TAMARA ALDIVA ROCHAYATI
BLITAR – Dalam upaya menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini, mahasiswi Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Seruni Aksara Kelompok 24 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar program edukasi kreatif bertajuk pembuatan ecobrick. Kegiatan yang melibatkan botol plastik bekas ini dilaksanakan bersama siswa-siswi kelas 1 hingga 6 MI Al Huda Tumpang, Kabupaten Blitar. Rangkaian kegiatan ini berlangsung cukup intensif selama kurang lebih tiga minggu, terhitung mulai tanggal 05 hingga 28 Februari 2026. Berlokasi di lingkungan sekolah MI Al Huda Tumpang, Jalan Bendungan Wlingi Raya No. 28, Bendilputih, para mahasiswi mengajak para siswa untuk menyulap sampah plastik non-biologis menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ubah Sampah Jadi Barang Guna Ecobrick merupakan metode pengolahan sampah plastik dengan cara memasukkan sampah plastik kering ke dalam botol plastik bekas hingga padat dan memiliki berat standar tertentu. Material ini nantinya dapat digunakan sebagai blok bangunan atau bahan pembuat furnitur sederhana seperti pot bunga dan tempat sampah "Kami ingin mengubah pola pikir adik-adik di MI Al Huda bahwa sampah plastik yang biasanya hanya dibuang begitu saja, sebenarnya bisa memiliki nilai guna jika dikelola dengan sabar dan kreatif," ujar salah satu perwakilan mahasiswi KKM Kelompok 24. Antusiasme Lintas Kelas Selama periode pelaksanaan, siswa kelas 1-6 tampak antusias mengumpulkan plastik bungkus makanan, sisa kantong kresek, hingga label botol minuman. Para mahasiswi memberikan pendampingan langsung mengenai cara pemadatan plastik menggunakan tongkat kayu kecil agar hasil ecobrick kuat dan tahan lama. Selain praktek langsung, kegiatan ini juga diselingi dengan sosialisasi mengenai bahaya sampah plastik bagi ekosistem jika tidak dikelola dengan benar. Hal ini sejalan dengan misi pengabdian masyarakat UIN Malang dalam memberikan dampak nyata bagi kelestarian lingkungan dan pendidikan karakter di pedesaan. Dukungan Pihak Sekolah Kepala Sekolah MI Al Huda Tumpang menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, kehadiran mahasiswi KKM Seruni Aksara membantu sekolah dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan mendidik siswa untuk lebih disiplin terhadap kebersihan lingkungan sekolah. Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti setelah masa KKM berakhir, namun menjadi budaya baru bagi warga MI Al Huda Tumpang dalam meminimalisir pembuangan sampah plastik ke lingkungan terbuka. Kontak Media: KKM Seruni Aksara Kelompok 24 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Lokasi: Kec. Talun, Kab. Blitar Email: mialhudaam@gmail.com Instagram: @am_seruniaksara
ALIIFAH AMATULLAH
MTsN 1 Kota Kediri sukses menggelar Haflatul Maulid ke-56 pada 9 Mei 2026 dengan penuh kemeriahan dan antusiasme. Acara yang diikuti oleh seluruh guru dan siswa ini juga turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kediri. Kegiatan diawali dengan jalan santai yang berlangsung meriah dan penuh semangat. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias sehingga suasana kebersamaan dan kekompakan sangat terasa sejak pagi hari. Setelah jalan santai, acara dilanjutkan dengan pentas seni yang menjadi pusat perhatian seluruh warga sekolah. Berbagai penampilan ditampilkan oleh para siswa, mulai dari tari tradisional, nyanyi solo, hingga duet lagu yang berhasil menghibur penonton. Penampilan para siswa yang penuh percaya diri membuat suasana semakin hidup dan meriah. Tidak hanya dari siswa, kemeriahan acara juga semakin lengkap dengan penampilan band dari bapak dan ibu guru MTsN 1 Kota Kediri. Penampilan tersebut berhasil menarik perhatian dan mendapat sambutan meriah dari para siswa yang ikut bernyanyi bersama. Selain pentas seni, acara juga dimeriahkan dengan pembagian door prize bagi peserta jalan santai. Panitia turut mengumumkan pemenang lomba bazar, lomba ecobrick, serta lomba kebersihan kelas yang sebelumnya telah dilaksanakan. Haflatul Maulid ke-56 ini menjadi momen yang berkesan bagi seluruh keluarga besar MTsN 1 Kota Kediri karena mampu menghadirkan suasana kebersamaan, hiburan, dan kreativitas dalam satu kegiatan.
ELSA SENDY NUR FAULINA
Kediri, 10 April 2026 — MTsN 1 Kota Kediri kembali menghadirkan kegiatan kreatif dan inspiratif melalui program kokurikuler Ecobrick yang berlangsung mulai 10 April hingga 10 Mei 2026. Program ini menjadi bentuk nyata kepedulian sekolah terhadap permasalahan sampah plastik yang semakin meningkat, sekaligus mengajak siswa untuk belajar langsung menjaga lingkungan melalui aksi sederhana namun berdampak besar. Melalui kegiatan ini, ratusan siswa terlibat aktif mengubah sampah plastik menjadi ecobrick, yaitu botol plastik yang diisi padat dengan limbah non-daur ulang hingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan furnitur ramah lingkungan. Tidak hanya belajar teori tentang lingkungan, siswa juga diajak merasakan sendiri bagaimana sampah yang dianggap tidak berguna dapat berubah menjadi kursi dan meja yang kokoh, estetik, serta bermanfaat bagi lingkungan sekolah. Selama satu bulan pelaksanaan, siswa melakukan berbagai tahapan mulai dari pengumpulan sampah plastik, pencucian dan pengeringan, proses pemadatan ke dalam botol, hingga penyusunan ecobrick menjadi rangka kursi. Dengan semangat gotong royong dan kreativitas, program ini berhasil memanfaatkan ratusan botol plastik dan mengurangi puluhan kilogram sampah yang berpotensi mencemari lingkungan. Program Ecobrick ini juga menjadi bagian dari pembelajaran lintas mata pelajaran seperti IPA, Prakarya, dan Pendidikan Agama Islam. Selain melatih kreativitas dan kerja sama, kegiatan ini menanamkan nilai tanggung jawab serta kepedulian terhadap bumi sejak dini. Hasil karya siswa nantinya digunakan langsung di area taman sekolah sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan inovasi mereka. Melalui program ini, MTsN 1 Kota Kediri membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui aksi nyata yang mampu menciptakan perubahan positif bagi lingkungan sekitar. “Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Dari satu botol plastik, lahirlah kepedulian, kreativitas, dan harapan untuk bumi yang lebih baik.”
SESILIA HEVITASARI
KEDIRI, 17 April 2026 – Suasana khidmat dan penuh keberkahan menyelimuti Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Kediri. Dalam rangka memperingati Haflatul Maulid ke-56, seluruh keluarga besar madrasah menggelar perhelatan bertajuk "MASANSA Bersholawat". Kegiatan diawali sejak pagi hari dengan pelaksanaan sholat Duha berjamaah oleh seluruh peserta didik, guru, dan staf di lingkungan madrasah. Usai melaksanakan ibadah sholat, suasana semakin syahdu dengan lantunan sholawat yang menggema, sembari menunggu kehadiran penceramah utama. Kemeriahan sholawat kali ini terasa sangat istimewa karena diiringi oleh grup hadrah Habsy Sulthonus Sholawat dari Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah. Tabuhan rebana yang harmonis dipadukan dengan suara vokal yang merdu berhasil membawa seluruh jamaah larut dalam kecintaan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Puncak acara ditandai dengan kehadiran Gus Riza Sahlan Aidi Siroj dari Pondok Pesantren Al-Fakkar, Bandar Kidul, Kota Kediri. Dalam ceramahnya, Gus Riza tidak hanya memberikan siraman rohani, tetapi juga membakar semangat para siswa dengan motivasi belajar yang relevan. Beliau menekankan pentingnya bagi peserta didik untuk giat belajar dan mengaitkannya dengan tantangan di kehidupan nyata. "Ilmu yang kalian pelajari di bangku madrasah adalah bekal nyata untuk menghadapi kerasnya dunia. Jangan hanya pintar secara teori, tapi asahlah mental dan karakter agar kalian mampu menjadi solusi di tengah masyarakat," pesan Gus Riza di hadapan ribuan siswa. Setelah tausiyah berakhir, acara dilanjutkan dengan doa bersama untuk keberkahan MTsN 1 Kota Kediri di usianya yang ke-56. Sebagai penutup rangkaian acara yang berkesan, seluruh warga madrasah berkumpul di Aula MTsN 1 Kota Kediri untuk melaksanakan tradisi makan mbareng (bersama). Tradisi makan bersama ini menjadi simbol kuatnya ukhuwah dan kekeluargaan di MASANSA. Dengan beralaskan kebersamaan, rasa syukur atas perjalanan panjang madrasah selama 56 tahun ini terpancar dari wajah setiap peserta didik dan bapak/ibu guru. Melalui momentum MASANSA Bersholawat ini, diharapkan MTsN 1 Kota Kediri terus mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan akhlakul karimah yang kokoh.
AZZAHROTUL FITRIA
KEDIRI, 4 Mei 2026 - Dalam rangka memperingati milad Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kota Kediri, seluruh warga madrasah menggelar acara sholawat bersama yang berlangsung meriah dan penuh khidmat pada hari Senin tanggal 4 Mei 2026. Kegiatan ini diadakan di halaman madrasah dan dihadiri oleh siswa, guru, beserta tenaga kependidikan MTsN 2 Kota Kediri. Acara milad tahun ini mengusung tema “Menciptakan Generasi Madani yang Mandiri dan Berprestasi.” Tema tersebut dipilih sebagai bentuk harapan agar seluruh peserta didik mampu menjadi generasi yang memiliki akhlak baik, mandiri dalam menghadapi tantangan, serta mampu meraih berbagai prestasi di bidang akademik maupun nonakademik. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan lantunan sholawat yang diiringi grup banjari madrasah dan grub banjari dari pondok pesantre Lirboyo Kediri. Suasana semakin hangat ketika seluruh jamaah bersama-sama melantunkan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW dengan penuh kekhusyukan. Acara semakin istimewa dengan kehadiran penceramah ternama, KH. M. Yasin Bisri, S.Sos.I. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan pentingnya menjaga akhlak, semangat belajar, serta menghormati orang tua dan guru sebagai bekal untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat. “Menjadi generasi madani tidak cukup hanya pintar, tetapi juga harus memiliki akhlak yang baik, mandiri, dan mampu membawa manfaat bagi lingkungan sekitar,” tutur beliau dalam ceramahnya. Kepala madrasah dalam sambutannya juga menyampaikan rasa syukur atas bertambahnya usia madrasah serta berharap MTsN 2 Kota Kediri dapat terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul dan berprestasi. Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan seluruh siswa semakin termotivasi untuk meningkatkan keimanan, mempererat ukhuwah, dan terus bersemangat dalam meraih cita-cita. Acara ditutup dengan doa Bersama yang dipimpin oleh KH. M. Yasi Bisri S. Sos I.
MUFLIHA
MALANG - Dalam upaya memperkuat resiliensi dan kepercayaan diri generasi muda di tengah distraksi algoritma digital, telah sukses diselenggarakan seminar motivasi eksklusif bertajuk "Muda Membara". Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum'at, 24 April 2026 di Gondanglegi, Malang, dengan menghadirkan M. Abdurrozzaq Naufal sebagai pemateri utama di hadapan 20 pemuda terpilih dari kalangan Gen Z. Berbeda dengan kegiatan formal institusi pada umumnya, seminar ini dirancang sebagai ruang diskusi intensif untuk menjawab keresahan spesifik yang dihadapi generasi yang lahir di era transisi teknologi, mulai dari beban mental akibat ekspektasi instan hingga kelumpuhan keputusan (decision paralysis). Sinergi Formula S-O-C-I-A-L dalam Membangun Narasi Dalam sesi pertama, M. Abdurrozzaq Naufal membedah strategi komunikasi publik menggunakan formula S-O-C-I-A-L. Teknik ini diawali dengan elemen Story (cerita pribadi) untuk membangun jembatan emosional, disusul dengan Observation mengenai fenomena pembelian barang karena rasa takut ketinggalan tren atau FOMO (Fear of Missing Out). `Abdurrozzaq menjelaskan melalui elemen Insight bahwa perilaku manusia seringkali dipengaruhi oleh narasi yang diciptakan oleh brand digital. Pendekatan ini bertujuan agar para pemuda tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi mampu menjadi komunikator yang kritis dan memiliki nilai tawar unik di depan publik. The 2026 Flex: Membedah Mantra "Man Jadda Wajada" Memasuki agenda inti, seminar membahas paradigma "The 2026 Flex", sebuah gagasan yang menantang pandangan konvensional bahwa pemuda hanya bisa memilih satu antara prestasi akademik atau non-akademik. Naufal menekankan bahwa sukses di masa depan adalah tentang kemampuan untuk menyeimbangkan keduanya dengan gaya yang otentik. Dengan mengusung mantra "Man Jadda Wajada" (Siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil), para peserta diajak untuk membangun growth mindset. "Jangan biarkan dirimu merasa gagal hanya karena tidak mampu mengikuti garis waktu artifisial yang diciptakan oleh algoritma layar," pesan Abdurrozzaq dalam sesinya. Faktor keberhasilan seperti Grit (kegigihan) dan spiritualitas menjadi poin krusial yang ditekankan untuk membakar semangat para peserta. Optimalisasi Karya dan Harapan Kedepan Selain penguatan mental, seminar ini juga memberikan pembekalan teknis mengenai strategi kesuksesan meraih cita-cita yang dipadukan dengan semangat juang dari Gen Z, mulai dari bagaimana mengfilter pergaualan yang positif hingga bagaimana menanamkan mantra "Man Jadda Wajada" sebagai semangat juang. Hal ini penting agar keresahan yang dimiliki para pemuda dapat bertransformasi menjadi semangat meraih cita-cita yang membara. Melalui kegiatan yang berlangsung hangat dan interaktif ini, diharapkan ke-20 pemuda tersebut dapat kembali ke lingkungannya dengan kepercayaan diri yang baru. Dengan semangat "Muda Membara", diharapkan muncul pionir-pionir muda yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki karakter dan ketangguhan mental yang kokoh dalam meraih cita-cita. Dan sebagai pesan akhir yang disampaikan oleh `Abdurrozzaq adalah "MIMPIMU TIDAK PUNYA BATAS, JADI JANGAN BUAT BATASANMU SENDIRI".