Thumbnail
2 years ago
Cetak Generasi Islami: Dedikasi Mahasiswa KKM 128 di TPQ Masjid Nurul Huda

SOFIA EKA FARDANI

 KKM Aksaradana 128 Universitas Islam Negeri (UIN) Malang melaksanakan kegiatan pengajaran di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Masjid Nurul Huda, Tumpakrejo, Kalipare, mulai Selasa, 24 Desember 2024. Kegiatan ini berlangsung setiap hari Senin hingga Kamis dari pukul 15.30 hingga 17.00 WIB, di mana mahasiswa mendampingi anak-anak dalam belajar mengaji, mulai dari iqro’ hingga membaca Al-Qur’an. Dengan jumlah murid sekitar lima puluh orang, kegiatan ini melibatkan anak-anak dari usia PAUD hingga SMP.   Dalam kegiatan ini, anggota KKM tidak hanya fokus pada pengajaran Al-Qur’an, tetapi juga menyampaikan materi tambahan seperti Bahasa Arab, Tajwid, dan Fasholatan. Materi tersebut diajarkan oleh anggota KKM yang berbeda, termasuk Uswatun Khasanah untuk Bahasa Arab dan Farida Mualifatus Sa’diyah untuk Tajwid. Antusiasme para murid dan dukungan orang tua sangat terlihat, dengan banyak orang tua yang mengantarkan anak-anak mereka untuk mengikuti pendidikan agama.   Sebagai bagian dari program ini, anggota KKM 128 juga mencetak dan membagikan buku doa harian yang dirancang sendiri. Buku ini bertujuan untuk mempermudah murid dalam menghafal doa-doa harian sekaligus sebagai kenang-kenangan dari pengalaman belajar mereka di TPQ. Inisiatif ini menunjukkan komitmen mahasiswa untuk tidak hanya mengajar tetapi juga memberikan alat bantu belajar yang bermanfaat bagi anak-anak.   Para ustadzah di TPQ menyatakan bahwa keberadaan mahasiswa KKM 128 sangat membantu dalam mendampingi proses belajar mengaji dan menambah materi yang belum pernah diajarkan sebelumnya. Mereka berharap kegiatan ini dapat berlanjut meskipun masa tugas KKM telah berakhir, sehingga generasi muda dapat terus mendapatkan pendidikan agama yang berkualitas. Dengan dedikasi ini, mahasiswa KKM 128 berkontribusi dalam mencetak generasi Islami yang kuat dan berkarakter.

Thumbnail
2 years ago
Semangat Isra' Mi'raj dalam Lomba Desa Purwoasri : Meningkatkan Kreativitas dan Kebersamaan Melalui Acara ANGKASA

NAJWA ISHMA SHOFIRANTI

Pada Minggu, 26 Januari 2025, Balai Desa Purwoasri menjadi pusat kemeriahan dengan digelarnya acara ANGKASA: Ajang Kompetisi dan Semangat Anak Purwoasri yang diselenggarakan oleh kelompok KKM UIN Malang, yang terdiri dari kelompok 45, 115, dan 185. Dengan tema Meningkatkan Iman dan Silaturrahmi dalam Semangat Isra' Mi'raj, acara ini dihadiri oleh warga dari berbagai kalangan untuk memupuk kebersamaan dan semangat kompetisi yang sehat. Dengan rangkaian kegiatan yang terstruktur, lomba ini berhasil menyatukan warga sekaligus memberikan ruang untuk mengasah kemampuan dan kreativitas mereka. Berikut adalah laporan singkat mengenai jalannya acara. Acara dimulai dengan registrasi peserta yang dikoordinasikan oleh tim kesekretariatan. Tim memastikan seluruh peserta terdata dengan baik agar lomba dapat berjalan lancar. Semua peserta yang sudah terdaftar kemudian menerima nomor peserta untuk memudahkan pengaturan selama lomba. Registrasi berjalan dengan tertib, dan seluruh peserta terlihat antusias menunggu dimulainya acara. Setelah itu, pembawa acara (MC) membuka acara dengan sapaan hangat kepada seluruh peserta dan tamu undangan. MC menyambut kedatangan seluruh peserta dengan semangat dan membangkitkan antusiasme mereka untuk mengikuti lomba dengan penuh energi positif. Kemudian, Ketua Panitia memberikan sambutan singkat yang menggugah semangat peserta, dan acara resmi dibuka dengan pembacaan basmalah bersama-sama. Sambutan ini juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara, serta mengingatkan pentingnya lomba ini sebagai ajang untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga. Setelah pembukaan, tim sie lomba membacakan teknis pelaksanaan lomba, memastikan seluruh peserta memahami aturan yang berlaku. Pembacaan teknis dilakukan secara jelas dan terperinci, termasuk pembagian waktu setiap sesi lomba. Setelah itu, MC mengarahkan peserta untuk menuju tempat perlombaan sesuai kategori masing-masing, yaitu lomba kreativitas anak-anak, hafalan juz amma, dan mewarnai. Semua peserta bergerak menuju area yang telah ditentukan untuk memulai kompetisi masing-masing. Selama acara berlangsung, tiga jenis lomba dilaksanakan secara paralel. Lomba cerdas cermat terdiri dari tiga babak yang menguji kemampuan peserta dalam berbagai topik pengetahuan umum. Hafalan juz amma dibagi menjadi dua babak utama, yang menguji ketelitian dan kecepatan peserta dalam menghafal surah-surah pendek dari Al-Qur'an. Sementara itu, lomba mewarnai memberi kesempatan kepada anak-anak untuk menunjukkan kreativitas mereka dengan warna-warna cerah, melukis gambar yang telah disediakan dengan penuh semangat. Setiap peserta menunjukkan dedikasi dan konsentrasi yang luar biasa dalam mengikuti lomba mereka. Setelah lomba selesai, peserta diarahkan kembali ke depan balai desa sambil menerima konsumsi yang dibagikan oleh tim acara dan konsumsi. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan teratur. Makanan ringan dan minuman dibagikan untuk memberikan energi kembali kepada peserta setelah berkompetisi. Semua orang terlihat senang dan nyaman selama waktu istirahat ini, serta berbincang dengan sesama peserta atau anggota keluarga yang hadir untuk mendukung mereka. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para pemenang. Ketua panitia menyerahkan hadiah secara simbolis kepada para juara lomba, diikuti dengan pembagian sertifikat partisipasi kepada seluruh peserta. Setiap pemenang terlihat gembira dan bangga atas pencapaian mereka, sementara peserta lainnya juga merasa puas karena telah mengikuti lomba dengan sepenuh hati. Sesi foto bersama menjadi momen yang spesial untuk mengabadikan kenangan dari setiap kategori lomba. Foto-foto ini akan menjadi kenangan manis yang akan dikenang oleh semua orang yang terlibat dalam acara ini. Setelah itu, doa bersama dipimpin oleh Zaim untuk memohon keberkahan bagi seluruh peserta, panitia, dan keberlangsungan kegiatan positif lainnya di Desa Purwoasri. Doa ini menjadi ungkapan syukur atas kelancaran acara dan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa depan untuk kemajuan desa dan kebersamaan masyarakat. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para pemenang. Ketua panitia menyerahkan hadiah secara simbolis kepada para juara lomba, diikuti dengan pembagian sertifikat partisipasi kepada seluruh peserta. Setiap pemenang terlihat gembira dan bangga atas pencapaian mereka, sementara peserta lainnya juga merasa puas karena telah mengikuti lomba dengan sepenuh hati. Sesi foto bersama menjadi momen yang spesial untuk mengabadikan kenangan dari setiap kategori lomba. Foto-foto ini akan menjadi kenangan manis yang akan dikenang oleh semua orang yang terlibat dalam acara ini. Setelah itu, doa bersama dipimpin oleh Zaim untuk memohon keberkahan bagi seluruh peserta, panitia, dan keberlangsungan kegiatan positif lainnya di Desa Purwoasri. Doa ini menjadi ungkapan syukur atas kelancaran acara dan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa depan untuk kemajuan desa dan kebersamaan masyarakat. Sebelum acara resmi ditutup, tim PDD memanfaatkan waktu untuk membuat dokumentasi kreatif bersama peserta, menambah keseruan dan mempercantik dokumentasi acara. Dokumentasi ini akan digunakan sebagai bahan publikasi untuk kegiatan selanjutnya dan sebagai kenangan bagi peserta dan panitia. Tim PDD juga mengambil momen-momen spesial selama acara berlangsung, dari awal hingga akhir, agar semua kegiatan tercatat dengan baik. Penutupan dilakukan oleh MC dengan penuh rasa syukur. Panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan tamu undangan atas dukungannya sehingga acara dapat berjalan dengan lancar. Terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam menyukseskan acara ini. Panitia berharap bahwa semangat yang tercipta dalam lomba ini dapat terus hidup dan menginspirasi kegiatan-kegiatan positif lainnya di desa. ANGKASA: Ajang Kompetisi dan Semangat Anak Purwoasri 2025 berhasil menjadi ajang yang tidak hanya mengasah keterampilan peserta, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga. Dengan kerja sama panitia, peserta, dan dukungan masyarakat, acara ini berjalan sukses dari awal hingga akhir. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk memperkuat kebersamaan dan menggali potensi masyarakat Desa Purwoasri.  

Thumbnail
2 years ago
UMKM Susu di Dusun Mendek,Desa Srigading : Potensi Usaha yang Kurang Dilirik oleh Generasi Muda

INAYATUL ISNAINI

25 Desember 2024 — UMKM susu di Desa Mendek menunjukkan potensi yang menjanjikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Dengan dukungan dari perusahaan besar seperti Nestlé, para peternak di desa ini dapat mengoptimalkan produksi dan distribusi mereka. Berikut adalah beberapa fokus utama dari kegiatan UMKM susu di Desa Mendek. Produksi Susu: Proses dan Tantangan Setiap pagi pada pukul 04.30 dan sore jam 15.00, susu diperah dari sapi perah. “Kami harus cepat dan tepat waktu agar susu tetap segar. Setelah diperah, maksimal 15 menit susu harus sudah masuk pendingin,” ujar Bapak Arif, salah satu peternak lokal dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Satu ekor sapi biasanya dapat menghasilkan antara 20 hingga 30 liter susu per hari, tergantung apakah anaknya juga meminumnya. “Jika anak sapi minum, bisa jadi kami hanya mendapatkan 25 liter. Namun saat puncak produksi, kami bisa mendapatkan 30 liter,” tambahnya. Harga susu di pasar berfluktuasi antara 5.000 hingga 7.000 rupiah per liter, tergantung pada kualitas dan permintaan pasar. Namun, para peternak menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah kotoran sapi. “Saat ini, kami belum memanfaatkan limbah sebagai biogas. Kami bersihkan dan buang, meski pernah mencoba membuat pupuk organik dari kotoran,” jelas Bapak Arif. Kini, limbah tersebut digunakan untuk beternak cacing, dengan modal yang diperoleh dari Nestlé. “Cacing ini nanti bisa dijadikan pupuk kompos, jadi ada manfaat lebih dari limbah yang kami miliki,” tambahnya. Potensi Usaha Susu yang Terabaikan oleh Generasi Muda Meskipun UMKM susu di Desa Mendek memiliki potensi besar, minat generasi muda untuk terlibat dalam usaha ini masih rendah. “Saya khawatir anak muda di sini tidak tertarik, padahal usaha ini sangat menguntungkan,” keluh Bapak Arif. “Kami berharap ada program pelatihan untuk menarik minat mereka,” ujarnya, menunjukkan harapannya untuk meningkatkan partisipasi generasi muda dalam sektor ini. Sektor peternakan susu menawarkan peluang kerja yang stabil dan pendapatan yang menjanjikan. Dengan modal yang relatif terjangkau dan dukungan dari perusahaan seperti Nestlé, generasi muda seharusnya dapat melihat potensi ini sebagai pilihan karir yang menarik. “Kami perlu menunjukkan kepada mereka betapa menjanjikannya usaha ini. Jika mereka melihat potensi keuntungan dan keinginan, saya yakin mereka akan tertarik,” ungkap Bapak Arif. Penting bagi komunitas dan pemerintah setempat untuk melakukan kampanye kesadaran mengenai manfaat beternak sapi perah. Dengan menghadirkan tokoh-tokoh sukses dari kalangan peternak, diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi generasi muda untuk terlibat dalam usaha ini. Dukungan dan Kolaborasi dengan Nestlé UMKM susu di Desa Mendek mendapatkan dukungan signifikan dari Nestlé, yang menyediakan peralatan dan bantuan dalam perawatan. “Dengan bantuan Nestlé, kami bisa fokus pada produksi. Semua peralatan yang kami gunakan berasal dari mereka,” ungkap Bapak Arif. Nestlé juga memberikan bantuan berupa kipas untuk menjaga suhu kandang sapi agar tetap nyaman. “Suhu kandang yang baik sangat penting bagi kesehatan sapi. Kami sudah merasakan dampaknya. Sapi kami jadi lebih sehat dan produktif,” kata Bapak Arif. Melalui kolaborasi yang baik antara peternak, petani, dan perusahaan besar seperti Nestlé, masyarakat Desa Mendek memiliki peluang untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka. Kegiatan ini bukan hanya tentang produksi, tetapi juga tentang membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang, dalam mana peternakan susu menjadi sektor yang berkelanjutan dan menguntungkan.

Thumbnail
2 years ago
Kunjungan KKM Arutala: Menggali Potensi Peternakan Sapi di Desa Sukopura

MUHAMMAD LUTFI

Pada tanggal 27 Desember 2024, tim KKM Arutala melakukan survei ke kandang sapi milik Pak Hadi yang terletak di Dusun Luring Desa Sukopuro Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Survei ini bertujuan untuk mengumpulkan data terkait kegiatan beternak sapi di daerah tersebut serta memahami mekanisme penjualan susu sapi hasil perahan. Banyak warga di Desa Sukopuro yang beternak sapi. Pak Hadi adalah salah satu peternak yang telah menggeluti bidang ini dan anggota KUD. Dalam kunjungan ini, tim KKM Arutala melihat secara langsung bagaimana perawatan sapi, proses perahan susu, dan pengelolaan kandang yang dilakukan oleh Pak Hadi. Hal ini memberikan wawasan berharga mengenai peternakan sapi di lingkungan pedesaan. Pak Hadi memilih sapi perahnya dari Bandung, daerah yang dikenal sebagai penghasil sapi perah. Sapi-sapi dipilih dengan cermat sebelum dikirim ke Malang. Jika sapi yang diterima di Malang ternyata tidak sesuai dengan standar yang diinginkan, pembeli memiliki hak untuk mengembalikannya. Salah satu hal menarik yang ditemukan oleh tim KKM Arutala adalah mekanisme penjualan susu sapi di Desa Sukopuro. Meskipun banyak warga desa yang memiliki sapi perah, susu yang dihasilkan tidak dijual secara bebas. Setiap orang yang ingin membeli susu sapi hanya dapat melakukannya melalui Koperasi Unit Desa (KUD). KUD ini bertanggung jawab untuk mengolah susu sapi dari warga desa dan kemudian menjualnya ke konsumen. Kualitas susu yang diterima oleh KUD sangat dipengaruhi oleh faktor pakan dan perawatan yang diberikan kepada sapi. KUD juga memiliki hubungan dengan perusahaan yang menerima susu sapi tersebut, sehingga susu yang dihasilkan oleh peternak dapat disetorkan secara lebih luas. KUD memiliki peran penting dalam perekonomian lokal. Melalui pengolahan dan penjualan susu sapi, KUD membantu memastikan bahwa peternak mendapatkan harga yang adil untuk hasil perahan mereka. Selain itu, KUD juga memberikan dukungan teknis dan pelatihan kepada para peternak untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas susu yang dihasilkan.

Thumbnail
2 years ago
UMKM Susu di Dusun Mendek,Desa Srigading : Potensi Usaha yang Kurang Dilirik oleh Generasi Muda

MUHAMMAD AZZAM AL HABIB

25 Desember 2024 — UMKM susu di Desa Mendek menunjukkan potensi yang menjanjikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Dengan dukungan dari perusahaan besar seperti Nestlé, para peternak di desa ini dapat mengoptimalkan produksi dan distribusi mereka. Berikut adalah beberapa fokus utama dari kegiatan UMKM susu di Desa Mendek. Produksi Susu: Proses dan Tantangan Setiap pagi pada pukul 04.30 dan sore jam 15.00, susu diperah dari sapi perah. “Kami harus cepat dan tepat waktu agar susu tetap segar. Setelah diperah, maksimal 15 menit susu harus sudah masuk pendingin,” ujar Bapak Arif, salah satu peternak lokal dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Satu ekor sapi biasanya dapat menghasilkan antara 20 hingga 30 liter susu per hari, tergantung apakah anaknya juga meminumnya. “Jika anak sapi minum, bisa jadi kami hanya mendapatkan 25 liter. Namun, saat puncak produksi, kami bisa mendapatkan 30 liter,” tambahnya. Harga susu di pasar berfluktuasi antara 5.000 hingga 7.000 rupiah per liter, tergantung pada kualitas dan permintaan pasar. Namun, para peternak menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah kotoran sapi. “Saat ini, kami belum memanfaatkan limbah sebagai biogas. Kami bersihkan dan buang, meski pernah mencoba membuat pupuk organik dari kotoran,” jelas Bapak Arif. Kini, limbah tersebut digunakan untuk beternak cacing, dengan modal yang didapat dari Nestlé. “Cacing ini nanti bisa dijadikan pupuk kompos, jadi ada manfaat lebih dari limbah yang kami miliki,” tambahnya. Potensi Usaha Susu yang Terabaikan oleh Generasi Muda Meskipun UMKM susu di Desa Mendek memiliki potensi besar, minat generasi muda untuk terlibat dalam usaha ini masih rendah. “Saya khawatir anak muda di sini tidak tertarik, padahal usaha ini sangat menguntungkan,” keluh Bapak Arif. “Kami berharap ada program pelatihan untuk menarik minat mereka,” ujarnya, menunjukkan harapannya untuk meningkatkan partisipasi generasi muda dalam sektor ini. Sektor peternakan susu menawarkan peluang kerja yang stabil dan pendapatan yang menjanjikan. Dengan modal yang relatif terjangkau dan dukungan dari perusahaan seperti Nestlé, generasi muda seharusnya dapat melihat potensi ini sebagai pilihan karir yang menarik. “Kami perlu menunjukkan kepada mereka betapa menjanjikannya usaha ini. Jika mereka melihat potensi keuntungan dan keberlanjutan, saya yakin mereka akan tertarik,” ungkap Bapak Arif. Penting bagi komunitas dan pemerintah setempat untuk melakukan kampanye kesadaran mengenai manfaat dari beternak sapi perah. Dengan menghadirkan tokoh sukses dari kalangan peternak, diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi generasi muda untuk terlibat dalam usaha ini. Dukungan dan Kolaborasi dengan Nestlé UMKM susu di Desa Mendek mendapatkan dukungan signifikan dari Nestlé, yang menyediakan peralatan dan bantuan dalam perawatan. “Dengan bantuan Nestlé, kami bisa fokus pada produksi. Semua peralatan yang kami gunakan berasal dari mereka,” ungkap Bapak Arif. Nestlé juga memberikan bantuan berupa kipas untuk menjaga suhu kandang sapi agar tetap nyaman. “Suhu kandang yang baik sangat penting untuk kesehatan sapi. Kami sudah merasakan dampaknya. Sapi kami jadi lebih sehat dan produktif,” kata Bapak Arif. Melalui kolaborasi yang baik antara peternak, petani, dan perusahaan besar seperti Nestlé, masyarakat Desa Mendek memiliki peluang untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka. Kegiatan ini bukan hanya tentang produksi, tetapi juga tentang membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang, di mana peternakan susu menjadi sektor yang berkelanjutan dan menguntungkan.

Thumbnail
2 years ago
Penanaman Pohon Angsana Guna Menjaga Debit Air di Wilayah Desa Taji Kec. Jabung

RAIHAN SYAUQI

Penanaman Pohon Angsana oleh ArthaVriddhi di Desa Taji Kec. Jabung Pada tanggal 21 Desember 2024, Kelompok KKN Artha Vriddhi melaksanakan kegiatan penanaman pohon Angsana di Desa Taji, Kecamatan Jabung. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Taji, perangkat desa, serta masyarakat setempat. Penanaman pohon ini merupakan bagian dari program kerja KKN yang bertujuan untuk menghijaukan lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam. Para peserta, termasuk anggota KKN dan masyarakat, bahu-membahu menanam puluhan pohon Angsana dengan semangat dan antusiasme tinggi. Pohon-pohon ini diharapkan dapat tumbuh subur dan memberikan manfaat jangka panjang bagi Desa Taji. Manfaat Pohon Angsana Pohon Angsana (Pterocarpus indicus) dikenal sebagai pohon yang memiliki banyak manfaat, baik dari segi ekologi, ekonomi, maupun estetika. Beberapa manfaatnya antara lain: 1. Pohon Angsana dapat menyerap polutan dari udara, sehingga membantu menjaga kualitas udara tetap bersih dan segar. 2. Akar pohon Angsana yang kuat mampu menahan tanah dan mencegah terjadinya erosi, terutama di daerah yang rawan longsor. 3. Dengan tajuk yang lebat, pohon ini memberikan keteduhan di sekitar area yang ditanami, sehingga sangat cocok untuk ditanam di sepanjang jalan dan taman. 4. Kayu pohon Angsana memiliki nilai ekonomis tinggi karena teksturnya yang kuat dan mudah diolah, sering digunakan dalam pembuatan mebel dan konstruksi. Melalui kegiatan ini, diharapkan pohon-pohon Angsana yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Taji. Kelompok KKN Artha Vriddhi juga berkomitmen untuk melakukan pemantauan dan perawatan awal terhadap pohon-pohon yang telah ditanam, bekerja sama dengan masyarakat setempat.   Semoga inisiatif ini menjadi langkah kecil yang berdampak besar dalam menjaga kelestarian lingkungan Desa Taji dan menginspirasi kegiatan serupa di daerah lain.