Thumbnail
1 year ago
Inisiatif Edukatif KKM 313 Sumenep: Belajar Toleransi Lewat Warna

ANISAH MAIMUNAH

Ada yang berbeda di sore itu, di sebuah desa kecil bernama Pangarangan, Sumenep. Tak ada mimbar tinggi, tak ada seminar bertabur slide dan jargon. Yang ada hanya anak-anak, lembaran gambar tokoh agama, dan krayon warna-warni yang mereka genggam dengan antusias. Di bawah langit yang cerah, KKM 313 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memilih untuk tak hanya hadir di tengah masyarakat akan tetapi mengakar. Bukan dengan suara keras, tapi dengan pendekatan yang lembut. Bukan dengan perintah, tapi dengan keteladanan. Mereka menggelar Lomba Mewarnai Tokoh Agama, sebuah kegiatan sederhana namun sarat makna. Bertema moderasi beragama, lomba ini menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi para santri TPQ Sakinah. Di atas kertas putih itu, mereka mewarnai bukan hanya gambar, tapi juga makna keberagaman. Mereka menggambar masa depan yang damai serta saling menerima. Karena kita tahu, keberagaman bukan sekadar fakta sosial, melainkan karunia. Dan toleransi bukan sekadar sikap, melainkan fondasi. Maka, mengajarkannya sejak dini bukan pilihan, tapi keharusan. Salah satu panitia menyampaikan, “Kami ingin menanamkan nilai-nilai seperti saling menghargai, hidup berdampingan, dan menjauhi sikap ekstrem. Tapi caranya harus menyenangkan. Harus menyentuh dunia anak-anak.” Dan mereka melakukannya dengan cara yang tepat. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Ada pesan moral yang diselipkan di balik canda tawa, ada edukasi yang dibungkus dalam kesederhanaan. Bahkan pengasuh TPQ, Ustadz Fatahani, menyampaikan rasa syukurnya. “Anak-anak bisa bermain sambil belajar mengenal bahwa Indonesia ini terdiri dari banyak perbedaan, dan kita bisa hidup rukun,” katanya. Sore itu, tak hanya pengumuman pemenang yang ditunggu-tunggu. Tapi juga penguatan nilai. Bahwa perbedaan bukan alasan untuk berjauhan, tapi alasan untuk saling mendekat. Karena itulah pendidikan sejati: bukan sekadar transfer ilmu, tapi penanaman nilai. Bukan hanya soal tahu, tapi soal tumbuh.

Thumbnail
1 year ago
Seminar Parenting : Menjadi Orang Tua Bijak di Era Digital

KELVINA BERLIAN NOER RIZA

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang telah melakukan kegiatan seminar parenting yang dilaksanakan pada hari minggu tanggal 23 Februari 2025 di Aula MIN 3 Malang dengan tema "Ayah Ibu, Aku Butuh Kamu: Menjadi Orang Tua Bijak di Era Digital dengan Pola Asuh Seimbang", acara ini dihadiri oleh seluruh wali murid MIN 3 Malang khususnya kelas 1 & 2, wali murid seluruh TK/RA di Desa Arjowilangun, dan ibu-ibu PKK Desa Arjowilangun.    Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan kelompok KKM sebagai bentuk pengabdian masyarakat, khususnya dalam bidang pemberdayaan keluarga dan perang orang tua dalam mendidik anak. Seminar ini menghadirkan narasumber dari Dosen Fakultas Psikologi UIN Malang yakni Dr.Hj.Rofiqoh M.Pd,C.Ht dengan moderator Fitria Azizah Yona Putri.     Dalam materinya, Dr. Rofiqoh menyampaikan bahwa pentingnya pola asuh seimbang antara nilai-nilai tradisional dengan pendekatan digital modern. Beliau menekankan bahwa di era teknologi ini, peran orang tua tidak boleh digantikan oleh gadget. Beliau mengatakan bahwa "Anak-anak zaman sekarang jika dikerasi semakin ngelunjak, jadi dalam mendidik harus dengan lemah lembut, diajak berbicara tatap muka, dan sering diajak ngobrol agar tidak sering bermain gadget".    Seminar ini mengajak para orang tua untuk memahami tantangan dalam mendidik anak di era digital, sekaligus membekali para orang tua dengan strategi bijak dalam mengatur penggunaan gadget, membangun komunikasi yang efektif, serta menanamkan nilai-nilai karakter sejak dini. Para peserta sangat antusias mengikuti sesi demi sesi, terlebih pada saat sesi tanya jawab dibuka. Banyak dari peserta yang mengajukan pertanyaan seputar cara memperbaiki mental anak, sikap anak, hingga bullying dan screen time yang sehat.       Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Seminar Parenting : Menjadi Orang Tua Bijak di Era Digital", Klik untuk membaca: https://www.kompasiana.com/fitriaazizahyonaputri8422/682d9e1f34777c5cef19c505/seminar-parenting-menjadi-orang-tua-bijak-di-era-digital   Kreator : Fitria Azizah Yona Putri           Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Thumbnail
1 year ago
Membangun generasi Qurani melalui pendidikan yang menyenangkan dan inklusif Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Membangun generasi Qurani melalui pendidikan yang menyenangkan dan inklusif"

FATIMATUS ZAHRO

Mahasiswa Laksanakan KKM di TPQ Al-Abror, Buring -- Wujud Nyata Pengabdian kepada Masyarakat Malang -- Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari UIN MAULANA MALIK IBRAHIM telah sukses melaksanakan program pengabdian masyarakat di TPQ Al-Abror, yang berlokasi di Kelurahan Buring, Kota Malang. Kegiatan ini berlangsung kurang lebih 40 hari dan berfokus pada penguatan pendidikan karakter dan literasi Al-Qur'an untuk anak-anak usia dini. Program KKM ini mengusung tema "Membangun Generasi Qurani Melalui Pendidikan yang Menyenangkan dan Inklusif". Selama kegiatan, mahasiswa turut serta dalam berbagai aktivitas harian TPQ seperti mengajar iqra', membantu hafalan doa dan surat pendek, serta memberikan materi tentang akhlak dan adab islami dengan pendekatan kreatif. Kelas Kreatif: mewarnai, kerajinan tangan, dan permainan edukatif. Lomba Cerdas Cermat Islami Pentas Seni Santri dalam rangka penutupan kegiatan KKM Pemberdayaan Guru TPQ: pelatihan media pembelajaran sederhana Menurut salah satu mahasiswa peserta KKM, kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga sebagai wadah untuk belajar langsung dari masyarakat dan menumbuhkan rasa empati serta tanggung jawab sosial. Pihak TPQ Al-Abror menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi para mahasiswa. "Kami merasa sangat terbantu dan bangga atas semangat adik-adik mahasiswa. Anak-anak sangat antusias dan suasana belajar jadi lebih hidup," ujar salah satu pengajar TPQ. Melalui kegiatan KKM ini, diharapkan sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan lembaga pendidikan keagamaan masyarakat seperti TPQ dapat terus terjalin dan ditingkatkan, demi kemajuan generasi muda yang berilmu dan berakhlak mulia.

Thumbnail
1 year ago
Pencegahan stunting di panti asuhan YASIBU oleh KKM MANDUTAMA UIN MALANG

DEWI SARTIKA

https://www.kompasiana.com/dewisartika8787/6826962834777c0d21595af3/pencegahan-stunting-di-panti-asuhan-yasibu-oleh-kkm-mandutama-uin-malang   

Thumbnail
1 year ago
Semangat Nuzulul quran: antusiasme masyarakat dalam memperingati malam Nuzulul quran di masjid pakijangan kecamatan wonorejo pasuruan

MOCH. ASYROF ZAKY

https://www.kompasiana.com/asyrofzaky2465/68007e7234777c167d39e242/semanga 

Thumbnail
1 year ago
Semarak Nuzulul Qur'an di Masjid Nurul Huda Pakijangan: Kolaborasi Religius KKM UIN Malang dan Masyarakat

FELAHATUS SHOLIHAH

Momentum bulan Ramadan selalu menjadi saat yang dinanti-nanti umat Islam di seluruh dunia. Selain sebagai bulan penuh ampunan dan keberkahan, Ramadan juga menjadi ruang spiritual untuk memperdalam nilai-nilai keislaman. Salah satu malam istimewa di bulan suci ini adalah peringatan Nuzulul Quran, malam turunnya Al-Qur’an yang menjadi pedoman hidup umat Islam. Di Desa Pakijangan, suasana Ramadan tahun ini terasa berbeda dan lebih semarak. Pada malam 17 Ramadan 1446 H, Masjid Nurul Huda, yang menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat setempat, menjadi saksi kebersamaan antara warga dan para mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam memperingati malam Nuzulul Quran. Kegiatan peringatan Nuzulul Quran ini bukan hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga memperlihatkan kolaborasi apik antara mahasiswa dan masyarakat. Sejak sore hari, para anggota KKM telah membantu menyiapkan tempat, konsumsi, serta memastikan teknis acara berjalan lancar. Semangat gotong royong sangat terasa, memperkuat hubungan antara mahasiswa yang sedang menjalankan pengabdian dengan warga sekitar. Acara dimulai selepas salat Isya dan tarawih berjamaah. Dengan dihadiri oleh tokoh masyarakat, pengurus masjid, ibu-ibu jamaah, serta para pemuda desa, acara ini berlangsung khidmat namun tetap penuh kehangatan. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an mengawali kegiatan, disusul dengan penampilan hadrah dari remaja masjid yang membangkitkan nuansa islami di malam itu. Puncak acara diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh KH. Achmad Afandi, seorang ulama kharismatik yang juga dikenal sebagai sosok inspiratif di kalangan masyarakat. Dalam tausiahnya, beliau menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, bukan hanya dibaca tapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Beliau juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKM dalam acara ini sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Salah satu hikmah dari Nuzulul Quran adalah menghidupkan nilai-nilai Islam di tengah kehidupan bermasyarakat. Keterlibatan adik-adik mahasiswa ini menjadi cerminan bahwa dakwah bisa dilakukan dengan pendekatan kolaboratif dan penuh kasih,ujar KH. Achmad Afandi. Peringatan Nuzulul Quran ini diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga mendorong lahirnya semangat baru dalam mengamalkan Al-Qur’an. Bagi para mahasiswa KKM, momen ini menjadi pengalaman berharga untuk belajar langsung dari masyarakat dan turut serta dalam membangun kehidupan sosial-religius di desa. “Alhamdulillah, kami merasa sangat diterima di desa ini. Kegiatan seperti ini memberi kami kesempatan untuk belajar sekaligus berbagi,” ungkap salah satu anggota KKM. Sebagai penutup, seluruh peserta acara mulai dari KH. Achmad Afandi, para takmir Masjid Nurul Huda, remaja masjid, hingga mahasiswa KKM UIN Malang berkumpul untuk sesi foto bersama. Momen ini menjadi simbol kebersamaan dan kolaborasi yang terjalin erat antara seluruh elemen masyarakat. Kegiatan foto bersama tersebut bukan sekadar dokumentasi, tetapi menjadi pengingat bahwa kegiatan spiritual seperti Nuzulul Quran bisa menjadi media mempererat tali ukhuwah dan menumbuhkan semangat kolektif dalam membumikan nilai-nilai Al-Quran.