Thumbnail
1 year ago
Mahasiswa KKM UIN Malang dan Masyarakat Argosari Bersinergi Cegah Stunting

ANIS MUVIQOTUL AZIZAH

Malang, 21 Januari 2025 Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar sosialisasi dan lomba memasak bergizi di Balai Desa Argosari, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.   Acara ini dimulai sejak pukul 06.00 WIB dengan persiapan panitia dan pengondisian peserta. Pada pukul 08.00 WIB, acara resmi dibuka oleh MC. Sena dan Nadiya, diikuti dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh Mutmainnah. Sambutan disampaikan oleh Ketua Pelaksana, Novan, serta Ketua PKK Desa Argosari, Ibu Tutik Maslukhah, yang menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dalam memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup.   Sesi utama dalam kegiatan ini adalah sosialisasi pencegahan stunting dan parenting yang disampaikan oleh Ibu Ainindita Aghniacakti, M.Psi. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan wawasan mengenai pola asuh yang tepat dan pentingnya gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak. Antusiasme peserta terlihat dari sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif.   Sebagai bentuk edukasi yang aplikatif, acara dilanjutkan dengan lomba memasak makanan bergizi yang diikuti oleh masyarakat setempat. Selama 90 menit, peserta lomba menyiapkan hidangan sehat yang kemudian dinilai oleh dewan juri. Setelah penilaian, makanan yang telah disiapkan juga didistribusikan kepada masyarakat sebagai bagian dari kampanye pemenuhan gizi seimbang.   Kegiatan ini diakhiri dengan sesi awarding bagi para pemenang lomba dan penutupan oleh MC pada pukul 12.00 WIB. Melalui program ini, mahasiswa KKM UIN Malang herharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pencegahan stunting serta mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan gizi anak-anak mereka.

Thumbnail
1 year ago
Mahasiswa KKM UIN Malang Rancang Aplikasi Pembayaran PAM Desa Pandanrejo Berbasis Web dengan Metodologi Scrum

ZAUDA SALMA SALSABILA

Tim khusus yang beranggotakan 7 mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil mengembangkan dan mengimplementasikan aplikasi pembayaran Perusahaan Air Minum (PAM) Desa Pandanrejo berbasis web. Proyek besar ini bertujuan untuk memodernisasi sistem pembayaran PAM yang sebelumnya dilakukan secara manual, sehingga lebih efisien dan akurat. Dalam pengembangan aplikasi ini, tim KKM menerapkan metodologi Scrum yang dikenal dengan pendekatannya yang fleksibel dan iteratif. Metodologi ini memungkinkan tim untuk beradaptasi dengan perubahan kebutuhan dan umpan balik dari pengguna secara cepat. Dengan Scrum, proses pengembangan dibagi menjadi beberapa sprint dengan tujuan yang jelas, memungkinkan tim untuk fokus pada fitur-fitur prioritas dan menghasilkan increment aplikasi secara berkala. Aplikasi ini dibangun menggunakan kombinasi teknologi web terkini. Bahasa pemrograman JavaScript, HTML, dan CSS digunakan untuk membangun antarmuka pengguna (UI) yang responsif dan menarik. Sementara itu, PHP digunakan untuk logika backend dan pengelolaan data. Database MySQL dengan server lokal Laragon dipilih untuk menyimpan data pelanggan, transaksi pembayaran, dan informasi terkait lainnya. Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan proses pembayaran PAM di Desa Pandanrejo menjadi lebih efisien, transparan, dan akuntabel. Aplikasi ini tidak hanya memudahkan admin dalam melakukan pembayaran dan pelaporan, harapannya kedepannya aplikasi ini dapat terus berkembang dan dapat di akses luas oleh seluruh masyarakat Desa pandanrejo. Selain pengembangan aplikasi, tim khusus ini juga turut membantu dalam pengisian website desa dengan menambahkan informasi mengenai kegiatan-kegiatan KKM selama berada di Desa Pandanrejo. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas kegiatan KKM dan memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat desa. Program kerja dari tim KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini menjadi contoh nyata bagaimana mahasiswa dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.  

Thumbnail
1 year ago
Pesarean Gunung Kawi: Destinasi Ziarah Penuh Sejarah dan Spiritualitas

RISMA GUNAWAN

KKM UIN Malang bersama Kelompok 70 dan 140 pada (22/01) mengunjungi Gunung Kawi, yang terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur, telah lama dikenal sebagai salah satu destinasi ziarah yang sarat makna bagi banyak peziarah dari berbagai daerah. Di kawasan ini terdapat kompleks pesarean yang menjadi tempat peristirahatan terakhir Eyang Jugo (Kyai Zakaria II) dan Raden Mas Iman Soedjono, dua tokoh yang dihormati karena peran mereka dalam penyebaran ajaran kebaikan dan perjuangan melawan penjajahan. "Eyang Jugo merupakan seorang ulama besar menurut pihak pesarean Gunung Kawi. Data autentik bahwa beliau adalah seorang ulama berupa padepokan yang saat ini digunakan sebagai tempat singgah oleh para pengunjung. Dusun Pijiombo merupakan salah satu dusun terlama yang ada di Desa Wonosari sejak sebelum merdeka dan Dusun Kampung Baru merupakan dusun terbaru". Tutur Pak Subur Retno. Pesarean Gunung Kawi bukan sekadar tempat bersejarah, tetapi juga menjadi simbol spiritualitas bagi masyarakat. Banyak peziarah datang dengan niat untuk mendoakan leluhur serta memohon ketenangan batin. Kehadiran pesarean ini mencerminkan nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh para tokoh yang dimakamkan di sana, seperti ketulusan, kejujuran, dan perjuangan untuk kebaikan. Ziarah ke Pesarean Gunung Kawi sering dilakukan oleh mereka yang ingin mendapatkan inspirasi spiritual, refleksi diri, serta ketenangan hati. Banyak pengunjung yang membawa serta keluarga untuk berdoa dan menghormati sejarah yang tertanam di tempat ini. Di area pesarean, pengunjung dapat mengikuti berbagai kegiatan yang bernuansa religius, seperti tahlil, doa bersama, dan pembacaan ayat suci. Selain itu, banyak yang datang untuk menimba hikmah dari kisah-kisah perjuangan Eyang Jugo dan Raden Mas Iman Soedjono. Setiap tanggal tertentu, seperti malam Jumat Legi, kawasan ini menjadi lebih ramai oleh para peziarah yang datang dengan niat suci. Selain nilai spiritualnya, Gunung Kawi juga menawarkan keindahan alam yang menenangkan. Dengan udara yang sejuk dan suasana yang asri, peziarah dapat merasakan kedamaian yang jarang ditemui di perkotaan. Kawasan ini juga memiliki berbagai fasilitas pendukung seperti penginapan, rumah makan, dan area peristirahatan bagi para pengunjung. Dengan nilai sejarah, spiritualitas, dan keindahan alamnya, Pesarean Gunung Kawi tetap menjadi destinasi ziarah yang bermakna bagi masyarakat. Tempat ini mengajarkan bahwa perjalanan spiritual dapat dilakukan dengan hati yang tulus dan niat yang baik, serta menjadi pengingat akan pentingnya menghormati leluhur dan sejarah yang telah membentuk kehidupan kita saat ini. Kenyataannya tidak ada hal-hal seperti pesugihan di Desa ini karena mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani. link kompasiana: https://www.kompasiana.com/ariani6871/679cb1cfed6415411d694892/pesarean-gunung-kawi-destinasi-ziarah-penuh-sejarah-dan-spiritualitas

Thumbnail
1 year ago
Pesarean Gunung Kawi: Destinasi Ziarah Penuh Sejarah dan Spiritualitas

INAROTHUL HUDA

KKM UIN Malang bersama Kelompok 70 dan 140 pada (22/01) mengunjungi Gunung Kawi, yang terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur, telah lama dikenal sebagai salah satu destinasi ziarah yang sarat makna bagi banyak peziarah dari berbagai daerah. Di kawasan ini terdapat kompleks pesarean yang menjadi tempat peristirahatan terakhir Eyang Jugo (Kyai Zakaria II) dan Raden Mas Iman Soedjono, dua tokoh yang dihormati karena peran mereka dalam penyebaran ajaran kebaikan dan perjuangan melawan penjajahan. "Eyang Jugo merupakan seorang ulama besar menurut pihak pesarean Gunung Kawi. Data autentik bahwa beliau adalah seorang ulama berupa padepokan yang saat ini digunakan sebagai tempat singgah oleh para pengunjung. Dusun Pijiombo merupakan salah satu dusun terlama yang ada di Desa Wonosari sejak sebelum merdeka dan Dusun Kampung Baru merupakan dusun terbaru". Tutur Pak Subur Retno. Pesarean Gunung Kawi bukan sekadar tempat bersejarah, tetapi juga menjadi simbol spiritualitas bagi masyarakat. Banyak peziarah datang dengan niat untuk mendoakan leluhur serta memohon ketenangan batin. Kehadiran pesarean ini mencerminkan nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh para tokoh yang dimakamkan di sana, seperti ketulusan, kejujuran, dan perjuangan untuk kebaikan. Ziarah ke Pesarean Gunung Kawi sering dilakukan oleh mereka yang ingin mendapatkan inspirasi spiritual, refleksi diri, serta ketenangan hati. Banyak pengunjung yang membawa serta keluarga untuk berdoa dan menghormati sejarah yang tertanam di tempat ini. Di area pesarean, pengunjung dapat mengikuti berbagai kegiatan yang bernuansa religius, seperti tahlil, doa bersama, dan pembacaan ayat suci. Selain itu, banyak yang datang untuk menimba hikmah dari kisah-kisah perjuangan Eyang Jugo dan Raden Mas Iman Soedjono. Setiap tanggal tertentu, seperti malam Jumat Legi, kawasan ini menjadi lebih ramai oleh para peziarah yang datang dengan niat suci. Selain nilai spiritualnya, Gunung Kawi juga menawarkan keindahan alam yang menenangkan. Dengan udara yang sejuk dan suasana yang asri, peziarah dapat merasakan kedamaian yang jarang ditemui di perkotaan. Kawasan ini juga memiliki berbagai fasilitas pendukung seperti penginapan, rumah makan, dan area peristirahatan bagi para pengunjung. Dengan nilai sejarah, spiritualitas, dan keindahan alamnya, Pesarean Gunung Kawi tetap menjadi destinasi ziarah yang bermakna bagi masyarakat. Tempat ini mengajarkan bahwa perjalanan spiritual dapat dilakukan dengan hati yang tulus dan niat yang baik, serta menjadi pengingat akan pentingnya menghormati leluhur dan sejarah yang telah membentuk kehidupan kita saat ini. Kenyataannya tidak ada hal-hal seperti pesugihan di Desa ini karena mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani. link kompasiana: https://www.kompasiana.com/ariani6871/679cb1cfed6415411d694892/pesarean-gunung-kawi-destinasi-ziarah-penuh-sejarah-dan-spiritualitas

Thumbnail
1 year ago
https://www.kompasiana.com/ragilsukmawicaksono4851/67828272ed641522bd797d32/gerakan-hijau-kelompok-111-kkm-uin-malang-menanam-harapan-di-dusun-benel

ACHMAD FARHAN FAUZI

Baturetno, 11 Januari 2025 — Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya lingkungan hijau, Kelompok 111 KKM Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, yang dikenal dengan nama grup "Danadyaksa," melaksanakan program kerja penghijauan lingkungan di Dusun Benel, Desa Baturetno, Kecamatan Singosari. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias, melibatkan mahasiswa KKM dan warga setempat dalam aksi nyata menanam pohon.   Bertempat di pekarangan kosong milik salah satu warga bernama Rusdi, peserta KKM dan warga bahu-membahu menanam berbagai jenis pohon produktif, seperti kelengkeng, alpukat, dan mangga. Pemilihan pohon-pohon ini tidak hanya bertujuan untuk menghijaukan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang berupa hasil buah yang dapat dinikmati oleh masyarakat.   Warga Dusun Benel pun menyambut baik inisiatif ini. Rusdi, pemilik pekarangan, mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Saya sangat bersyukur pekarangan kosong ini dapat dimanfaatkan untuk hal yang baik. Semoga pohon-pohon ini tumbuh subur dan memberikan manfaat bagi kita semua,” tuturnya penuh harap.   Program kerja penghijauan ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mengedepankan pengabdian kepada masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, Kelompok 111 berhasil menunjukkan bahwa langkah kecil seperti menanam pohon dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.

Thumbnail
1 year ago
Gerakan Hijau Kelompok 111 KKM UIN Malang: Menanam Harapan di Dusun Benel Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Gerakan Hijau Kelompok 111 KKM UIN Malang: Menanam Harapan di Dusun Benel

RAGIL SUKMA WICAKSONO

Baturetno, 11 Januari 2025 — Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya lingkungan hijau, Kelompok 111 KKM Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, yang dikenal dengan nama grup "Danadyaksa," melaksanakan program kerja penghijauan lingkungan di Dusun Benel, Desa Baturetno, Kecamatan Singosari. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias, melibatkan mahasiswa KKM dan warga setempat dalam aksi nyata menanam pohon. Bertempat di pekarangan kosong milik salah satu warga bernama Rusdi, peserta KKM dan warga bahu-membahu menanam berbagai jenis pohon produktif, seperti kelengkeng, alpukat, dan mangga. Pemilihan pohon-pohon ini tidak hanya bertujuan untuk menghijaukan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang berupa hasil buah yang dapat dinikmati oleh masyarakat. Warga Dusun Benel pun menyambut baik inisiatif ini. Rusdi, pemilik pekarangan, mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Saya sangat bersyukur pekarangan kosong ini dapat dimanfaatkan untuk hal yang baik. Semoga pohon-pohon ini tumbuh subur dan memberikan manfaat bagi kita semua,” tuturnya penuh harap. Program kerja penghijauan ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mengedepankan pengabdian kepada masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, Kelompok 111 berhasil menunjukkan bahwa langkah kecil seperti menanam pohon dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar   Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Gerakan Hijau Kelompok 111 KKM UIN Malang: Menanam Harapan di Dusun Benel", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/ragilsukmawicaksono4851/67828272ed641522bd797d32/gerakan-hijau-kelompok-111-kkm-uin-malang-menanam-harapan-di-dusun-benel Kreator: Ragilsukmawicaksono