Thumbnail
2 months ago
Hari Pertama Tahun Ajaran Baru: Belajar, Beradaptasi, dan Mengajar di Desa Kelompanggubug

TRI SAPUTRA

Memasuki tanggal 5 Januari 2026, suasana baru terasa di Desa Kelompanggubug, Pulau Bawean. Bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru, mahasiswa KKM Arantra UIN Malang mulai menjalankan kegiatan di lingkungan sekolah. Sejak pagi hari, siswa mendatangi sekolah untuk berdiskusi bersama para guru mengenai jadwal mengajar serta sistem pembelajaran yang dinilai paling sesuai dengan kondisi dan karakter peserta didik. Diskusi ini menjadi langkah awal penting agar kegiatan mengajar dapat berjalan efektif. Mahasiswa berusaha menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan siswa, sekaligus memahami budaya belajar yang telah diterapkan di sekolah. Pada hari pertama ini, mahasiswa KKM juga ikut mengikuti apel pagi sebagai bagian dari konservasi dan penghormatan terhadap budaya sekolah. Pengalaman menarik muncul ketika siswa mulai masuk ke beberapa kelas untuk melakukan perkenalan. Pada saat inilah, siswa belajar banyak tentang bahasa Bawean secara langsung dari para siswa. Salah satunya adalah hitung-hitungan dalam bahasa Bawean, yakni setong, duek, telok, empak, lemak, enem, petok, beluk, sangak, hingga sepolo. Kata-kata ini terdengar asing, namun menjadi pengalaman berharga yang memperkaya interaksi di dalam kelas. Dari seluruh kelas yang dikunjungi, kelas 4 menjadi perhatian tersendiri. Kelas ini merupakan kelas dengan jumlah siswa terbanyak, yakni 20 orang, serta dikenal paling aktif dan paling banyak. Kelas tersebut diampu oleh siswa KKM, Nia dan Fajar, yang kemudian membagikan pengalaman mengajarnya kepada siswa lain sebagai bahan pembelajaran bersama. Hari pertama mengajar menjadi pengalaman yang penuh energi. Meski melelahkan, antusiasme siswa dan dinamika kelas justru menjadi suntikan semangat bagi siswa KKM untuk menjalani hari-hari pengabdian selanjutnya.

Thumbnail
2 months ago
KKM Unggulan Fakultas Psikologi UIN Malang Gelar Psikoedukasi Bertema "Psycotalk: Ruang Empati 2025" untuk Perkuat Mental Santri Putri Tebuireng Jombang

SYIFA ALISTYA SEVITA PUTRI

JOMBANG — Adanya penguatan kesehatan mental di lingkungan pesantren sangat diperlukan mengingat tidak hanya di lembaga umum saja melainkan di Pesantren ternyata juga diperlukan. Dalam upaya tersebut maka Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) unggulan fakultatif Universitas Islam Negeri (UIN) Malang Aksara 255, menyelenggarakan kegiatan Psikoedukasi Santri dengan judul "Psycotalk: Ruang Empati 2026" sebagai bentuk pendampingan psikologis bagi santri putri Pondok Pesantren Tebuireng, Kamis (29/1/2026) malam. Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB ini berlangsung khidmat dan interaktif di lingkungan Pondok Pesantren Tebuireng Putri. Kegiatan Psikoedukasi ini sengaja dirancang sebagai ruang dialog terbuka yang aman dan suportif bagi santri untuk memahami isu kesehatan mental agar dapat mengenali emosi diri serta membangun empati dalam kehidupan sehari-hari di pesantren. Dimana program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKM ryang menitikberatkan pada penguatan aspek psikologis dan kesejahteraan emosional santri. Dalam pemaparannya, tim KKM Unggulan Fakultas Psikologi UIN Malang Aksara menyampaikan materi psikoedukasi yang relevan dengan kehidupan santri, mulai dari pengenalan emosi, manajemen stres hingga pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah rutinitas pendidikan dan aktivitas keagamaan yang padat. Bahkan materi disampaikan dengan bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami sehingga santri dapat mengikuti kegiatan dengan antusias. Tidak hanya berhenti pada penyampaian materi akan tetapi kegiatan "Psycotalk: Ruang Empati 2026" ini juga menghadirkan sesi konseling dan pendampingan. Sesi ini memberikan kesempatan bagi santri untuk menyampaikan keluh kesah, perasaan, maupun permasalahan yang selama ini mungkin sulit diungkapkan. Sehingga melalui pendekatan empatik dan non-judgmental maka santri Pondok Pesantren Tebuireng diajak untuk mengenali diri sendiri serta menemukan cara-cara sehat dalam menghadapi tekanan emosional. Kegiatan ini merupakan wujud dari salah satu proker besar KKM Aksara yang mana dari Abah Hj. Lukman selaku mudir Pondok pesantren Tebuireng menjelaskan bahwa diharapkan kegiatan ini lahir dari hasil observasi dan dialog awal dengan lingkungan pesantren. “Kami melihat pentingnya ruang aman bagi santri untuk berbicara tentang perasaan dan kondisi mental mereka. Pesantren tidak hanya mendidik aspek intelektual dan spiritual akan tetapi juga perlu sering berkomunikasi dengan santri agar dapat memperhatikan kesehatan mental santri,” ungkapnya. Adapun kegiatan Psikoedukasi ini memberikan respon positif terlihat dari antusiasme para santri putri yang mengikuti kegiatan hingga selesai. Banyak santri yang aktif bertanya, berbagi pengalaman, serta mengikuti sesi konseling dengan penuh keterbukaan. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan edukasi kesehatan mental di lingkungan pesantren semakin relevan dan mendesak. Ditambahi pihak pesantren Tebuireng khususnya Putri Usatdzah Dian menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Kehadiran Psycotalk yang dinilai mampu menjadi sarana pendukung dalam membentuk pribadi santri yang tidak hanya kuat secara spiritual, akan tetapi juga tangguh secara mental dan emosional. Lingkungan pesantren yang sehat secara psikologis diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif dan harmonis. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan ini nantinya KKM Aksara 255 berharap santri putri Pondok Pesantren Tebuireng memiliki kesadaran lebih tinggi terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental. Serta diharapkan mampu menumbuhkan empati terhadap sesama, membangun komunikasi yang sehat, serta mengembangkan ketahanan diri dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Jombang, 31 Januari 2026  Ditulis Oleh: KKM Unggulan Fakultas Psikologi UIN Malang   

Thumbnail
2 months ago
Resmi Diluncurkan, Aplikasi Sigap Pojok Jadi Kentongan Digital Desa Pojok

NURUL MUAWANAH

Artikel ini membahas inovasi mahasiswa KKM 85 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang meluncurkan program Kentongan Digital melalui aplikasi bernama SIGAP POJOK sebagai upaya meningkatkan keamanan dan kewaspadaan masyarakat desa. Kentongan Digital merupakan pengembangan dari sistem kentongan tradisional yang selama ini digunakan warga sebagai alat komunikasi darurat. Melalui aplikasi SIGAP POJOK, sistem keamanan desa menjadi lebih modern karena memungkinkan warga untuk melaporkan kondisi darurat secara cepat dan terintegrasi menggunakan teknologi digital. Aplikasi SIGAP POJOK dirancang untuk membantu masyarakat dalam menyampaikan informasi terkait gangguan keamanan, kondisi darurat, serta kejadian penting lainnya. Dengan sistem ini, koordinasi antarwarga dan perangkat desa diharapkan menjadi lebih efektif, sehingga respons terhadap kejadian darurat dapat dilakukan dengan lebih cepat. Program ini menunjukkan peran aktif mahasiswa dalam mendorong transformasi digital di tingkat desa, sekaligus memperkuat sistem keamanan berbasis partisipasi masyarakat. Selain meningkatkan rasa aman, inovasi ini juga menjadi contoh pemanfaatan teknologi sederhana namun berdampak nyata bagi kehidupan sosial warga desa. Secara keseluruhan, artikel menegaskan bahwa kehadiran aplikasi SIGAP POJOK dan Kentongan Digital merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKM dalam mendukung keamanan desa dan memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat.

Thumbnail
2 months ago
KKM Unggulan Fakultas Psikologi UIN Malang Gelar PsychoCare untuk Pendamping Pesantren Tebuireng Jombang, Tekankan Pentingnya Mengenal Diri Sebelum Mendampingi

SITI MUTI`ATUL HASANAH

JOMBANG — Penguatan kesehatan mental di lingkungan pesantren tidak hanya diperlukan bagi santri, tetapi juga bagi para pendamping yang berperan langsung dalam proses pelatihan kesekharian. Menyadari hal tersebut, Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Unggulan Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang Aksara 255 menyelenggarakan program unggulan PsychoCare: Pendamping Sehat, Pesantren Kuat yang dirangkaikan dengan seminar bertema “Mengenal Diri Sebelum Mendampingi”, sebagai bentuk kemampuan kapasitas psikologis bagi pendamping Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jumat (30/1/2026). Kegiatan yang dilaksanakan pada pukul 19.30 WIB ini berlangsung dengan penuh antusias dan suasana reflektif di lingkungan Pondok Pesantren Tebuireng. Program PsychoCare dirancang sebagai ruang aman dan suportif bagi para pendamping untuk memahami kondisi psikologis diri, mengenali emosi pribadi, serta membangun kesiapan mental sebelum menjalankan peran pendampingan santri. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menghadirkan Ibu Bilqis Rahmanda Hakim, S.Psi., M.Psi., Psikolog selaku asisten dosen Fakultas Psikologi UIN Malang, sebagai pemateri utama. Melalui seminar “Mengenal Diri Sebelum Mendampingi”, beliau menekankan pentingnya kesadaran diri, regulasi emosi, serta kesehatan mental pendamping sebagai fondasi utama dalam proses pendampingan yang empatik dan efektif. Materi disampaikan secara komunikatif dan aplikatif, sehingga mudah dipahami serta relevan dengan realitas pendampingan di lingkungan pesantren. Tidak hanya sebatas penyampaian materi, program PsychoCare juga dilengkapi dengan sesi diskusi reflektif dan pendampingan psikologis. Pada sesi ini, para pendamping diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman, tantangan emosional, serta dinamika psikologis yang sering dihadapi dalam mendampingi santri. Pendekatan yang digunakan bersifat empatik dan tidak menghakimi, sehingga peserta merasa nyaman untuk membuka diri dan melakukan refleksi pribadi. Program PsychoCare merupakan salah satu program kerja unggulan KKM Aksara 255 yang lahir dari hasil observasi dan dialog awal dengan pihak pesantren. Abah Hj. Lukman selaku mudir Pondok Pesantren Tebuireng, menyampaikan bahwa pendamping memiliki peran strategis dalam menjaga iklim psikologis pesantren. “Pendamping yang sehat secara mental akan mampu mendampingi santri dengan lebih sabar, empatik, dan bijaksana. Oleh karena itu, kegiatan seperti PsychoCare ini sangat penting dan relevan,” ungkapnya. Respon positif juga disampaikan oleh para pendamping pesantren yang mengikuti kegiatan hingga selesai. Antusiasme terlihat dari keaktifan peserta dalam sesi diskusi, refleksi diri, serta keterbukaan dalam menyampaikan pengalaman pendampingan. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan penguatan kesehatan mental bagi pendamping pesantren semakin mendesak dan perlu mendapat perhatian berkelanjutan. Sementara itu, pihak pesantren Tebuireng Putri juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ustadzah Dian menyampaikan bahwa PsychoCare menjadi langkah strategis dalam mendukung terciptanya lingkungan pesantren yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga sehat secara psikologis. Pendamping yang mampu mengenali dirinya sendiri diharapkan dapat membangun hubungan pendampingan yang lebih hangat, manusiawi, dan penuh empati. Melalui program PsychoCare ini, KKM Aksara 255 berharap para pendamping Pondok Pesantren Tebuireng memiliki kesadaran yang lebih tinggi akan pentingnya menjaga kesehatan mental pribadi. Selain itu, diharapkan para pendamping mampu mengembangkan empati, komunikasi yang sehat, serta ketahanan psikologis dalam menjalankan peran pendampingan santri secara berkelanjutan. Jombang, 6 Februari 2026 Ditulis oleh: KKM Unggulan Fakultas Psikologi UIN Malang                                                                                                                                                                                                        

Thumbnail
2 months ago
Hangatnya Kebersamaan dalam Kegiatan Burdah Putri di Desa Ngadireso

SAFINA TUNNAJA

Kegiatan keagamaan menjadi salah satu sarana efektif dalam mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan Burdah Putri yang dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026, setelah salat Isya di masjid yang berada dekat posko Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Ngadireso. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu setempat dengan penuh antusias dan suasana yang khidmat. Lantunan shalawat menggema di dalam masjid, menghadirkan nuansa religius yang menenangkan sekaligus mempererat kebersamaan antarjamaah. Pembacaan burdah berlangsung hingga sekitar pukul 21.00 WIB. Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini bukan sekadar menghadiri majelis keagamaan. Lebih dari itu, Burdah Putri menjadi ruang silaturahmi yang hangat antara mahasiswa dan masyarakat. Interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung menghadirkan kedekatan emosional yang tulus serta memperkuat rasa kebersamaan. Setelah pembacaan burdah selesai, acara dilanjutkan dengan makan bersama yang telah disiapkan oleh ibu-ibu desa. Hidangan sederhana yang tersaji justru menjadi simbol kehangatan dan kekeluargaan. Obrolan santai dan canda ringan mengisi suasana malam itu, menciptakan momen kebersamaan yang sulit dilupakan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman berharga dalam memahami kehidupan sosial dan religius masyarakat desa secara langsung. Burdah Putri bukan hanya kegiatan rutin keagamaan, tetapi juga jembatan yang mempererat hubungan antargenerasi serta memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.

Thumbnail
2 months ago
Sosialisasi Parenting: Mendidik Anak dengan Empati sebagai Upaya Penguatan Peran Orang Tua di Dusun Gumul, Pujon – KKM Mandiri Kelompok 177 UIN Malang

KHOLID MAWARDI

Kegiatan Sosialisasi Parenting dilaksanakan di Dusun Gumul, Pujon sebagai salah satu program kerja KKM Mandiri Kelompok 177 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 2025-2026. Kegiatan ini ditujukan untuk para orang tua agar lebih memahami pentingnya mendidik anak dengan pendekatan yang penuh kasih, sabar, dan pengertian. Pemateri dalam kegiatan ini berasal dari anggota KKM Kelompok 177, yang merupakan mahasiswa Fakultas Psikologi. Dengan bekal ilmu yang dipelajari selama perkuliahan, pemateri menyampaikan tentang bagaimana cara memahami perasaan anak, pentingnya komunikasi yang baik dalam keluarga, serta cara menghadapi perilaku anak tanpa harus menggunakan amarah atau kekerasan. Penyampaian materi dibuat santai dan menggunakan contoh kehidupan sehari-hari agar mudah dipahami oleh para peserta. Selama kegiatan berlangsung, suasana terasa hangat dan interaktif. Para orang tua tidak hanya mendengarkan, tetapi juga ikut berbagi cerita mengenai pengalaman mereka dalam mendidik anak. Dari diskusi tersebut, banyak muncul pertanyaan dan refleksi bersama tentang bagaimana menjadi orang tua yang lebih sabar dan lebih peka terhadap kebutuhan anak. Melalui sosialisasi ini, diharapkan para orang tua di Dusun Gumul dapat menerapkan pola asuh yang lebih empatik di rumah. Karena pada dasarnya, anak bukan hanya membutuhkan aturan, tetapi juga membutuhkan didengar, dipahami, dan dicintai dengan cara yang tepat. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata KKM Mandiri Kelompok 177 dalam mendukung peran keluarga sebagai tempat pertama anak belajar tentang kehidupan.