FATIHANI ISTIGHFARIN
Toyomarto, Singosari – Jama'ah diba' Dasawisma Dusun Krajan Bodean, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, menyelenggarakan peringatan Hari Kartini pada malam Sabtu, 26 April 2025. Kegiatan ini menjadi momen istimewa karena memadukan nilai-nilai keagamaan yang kental dengan semangat emansipasi R.A. Kartini. Acara ini juga merupakan kolaborasi harmonis antara masyarakat dan mahasiswa KKM dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Maulid Diba’ merupakan amaliyah rutin warga RT 4 setiap malam Sabtu. Tradisi ini dilaksanakan sebagai bentuk ngalap berkah dari Nabi Muhammad SAW serta untuk mempererat tali kekeluargaan antarwarga. Sebagai masyarakat yang mayoritas berhaluan Nahdlatul Ulama (NU), kegiatan Diba’ menjadi bagian penting dari kehidupan religius warga. Kegiatan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antara warga dan mahasiswa, menciptakan suasana yang guyub dan penuh makna. Khusus pada malam Sabtu kali ini, kegiatan Diba’ diganti dengan pembacaan QS. Yasin dan disusul dengan peringatan Hari Kartini yang mengangkat tema "Kartini dalam Keanggunan Busana Tradisional dan Modern". Gagasan ini bermula dari inisiatif Ibu RT 4 yang kemudian mendapat dukungan penuh dari mahasiswa KKM UIN Malang. Kegiatan ini bertujuan memberikan ruang ekspresi bagi masyarakat, khususnya perempuan, serta mengenang semangat perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan di bidang pendidikan dan sosial. Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan Surat Yasin secara bersama-sama sebagai pembuka yang mencerminkan nilai religius dan kekhusyukan. Dilanjutkan dengan sambutan dari pembawa acara, menyanyikan lagu "Ibu Kartini", lalu memasuki inti kegiatan yaitu fashion show dan kuis interaktif. Seluruh kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, kekeluargaan, dan penuh makna kebersamaan antara warga dan mahasiswa. Salah satu agenda yang paling menyita perhatian dalam acara ini adalah lomba fashion show yang diikuti oleh warga setempat. Para peserta tampil memukau mengenakan kebaya dengan perpaduan gaya tradisional dan modern yang menawan. Kriteria penilaian mencakup kreativitas busana, kesesuaian tema, kepercayaan diri peserta, serta penampilan di atas panggung. Penonton pun tampak antusias memberikan dukungan dengan tepuk tangan dan sorakan semangat yang hangat. Untuk menambah semarak acara, panitia juga menyelenggarakan kuis interaktif khusus bagi ibu-ibu warga. Pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan sejarah perjuangan perempuan Indonesia dan tokoh-tokoh inspiratif. Peserta yang berhasil menjawab dengan benar diberikan hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif mereka. Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sarat dengan nilai edukatif. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, warga Dusun Krajan Bodean dan mahasiswa UIN Malang menunjukkan bahwa pelestarian budaya, nilai-nilai keagamaan, dan semangat emansipasi dapat berjalan beriringan. Kolaborasi ini diharapkan kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat terus terjalin dengan baik dan menjadi inspirasi untuk kegiatan sosial dan edukatif lainnya.
MOCH. MUSLIMIN
Penyerahan dan serah terima Mahasiswa KKM MBKM UIN Malang Kelompok Dwara Paramadhita 2025 yang belokasi di di desa bodean, kelurahan toyomarto, kecamatan Singosari, kabupaten Malang selengkapnya dapat diakses pada link berikut ini: https://www.kompasiana.com/mochmuslimin2359/67d94a5ec925c476ee21e632/penyerahan-dan-serah-terima-kkm-mbkm-kelompok-dwara-pramadhita-uin-maulana-malik-ibrahim-malang-didesa-toyomarto
RENATA FIRDAUSI NUZULA
Desa Bodean Krajan, RT 5 RW 1 – Suasana hangat dan penuh kekhusyukan terasa pada malam hari ketika kegiatan rutin Fatayat NU dilaksanakan menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Kegiatan ini semakin istimewa karena dihadiri oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok Dwara Paramadhita dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang tengah melaksanakan pengabdian masyarakat di desa tersebut. Selengkapnya bisa diakses melaui link berikut ini : https://www.kompasiana.com/renata416/6827f07e34777c63b65582e3/jalinan-ukhuwah-mahasiswa-kkm-uin-malang-dan-fatayat-bersama-sambut-kehadiran-ramadhan-di-bodean-krajan
ROSYIDA EL IZZAH MA`RUFAH
Kegiatan Keputrian nyatanya telah membawa manfaat yang baik bagi masyarakat dan berhasil menjadi wadah untuk mencari ilmu agama dengan mudah. Simak selengkapnya di sini? https://mediasantrinu.com/peningkatan-pemahaman-keaagamaan-melalui-kegiatan-keputrian-di-desa-bodean/
EVANA CHARISSA SHAFA
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang serba cepat, masyarakat Desa Toyomarto masih menjaga erat nilai-nilai spiritual dan tradisi keagamaan sebagai bagian dari identitas sosial mereka. Salah satu kegiatan yang mencerminkan hal tersebut adalah kegiatan rutin manaqib jama'ah putri, yang diselenggarakan secara berkala oleh kaum ibu-ibu di desa ini. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga wadah mempererat tali silaturahmi dan membangun kekuatan batin bersama. Apa Itu Manaqib? Manaqib adalah tradisi pembacaan kisah keteladanan dan keutamaan para wali Allah, khususnya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, seorang tokoh sufi besar dalam Islam. Pembacaan manaqib biasanya disertai dengan dzikir, doa bersama, dan kadang dilanjutkan dengan tausiyah atau pengajian. Di Desa Toyomarto, kegiatan ini dilaksanakan secara rutin biasanya satu kali dalam seminggu tepatnya hari kamis atau malam jum'at di rumah-rumah warga setempat secara bergilir. Menyatukan Hati dalam Dzikir Kegiatan manaqib putri di Desa Toyomarto bukan sekadar rutinitas keagamaan, tetapi telah menjadi ruang spiritual dan sosial yang saling melengkapi. Para jama'ah tidak hanya hadir untuk membaca manaqib, tetapi juga untuk merenungkani makna hidup dan memperkuat iman. Kehadiran ibu-ibu yang konsisten setiap bulan menjadi bukti kuat bahwa kegiatan ini memberi manfaat besar, baik secara pribadi maupun kolektif. Dzikir dan doa yang dipanjatkan bersama membawa ketenangan jiwa, sedangkan interaksi setelah acara mempererat rasa kekeluargaan antarwarga. Peran Mahasiswa KKM Dalam pelaksanaan kegiatan ini, kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari UIN Malang turut memberi warna. Mahasiswa tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga ikut terlibat sebagai fasilitator dan pendamping kegiatan. Kehadiran mereka disambut dengan hangat oleh warga, dan menjadi bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat dalam aspek religius-spiritual. Mahasiswa membantu mendokumentasikan kegiatan bahkan sesekali menyampaikan kultum singkat sebelum pembacaan manaqib dimulai. Ini menjadi kesempatan langka bagi mahasiswa untuk menyelami kehidupan spiritual masyarakat secara langsung. Harmoni Antara Tradisi dan Spiritualitas 4 Program Terpopuler Terbaru Judul berita Topik Pilihan Komunitas Peristiwa Video Hadiah K LAGI RAME! Sejarah Indonesia Ditulis Ulang, tetapi Siapa yang Pegang Pena? Menetap di Sawah Saat Pensiun, Mau? Terlalu PD Buka Usaha Saat Pensiun, Mau Untung Malah Beruntung Ketika Brand Lokal Mengungguli Brand Global 5 Langkah Wujudkan Komite Sekolah yang Fungsional Pro-Kontra Keberadaan Komite Sekolah yang Berkepanjangan Evana Charissa Shafa Anak Uin Malang cewek yang biasa saja SOSBUD Menjalin Spiritualitas dalam kebersamaan : Kegiatan Rutin manaqib jama'ah putri Desa Toyomarto Singosari Malang 22 Mei 2025 06:12 Diperbarui: 22 Mei 2025 06:12 15 1 0 + Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Lihat foto Foto kegiatan manaqib di Desa Toyomarto Singosari Kegiatan rutin manaqib ini mencerminkan keharmonisan antara tradisi keagamaan dan semangat kebersamaan. Di tengah arus globalisasi, masyarakat Desa Toyomarto tetap menjaga kearifan lokal yang sarat makna dan nilai. Dalam suasana yang sederhana namun penuh kekhusyukan, setiap bacaan manaqib menjadi bentuk tafakur, pengingat, sekaligus perekat sosial yang memperkuat ukhuwah di antara sesama jama'ah. Penutup “Menjalin Spiritualitas Dalam Kebersamaan” bukan sekadar ungkapan, namun benar-benar hidup dalam kegiatan manaqib jama'ah putri di Desa Toyomarto. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk membangun ruang-ruang spiritual yang inklusif, teduh, dan mempersatukan https://www.kompasiana.com/evanashafacharissa4879/682e5df834777c540e5cf1f2/menjalin-spiritualitas-dalam-kebersamaan-kegiatan-rutin-manaqib-jamaah-putri-desa-toyomarto-singosari-malang
HETTY KURNIA
Kolaborasi antara mahasiswa dan para guru TPQ ini menciptakan sinergi yang kuat dalam menanamkan nilai-nilai toleransi dan moderasi kepada para santri, sehingga pendidikan agama yang diberikan tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk sikap hidup yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat. selengkapnya dapat diakses pada link berikut ini https://www.kompasiana.com/hettykurnia9120/6823f05f34777c4c5c0d7f74/tpq-al-hidayah-desa-toyomarto-dan-peran-mahasiswa-kkm-uin-maulana-malik-ibrahim-malang-dalam-program-moderasi-beragama