II RHODHIATAN
KOTA KEDIRI --- Kelompok mahasiswa asistensi mengajar turut berkontribusi dalam mendukung terselenggaranya kegiatan Seminar Parenting dan Doa Bersama yang dilaksanakan pada 2 April 2026 di Masjid Al Azhar MTsN 2 Kota Kediri. Kegiatan ini mengusung tema "Mengetok Pintu Langit, Mengiringi Langkah Ananda Menuju Kelulusan dengan Doa dan Cinta" sebagai bentuk penguatan spiritual dan dukungan moral bagi siswa yang akan menghadapi ujian kelulusan. Kegiatan yang diikuti oleh wali murid dan guru ini diawali dengan registrasi peserta melalui penandatanganan daftar hadir. Acara kemudian dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh salah satu siswa, yang menciptakan suasana khidmat sejak awal kegiatan. Kepala Madrasah, Drs. Muh. Nizar M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkembangan zaman yang pesat menuntut adanya sinergi yang kuat antara orang tua dan guru dalam mendidik anak. Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mencakup pembinaan emosional, mental, spiritual, serta pembentukan karakter dan akhlak. Menurutnya, komunikasi yang efektif antara lingkungan keluarga dan sekolah menjadi kunci utama dalam mendukung perkembangan anak secara optimal. Selanjutnya, kegiatan diisi dengan penyampaian materi parenting oleh Gus Syaikhul Izzat Sya'roni beliau merupakan pengasuh PP Tahfidzul qur'an Al hidayah bandar kidul kota kediri. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa anak merupakan amanah yang harus dibimbing tidak hanya untuk keberhasilan duniawi, tetapi juga keselamatan di akhirat. Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan melalui doa, pembiasaan ibadah, serta keteladanan (uswatun hasanah) dalam kehidupan sehari-hari. Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk memohon kemudahan bagi para siswa dalam menghadapi ujian menjelang kelulusan. Suasana khusyuk terasa ketika seluruh peserta bersama-sama memanjatkan doa dengan penuh harap. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan sholat Maghrib berjamaah dan dzikir, serta ditutup dengan makan bersama di lingkungan sekolah sebagai bentuk kebersamaan sekaligus mempererat silaturahmi antar peserta. Dalam kegiatan ini, mahasiswa asistensi mengajar berperan aktif dalam membantu berbagai aspek teknis, mulai dari proses registrasi hingga memastikan kelancaran jalannya acara. Atas kontribusi tersebut, Ibu Masfufah selaku ketua pelaksana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para mahasiswa yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan dengan baik dan tertib. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang semakin erat antara wali murid dan pihak sekolah dalam mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh, baik dari aspek akademik maupun karakter.
AURA ANYA SYAHARIYA
Blitar – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 13 Blitar kembali menunjukkan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga aktif dalam pengembangan karakter dan bakat peserta didik melalui perayaan Milad tahun 2026 yang diselenggarakan selama 4 hari, mulai Sabtu (7/2/2026) hingga Rabu (11/2/2026). Kegiatan milad ini diikuti dengan penuh semarak dan antusiasme tinggi dari seluruh warga madrasah serta dukungan berbagai pihak. Rangkaian kegiatan Milad secara resmi dibuka pada hari pertama, Sabtu (7/2/2026), oleh Kepala MIN 13 Blitar, Bapak Muhammad Na’im M.Pd.I Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa peringatan milad bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan serta memperkuat karakter religius dan kebersamaan di lingkungan madrasah. Beliau juga berharap seluruh peserta didik dapat menjadikan kegiatan ini sebagai sarana untuk menggali potensi diri dan menumbuhkan rasa percaya diri. Memasuki inti kegiatan hari pertama, suasana madrasah dipenuhi semangat kompetisi melalui berbagai lomba internal yang diikuti oleh siswa dari kelas I hingga VI. Beragam cabang lomba diselenggarakan untuk mengakomodasi minat dan bakat siswa di berbagai bidang. Pada bidang seni dan bahasa, lomba yang digelar antara lain melukis, pidato tiga bahasa, puisi, menyanyi, kaligrafi, tahfidz, serta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Sementara itu, pada bidang seni gerak dan bela diri, siswa juga berpartisipasi dalam lomba tari dan pencak silat. Tidak ketinggalan, cabang olahraga turut memeriahkan kegiatan, seperti lari, lompat jauh, tolak peluru, bulu tangkis, catur, tenis meja, dan voli. Antusiasme peserta terlihat dari kesungguhan mereka dalam mengikuti setiap perlombaan. Tidak hanya berorientasi pada kemenangan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, serta kerja keras. Suasana kompetisi yang sehat dan penuh keceriaan menjadi warna tersendiri pada hari pertama pelaksanaan Milad. Kegiatan berlanjut pada hari kedua, Senin (9/2/2026), dengan penyelenggaraan lomba eksternal yang melibatkan peserta dari jenjang Taman Kanak-Kanak dan Raudhatul Athfal (TK/RA). Kegiatan ini menjadi salah satu daya tarik utama karena melibatkan masyarakat luar sekaligus mempererat hubungan antara madrasah dengan lingkungan sekitar. Untuk jenjang A, lomba yang diselenggarakan adalah mewarnai, sedangkan pada jenjang B, peserta mengikuti lomba mewarnai, menyanyi, dan hafalan surat pendek. Suasana penuh keceriaan dan kegembiraan tampak jelas dari wajah para peserta didik usia dini yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana edukatif untuk menumbuhkan kreativitas, keberanian tampil, serta kecintaan terhadap kegiatan positif sejak usia dini. Bagi MIN 13 Blitar, kegiatan ini sekaligus menjadi media untuk memperkenalkan lingkungan madrasah kepada masyarakat luas.
KELIK NUGRAHADI
MALANG - Kantor Kementerian Agama Kota Malang mendorong optimalisasi fungsi masjid agar bertransformasi menjadi pusat edukasi keluarga (family corner) guna membentengi masyarakat dari dampak sosial dan hukum akibat perzinaan yang kian kompleks. Visi ini ditegaskan oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Malang, Ustadz H. Achmad Shamton, S.HI., M.HI., dalam kajian bertema "Lindungi Keluarga dan Anak Turunmu dari Perbuatan Zina" yang diselenggarakan oleh Masjid An-Nur BMW, Ahad (11/01/2026). Beliau memaparkan bahwa kesadaran keluarga merupakan ruang pertama dalam pembentukan akhlak, karakter, dan masa depan anak, sehingga penguatan peran keluarga menjadi langkah awal yang vital dalam membentuk masyarakat yang berakhlak dan berdaya tahan secara moral. Dalam penyampaian materinya, Ustadz Achmad Shamton memberikan peringatan keras mengenai dampak jangka panjang perbuatan zina dengan merujuk pada pandangan Imam Syafii yang menyebutkan bahwa zina adalah sebuah hutang. "Zina bukan hanya persoalan dosa personal, tetapi juga membawa dampak serius terhadap struktur keluarga. Dalam ajaran Islam, anak yang lahir di luar pernikahan hanya memiliki hubungan perdata dengan ibu dan keluarga ibunya, sebagaimana diatur dalam KHI Pasal 100. Kita harus waspada, karena menurut Imam Syafii, zina itu adalah hutang; ketika seseorang melakukan zina, sering kali garis keturunannya juga melakukan hal yang sama," ujar Ustadz Achmad Shamton dalam kajiannya. Lebih lanjut, beliau membedah mekanisme syariat yang berfungsi melindungi hak-hak dalam keluarga, seperti li’an, iddah, dan fasakh. Beliau menjelaskan secara detail mengenai perbedaan perspektif madzhab dalam hukum keluarga untuk memberikan wawasan hukum yang komprehensif kepada jamaah. "Syariat menyediakan jalan seperti li’an sebagai cara untuk menafikkan anak, dengan catatan anak tersebut masih di bawah umur enam bulan. Terkait persoalan rumah tangga, hak fasakh nikah dalam madzhab Hanafi berada pada bapak, sedangkan dalam madzhab Syafii wewenang tersebut ada pada hakim. Selain itu, hukuman duniawi seperti cambuk 80 kali bagi pelaku qadzaf berfungsi sebagai Takhfiful 'Adzab atau peringanan siksa di akhirat nanti," tambahnya. Kegiatan yang diikuti dengan antusias oleh jamaah ini diharapkan mampu menjadikan Masjid An-Nur tidak sekadar tempat ibadah, tetapi juga ruang edukasi yang efektif dalam menanamkan nilai spiritual dan sosial kepada masyarakat. Esensi kajian ini dinilai sangat berhasil dalam menambah wawasan keagamaan. Melalui sinergi ini, masjid An-Nur berharap masyarakat semakin menyadari bahwa menjaga kehormatan keluarga merupakan investasi krusial dalam menjaga masa depan generasi mendatang. Antusiasme jamaah dalam menyerap materi hukum yang kompleks ini tetap menjadi langkah awal yang positif dalam membangun masyarakat yang berdaya tahan secara moral.
LANA NAJMAH FAIRUZA
MALANG (08-01/2026) – Masjid Annur kembali menunjukkan perannya bukan hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi umat. Bekerja sama dengan IBRA Creative Studio, Masjid An-nur menggelar seminar inspiratif bertema "Menjadi Kreator Digital: Peluang Passive Income untuk Siapa Saja" yang ditujukan khusus bagi mahasiswa UIN Malang yang sedang menjalankan KKN. Tujuan acara ini guna membekali mahasiswa KKN dengan keterampilan ekonomi kreatif di era digital. Hadir sebagai pemateri, CEO IBRA Creative Studio, Salman Al-Farizi yang kini memimpin perusahaan dibawah naungan PT Ibra Digitech International membagikan rahasia bagaimana mengubah ide kreatif menjadi aset digital bernilai dollar. IBRA dikenal sebagai studio yang berfokus pada penyediaan produk digital berkualitas tinggi untuk mempercepat proses desain para penggunanya secara global. Di hadapan mahasiswa KKN, Pak Salman menekankan pentingnya persistensi. Beliau bercerita bahwa kesuksesannya membangun IBRA hingga memiliki 50 karyawan saat ini diawali dengan penuh perjuangan. "Dulu, produk digital yang saya buat tidak langsung laku. Perlu waktu berbulan-bulan tanpa ada penjualan sama sekali. Namun, konsistensi adalah kuncinya," ungkap Pak Salman. Ia memotivasi mahasiswa agar tidak cepat menyerah saat merintis karier sebagai kreator digital. Dalam sesinya, Pak Salman menjelaskan bahwa saat ini IBRA fokus pada pembuatan desain grafis, animasi, infografis, hingga pembuatan font (typeface) yang modern dan kasual. Keunggulan utamanya adalah biaya produksi yang rendah namun bisa dijual berkali-kali secara global. Mahasiswa KKN 09-Karsa Nawasena UIN Malang juga dibekali kemampuan teknis untuk menjadi kontributor di platform internasional seperti Shutterstock. Platform ini menjadi salah satu pintu masuk bagi mahasiswa untuk mendapatkan pendapatan pasif dalam bentuk dollar meskipun masih disibukkan dengan kegiatan akademik. Selain materi di dalam masjid, para peserta juga mendapatkan kesempatan istimewa untuk melakukan tour ke studio IBRA. Di sana, mahasiswa melihat langsung proses kerja profesional dalam pembuatan aset digital dan company branding. Tim KKN juga diajak melihat budaya kerja di IBRA yang menyeimbangkan sisi profesional dan spiritual. Setiap pagi, kegiatan di studio dimulai dengan mengaji bersama. IBRA juga sangat terbuka bagi talenta muda melalui program magang (intern). Di studionya, terdapat pemisahan ruangan yang jelas antara karyawan tetap dan karyawan magang untuk menjaga fokus kerja. Uniknya, IBRA menerapkan sistem istirahat yang fleksibel bagi karyawan tetap agar tidak mengganggu kreativitas, sementara untuk peserta magang, jam istirahat ditetapkan secara teratur pada pukul 12.00-13.00 WIB. Sebagai penutup, Pak Salman memberikan pesan kuat yang menjadi motto hidupnya: "Mulai aja dulu." Menurutnya, banyak seseorang yang terlalu lama berteori sehingga takut melangkah. Dengan berani memulai, pengalaman akan menjadi guru terbaik yang membentuk mentalitas pengusaha.
PUTRI FARHANAH
Upaya menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah terus dilakukan oleh anggota KKM Nawasena 97 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Dusun Sumbersari. Salah satu program yang dilaksanakan adalah pembangunan insinerator atau tungku pembakaran sampah serta pembuatan plang edukasi sampah. Pembangunan insinerator dilakukan secara gotong royong bersama pemuda Dusun Sumbersari. Prosesnya dimulai dari pengadukan bahan bangunan hingga penyusunan bata, yang dikerjakan bersama sebagai bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat setempat. Insinerator ini diharapkan dapat menjadi solusi sederhana dalam pengelolaan sampah yang sulit terurai. Selain pembangunan insinerator, anggota KKM Nawasena 97 juga membuat plang edukasi sampah. Plang ini berisi informasi tentang jenis sampah dan waktu penguraiannya di alam. Proses pembuatan plang dilakukan bersama, mulai dari pemotongan bahan, pengecatan, hingga pemasangan di lokasi yang mudah dilihat oleh warga. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Dusun Sumbersari semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Gotong royong antara mahasiswa dan pemuda desa menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
SITI DWI NURYANI
(21/01/2026) Dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa, KKM 36 Ardhacitta UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Stop Bullying pada tanggal 20–21 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di MI KH. Romly Tamim dan SDN 01 Belung, dengan sasaran siswa-siswi di kedua sekolah tersebut. 'Program ini diinisiasi oleh Rio Zidan Maulana Azis dan Siti Dwi Nuryani sebagai penanggung jawab kegiatan. Sosialisasi ini bertujuan membantu siswa memahami bahaya bullying sejak dini, menumbuhkan kesadaran untuk saling menghargai, serta mendorong keberanian dalam mengekspresikan perasaan secara sehat.Kegiatan diawali dengan penjelasan mengenai apa itu bullying, bentuk-bentuknya, serta dampak yang bisa ditimbulkan baik bagi korban maupun pelaku. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa. Anak-anak diajak menyadari bahwa tindakan mengejek, merendahkan, atau mengucilkan teman bukanlah hal yang wajar maupun dapat dibenarkan. Sesi berikutnya menjadi momen yang cukup reflektif. Siswa diminta menuliskan perasaan mereka seolah-olah berada di posisi korban bullying. Melalui metode ini, mereka belajar memahami sudut pandang orang lain dan menyadari bahwa setiap perkataan memiliki dampak. Beberapa siswa tampak serius menuliskan isi hati mereka, sementara yang lain mulai berani berbagi pendapat saat sesi diskusi berlangsung.Sebagai penutup, kegiatan dilengkapi dengan pemutaran video edukasi anti-bullying yang memberikan gambaran nyata tentang dampak perundungan serta pentingnya kepedulian antar teman. Video tersebut menjadi penguat bahwa menciptakan lingkungan yang aman bukan hanya tugas guru, tetapi juga tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, terlihat adanya perubahan cara pandang siswa terhadap tindakan mengejek atau merendahkan teman. Mereka mulai memahami bahwa empati adalah kunci dalam membangun pertemanan yang sehat.Bagi mahasiswa KKM 36 Ardhacitta, kegiatan ini bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi juga menjadi pengingat bahwa lingkungan yang nyaman dimulai dari hal-hal sederhana: menghargai, mendengarkan, dan tidak menyakiti. Harapannya, pesan yang disampaikan tidak berhenti di ruang kelas, melainkan terus tumbuh dalam keseharian siswa di sekolah maupun di luar sekolah.