BINTI NADZIROTUL FADILAH
Mahasiswa KKM UIN Malang Mengadakan Kegiatan Parenting Persiapan Anak Menuju Sekolah Dasar dengan Mendatangkan salah satu dari Dosen Prodi PIAUD UIN Malang, yakni Ibu Dr. Nurlaeli Fitriah M.Pd. Pada hari Rabu, 9 April 2025, kegiatan parenting yang bertemakan “Dari Bermain ke Belajar : Mempersiapan Anak Menuju Dunia Sekolah Dasar” di Gedung Aula RA Muslimat NU 21, Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada orang tua dalam mempersiapkan anak-anak mereka untuk memasuki sekolah dasar Dalam kegiatan ini, ibu Dr. Nurlaeli Fitriah, M.Pd menyampaikan materi tentang pentingnya transisi dari bermain ke belajar bagi anak-anak yang akan memasuki sekolah dasar. Beliau menjelaskan bahwa transisi ini sangat penting untuk membantu anak-anak mengembangkan kemampuan akademis dan non-akademis yang dibutuhkan untuk sukses di sekolah dasar. Materi lainnya yang dibahas adalah keterampilan yang dibutuhkan anak di sekolah dasar, seperti kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Orang tua diharapkan dapat menjadi fasilitator dan pendorong bagi anak-anak mereka untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Materi lainnya yang tidak kalah penting adalah bagaimana cara mengatasi tantangan dan hambatan yang mungkin dihadapi anak saat memasuki sekolah dasar. Dalam kegiatan ini, juga ditekankan pentingnya keseimbangan dalam proses belajar anak. Keseimbangan antara kemampuan akademis dan non-akademis, serta keseimbangan antara belajar dan bermain, sangat penting untuk membantu anak-anak mengembangkan kemampuan yang menyeluruh. Dengan demikian, anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan siap menghadapi tantangan di sekolah dasar. Kegiatan parenting ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang lebih mendalam dan akurat tentang bagaimana cara mempersiapkan anak-anak untuk memasuki sekolah dasar. Mahasiswa KKM UIN Malang berharap kegiatan ini dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di masyarakat dan membantu anak-anak mencapai potensi mereka. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan antara UIN Malang dan masyarakat sekitar. https://piaud.uin-malang.ac.id/mahasiswa-kkm-uin-malang-gelar-seminar-parenting-bekali-orang-tua-dengan-ilmu-transisi-anak-usia-dini-menuju-sekolah-dasar/
FIRDA NUR ZAKIYAH AROFAH
https://www.kompasiana.com/firdanurzakiyaharofah8980/68240ae5ed64151db8621db2/membuka-bulan-ramadhan-dengan-kegiatan-posyandu-untuk-kesehatan-ibu-dan-anak-di-desa-toyomarto
MOHAMAD ADAM ADZANI
Pondok Ramadan yang digelar oleh KKM Sena Cendekia UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil menarik perhatian puluhan peserta di Desa Dawuhan Kidul. Selama dua hari, kegiatan ini tidak hanya fokus pada peningkatan ibadah, tetapi juga penguatan karakter dan nilai sosial keagamaan. Dengan kolaborasi bersama IPNU dan IPPNU, acara ini bertujuan membentuk generasi muda yang religius dan aktif. Temukan momen penuh keakraban, pengetahuan, dan aksi sosial yang menginspirasi di dalam artikel lengkapnya! https://www.kompasiana.com/iktaindana6808/68319854ed641556f046b9e2/pondok-ramadan-kkm-sena-cendekia-uin-malang-perkuat-moderasi-beragama-dan-nilai-keislaman-di-desa-dawuhan-kidul-kediri
UMRIANI R. NARANG
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan kemuliaan, berkah, dan ampunan dari Allah SWT. Setiap amal kebaikan yang dilakukan di bulan suci ini akan mendapatkan balasan pahala yang berlipat-lipat. Oleh karena itu, memanfaatkan momentum Ramadhan untuk meningkatkan keimanan, memperkuat ukhuwah, dan memperkaya aktivitas edukatif maupun spiritual adalah bentuk nyata dari kepedulian terhadap diri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Dalam jurnal yang ditulis oleh Isnawati (2020), disebutkan bahwa “bulan Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai keislaman dan karakter positif kepada anak-anak sejak dini.” Berangkat dari semangat tersebut, RA Al Jauhar bekerja sama dengan Mahasiswa Asistensi Mengajar, RW 12, dan Masjid An-Nur menyelenggarakan sebuah kegiatan bernama Ramadhan Fest 2025. Kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari berturut-turut, mulai dari tanggal 3 Maret hingga 7 Maret 2025, yang berlokasi di halaman Masjid An-Nur, Perumahan Permata Regency, Blok 21 No. 15–16, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Acara berlangsung setiap sore mulai pukul 14.30 untuk bazar takjil, dilanjutkan dengan acara inti mulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB. Ramadhan Fest 2025 ini diselenggarakan dengan tujuan untuk menciptakan pengalaman yang edukatif, spiritual, menyenangkan, dan berkesan bagi anak-anak serta masyarakat sekitar. Selain menampilkan berbagai pertunjukan dari anak-anak didik, kegiatan ini juga menghadirkan bazar takjil dan perlengkapan muslim, serta seminar parenting yang sangat bermanfaat bagi para orang tua. Rangkaian Kegiatan Ramadhan Fest 2025 Hari Pertama – Senin, 3 Maret 2025 Kegiatan hari pertama menjadi momen pembuka yang istimewa dan penuh khidmat. Acara dibuka dengan seremonial yang dipandu oleh pemudi RW 12 sebagai pembawa acara (MC). Susunan acara pembukaan mencakup sambutan dari berbagai pihak, di antaranya: Kepala Sekolah RA Al Jauhar Ketua RW 12 Ketua Yayasan Perwakilan Takmir Masjid An-Nur Setelah sambutan-sambutan, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Takmir Masjid serta dilakukan pemotongan pita sebagai simbol resmi dimulainya Ramadhan Fest. Setelah doa, kegiatan sore diambil alih oleh MC mahasiswa AM PIAUD 2022 dilanjutkan dengan penampilan seni Islami dari siswa-siswi yang RA Al Jauhar dan Madin An-Nur. Mereka menampilkan hadroh dan nadhom yang dipersembahkan dengan penuh semangat dan antusiasme, memancarkan nuansa keislaman yang kental dan menyentuh hati para penonton. Selain pertunjukan, pada sore harinya dimulai bazar Ramadhan yang menyajikan berbagai pilihan makanan dan minuman berbuka puasa seperti es teh manis, kolak pisang, es buah segar, gorengan hangat, aneka kue tradisional, serta perlengkapan muslim seperti baju koko, kerudung, dan gamis. Bazar ini tidak hanya menjadi tempat berburu takjil, tetapi juga ruang untuk mempererat interaksi antarwarga dengan suasana kekeluargaan yang hangat. Hari Kedua – Selasa, 4 Maret 2025 Hari kedua diisi dengan penampilan dari PAUD PHB Kids dan Kelompok TK B RA Al Jauhar. Anak-anak menampilkan hafalan surat pendek dari Al-Qur’an dengan suara merdu dan ekspresi polos yang menggemaskan. Selain itu, mereka juga membawakan tarian yang menggambarkan nilai-nilai kebersamaan dan keceriaan di bulan Ramadhan. Penampilan anak-anak ini memberikan kesan yang sangat mendalam bagi para hadirin. Selain membuktikan kemampuan dan keberanian anak-anak dalam tampil di depan umum, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan kepercayaan diri dan cinta terhadap ajaran Islam sejak usia dini. Hari Ketiga – Rabu, 5 Maret 2025 Hari ketiga diisi oleh penampilan dari Madin Al Huda dan RA 12. Kegiatan ini memperkaya wawasan keislaman anak-anak dan memperlihatkan ragam potensi serta kreativitas dari masing-masing lembaga pendidikan Islam di wilayah RW 12. Penampilan yang ditampilkan meliputi pembacaan doa, hafalan ayat-ayat pendek, serta pertunjukan seni Islami. Antusiasme para peserta dan dukungan dari para orang tua menjadikan acara ini semakin semarak. Orang tua yang hadir merasa bangga sekaligus haru melihat buah hati mereka tampil dengan percaya diri membawa pesan-pesan agama yang positif. Hari Keempat – Kamis, 6 Maret 2025 Pada hari keempat, acara diisi dengan kegiatan Parenting Seminar yang bertajuk: “Mengubah Amarah Jadi Ceria: Rahasia Mendidik Anak dengan Cinta dan Konsistensi” Kegiatan ini menghadirkan narasumber Bapak Ahmad Mukhlis, seorang dosen PIAUD UIN Maulana Malik Ibrahim Malangpendidik anak usia dini. Seminar ini diselenggarakan di area Masjid An-Nur dan dihadiri oleh wali santri RA Al Jauhar serta masyarakat umum. Dalam materinya, Bapak Mukhlis menjelaskan pentingnya pendekatan cinta dan konsistensi dalam pola asuh anak. Ia menekankan bahwa kemarahan orang tua yang tidak dikelola dapat berdampak buruk bagi perkembangan emosional anak. Sebaliknya, dengan pendekatan yang sabar, penuh kasih, dan konsisten, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang tenang, bahagia, dan berkarakter kuat. Seminar ini disambut sangat antusias oleh para peserta. Banyak orang tua yang merasa tercerahkan dan termotivasi untuk memperbaiki gaya pengasuhan mereka di rumah. Sesi tanya-jawab juga berlangsung hangat, menandakan betapa pentingnya topik ini bagi kehidupan keluarga masa kini. Hari Kelima – Jumat, 7 Maret 2025 Sebagai penutup, hari kelima dimeriahkan dengan penampilan dari TPQ An-Nur dan Madin An-Nur. Anak-anak kembali menunjukkan hafalan surat, doa-doa harian, serta pertunjukan nadhom. Semangat Ramadhan terasa sangat kuat di penghujung acara ini. Penutupan acara dilakukan dengan sederhana namun bermakna. Doa bersama dipanjatkan agar kegiatan Ramadhan Fest ini membawa keberkahan bagi seluruh peserta dan masyarakat sekitar. Semua pihak yang terlibat—dari panitia, guru, mahasiswa, warga, hingga anak-anak—merasakan kehangatan kebersamaan yang tercipta selama lima hari kegiatan berlangsung. Penutup Ramadhan Fest 2025 bukan sekadar serangkaian kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk nyata dari sinergi antara lembaga pendidikan, mahasiswa, masyarakat, dan masjid dalam menyemarakkan bulan suci Ramadhan. Melalui kolaborasi ini, nilai-nilai keislaman ditanamkan dengan cara yang menyenangkan, penuh makna, dan melibatkan semua elemen masyarakat. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi inspirasi dan model bagi pelaksanaan kegiatan Ramadhan di tahun-tahun berikutnya. Semoga Ramadhan Fest 2025 menjadi langkah kecil yang membawa dampak besar bagi tumbuhnya generasi yang berakhlak mulia, cinta Islam, dan peduli terhadap lingkungan sosialnya.
LUNA AZALIA YUSRI FILZA
Gresik, 2025 — Dalam rangka memeriahkan Haul Raden Mas Joko Soengkono di Desa Peganden, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) berkolaborasi dengan organisasi kepemudaan IPNU-IPPNU Desa Peganden untuk menyelenggarakan sebuah kegiatan yang unik dan inspiratif bertajuk “Café PR IPNU-IPPNU Desa Peganden x KKM UIN Malang”. Bertempat di aula desa yang disulap menjadi ruang diskusi bernuansa santai, Café PR IPNU-IPPNU Desa Peganden x KKM UIN Malang berhasil menjadi ajang silaturahmi lintas generasi sekaligus wadah refleksi nilai-nilai spiritual dan sosial yang diwariskan oleh para pendahulu. Tak hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh agama dan budaya lokal, kegiatan ini juga menjadi ruang kreatif yang menyatukan semangat pemuda dalam memperkuat identitas religius dan kebangsaan. Café PR IPNU-IPPNU Desa Peganden x KKM UIN Malang dikemas dalam format diskusi interaktif dan penuh kehangatan. Topik yang diangkat meliputi peran pemuda dalam menjaga warisan spiritual, penguatan kolaborasi antar organisasi pemuda, hingga tantangan dan peluang pemuda desa dalam menghidupkan kegiatan sosial-keagamaan yang inklusif dan progresif. Salah satu mahasiswa KKM UIN Malang menyampaikan, “Kami merasa bangga dapat berkolaborasi dengan IPNU-IPPNU dalam pelaksanaan kegiatan ini. Momen ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk belajar, berkontribusi, dan tumbuh bersama masyarakat Desa Peganden.” Keikutsertaan para mahasiswa tidak sekadar sebagai panitia pelaksana, melainkan juga sebagai fasilitator diskusi dan penggerak semangat perubahan. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana generasi muda bisa menjadi agen perubahan yang tetap berpijak pada akar nilai-nilai lokal dan keagamaan. Menurut Ketua PR IPNU-IPPNU Desa Peganden, kegiatan ini menjadi angin segar dalam pengembangan kegiatan pemuda berbasis budaya dan spiritualitas. “Dengan adanya Café PR IPNU-IPPNU Desa Peganden x KKM UIN Malang, kami bisa menjangkau pemuda-pemuda yang selama ini mungkin merasa jauh dari kegiatan haul yang biasanya bersifat formal. Ini lebih cair, lebih santai, tapi tetap sarat makna,” ujarnya Selain diskusi, acara juga dimeriahkan dengan penampilan seni Islami dari remaja desa dan bazar kecil yang menampilkan produk UMKM lokal, memperkuat nilai pemberdayaan ekonomi dalam kerangka spiritualitas dan kebudayaan. Café PR IPNU-IPPNU Desa Peganden x KKM UIN Malang menjadi bukti nyata bahwa haul bukan hanya seremonial tahunan, tetapi bisa dihidupkan menjadi ruang dinamis yang menyatukan tradisi, inovasi, dan kolaborasi antar generasi. Semangat moderasi beragama, pemberdayaan komunitas, dan kepedulian sosial menjadi benang merah yang menjiwai seluruh rangkaian kegiatan. Kegiatan ini pun diharapkan dapat menjadi model inspiratif bagi desa-desa lain di Indonesia, untuk mengemas kegiatan keagamaan menjadi lebih dekat dengan generasi muda, tanpa menghilangkan esensi nilai spiritual dan budaya lokal.
ISMI KHOIRUN NISA`
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan moderasi beragama bertajuk "Merajut Kebersamaan dalam Perbedaan" di MTs Kanjeng Sepuh, Sidayu, Gresik, pada tanggal 20 Maret 2025. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai toleransi dan keseimbangan dalam kehidupan beragama kepada seluruh peserta yang hadir. Acara dimulai pukul 07.30 WIB dengan penampilan hadroh banjari oleh siswa dan mahasiswa, lalu dilanjutkan doa khotmil dan tahlilan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai keagamaan. Setelah itu, acara resmi dibuka oleh MC pada pukul 08.30 WIB, diikuti pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh salah satu siswa MTs. Peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yalal Wathon sebelum sambutan dari Ketua Pelaksana Acara, Abiburrohim Fahzan Hamzah. Dalam sambutannya, ia berharap kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat nilai moderasi beragama di kalangan generasi muda. Sambutan juga disampaikan oleh perwakilan dewan guru MTs Kanjeng Sepuh, M. Nurul Huda Muslim, S.Pd.I, yang menyambut baik acara ini sebagai langkah nyata menanamkan sikap toleransi dan keseimbangan dalam kehidupan beragama. Sesi utama acara adalah Mauidhoh Hasanah yang disampaikan oleh H. Muhammad Mujib, M.Pd.I, Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Gresik. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya moderasi beragama agar tidak terjebak pada sikap ekstrem kanan atau kiri. "Jika seseorang terlalu condong ke salah satu sisi, maka ia tidak akan bisa meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah," ujarnya. Beliau juga mengingatkan berbagai peristiwa tragis yang pernah terjadi akibat kurangnya pemahaman moderasi beragama, seperti bom Bali, perang saudara, dan pembakaran tempat ibadah. Dalam Islam, keseimbangan (tawasuth), keadilan (i’tidal), toleransi (tasamuh), dan harmoni (tawazun) adalah empat prinsip utama yang harus diterapkan dalam bermasyarakat. Acara ini tidak hanya dihadiri oleh pihak sekolah, tapi juga anak-anak TPQ, santri pondok pesantren, dan para petinggi Yayasan Kanjeng Sepuh. Berbagai penampilan memeriahkan acara, termasuk paduan suara dan puisi berantai, serta sesi doorprize yang menambah semangat peserta. Sebagai bentuk apresiasi, mahasiswa KKM menyerahkan cendera mata kepada narasumber sebagai ungkapan terima kasih atas kontribusi mereka. Penyerahan ini juga mempererat silaturahmi antara semua pihak yang terlibat. Acara diakhiri dengan foto bersama sebagai kenang-kenangan dan simbol komitmen menjaga nilai moderasi beragama. Salah satu peserta menyampaikan harapan agar kegiatan seperti ini terus digelar, sehingga nilai toleransi dan kebersamaan semakin kuat di tengah keberagaman yang ada. Semoga pesan moderasi beragama dapat terus menjadi pegangan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut saya pribadi, kegiatan seperti ini sangat penting dan perlu terus dilakukan. Di tengah tantangan keberagaman zaman sekarang, pemahaman dan penerapan moderasi beragama menjadi kunci untuk hidup berdampingan dengan harmonis dan saling menghargai perbedaan. Harapan saya, nilai-nilai ini tidak hanya dipahami saat acara berlangsung, tetapi benar-benar menjadi sikap yang dijalani sehari-hari oleh semua peserta.