Thumbnail
1 year ago
Peringatan Isra Mi'raj: KKM UIN Malang Desa Baturetno Kolaborasi dengan Takmir Masjid Al-Ikhlas Gelar Lomba dan Pawai

HADIRAY SAPUTRA

Pada hari Senin, 27 Januari 2025 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Desa Baturetno telah berkolaborasi dengan takmir Masjid Al Ikhlas Dusun Nampes, Desa Baturetno dalam rangka memperingati Isra Mi'raj. Dalam kolaborasi tersebut pihak takmir menyerahkan tanggung jawab penuh kepada mahasiswa KKM pada acara lomba isra mi'raj sedangkan pada acara siang dan malam hari yaitu pawai dan sholawatan, pihak takmir yang mengambil alih sebagai penanggung jawab. Acara pagi hari yaiu lomba isra mi'raj untuk anak-anak yang dimana terbagi menjadi 6 lomba antara lain adzan kelas bawah, adzan kelas atas, tartil kelas bawah, tartil kelas atas, pildacil, dan mewarnai. Acara lomba dibuka dengan sambutan dari perwakilan takmir masjid. Kemudian acara dilanjut dengan sambutan dari Hafidh Fachruddin sebagai ketua pelaksana dalam acara ini. Acara lomba diikuti banyak sekali perwakilan dari TPQ se Desa Baturetno. Lomba terbagi menjadi 3 tempat, lomba adzan yang berada didalam masjid, lomba tartil dan dai yang bertempat di atas panggung, dan lomba mewarnai yang berada di parkiran masjid. Lomba berjalan dengan sportif dan antusias, sempat terjadi kendala pada bagian lomba dai dan tartil disebabkan oleh sound yang mati namun bisa teratasi dengan cepat. Acara pada siang hari yaitu adalah kirap atau pawai, pada saat itu acara ini hampir ditiadakan dikarenakan terjadi hujan yang sangat lebat namun antusiasme dari anak-anak dan juga dorongan semangat dari takmir masjid dan panitia KKM yang membuat pawai ini tetap berjalan. Rute dari pawai ini adalah sebagian dari Dusun Nampes yang memiliki titik awal dan akhir yaitu Masjid Al-Ikhlas. Acara ini berjalan lancar dengan peserta membawa payung dan memakai jas hujan untuk berlindung dari hujan yang deras. Acara pawai ini diadakan bertujuan untuk mensyiarkan agama islam dan simbol dari peringatan hari isra mi'raj. Tidak sampai situ saja acara pada siang ini ditutup dengan pengumuman dan penyerahan hadiah pada pemenang dari lomba isra' mi'raj untuk anak-anak. Pada malam itu juga acara sholawat dan ceramah yang dihadiri oleh banyak sekali tokoh-tokoh masyarakat. sholawat yang dipimpin oleh tamkir berjalan dengan lancar dan meriah sekali. Setelah sholawat, acara dilanjut dengan sambutan hangan dari Ust Zakaria sebagai ketua takmir Masjid Al-Ikhlas.  Acara diakhiri dengan ceramah oleh ustadz Zainal Dosen UIN Malang sekaligus pengurus pondok.

Thumbnail
1 year ago
Merajut Keakraban dengan Warga, Mahasiswa KKM Bantu Panen Cabai di Dusun Robyong, Desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo

LAILA MAR`ATUS SHOLIKHAH

Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negri Maulana Malik Ibrahim Malang menunjukkan keakraban dan kepedulian yang luar biasa terhadap warga Dusun Robyong, Desa Wonomulyo. Dalam program pengabdian masyarakat yang mereka jalankan, para mahasiswa ini tidak hanya berperan di bidang pendidikan, tetapi juga terjun langsung membantu warga dalam kegiatan sehari-hari, salah satunya adalah membantu petani memanen cabai. Dusun Robyong, yang dikenal sebagai salah satu sentra pertanian di Kecamatan Poncokusumo, saat ini tengah memasuki masa panen. Namun, bagi para petani cabai, panen bukanlah pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan tenaga, ketelitian, dan waktu yang cukup untuk memastikan hasil panen berkualitas tinggi. Melihat hal ini, mahasiswa KKM berinisiatif untuk membantu para petani memanen cabai sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat setempat.   Dokumentasi saat Panen Cabai Kegiatan panen cabai yang berlangsung pada hari Senin tanggal 23 Desember 2024 menjadi momen yang penuh kehangatan. Para mahasiswa, sebagian besar dari mereka yang belum pernah terjun ke dunia pertanian, tampak antusias belajar dari para petani. Salah satu mahasiswa KKM, Ike mengungkapkan bahwa pengalaman ini sangat berharga baginya. "Kami tidak hanya belajar cara memetik cabai yang benar, tetapi juga memahami betapa besar usaha yang dilakukan petani untuk menghasilkan bahan pangan yang kita konsumsi setiap hari. Ini benar-benar membuka wawasan kami," ujar Ike. Bersama para petani, mahasiswa belajar cara memilih cabai yang sudah matang, memetiknya dengan hati-hati agar tidak merusak tanaman, hingga mengumpulkannya ke dalam wadah yang disiapkan. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan fisik, tetapi juga mengajarkan rasa syukur dan penghargaan terhadap kerja keras para petani. Kegiatan panen cabai ini bukan sekadar membantu warga, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara generasi muda dan masyarakat pedesaan. Para mahasiswa berharap, melalui kegiatan seperti ini, mereka dapat menanamkan nilai-nilai kebersamaan, empati, dan rasa hormat terhadap para petani yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan.   Dokumentasi Mahasiswa KKM saat Membantu Petani Program KKM di Dusun Robyong, Desa Wonomulyo ini tidak hanya menjadi ajang pengabdian, tetapi juga menjadi pengalaman berharga yang akan terus dikenang oleh mahasiswa dan warga. Keakraban yang terjalin di tengah ladang cabai menjadi bukti nyata bahwa kerja sama dan gotong royong adalah kunci untuk membangun masyarakat yang lebih harmonis.

Thumbnail
1 year ago
Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini dan PHBS di Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang

MOCH. KHOIRUL UMAM

KKM UIN Malang 79, 149, dan 9 Desa Ngadireso sukses menggelar sosialisasi tentang pencegahan pernikahan usia dini dan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) yang bertempat di Balai Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang (18/1/2025).   Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Desa Ngadireso, Bapak Nur Salim, dosen pembimbing lapangan, serta Ketua PKK Desa Ngadireso, Ibu Ngatipah Nur Salim beserta pengurus dan anggotanya dan mendatangkan Dr. H. Miftahul Huda, S.HI., M.H., dosen Fakultas Syyariah UIN Malang dan Ketua Family Corner Fakultas Syariah sebagai pemaeri. Dukungan penuh dari seluruh elemen desa membuat kegiatan ini berjalan sukses dan mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Seminar tersebut bertujuan untuk menurunkan angka pernikahan dini dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Desa Ngadireso.   Kegiatan dimulai dengan penyampaian materi pertama oleh Dr. H. Miftahul Huda, S.HI., M.H., yang membahas mengenai bahaya pernikahan usia dini, yang masih marak di desa Ngadireso. Dr. H. Miftahul Huda, S.HI., M.H. memaparkan bahwa sebagai orang tua, harus memberikan dukungan penuh kepada anak-anak untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya, serta menghindarkan mereka dari pernikahan dini yang dapat menghambat perkembangan mereka. Orang tua harus memastikan anak-anak mereka fokus pada pendidikan dan memperdalam ilmu agama agar anak terhindar dari hal yang tidak diinginkan dan tidak terjebak dalam komitmen pernikahan di usia muda yang berisiko.   Beliau juga menekankan bahwa pernikahan pada usia muda berisiko bagi kesehatan fisik dan mental, serta menghambat perkembangan remaja, terutama perempuan, dalam mengakses pendidikan dan kesempatan hidup yang lebih baik. Beliau menegaskan bahwa pernikahan usia dini sering kali berdampak pada hilangnya kesempatan bagi para remaja untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi diri, serta mengakses peluang-peluang yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan. Tidak adanya pendidikan yang memadai, para remaja, khususnya perempuan, akan mengalami siklus kemiskinan dan ketergantungan ekonomi, serta menghambat perkembangan sosial dan ekonomi mereka.   Setelah materi pernikahan dini, sesi kedua tentang PHBS disampaikan oleh dua mahasiswa KKM UIN Malang, Sulistiani dan Akfa Atiatur Rahma. Mereka mengedukasi pentingnya pola hidup sehat, seperti memilih makanan bergizi. Dalam presentasinya, mereka memaparkan perbandingan antara makanan yang bergizi dan makanan yang berisiko menyebabkan berbagai penyakit.   Dengan kerjasama antara kelompok KKM dan ibu-ibu PKK, diharapkan acara ini memberi dampak positif, khususnya dalam mengurangi pernikahan dini dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Sosialisasi ini mendapat apresiasi dari ibu-ibu PKK yang hadir dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan.

Thumbnail
1 year ago
Inovasi Mahasiswa KKM UIN Malang: Hidroponik dari Botol Bekas untuk Warga Dusun Glatik Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Inovasi Mahasiswa KKM UIN Malang: Hidroponik dari Botol Bekas untuk Warga Dusun Glatik

AFIF NUR KHALISH

Pada tanggal 19 Januari 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Pangarsa Muda mengadakan kegiatan budidaya hidroponik menggunakan limbah botol bekas sebagai media tanam di Dusun Glatik, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat memanfaatkan sampah plastik secara kreatif sekaligus meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga. Program KKM UIN Malang ini memanfaatkan kangkung sebagai komoditas utama karena kemudahan budidayanya dan masa panennya yang singkat, sangat ideal untuk program pemberdayaan masyarakat.  Pemilihan kangkung juga mempertimbangkan ketersediaan bibit dan perawatannya yang relatif mudah.  Botol plastik bekas, yang biasanya menjadi sampah, diubah menjadi media tanam hidroponik yang sederhana dan ekonomis. Prosesnya melibatkan pengisian botol dengan air dan nutrisi khusus yang diformulasikan untuk pertumbuhan optimal kangkung. Sistem hidroponik ini dirancang agar mudah dipelajari dan diimplementasikan oleh masyarakat, bahkan tanpa keahlian pertanian yang luas. Kesederhanaan sistem ini menjadi kunci keberhasilan program dalam memberdayakan masyarakat untuk bercocok tanam secara mandiri.  Setelah berhasil dirakit dan ditanami bibit kangkung, sistem hidroponik ini diserahkan kepada ibu-ibu PKK Dusun Glatik. Penyerahan dilakukan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat, terutama ibu rumah tangga, agar bisa menanam sayuran sendiri tanpa memerlukan lahan luas. Para ibu rumah tangga yang menerima hidroponik ini tampak antusias karena metode ini tidak memerlukan lahan luas dan bisa diterapkan di rumah masing-masing. Dengan metode hidroponik sederhana ini, masyarakat bisa memiliki sumber sayuran segar sendiri tanpa harus membeli di pasar. Program hidroponik ini bukan sekadar solusi praktis untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi sampah plastik, tetapi juga sebagai inspirasi bagi warga Dusun Glatik dan masyarakat luas. Mahasiswa KKM UIN Malang berharap inisiatif ini dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan kemandirian pangan keluarga.  Dengan metode hidroponik yang sederhana dan mudah ditiru, warga dapat menanam sayuran sendiri tanpa membutuhkan lahan yang luas.  Keberhasilan program ini diharapkan dapat mendorong replikasi di desa-desa lain, menciptakan gerakan masyarakat untuk bercocok tanam secara berkelanjutan.  Ke depannya,  pengembangan program ini dapat meliputi pelatihan yang lebih intensif, diversifikasi jenis tanaman, dan penyediaan akses yang lebih mudah terhadap bibit dan nutrisi hidroponik.  Tujuan akhirnya adalah terwujudnya masyarakat yang lebih peduli lingkungan dan mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri secara mandiri dan berkelanjutan.  Semoga program ini menjadi contoh nyata bagaimana inovasi sederhana dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat.

Thumbnail
1 year ago
Mencegah Stunting dan Meningkatkan Kualitas Parenting: KKM UIN Malang Gelar Penyuluhan di Robyong

AKHMAD FAIZAL FERDIANTO

Robyong, [11 Januari 2025] – KKM UIN Malang kelompok155 dan 15, telah sukses menyelenggarakan penyuluhan mengenai stunting dan parenting di Robyong. Kegiatan inibertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentangpentingnya gizi seimbang dan peran orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak. Penyuluhan ini dihadiri oleh wali murid TK dan PAUD setempat, dengan menghadirkan Dr. Hj. Rofiqoh, dosen Fakultas Psikologi UIN Malang, sebagai pemateri utama. Dalam acara tersebut, dosen dari UIN Malang memberikan materi yang mendalam mengenai penyebab dan dampak stunting, serta cara pencegahannya melalui pola makan yang sehat dan bergizi. Penyuluhan ini juga mencakup informasi tentang pentingnya pemantauan pertumbuhan anak secara berkala. Siti Puji, Ketua Posyandu Dusun Robyong, menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya acara ini. Ia berharap ilmuyang dapat diterapkan oleh para orang tua untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak mereka. Kepala Dusun Robyong, Pak Suminto, juga mengapresiasi pengabdian mahasiswa KKM UIN Malang, seraya berharap kegiatan semacam ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Sesi parenting yang diselenggarakan bersamaan memberikan tips praktis kepada orang tua tentang cara merawat dan mendidik anak. Materi yang disampaikan mencakup teknik komunikasi yang efektif, pengembangan keterampilan sosial, serta cara menciptakan lingkungan yang mendukungperkembangan optimal anak. Peserta sangat antusias mengikuti penyuluhan ini, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan. Banyak ibu yang berbagi pengalaman dan mencari solusi atas tantangan yang merekahadapi dalam memberikan gizi yang tepat untuk anak-anak mereka. Diskusi interaktif ini menciptakan suasana yang hangat dan mendukung, di mana para peserta merasa nyaman untuk bertanya dan berdiskusi. “Penyuluhan ini sangat bermanfaat. Saya jadi mengerti lebihbanyak tentang cara memberikan makanan yang baik untuk anak. Saya juga belajar banyak tentang cara mendidik mereka,” kata ibu Sri, salah satu peserta. KKM UIN Malang berkomitmen untuk terus mengadakan program-program serupa di masa mendatang, guna mendukung kesehatan dan pendidikan masyarakat di Robyong. Melaluipenyuluhan ini, diharapkan masyarakat dapat mengimplementasikan pengetahuan yang didapat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas parenting.

Thumbnail
1 year ago
Didik Orang Tua, Selamatkan Anak: Program Parenting dan Pencegahan Stunting Oleh KKM 50 UIN Malang

FATHUL MU`IN

Kelompok 50, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Sukses atas terselenggaranya Penyuluhan Stunting dan Pencegahan Stunting, Jum at, (17/01/2025) di Rumah Bapak Usman Selaku menjabat sebagai Kepala Dusun Gunung Tumpuk Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang Pada penyuluhan kali ini dihadiri oleh ibu-ibu yang mempunyai balita dan anak kecil. Penyuluhan ini sangat memiliki banyak tujuan yang mana salah satu ya untuk meningkatkan pemahaman orang tua akan pola asuh yang baik dan sesuai dengan kebutuhan anak usia dini, baik secara psikologis maupun fisiologis. Selain melibatkan para orang tua. Para balita juga diberi kacang hijau dan susu yang mana agar terciptanya gizi yang baik dengan mengonsumsi makanan dan minuman tersebut. Bu Bidan Nuri juga mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya penyuluhan ini. Beliau menyampaikan bahwa penhyuluhan ini diharapkan dapat menjadi ajang para orang tua dalam meningkatkan pemahamannya mengenai pola asuh yang tepat bagi anak-anak. Sehingga anak-anak dapat hidup sehat, baik secara fisik maupun psikologis. Para pemateri memaparkan bahwasanya orang tua memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak. Untuk menghasilkan anak yang cerdas dan sehat dapat dilakukan dengan pola asuh yang tepat sesuai kebutuhan masing-masing anak, Mbak Wulan dan Mbak Nida juga menjelaskan tentang dampak Negatif stunting terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak akibat kekurangan gizi kronis. Mereka juga memberikan wawasan mengenai pola makan sehat, pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama, Serta makanan pendamping ASI yang bergizi seimbang. Mereka menekankan bahwa pencegahan stunting adalah tanggung jawab bersama yang melibatkan individu, keluarga, komunitas dan pemerintah Desa. Kelas parenting sendiri memberikan pemahaman pada para Ibu-Ibu dalam cara pola pengasuhan anak yang memberikan konsep materi dari buku danish way of parenting yang bertujuan untuk membantu orang tua untuk memahami kebutuhan anak dan membangun hubungan sehat terhadap orang tua dan anak, dengan memberikan konsep PARENT yaitu P untuk bermain dimana bermain dapat membangun ketangguhan anak, A untuk autentik yang dimana anak diajarkan untuk menerima sikap atau perasaan mereka apa adanya yang baik atau yang buruk, R untuk reframing atau terbatasnya anak kepada hal yang baik di lingkungan mereka, E untuk empati atau membangun rasa empati pada anak sejak dini, N untuk No ultimatum untuk menghindari penggunaan ancaman pada pola pengasuhan dan mendorong untuk lebih demokratis, T untuk kebersamaan & hygee untuk menjalin hubungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi anak kepada orang tua. Di akhir sesi, para siswa membagikan bingkisan yang berisi makanan yang baik untuk kesehatan anak-anak, yang diharap bisa menjadi contoh bagi orang tua untuk merencanakan makanan di rumah. Selain itu para mahasisww juga memberikan motivasi kepada para ibu untuk aktif dalam menjaga gizi pada anak mereka. Melalui acara ini, masyarakat mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya pencegahan stunting dan penerapan parenting dalam keluarga. Mahasiswa KKM berharap kegiatan ini dapat mengurangi angka stunting di Dusun Gunung Tumpuk Desa Sidoluhur dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan parenting yang berkualitas. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa serta menciptakan generasi penerus yang sehat,cerdas dan berkarakter. Terimakasih