ORCHIDA HADYANA FIRDAUSI NUZULA
KEDIRI – Suasana khidmat sekaligus meriah menyelimuti aula MTsN 1 Kota Kediri pada Sabtu (28/02/2026). Ratusan siswa-siswi kelas 7 dan 8 program Superclass tampak memadati ruangan dalam rangka mengikuti rangkaian kegiatan Pondok Ramadhan AM 56 yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 27 Februari hingga 1 Maret 2026. Puncak kemeriahan terjadi pada sesi sore hari, pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, saat panitia menghadirkan mahasiswi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai pemateri. Mengangkat tema besar "Meneladani Empat Sifat Wajib Rasul", para pemateri berhasil mengemas nilai-nilai Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah menjadi diskusi yang segar dan relevan bagi generasi muda. Antusiasme di Luar Ekspektasi Pantauan di lokasi menunjukkan semangat peserta didik yang luar biasa. Tidak hanya mendengarkan secara pasif, para siswa Superclass ini justru aktif menghujani pemateri dengan berbagai pertanyaan kritis terkait penerapan sifat-sifat Rasul dalam kehidupan sekolah modern. "Sangat seru, karena kakak-kakak dari UIN Malang cara menyampaikannya asik dan tidak membosankan. Tadi saya juga mencoba menjawab pertanyaan tentang sifat Amanah dalam mengerjakan tugas sekolah," ujar salah satu siswa kelas 8 dengan penuh semangat. Untuk menambah keseruan dan mengapresiasi keberanian siswa, panitia menyediakan berbagai doorprize menarik. Siswa-siswi yang berani mengacungkan jari, baik untuk bertanya maupun menjawab tantangan kuis, langsung mendapatkan hadiah di tempat. Strategi ini terbukti efektif mengubah suasana menjadi lebih kompetitif namun tetap penuh tawa. Wawancara langsung "Kami ingin Pondok Ramadhan tahun ini tidak hanya sekadar duduk dan mendengar, tapi benar-benar menjadi ruang interaksi bagi siswa. Keaktifan anak-anak Superclass hari ini sangat luar biasa, mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi," ungkap salah satu panitia pelaksana AM 56. Kegiatan Pondok Ramadhan ini diharapkan dapat membekali para siswa dengan karakter yang kokoh, sehingga mereka tidak hanya unggul secara akademis di kelas Superclass, tetapi juga memiliki akhlak mulia yang meneladani kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Rangkaian acara masih akan terus berlanjut hingga Minggu, 1 Maret 2026, dengan berbagai agenda keagamaan dan penguatan karakter lainnya.
AKMEL BILHUSNA SANTCIPTA
KEDIRI – Suasana khidmat sekaligus meriah menyelimuti aula MTsN 1 Kota Kediri pada Sabtu (28/02/2026). Ratusan siswa-siswi kelas 7 dan 8 program Superclass tampak memadati ruangan dalam rangka mengikuti rangkaian kegiatan Pondok Ramadhan AM 56 yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 27 Februari hingga 1 Maret 2026. Puncak kemeriahan terjadi pada sesi sore hari, pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, saat panitia menghadirkan mahasiswi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai pemateri. Mengangkat tema besar "Meneladani Empat Sifat Wajib Rasul", para pemateri berhasil mengemas nilai-nilai Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah menjadi diskusi yang segar dan relevan bagi generasi muda. Antusiasme di Luar Ekspektasi Pantauan di lokasi menunjukkan semangat peserta didik yang luar biasa. Tidak hanya mendengarkan secara pasif, para siswa Superclass ini justru aktif menghujani pemateri dengan berbagai pertanyaan kritis terkait penerapan sifat-sifat Rasul dalam kehidupan sekolah modern. "Sangat seru, karena kakak-kakak dari UIN Malang cara menyampaikannya asik dan tidak membosankan. Tadi saya juga mencoba menjawab pertanyaan tentang sifat Amanah dalam mengerjakan tugas sekolah," ujar salah satu siswa kelas 8 dengan penuh semangat. Untuk menambah keseruan dan mengapresiasi keberanian siswa, panitia menyediakan berbagai doorprize menarik. Siswa-siswi yang berani mengacungkan jari, baik untuk bertanya maupun menjawab tantangan kuis, langsung mendapatkan hadiah di tempat. Strategi ini terbukti efektif mengubah suasana menjadi lebih kompetitif namun tetap penuh tawa. Wawancara langsung "Kami ingin Pondok Ramadhan tahun ini tidak hanya sekadar duduk dan mendengar, tapi benar-benar menjadi ruang interaksi bagi siswa. Keaktifan anak-anak Superclass hari ini sangat luar biasa, mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi," ungkap salah satu panitia pelaksana AM 56. Kegiatan Pondok Ramadhan ini diharapkan dapat membekali para siswa dengan karakter yang kokoh, sehingga mereka tidak hanya unggul secara akademis di kelas Superclass, tetapi juga memiliki akhlak mulia yang meneladani kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Rangkaian acara masih akan terus berlanjut hingga Minggu, 1 Maret 2026, dengan berbagai agenda keagamaan dan penguatan karakter lainnya.
SOVI AMALIA
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melaksanakan berbagai program yang bermanfaat, salah satunya adalah kegiatan mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Baitul Aziz yang berlokasi di Desa Pucangsimo. Program ini dimulai pada tanggal 22 Januari 2026 dan berakhir pada 08 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat serta menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, khususnya kepada anak-anak sejak usia dini. Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri dapat memahami pentingnya belajar Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan kegiatan mengajar dilakukan secara rutin setiap hari Selasa dan Rabu, mulai pukul 15.00 hingga 16.30 WIB. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN berperan sebagai pengajar yang membantu proses pembelajaran membaca Al-Qur’an sesuai dengan jilid masing-masing santri. Peserta kegiatan ini adalah para santri TPQ Baitul Aziz yang terdiri dari berbagai jenjang, mulai dari kelas Raudhatul Athfal (RA) hingga Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI). Dengan perbedaan tingkat kemampuan tersebut, pembelajaran disesuaikan agar setiap santri dapat belajar dengan optimal sesuai tahapannya. Selain kegiatan mengajar, mahasiswa KKN juga turut berkontribusi dalam kegiatan Pondok Ramadan yang diselenggarakan pada tanggal 10 Maret 2026, mulai pukul 15.00 hingga 21.00 WIB. Kegiatan ini meliputi khataman Juz 30, berbuka puasa bersama, pelaksanaan salat Maghrib berjamaah, serta diakhiri dengan salat Isya dan tarawih berjamaah. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam meningkatkan kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di lingkungan TPQ. Selama kegiatan berlangsung, para santri menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif mengikuti pembelajaran, membaca Al-Qur’an, serta berinteraksi dengan para mahasiswa. Selain mengajarkan bacaan Al-Qur’an, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat belajar, membangun kedekatan, serta menanamkan nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari. Melalui program ini, diharapkan para santri tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga dapat mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi perkembangan pendidikan keagamaan di Desa Pucangsimo serta mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dan masyarakat setempat.
M. LUTHFI LUQMAN AL MUSTOFA
CIREBON – Disiplin merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter santri, terutama dalam menjalankan tugas kenegaraan di lingkungan pesantren. Guna mewujudkan hal tersebut, mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) dan KKM El-Mutamayyiz UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar program pelatihan bertajuk SATRIA (Santri Terampil Upacara). Kegiatan ini dilaksanakan secara intensif di SMPIQu Al-Bahjah Pusat Cirebon pada tanggal 22, 24, dan 26 April 2026. Sebanyak 17 santri terpilih dari kelas 8 putra mengikuti pelatihan ini dengan penuh dedikasi dan konsentrasi tinggi. Fokus utama dari program ini adalah untuk mencetak petugas upacara yang memiliki standar profesionalisme dan jiwa kepemimpinan yang kuat. Mengusung tema “The Art of Discipline: How to be a Great Ceremonial Officer”, pelatihan ini tidak hanya mengajarkan teknik baris-berbaris semata. Para instruktur menekankan bahwa menjadi petugas upacara adalah sebuah seni mengolah kedisiplinan dan rasa tanggung jawab di hadapan publik. Melalui tema ini, peserta diajak untuk memahami bahwa setiap gerakan dan ucapan dalam upacara memiliki makna penghormatan yang mendalam. Mahasiswa El-Mutamayyiz ingin mengubah persepsi bahwa upacara hanyalah rutinitas mingguan, melainkan sebuah amanah besar yang harus dijalankan dengan khidmat. Oleh karena itu, aspek mentalitas menjadi poin pertama yang dibenahi sebelum memasuki teknis lapangan yang lebih kompleks. Proses pelatihan dirancang dengan jadwal yang cukup menantang guna menguji ketahanan fisik dan mental para santri. Pada hari Rabu (22/4) dan Jumat (24/4), latihan dilaksanakan pada malam hari dengan fokus pada sinkronisasi gerakan dan pembacaan teks. Sementara itu, pada hari Ahad (26/4), simulasi penuh dilakukan mulai pagi hingga siang hari di bawah terik matahari yang cukup menyengat. Menariknya, cuaca panas tidak menyurutkan semangat 17 santri tersebut untuk terus mengulang formasi hingga sempurna. Semangat yang “mencengangkan” ini menjadi bukti bahwa para santri memiliki keinginan kuat untuk memberikan yang terbaik bagi sekolah mereka. Tim instruktur dalam program SATRIA ini diisi oleh mahasiswa yang memiliki kompetensi khusus di bidang protokoler dan petugas upacara. M. Luthfi Luqman Al Mustofa bertindak sebagai instruktur untuk bagian Protokoler, Pembaca Pembukaan UUD 1945, Janji Santri, serta Doa. Sementara itu, Ryan Eka Putra dan Rizal Rafid Ariqoh bertanggung jawab melatih tim Pengibar Bendera serta pembawa teks Pancasila agar tampil sinkron. Di sisi lain, Muhammad Rifqi Annafi’ fokus menggembleng calon Pemimpin Upacara agar memiliki suara yang lantang dan wibawa yang tegas. Kolaborasi antarinstrktur ini memastikan setiap lini petugas upacara mendapatkan bimbingan yang detail dan menyeluruh sesuai fungsinya masing-masing. Dalam setiap sesi latihan, para instruktur selalu menyelipkan motivasi untuk menjaga kekhidmatan acara. M. Luthfi Luqman Al Mustofa sering kali mengingatkan peserta tentang pentingnya keseriusan dalam menjalankan amanah. “Upacara bukan sekadar baris-berbaris di lapangan, ini adalah bentuk penghormatan tertinggi kita kepada simbol negara dan agama. Jika kalian tidak serius dalam latihan, maka kekhidmatan upacara tidak akan pernah tercapai,” tegas Luthfi di sela-sela arahannya. Pesan ini terus diulang agar para santri benar-benar menghayati setiap detik peran yang mereka mainkan sebagai petugas di lapangan. Keseriusan ini menjadi kunci utama agar tidak terjadi kesalahan teknis saat hari pelaksanaan tiba. Suasana pelatihan semakin semarak dengan hadirnya jargon khusus yang menjadi penyemangat, yaitu “Siap, Disiplin, Bisa”. Setiap kali semangat peserta mulai menurun karena lelah, para instruktur akan meneriakkan jargon tersebut dan disambut dengan suara lantang oleh para santri. Feedback dari para peserta pun sangat positif, salah satunya disampaikan oleh perwakilan santri kelas 8. “Awalnya saya kira latihan upacara itu membosankan, ternyata seru banget karena kita diajarkan cara berwibawa dan kompak. Meskipun panas di hari Minggu kemarin, kami jadi makin semangat pas instruktur membakar motivasi kami di akhir latihan,” ujar salah satu santri dengan antusias. Interaksi yang hangat namun tegas antara mahasiswa UIN Malang dan santri ini menciptakan hubungan emosional yang baik.
JA`FAR SHODIK
Seremban — Elysian Suasana meriah menampakan gembira dataran Ma'had Tahfidz As-Saidiyyah di Seremban pada Jumat pagi (03 April 2026). Tepat pukul 09.00, kegiatan Jamuan Raya resmi digelar dengan menghadirkan para tamu undangan, guru, serta seluruh civitas MTAS. Sejak pagi, tampak para tamu undangan telah duduk rapi menghadap ke arah pentas, menciptakan suasana yang tertib dan penuh keakraban. Acara dibuka dengan pembacaan doa, permohonan keberkahan dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Selanjutnya, Berbagai disampaikan oleh Mudiroh MTAS yang tekanan pentingnya menjaga silaturahmi dan persahabatan lalu lahirlah anggota asistensi mengajar guru partikal dari UIN malang. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Yayasan sekaligus Direktur, Jamaludin bin Hasan, yang turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai sarana mempererat hubungan antara lembaga, guru, siswa, dan para tamu undangan. Acara kemeriahan semakin terasa dan Jumat depan akan dapat jemputan dari sekolah rendah as-sa'idiyyah, tampak penonton menyoroti penampilan dari para siswa-siswi perwakilan tingkat tiapan kelas, mulai dari kelas 1 hingga kelas 5. Beragam penampilan yang ditampilkan menunjukkan kreativitas dan bakat para siswa, sekaligus menghibur seluruh yang hadir. Di sisi lain, para tamu undangan juga dipersilakan untuk menikmati berbagai hidangan yang telah disediakan. Beragam sajian makanan khas tersaji dengan berlimpah, menambah suasana kebersamaan dan kekeluargaan dalam acara tersebut. Kegiatan Jamuan Raya ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga memperkuat tali silaturahmi serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan keharmonisan di lingkungan MTAS Seremban.
JA`FAR SHODIK
Negeri Sembilan — Semangat kebersamaan tampak jelas dalam kegiatan gotong royong yang digelar di Kampung Sentosa Jaya pada Minggu (26 April 2026) mulai pukul 08.00 pagi. Kegiatan ini melibatkan seluruh warga kampung bersama tim pembersih daerah sebagai respons terhadap dampak kebakaran hutan yang terjadi beberapa hari selepas Hari Raya. Sejak pagi, warga bahu-membahu membersihkan kawasan yang terdampak, menciptakan suasana penuh kepedulian dan solidaritas. Tidak hanya kaum lelaki, warga perempuan Sentosa Jaya juga turut berperan aktif dengan menyiapkan hidangan makan siang di Surau An-Nur. Kegiatan memasak berlangsung hingga pukul 12.00, kemudian seluruh warga dipersilakan menikmati hidangan yang telah disediakan bersama-sama. Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Pengetua MTAS, Noor Hayati binti Baharum, serta Dr. Noor Azam bin Abd Aziz, Abdullah bin Othman, dan Zulfakar bin Idris. Turut hadir pula Ahmad Shari bin MB Shah yang memberikan dukungan atas kegiatan tersebut. Sebagai bentuk partisipasi nyata terhadap masyarakat, tim KKM juga ikut terlibat langsung dalam kegiatan gotong royong ini. Selain membantu proses pembersihan, mereka juga memberikan penghargaan kepada warga Kampung Sentosa Jaya atas semangat kebersamaan dan kepedulian lingkungan yang ditunjukkan. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat solidaritas masyarakat terus terjaga dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan, Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan keberhasilan kerja sama seluruh pihak dalam menjaga dan membersihkan lingkungan kampung sentosa jaya.