RAHMANIYAH INDRIAPUTRI
Dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj 1446 H, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 60 UIN Malang mengadakan berbagai perlombaan di Desa Kalirejo sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman agama dan membentuk karakter anak-anak melalui ajang kompetisi yang edukatif. Lomba yang diselenggarakan mencakup adzan dan iqomah, mewarnai, hafalan surah pendek, serta cerdas cermat. Acara ini melibatkan sekitar 80 peserta dari empat TPQ yang tersebar di Dusun Darungan. Mahasiswa KKM berperan sebagai panitia dan juri, serta berkolaborasi dengan pengurus TPQ dan tokoh masyarakat untuk memastikan kelancaran kegiatan. Tema kegiatan ini, "Jernihkan Hati, Beningkan Niat Menggapai Ridho Sang Maha Melihat," mencerminkan nilai-nilai Isra’ Mi’raj yang mengajarkan ketakwaan, keikhlasan, dan semangat untuk terus belajar. Antusiasme peserta dan dukungan masyarakat yang besar menjadi indikator keberhasilan acara ini. Selain memberikan pengalaman berharga bagi anak- anak, kegiatan ini juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembinaan karakter dan pendidikan agama bagi generasi muda. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan keagamaan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Kalirejo.
ELISNA TRIJAYANTI
Sebagai upaya menggali dan mengasah kreativitas anak-anak, Kelompok KKM 154 Mahameru mengadakan serangkaian lomba yang menghibur sekaligus mendidik. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat berkompetisi serta mempererat tali persaudaraan di antara anak-anak Dusun Aran-Aran, Desa Sumberejo, Kecamatan Poncokusumo. Pada akhir pekan yang cerah, Sabtu dan Minggu, 25-26 Januari 2025, anak-anak Dusun Aran-Aran berkumpul di balai desa untuk berpartisipasi dalam acara SEMESTA (Selaras Menebar Semangat Tanpa Akhir). Berbagai lomba digelar, mulai dari trenggiling, adzan, makan kerupuk, hingga bola kotak. Setiap perlombaan dirancang untuk memberikan tantangan yang menyenangkan serta meningkatkan keterampilan dan kreativitas peserta. Lomba pertama, trenggiling, berlangsung pada Sabtu sore pukul 15.00-16.30. Permainan ini menguji kelincahan, konsentrasi, dan keseimbangan anak-anak. Para peserta harus berjalan menggunakan alat berbahan kardus yang telah disiapkan tanpa kehilangan keseimbangan. Lomba ini sangat digemari karena tidak hanya menantang, tetapi juga mengasah keterampilan motorik mereka. Keesokan harinya, Minggu pagi, acara berlanjut dengan lomba adzan yang dimulai pukul 08.30. Lomba ini bertujuan melatih kemampuan anak-anak dalam melantunkan adzan dengan suara yang merdu dan sesuai dengan kaidah tajwid. Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari kelas satu hingga kelas enam SD atau MI. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk mengumandangkan adzan dan iqamah dengan penuh penghayatan. Selanjutnya, pada pukul 09.15, digelar lomba makan kerupuk, yang menjadi favorit anak-anak. Dalam lomba ini, peserta harus menghabiskan kerupuk yang digantung tanpa menggunakan tangan. Keseruan lomba ini menciptakan suasana penuh tawa dan kebahagiaan, karena anak-anak berusaha sekuat tenaga menyelesaikan tantangan tersebut. Lomba terakhir adalah bola kotak, yang dimulai sekitar pukul 10.00. Dalam permainan ini, peserta beradu kecepatan untuk mengeluarkan bola dari dalam kardus melalui lubang kecil di salah satu sisi. Empat peserta bertanding dalam satu putaran, dan siapa yang berhasil mengeluarkan bola terbanyak dinyatakan sebagai pemenang. Setelah semua lomba selesai, acara ditutup dengan sesi pembagian hadiah bagi para pemenang. Juara pertama dan kedua dari masing-masing lomba menerima hadiah dari kakak-kakak KKM 154 Mahameru sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan usaha mereka. Hadiah tersebut bukan hanya sebagai simbol kemenangan, tetapi juga sebagai motivasi agar mereka terus berlatih dan mengembangkan potensi diri. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kreativitas dan keaktifan anak-anak terus tumbuh. Perlombaan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana untuk menggali bakat, mengasah keterampilan, dan menumbuhkan kepercayaan diri mereka. Kelompok KKM 154 Mahameru telah memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan talenta muda, sekaligus mempererat kebersamaan dan membentuk karakter generasi penerus bangsa.
RISA NABILA NASUTION
MALANG-Didasari dengan tingginya jumlah pernikahan dini di Kecamatan Poncokusumo, mahasiswa KKM UIN Malang berinisiatif mengadakan penyuluhan untuk warga Desa Karangnongko pada Senin, 20 Januari 2025. Dengan mengundang tiga pemateri yaitu Kak Norma Hasanatul Maghfiroh, S.Psi yang akan menjelaskan parenting, Kak Rizal Agung Wicaksono, S.M yang akan menjelaskan financial planning dan Kak Dzawil Uqola yang akan menjelaskan stunting, diharapkan bisa mengurangi jumlah pernikanan dini di Kecamatan Poncokusumo khususnya Desa Karangnongko dan masyarakat bisa lebih siap dalam membangun keluarga. Tak lupa peserta yang ditargetkan dalam penyuluhan sosial adalah ibu-ibu dan pemuda-pemudi di Desa Karangnongko. Acara penyuluhan sosial ini dimulai pada pukul 09.30 WIB. Dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran lalu dilanjut dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kepala Desa Karangnongko yang turut diundang pun tak lupa memberikan sambutan. Penyampaian materi oleh pemateri pun berlangsung lancar, peserta acara penyuluhan terlihat antusias dengan munculnya beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta. Tak hanya pertanyaan, bahkan dalam forum diskusi terdapat debat yang melibatkan antara pemateri dan peserta. Hal ini dapat menunjukkan bahwa peserta antusias dan menyimak apa yang dijelaskan oleh pemateri. “Harapannya dengan adanya edukasi dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya gaya kesehatan mental maupun kesiapan financial dalam berkeluarga sehingga Desa Karangnongko terus bertahan menjadi desa yang jauh dari kata stunting,” Ujar Najla selaku ketua panitia acara penyuluhan sosial. Acara penyuluhan sosial yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam ini diakhiri dengan pemberian cinderamata pada ketiga pemateri, tak lupa juga melakukan foto bersama dengan seluruh peserta yang berada dalam acara penyuluhan sosial.
MUHAMMAD RIVQI MAULANA MUFIKA
Sebagai upaya menggali dan mengasah kreativitas anak-anak, Kelompok KKM 154 Mahameru mengadakan serangkaian lomba yang menghibur sekaligus mendidik. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat berkompetisi serta mempererat tali persaudaraan di antara anak-anak Dusun Aran-Aran, Desa Sumberejo, Kecamatan Poncokusumo. Pada akhir pekan yang cerah, Sabtu dan Minggu, 25-26 Januari 2025, anak-anak Dusun Aran-Aran berkumpul di balai desa untuk berpartisipasi dalam acara SEMESTA (Selaras Menebar Semangat Tanpa Akhir). Berbagai lomba digelar, mulai dari trenggiling, adzan, makan kerupuk, hingga bola kotak. Setiap perlombaan dirancang untuk memberikan tantangan yang menyenangkan serta meningkatkan keterampilan dan kreativitas peserta. Lomba pertama, trenggiling, berlangsung pada Sabtu sore pukul 15.00-16.30. Permainan ini menguji kelincahan, konsentrasi, dan keseimbangan anak-anak. Para peserta harus berjalan menggunakan alat berbahan kardus yang telah disiapkan tanpa kehilangan keseimbangan. Lomba ini sangat digemari karena tidak hanya menantang, tetapi juga mengasah keterampilan motorik mereka. Keesokan harinya, Minggu pagi, acara berlanjut dengan lomba adzan yang dimulai pukul 08.30. Lomba ini bertujuan melatih kemampuan anak-anak dalam melantunkan adzan dengan suara yang merdu dan sesuai dengan kaidah tajwid. Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari kelas satu hingga kelas enam SD atau MI. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk mengumandangkan adzan dan iqamah dengan penuh penghayatan. Selanjutnya, pada pukul 09.15, digelar lomba makan kerupuk, yang menjadi favorit anak-anak. Dalam lomba ini, peserta harus menghabiskan kerupuk yang digantung tanpa menggunakan tangan. Keseruan lomba ini menciptakan suasana penuh tawa dan kebahagiaan, karena anak-anak berusaha sekuat tenaga menyelesaikan tantangan tersebut. Lomba terakhir adalah bola kotak, yang dimulai sekitar pukul 10.00. Dalam permainan ini, peserta beradu kecepatan untuk mengeluarkan bola dari dalam kardus melalui lubang kecil di salah satu sisi. Empat peserta bertanding dalam satu putaran, dan siapa yang berhasil mengeluarkan bola terbanyak dinyatakan sebagai pemenang. Setelah semua lomba selesai, acara ditutup dengan sesi pembagian hadiah bagi para pemenang. Juara pertama dan kedua dari masing-masing lomba menerima hadiah dari kakak-kakak KKM 154 Mahameru sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan usaha mereka. Hadiah tersebut bukan hanya sebagai simbol kemenangan, tetapi juga sebagai motivasi agar mereka terus berlatih dan mengembangkan potensi diri. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kreativitas dan keaktifan anak-anak terus tumbuh. Perlombaan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana untuk menggali bakat, mengasah keterampilan, dan menumbuhkan kepercayaan diri mereka. Kelompok KKM 154 Mahameru telah memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan talenta muda, sekaligus mempererat kebersamaan dan membentuk karakter generasi penerus bangsa.
AHMAD SAIFAN FIRLI IMANTO
Sebagai upaya menggali dan mengasah kreativitas anak-anak, Kelompok KKM 154 Mahameru mengadakan serangkaian lomba yang menghibur sekaligus mendidik. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat berkompetisi serta mempererat tali persaudaraan di antara anak-anak Dusun Aran-Aran, Desa Sumberejo, Kecamatan Poncokusumo. Pada akhir pekan yang cerah, Sabtu dan Minggu, 25-26 Januari 2025, anak-anak Dusun Aran-Aran berkumpul di balai desa untuk berpartisipasi dalam acara SEMESTA (Selaras Menebar Semangat Tanpa Akhir). Berbagai lomba digelar, mulai dari trenggiling, adzan, makan kerupuk, hingga bola kotak. Setiap perlombaan dirancang untuk memberikan tantangan yang menyenangkan serta meningkatkan keterampilan dan kreativitas peserta. Lomba pertama, trenggiling, berlangsung pada Sabtu sore pukul 15.00-16.30. Permainan ini menguji kelincahan, konsentrasi, dan keseimbangan anak-anak. Para peserta harus berjalan menggunakan alat berbahan kardus yang telah disiapkan tanpa kehilangan keseimbangan. Lomba ini sangat digemari karena tidak hanya menantang, tetapi juga mengasah keterampilan motorik mereka. Keesokan harinya, Minggu pagi, acara berlanjut dengan lomba adzan yang dimulai pukul 08.30. Lomba ini bertujuan melatih kemampuan anak-anak dalam melantunkan adzan dengan suara yang merdu dan sesuai dengan kaidah tajwid. Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari kelas satu hingga kelas enam SD atau MI. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk mengumandangkan adzan dan iqamah dengan penuh penghayatan. Selanjutnya, pada pukul 09.15, digelar lomba makan kerupuk, yang menjadi favorit anak-anak. Dalam lomba ini, peserta harus menghabiskan kerupuk yang digantung tanpa menggunakan tangan. Keseruan lomba ini menciptakan suasana penuh tawa dan kebahagiaan, karena anak-anak berusaha sekuat tenaga menyelesaikan tantangan tersebut. Lomba terakhir adalah bola kotak, yang dimulai sekitar pukul 10.00. Dalam permainan ini, peserta beradu kecepatan untuk mengeluarkan bola dari dalam kardus melalui lubang kecil di salah satu sisi. Empat peserta bertanding dalam satu putaran, dan siapa yang berhasil mengeluarkan bola terbanyak dinyatakan sebagai pemenang. Setelah semua lomba selesai, acara ditutup dengan sesi pembagian hadiah bagi para pemenang. Juara pertama dan kedua dari masing-masing lomba menerima hadiah dari kakak-kakak KKM 154 Mahameru sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan usaha mereka. Hadiah tersebut bukan hanya sebagai simbol kemenangan, tetapi juga sebagai motivasi agar mereka terus berlatih dan mengembangkan potensi diri. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kreativitas dan keaktifan anak-anak terus tumbuh. Perlombaan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana untuk menggali bakat, mengasah keterampilan, dan menumbuhkan kepercayaan diri mereka. Kelompok KKM 154 Mahameru telah memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan talenta muda, sekaligus mempererat kebersamaan dan membentuk karakter generasi penerus bangsa.
ARFINA HANIFATURASYDA
Penanaman Pohon Angsana oleh ArthaVriddhi di Desa Taji Kec. Jabung Pada tanggal 21 Desember 2024, Kelompok KKN Artha Vriddhi melaksanakan kegiatan penanaman pohon Angsana di Desa Taji, Kecamatan Jabung. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Taji, perangkat desa, serta masyarakat setempat. Penanaman pohon ini merupakan bagian dari program kerja KKN yang bertujuan untuk menghijaukan lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam. Para peserta, termasuk anggota KKN dan masyarakat, bahu-membahu menanam puluhan pohon Angsana dengan semangat dan antusiasme tinggi. Pohon-pohon ini diharapkan dapat tumbuh subur dan memberikan manfaat jangka panjang bagi Desa Taji. Manfaat Pohon Angsana Pohon Angsana (Pterocarpus indicus) dikenal sebagai pohon yang memiliki banyak manfaat, baik dari segi ekologi, ekonomi, maupun estetika. Beberapa manfaatnya antara lain: 1. Pohon Angsana dapat menyerap polutan dari udara, sehingga membantu menjaga kualitas udara tetap bersih dan segar. 2. Akar pohon Angsana yang kuat mampu menahan tanah dan mencegah terjadinya erosi, terutama di daerah yang rawan longsor. 3. Dengan tajuk yang lebat, pohon ini memberikan keteduhan di sekitar area yang ditanami, sehingga sangat cocok untuk ditanam di sepanjang jalan dan taman. 4. Kayu pohon Angsana memiliki nilai ekonomis tinggi karena teksturnya yang kuat dan mudah diolah, sering digunakan dalam pembuatan mebel dan konstruksi. Melalui kegiatan ini, diharapkan pohon-pohon Angsana yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Taji. Kelompok KKN Artha Vriddhi juga berkomitmen untuk melakukan pemantauan dan perawatan awal terhadap pohon-pohon yang telah ditanam, bekerja sama dengan masyarakat setempat. Semoga inisiatif ini menjadi langkah kecil yang berdampak besar dalam menjaga kelestarian lingkungan Desa Taji dan menginspirasi kegiatan serupa di daerah lain.