AINUN JARIYAH
https://drive.google.com/folderview?id=1fS5_DqDwlEi8c3h-oXLiRE-3l8f7wMzR
KAMILA KHOIRUNNISWATIL AZKIYA
"Santri TPQ Rahmatullah Sukun, Bandulan, Malang, antusias menyimak sosialisasi dari mahasiswa KKM UIN Malang tentang moderasi beragama dan pentingnya gizi seimbang. Kegiatan yang digelar pada 22 April 2025 ini tidak hanya mengajarkan toleransi, tetapi juga praktik hidup sehat melalui pembagian susu kedelai dan pisang, serta kampanye pencegahan stunting berbasis ayat Al-Qur’an. Seperti apa keseruannya?" selengkapnya dapat diakses pada link berikut: https://www.kompasiana.com/kamilakhoirunniswatilazkiya7222/6817ba12c925c4154b540d62/kkm-uin-malang-edukasi-santri-tpq-rahmatullah-moderasi-beragama-gizi-sehat-dan-cegah-stunting-dengan-nilai-islami
NUR CHAMIDAH
"Kami merasa bangga bisa menjadi bagian dari kegiatan yang membangun karakter siswa. Pendidikan tidak hanya soal nilai akademik, tapi juga nilai kehidupan. Program seperti ini sangat kami dukung," tutur Bapak Khoirun Ni'am, Kepala Sekolah. Dampak Nyata dan Harapan ke Depan Kegiatan Usai, terlihat peningkatan kesadaran siswa terhadap pentingnya menerima perbedaan. Banyak dari mereka yang menyatakan ingin menyebarkan semangat toleransi kepada keluarga, teman, dan lingkungan sekitar. KKM Adiwangsa berharap program ini tidak hanya berhenti di satu sekolah, tetapi dapat menjadi model pengabdian siswa yang lebih luas, yang tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membentuk fondasi sosial dan moral masyarakat. “Kami ingin nilai-nilai yang kami bawa hari ini tidak berhenti sebagai acara, tapi terus tumbuh sebagai kebiasaan. Semoga toleransi ini menjadi bagian dari budaya mereka ke depan,” tambah Muhammad Izzatul Hikam, Ketua KKM. Kegiatan bertajuk “Moderasi Beragama” ini menjadi bukti bahwa kerja sama antara pelajar, sekolah, dan masyarakat bisa menghadirkan perubahan positif. Dalam dunia yang terus berubah, membentuk karakter moderat menjadi fondasi penting agar generasi muda siap menghadapi tantangan global. Pesan yang ditinggalkan oleh KKM Adiwangsa di MTsN 1 Kota Kediri sederhana namun mendalam: “Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tapi untuk saling memperkaya dan memperkuat satu sama lain”. https://www.kompasiana.com/imronrosyadi2128/6805db73c925c4264f550972/kkm-adiwangsa-gaungkan-semangat-molderasi-beragama-bersama-400-siswa-mtsn-1-kota-kediri?page=3&page_images=2
AHMAD ARIF BURHANUDDIN AS SHOLIHIN
Malang, 27 April 2025 --- Dalam upaya mendukung pemberdayaan ekonomi dan mengatasi kemiskinan ekstrem yang sedang terjadi, kelompok AM Mandutama, anggota KKM UIN Malang yang sedang melaksanakan Asistensi Mengajar di MAN 2 Kota Malang, menggelar pelatihan meronce yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 April 2025. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 09.00 sampai 11.00 WIB yang bertempat di belakang gedung Micro Teaching UIN Malang yang diikuti oleh 35 orang peserta. (berita lebih lengkap silahkan kunjungi link berikut) https://www.kompasiana.com/ahmadarif5177/6833087834777c6777146e92/am-mandutama-gelar-pelatihan-meronce-untuk-meningkatkan-ekonomi-masyarakat
NAAFA NABIILA ROMADHONI
Dalam rangka mengimplementasikan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil 'Alamin (P5RA), MTsN 01 Kota Kediri menggelar serangkaian kegiatan inspiratif dan edukatif yang mengusung tema "Bangunlah Jiwa dan Raganya". Tema ini dipilih sebagai wujud nyata komitmen madrasah dalam menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan jasmani dan rohani, membangun kepedulian sosial, serta menanamkan nilai-nilai karakter yang luhur kepada seluruh peserta didik. Rangkaian kegiatan diawali pada tanggal 8 Maret 2025 dengan pelaksanaan jalan sehat bersama yang melibatkan seluruh warga madrasah. Mulai dari siswa, guru, staf tata usaha, hingga kepala madrasah turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Jalan sehat yang menempuh rute mengelilingi lingkungan sekitar madrasah ini tidak hanya menjadi ajang kebersamaan dan hiburan semata, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik bagi kesehatan tubuh. Dengan semangat kebersamaan dan wajah penuh antusias, para peserta tampak menikmati setiap langkah yang diiringi canda tawa dan semangat positif. Usai kegiatan jalan sehat, para siswa diajak untuk melakukan observasi lingkungan sekitar. Dalam kegiatan ini, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil dan diarahkan untuk mengamati serta mencatat kondisi lingkungan, termasuk kebersihan, keberadaan tanaman hijau, tempat sampah, dan potensi permasalahan lingkungan lain yang ditemukan. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar secara langsung mengenai pentingnya pelestarian lingkungan, tetapi juga dilatih untuk berpikir kritis, peduli terhadap sekitar, dan bertanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat. Observasi ini membuka ruang dialog antara siswa dan guru tentang solusi konkret yang bisa dilakukan untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Puncak kegiatan dilaksanakan pada tanggal 9 Maret 2025 dalam bentuk Gelar Karya Inovasi Makanan Sehat, yang menjadi ajang bagi para siswa untuk menunjukkan kreativitas mereka dalam menciptakan makanan sehat berbahan lokal. Dalam gelar karya ini, setiap kelompok siswa menampilkan hasil kreasi makanan yang tidak hanya lezat dan menarik, tetapi juga memenuhi standar gizi seimbang. Bahan-bahan lokal seperti singkong, jagung, kelor, tempe, dan buah-buahan tropis diolah dengan cara sederhana namun inovatif, mengedepankan prinsip higienitas dan keberlanjutan. Setiap stan karya dihias penuh warna dan informasi edukatif mengenai kandungan gizi, manfaat makanan, serta pentingnya menerapkan pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kepala MTsN 01 Kota Kediri dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata dari proses pendidikan yang menyeluruh dan bermakna. "Kegiatan ini bukan hanya ajang unjuk kreativitas, tapi juga merupakan proses pembelajaran yang sangat penting dalam membentuk karakter siswa. Mereka belajar tentang hidup sehat, kerja sama tim, tanggung jawab sosial, dan nilai-nilai luhur yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil 'Alamin," ujarnya. Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa melalui pendekatan yang menyenangkan dan melibatkan secara aktif seluruh siswa, nilai-nilai seperti gotong royong, disiplin, peduli lingkungan, dan cinta terhadap produk lokal dapat tertanam kuat dalam jiwa para pelajar. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi harmonis antara madrasah dan masyarakat sekitar, sebagai upaya bersama dalam menciptakan generasi muda yang sehat secara jasmani dan rohani, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan ini menjadi momen penting dan inspiratif dalam proses pembentukan karakter siswa. MTsN 01 Kota Kediri berhasil menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berkutat pada aspek akademik, tetapi juga menyentuh aspek moral, sosial, dan emosional siswa. Melalui jalan sehat, observasi lingkungan, dan gelar karya makanan sehat, nilai-nilai Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil 'Alamin berhasil dibumikan secara nyata, menyenangkan, dan penuh makna.
AISAH NUR MAULIDIYA AMALIYA
Dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Kelompok Kegiatan Mahasiswa (KKM) Adiwangsa menyelenggarakan program kerja bertajuk "Gizi Ceria" sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di Desa Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, pada hari Senin, 19 Februari 2025. Program ini digagas sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya pemenuhan gizi yang seimbang di masyarakat, terutama pada anak-anak usia dini yang tengah berada dalam masa pertumbuhan. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh tim KKM Adiwangsa, masih banyak masyarakat yang belum memahami secara menyeluruh manfaat gizi seimbang, serta potensi bahan pangan lokal yang bisa diolah menjadi makanan sehat dan bergizi. Konsep "Gizi Ceria": Menggabungkan Edukasi, Inovasi, dan Partisipasi "Gizi Ceria" ini dirancang dengan pendekatan interaktif dan edukatif, bertujuan agar pesan-pesan penting mengenai gizi dapat tersampaikan dengan mudah kepada berbagai lapisan usia. Beberapa kegiatan utama yang diadakan dalam program ini antara lain: Penyuluhan gizi kepada orang tua dan masyarakat, yang berfokus pada pemahaman gizi seimbang serta pengenalan bahan pangan lokal. Pemeriksaan kesehatan ringan, seperti pengukuran berat dan tinggi badan anak. Puncak kegiatan berupa pembagian makanan sehat, yaitu puding berbahan dasar daun kelor yang kaya nutrisi. Inovasi Pangan Lokal: Puding Daun Kelor Jadi Favorit Warga Salah satu hal yang paling menarik perhatian dalam kegiatan ini adalah pembagian puding daun kelor. Puding ini merupakan hasil kreasi tim KKM Adiwangsa yang mengusung konsep pangan lokal bergizi tinggi, murah, dan mudah dibuat. Daun kelor dikenal sebagai "superfood" karena mengandung zat besi, kalsium, vitamin A, dan antioksidan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Puding tersebut menjadi bentuk nyata dari inovasi makanan sehat yang bisa dikonsumsi oleh semua kalangan usia. Sebanyak 150 porsi puding dibagikan kepada peserta kegiatan, yang terdiri dari anak-anak, remaja, orang tua, hingga lansia. Dari hasil evaluasi, mayoritas warga menyatakan bahwa mereka menyukai rasa puding tersebut dan tertarik untuk mencoba membuatnya sendiri di rumah. Sambutan dan Apresiasi dari Masyarakat Kegiatan "Gizi Ceria" mendapatkan sambutan hangat dari warga dan pemerintah desa. Dalam sambutannya, Kepala Posyandu (Ibu Marsih) menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat. "Kami sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKM Adiwangsa. Edukasi tentang gizi yang disampaikan sangat tepat dan dibutuhkan masyarakat. Harapannya, program seperti ini bisa menjadi pemicu perubahan pola hidup sehat di desa kami," ujarnya. Tak hanya dari pihak desa, kegiatan ini juga membuka ruang dialog antara kader posyandu dan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan keluarga melalui asupan makanan sehari-hari. Harapan dan Dampak Berkelanjutan Ketua pelaksana KKM Adiwangsa, [Muhammad Izzatul Hikam], menjelaskan bahwa "Gizi Ceria" merupakan bagian dari misi mahasiswa untuk membawa ilmu dari ruang kelas ke tengah masyarakat. "Kami ingin menyampaikan bahwa hidup sehat itu bisa dimulai dari rumah, dari dapur kita sendiri, dengan memanfaatkan potensi pangan lokal seperti daun kelor. Lewat pendekatan sederhana seperti puding, kami berharap masyarakat mulai terbuka terhadap pola makan sehat," ujarnya. Dengan berakhirnya kegiatan pada 19 Februari, KKM Adiwangsa berharap bahwa edukasi yang diberikan dapat terus ditularkan oleh para peserta kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya. Diharapkan pula inovasi makanan sehat seperti puding daun kelor bisa menjadi bagian dari kebiasaan baru di rumah tangga masyarakat desa. "Gizi Ceria" bukan sekadar sebuah program kerja dalam pengabdian masyarakat, melainkan representasi dari kepedulian generasi muda terhadap masa depan kesehatan bangsa. Dengan menggabungkan edukasi, inovasi, dan pendekatan partisipatif, kegiatan ini membuktikan bahwa pengabdian dapat berdampak nyata, meski melalui langkah sederhana. Dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Kelompok Kegiatan Mahasiswa (KKM) Adiwangsa menyelenggarakan program kerja bertajuk "Gizi Ceria" sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di Desa [Nama Desa], Kecamatan [Nama Kecamatan], Kabupaten [Nama Kabupaten], pada hari Senin, 19 Februari 2025. Program ini digagas sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya pemenuhan gizi yang seimbang di masyarakat, terutama pada anak-anak usia dini yang tengah berada dalam masa pertumbuhan. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh tim KKM Adiwangsa, masih banyak masyarakat yang belum memahami secara menyeluruh manfaat gizi seimbang, serta potensi bahan pangan lokal yang bisa diolah menjadi makanan sehat dan bergizi. Konsep "Gizi Ceria": Menggabungkan Edukasi, Inovasi, dan Partisipasi "Gizi Ceria" dirancang dengan pendekatan interaktif dan edukatif, bertujuan agar pesan-pesan penting mengenai gizi dapat tersampaikan dengan mudah kepada berbagai lapisan usia. Beberapa kegiatan utama yang diadakan dalam program ini antara lain: Penyuluhan gizi kepada orang tua dan masyarakat, yang berfokus pada pemahaman gizi seimbang serta pengenalan bahan pangan lokal. Kegiatan kreatif untuk anak-anak, seperti lomba mewarnai dengan tema makanan sehat. Pemeriksaan kesehatan ringan, seperti pengukuran berat dan tinggi badan anak. Puncak kegiatan berupa pembagian makanan sehat, yaitu puding berbahan dasar daun kelor yang kaya nutrisi. Inovasi Pangan Lokal: Puding Daun Kelor Jadi Favorit Warga Salah satu hal yang paling menarik perhatian dalam kegiatan ini adalah pembagian puding daun kelor. Puding ini merupakan hasil kreasi tim KKM Adiwangsa yang mengusung konsep pangan lokal bergizi tinggi, murah, dan mudah dibuat. Puding ini mengandung antioksidan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Puding tersebut menjadi bentuk nyata dari inovasi makanan sehat yang bisa dikonsumsi oleh semua kalangan usia. Sebanyak 150 porsi puding dibagikan kepada peserta kegiatan, yang terdiri dari anak-anak, remaja, orang tua, hingga lansia. Dari hasil evaluasi, mayoritas warga menyatakan bahwa mereka menyukai rasa puding tersebut dan tertarik untuk mencoba membuatnya sendiri di rumah. Sambutan dan Apresiasi dari Masyarakat Kegiatan "Gizi Ceria" mendapatkan sambutan hangat dari warga dan pemerintah desa. Dalam sambutannya, Kepala Desa [Nama Kepala Desa] menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat. "Kami sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKM Adiwangsa. Edukasi tentang gizi yang disampaikan sangat tepat dan dibutuhkan masyarakat. Harapannya, program seperti ini bisa menjadi pemicu perubahan pola hidup sehat di desa kami," ujarnya. Tak hanya dari pihak desa, kegiatan ini juga membuka ruang dialog antara kader posyandu dan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan keluarga melalui asupan makanan sehari-hari. Harapan dan Dampak Berkelanjutan Ketua pelaksana KKM Adiwangsa, [Nama Ketua], menjelaskan bahwa "Gizi Ceria" merupakan bagian dari misi mahasiswa untuk membawa ilmu dari ruang kelas ke tengah masyarakat. "Kami ingin menyampaikan bahwa hidup sehat itu bisa dimulai dari rumah, dari dapur kita sendiri, dengan memanfaatkan potensi pangan lokal seperti daun kelor. Lewat pendekatan sederhana seperti puding, kami berharap masyarakat mulai terbuka terhadap pola makan sehat," ujarnya. Dengan berakhirnya kegiatan pada 19 Februari, KKM Adiwangsa berharap bahwa edukasi yang diberikan dapat terus ditularkan oleh para peserta kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya. Diharapkan pula inovasi makanan sehat seperti puding daun kelor bisa menjadi bagian dari kebiasaan baru di rumah tangga masyarakat desa. Kesimpulan "Gizi Ceria" bukan sekadar sebuah program kerja dalam pengabdian masyarakat, melainkan representasi dari kepedulian generasi muda terhadap masa depan kesehatan bangsa. Dengan menggabungkan edukasi, inovasi, dan pendekatan partisipatif, kegiatan ini membuktikan bahwa pengabdian dapat berdampak nyata, meski melalui langkah sederhana. Program KKM ini menjadi momen penting bagi mahasiswa untukberinteraksi langsung dengan masyarakat, berbagi ilmu, dan memberikan kontribusi nyata yang bermanfaat. Harapannya, sinergi antara mahasiswa dan masyarakat Desa Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, mampu menghasilkan perubahan positif yang berkelanjutan. Selain itu, program ini juga menjadi wujud komitmen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam menjalankan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu kewajiban mengabdi kepada masyarakat. https://www.kompasiana.com/imronrosyadi2128/6805d7ebc925c470f86db595/gizi-ceria-inovasi-kkm-adiwangsa-dalam-mendorong-kesadaran-gizi-lewat-edukasi-dan-olahan-pangan-lokal