FARAH SYA`BANIA CHAUZAQI
Pada hari Kamis, tanggal 23 Januari 2025, telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Parenting yang bertempat di Balai Desa Janjangwulung, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Janjangwulung, seluruh perangkat desa, 2 orang perwakilan dari pendidik formal maupun nonformal, 25 kader PKK, serta 5 kepala dusun se-Desa Janjangwulung. Narasumber Sosialisasi Parenting yang bertemakan “Pentingnya Peran Orang Tua dan Pendidik dalam Membentuk Karakter Anak serta Peningkatan Kesadaran atas Pentingnya Pendidikan Formal” ini yaitu Bapak Ali Syahidin Mubarok, M.Si., seorang dosen Psikologi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dan praktisi pendidikan yang berpengalaman di bidang pengasuhan anak. Dalam kegiatan ini, narasumber memberikan pemaparan mengenai pentingnya pola asuh yang tepat, teknik dan strategi untuk mendidik anak dengan pendekatan yang penuh kasih sayang, peran orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak, serta komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak, Bapak Ali juga menyinergikan pola asuh islam yang dicontohkan oleh Rasulullah dengan kondisi psikologis anak di zaman sekarang. Ketua KKM Desa Janjangwulung, Saudara Izza Al-Maris dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya peran orang tua dalam tumbuh kembang anak. "Pendidikan dimulai dari rumah, dan orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan kecerdasan anak. Melalui sosialisasi ini, kami berharap dapat membantu para orang tua untuk lebih memahami cara-cara yang tepat dalam mendidik anak," ujarnya. Kegiatan berlangsung dengan interaktif, di mana peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan bertanya langsung kepada narasumber mengenai permasalahan parenting yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Tak hanya itu Narasumber juga memberi hadiah bagi audiens yang bisa menjawab soal yang diberikan. Antusiasme audiens terlihat dari banyaknya pertanyaan dan jawaban yang berlangsung selama sesi tanya jawab. Salah satu pertanyaan datang dari Ibu Ida, selaku salah satu guru pengajar di MI Al-Hidayah Desa Janjangwulung. Beliau bertanya “Pernah lewat di beranda sosial media saya bahwa cara mendidik anak perempuan dan anak laki laki itu berbeda, dimana kalau anak perempuan tidak perlu diberikan wewenang untuk memilih, sedangkan anak laki-laki harus dibiasakan sejak dini untuk diberikan pilihan dan menentukan suatu keputusan. Mohon dikonfirmasi bapak, apakah itu merupakan cara mendidik anak yang benar atau tidak?”. Dari pertanyaan tersebut, bapak Ali selaku pemateri mengonfirmasi bahwa berita itu tidak benar, dan sebagai orang tua maupun pendidik kita harus lebih selektif dalam menyaring dan memilah informasi terkait cara mendidik anak yang tersebar di sosial media. Dari pertanyaan tersebut, pemateri kita juga menyinggung terkait budaya patriarki, dan memberikan pengetahuan berdasarkan ilmu psikologi dan peneitian terkait cara mendidik anak perempuan dan laki-laki yang lebih tepat. Selain itu ada pula pertanyaan dari ibu Hamidah, selaku perwakilan dari kader sekaligus merangkap sebagai Kepala Lembaga RA Miftahul Ulum Desa Janjangwulung. Beliau bertanya terkait bagaimana cara menghadapi dan mendidik anak yang hiperaktif, hingga sangat sulit sekali untuk konsentrasi dan belajar. Pertanyaan tersebut kemudian dijawab oleh pemateri bahwa cara menyikapi anak anak ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) membutuhkan perhatian khusus baik secara fisik maupun psikis, dimana diperlukannya sinergi dan komunikasi dua arah antara guru dan orang tua. Dimana berdasarkan penelitian, Bapak Ali menyebutkan bahwa untuk mengurangi energi berlebih yang dimiliki anak, kita harus memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi oleh anak. Anak yang terindikasi ADHD atau yang biasa dikenal dengan istilah hiperaktif tidak boleh mengonsumsi susu, coklat, makanan yang mengandung pati/ tepung, makanan yang mengandung alergen dan makanan yang terlalu manis, karena makanan tersebut akan menyebabkan anak menjadi semakin aktif karena mengandung banyak gula. Selain itu secara psikologis juga, bisa menjadi indikasi bahwa anak kekurangan perhatian dari orang tua, sehingga sebagai orang tua juga harus terus belajar. Adanya diskusi interaktif ini membuat acara menjadi lebih hidup dan memberikan ruang bagi orang tua untuk saling belajar dari pengalaman masing-masing. Dengan adanya sosialisasi parenting ini, diharapkan dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh dalam mendidik dan mengasuh anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan berakhlak baik. Serta menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang lebih peduli terhadap perkembangan anak di Desa Janjangwulung, sekaligus memperkuat peran serta masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan anak di wilayah tersebut.
LATIFATUL ULYA
Pada Kamis, 23 Januari 2025, pukul 15.00 WIB, bertempat di Kopi Taji, Desa Taji, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang kelompok 29 menggelar pelatihan affiliate marketing. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi pemuda desa, khususnya yang berada di RT 3, RT 4, dan RT 5. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan keterampilan kepada para pemuda Desa Taji dalam memanfaatkan peluang ekonomi digital melalui affiliate marketing. Dalam era digital saat ini, affiliate marketing menjadi salah satu strategi bisnis yang efektif untuk meningkatkan pendapatan tanpa memerlukan modal besar. Mahasiswa KKM kelompok 29 berinisiatif menyelenggarakan program ini untuk mendorong kemandirian ekonomi di kalangan pemuda desa. cara ini diawali dengan pembukaan oleh Janggi Dusat H.A.W, yang bertindak sebagai MC sekaligus moderator. Dengan penuh semangat, Janggi menyampaikan apresiasinya terhadap kehadiran pemuda Desa Taji yang begitu antusias dalam mengikuti pelatihan ini. "Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah awal bagi pemuda Desa Taji untuk lebih mandiri secara ekonomi melalui teknologi digital," ujarnya. Pemateri utama dalam pelatihan ini adalah Moh. Nasukhin Asrori, salah satu mahasiswa UIN Malang yang juga tergabung dalam kelompok 29. Dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki, Nasukhin memaparkan materi secara runtut dan mudah dipahami. Ia menjelaskan konsep dasar affiliate marketing, bagaimana cara kerja sistem ini, serta potensi penghasilan yang bisa diraih jika dilakukan dengan konsisten. Setelah penyampaian materi, peserta diajak langsung untuk mempraktikkan apa yang telah dipelajari. Mereka diajarkan cara membuat akun di platform affiliate, memahami langkah-langkah awal promosi, serta tips dan trik untuk mengimplementasikan strategi pemasaran digital yang efektif. Suasana pelatihan semakin hidup ketika peserta mulai mencoba membuat akun mereka sendiri dengan bimbingan langsung dari pemateri. Antusiasme pemuda Desa Taji terlihat jelas sepanjang acara. Banyak dari mereka yang aktif bertanya dan berdiskusi tentang cara mengoptimalkan pemasaran melalui media sosial. Salah satu peserta dari RT 4 mengungkapkan, "Saya sangat tertarik dengan peluang ini karena bisa dikerjakan di mana saja. Terima kasih kepada kakak-kakak mahasiswa UIN Malang yang telah berbagi ilmu." Kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan pemuda Desa Taji tentang potensi besar dalam dunia digital marketing, khususnya melalui sistem afiliasi. Dengan pelatihan ini, mahasiswa KKM UIN Malang kelompok 29 berharap pemuda Desa Taji dapat lebih mandiri secara ekonomi dan mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan kenang-kenangan atas kolaborasi yang telah terjalin. Mahasiswa KKM UIN Malang kelompok 29 berharap pelatihan ini menjadi awal dari langkah besar para pemuda Desa Taji dalam memanfaatkan teknologi digital secara produktif.
SYAHDA ANZILA IN`AMIL MAULA
Ditulis oleh: Syahda Anzila In’amil Maula Sarana kemasyarakatan merupakan salah satu program kerja yang diadakan oleh KKM 127 Shankara UIN Malang di Desa Sukowilangun, Kecamatan Kalipare. Program ini berfokus pada pengembangan infrastruktur desa guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tertata, dan aman bagi masyarakat. Dengan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat serta peningkatan kesadaran akan pentingnya fasilitas umum, program ini melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk turut serta dalam pembangunannya. Program sarana kemasyarakatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan di Desa Sukowilangun melalui penyediaan fasilitas yang mendukung kebersihan, estetika, dan keselamatan masyarakat. Tiga program utama yang dijalankan dalam proyek ini meliputi: 1. Pembuatan Tong Sampah Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari lingkungan dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Oleh karena itu, KKM 127 Shankara menginisiasi program pembuatan dan distribusi tong sampah di beberapa titik strategis desa. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan masyarakat lebih disiplin dalam membuang sampah pada tempatnya serta meningkatkan budaya kebersihan. 2. Pembangunan Gapura Desa Gapura merupakan simbol identitas dan kebanggaan suatu desa. Dengan adanya gapura yang layak dan menarik, Desa Sukowilangun dapat memiliki wajah baru yang lebih estetik dan menyambut siapa pun yang berkunjung ke desa ini. Pembangunan gapura ini melibatkan tenaga kerja dari masyarakat setempat guna meningkatkan rasa memiliki terhadap fasilitas umum desa mereka. 3. Pemasangan Plang Titik Kumpul Keamanan masyarakat menjadi prioritas dalam program ini. Oleh karena itu, pemasangan plang titik kumpul di beberapa lokasi penting bertujuan untuk memberikan petunjuk evakuasi bagi warga dalam situasi darurat seperti bencana alam atau kebakaran. Dengan adanya plang ini, masyarakat dapat lebih mudah mengetahui tempat berkumpul yang aman sehingga dapat mengurangi risiko kecelakaan saat evakuasi. Program sarana kemasyarakatan ini memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat Desa Sukowilangun, antara lain: Meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Memperindah wajah desa dengan adanya gapura yang estetis. Meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi keadaan darurat. Mempererat kebersamaan dan gotong royong dalam pembangunan desa. Keberhasilan program ini tidak lepas dari peran aktif masyarakat Desa Sukowilangun. Dengan melibatkan warga dalam setiap tahap pelaksanaan, mulai dari perencanaan hingga eksekusi, program ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak jangka panjang bagi desa. Semangat gotong royong yang terjalin dalam kegiatan ini juga semakin mempererat hubungan antarwarga. Kesimpulan Sarana kemasyarakatan adalah langkah nyata KKM 127 Shankara dalam berkontribusi untuk kemajuan Desa Sukowilangun. Dengan adanya tong sampah, gapura desa, dan plang titik kumpul, masyarakat mendapatkan fasilitas yang mendukung kehidupan sehari-hari. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat dapat menciptakan perubahan positif bagi lingkungan sekitar. Mari terus menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun demi kesejahteraan bersama!
SITI NOER AFIFAH
Ditulis oleh: Siti Noer Afifah Program Penyuluhan UMKM merupakan salah satu program kerja yang diinisiasi oleh mahasiswa dalam rangka mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Sukowilangun, Kecamatan Kalipare. Program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM dengan memberikan edukasi mengenai strategi branding, penentuan harga jual yang tepat, serta penerapan transaksi digital melalui QRIS. Penyuluhan ini menghadirkan tiga pemateri yang merupakan mahasiswa UIN Malang dengan keahlian di bidangnya masing-masing, yaitu: 1. Habib Rizik Shihab: Branding Produk 2. Siti Noer Afifah: Penentuan Harga Jual 3. Amalia Rochmatul Iza: Penyuluhan QRIS Materi yang Disampaikan yaitu: Branding Produk (Habib Rizik Shihab)Branding produk menjadi aspek penting dalam meningkatkan daya tarik dan kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM. Dalam penyuluhan ini, peserta dibekali dengan pemahaman mengenai: - Identitas merek dan cara membangun citra yang kuat - Strategi pemasaran melalui media sosial - Pentingnya kemasan dan desain logo yang menarik Penentuan Harga Jual (Siti Noer Afifah)Menentukan harga jual yang tepat adalah faktor kunci dalam keberlanjutan usaha. Beberapa poin penting yang disampaikan dalam sesi ini meliputi: - Cara menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) - Penentuan margin keuntungan yang ideal - Strategi penetapan harga jual Penyuluhan QRIS (Amalia Rochmatul Iza)Di era digital, transaksi nontunai semakin diminati oleh masyarakat. Oleh karena itu, penggunaan QRIS menjadi solusi yang efektif bagi pelaku UMKM. Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai: - Pengertian dan manfaat QRIS bagi UMKM - Cara mendaftar dan menggunakan QRIS - Keamanan dan keunggulan transaksi digital Melalui program ini, diharapkan para pelaku UMKM di Desa Sukowilangun dapat mengembangkan usaha mereka dengan lebih baik, meningkatkan daya saing di pasar, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Dengan adanya branding yang kuat, strategi harga yang tepat, dan kemudahan transaksi melalui QRIS, UMKM dapat lebih berkembang dan berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian desa. Program ini mendapat respons positif dari para peserta yang merasa lebih siap dalam menghadapi tantangan bisnis. Ke depan, diharapkan adanya pendampingan lanjutan agar ilmu yang telah diberikan dapat diimplementasikan dengan optimal dalam usaha mereka.
JANGGI DUSAT HADI ABDUL WADUD
Pada Kamis, 23 Januari 2025, pukul 15.00 WIB, bertempat di Kopi Taji, Desa Taji, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang kelompok 29 menggelar pelatihan affiliate marketing. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi pemuda desa, khususnya yang berada di RT 3, RT 4, dan RT 5. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan keterampilan kepada para pemuda Desa Taji dalam memanfaatkan peluang ekonomi digital melalui affiliate marketing. Dalam era digital saat ini, affiliate marketing menjadi salah satu strategi bisnis yang efektif untuk meningkatkan pendapatan tanpa memerlukan modal besar. Mahasiswa KKM kelompok 29 berinisiatif menyelenggarakan program ini untuk mendorong kemandirian ekonomi di kalangan pemuda desa. cara ini diawali dengan pembukaan oleh Janggi Dusat H.A.W, yang bertindak sebagai MC sekaligus moderator. Dengan penuh semangat, Janggi menyampaikan apresiasinya terhadap kehadiran pemuda Desa Taji yang begitu antusias dalam mengikuti pelatihan ini. "Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah awal bagi pemuda Desa Taji untuk lebih mandiri secara ekonomi melalui teknologi digital," ujarnya. Pemateri utama dalam pelatihan ini adalah Moh. Nasukhin Asrori, salah satu mahasiswa UIN Malang yang juga tergabung dalam kelompok 29. Dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki, Nasukhin memaparkan materi secara runtut dan mudah dipahami. Ia menjelaskan konsep dasar affiliate marketing, bagaimana cara kerja sistem ini, serta potensi penghasilan yang bisa diraih jika dilakukan dengan konsisten. Setelah penyampaian materi, peserta diajak langsung untuk mempraktikkan apa yang telah dipelajari. Mereka diajarkan cara membuat akun di platform affiliate, memahami langkah-langkah awal promosi, serta tips dan trik untuk mengimplementasikan strategi pemasaran digital yang efektif. Suasana pelatihan semakin hidup ketika peserta mulai mencoba membuat akun mereka sendiri dengan bimbingan langsung dari pemateri. Antusiasme pemuda Desa Taji terlihat jelas sepanjang acara. Banyak dari mereka yang aktif bertanya dan berdiskusi tentang cara mengoptimalkan pemasaran melalui media sosial. Salah satu peserta dari RT 4 mengungkapkan, "Saya sangat tertarik dengan peluang ini karena bisa dikerjakan di mana saja. Terima kasih kepada kakak-kakak mahasiswa UIN Malang yang telah berbagi ilmu." Kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan pemuda Desa Taji tentang potensi besar dalam dunia digital marketing, khususnya melalui sistem afiliasi. Dengan pelatihan ini, mahasiswa KKM UIN Malang kelompok 29 berharap pemuda Desa Taji dapat lebih mandiri secara ekonomi dan mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan kenang-kenangan atas kolaborasi yang telah terjalin. Mahasiswa KKM UIN Malang kelompok 29 berharap pelatihan ini menjadi awal dari langkah besar para pemuda Desa Taji dalam memanfaatkan teknologi digital secara produktif.
SHIELA PUTRI MAULIDYA
Gubukklakah, Poncokusumo -- Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) menggelar acara sosialisasi bertajuk "Muda Mendunia, Tanpa Narkoba" pada Jumat (10/1/2025) di Balai Desa Gubukklakah. Acara yang dimulai pukul 14.00 WIB ini dihadiri berbagai elemen masyarakat, termasuk perangkat desa, perwakilan organisasi pemuda, dan pelajar setempat. Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta sambutan dari panitia dan perwakilan perangkat desa. Inti acara adalah sesi sosialisasi yang menghadirkan Dr. Fathul Lubabin Nuqul, M.Si., dosen Psikologi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sebagai narasumber. Dengan dimoderatori oleh Hida Amalia, anggota KKM, sesi berlangsung interaktif dan informatif. Dalam sosialisasi, Dr. Fathul memaparkan dampak negatif narkoba terhadap kesehatan fisik, psikologis, dan sosial. Selain itu, peserta diberikan pemahaman tentang cara pencegahan dan penanganan jika menemukan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar. Acara ini diikuti dengan diskusi santai yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk bertanya langsung kepada narasumber. Antusiasme tampak dari berbagai kalangan peserta, termasuk perwakilan IPNU IPPNU, guru dan siswa MTs, karang taruna, Pokdarwis, BPD, kader desa, serta pemerintah desa. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Sosialisasi Pencegahan Narkoba: Generasi Muda Tanpa Narkoba", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkm04dharmamchara1469/67a5c510c925c46354120a22/sosialisasi-pencegahan-narkoba-generasi-muda-tanpa-narkoba Kreator: KKM 04 Dharmam Chara Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com