AZZAHROTUL FITRIA
KEDIRI, 4 Mei 2026 - Dalam rangka memperingati milad Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kota Kediri, seluruh warga madrasah menggelar acara sholawat bersama yang berlangsung meriah dan penuh khidmat pada hari Senin tanggal 4 Mei 2026. Kegiatan ini diadakan di halaman madrasah dan dihadiri oleh siswa, guru, beserta tenaga kependidikan MTsN 2 Kota Kediri. Acara milad tahun ini mengusung tema “Menciptakan Generasi Madani yang Mandiri dan Berprestasi.” Tema tersebut dipilih sebagai bentuk harapan agar seluruh peserta didik mampu menjadi generasi yang memiliki akhlak baik, mandiri dalam menghadapi tantangan, serta mampu meraih berbagai prestasi di bidang akademik maupun nonakademik. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan lantunan sholawat yang diiringi grup banjari madrasah dan grub banjari dari pondok pesantre Lirboyo Kediri. Suasana semakin hangat ketika seluruh jamaah bersama-sama melantunkan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW dengan penuh kekhusyukan. Acara semakin istimewa dengan kehadiran penceramah ternama, KH. M. Yasin Bisri, S.Sos.I. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan pentingnya menjaga akhlak, semangat belajar, serta menghormati orang tua dan guru sebagai bekal untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat. “Menjadi generasi madani tidak cukup hanya pintar, tetapi juga harus memiliki akhlak yang baik, mandiri, dan mampu membawa manfaat bagi lingkungan sekitar,” tutur beliau dalam ceramahnya. Kepala madrasah dalam sambutannya juga menyampaikan rasa syukur atas bertambahnya usia madrasah serta berharap MTsN 2 Kota Kediri dapat terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul dan berprestasi. Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan seluruh siswa semakin termotivasi untuk meningkatkan keimanan, mempererat ukhuwah, dan terus bersemangat dalam meraih cita-cita. Acara ditutup dengan doa Bersama yang dipimpin oleh KH. M. Yasi Bisri S. Sos I.
MUFLIHA
MALANG - Dalam upaya memperkuat resiliensi dan kepercayaan diri generasi muda di tengah distraksi algoritma digital, telah sukses diselenggarakan seminar motivasi eksklusif bertajuk "Muda Membara". Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum'at, 24 April 2026 di Gondanglegi, Malang, dengan menghadirkan M. Abdurrozzaq Naufal sebagai pemateri utama di hadapan 20 pemuda terpilih dari kalangan Gen Z. Berbeda dengan kegiatan formal institusi pada umumnya, seminar ini dirancang sebagai ruang diskusi intensif untuk menjawab keresahan spesifik yang dihadapi generasi yang lahir di era transisi teknologi, mulai dari beban mental akibat ekspektasi instan hingga kelumpuhan keputusan (decision paralysis). Sinergi Formula S-O-C-I-A-L dalam Membangun Narasi Dalam sesi pertama, M. Abdurrozzaq Naufal membedah strategi komunikasi publik menggunakan formula S-O-C-I-A-L. Teknik ini diawali dengan elemen Story (cerita pribadi) untuk membangun jembatan emosional, disusul dengan Observation mengenai fenomena pembelian barang karena rasa takut ketinggalan tren atau FOMO (Fear of Missing Out). `Abdurrozzaq menjelaskan melalui elemen Insight bahwa perilaku manusia seringkali dipengaruhi oleh narasi yang diciptakan oleh brand digital. Pendekatan ini bertujuan agar para pemuda tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi mampu menjadi komunikator yang kritis dan memiliki nilai tawar unik di depan publik. The 2026 Flex: Membedah Mantra "Man Jadda Wajada" Memasuki agenda inti, seminar membahas paradigma "The 2026 Flex", sebuah gagasan yang menantang pandangan konvensional bahwa pemuda hanya bisa memilih satu antara prestasi akademik atau non-akademik. Naufal menekankan bahwa sukses di masa depan adalah tentang kemampuan untuk menyeimbangkan keduanya dengan gaya yang otentik. Dengan mengusung mantra "Man Jadda Wajada" (Siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil), para peserta diajak untuk membangun growth mindset. "Jangan biarkan dirimu merasa gagal hanya karena tidak mampu mengikuti garis waktu artifisial yang diciptakan oleh algoritma layar," pesan Abdurrozzaq dalam sesinya. Faktor keberhasilan seperti Grit (kegigihan) dan spiritualitas menjadi poin krusial yang ditekankan untuk membakar semangat para peserta. Optimalisasi Karya dan Harapan Kedepan Selain penguatan mental, seminar ini juga memberikan pembekalan teknis mengenai strategi kesuksesan meraih cita-cita yang dipadukan dengan semangat juang dari Gen Z, mulai dari bagaimana mengfilter pergaualan yang positif hingga bagaimana menanamkan mantra "Man Jadda Wajada" sebagai semangat juang. Hal ini penting agar keresahan yang dimiliki para pemuda dapat bertransformasi menjadi semangat meraih cita-cita yang membara. Melalui kegiatan yang berlangsung hangat dan interaktif ini, diharapkan ke-20 pemuda tersebut dapat kembali ke lingkungannya dengan kepercayaan diri yang baru. Dengan semangat "Muda Membara", diharapkan muncul pionir-pionir muda yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki karakter dan ketangguhan mental yang kokoh dalam meraih cita-cita. Dan sebagai pesan akhir yang disampaikan oleh `Abdurrozzaq adalah "MIMPIMU TIDAK PUNYA BATAS, JADI JANGAN BUAT BATASANMU SENDIRI".
MUHAMMAD ABDURROZZAQ NAUFAL
MALANG - Dalam upaya memperkuat resiliensi dan kepercayaan diri generasi muda di tengah distraksi algoritma digital, telah sukses diselenggarakan seminar motivasi eksklusif bertajuk "Muda Membara". Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum'at, 24 April 2026 di Gondanglegi, Malang, dengan menghadirkan M. Abdurrozzaq Naufal sebagai pemateri utama di hadapan 20 pemuda terpilih dari kalangan Gen Z. Berbeda dengan kegiatan formal institusi pada umumnya, seminar ini dirancang sebagai ruang diskusi intensif untuk menjawab keresahan spesifik yang dihadapi generasi yang lahir di era transisi teknologi, mulai dari beban mental akibat ekspektasi instan hingga kelumpuhan keputusan (decision paralysis). Sinergi Formula S-O-C-I-A-L dalam Membangun Narasi Dalam sesi pertama, M. Abdurrozzaq Naufal membedah strategi komunikasi publik menggunakan formula S-O-C-I-A-L. Teknik ini diawali dengan elemen Story (cerita pribadi) untuk membangun jembatan emosional, disusul dengan Observation mengenai fenomena pembelian barang karena rasa takut ketinggalan tren atau FOMO (Fear of Missing Out). `Abdurrozzaq menjelaskan melalui elemen Insight bahwa perilaku manusia seringkali dipengaruhi oleh narasi yang diciptakan oleh brand digital. Pendekatan ini bertujuan agar para pemuda tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi mampu menjadi komunikator yang kritis dan memiliki nilai tawar unik di depan publik. The 2026 Flex: Membedah Mantra "Man Jadda Wajada" Memasuki agenda inti, seminar membahas paradigma "The 2026 Flex", sebuah gagasan yang menantang pandangan konvensional bahwa pemuda hanya bisa memilih satu antara prestasi akademik atau non-akademik. Naufal menekankan bahwa sukses di masa depan adalah tentang kemampuan untuk menyeimbangkan keduanya dengan gaya yang otentik. Dengan mengusung mantra "Man Jadda Wajada" (Siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil), para peserta diajak untuk membangun growth mindset. "Jangan biarkan dirimu merasa gagal hanya karena tidak mampu mengikuti garis waktu artifisial yang diciptakan oleh algoritma layar," pesan Abdurrozzaq dalam sesinya. Faktor keberhasilan seperti Grit (kegigihan) dan spiritualitas menjadi poin krusial yang ditekankan untuk membakar semangat para peserta. Optimalisasi Karya dan Harapan Kedepan Selain penguatan mental, seminar ini juga memberikan pembekalan teknis mengenai strategi kesuksesan meraih cita-cita yang dipadukan dengan semangat juang dari Gen Z, mulai dari bagaimana mengfilter pergaualan yang positif hingga bagaimana menanamkan mantra "Man Jadda Wajada" sebagai semangat juang. Hal ini penting agar keresahan yang dimiliki para pemuda dapat bertransformasi menjadi semangat meraih cita-cita yang membara. Melalui kegiatan yang berlangsung hangat dan interaktif ini, diharapkan ke-20 pemuda tersebut dapat kembali ke lingkungannya dengan kepercayaan diri yang baru. Dengan semangat "Muda Membara", diharapkan muncul pionir-pionir muda yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki karakter dan ketangguhan mental yang kokoh dalam meraih cita-cita. Dan sebagai pesan akhir yang disampaikan oleh `Abdurrozzaq adalah "MIMPIMU TIDAK PUNYA BATAS, JADI JANGAN BUAT BATASANMU SENDIRI".
MUHAMMAD AGUNG BENASHIR
Kediri, 2 Mei 2026 — Suasana meriah dan penuh warna menyelimuti lingkungan MTsN 2 Kota Kediri pada Sabtu pagi, 2 Mei 2026. Dalam rangka memperingati Milad ke-48, madrasah kebanggaan Kota Kediri ini menggelar kegiatan bertajuk "Jalan Sehat Kreasi" — sebuah perayaan yang memadukan semangat olahraga, ekspresi seni busana, dan nilai-nilai akhlaq mulia. “Membangun generasi madrasah yang sehat, kreatif, dan berakhlaq mulia untuk mewujudkan MTsN 2 Kota Kediri: Jaya, Berprestasi, dan Berintegritas.” Pembukaan yang Penuh Semangat Acara dibuka secara resmi oleh Kepala MTsN 2 Kota Kediri, Bapak Drs. Muh. Nizar, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang madrasah yang telah memasuki usia ke-48 tahun. Momentum milad ini menjadi pengingat bagi seluruh warga madrasah untuk terus berkomitmen mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan berakhlaq mulia. Lebih dari 20 kelas turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, menjadikan perayaan Milad ke-48 sebagai salah satu yang paling semarak dalam sejarah MTsN 2 Kota Kediri. Antusias siswa, guru, dan tenaga kependidikan tampak jelas sejak pagi hari. Parade Kostum: Kreasi Terbaik Tiap Kelas Menjadi daya tarik utama acara, setiap kelas menampilkan kreasi busana dan kostum unik yang telah dipersiapkan dengan penuh semangat. Dua tema besar yang tampil menonjol adalah tema Anti-Korupsi dan tema Ecogreen (Peduli Lingkungan). Melalui kostum bertema anti-korupsi, para siswa menyuarakan nilai kejujuran dan integritas secara kreatif. Sementara itu, kostum bertema ecogreen menunjukkan kepedulian generasi muda madrasah terhadap kelestarian lingkungan hidup. Setelah unjuk kreasi di halaman madrasah, seluruh peserta berjalan bersama mengelilingi rute di sekitar madrasah. Sepanjang jalan, keceriaan terpancar dari wajah para peserta yang bangga mengenakan kostum hasil kreasi kelas masing-masing. Kehadiran mereka pun menjadi tontonan mengagumkan sekaligus kebanggaan bagi warga sekitar madrasah. Penampilan, Doorprize, dan Penghargaan Kostum Terbaik Kemeriahan semakin lengkap dengan hadirnya penampilan nyanyian dari siswa-siswi berbakat MTsN 2 Kota Kediri. Satu per satu penampilan memukau para hadirin dengan lagu-lagu yang membawa semangat dan keceriaan, menambah kehangatan suasana di hari istimewa ini. Sesi yang paling dinantikan pun tiba: pembagian doorprize dengan berbagai hadiah menarik yang disambut sorak-sorai gembira dari seluruh peserta. Tak kalah meriah, penghargaan Juara Kostum Terbaik diberikan kepada kelas-kelas yang berhasil menampilkan kreasi paling kreatif, unik, dan inspiratif. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi nyata atas dedikasi dan kerja keras para siswa dalam mempersiapkan kostum terbaik mereka. 48 Tahun Melangkah Menuju Kejayaan Milad ke-48 MTsN 2 Kota Kediri menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang madrasah dalam mendidik dan mencetak generasi penerus bangsa. Selama hampir lima dekade, MTsN 2 Kota Kediri telah konsisten hadir sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa yang sehat jasmani, kreatif dalam berkarya, dan mulia dalam berakhlaq. Kegiatan Jalan Sehat Kreasi ini sekaligus membuktikan bahwa semangat berprestasi dan berkreasi di MTsN 2 Kota Kediri terus tumbuh dari generasi ke generasi. Dengan semangat yang membara dan visi yang jelas, MTsN 2 Kota Kediri siap melangkah lebih jauh — jaya, berprestasi, dan berintegritas — untuk Indonesia yang lebih baik. Selamat Milad ke-48, MTsN 2 Kota Kediri! Jaya, Berprestasi, dan Berintegritas.
NAJMI NADILA
Program Asistensi Mengajar Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 Kediri — Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang secara resmi menyerahkan delapan mahasiswa peserta program Asistensi Mengajar (AM) ke Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kota Kediri. Acara penyerahan berlangsung pada Selasa, 13 Januari 2026, dan dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah, serta para Guru Pamong. Program Asistensi Mengajar merupakan salah satu bentuk implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke dunia pendidikan formal. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kompetensi pedagogis dan profesionalnya secara nyata di satuan pendidikan mitra. Serah Terima Resmi oleh Dosen Pembimbing Lapangan Penyerahan mahasiswa dilakukan secara resmi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ulil Fauziah, M.HI., kepada Kepala MTsN 2 Kota Kediri, Drs. Muh. Nizar, M.Pd. Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Kepala Madrasah dan para Guru Pamong yang akan mendampingi mahasiswa selama masa penugasan berlangsung. Kehadiran jajaran pimpinan madrasah dalam acara penyerahan ini mencerminkan komitmen MTsN 2 Kota Kediri sebagai lembaga mitra dalam mendukung penyelenggaraan program Asistensi Mengajar yang dijalankan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Mahasiswa dari Lima Program Studi Delapan mahasiswa yang diserahkan berasal dari lima program studi yang berbeda di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yakni Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Agama Islam, Tadris Matematika, Tadris Bahasa Inggris, dan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Keberagaman latar belakang program studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang komprehensif bagi kegiatan pembelajaran di madrasah. Berikut adalah daftar mahasiswa peserta program Asistensi Mengajar yang ditempatkan di MTsN 2 Kota Kediri: No. Nama Mahasiswa NIM Program Studi 1 Muhammad Agung Benashir 230104110081 Pendidikan Bahasa Arab 2 Azzahrotul Fitria 230108110040 Tadris Matematika 3 Ii Rhodhiatan 230107110013 Tadris Bahasa Inggris 4 Fadhillah Rizkia Raza 230104110151 Pendidikan Bahasa Arab 5 Najmi Nadila 230102110075 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial 6 Elisa Qotrunada 230102110149 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial 7 Reza Fahlevi Muslih 230101110086 Pendidikan Agama Islam 8 Tiffani Alviah Pusparani 230101110097 Pendidikan Agama Islam Harapan dan Tujuan Program Program Asistensi Mengajar dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi tenaga pendidik yang kompeten dan berdedikasi. Selama menjalani program ini, para mahasiswa akan terlibat langsung dalam proses pembelajaran di kelas, menyusun perangkat ajar, serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan kependidikan lainnya yang berlangsung di madrasah. Penempatan mahasiswa di MTsN 2 Kota Kediri diharapkan dapat memberi manfaat ganda: bagi mahasiswa sebagai ajang penguatan kompetensi akademik dan profesional, serta bagi madrasah sebagai tambahan sumber daya dalam mendukung kegiatan belajar mengajar yang berkualitas. Dengan terselenggaranya penyerahan ini, seluruh pihak berharap agar program Asistensi Mengajar dapat berjalan dengan lancar, produktif, dan memberikan dampak positif yang nyata bagi dunia pendidikan Islam di Indonesia. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang | Program Asistensi Mengajar | Tahun Akademik 2025/2026
REZA FAHLEVI MUSLIH
Kota Kediri -- Penguatan Karakter Melalui Pembiasaan Ibadah Rutin Di tengah upaya penguatan pendidikan karakter di madrasah, MTsN 2 Kota Kediri terus mengembangkan program pembinaan keagamaan melalui SKUA (Standar Kecakapan Ubudiyah dan Akhlakul Karimah). Program ini menjadi salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan di luar jam pembelajaran sebagai bentuk penguatan nilai-nilai ibadah dan akhlak peserta didik. Kegiatan SKUA dilaksanakan secara konsisten setiap hari Sabtu dan melibatkan mahasiswa asistensi mengajar dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Para mahasiswa tersebut berperan sebagai pendamping dalam proses pembelajaran, membantu guru dalam membimbing siswa agar lebih terarah dalam kegiatan ubudiyah dan pembentukan akhlak. Kegiatan yang dilakukan dalam SKUA berfokus pada pembiasaan ibadah sehari-hari, khususnya membaca dan menghafal surat-surat pendek Al-Qur’an serta doa-doa harian. Siswa dibiasakan untuk membaca bersama-sama terlebih dahulu, kemudian melanjutkan dengan hafalan secara individu maupun berkelompok. Setelah itu, siswa melakukan setoran hafalan kepada pendamping secara bergiliran. Proses ini dilakukan secara berulang agar hafalan lebih kuat dan melekat dalam ingatan. Selain surat-surat pendek, doa-doa harian juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Doa seperti sebelum dan sesudah belajar, doa makan, hingga doa kegiatan sehari-hari lainnya diajarkan dan dihafalkan secara rutin. Pembiasaan ini diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang tidak hanya memahami, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Suasana kegiatan berlangsung dengan tertib, religius, dan penuh semangat. Mahasiswa asistensi mengajar turut aktif membimbing pelafalan siswa, memperbaiki bacaan, serta memberikan motivasi agar siswa lebih percaya diri dalam menghafal. Interaksi yang terjalin antara mahasiswa dan peserta didik menciptakan suasana yang lebih akrab dan menyenangkan, sehingga siswa lebih antusias dalam mengikuti kegiatan. Melalui program SKUA ini, MTsN 2 Kota Kediri berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat serta berakhlakul karimah. Kolaborasi dengan mahasiswa asistensi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi salah satu bentuk sinergi positif dalam memperkuat pendidikan karakter di lingkungan madrasah.