Thumbnail
2 weeks ago
Jalan Sehat Kreasi: MTsN 2 Kota Kediri Rayakan Milad ke-48 dengan Semangat dan Kreativitas

MUHAMMAD AGUNG BENASHIR

Kediri, 2 Mei 2026 — Suasana meriah dan penuh warna menyelimuti lingkungan MTsN 2 Kota Kediri pada Sabtu pagi, 2 Mei 2026. Dalam rangka memperingati Milad ke-48, madrasah kebanggaan Kota Kediri ini menggelar kegiatan bertajuk "Jalan Sehat Kreasi" — sebuah perayaan yang memadukan semangat olahraga, ekspresi seni busana, dan nilai-nilai akhlaq mulia. “Membangun generasi madrasah yang sehat, kreatif, dan berakhlaq mulia untuk mewujudkan MTsN 2 Kota Kediri: Jaya, Berprestasi, dan Berintegritas.”   Pembukaan yang Penuh Semangat Acara dibuka secara resmi oleh Kepala MTsN 2 Kota Kediri, Bapak Drs. Muh. Nizar, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang madrasah yang telah memasuki usia ke-48 tahun. Momentum milad ini menjadi pengingat bagi seluruh warga madrasah untuk terus berkomitmen mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan berakhlaq mulia. Lebih dari 20 kelas turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, menjadikan perayaan Milad ke-48 sebagai salah satu yang paling semarak dalam sejarah MTsN 2 Kota Kediri. Antusias siswa, guru, dan tenaga kependidikan tampak jelas sejak pagi hari. Parade Kostum: Kreasi Terbaik Tiap Kelas Menjadi daya tarik utama acara, setiap kelas menampilkan kreasi busana dan kostum unik yang telah dipersiapkan dengan penuh semangat. Dua tema besar yang tampil menonjol adalah tema Anti-Korupsi dan tema Ecogreen (Peduli Lingkungan). Melalui kostum bertema anti-korupsi, para siswa menyuarakan nilai kejujuran dan integritas secara kreatif. Sementara itu, kostum bertema ecogreen menunjukkan kepedulian generasi muda madrasah terhadap kelestarian lingkungan hidup. Setelah unjuk kreasi di halaman madrasah, seluruh peserta berjalan bersama mengelilingi rute di sekitar madrasah. Sepanjang jalan, keceriaan terpancar dari wajah para peserta yang bangga mengenakan kostum hasil kreasi kelas masing-masing. Kehadiran mereka pun menjadi tontonan mengagumkan sekaligus kebanggaan bagi warga sekitar madrasah. Penampilan, Doorprize, dan Penghargaan Kostum Terbaik Kemeriahan semakin lengkap dengan hadirnya penampilan nyanyian dari siswa-siswi berbakat MTsN 2 Kota Kediri. Satu per satu penampilan memukau para hadirin dengan lagu-lagu yang membawa semangat dan keceriaan, menambah kehangatan suasana di hari istimewa ini. Sesi yang paling dinantikan pun tiba: pembagian doorprize dengan berbagai hadiah menarik yang disambut sorak-sorai gembira dari seluruh peserta. Tak kalah meriah, penghargaan Juara Kostum Terbaik diberikan kepada kelas-kelas yang berhasil menampilkan kreasi paling kreatif, unik, dan inspiratif. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi nyata atas dedikasi dan kerja keras para siswa dalam mempersiapkan kostum terbaik mereka. 48 Tahun Melangkah Menuju Kejayaan Milad ke-48 MTsN 2 Kota Kediri menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang madrasah dalam mendidik dan mencetak generasi penerus bangsa. Selama hampir lima dekade, MTsN 2 Kota Kediri telah konsisten hadir sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa yang sehat jasmani, kreatif dalam berkarya, dan mulia dalam berakhlaq. Kegiatan Jalan Sehat Kreasi ini sekaligus membuktikan bahwa semangat berprestasi dan berkreasi di MTsN 2 Kota Kediri terus tumbuh dari generasi ke generasi. Dengan semangat yang membara dan visi yang jelas, MTsN 2 Kota Kediri siap melangkah lebih jauh — jaya, berprestasi, dan berintegritas — untuk Indonesia yang lebih baik.   Selamat Milad ke-48, MTsN 2 Kota Kediri! Jaya, Berprestasi, dan Berintegritas.

Thumbnail
2 weeks ago
PENYERAHAN MAHASISWA ASISTENSI MENGAJAR UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG KE MTSN 2 KOTA KEDIRI

NAJMI NADILA

  Program Asistensi Mengajar Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026   Kediri — Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang secara resmi menyerahkan delapan mahasiswa peserta program Asistensi Mengajar (AM) ke Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kota Kediri. Acara penyerahan berlangsung pada Selasa, 13 Januari 2026, dan dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah, serta para Guru Pamong. Program Asistensi Mengajar merupakan salah satu bentuk implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke dunia pendidikan formal. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kompetensi pedagogis dan profesionalnya secara nyata di satuan pendidikan mitra. Serah Terima Resmi oleh Dosen Pembimbing Lapangan Penyerahan mahasiswa dilakukan secara resmi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ulil Fauziah, M.HI., kepada Kepala MTsN 2 Kota Kediri, Drs. Muh. Nizar, M.Pd. Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Kepala Madrasah dan para Guru Pamong yang akan mendampingi mahasiswa selama masa penugasan berlangsung. Kehadiran jajaran pimpinan madrasah dalam acara penyerahan ini mencerminkan komitmen MTsN 2 Kota Kediri sebagai lembaga mitra dalam mendukung penyelenggaraan program Asistensi Mengajar yang dijalankan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Mahasiswa dari Lima Program Studi Delapan mahasiswa yang diserahkan berasal dari lima program studi yang berbeda di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yakni Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Agama Islam, Tadris Matematika, Tadris Bahasa Inggris, dan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Keberagaman latar belakang program studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang komprehensif bagi kegiatan pembelajaran di madrasah. Berikut adalah daftar mahasiswa peserta program Asistensi Mengajar yang ditempatkan di MTsN 2 Kota Kediri: No. Nama Mahasiswa NIM Program Studi 1 Muhammad Agung Benashir 230104110081 Pendidikan Bahasa Arab 2 Azzahrotul Fitria 230108110040 Tadris Matematika 3 Ii Rhodhiatan 230107110013 Tadris Bahasa Inggris 4 Fadhillah Rizkia Raza 230104110151 Pendidikan Bahasa Arab 5 Najmi Nadila 230102110075 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial 6 Elisa Qotrunada 230102110149 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial 7 Reza Fahlevi Muslih 230101110086 Pendidikan Agama Islam 8 Tiffani Alviah Pusparani 230101110097 Pendidikan Agama Islam Harapan dan Tujuan Program Program Asistensi Mengajar dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi tenaga pendidik yang kompeten dan berdedikasi. Selama menjalani program ini, para mahasiswa akan terlibat langsung dalam proses pembelajaran di kelas, menyusun perangkat ajar, serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan kependidikan lainnya yang berlangsung di madrasah. Penempatan mahasiswa di MTsN 2 Kota Kediri diharapkan dapat memberi manfaat ganda: bagi mahasiswa sebagai ajang penguatan kompetensi akademik dan profesional, serta bagi madrasah sebagai tambahan sumber daya dalam mendukung kegiatan belajar mengajar yang berkualitas. Dengan terselenggaranya penyerahan ini, seluruh pihak berharap agar program Asistensi Mengajar dapat berjalan dengan lancar, produktif, dan memberikan dampak positif yang nyata bagi dunia pendidikan Islam di Indonesia.   UIN Maulana Malik Ibrahim Malang  |  Program Asistensi Mengajar  |  Tahun Akademik 2025/2026

Thumbnail
2 weeks ago
SKUA di MTsN 2 Kota Kediri: Pembiasaan Membaca dan Menghafal Surat Pendek serta Doa Harian Bersama Mahasiswa Asistensi UIN Malang

REZA FAHLEVI MUSLIH

Kota Kediri -- Penguatan Karakter Melalui Pembiasaan Ibadah Rutin  Di tengah upaya penguatan pendidikan karakter di madrasah, MTsN 2 Kota Kediri terus mengembangkan program pembinaan keagamaan melalui SKUA (Standar Kecakapan Ubudiyah dan Akhlakul Karimah). Program ini menjadi salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan di luar jam pembelajaran sebagai bentuk penguatan nilai-nilai ibadah dan akhlak peserta didik. Kegiatan SKUA dilaksanakan secara konsisten setiap hari Sabtu dan melibatkan mahasiswa asistensi mengajar dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Para mahasiswa tersebut berperan sebagai pendamping dalam proses pembelajaran, membantu guru dalam membimbing siswa agar lebih terarah dalam kegiatan ubudiyah dan pembentukan akhlak. Kegiatan yang dilakukan dalam SKUA berfokus pada pembiasaan ibadah sehari-hari, khususnya membaca dan menghafal surat-surat pendek Al-Qur’an serta doa-doa harian. Siswa dibiasakan untuk membaca bersama-sama terlebih dahulu, kemudian melanjutkan dengan hafalan secara individu maupun berkelompok. Setelah itu, siswa melakukan setoran hafalan kepada pendamping secara bergiliran. Proses ini dilakukan secara berulang agar hafalan lebih kuat dan melekat dalam ingatan. Selain surat-surat pendek, doa-doa harian juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Doa seperti sebelum dan sesudah belajar, doa makan, hingga doa kegiatan sehari-hari lainnya diajarkan dan dihafalkan secara rutin. Pembiasaan ini diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang tidak hanya memahami, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Suasana kegiatan berlangsung dengan tertib, religius, dan penuh semangat. Mahasiswa asistensi mengajar turut aktif membimbing pelafalan siswa, memperbaiki bacaan, serta memberikan motivasi agar siswa lebih percaya diri dalam menghafal. Interaksi yang terjalin antara mahasiswa dan peserta didik menciptakan suasana yang lebih akrab dan menyenangkan, sehingga siswa lebih antusias dalam mengikuti kegiatan. Melalui program SKUA ini, MTsN 2 Kota Kediri berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat serta berakhlakul karimah. Kolaborasi dengan mahasiswa asistensi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi salah satu bentuk sinergi positif dalam memperkuat pendidikan karakter di lingkungan madrasah.

Thumbnail
2 weeks ago
Pamit dengan Hangat: Penarikan Mahasiswa Asistensi Mengajar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dari MTsN 2 Kota Kediri

ELISA QOTRUNADA

Kediri, 12 Mei 2026 — Ada suasana haru bercampur syukur di lingkungan MTsN 2 Kota Kediri pada Senin, 12 Mei 2026. Hari itu menjadi momen perpisahan yang berkesan antara pihak sekolah dengan 8 mahasiswa peserta program Asistensi Mengajar (AM) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, yang resmi ditarik kembali ke kampus setelah menuntaskan pengabdian mereka. Acara penarikan berlangsung dengan khidmat dan penuh kehangatan. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala MTsN 2 Kota Kediri, para Wakil Kepala Madrasah beserta staf, serta para guru pamong yang selama ini menjadi pendamping setia para mahasiswa di lapangan. Kepala MTsN 2 Kota Kediri dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tulus kepada seluruh mahasiswa yang telah memberikan kontribusi nyata bagi proses pembelajaran di madrasah. Beliau mengungkapkan bahwa kehadiran para mahasiswa AM bukan sekadar membantu tugas administratif, melainkan turut membawa semangat dan energi baru bagi siswa-siswi maupun guru di lingkungan MTsN 2 Kota Kediri. "Kami sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari perjalanan akademik adik-adik mahasiswa. Semoga ilmu dan pengalaman yang didapat di sini bermanfaat untuk ke depannya." Selama menjalani program Asistensi Mengajar, 8 mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini telah aktif terlibat dalam berbagai kegiatan belajar mengajar di kelas, mendampingi guru dalam menyiapkan perangkat pembelajaran, hingga berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler dan program madrasah lainnya. Para guru pamong yang selama ini mendampingi mereka pun tak segan mengungkapkan kesan positif. Dedikasi, kreativitas, dan semangat para mahasiswa dinilai menjadi nilai tambah tersendiri bagi suasana akademik di MTsN 2 Kota Kediri. Program Asistensi Mengajar sendiri merupakan bagian dari implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang mendorong mahasiswa untuk terjun langsung ke dunia pendidikan sebelum benar-benar menjadi tenaga pengajar profesional. Bagi MTsN 2 Kota Kediri, program ini pun menjadi kesempatan emas untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi Islam terkemuka seperti UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Wakil Kepala Madrasah yang turut hadir menegaskan bahwa pihak sekolah selalu membuka pintu untuk kerja sama serupa di masa mendatang. Hubungan antara madrasah dan kampus dinilai perlu terus dipererat demi kemajuan pendidikan Islam di Indonesia. Di penghujung acara, suasana haru tak terbendung saat para mahasiswa berpamitan satu per satu kepada guru pamong dan staf madrasah. Foto bersama, ucapan terima kasih, dan doa yang tulus menjadi penutup yang indah dari perjalanan pengabdian mereka. Bagi para mahasiswa, pengalaman di MTsN 2 Kota Kediri tentu menjadi bekal berharga sebelum mereka melangkah lebih jauh dalam dunia pendidikan. Dan bagi MTsN 2, kenangan bersama mahasiswa-mahasiswa penuh semangat ini akan selalu menjadi bagian dari cerita indah madrasah. Selamat melanjutkan perjalanan, para pejuang pendidikan muda. Semoga ilmu yang telah dibagi terus tumbuh dan bermanfaat!  

Thumbnail
2 weeks ago
Momen Hangat Warnai Penutupan KKM SA 57 di TPQ Baitus Sholihin

TIFFANI ALVIAH PUSPARANI

Kota Kediri -- Setelah menjalani pengabdian selama satu bulan penuh, mahasiswa KKM Sandya Arkatama 57 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) resmi menutup rangkaian kegiatan mereka di TPQ Baitus Sholihin, Banaran, Kota Kediri, Rabu (29/4/2026). Penutupan berlangsung dalam suasana hangat, sederhana, namun sarat makna kebersamaan. Sejak awal kegiatan, nuansa kekeluargaan sudah terasa. Penutupan tidak hanya menjadi agenda formal, tetapi juga menjadi ruang pertemuan emosional antara mahasiswa KKM dan para santri yang selama ini telah belajar dan berinteraksi bersama. Acara penutupan diawali dengan aktivitas rutin bersama santri, sebelum kemudian dilanjutkan ke rangkaian acara inti. Para santri tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan, sementara mahasiswa KKM berusaha menikmati setiap momen kebersamaan yang tersisa. Seremoni dibuka secara resmi oleh pembawa acara dengan suasana tertib namun tetap santai. Sambutan pertama disampaikan oleh Pujiono, S.Pd.I yang mewakili Kepala TPQ Baitus Sholihin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKM yang dinilai mampu memberikan warna baru dalam proses pembelajaran di TPQ. Menurutnya, kehadiran mahasiswa tidak hanya membantu kegiatan belajar mengajar, tetapi juga menghadirkan semangat dan pendekatan baru yang lebih dekat dengan dunia anak-anak. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Koordinator TPQ, Ustadz Fathoni. Ia menyoroti bagaimana mahasiswa KKM mampu menjalin hubungan yang akrab dengan para santri. Ia menilai, peran mahasiswa tidak terbatas sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping yang mampu membangun suasana belajar yang menyenangkan. Ketua KKM Sandya Arkatama 57, Muhammad Agung Benshir, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat dari pihak TPQ sejak awal hingga akhir kegiatan. "Satu bulan mungkin terasa singkat, tetapi pengalaman, pembelajaran, dan kebersamaan yang kami dapatkan di sini akan menjadi bekal berharga bagi kami ke depan," ujarnya. Suasana haru semakin terasa saat Ketua TPQ Baitus Sholihin, Iin Fitriyah, SE, menyampaikan pesan secara langsung kepada para mahasiswa. Dengan nada tulus, ia mengungkapkan rasa terima kasih atas dedikasi mahasiswa selama masa pengabdian. "Kami mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya. Kami belum bisa memberikan sesuatu yang sepadan, hanya bisa memberikan jamuan sederhana ini. Semoga silaturahmi tetap terjaga," tuturnya. Ucapan tersebut disambut dengan suasana hening sejenak, sebelum kemudian diiringi senyum dan kehangatan dari seluruh peserta yang hadir. Selama masa pengabdian, mahasiswa KKM Sandya Arkatama 57 menghadirkan berbagai program edukatif yang dirancang sesuai kebutuhan santri. Salah satu program yang paling berkesan adalah Lingo Funtime, yakni kegiatan pembelajaran bahasa Arab dan Inggris berbasis permainan. Program ini mendapat respons positif karena mampu menghadirkan suasana belajar yang interaktif dan tidak monoton. Para santri terlihat aktif, antusias, dan lebih percaya diri dalam mengenal kosakata baru. Sebagai bagian dari penutupan, dilakukan penyerahan sertifikat dari pihak KKM kepada TPQ Baitus Sholihin sebagai bentuk cinderamata dan simbol kerja sama yang telah terjalin. Momen ini menjadi penanda resmi berakhirnya kegiatan pengabdian, sekaligus bentuk penghargaan atas kolaborasi yang telah berlangsung selama satu bulan. Setelah rangkaian formal selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ramah-tamah dan makan bersama. Suasana menjadi lebih cair ketika mahasiswa dan santri duduk bersama, berbincang santai, dan menikmati hidangan yang disajikan. Tawa, cerita ringan, dan interaksi sederhana menjadi penutup yang justru paling berkesan. KKM Sandya Arkatama 57 terdiri dari delapan mahasiswa, yaitu dua laki-laki dan enam perempuan, yang selama satu bulan aktif mendampingi kegiatan pembelajaran di TPQ Baitus Sholihin. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memberikan kontribusi bagi masyarakat, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata dalam memahami dinamika sosial, pendidikan keagamaan, serta pentingnya membangun hubungan yang humanis dengan masyarakat. Penutupan ini menjadi akhir dari rangkaian program KKM, namun bukan akhir dari hubungan yang telah terjalin. Kehangatan yang tercipta selama satu bulan diharapkan dapat terus berlanjut dalam bentuk silaturahmi di masa mendatang.

Thumbnail
2 weeks ago
Peringatan isra mikraj nabi muhammad Saw 1447H di MTsn 2 kota kediri

FADHILLAH RIZKIA RAZA

kota kediri Kamis, 15 Januari 2026 MTsN 2 Kota Kediri memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad sebagai momentum refleksi spiritual bagi seluruh warga madrasah. Kegiatan ini menjadi kenangan akan peristiwa agung perjalanan Rasulullah yang meneguhkan perintah salat sebagai landasan utama terbentuknya iman dan akhlak. Melalui peringatan Isra Mikraj, MTsN 2 Kota Kediri berkomitmen menanamkan nilai keimanan, kedisiplinan ibadah, serta keteladanan akhlak mulia dalam kehidupan peserta didik agar tumbuh menjadi generasi madrasah yang religius, cerdas, dan berkarakter islami. Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad Saw 1447H MTsN 2 Kota Kediri menggelar kegiatan Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H pada Kamis, 15 Januari 2026, yang berlangsung khidmat dan penuh makna. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Madrasah, Drs. Muh. Nizar, M.Pd., dan diisi dengan pengajian oleh Gus Aan, pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Kepuhrejo, Kabupaten Kediri. Mengangkat tema *"Menjaga Iman Remaja di Era Digital"*, Gus Aan menyampaikan pesan penting tentang penguatan akidah, akhlak, serta bijak dalam memanfaatkan teknologi di tengah derasnya arus digital, khususnya bagi generasi remaja madrasah.