OKTAVIA ARIFATUL MAHARANI
Pada Kamis, 16 Januari 2025, dilaksanakan acara penyerahan mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di MTsN 1 Kota Kediri. Acara tersebut dihadiri oleh Bapak Drs. H. Khairun Ni'am, S.T., Plt. Kepala MTsN 1 Kota Kediri, Ibu Mutiara Alisyiah Putri Utami, M.Pd., Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), para guru pamong, serta mahasiswa AM. Acara ini merupakan bagian dari program Asistensi Mengajar yang melibatkan mahasiswa UIN Malang. Kehadiran berbagai pihak dalam acara ini menunjukkan dukungan terhadap kelancaran program tersebut. Diharapkan melalui acara ini, mahasiswa dapat menjalani pengalaman mengajar yang bermanfaat di MTsN 1 Kota Kediri. Acara penyerahan dimulai pada pukul 08.00 dengan pembacaan ayat suci Al-Quran. Setelah itu, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Acara berikutnya adalah sambutan-sambutan dari berbagai pihak. Sambutan pertama disampaikan oleh Muhammad Izzatul Hikam, ketua kelompok mahasiswa, yang menyampaikan bahwa program Asistensi Mengajar ini merupakan kesempatan bagi mereka untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah dan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam dunia pendidikan. Ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan program ini dengan penuh tanggung jawab serta menjaga profesionalisme. Ia juga berharap dapat belajar banyak dari para guru yang sudah berpengalaman. Ia mengharapkan arahan, bimbingan, dan dukungan dari semua pihak agar program Asistensi Mengajar ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat positif bagi MTs Negeri 1 Kota Kediri. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Mutiara Alisyiah Putri Utami, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan yang luar biasa dari pihak sekolah. Beliau berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, baik dalam mempererat kerja sama antar lembaga maupun dalam memberikan pengalaman bagi mahasiswa dan guru. Ibu Mutiara juga menekankan bahwa ini adalah kesempatan besar bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah mereka pelajari di kampus. Selain itu, bagi para guru pamong, ini juga merupakan kesempatan untuk melihat secara langsung situasi di lapangan dan menghadapi peserta didik. Beliau juga mengharapkan agar para guru pamong dapat mendampingi mahasiswa selama sekitar empat bulan hingga Mei mendatang. Ibu Mutiara menutup sambutannya dengan doa semoga semua yang diniatkan menjadi ibadah di sisi Allah SWT. Sambutan terakhir disampaikan oleh Bapak Drs. Khoirun Ni'am, ST, yang mengucapkan selamat datang kepada Ibu Mutiara dan para mahasiswa di MTsN 1 Kota Kediri. Beliau mewakili lembaga mengucapkan terima kasih kepada UIN Malang yang telah mempercayakan lembaganya sebagai tempat untuk program Asistensi Mengajar. Kerja sama ini sudah terjalin lama. Bapak Khoirun Ni'am berharap kepercayaan ini dapat dijalankan dengan baik sehingga dapat menghasilkan manfaat bagi mahasiswa. Beliau juga mengingatkan agar mahasiswa dapat beradaptasi dengan budaya dan tata tertib di madrasah ini. Mahasiswa diharapkan dapat mengikuti berbagai kegiatan yang ada dan berkomunikasi dengan intensif bersama guru pamong. Beliau juga berharap agar mahasiswa dapat menjalankan tugas ini dengan penuh perhatian dan kesungguhan. Acara ini ditutup dengan doa bersama dan foto bersama. Dengan demikian, acara penyerahan mahasiswa AM di MTsN 1 Kota Kediri telah selesai dilaksanakan. Semoga semua program yang direncanakan dapat berjalan dengan sukses dan memberikan hasil yang maksimal. Harapan besar agar setiap kegiatan yang dilakukan dapat memberi manfaat bagi semua pihak. Semoga proses ini berjalan lancar dan mencapai tujuan yang diinginkan. https://www.kompasiana.com/imronrosyadi2128/678e4363ed641507a50d7202/pembukaan-dan-penyerahan-mahasiswa-asistensi-mengajar-uin-maulana-malik-ibrahim-malang-di-mts-negeri-1-kota-kediri
ANISA NUR FADHILA
Malang, 28 April 2025 --- Dalam rangka mendukung program pemerintah dalam upaya pencegahan stunting, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan sosial di Posyandu Seruni RW 05. Kegiatan ini dipusatkan pada pemberian makanan bergizi tinggi kepada balita sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap kesehatan masyarakat. Kegiatan berlangsung pada hari Senin, 28 April 2025, dengan dipandu langsung oleh Ketua Posyandu Seruni RW 05, Ibu Rika Nur Aini, serta didukung oleh para kader posyandu dan mahasiswa KKM. Bentuk kegiatan utama berupa pembagian makanan bergizi yang kaya akan protein, seperti telur, susu, dan kacang-kacangan. Makanan-makanan tersebut dipilih karena kandungan nutrisinya yang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan anak dan mencegah risiko stunting sejak dini. Para ibu yang hadir bersama balita mereka menyambut baik kegiatan ini. Mereka juga diberikan edukasi singkat mengenai pentingnya asupan protein dalam masa pertumbuhan, serta bagaimana menyusun pola makan sehat sehari-hari dengan bahan makanan yang terjangkau namun bergizi. "Kami sangat berterima kasih atas inisiatif dari adik-adik mahasiswa KKM UIN Malang. Kegiatan ini sangat membantu kami dalam memberikan pemahaman lebih kepada warga tentang pentingnya gizi, terutama protein, bagi tumbuh kembang anak," ungkap Ibu Rika Nur Aini. Selain membagikan makanan bergizi, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan kolaborasi antara mahasiswa, kader posyandu, dan masyarakat. Mahasiswa KKM berharap melalui kegiatan ini, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting semakin meningkat, sehingga tercipta generasi yang lebih sehat, kuat, dan cerdas. Kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme dari warga. Diharapkan, aksi kecil ini dapat memberikan dampak besar bagi masa depan anak-anak di lingkungan RW 05 dan sekitarnya. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Mahasiswa KKM UIN Malang Adakan Kegiatan Pencegahan Stunting di Posyandu Seruni RW 05", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/anisanurfadhila9681/6826862634777c3e811d9e72/mahasiswa-kkm-uin-malang-adakan-kegiatan-pencegahan-stunting-di-posyandu-seruni-rw-05
ACHMAD DHOHIRROBBI
Pada bulan Ramadhan 3 Maret 2025, Kelompok Vidhyadhyana dari Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan program pencegahan stunting di Dusun Masangan. Kegiatan ini berlangsung atas kerja sama dengan Pemerintah Desa Masangan serta menghadirkan pemateri dari Tim UOBF Puskesmas Raci, Kec. Bangil, Kab. Pasuruan. Acara ini dipandu oleh Achmad Dhohirrobbi selaku ketua kelompok sebagai Master of Ceremony (MC), sementara sesi pemaparan materi dimoderatori oleh Duta Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Khofifah Tri Anjani. Pemateri utama, Ibu Eriga Agustiningsasi, S.K.M., menyampaikan pentingnya pencegahan stunting melalui pola asuh yang baik, pemenuhan gizi, serta edukasi bagi ibu hamil dan balita. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak jangka panjang stunting terhadap tumbuh kembang anak. Dengan demikian, program ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam mendukung kesehatan anak-anak di Dusun Masangan. Hasil wawancara dengan Sekretaris Desa Masangan mengungkapkan bahwa terdapat empat bayi di dusun tersebut yang mengalami kondisi stunting. Angka ini menunjukkan perlunya perhatian khusus dalam hal pemenuhan gizi serta pola asuh anak sejak dini. Program yang diadakan Kelompok Vidhyadhyana KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang diharapkan dapat membantu mengurangi angka stunting melalui pendekatan edukatif dan intervensi langsung kepada masyarakat. Selain memberikan penyuluhan, program ini juga melibatkan diskusi interaktif antara pemateri dan warga untuk menjawab permasalahan yang dihadapi sehari-hari. Dengan demikian, masyarakat memperoleh wawasan baru mengenai cara mengatasi stunting melalui praktik yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari. Tema Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tahun ini mencakup isu-isu penting seperti stunting, parenting, moderasi beragama, dan kewirausahaan. Keberadaan tema ini selaras dengan permasalahan yang ada di Dusun Masangan, khususnya dalam aspek kesehatan anak. Program pencegahan stunting yang dilaksanakan tidak hanya memberikan penyuluhan, tetapi juga mencerminkan kepedulian mahasiswa terhadap kondisi sosial masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa turut serta dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan dan kesejahteraan generasi mendatang. Oleh karena itu, keterlibatan mahasiswa dalam program ini menjadi bukti nyata peran akademisi dalam memberikan solusi bagi permasalahan sosial. Selain edukasi kesehatan, program ini juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam pengasuhan anak sebagai langkah preventif terhadap stunting. Parenting yang baik berperan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Ibu Eriga Agustiningsasi, S.K.M., dalam pemaparannya menjelaskan bahwa perhatian terhadap pola makan, kebersihan lingkungan, serta stimulasi perkembangan anak menjadi faktor utama dalam pencegahan stunting. Dengan demikian, pemahaman yang diberikan dalam kegiatan ini diharapkan dapat mendorong orang tua untuk lebih sadar akan peran mereka dalam menciptakan generasi yang sehat dan cerdas. Kesadaran ini menjadi pondasi utama dalam mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi masyarakat. Kegiatan yang diinisiasi oleh Kelompok Vidhyadhyana KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Dusun Masangan menunjukkan bagaimana kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan tenaga kesehatan dapat menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan program serupa dapat terus berlanjut dan semakin luas jangkauannya di masa depan. Selain memberikan manfaat langsung bagi warga, kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang mereka pelajari di bangku kuliah. Oleh karena itu, pelaksanaan program ini menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan tinggi dapat berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan sosial yang ada di masyarakat.
ARYADANA AULIA PUTRA GUMILANG
Bulan Ramadhan menjadi bulan yang selalu dinanti-nanti kehadirannya oleh seluruh umat muslim. Bulan suci ini merupakan bulan yang penuh berkah bagi seluruh umat muslim karena banyaknya kebaikan yang terkandung didalamnya. Setiap insan berlomba-lomba berbuat kebaikan dengan harapan ridho Allah pada bulan ini. Meningkatnya banyak kebaikan disekeliling kita tentu saja membawa kedamaian disekitar kita. Ibadah-ibadah lebih ditingkatkan diantaranya sholat, tadarus Al-Qur’an, I’tikaf, dan juga berbagi. KB-TK Surya Buana tidak mau ketinggalan dengan event suci ini tentunya. Tepatnya pada tanggal 19 April 2025 diadakan program berbagi takjil oleh KB-TK Surya Buana kepada warga lingkungan sekitar sekolah. Kegiatan ini tentu saja bertujuan untuk mengembangkan empati, meningkatkan kesadaran sosial anak, serta mampu membangun rasa syukur anak. Kegiatan berbagi takjil dibagi rata kepada para siswa, dimana peranak membawa 2 lunch box untuk dijadikan bahan berbagi takjil. Mahasiswa Asistensi Mengajar menanggung untuk minumannya. Porsi makanan yang akan dibagikan adalah 270 porsi dan 150 porsi minuman dari Mahasiswa Asistensi Mengajar. Kegiatan pembuatan takjil dilakukan pada tanggal 19 April di pagi hari, dikarenakan sekolah beralih pada sore hari. Sekolah mulai masuk pukul 16.00 WIB dengan agenda mendengarkan ceramah terlebih dahulu di lantai 1. Anak-anak dicereitakan tentang pahala-pahala yang akan didapat saat kita melakukan kebaikan di bulan suci Ramadhan, lalu tentang apa saja keutamaan yang hendaknya dilakukan saat bulan Ramadhan. Setelah kegiatan Ceramah dilakukan pada pukul 16.45 WIB, anak-anak mulai dibariskan sesuai kelas dengan rapid an teratur mulai dari kelompok Playgroup terlebih dahulu, lalu disusul dengan kelompok A1, A2, A3. Untuk kelas B di sendirikan terlebih dahulu guna menjaga ketertiban nantinya. Kelompok yang telah berbaris didepan dipandu perlahan untuk mencapai titik pembagian takjil. Dengan didampingi bunda guru, kelompok demi kelompok membagikan takjil dengan teratur dantertib. Antusiasme warga sekitar terbilang besar, terutama yang membagikan dalah anak-anak usia dini yang lucu rupanya.Pembagian takjil berlangsung lancer tanpa halangan apapun dengan kondisi cuaca sedikit gerimis. Setelah semua kelas berada di lantai 2, persiapan sholat maghrib dilakukan dengan merapikan shof yang akan ditempati oleh anak-anak. Sholat maghrib berjamaah dilakukan dengan imam dari kelas B2. Setelah sholat maghrib dilakukan, anak-anak dibariskan secara tertib menuju tempat cuci tangan dan turun ke lantai 1 dengan rapi. Anak-anak didudukkan berdasarkan kelas untuk persiapan buka bersama. Diawali dengan membaca niat berbuka puasa bersama, anak-anak mulai memakan bekalnya masing-masing untuk berbuka puasa bersama-sama. Acara buka puasa bersama diawasi para bunda guru dan bunda AM dengan baik. Acara berakhir pada pukul 20.00 WIB dengan penjemputan anak-anak oleh wali murid. Acara ini tentu nya akan menjadi memori yang berkesan bagi anak-anak karena terdapat banyak pelajaran yang terkandung didalamnya, mulai dari kesederhanaan, rasa berbagi, rasa empati, dan rasa kebersamaan, dan kasih sayang.
KHOLILAH ZAKIYATUSSYARIFAH
Pada hari Senin, tanggal 28 April 2025, telah dilaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) bertempat di Posyandu Seruni RW 5, Masjid Ridwanullah, Jl. Letjend Soetoyo IV No. 42, Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan mengusung tema "Pencegahan Stunting dan Peningkatan Kesehatan Anak". Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh warga sekitar, kader Posyandu, petugas kesehatan, serta mahasiswa peserta KKM. Kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan Posyandu dan tokoh masyarakat yang menyampaikan pentingnya kerja sama antara warga, tenaga kesehatan, dan mahasiswa dalam menanggulangi masalah stunting. Dalam sambutannya disampaikan bahwa pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada pelayanan kesehatan, namun juga melibatkan edukasi gizi serta kepedulian keluarga dalam memenuhi kebutuhan nutrisi anak sejak usia dini. Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan bagi balita dan anak-anak. Pemeriksaan ini meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pengukuran lingkar kepala, yang dilakukan oleh petugas kesehatan dan kader Posyandu dengan dibantu oleh mahasiswa KKM. Mahasiswa terlibat secara aktif dalam membantu pelaksanaan kegiatan, termasuk mendampingi anak-anak saat diperiksa, mencatat hasil pemeriksaan, dan memberikan edukasi singkat kepada orang tua mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala. Setelah proses pemeriksaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian makanan sehat dan bergizi kepada anak-anak dan ibu balita. Makanan yang diberikan antara lain telur, buah-buahan, kacang hijau, dan makanan tambahan bergizi lainnya sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan gizi anak. Pembagian makanan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung program pencegahan stunting secara langsung kepada masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh antusias dari warga sekitar. Masyarakat menyambut baik kehadiran mahasiswa dan berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan. Kegiatan ini memberikan manfaat tidak hanya bagi masyarakat dalam aspek kesehatan, tetapi juga bagi mahasiswa dalam membangun pengalaman nyata di tengah masyarakat. Demikian berita acara ini dibuat sebagai dokumentasi resmi kegiatan KKM di Posyandu Seruni RW 5. Semoga kegiatan ini memberikan dampak positif dan menjadi langkah awal yang baik dalam upaya pencegahan stunting di lingkungan RW 5.
NILA AMBARWATI
Dalam rangka menumbuhkan kecintaan terhadap ibadah dan membangun karakter anak yang religius, RA Al Jihad mengadakan kegiatan rutin Safari Dhuha yang dilaksanakan pada hari Kamis, 17 April 2025. Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan sekolah dalam upaya memperkenalkan praktik ibadah sejak dini kepada anak-anak usia taman kanak-kanak. Kegiatan Safari Dhuha dilaksanakan di lingkungan sekolah yang telah disiapkan sedemikian rupa agar nyaman dan mendukung suasana ibadah. Anak-anak datang ke sekolah dengan penuh semangat, mengenakan pakaian muslim rapi dan membawa perlengkapan salat masing-masing. Tampak keceriaan dan antusiasme terpancar dari wajah-wajah polos mereka, yang sudah tak sabar untuk mengikuti kegiatan hari itu. Salat Dhuha Berjamaah: Langkah Awal Menjadi Hamba yang Bersyukur Kegiatan dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala RA Al Jihad, Ibu Antakuna Sholikhah, ST, S.Pd, M.Pd, yang mengingatkan pentingnya membiasakan anak melaksanakan salat Dhuha sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan setiap hari. Setelah itu, para guru mendampingi anak-anak untuk berwudu dengan tertib, sambil membimbing mereka mengucapkan doa wudu dan mencontohkan cara wudu yang benar. Proses ini menjadi bagian penting dari pembelajaran, karena anak-anak tidak hanya diajarkan secara teori, tetapi langsung mempraktikkan tata cara bersuci sebelum salat. Dengan berbaris rapi di atas sajadah masing-masing, anak-anak melaksanakan salat Dhuha dua rakaat secara berjamaah. Suasana khusyuk tercipta, meski diiringi suara kecil dan celoteh khas anak-anak. Namun justru di situlah letak keindahan pendidikan dini—dari kebiasaan yang sederhana, anak-anak mulai belajar nilai-nilai ibadah dan kedisiplinan. Tausiyah dan Cerita Islami: Menghidupkan Iman dalam Jiwa Anak Usai salat Dhuha, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tausiyah singkat. Ibu Lili Nurliati menyampaikan materi ringan namun sarat makna mengenai keutamaan salat Dhuha. Anak-anak diajak merenungkan bahwa dengan melaksanakan salat Dhuha, kita sedang meminta rezeki, keberkahan, dan pertolongan dari Allah SWT. Untuk menambah semangat, tausiyah diselingi dengan kisah inspiratif dari Nabi Muhammad SAW serta kisah para sahabat yang rajin menunaikan salat sunnah. Cerita disampaikan dengan gaya bercerita yang interaktif, lengkap dengan ekspresi dan intonasi yang membuat anak-anak betah dan fokus mendengarkan. Sesi Interaktif dan Edukasi Karakter Tak hanya mendengar, anak-anak juga diajak berinteraksi melalui sesi tanya jawab sederhana seperti: “Siapa yang tahu berapa rakaat salat Dhuha?” “Apa yang kita baca saat rukuk?” “Siapa yang suka salat bersama ayah atau ibu di rumah?” Sesi ini bukan hanya untuk menguji pemahaman, tapi juga untuk melatih kepercayaan diri anak dalam menyampaikan pendapat dan menjawab pertanyaan di depan teman-temannya. Sarapan Bersama: Menumbuhkan Kebersamaan dan Syukur Setelah rangkaian ibadah selesai, anak-anak, guru, dan beberapa orang tua yang hadir berkumpul untuk menikmati sarapan bersama. Menu sederhana namun bergizi disediakan oleh pihak sekolah maupun kontribusi orang tua. Momen ini menjadi ajang mempererat hubungan antara guru, siswa, dan keluarga, serta menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan dan saling berbagi. Harapan dan Komitmen ke Depan RA Al Jihad percaya bahwa menanamkan nilai-nilai keislaman sejak usia dini merupakan pondasi penting dalam membentuk pribadi anak yang shalih dan shalihah. Kegiatan Safari Dhuha menjadi salah satu bentuk implementasi pendidikan karakter berbasis spiritual yang menyenangkan dan bermakna. “Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi kebiasaan baik yang terus dibawa anak-anak hingga dewasa nanti. Salat bukan hanya kewajiban, tapi juga kebutuhan ruhani yang menenangkan jiwa,” ujar Ibu [Antakuna Sholikhah] di akhir acara. Dengan adanya Safari Dhuha, RA Al Jihad tidak hanya mengajarkan huruf dan angka, tapi juga nilai-nilai kehidupan yang akan menjadi bekal bagi anak-anak menghadapi masa depan dengan iman, akhlak, dan kebijaksanaan. https://www.kompasiana.com/nilaambarwati9598/683140b9ed6415682c3a8802/safari-dhuha-di-ra-al-jihad-membentuk-krakter-islam-sejak-usia-dini