Thumbnail
1 year ago
Penutupan Kuliah Kerja Mahasiswa UIN Maliki Malang di Dusun Masangan, Bangil, Pasuruan.

URWATUL WUTSQA

Setelah menjalani hari yang penuh dengan berbagai program kerja yang bermanfaat bagi masyarakat, delapan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi menutup kegiatan mereka di Desa Masangan, Bangil. Acara penutupan yang berlangsung pada malam hari ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Masangan beserta perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga yang turut berpartisipasi dalam berbagai program yang telah dijalankan. Selama pelaksanaan KKM, mahasiswa telah menginisiasi sejumlah program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat desa. Beberapa program unggulan yang telah sukses direalisasikan antara lain: 1. Seminar Stunting dan Parenting. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para orang tua mengenai pentingnya gizi seimbang serta pola asuh yang baik dalam mendukung pertumbuhan anak. 2. Pelatihan Pembuatan Website. Adanya Pelatihan ini untuk mendorong literasi digital di Dusun Masangan, para mahasiswa mengadakan pelatihan pembuatan website yang ditujukan bagi remaja Masjid Dusun Masangan. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan mereka dapat mengelola informasi dan kegiatan masjid secara lebih modern dan profesional. 3. Pembaharuan Cat Makam di Dusun Masangan. Sebagai bentuk kepedulian terhadap fasilitas umum, mahasiswa turut serta dalam memperindah area pemakaman dengan melakukan pengecatan ulang. Selama bulan suci Ramadan, mahasiswa aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan keagamaan, seperti tadarus, pengajian, serta berbagi takjil untuk mempererat ukhuwah Islamiyah di kalangan warga desa. Mahasiswa juga melakukan observasi kewirausahaan terhadap UMKM setempat. Pada acara penutupan ini, dilakukan pula penyerahan sertifikat pelatihan pembuatan website kepada remaja Masjid Dusun Masangan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam kegiatan tersebut. Tak hanya itu, sebagai tanda terima kasih dan kenang-kenangan, mahasiswa juga menyerahkan cinderamata kepada Pemerintah Desa Masangan sebagai simbol kerja sama yang baik antara mahasiswa KKM dan warga setempat. Dalam sambutannya, Kepala Desa Masangan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dedikasi dan kontribusi para mahasiswa dalam membangun desa, baik dari segi edukasi, sosial, maupun keagamaan. Beliau berharap bahwa ilmu dan pengalaman yang telah dibagikan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Acarapun ditutup dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan atas perjalanan KKM yang penuh makna. Meski perpisahan ini terasa berat, namun semangat kebersamaan yang telah terjalin diharapkan dapat terus berlanjut, bahkan setelah program KKM ini resmi berakhir. -ur

Thumbnail
1 year ago
Mahasiswa KKM UIN Malang Gelar Sosialisasi Parenting Bersama Ibu-Ibu PKK RT 03 Desa Turen

HAWARIYAH

Turen, Malang – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema "Menjadi Orang Tua yang Dekat dan Dikenang Anak", bekerja sama dengan ibu-ibu PKK RT 03 Desa Turen, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, pada Rabu, 16 April 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan kelompok KKM sebagai bentuk pengabdian masyarakat, khususnya dalam bidang pemberdayaan keluarga dan penguatan peran orang tua dalam mendidik anak. Sosialisasi yang berlangsung di balai pertemuan RT 03 ini dipandu oleh pemateri Farhan Mahally, yang menyampaikan pentingnya membangun hubungan emosional yang kuat antara orang tua dan anak. Ketua kelompok KKM, Rizal Zibran, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap tantangan pengasuhan di era digital. “Kami ingin membantu para orang tua, khususnya para ibu, untuk lebih memahami pentingnya menjadi figur yang hadir secara emosional dan dikenang secara positif oleh anak-anak mereka,” ujar Rizal. Sosialisasi ini diisi dengan pemaparan materi seputar komunikasi empatik dalam keluarga, membangun kedekatan emosional, hingga teknik mendengarkan aktif sebagai kunci membina hubungan harmonis antara orang tua dan anak. Ibu Nita, selaku Ketua RT sekaligus perwakilan PKK, memberikan apresiasi atas inisiatif para mahasiswa. “Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan. Kami para ibu merasa terbantu untuk lebih memahami bagaimana bersikap sebagai orang tua di masa kini,” tuturnya. Ibu PKK yang hadir tampak antusias selama kegiatan berlangsung. Selain pemaparan materi, acara juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab, simulasi interaksi orang tua-anak, dan pembagian pamflet edukatif mengenai parenting yang berbasis nilai-nilai Islami dan kekeluargaan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para orang tua di RT 03 Desa Turen mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh demi menciptakan keluarga yang hangat, dekat, dan menjadi tempat tumbuh kembang yang sehat bagi anak-anak.

Thumbnail
1 year ago
Observasi dan Pengenalan Mahasiswa Asistensi Mengajar pada Lingkungan MTs Negeri 1 Kota Kediri

HIDAYATUL MUDAWIYAH

Senin, 13 Januari 2025, sejumlah mahasiswa UIN Malang, yang berasal dari berbagai program studi seperti Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS), Tadris Bahasa Inggris (TBI), dan Tadris Matematika (TM), mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan observasi di MTsN 1 Kota Kediri. Kegiatan observasi ini merupakan bagian dari program AM (Asistensi Mengajar) yang wajib diikuti oleh mahasiswa semester enam sebagai persiapan memasuki dunia pendidikan.  Diawali dengan sambutan hangat dari Plt. Kepala MTsN 1 Kota Kediri, Bapak Drs. H. Khoirun Ni'am, ST., yang menyampaikan pengantar dan membuka sesi perkenalan dengan mahasiswa. Setiap mahasiswa menyebutkan nama mereka, asal daerah mereka, dan program studi yang mereka ikuti selama perkenalan. Setelah sesi perkenalan, Kepala Madrasah memberikan penjelasan mengenai pembagian kelas di madrasah. Kelas-kelas tersebut terdiri dari superclass, kelas reguler, dan kelas tahfiz, masing-masing dengan karakteristik dan fokus pembelajaran yang berbeda. Mahasiswa yang mengikuti program Asistensi Mengajar berkesempatan untuk mengajar di ketiga kelas tersebut, sehingga memberikan mereka pengalaman yang beragam dalam dunia pendidikan. Terdapat dua kurikulum yang diterapkan, yaitu Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013. Kurikulum Merdeka digunakan di kelas 7 dan kelas 8, sementara kelas 9 menerapkan Kurikulum 2013. Mahasiswa yang mengikuti program Asistensi Mengajar nantinya akan berkesempatan untuk mengajar di kelas 7 dan 8 yang menggunakan Kurikulum Merdeka. Selain itu, Kepala Madrasah memberikan pesan kepada mahasiswa yang akan mengikuti program AM tahun ini, bahwa: "Tujuan dari program AM adalah untuk belajar. Oleh karena itu, setiap tugas yang diberikan harus diselesaikan. Mahasiswa juga diharapkan dapat bersosialisasi dengan masyarakat sekitar dan menjalin komunikasi yang baik dengan guru pamong." Setelah pertemuan dengan Kepala Madrasah, mahasiswa dibimbing oleh Ast. Waka Kurikulum Divisi Evaluasi, Bapak H. Ahmad Muflik, S.Pd, untuk dikenalkan dengan berbagai fasilitas yang ada di madrasah. Fasilitas tersebut meliputi ruang kelas, ruang Masansa News, kantin, lapangan, aula, UKS, lab komputer, dan perpustakaan. Selain itu, Bapak H. Ahmad Muflik juga menjelaskan mengenai sarana pembelajaran seperti proyektor, televisi, dan komputer, yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi. Melalui kegiatan observasi dan pengenalan lingkungan madrasah, mahasiswa diberikan kesempatan untuk memahami secara langsung kehidupan di madrasah, yang sangat penting untuk mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di dunia pendidikan. Pengalaman ini memungkinkan mahasiswa untuk beradaptasi dengan berbagai situasi dan kondisi yang ada di lapangan, serta mengasah keterampilan yang diperlukan untuk menjadi pendidik yang kompeten dan siap menghadapi dinamika pembelajaran. Selain itu, observasi ini memberikan wawasan yang lebih luas tentang bagaimana kegiatan pembelajaran dijalankan di madrasah, yang dapat memperkaya perspektif mereka dalam mengajar. Dengan semangat yang diperoleh, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan tugas Asistensi Mengajar dengan baik, memberikan kontribusi positif kepada peserta didik, serta membantu meningkatkan kualitas pembelajaran. Pengalaman yang mereka peroleh selama kegiatan ini menjadi bekal berharga untuk mempersiapkan mereka menjadi pendidik profesional di masa depan. https://www.kompasiana.com/imronrosyadi2128/6787190834777c543c0bbe02/observasi-dan-pengenalan-mahasiswa-asistensi-mengajar-pada-lingkungan-mts-negeri-1-kota-kediri

Thumbnail
1 year ago
"Observasi dan Pengenalan Mahasiswa Asistensi Mengajar pada Lingkungan MTs Negeri 1 Kota Kediri"

HIDAYATUL MUDAWIYAH

Senin, 13 Januari 2025, sejumlah mahasiswa UIN Malang, yang berasal dari berbagai program studi seperti Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS), Tadris Bahasa Inggris (TBI), dan Tadris Matematika (TM), mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan observasi di MTsN 1 Kota Kediri. Kegiatan observasi ini merupakan bagian dari program AM (Asistensi Mengajar) yang wajib diikuti oleh mahasiswa semester enam sebagai persiapan memasuki dunia pendidikan.  Diawali dengan sambutan hangat dari Plt. Kepala MTsN 1 Kota Kediri, Bapak Drs. H. Khoirun Ni'am, ST., yang menyampaikan pengantar dan membuka sesi perkenalan dengan mahasiswa. Setiap mahasiswa menyebutkan nama mereka, asal daerah mereka, dan program studi yang mereka ikuti selama perkenalan. Setelah sesi perkenalan, Kepala Madrasah memberikan penjelasan mengenai pembagian kelas di madrasah. Kelas-kelas tersebut terdiri dari superclass, kelas reguler, dan kelas tahfiz, masing-masing dengan karakteristik dan fokus pembelajaran yang berbeda. Mahasiswa yang mengikuti program Asistensi Mengajar berkesempatan untuk mengajar di ketiga kelas tersebut, sehingga memberikan mereka pengalaman yang beragam dalam dunia pendidikan. Terdapat dua kurikulum yang diterapkan, yaitu Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013. Kurikulum Merdeka digunakan di kelas 7 dan kelas 8, sementara kelas 9 menerapkan Kurikulum 2013. Mahasiswa yang mengikuti program Asistensi Mengajar nantinya akan berkesempatan untuk mengajar di kelas 7 dan 8 yang menggunakan Kurikulum Merdeka. Selain itu, Kepala Madrasah memberikan pesan kepada mahasiswa yang akan mengikuti program AM tahun ini, bahwa: "Tujuan dari program AM adalah untuk belajar. Oleh karena itu, setiap tugas yang diberikan harus diselesaikan. Mahasiswa juga diharapkan dapat bersosialisasi dengan masyarakat sekitar dan menjalin komunikasi yang baik dengan guru pamong." Setelah pertemuan dengan Kepala Madrasah, mahasiswa dibimbing oleh Ast. Waka Kurikulum Divisi Evaluasi, Bapak H. Ahmad Muflik, S.Pd, untuk dikenalkan dengan berbagai fasilitas yang ada di madrasah. Fasilitas tersebut meliputi ruang kelas, ruang Masansa News, kantin, lapangan, aula, UKS, lab komputer, dan perpustakaan. Selain itu, Bapak H. Ahmad Muflik juga menjelaskan mengenai sarana pembelajaran seperti proyektor, televisi, dan komputer, yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi. Melalui kegiatan observasi dan pengenalan lingkungan madrasah, mahasiswa diberikan kesempatan untuk memahami secara langsung kehidupan di madrasah, yang sangat penting untuk mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di dunia pendidikan. Pengalaman ini memungkinkan mahasiswa untuk beradaptasi dengan berbagai situasi dan kondisi yang ada di lapangan, serta mengasah keterampilan yang diperlukan untuk menjadi pendidik yang kompeten dan siap menghadapi dinamika pembelajaran. Selain itu, observasi ini memberikan wawasan yang lebih luas tentang bagaimana kegiatan pembelajaran dijalankan di madrasah, yang dapat memperkaya perspektif mereka dalam mengajar. Dengan semangat yang diperoleh, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan tugas Asistensi Mengajar dengan baik, memberikan kontribusi positif kepada peserta didik, serta membantu meningkatkan kualitas pembelajaran. Pengalaman yang mereka peroleh selama kegiatan ini menjadi bekal berharga untuk mempersiapkan mereka menjadi pendidik profesional di masa depan. https://www.kompasiana.com/imronrosyadi2128/6787190834777c543c0bbe02/observasi-dan-pengenalan-mahasiswa-asistensi-mengajar-pada-lingkungan-mts-negeri-1-kota-kediri

Thumbnail
1 year ago
Rumah Pintar, Jendela Masa Depan : KKM Adiwangsa Bangun Semangat Belajar Anak-Anak Desa

DEVINDA EKA PRASETYA

Rumah Pintar, Jendela Masa Depan: KKM Adiwangsa Bangun Semangat Belajar Anak-Anak Desa Tak perlu gedung megah atau fasilitas canggih untuk menciptakan perubahan. Di salah satu desa tempat pengabdian, sekelompok mahasiswa dari Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Adiwangsa menghadirkan inisiatif luar biasa melalui program bertajuk "Rumah Pintar", ruang belajar kreatif yang diperuntukkan bagi anak-anak SD dan SMP. Rumah Pintar ini bukan sekadar program pelengkap, tetapi sebuah upaya konkret untuk mendekatkan pendidikan yang menyenangkan dan inklusif kepada anak-anak di daerah yang akses belajarnya masih terbatas. Ruang sederhana itu kini menjadi tempat di mana tawa, keingintahuan, dan semangat belajar bersatu dalam harmoni. Mengapa Rumah Pintar Hadir? Pendidikan Tak Hanya Milik Kota Melihat kondisi di mana anak-anak desa memiliki semangat tinggi namun terbatas dalam sarana belajar, KKM Adiwangsa hadir membawa pendekatan yang lebih dekat dan menyentuh. Dengan semangat berbagi dan keadilan pendidikan, Rumah Pintar menjadi wadah pembelajaran informal yang membuka wawasan serta menumbuhkan rasa percaya diri anak. "Kami percaya bahwa pendidikan tidak seharusnya eksklusif. Anak-anak di pelosok pun berhak mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna," jelas Muhammad Izzatul Hikam, ketua KKM. Tujuan Rumah Pintar: Edukasi yang Merangkul dan Menginspirasi Rumah Pintar dirancang untuk menanamkan semangat belajar sejak dini, dengan fokus pada pembentukan karakter dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. Adapun sasaran dari program ini meliputi: Mendorong literasi dasar dan kemampuan berhitung. Memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan partisipatif. Menanamkan nilai sosial, tanggung jawab, dan gotong royong. Mengenalkan cita-cita dan impian secara sederhana namun membekas. Menjadi ruang alternatif bagi anak-anak untuk tumbuh secara emosional dan intelektual. Setiap pertemuan di Rumah Pintar dipenuhi berbagai kegiatan menarik yang dirancang untuk menstimulasi rasa ingin tahu dan kreativitas anak-anak. Beberapa di antaranya: Sesi Membaca dan Dongeng Interaktif. Melalui buku cerita, anak-anak diajak memahami nilai kehidupan sambil melatih kemampuan membaca dan menyampaikan pendapat. Belajar Konsep Ilmu Dasar Lewat Eksperimen Ringan. Dari matematika sederhana hingga sains mini, anak-anak dikenalkan pada logika ilmiah dengan cara bermain dan bereksperimen. Kelas Cita-Cita dan Refleksi Diri. Mereka menulis atau menggambar impian masa depan, dan berbagi cerita di depan teman-temannya. Aktivitas ini menumbuhkan rasa percaya diri dan menanamkan mimpi sejak dini. Permainan Edukatif dan Dinamika Kelompok. Kegiatan diselingi dengan permainan kelompok untuk mempererat kerja sama, meningkatkan fokus, dan menjaga antusiasme anak. Sambutan luar biasa datang dari anak-anak desa. Mereka datang dengan antusias, bahkan sebelum kegiatan dimulai. Banyak di antaranya yang sebelumnya kurang aktif di sekolah, namun menjadi lebih berani dan semangat belajar setelah ikut Rumah Pintar. "Saya suka belajar di sini, karena banyak permainan dan kakak-kakaknya ramah," tutur Dinda, siswi kelas 4 SD yang selalu datang paling awal. Keberadaan Rumah Pintar juga didukung penuh oleh para orang tua dan tokoh masyarakat. Mereka melihat program ini sebagai angin segar yang membantu anak-anak mengisi waktu luang secara produktif dan jauh dari pengaruh negatif. "Anak-anak kami jadi punya tempat untuk belajar dan bermain dengan positif. Terima kasih untuk adik-adik mahasiswa," ujar salah satu warga, penuh rasa syukur. Agar program ini tetap berlanjut setelah masa KKM berakhir, tim mahasiswa juga membekali warga dengan buku, alat peraga, dan modul kegiatan sederhana yang bisa dijalankan bersama relawan lokal. "Kami ingin Rumah Pintar ini menjadi warisan berharga yang terus hidup di tengah masyarakat," tambah Muhammad Izzatul Hikam, ketua KKM. Di balik program ini, ada pesan kuat yang ingin disampaikan: anak-anak dari pelosok desa pun pantas mendapatkan pengalaman belajar yang berkualitas dan menyenangkan. Rumah Pintar menjadi simbol bahwa pendidikan bisa hadir dengan cara yang sederhana, tapi dampaknya luar biasa. Program ini bukan hanya tentang mengajar, tapi tentang menghadirkan harapan. Karena mungkin, dari ruangan kecil ini, akan lahir anak-anak hebat yang kelak membawa perubahan besar bagi negeri. "Kami mungkin tak bisa mengubah dunia, tapi kami ingin menyalakan lilin kecil yang cahayanya bisa menerangi jalan anak-anak desa menuju masa depan yang lebih baik." https://www.kompasiana.com/imronrosyadi2128/6805b499ed64154bae6f23d2/rumah-pintar-jendela-masa-depan-kkm-adiwangsa-bangun-semangat-belajar-anak-anak-desa