Thumbnail
1 year ago
Penutupan KKM di TPQ Al-Muttaqien: Meriah dengan Peringatan Isra' Mi'raj dan Awarding Lomba

ALIF JANUAR HADI

Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di TPQ Al-Muttaqien, Dusun Wonokerto, resmi ditutup pada Senin, 27 Januari 2025. Acara penutupan ini dikemas meriah dengan peringatan Isra' Mi'raj serta awarding lomba bagi para santri yang telah berpartisipasi dalam berbagai perlombaan. Acara dimulai dengan sambutan dari perwakilan kelompok KKM, yaitu M. Rizky Habibulloh dan Ida Masayu Putri. Mereka mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari pihak TPQ Al-Muttaqien serta kesempatan yang diberikan untuk membantu proses belajar mengajar di sana. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Fatkhur Rofiq selaku guru TPQ Al-Muttaqien. Beliau mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKM dalam mendukung pendidikan di TPQ serta berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi semua pihak. Kegiatan ini diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada para santri yang telah berprestasi dalam lomba-lomba yang diadakan. Suasana penuh kebersamaan dan semangat belajar mengaji semakin terasa dalam acara ini, menandai penutupan KKM yang berkesan di TPQ Al-Muttaqien.

Thumbnail
1 year ago
"Masyarakat Desa Pajaran dengan dibantu Oleh Mahasiswa KKM 81 Arthadaya Bersama - sama Membersihkan Selokan Disekitar Wilayah Yang Terdampak Banjir" Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul ""Masyarakat Desa Pajaran dengan dibantu Oleh Ma

LAYLI WAHIDATI AMINUN NISA

"Masyarakat Desa Pajaran dengan dibantu oleh Mahasiswa KKM 81 Arthadaya Bersama - sama Membersihkan Selokan Disekitar Wilayah Yang Terdampak Banjir" 6 Februari 2025 09:10 Diperbarui: 6 Februari 2025 09:10 35 0 0  Lihat foto   Foto Kerja Bakti Warga Pajaran,Kec. Poncokusumo, Kab. Malang, Desember 2024 Pembersihan selokan ini dilakukan karena hujan deras yang mengguyur Desa Pajaran selama beberapa hari berturut-turut yang mengakibatkan selokan tersumbat oleh sampah dan lumpur sehingga aliran air tidak lancar. Masyarakat Desa Pajaran, Kecamatan Poncokusumo, bersama mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Kelompok 81, melakukan aksi gotong royong membersihkan selokan di wilayah sekitar yang terdampak banjir akibat luapan air pada Jumat (27/12/24). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya untuk mengatasi permasalahan banjir yang sering terjadi di desa tersebut, terutama setelah hujan deras yang berlangsung selama beberapa hari berturut-turut. Banjir yang melanda Desa Pajaran disebabkan oleh sistem drainase yang tersumbat oleh sampah, lumpur, dan endapan lainnya, sehingga aliran udara tidak berjalan dengan lancar. Oleh karena itu, mahasiswa KKM bersama warga desa berinisiatif melakukan pembersihan selokan guna mencegah banjir susulan serta meningkatkan kebersihan lingkungan. Kegiatan ini dimulai pada pagi hari dengan membagi peserta ke beberapa titik selokan yang mengalami penyumbatan paling parah. Dengan menggunakan alat seperti cangkul, sekop, dan sapu, para peserta bekerja sama mengangkat lumpur, sampah plastik, dan dedaunan yang menumpuk di saluran udara. Setelah beberapa jam bekerja, hasilnya mulai terlihat dengan aliran air di selokan yang kembali lancar. Sampah yang dikumpulkan kemudian dibuang ke tempat pembuangan akhir yang telah disediakan. Dengan selokan yang bersih, diharapkan desa ini dapat terhindar dari banjir di kemudian hari. Aksi ini menjadi contoh nyata bagaimana kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui kerja sama antara masyarakat dan mahasiswa. Mahasiswa KKM UIN Malang berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang serta mendorong kesadaran masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan. Selain untuk membersihkan saluran udara, kegiatan ini dilakukan oleh kelompok 81 KKM UIN Malang sebagai bentuk pengabdian serta mendekatkan diri kepada masyarakat dengan harapan kelompok KKM akan membawa manfaat kepada warga sekitar melalui aksi nyata yang diberikan.           Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul ""Masyarakat Desa Pajaran dengan dibantu oleh Mahasiswa KKM 81 Arthadaya Bersama - sama Membersihkan Selokan Disekitar Wilayah Yang Terdampak Banjir"", Klik untuk membaca: https://www.kompasiana.com/tianiswatul9590/67a38ed0c925c46d3e415372/masyarakat-desa-pajaran-dengan-dibantu-oleh-mahasiswa-kkm-81-arthadaya-bersama-sama-membersihkan-selokan-disekitar-wilayah-yang-terdampak-banjir   Pencipta: KKM 81 ARTHADAYA       Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.   Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Thumbnail
1 year ago
Akhir Kebersamaan: Kelompok 130 dan Kelompok 60 UIN Malang di Desa K alirejo

IKA HIDAYATUR ROHMAH

Kalirejo, 30 Januari 2025 -- Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 130 Cakrawala dan KKM 60 Arthawisesa resmi berakhir dengan digelarnya acara perpisahan di Balai Desa Kalirejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Acara yang berlangsung pada Kamis siang ini menjadi momen refleksi sekaligus ungkapan terima kasih atas kebersamaan yang telah terjalin selama program berlangsung. Persiapan dimulai sejak pukul 12.00 WIB, dan tepat pukul 13.00 WIB, acara dibuka dengan pertunjukan gamelan dari Paguyuban Desa Kalirejo. Setelah itu, perwakilan dari KKM 130 dan KKM 60 mengambil alih sebagai pembawa acara, memandu jalannya rangkaian kegiatan. Sesi selanjutnya diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh perwakilan KKM 60, disusul lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan bersama dengan arahan dirigen dari KKM 130. Suasana berlangsung khidmat sebelum memasuki sesi sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh perwakilan ketua kelompok KKM, yang menceritakan pengalaman selama pengabdian serta ucapan terima kasih kepada masyarakat Desa Kalirejo. Kemudian, dosen pembimbing lapangan (DPL) turut memberikan sambutan, menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat. Setelah penampilan gamelan kedua, perwakilan Kepala Desa Kalirejo memberikan sambutan, mengapresiasi dedikasi para mahasiswa dalam berbagai kegiatan yang telah dilakukan. Sebagai simbol kenang-kenangan, KKM 130 dan KKM 60 menyerahkan cendera mata kepada desa. Acara diakhiri dengan doa bersama, menutup rangkaian kegiatan dengan harapan agar kebersamaan yang terjalin tetap membawa manfaat bagi kedua belah pihak. Dengan berakhirnya program ini, para mahasiswa meninggalkan Desa Kalirejo dengan pengalaman berharga yang akan selalu dikenang. konten telah terbit di kompasiana, baca disini:https://www.kompasiana.com/wafanadiyah0313/679f9916c925c44c3b2daed2/akhir-kebersamaan-kelompok-130-dan-kelompok-60-uin-malang-di-desa-kalirejo    

Thumbnail
1 year ago
SOSIALISASI SMART PARENTING: KENDALIKAN GADGET, BENTUK GENERASI HEBAT

DIVA FEBRIANA NURZAHRANI RAHADIAN

Sosialisasi Smart Parenting: Kendalikan Gadget, Bentuk Generasi Hebat Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan gadget pada orang tua, Kelompok 150 dan Kelompok 80 KKM UIN Malang mengadakan sosialisasi parenting yang bertemakan "Smart Parenting: Kendalikan Gadget, Bentuk Generasi Hebat" di MI Sunan Giri Desa Ngebruk Kecamatan Poncokusumi, Kabupaten Malang. Acara sosialisasi ini berlangsung pada pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 11.30 WIB dengan target sasaran audience wali murid siswa kelas 4, 5, dan 6. Acara ini juga dihadiri oleh Ibu Kepala Desa Ngebruk dan perwakilan dari DPL KKM yakni Bapak Ahmad Muis, M. Ag Sosialisasi parenting dengan tema ini dilatarbelakangi oleh kondisi anak anak Desa Ngebruk yang memiliki angka penggunaan gadget tinggi. Mayoritas mereka bermain gadget dan menyerap bahasa bahasa ataupun perilaku yang tidak sesuai dengan anak seusianya. Maka dari itu, mahasiswa KKM UIN Malang setuju untuk mengambil tema ini sehingga dapat memberikan edukasi kepada orang tua untuk dapat mengkontrol penggunaan gadget pada anak dan sebagai pembelajaran pada orang tua tentang bagaimana cara parenting yang baik, benar, dan efektif. Sosialisasi smart parenting ini menghadirkan narasumber dosen PIAUD UIN Malang, Ibu Dessy Putri Wayuningtyas, M. Pd yang memaparkan penyebab serta dampak dari anak anak yang gemar bermain gadget. Kondisi anak yang gemar bermain gadget secara berlebihan ternyata dipengaruhi oleh perilaku orang tuanya pula. Ibu Dessy mengatakan bahwa anak akan mencontoh hampir seluruh perilaku yang dilakukan oleh orang tuanya di rumah. Banyak orang tua yang menjadikan gadget sebagai alat alternatif untuk menenangkan anaknya yang sedang menangis atau anak yang menganggu aktivitas orang tuanya.  Keadaan ini membuat anak memiliki ketergantungan kepada gadget yang membuatnya semakin candu untuk memainkannya. Karena hal ini, anak cenderung minim dalam melakukan aktivitas fisik seperti selayaknya anak anak yang seharusnya memiliki lebih banyak waktu di luar ruangan bermain dengan anak anak seusianya. Angka penggunaan gadget pada anak cenderung tinggi juga dipengaruhi oleh orang tua yang tidak kreatif dan selalu mempasrahkan seluruhnya kepada gadget. Bu Dessy selaku dosen PIAUD juga memaparkan banyak kesalahan pola asuh yang dilakukan orang tua zaman sekarang seperti mengiming imingi hadiah, terlalu memanjakan anak, menuntut anak, dan terlalu sering membandingkan anak. Adanya penggunaan gadget yang tidak terkontrol menghasilkan anak yang mudah putus asa dalam menghadapi masalah dan cenderung malas meneliti sesuatu karena terobsesi dengan hal instan. Untuk mengedukasi para orang tua yang hadir dalam sosialisasi tersebut, Bu Dessy memberikan beberapa tips dalam mendidik anak di era digital diantaranya mengajak dan memfasilitasi anak untuk melakukan kegiatan yang disukainya seperti berolahraga. Selain itu, orang tua hendaknya membiarkan anak bermain di rumah dan lingkungannya tanpa gadget agar anak lebih peduli dan dapat bersosialisasi dengan sekitarnya. Untuk dapat mengurangi penggunaan gadget pada anak, dapat dilakukan dengan mengatur waktu penggunaan dengan menetapkan waktu khusus seperti setelah mengerjakan tugas sekolah ataupun akhir pekan. Adanya batasan sebagai kontrol orang tua seperti membatasi akses konten tertentu yang tidak sesuai dengan usia anak dapat meminimalisir dampak negative yang diserap oleh tiap anak. Sosialisasi ini terdapat sesi tanya jawab yang memudahkan audience untuk bertanya terkait dengan keresahannya dalam hal parenting ataupun hanya sekedar sharing dengan pemateri. Dengan berakhirnya sosialisasi bertema "Smart Parenting: Kendalikan Gadget, Bentuk Generasi Hebat," diharapkan para orang tua yang hadir dapat mengaplikasikan ilmu dan tips yang telah disampaikan oleh narasumber. Pengendalian penggunaan gadget pada anak bukan hanya sekadar membatasi, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab orang tua dalam menciptakan pola asuh yang bijaksana, kreatif, dan penuh perhatian. Melalui langkah kecil yang konsisten, para orang tua dapat membantu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan sosial, kreativitas, dan daya juang yang kuat. Semoga acara ini menjadi awal yang baik dalam membangun lingkungan keluarga yang lebih harmonis dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Thumbnail
1 year ago
Hijaukan Pinggiran Sungai: Inilah Aksi Penanaman Bibit Turi dan Pepaya oleh KKM 66 UIN Malang

ANISA HAYATUN NUFUS RAHMAN

Wonosari, 28 Januari 2025 - Desa Kluwut, Kecamatan Wonosari, mahasiswa KKM kelompok 66 UIN Malang telah melaksanakan program penanaman bibit turi dan pepaya di sepanjang sungai Dusun Ngrejo. Program ini merupakan bentuk realisasi menjaga lingkungan agar tetap asri dan lestari. Sekaligus dapat menjadi program pemberdayaan masyarakat melalui optimalisasi sisa lahan di pinggiran sungai.     Kegiatan dan Proses Penanaman Kegiatan penanaman pohon turi di sepanjang sungai bertujuan untuk melestarikan lingkungan dan untuk memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar. Sedangkan penanaman pohon pepaya dipilih karena buah dan daunnya yang bernilai gizi tinggi untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Sebelum kegiatan penanaman bibit, mahasiswa KKM telah mempersiapkan secara mandiri dari nol dari proses penyemaian biji hingga menjadi bibit tanaman kecil sejak (16/01). Dengan berbekal pinjaman peralatan, informasi dari warga sekitar terkait tanam-menanam, dan penyiraman secara rutin oleh anggota kelompok KKM, akhirnya bibit berhasil tumbuh pada media polybag. Sehingga pada Senin (28/01) sudah siap untuk ditanam di sepanjang 30 meter sisa lahan tepi sungai. Penanaman bibit dimulai pada pukul 06.00 pagi didampingi oleh bapak ketua RT dusun Ngrejo. Sejumlah mahasiswa ada yang bertugas menggali lubang, menanam bibit, dan memotongi bambu yang akan digunakan untuk menandai lubang penanaman bibit tanaman. Kegiatan ini mendapat respon yang positif dari masyarakat. Salah satu warga yang bertempat tinggal di dekat lokasi penanaman turi memberi apresiasi terhadap aksi mahasiswa KKM 66 UIN Malang tersebut karena nantinya tanaman turi dan pepaya tersebut dapat menjadi kenangan yang dapat ditinggal ketika sudah tak lagi singgah di Desa Kluwut.   Penutup dan Harapan Sekitar pukul 08.00 kegiatan telah selesai dan dilanjutkan dengan sesi dokumentasi berupa pengambilan video wawancara dan foto bersama bapak ketua RT di lokasi penanaman turi dan pepaya.  Besar harapan mahasiswa KKM pada kegiatan ini agar dapat menjadi inspirasi bagi desa sekitar atau generasi muda untuk melakukan aksi penghijauan di lahan yang tak terpakai dengan tanaman multi-manfaat lainnya.   Aksi penanaman bibit turi dan pepaya oleh KKM UIN Malang kelompok 66 menjadi bukti nyata adanya kolaborasi antara mahasiswa dengan masyarakat sekitar. Kekompakan antara keduanya dapat meningkatkan kesejahteraan lingkungan maupun masyarakat sekitar. Semangat gotong royong ketika penanaman turi dan pepaya berlangsung diharapkan mampu mewujudkan kerukunan antar sesame serta keberlanjutan hubungan ttimbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya.

Thumbnail
1 year ago
Sosialisasi stunting dan Lomba GEMANTING: Upaya Mahasiswa UIN Malang Tingkatkan Kreativitas para Ibu dalam Memasak Makanan Bergizi

NOVANTIO ALFI RAMADHAN

Mahasiswa UIN Malang kelompok 88 (Sevadharma) yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Argosari, Kecamatan Jabung, menggelar program kerja berupa sosialisasi stunting dan parenting pada Selasa, 21 Januari 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya pemahaman stunting dan pola asuh yang sehat. Selain itu, program ini juga melibatkan anak-anak TK. Kehadiran anak-anak ini menjadi salah satu strategi untuk memperkenalkan pola makan sehat dan bergizi secara lebih interaktif. Dengan mengusung konsep edukatif dan partisipatif, acara ini berhasil menarik perhatian masyarakat sekitar. Selain sosialisasi, mahasiswa Sevadharma juga mengadakan lomba inovatif bertajuk Gerakan Memasak Anti Stunting (GEMANTING). Lomba ini diikuti oleh tujuh kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari tiga peserta yang merupakan warga Desa Argosari. Para peserta ditantang untuk memasak menu sehat dan bergizi yang dapat mencegah stunting, menggunakan bahan-bahan lokal yang mudah ditemukan. Lomba ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya pangan di lingkungan sekitar. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai hidangan menarik yang disajikan selama lomba berlangsung. Penjurian lomba memasak dilakukan oleh empat orang juri yang terdiri dari Ketua PKK Desa Argosari, seorang perawat, bidan desa, dan Ibu Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Para juri menilai hidangan berdasarkan kreativitas, kandungan gizi, cita rasa dan kekompakan peserta. Proses penjurian ini dilakukan dengan sangat teliti untuk memastikan bahwa hidangan yang dipilih benar-benar mencerminkan semangat GEMANTING. Selain itu, masukan dari juri juga menjadi pembelajaran berharga bagi para peserta untuk terus memperbaiki pola konsumsi keluarga. Keterlibatan langsung Ibu DPL dan para tenaga kesehatan memberikan sentuhan ilmiah sekaligus motivasi bagi masyarakat desa. Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari masyarakat Argosari, terutama para ibu yang terlibat dalam lomba maupun sosialisasi parenting. Mereka merasa mendapatkan pengetahuan baru terkait pentingnya pemberian asupan gizi yang cukup untuk mencegah stunting pada anak. Anak-anak TK yang hadir juga terlihat antusias mengikuti kegiatan edukasi yang dirancang menyenangkan. Dukungan dari perangkat desa dan warga sekitar turut menambah semangat mahasiswa Sevadharma dalam menjalankan program kerja. Acara ini menjadi momen yang berkesan karena berhasil mengedukasi masyarakat sekaligus mempererat kebersamaan.   Melalui kegiatan ini, mahasiswa UIN Malang kelompok 88 berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pemerintah menurunkan angka stunting di Indonesia. Program ini menjadi langkah kecil namun berdampak besar bagi warga Desa Argosari dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola makan sehat. Selain itu, kolaborasi antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat menjadi contoh sinergi yang baik dalam membangun desa yang lebih sehat. Dengan adanya program seperti ini, diharapkan masyarakat Desa Argosari dapat terus menerapkan ilmu yang telah didapatkan dalam kehidupan sehari-hari. Para mahasiswa pun merasa bangga dapat menjadi bagian dari perubahan positif ini.