MUHAMMAD AIMAR DZIKRI S
https://www.kompasiana.com/ragilsukmawicaksono4851/67828272ed641522bd797d32/gerakan-hijau-kelompok-111-kkm-uin-malang-menanam-harapan-di-dusun-benel
AMRINA ROSYADA
Sidorejo, Jabung - Balai Desa Sidorejo menjadi saksi sejarah bagi 36 orang tua yang diwisuda dalam program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) pada Jumat, 20 Desember 2024. Program yang digagas melalui kerjasama antara Sub PPKBD dan Pemerintah Desa Sidorejo ini bertujuan meningkatkan kualitas pengasuhan balita melalui edukasi komprehensif kepada orang tua. Acara wisuda yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Kepala Desa Sidorejo, Bapak M. Mudhir Ali, ST, didampingi Ibu lurah, Ibu Rusmini Mudhir Ali. Turut hadir perwakilan Pekerja Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Jabung, yang memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Keberhasilan acara ini tidak lepas dari peran aktif mahasiswa KKM UIN Malang dari kelompok 166, 26, dan 96. Para mahasiswa berkontribusi dalam berbagai aspek, mulai dari dekorasi venue, dokumentasi, hingga bertindak sebagai Master of Ceremony (MC). “Program SOTH ini merupakan bukti nyata kepedulian pemerintah desa terhadap tumbuh kembang anak-anak di Desa Sidorejo,” ujar Kepala Desa dalam Berbagainya. Beliau menambahkan bahwa program ini menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi unggul melalui pola pengasuhan yang tepat. Inisiasi program SOTH bermula dari proposal yang diajukan oleh Sub PPKBD, yang kemudian mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa. Melalui kolaborasi dengan kader SOTH dan narasumber berkompeten, program ini berhasil memberikan pemahaman mendalam tentang pola asuh yang baik kepada para peserta. Para wisudawan mengaku mendapatkan banyak manfaat dari program ini. "Setelah mengikuti SOTH, saya lebih memahami bagaimana cara mengasuh anak dengan benar dan memperhatikan tumbuh kembangnya," ungkap salah satu peserta wisuda dengan antusias. Wisuda SOTH ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan pengasuhan merupakan investasi berharga untuk masa depan. Dengan berbekal ilmu yang didapat, para orang tua diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak-anak mereka. Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan balita di Desa Sidorejo. Melalui program SOTH, diharapkan dapat tercipta generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang.
KHAIRUL IBAD
Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang kali ini mengambil tema yang sangat relevan dengan isu-isu sosial di Indonesia, yaitu moderasi beragama, pencegahan kemiskinan ekstrem, stunting, dan parenting. Dalam upaya mewujudkan tujuan tersebut, mahasiswa UIN Malang yang tergabung dalam kelompok KKM 12 UIN Malang bekerjasama dengan Pengurus KPM-PKH melaksanakan kegiatan yang mengintegrasikan edukasi tentang stunting sekaligus memberikan keterampilan yang dapat memberdayakan ekonomi masyarakat melalui pembuatan sabun cuci piring, Rabu, 8 Januari 2025. Kegiatan ini dimulai dengan sosialisasi mengenai stunting yang menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia dan dapat berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif anak-anak. Dalam sosialisasi ini, Ibu Eni Ismiati, SE., M.Pd. selaku pemateri sekaligus ketua KPM-PKH Kecamatan Poncokusumo memaparkan pentingnya kebersihan diri dan lingkungan sebagai salah satu bentuk pencegahan stunting. ibu-ibu rumah tangga terlihat penuh antusias ketika mendengarkan materi yang diberikan. Setelah sosialisasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan sabun cuci piring sebagai salah satu keterampilan yang dapat mendukung perekonomian keluarga. Pembuatan sabun cuci piring ini dipilih karena selain mudah dipraktikkan, bahan-bahan yang dibutuhkan juga terjangkau, dan hasilnya bisa dijual untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga. Dalam pelatihan ini, pemateri dibantu mahasiswa untuk membimbing peserta untuk membuat sabun cuci piring, serta memberikan tips tentang cara pemasaran produk tersebut. "Terimakasih kepada kakak-kakak UIN Malang yang membantu desa mewujudkan salah satu misi Desa Pandansari tahun ini sebagai Desa Wisata UMKM. Pembuatan sabun cuci piring nanti bisa menjadi salah satu opsi yang dikembangkan ibu-ibu di desa untuk meningkatkan UMKM desa juga." ucap Bapak Ahmad Zainul Abidin selaku Kepala Desa saat sambutan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh pengetahuan tentang pentingnya kesehatan anak dan cara mencegah stunting, sekaligus memperoleh keterampilan baru untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Melalui pemberdayaan UMKM berbasis produk rumah tangga seperti sabun cuci piring, diharapkan dapat membuka peluang usaha baru yang pada gilirannya akan berkontribusi pada pengurangan kemiskinan ekstrem. Udaraksa.
TSANNIATUZ ZAHRO AMINUN
HUMAS UIN MALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) berhasil menggelar penyuluhan edukatif bertajuk “Bahaya Narkoba dan Merokok” di SDN 2 Argosari, Desa Argosari, Kecamatan Jabung, pada Jumat, (10/1). Acara ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa-siswi sejak dini tentang pentingnya menjaga diri dari bahaya narkoba dan kebiasaan merokok. Penyuluhan ini dihadiri oleh siswa-siswi dari kelas 1 hingga kelas 6, para guru, Kepala Sekolah SDN 2 Argosari, serta siswa KKM UIN Malang. Dengan pendekatan yang kreatif dan sesuai tingkat pemahaman anak-anak, kegiatan ini berlangsung interaktif dan penuh semangat. Dalam sesi penyuluhan, mahasiswa KKM memulai dengan menjelaskan dasar-dasar tentang narkoba dan rokok, termasuk definisi dan dampak buruknya. Agar siswa lebih mudah memahami, materi disampaikan melalui metode visual berupa video animasi edukatif. Video tersebut dirancang menarik sehingga mampu memikat perhatian siswa sekaligus menyampaikan pesan moral dengan jelas dan relevan. Selain itu, untuk menciptakan suasana interaktif, siswa KKM menyisipkan sesi tanya-jawab di setiap akhir penyampaian materi. Pendekatan ini bertujuan melibatkan siswa secara aktif, membangun rasa ingin tahu, dan memperkuat pemahaman mereka tentang bahaya narkoba dan merokok. Jargon Inspiratif: Narkoba No, Rokok No, Prestasi Ya! Salah satu momen paling berkesan dalam penyuluhan ini adalah pengenalan jargon khusus yang menjadi ciri khas acara. Pemateri terdekat, “SDN 2 Argosari!”, yang langsung disambut siswa dengan semangat, “Narkoba, no! Rokok, tidak! Prestasi ya!” lengkap dengan gerakan khas. Jargon Pengulangan ini tidak hanya menciptakan suasana ceria, tetapi juga memperkuat pesan edukasi kepada siswa. Sebagai penutup acara, Ibu Khoiriyatul, Kepala Sekolah SDN 2 Argosari, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif siswa KKM UIN Malang. Dalam Perayaannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi siswa selama satu minggu pendampingan di sekolah. “Kami sangat berterima kasih kepada kakak-kakak mahasiswa KKM UIN Malang atas kehadiran dan pendampingannya. Penyuluhan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami. Kakak-kakak tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman berharga yang akan dikenang oleh siswa-siswi kami. Semoga pengalaman ini menjadi bekal penting bagi kakak-kakak dalam pengabdian masyarakat lainnya,” ujar Ibu Khoiriyatul. Dengan berakhirnya ini, rangkaian kegiatan penyuluhan sekaligus pendampingan siswa KKM UIN Malang di SDN 2 Argosari resmi berakhir. Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan edukasi kepada siswa, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam dan energi positif bagi seluruh peserta. Mahasiswa KKM UIN Malang berharap, melalui penyuluhan ini, siswa SDN 2 Argosari mampu memahami bahaya narkoba dan rokok serta memiliki semangat untuk terus berprestasi di masa depan. link berita : https://uin-malang.ac.id/blog/post/read/25010100374619857
TRIA AYUNITA
Malang, 25 Januari 2025 - TPQ Dewi Masitoh 2, yang terletak di Desa Sumbersuko, menjadi saksi pelaksanaan pembagian buku panduan ubudiyah yang dikembangkan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Buku ini merupakan hasil pengabdian dalam program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dan dirancang untuk meningkatkan pemahaman santri mengenai praktik ibadah, seperti sholat, wudhu, dan doa sehari-hari. Latar Belakang Pengembangan Buku Panduan Berdasarkan observasi sebelumnya, capaian pembelajaran santri di TPQ Dewi Masitoh 2 dalam hal ubudiyah masih tergolong rendah. Hanya sekitar 30% santri yang mampu melakukan praktik sholat dengan benar, sementara pemahaman mereka mengenai tata cara wudhu hanya mencapai 40%. Melihat kondisi ini, tim KKM UIN Malang mengembangkan buku panduan sebagai media pembelajaran yang sistematis dan mudah dipahami. Buku ini dirancang dengan bahasa yang sederhana serta ilustrasi menarik agar mudah dipahami oleh santri TPQ yang masih dalam tahap belajar. Kegiatan Pembagian Buku Acara pembagian buku yang dilaksanakan pada 25 Januari 2025 ini dihadiri oleh para santri, pengajar TPQ, serta mahasiswa KKM yang terlibat dalam pengembangan buku. Para santri tampak antusias menerima buku panduan yang langsung digunakan dalam sesi pembelajaran di TPQ. Ustadzah vita , salah satu pengajar TPQ Dewi Masitoh 2, mengungkapkan apresiasinya terhadap inisiatif ini. "Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari mahasiswa UIN Malang. Buku ini sangat membantu kami dalam mengajarkan ibadah secara lebih sistematis, sehingga santri dapat lebih memahami dan mempraktikkan sholat serta wudhu dengan benar," tuturnya. Harapan dan Pengembangan ke Depan Keberhasilan proyek ini diharapkan dapat menjadi model dalam pengembangan media pembelajaran di TPQ lain yang memiliki kendala serupa. Dengan adanya buku panduan ini, santri tidak hanya belajar melalui metode lisan, tetapi juga memiliki sumber belajar yang dapat digunakan secara mandiri. Tim pengembang buku berharap bahwa upaya ini dapat terus dikembangkan dengan evaluasi lebih lanjut terhadap efektivitas buku dalam meningkatkan pemahaman ubudiyah santri. "Kami berharap buku ini dapat memberikan dampak positif bagi santri TPQ dan menjadi referensi bagi lembaga pendidikan non-formal lainnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran ibadah," ujar Sharul Maulana, salah satu mahasiswa yang terlibat dalam proyek ini. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan pendidikan ubudiyah di TPQ Dewi Masitoh 2 semakin meningkat dan mampu membentuk generasi santri yang lebih paham serta istiqomah dalam menjalankan ibadah sehari-hari.
SINTIA NURUL KHASANAH
Ngemplak Sumbersuko - Kelompok 110 KKM Universitas Islam Negeri Malang melanjutkan program pengabdian masyarakat mereka dengan mengajar perdana di TPQ Dewi Masitoh 2 Dusun Ngemplak Desa Sumbersuko, pada Senin (23/12/2024). Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat setempat melalui pendidikan formal dan pendidikan agama.Berdasarkan jadwal yang disusun oleh anggota Kelompok 110, kegiatan pengajaran di TPQ akan mengikuti jadwal yang telah ditetapkan oleh TPQ yaitu berlangsung dari Senin hingga Sabtu setelah waktu Ashar. Selain itu, sesi bimbingan belajar (Bimbel) dijadwalkan pada Senin hingga Rabu setelah Magrib. Acara perdana diawali dengan perkenalan oleh anggota KKM diikuti pembelajaran bacaan Arab menggunakan buku Ummi. Pada kesempatan ini, anggota kelompok didampingi oleh Mbak Vita yang membantu mengenalkan halaman-halaman buku Ummi yang sesuai untuk setiap murid TPQ. Kepala TPQ Bu Lik, menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi mahasiswa KKM pada Sabtu (21/12/2024). "Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang bersedia membantu mengajar di TPQ ini," ujar Bu Lik. Dalam pertemuan perdana anggota KKM berfokus pada pengajaran membaca huruf Arab dengan metode Ummi. Dikemudian hari program ini akan mencakup hafalan doa sehari-hari serta surat-surat pendek Al-Qur'an. Ketua Sie Pendidikan dan Agama Kelompok 110 Mas Aziz, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di TPQ. "Kami ingin anak-anak memahami bagaimana menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari," katanya. Selain mengajar di TPQ, anggota KKM juga mengadakan sesi Bimbel edukatif pada waktu ba'da Magrib untuk meningkatkan pendidikan formal anak-anak. Program KKM ini akan berlangsung selama periode KKM dengan agenda rutin seperti pengajaran bacaan Arab, mengaji kitab, Al-Qur'an serta kegiatan kreatif lainnya seperti menggambar.