SALSABILA AULIA RAHMA KAMAL
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang diselenggarakan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Program ini dilaksanakan di Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, yang dipilih sebagai lokasi karena masih tingginya prevalensi stunting serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang, khususnya pada ibu hamil dan balita. Dalam rangka turut serta menanggulangi permasalahan tersebut, mahasiswa KKM menyelenggarakan seminar edukatif bertajuk “Generasi Hebat Berawal dari Gizi yang Tepat”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang stunting, penyebabnya, dampak jangka panjang yang ditimbulkannya, serta upaya preventif yang bisa dilakukan di tingkat rumah tangga. Seminar dilaksanakan pada tanggal 23 April 2025 bertempat di Balai Desa Karangsono, dan dihadiri oleh 35 peserta, yang sebagian besar adalah ibu hamil dan ibu yang memiliki balita. Acara dibuka oleh perwakilan pemerintah desa dan diikuti oleh berbagai macam mahasiswa. Materi inti disampaikan oleh narasumber ahli gizi dari Puskesmas Kanigoro, yang menjelaskan secara komprehensif mengenai konsep gizi seimbang, bahaya stunting, dan pentingnya memberikan nutrisi selama masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Hasil dari kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta tentang pentingnya gizi, serta munculnya kesadaran kolektif untuk lebih aktif dalam kegiatan posyandu. Beberapa peserta bahkan menyampaikan harapan agar kegiatan semacam ini dapat dilanjutkan dengan pelatihan keterampilan memasak makanan bergizi dan pembentukan kelompok kader gizi desa. Meskipun demikian, kegiatan ini juga menemukan sejumlah tantangan di lapangan, seperti rendahnya partisipasi masyarakat akibat kurangnya sosialisasi, serta terbatasnya fasilitas kesehatan desa yang membuat deteksi dini stunting menjadi kurang optimal. Oleh karena itu, mahasiswa merekomendasikan adanya tindak lanjut berupa pelatihan kader gizi, pengadaan alat ukur tinggi badan, dan pembentukan forum ibu balita sebagai langkah konkret yang dapat diambil oleh desa. Kegiatan ini menjadi contoh kolaborasi nyata antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam membangun kesadaran akan isu kesehatan yang sangat penting dan mendesak. Pendekatan partisipatif yang digunakan berhasil menciptakan ruang dialog yang produktif dan membangun rasa memiliki terhadap permasalahan bersama. Keberhasilan kegiatan ini diharapkan bisa menjadi model intervensi berbasis pendidikan masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan tantangan serupa.
DIAH AYU ROCHMAWATI
Pondok Ramadan yang digelar oleh KKM Sena Cendekia UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil menarik perhatian puluhan peserta di Desa Dawuhan Kidul. Selama dua hari, kegiatan ini tidak hanya fokus pada peningkatan ibadah, tetapi juga penguatan karakter dan nilai sosial keagamaan. Dengan kolaborasi bersama IPNU dan IPPNU, acara ini bertujuan membentuk generasi muda yang religius dan aktif. Temukan momen penuh keakraban, pengetahuan, dan aksi sosial yang menginspirasi di dalam artikel lengkapnya! https://www.kompasiana.com/iktaindana6808/68319854ed641556f046b9e2/pondok-ramadan-kkm-sena-cendekia-uin-malang-perkuat-moderasi-beragama-dan-nilai-keislaman-di-desa-dawuhan-kidul-kediri
SYAFRILIAN AKEMZA
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang telah melakukan kegiatan seminar parenting yang dilaksanakan pada hari minggu tanggal 23 Februari 2025 di Aula MIN 3 Malang dengan tema "Ayah Ibu, Aku Butuh Kamu: Menjadi Orang Tua Bijak di Era Digital dengan Pola Asuh Seimbang", acara ini dihadiri oleh seluruh wali murid MIN 3 Malang khususnya kelas 1 & 2, wali murid seluruh TK/RA di Desa Arjowilangun, dan ibu-ibu PKK Desa Arjowilangun. Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan kelompok KKM sebagai bentuk pengabdian masyarakat, khususnya dalam bidang pemberdayaan keluarga dan perang orang tua dalam mendidik anak. Seminar ini menghadirkan narasumber dari Dosen Fakultas Psikologi UIN Malang yakni Dr.Hj.Rofiqoh M.Pd,C.Ht dengan moderator Fitria Azizah Yona Putri. Dalam materinya, Dr. Rofiqoh menyampaikan bahwa pentingnya pola asuh seimbang antara nilai-nilai tradisional dengan pendekatan digital modern. Beliau menekankan bahwa di era teknologi ini, peran orang tua tidak boleh tergantikan oleh gadget. Beliau mengatakan bahwa "Anak-anak zaman sekarang jika dikerasi semakin ngelunjak, jadi dalam mendidik harus dengan lemah lembut, diajak berbicara face to face, dan sering diajak ngobrol agar tidak sering bermain gadget". Seminar ini mengajak para orang tua untuk memahami tantangan dalam mendidik anak di era digital, sekaligus membekali para orang tua dengan strategi bijak dalam mengatur penggunaan gadget, membangun komunikasi yang efektif, serta menanamkan nilai-nilai karakter sejak dini. Para peserta sangat antusias mengikuti sesi demi sesi, terlebih pada saat sesi tanya jawab dibuka. Banyak dari peserta mengajukan pertanyaan seputar cara memperbaiki mental anak, attitude anak, hingga bullying dan screen time yang sehat. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Seminar Parenting : Menjadi Orang Tua Bijak di Era Digital", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/fitriaazizahyonaputri8422/682d9e1f34777c5cef19c505/seminar-parenting-menjadi-orang-tua-bijak-di-era-digital Kreator: Fitria Azizah Yona Putri Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com
WILDAN FIKAROMIL LAYALI
HUMAS UIN MALANG — Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang tengah melaksanakan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Sukodadi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, mengadakan kegiatan edukatif berupa seminar parenting bertajuk "Strategi Parenting Emosional untuk Membangun Mental Anak." Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, (7/4), di Lembaga Pendidikan Mambaul Ulum, yang menaungi anak-anak berkebutuhan khusus di wilayah tersebut. Seminar bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada orang tua dan pendidik mengenai pentingnya pengelolaan emosi dalam pola asuh anak, serta strategi efektif dalam membangun ketahanan mental anak-anak, khususnya bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Acara dibuka dengan sambutan hangat dari perwakilan Lembaga Mambaul Ulum, yang mengapresiasi inisiatif mahasiswa UIN Malang dalam mendukung pengembangan pendidikan anak-anak di desa tersebut. Seminar kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh mahasiswa KKM yang telah mendapatkan pembekalan akademik dari kampus. Dalam penyampaian materi, peserta diajak untuk memahami konsep dasar kebutuhan emosional anak, peran orang tua dalam pembentukan karakter, serta tantangan yang kerap dihadapi dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus. Selain itu, diperkenalkan pula berbagai teknik sederhana yang dapat diterapkan di rumah, seperti teknik validasi emosi, pembangunan rutinitas positif, dan komunikasi empatik. Antusiasme peserta terlihat tinggi, dengan banyaknya pertanyaan dan berbagi pengalaman pribadi yang muncul sepanjang sesi seminar. Sedikit peserta yang menyampaikan rasa terima kasih atas materi yang dinilai sangat membantu, serta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang. Koordinator KKM Desa Sukodadi dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa UIN Malang kepada masyarakat. “Kami berharap, melalui seminar ini, para orang tua dapat lebih percaya diri dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak mereka, memahami pentingnya membangun ketahanan mental sejak dini, serta memperkuat hubungan emosional dalam keluarga,” ujar salah satu mahasiswa. Ustadz Suri, perwakilan dari Lembaga Mambaul Ulum, juga menambahkan: “Penting bagi kita memahami pola asuh berdasarkan kecerdasan emosional menurut ajaran Islam. Pola asuh yang baik tidak hanya membentuk karakter anak, tetapi juga dapat berperan dalam mencegah stunting.” Selain sesi seminar, acara juga dilengkapi dengan diskusi kelompok, simulasi praktik komunikasi efektif antara orang tua dan anak, serta booklet Pembagian sederhana berisi panduan parenting emosional yang dapat digunakan sebagai referensi lanjutan di rumah. Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari pihak Lembaga Mambaul Ulum dan masyarakat Desa Sukodadi. Seminar “Strategi Parenting Emosional untuk Membangun Mental Anak” menjadi bukti sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam upaya membangun generasi muda yang kuat, tangguh, dan berkarakter.
DINI EKA NOVIANTI
https://www.kompasiana.com/diniekan5499/68367a6bed64155c7b0a5522/bersatu-untuk-keamanan-upaya-memperbaiki-pos-di-jl-samadi-gang-iii-pesanggrahan-kota-batu
SHEYLAMITA AMANAH FATALAIHA
Turen, Malang – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema "Menjadi Orang Tua yang Dekat dan Dikenang Anak", bekerja sama dengan ibu-ibu PKK RT 03 Desa Turen, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, pada Rabu, 16 April 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan kelompok KKM sebagai bentuk pengabdian masyarakat, khususnya dalam bidang pemberdayaan keluarga dan pemberdayaan peran orang tua dalam mendidik anak. Sosialisasi yang berlangsung di balai pertemuan RT 03 ini dipandu oleh pemateri Farhan Mahally, yang menyampaikan pentingnya membangun hubungan emosional yang kuat antara orang tua dan anak. Ketua kelompok KKM, Rizal Zibran, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap tantangan pengasuhan di era digital. “Kami ingin membantu para orang tua, khususnya para ibu, untuk lebih memahami pentingnya menjadi figur yang hadir secara emosional dan dikenang secara positif oleh anak-anak mereka,” ujar Rizal. Sosialisasi ini berisi pemaparan materi seputar komunikasi empatik dalam keluarga, membangun kedekatan emosional, hingga teknik mendengarkan aktif sebagai kunci membina hubungan harmonis antara orang tua dan anak. Ibu Nita, selaku Ketua RT sekaligus perwakilan PKK, memberikan apresiasi atas inisiatif para mahasiswa. “Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan. Kami para ibu merasa terbantu untuk lebih memahami bagaimana kecerdasan sebagai orang tua di masa kini,” tuturnya. Ibu PKK yang hadir tampak antusias selama kegiatan berlangsung. Selain pemaparan materi, acara juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab, simulasi interaksi orang tua-anak, dan pembagian pamflet edukatif mengenai parenting yang berbasis nilai-nilai Islami dan kekeluargaan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para orang tua di RT 03 Desa Turen mampu menerapkan ilmu yang diperoleh demi menciptakan keluarga yang hangat, dekat, dan menjadi tempat tumbuh kembang yang sehat bagi anak-anak.