi yang sesuai bagi anak-anak di masa pertumbuhan mereka, kebutuhan fisik dan emosional terpenuhi, orangtua harus bisa memberikan rasa aman serta cinta, sering konsultasi, ada kesadaran dan persiapan dll. Selain itu untuk materi tentang parenting, lebih mencakup terhadap teknik pengasuhan anak yang efektif, komunikasi positif dalam keluarga, dan pentingnya peran orang tua dalam mendukung pendidikan anak. Kegiatan ini diisi dengan diskusi interaktif dan simulasi yang melibatkan partisipasi aktif dari peserta. Sosialisasi ini juga merupakan upaya untuk membantu masyarakat memahami pola asuh orangtua terhadap anak yang benar dan bahaya stunting serta langkah-langkah pencegahannya. “ Kami ingin memberikan informasi yang mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, kami berharap dapat memberikan manfaat dan membantu mengurangi angka stunting di desa ini,” ujarnya. Salah satu peserta, mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “ Sosialisasi ini sangat bermanfaat. Kami jadi lebih mengerti tentang cara menjaga kesehatan anak dan pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak sejak dini,” tutur beliau Kegiatan ini diakhiri dengan lomba mewarnai untuk anak-anak dan pembagian hadiah serta sesi foto bersama bersama mahasiswa-mahasisiwa KKM. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Desa Argosuko dapat lebih peduli terhadap isu stunting dan mampu menerapkan pola asuh yang lebih baik, sehingga anak-anak mereka dapat tumbuh sehat dan cerdas.
SYAHRIETHA NIRMALA ALIFIA
KKM Aksaradana 128 Universitas Islam Negeri (UIN) Malang melaksanakan kegiatan pengajaran di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Masjid Nurul Huda, Tumpakrejo, Kalipare, mulai Selasa, 24 Desember 2024. Kegiatan ini berlangsung setiap hari Senin hingga Kamis dari pukul 15.30 hingga 17.00 WIB, di mana mahasiswa mendampingi anak-anak dalam belajar mengaji, mulai dari iqro’ hingga membaca Al-Qur’an. Dengan jumlah murid sekitar lima puluh orang, kegiatan ini melibatkan anak-anak dari usia PAUD hingga SMP. Dalam kegiatan ini, anggota KKM tidak hanya fokus pada pengajaran Al-Qur’an, tetapi juga menyampaikan materi tambahan seperti Bahasa Arab, Tajwid, dan Fasholatan. Materi tersebut diajarkan oleh anggota KKM yang berbeda, termasuk Uswatun Khasanah untuk Bahasa Arab dan Farida Mualifatus Sa’diyah untuk Tajwid. Antusiasme para murid dan dukungan orang tua sangat terlihat, dengan banyak orang tua yang mengantarkan anak-anak mereka untuk mengikuti pendidikan agama. Sebagai bagian dari program ini, anggota KKM 128 juga mencetak dan membagikan buku doa harian yang dirancang sendiri. Buku ini bertujuan untuk mempermudah murid dalam menghafal doa-doa harian sekaligus sebagai kenang-kenangan dari pengalaman belajar mereka di TPQ. Inisiatif ini menunjukkan komitmen mahasiswa untuk tidak hanya mengajar tetapi juga memberikan alat bantu belajar yang bermanfaat bagi anak-anak. Para ustadzah di TPQ menyatakan bahwa keberadaan mahasiswa KKM 128 sangat membantu dalam mendampingi proses belajar mengaji dan menambah materi yang belum pernah diajarkan sebelumnya. Mereka berharap kegiatan ini dapat berlanjut meskipun masa tugas KKM telah berakhir, sehingga generasi muda dapat terus mendapatkan pendidikan agama yang berkualitas. Dengan dedikasi ini, mahasiswa KKM 128 berkontribusi dalam mencetak generasi Islami yang kuat dan berkarakter.
NADYA NAILATUL MUNA
Desa Argosuko, Dusun Wangkal Lor. [ 31 Desember 2024 ] Desa Argosuko adalah sebuah desa yang terletak di wilayah Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Desa Argosuko memiliki tiga dusun, yakni Dusun Wangkal Kidul, Wangkal Lor, Keden dan kini menjadi sorotan mahasiswa KKM dari Kelompok 71 yang kali ini membantu mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Al-Hidayah, letak nya berada di Dusun Wangkal Lor. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan bagi anak-anak desa dan dusun, sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memberdayakan masyarakat. Membantu Pendidikan TPQ Anak-Anak Dusun Wangkal Lor Dalam program KKM yang berlangsung selama 40 hari, mahasiswa KKM dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terlibat langsung memulai kegiatan mengajar di TPQ Al- Hidayah yang dilaksanakan satu kali perminggu dan sudah dimulai pada hari Selasa 31 Desember 2024. Jumlah yang hadir dalam TPQ tersebut ada 30 anak-anak disana mereka tidak hanya belajar membaca Al-Qur'an saja, tetapi juga diajarkan beberapa materi tambahan seperti : membaca doa-doa harian, praktek shalat, adzan dan wudhu yang benar, menghafalkan surat-surat pendek, belajar tentang asmaul husna, dan lain-lain. "Kami merasa senang bisa berbagi ilmu dengan anak-anak di sini," kata Rifqi, salah satu mahasiswa KKM. Dengan antusiasme mereka dalam belajar, kami berharap dengan kontribusi kecil ini dapat memberikan dampak dalam pendidikan mereka. Mahasiswa KKM juga menerapkan metode pengajaran yang interaktif dan menyenangkan agar anak-anak lebih semangat dalam belajar. Selain pembelajaran konvensional, kami juga menggunakan media digital untuk membuat proses belajar mengajar menjadi lebih menarik. "Kami mencoba mengenalkan cara belajar yang tidak membosankan. Anak-anak jadi lebih aktif dan senang mengikuti kegiatan di TPQ, " ujar salah satu mahasiswa KKM. Pengelola TPQ menyambut baik kehadiran mahasiswa KKM. Beliau merasa terbantu dengan tambahan tenaga pengajar yang berkualitas dan metode pembelajaran yang interaktif. Dikarenakan untuk TPQ Al – Hidayah sendiri sangat kekurangan untuk hal ketenagakerjaan. Mahasiswa KKM Kelompok 71 membantu sebisa mungkin agar anak-anak jadi lebih semangat dalam belajar Al-Qur'an dan senang dengan cara mengajar kakak-kakak mahasiswa. Harapan Ke Depan Dengan program KKM ini, kami berharap pemerintah desa Argosuko berencana memberikan perhatian lebih terhadap TPQ di desa ini dan harapan kegiatan ini dapat memperkuat fondasi pendidikan keagamaan anak-anak di desa sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa. Program ini juga menjadi bukti bahwa sinergi antara dunia keagamaan, pendidikan dan masyarakat dapat menciptakan perubahan positif yang signifikan. Semoga langkah ini menginspirasi desa lain untuk mengadopsi pendekatan serupa demi pembangunan yang berkelanjutan.
VIDYA FANI KUROTA AYUNI
KKM Aksaradana 128 Universitas Islam Negeri (UIN) Malang melaksanakan kegiatan pengajaran di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Masjid Nurul Huda, Tumpakrejo, Kalipare, mulai Selasa, 24 Desember 2024. Kegiatan ini berlangsung setiap hari Senin hingga Kamis dari pukul 15.30 hingga 17.00 WIB, di mana mahasiswa mendampingi anak-anak dalam belajar mengaji, mulai dari iqro’ hingga membaca Al-Qur’an. Dengan jumlah murid sekitar lima puluh orang, kegiatan ini melibatkan anak-anak dari usia PAUD hingga SMP. Dalam kegiatan ini, anggota KKM tidak hanya fokus pada pengajaran Al-Qur’an, tetapi juga menyampaikan materi tambahan seperti Bahasa Arab, Tajwid, dan Fasholatan. Materi tersebut diajarkan oleh anggota KKM yang berbeda, termasuk Uswatun Khasanah untuk Bahasa Arab dan Farida Mualifatus Sa’diyah untuk Tajwid. Antusiasme para murid dan dukungan orang tua sangat terlihat, dengan banyak orang tua yang mengantarkan anak-anak mereka untuk mengikuti pendidikan agama. Sebagai bagian dari program ini, anggota KKM 128 juga mencetak dan membagikan buku doa harian yang dirancang sendiri. Buku ini bertujuan untuk mempermudah murid dalam menghafal doa-doa harian sekaligus sebagai kenang-kenangan dari pengalaman belajar mereka di TPQ. Inisiatif ini menunjukkan komitmen mahasiswa untuk tidak hanya mengajar tetapi juga memberikan alat bantu belajar yang bermanfaat bagi anak-anak. Para ustadzah di TPQ menyatakan bahwa keberadaan mahasiswa KKM 128 sangat membantu dalam mendampingi proses belajar mengaji dan menambah materi yang belum pernah diajarkan sebelumnya. Mereka berharap kegiatan ini dapat berlanjut meskipun masa tugas KKM telah berakhir, sehingga generasi muda dapat terus mendapatkan pendidikan agama yang berkualitas. Dengan dedikasi ini, mahasiswa KKM 128 berkontribusi dalam mencetak generasi Islami yang kuat dan berkarakter.