Thumbnail
1 year ago
Semarak Sosialisasi Parenting dan Stunting Mahasiswa KKM UIN Malang di Desa SumberNgepoh

YUNIAR RIZQI

Pada hari Sabtu, 18 Januari 2025, panitia Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang melaksanakan kegiatan sosialisasi tentang stunting dan parenting di Desa SumberNgepoh Kabupaten Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama para orang tua yang memiliki anak balita, tentang pentingnya pola asuh yang baik serta penanganan stunting yang tepat guna memastikan tumbuh kembang anak secara optimal. Acara dimulai pukul 08.00 WIB bertempat di balai desa SumberNgepoh. Dalam sambutannya, Kepala Desa SumberNgepoh, Bapak Sutirsak, mengapresiasi kegiatan ini dan menyambut baik kehadiran para mahasiswa KKM UIN Malang. Ia menekankan pentingnya edukasi mengenai stunting dan parenting agar masyarakat dapat memberikan perawatan terbaik bagi anak-anak mereka. “Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama bagi para orang tua muda yang sering kali masih bingung dalam mengasuh anak mereka,” ujar Bapak Sutirsak. Beliau juga menambahkan bahwa, “perilaku seorang anak juga bisa dipengaruhi dari pengasuhan yang dilakukan oleh orang tuanya”. Pemaparan materi pertama mengenai Parenting dilakukan oleh Co Founder Grow Up Official dan Duta Psikologi tahun 2022, Norma Hasanatul Maghfiroh. Ia mengungkapkan bahwa pengasuhan yang baik sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak, tidak hanya dari sisi fisik tetapi juga mental dan emosional. Ia memberikan tips praktis bagi orang tua untuk menciptakan lingkungan yang mendukung bagi perkembangan anak, seperti pentingnya interaksi verbal, stimulasi fisik yang tepat, serta pola asuh yang penuh kasih sayang (love language). Selanjutnya, sesi kedua mengenai Stanting dilakukan oleh Duta Genre Kota Malang tahun 2023, Talita Aprilia Nur Azzahra. Dalam presentasinya, beliau menjelaskan faktor-faktor penyebab stunting, mulai dari pola makan yang tidak seimbang, kekurangan gizi mikro, hingga pengaruh dari faktor lingkungan. Ia juga menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak ibu hamil dan pada masa tumbuh kembang anak, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Antusiasme masyarakat Desa SumberNgepoh sangat terlihat selama sesi tanya jawab. Peserta mengajukan pertanyaan terkait cara-cara untuk mengenali tanda-tanda stunting pada anak dan bagaimana cara memperbaikinya. Narasumber menjelaskan bahwa deteksi dini sangat penting, dan orang tua perlu memantau secara rutin perkembangan anak mereka, baik dari segi tinggi badan, berat badan, maupun perkembangan motorik dan kognitif. Sebagai penutup rangkaian acara, seluruh peserta sosialisasi stunting dan parenting di Desa SumberNgepoh melakukan foto bersama. Momen ini berlangsung penuh kebersamaan dan semangat, menandakan antusiasme serta rasa syukur atas keberhasilan kegiatan yang telah terlaksana. Dengan latar belakang spanduk acara, peserta, panitia, dan narasumber tersenyum ceria, mengabadikan kenangan berharga dari sosialisasi yang diharapkan dapat membawa dampak positif bagi masyarakat desa. Acara ditutup pada pukul 12.00 WIB dengan harapan bahwa informasi yang diberikan dapat diterapkan oleh masyarakat untuk mendukung perkembangan anak-anak mereka dan menanggulangi masalah stunting di desa SumberNgepoh. Panitia KKM UIN Malang berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa di masa depan guna mendukung pembangunan kesehatan masyarakat desa. Demikian berita acara sosialisasi stunting dan parenting di Desa Sumberngepoh yang telah dilaksanakan pada Sabtu, 18 Januari 2025. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi langkah awal dalam upaya bersama untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

Thumbnail
1 year ago
Inovasi Mahasiswa KKM UIN Malang: Hidroponik dari Botol Bekas untuk Warga Dusun Glatik Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Inovasi Mahasiswa KKM UIN Malang: Hidroponik dari Botol Bekas untuk Warga Dusun Glatik

KHARISMANIA MUTIARA ISLAMI

Pada tanggal 19 Januari 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Pangarsa Muda mengadakan kegiatan budidaya hidroponik menggunakan limbah botol bekas sebagai media tanam di Dusun Glatik, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat memanfaatkan sampah plastik secara kreatif sekaligus meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga. Program KKM UIN Malang ini memanfaatkan kangkung sebagai komoditas utama karena kemudahan budidayanya dan masa panennya yang singkat, sangat ideal untuk program pemberdayaan masyarakat.  Pemilihan kangkung juga mempertimbangkan ketersediaan bibit dan perawatannya yang relatif mudah.  Botol plastik bekas, yang biasanya menjadi sampah, diubah menjadi media tanam hidroponik yang sederhana dan ekonomis. Prosesnya melibatkan pengisian botol dengan air dan nutrisi khusus yang diformulasikan untuk pertumbuhan optimal kangkung. Sistem hidroponik ini dirancang agar mudah dipelajari dan diimplementasikan oleh masyarakat, bahkan tanpa keahlian pertanian yang luas. Kesederhanaan sistem ini menjadi kunci keberhasilan program dalam memberdayakan masyarakat untuk bercocok tanam secara mandiri.  Setelah berhasil dirakit dan ditanami bibit kangkung, sistem hidroponik ini diserahkan kepada ibu-ibu PKK Dusun Glatik. Penyerahan dilakukan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat, terutama ibu rumah tangga, agar bisa menanam sayuran sendiri tanpa memerlukan lahan luas. Para ibu rumah tangga yang menerima hidroponik ini tampak antusias karena metode ini tidak memerlukan lahan luas dan bisa diterapkan di rumah masing-masing. Dengan metode hidroponik sederhana ini, masyarakat bisa memiliki sumber sayuran segar sendiri tanpa harus membeli di pasar. Program hidroponik ini bukan sekadar solusi praktis untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi sampah plastik, tetapi juga sebagai inspirasi bagi warga Dusun Glatik dan masyarakat luas. Mahasiswa KKM UIN Malang berharap inisiatif ini dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan kemandirian pangan keluarga.  Dengan metode hidroponik yang sederhana dan mudah ditiru, warga dapat menanam sayuran sendiri tanpa membutuhkan lahan yang luas.  Keberhasilan program ini diharapkan dapat mendorong replikasi di desa-desa lain, menciptakan gerakan masyarakat untuk bercocok tanam secara berkelanjutan.  Ke depannya,  pengembangan program ini dapat meliputi pelatihan yang lebih intensif, diversifikasi jenis tanaman, dan penyediaan akses yang lebih mudah terhadap bibit dan nutrisi hidroponik.  Tujuan akhirnya adalah terwujudnya masyarakat yang lebih peduli lingkungan dan mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri secara mandiri dan berkelanjutan.  Semoga program ini menjadi contoh nyata bagaimana inovasi sederhana dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat.

Thumbnail
1 year ago
Inovasi Mahasiswa KKM UIN Malang: Hidroponik dari Botol Bekas untuk Warga Dusun Glatik Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Inovasi Mahasiswa KKM UIN Malang: Hidroponik dari Botol Bekas untuk Warga Dusun Glatik

RISMA LUTHFIA

Pada tanggal 19 Januari 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Pangarsa Muda mengadakan kegiatan budidaya hidroponik menggunakan limbah botol bekas sebagai media tanam di Dusun Glatik, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat memanfaatkan sampah plastik secara kreatif sekaligus meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga. Program KKM UIN Malang ini memanfaatkan kangkung sebagai komoditas utama karena kemudahan budidayanya dan masa panennya yang singkat, sangat ideal untuk program pemberdayaan masyarakat.  Pemilihan kangkung juga mempertimbangkan ketersediaan bibit dan perawatannya yang relatif mudah.  Botol plastik bekas, yang biasanya menjadi sampah, diubah menjadi media tanam hidroponik yang sederhana dan ekonomis. Prosesnya melibatkan pengisian botol dengan air dan nutrisi khusus yang diformulasikan untuk pertumbuhan optimal kangkung. Sistem hidroponik ini dirancang agar mudah dipelajari dan diimplementasikan oleh masyarakat, bahkan tanpa keahlian pertanian yang luas. Kesederhanaan sistem ini menjadi kunci keberhasilan program dalam memberdayakan masyarakat untuk bercocok tanam secara mandiri.  Setelah berhasil dirakit dan ditanami bibit kangkung, sistem hidroponik ini diserahkan kepada ibu-ibu PKK Dusun Glatik. Penyerahan dilakukan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat, terutama ibu rumah tangga, agar bisa menanam sayuran sendiri tanpa memerlukan lahan luas. Para ibu rumah tangga yang menerima hidroponik ini tampak antusias karena metode ini tidak memerlukan lahan luas dan bisa diterapkan di rumah masing-masing. Dengan metode hidroponik sederhana ini, masyarakat bisa memiliki sumber sayuran segar sendiri tanpa harus membeli di pasar. Program hidroponik ini bukan sekadar solusi praktis untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi sampah plastik, tetapi juga sebagai inspirasi bagi warga Dusun Glatik dan masyarakat luas. Mahasiswa KKM UIN Malang berharap inisiatif ini dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan kemandirian pangan keluarga.  Dengan metode hidroponik yang sederhana dan mudah ditiru, warga dapat menanam sayuran sendiri tanpa membutuhkan lahan yang luas.  Keberhasilan program ini diharapkan dapat mendorong replikasi di desa-desa lain, menciptakan gerakan masyarakat untuk bercocok tanam secara berkelanjutan.  Ke depannya,  pengembangan program ini dapat meliputi pelatihan yang lebih intensif, diversifikasi jenis tanaman, dan penyediaan akses yang lebih mudah terhadap bibit dan nutrisi hidroponik.  Tujuan akhirnya adalah terwujudnya masyarakat yang lebih peduli lingkungan dan mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri secara mandiri dan berkelanjutan.  Semoga program ini menjadi contoh nyata bagaimana inovasi sederhana dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat.

Thumbnail
1 year ago
Sosialisasi Parenting: Membangun Kesadaran Orang Tua dalam Pendidikan Anak

FAHAD ABDILLAH

Pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga merupakan kewajiban orang tua dalam membentuk karakter dan kecerdasan anak. Di era modern ini, tantangan dalam mendidik anak semakin kompleks, terutama dengan pesatnya perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta dinamika kehidupan keluarga. Kemajuan teknologi yang menghadirkan berbagai kemudahan juga membawa dampak besar dalam pola asuh anak. Oleh karena itu, kesadaran akan pentingnya pola asuh yang tepat menjadi kebutuhan mendesak bagi para orang tua agar mereka dapat membimbing anak-anak dengan baik di tengah perubahan zaman.Salah satu upaya untuk menjawab tantangan ini adalah dengan mengadakan sosialisasi parenting, yang bertujuan memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai cara mendidik dan membimbing anak secara efektif. Sosialisasi ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan orang tua dalam mengasuh anak, tetapi juga untuk membangun komunikasi yang lebih baik antara orang tua, guru, dan anak dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Sosialisasi Parenting oleh KKM UIN Malang 157 Sebagai wujud kepedulian terhadap pentingnya peran orang tua dalam pendidikan anak, kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang 157 mengadakan kegiatan Sosialisasi Parenting pada Sabtu, 10 Januari 2025. Kegiatan ini berlangsung di SDN 01 Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, dan menghadirkan narasumber dari Fakultas Psikologi UIN Malang, Rika Fiatirrosida, S.Psi, M.A. Dalam sosialisasi ini, narasumber menyampaikan materi tentang pola asuh yang efektif bagi anak usia sekolah, dengan menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, pendekatan disiplin positif, serta cara menghadapi tantangan dalam mendidik anak di era digital. Rika Fiatirrosida menjelaskan bahwa anak-anak di usia sekolah dasar berada dalam fase perkembangan yang sangat penting, di mana mereka mulai membentuk kebiasaan belajar, mengembangkan keterampilan sosial, serta memahami nilai-nilai moral. Oleh karena itu, orang tua memiliki peran besar dalam memberikan contoh yang baik dan menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak secara optimal. Acara ini dihadiri oleh para wali murid yang sangat antusias dalam mengikuti sosialisasi. Mereka aktif bertanya dan berbagi pengalaman mengenai tantangan dalam mengasuh anak, terutama dalam menghadapi perubahan perilaku anak akibat paparan teknologi digital, seperti penggunaan gawai yang berlebihan dan dampaknya terhadap pola komunikasi dalam keluarga. Narasumber memberikan berbagai tips praktis kepada orang tua agar dapat mengontrol penggunaan teknologi dalam kehidupan anak tanpa harus membatasi kreativitas dan eksplorasi mereka. Dampak dan Harapan dari Sosialisasi Parenting adalah tingginya minat wali murid dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa banyak orang tua ingin memahami lebih dalam mengenai cara mendidik anak dengan pendekatan yang tepat. Sosialisasi parenting semacam ini sangat penting, terutama di lingkungan sekolah dasar, di mana anak-anak sedang berada dalam fase perkembangan yang krusial. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan orang tua lebih siap menghadapi tantangan dalam mendidik anak, baik dalam aspek akademik, sosial, maupun emosional. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara sekolah dan keluarga dalam menciptakan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak. Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang pola asuh yang efektif, orang tua dapat lebih percaya diri dalam mendidik anak-anak mereka, sehingga tercipta generasi yang lebih cerdas, mandiri, dan berkarakter kuat. Ke depannya, diharapkan sosialisasi parenting seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin dengan cakupan yang lebih luas, sehingga semakin banyak orang tua yang mendapatkan wawasan baru dalam mengasuh anak. Pendidikan yang berkualitas tidak hanya berasal dari sekolah, tetapi juga dari keluarga yang harmonis dan penuh perhatian terhadap perkembangan anak. Dengan kerja sama antara sekolah, orang tua, dan lingkungan, maka akan tercipta generasi penerus bangsa yang lebih siap menghadapi masa depan.

Thumbnail
1 year ago
Inovasi Mahasiswa KKM UIN Malang: Hidroponik dari Botol Bekas untuk Warga Dusun Glatik Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Inovasi Mahasiswa KKM UIN Malang: Hidroponik dari Botol Bekas untuk Warga Dusun Glatik

SALSABILLA PRILISTYA PUTRI

Pada tanggal 19 Januari 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Pangarsa Muda mengadakan kegiatan budidaya hidroponik menggunakan limbah botol bekas sebagai media tanam di Dusun Glatik, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat memanfaatkan sampah plastik secara kreatif sekaligus meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga. Program KKM UIN Malang ini memanfaatkan kangkung sebagai komoditas utama karena kemudahan budidayanya dan masa panennya yang singkat, sangat ideal untuk program pemberdayaan masyarakat.  Pemilihan kangkung juga mempertimbangkan ketersediaan bibit dan perawatannya yang relatif mudah.  Botol plastik bekas, yang biasanya menjadi sampah, diubah menjadi media tanam hidroponik yang sederhana dan ekonomis. Prosesnya melibatkan pengisian botol dengan air dan nutrisi khusus yang diformulasikan untuk pertumbuhan optimal kangkung. Sistem hidroponik ini dirancang agar mudah dipelajari dan diimplementasikan oleh masyarakat, bahkan tanpa keahlian pertanian yang luas. Kesederhanaan sistem ini menjadi kunci keberhasilan program dalam memberdayakan masyarakat untuk bercocok tanam secara mandiri.  Setelah berhasil dirakit dan ditanami bibit kangkung, sistem hidroponik ini diserahkan kepada ibu-ibu PKK Dusun Glatik. Penyerahan dilakukan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat, terutama ibu rumah tangga, agar bisa menanam sayuran sendiri tanpa memerlukan lahan luas. Para ibu rumah tangga yang menerima hidroponik ini tampak antusias karena metode ini tidak memerlukan lahan luas dan bisa diterapkan di rumah masing-masing. Dengan metode hidroponik sederhana ini, masyarakat bisa memiliki sumber sayuran segar sendiri tanpa harus membeli di pasar. Program hidroponik ini bukan sekadar solusi praktis untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi sampah plastik, tetapi juga sebagai inspirasi bagi warga Dusun Glatik dan masyarakat luas. Mahasiswa KKM UIN Malang berharap inisiatif ini dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan kemandirian pangan keluarga.  Dengan metode hidroponik yang sederhana dan mudah ditiru, warga dapat menanam sayuran sendiri tanpa membutuhkan lahan yang luas.  Keberhasilan program ini diharapkan dapat mendorong replikasi di desa-desa lain, menciptakan gerakan masyarakat untuk bercocok tanam secara berkelanjutan.  Ke depannya,  pengembangan program ini dapat meliputi pelatihan yang lebih intensif, diversifikasi jenis tanaman, dan penyediaan akses yang lebih mudah terhadap bibit dan nutrisi hidroponik.  Tujuan akhirnya adalah terwujudnya masyarakat yang lebih peduli lingkungan dan mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri secara mandiri dan berkelanjutan.  Semoga program ini menjadi contoh nyata bagaimana inovasi sederhana dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat.

Thumbnail
1 year ago
Dari Desa Juara Pangan, Sumberdem Menuju Generasi Hebat Bersama KKM 138 UIN Malang

NAUFAL RAFLI MELYAN

Malang. Desa Sumberdem mencatatkan torehan gemilang yang layak diabadikan dalam sejarah dengan meraih predikat Juara 1 Desa Aman Pangan tingkat Provinsi Jawa Timur. Prestasi luar biasa ini tidak hanya menjadi bukti keberhasilan desa dalam menciptakan ketahanan pangan yang kokoh dan berkelanjutan, tetapi juga menjadikan Sumberdem sebagai inspirasi tak tergoyahkan bagi desa-desa lain di Jawa Timur. Tak berhenti di situ, pada 13 dan 15 Januari 2025, Desa Sumberdem kembali memantapkan dirinya sebagai pelopor perubahan dengan menjadi tuan rumah acara sosialisasi gizi spektakuler yang digagas oleh Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 138.     Dengan mengusung tema visioner "Tumbuh Maksimal dengan Gizi Optimal, Ibu Sehat Anak Hebat", acara ini membawa misi besar untuk mengubah pola pikir masyarakat, khususnya para ibu, tentang pentingnya asupan gizi yang tepat sebagai pondasi utama bagi masa depan generasi muda. Tidak hanya sekadar sosialisasi, kegiatan ini menjadi wadah transformasi, di mana peserta diajak untuk memahami esensi dari pola makan sehat, cara memilih bahan makanan bergizi terbaik, hingga teknik menyiapkan hidangan yang mampu menjadi sumber kekuatan keluarga.     Program ini menyajikan tiga inovasi menarik yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat. Inovasi pertama adalah Eksperimen Sederhana Uji Antioksidan. Dengan menggunakan larutan betadin, masyarakat diajak memahami peran antioksidan yang terdapat dalam sayuran seperti bayam dan daun kelor. Eksperimen ini menunjukkan bagaimana sayuran tersebut mampu menetralkan radikal bebas, yang penting untuk mendukung kesehatan seluler dan pertumbuhan anak.   Selanjutnya, KKM 138 memperkenalkan Pengembangan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa puding kacang hijau dan jagung. Makanan ini kaya akan protein, zat besi, dan karbohidrat kompleks yang esensial untuk anak-anak. Selain membagikan inovasi ini, masyarakat juga diajarkan cara membuat puding secara higienis dan menarik agar lebih disukai anak-anak. Inovasi terakhir adalah Edukasi Infused Water sebagai Alternatif Minuman Sehat, di mana masyarakat diperkenalkan pada pilihan minuman sehat berbahan alami seperti lemon, mentimun, dan daun mint. Hal ini bertujuan mengurangi konsumsi minuman kemasan tinggi gula sekaligus memberikan hidrasi yang lebih sehat.    Acara ini menjadi bukti nyata bahwa Desa Sumberdem bukan sekadar desa biasa, melainkan pusat inovasi yang berperan besar dalam mencetak generasi cemerlang. Edukasi yang diberikan selama acara ini diharapkan dapat membuka mata masyarakat bahwa gizi bukan hanya kebutuhan, melainkan kunci emas menuju kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing tinggi.    Link Blog: https://www.kompasiana.com/afaninrushafah2117/67963142c925c470d5400372/dari-desa-juara-pangan-sumberdem-menuju-generasi-hebat-bersama-kkm-138-uin-malang