Thumbnail
2 months ago
Di Balik Senyum Kader: KKM Dharmabhakti Turut Hadir dalam Penyaluran Honorarium

KHOLISATUL MUNAWAROH

Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk beradaptasi dengan lingkungan desa, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung berbagai kegiatan masyarakat. Salah satu wujud keterlibatan tersebut ditunjukkan oleh Kelompok KKM Dharmabhakti 46 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang turut membantu dalam kegiatan penyaluran kehormatan kader desa. Kegiatan penyaluran kehormatan kader ini dilaksanakan pada hari Selasa, 23 Desember 2025. Kader yang terlibat meliputi kader Posyandu, Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Lansia (BKL), dan Bina Keluarga Remaja (BKR) yang selama ini memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan sosial dan kesehatan di masyarakat. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Kenongo, Bapak Sugiarto, Sekretaris Desa, Bapak Sutrisno, serta Kepala Dusun Kenongo, Bapak Angga. Kehadiran anggota KKM Dharmabhakti 46 menjadi bentuk dukungan serta kepedulian terhadap para kader yang telah berkontribusi aktif bagi desa. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar. Sejak awal kegiatan, anggota KKM Dharmabhakti 46 juga membantu dalam mendampingi proses penyaluran kehormatan, memastikan alur kegiatan berjalan sesuai dengan ketentuan, serta membantu menjaga kelancaran selama kegiatan berlangsung. Kerja sama yang terjalin antara mahasiswa KKM, perangkat desa, dan para kader menciptakan suasana yang kondusif dan penuh kebersamaan. Dalam kegiatan ini, anggota KKM Dharmabhakti 46 berperan sebagai pendamping dan fasilitator. Mahasiswa membantu secara teknis tanpa memerlukan peran utama, sehingga proses penyaluran tetap berjalan sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat meringankan tugas panitia serta memberikan dukungan moral kepada para kader yang hadir. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM Dharmabhakti 46 juga mendapatkan pembelajaran berharga mengenai pentingnya peran kader dalam pembangunan sosial masyarakat. Kader Posyandu, BKB, BKL, dan BKR merupakan garda terdepan dalam pelayanan berbasis keluarga, sehingga apresiasi terhadap dedikasi mereka menjadi hal yang sangat penting. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa empati, tanggung jawab, dan kepedulian sosial bagi mahasiswa, sebagaimana Arahan dan pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM Dharmabhakti 46, Ibu Farid Munfaati, M.Pd. Penyaluran honorarium ini tidak hanya menjadi agenda administratif, tetapi juga menjadi ruang interaksi antara mahasiswa dan masyarakat. Hubungan yang terjalin selama kegiatan yang diharapkan dapat memperkuat sinergi antara KKM Dharmabhakti 46 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan warga desa, sehingga program-program pengabdian selanjutnya dapat berjalan dengan lebih optimal. Sebagai penutup, keterlibatan KKM Dharmabhakti 46 dalam kegiatan penyaluran kehormatan kader ini menjadi salah satu bentuk komitmen mahasiswa dalam mendukung kegiatan desa. Diharapkan kerja sama dan kebersamaan yang telah terbangun dapat terus terjaga, serta kehadiran mahasiswa KKM mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Thumbnail
2 months ago
Pembukaan KKM 109 UIN Maulana Malik Ibrahim di Pondok Pesantren Bahrul Ulum dalam kegiatan Upacara

MUCHAMMAD ROICHAN MAWARDI

Kediri, 6 Januari 2026- Pagi yang tenang di Pondok Bahrul Ulum Kandangan menjadi saksi dimulainya langkah pengabdian mahasiswa KKM 109 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Suasana khidmat terasa sejak awal kegiatan, ketika seluruh elemen pondok pesantren berkumpul dalam satu barisan untuk mengikuti upacara bendera yang sekaligus menjadi pembuka resmi rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) tahun 2025. Upacara bendera diikuti dengan tertib oleh seluruh warga Pondok Pesantren Bahrul Ulum, mulai dari siswa SMP Islam Plus Al-Hikam, MA Plus Al-Hikam, para bapak dan ibu guru, hingga mahasiswa KKM 109. Kebersamaan yang terjalin dalam balutan kegiatan sederhana ini mencerminkan nilai kedisiplinan, nasionalisme, dan semangat persatuan yang menjadi ruh dari kegiatan KKM itu sendiri. Momentum upacara tidak hanya menjadi rutinitas seremonial, tetapi juga menjadi penanda awal kehadiran mahasiswa KKM 109 di lingkungan pondok pesantren. Puncak acara pembukaan ditandai dengan pemasangan ID Card secara simbolis kepada Ketua KKM 109, sebagai bentuk penerimaan resmi mahasiswa oleh pihak pondok sekaligus simbol dimulainya pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat pesantren. Prosesi berlangsung dengan penuh penghormatan dan rasa tanggung jawab. Seluruh rangkaian acara berjalan khidmat dari awal hingga akhir, menunjukkan kesiapan mahasiswa KKM 109 untuk beradaptasi, belajar, dan mengabdi bersama lingkungan Pondok Bahrul Ulum Kandangan. Kehadiran mahasiswa disambut dengan sikap terbuka dan penuh harapan, menjadi awal yang baik untuk membangun kolaborasi yang harmonis. Pembukaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi pijakan awal bagi mahasiswa KKM 109 UIN Malang untuk menanamkan nilai pengabdian, keikhlasan, serta kontribusi nyata dalam dunia pendidikan dan pesantren. Dengan semangat kebersamaan yang telah terbangun sejak hari pertama, diharapkan seluruh program KKM dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi semua pihak. Langkah kecil di pagi hari itu menjadi awal dari perjalanan panjang pengabdian. Dari Pondok Bahrul Ulum Kandangan, mahasiswa KKM 109 memulai cerita tentang belajar hidup bermasyarakat, mengabdi dengan hati, dan tumbuh bersama dalam nilai-nilai kebersamaan.

Thumbnail
2 months ago
KKM PUSPAGA UIN MALANG SOSIALISASIKAN GAYA POLA ASUH TERBAIK DI ERA DIGITAL

AMILA HUBBIY ANDINI

Peweimalang.com, Kota Malang — Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri UIN Malang mengadakan sosialisasi pola asuh anak. Bertempat di aula Kertosari, Kelurahan Ketawanggede, Lowokwaru Kota Malang yang mendapat respon positif dari warga setempat  Suasana Aula Kertosari, Kelurahan Ketawanggede, dipadati oleh antusiasme warga, guru PAUD, wali murid, dan tokoh masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Pola Asuh Anak berjudul “Menemukan Gaya Pengasuhan Terbaik untuk Si Kecil.”  Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 28 Januari 2025, dengan tujuan utama meningkatkan pemahaman orang tua dan pendidik tentang pola asuh yang tepat di era digital. Event yang diselenggarakan di Aula Kertosari ini melibatkan PKK Kelurahan Ketawanggede,  Guru PAUD setempat, Wali murid PAUD, dan beberapa tokoh masyarakat Kelurahan Ketawanggede. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana sosialisasi bagi masyarakat, guru PAUD, dan wali murid PAUD di sekitar Kelurahan Ketawanggede. Dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang pola asuh yang relevan dengan tantangan masa kini. Juga sebagai upaya untuk memperkuat kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan komunitas dalam mendukung tumbuh kembang anak. Serta tujuan lainnya adalah menyediakan panduan praktis bagi orang tua menghadapi dinamika pengasuhan di era digital. Selain peran PKK, para pendidik dari KKM PSGA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut memaparkan materi terkait pola asuh yang responsif dan adaptif terhadap kebutuhan anak-anak PAUD. Diskusi interaktif juga disuguhkan untuk menggali solusi praktik terbaik yang dapat diadopsi keluarga dan sekolah setempat. Kegiatan sosialisasi ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi lintas instansi dapat memperkuat upaya pengasuhan anak yang sehat di tingkat keluarga maupun komunitas. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan setiap si kecil di Ketawanggede dapat tumbuh dalam pola asuh yang aman, penuh kasih, dan mendukung perkembangan optimal.

Thumbnail
2 months ago
KKM 153 ARCAPADA: Langkah Awal dengan Masyarakat Padi, Talangsuko

AISAH SALSABILA

Awal Pengabdian dan Proses Adaptasi Kegiatan KKM UIN Malang diawali dengan pelepasan resmi dari kampus sebagai simbol dimulainya pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat. Setelah itu, mahasiswa mulai beradaptasi dengan lingkungan desa melalui silaturahmi bersama warga sekitar serta perangkat RT dan RW. Interaksi awal ini menjadi langkah penting untuk memperkenalkan keberadaan mahasiswa sekaligus memahami dinamika sosial dan kebiasaan masyarakat setempat.   Pemetaan Kebutuhan dan Kolaborasi Lokal Dalam upaya merancang program kerja yang relevan, mahasiswa KKM 153 melakukan koordinasi dengan berbagai pihak di desa. Salah satunya melalui kunjungan ke Taman Bacaan Masyarakat (TBM) untuk mendiskusikan kebutuhan sarana, jenis kegiatan literasi, serta peluang keberlanjutan program. Selain itu, mahasiswa juga menjalin komunikasi dengan Kepala Desa dan pengelola TPQ guna menyelaraskan program KKM dengan kebutuhan pendidikan dan pembinaan keagamaan masyarakat.   Partisipasi dalam Kegiatan Sosial dan Keagamaan Mahasiswa juga turut terlibat dalam kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat. Keikutsertaan dalam kegiatan seperti ngawulo (27/12/2025), pengajian rutin, serta interaksi bersama ibu-ibu menjadi sarana efektif untuk membangun kedekatan emosional. Melalui partisipasi langsung ini, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai nilai-nilai lokal, pola interaksi sosial, serta aktivitas rutin warga. Secara keseluruhan, pekan pertama KKM 153 diarahkan pada penguatan relasi dan pemahaman konteks sosial masyarakat. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pengabdian berbasis masyarakat, di mana keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh perencanaan, tetapi juga oleh kemampuan mahasiswa untuk menyatu dan belajar dari lingkungan sekitar. Fondasi yang dibangun sejak awal diharapkan mampu mendukung pelaksanaan program kerja yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat desa. https://www.kompasiana.com/kkmarcapada0803/695e8c9734777c7371094762/kkm-153-arcapada-langkah-awal-dengan-masyarakat-padi-talangsuko?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Desktop

Thumbnail
2 months ago
Rekap Kegiatan Pengabdian Kelompok 98 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Mulyoarjo, Kecamatan Lawang

SULTON ABDUL AZIZ

https://drive.google.com/drive/folders/1HP1trPzJlLbGDxMv7reDL4kGFf_2APyt

Thumbnail
2 months ago
Dari Mengajar Menjadi Tempat Saya Belajar Bahwa Menjadi "Guru" Bukan Cuma Soal Gelar

IKE CAHYANINGTYAS

Kalau ada yang tanya, "Gimana KKN di Banyuwangi kemarin?" jawaban saya pasti cuma satu, yaitu Campur aduk. Tapi kalau ditanya momen apa yang paling nggak bisa dilupakan, ingatan saya pasti langsung lari ke sebuah sekolah di ujung Pesanggaran, SDN 1 Sarongan. Di sana, saya bukan cuma mengajar, tapi justru saya yang banyak "diajar" oleh anak-anak hebat ini. Jujur saja, perjalanan menuju Sarongan itu perjuangan. Jalanan yang menantang dan jauh dari hiruk-pikuk kota sempat bikin saya mikir, "Bisa nggak ya saya bertahan di sini?" Setiap pagi, rasa lelah karena kurang tidur mendadak hilang tiap kali melihat senyum lebar anak-anak di depan gerbang. Mereka nggak butuh fasilitas mewah untuk semangat sekolah. Melihat mereka lari-larian dengan seragam yang mungkin nggak selalu licin disetrika, tapi dengan binar mata yang tulus, itu rasanya seperti disuntik energi tambahan. Selama di kampus, saya belajar teori pendidikan, cara bikin laporan keuangan, dan tentang Perusahaan, sesuailah dengan jurusan saya. Tapi di SDN 1 Sarongan, saya belajar hal-hal yang jauh lebih penting. Mengajar satu kelas yang isinya anak-anak super aktif itu butuh stok sabar yang nggak habis-habis. Tapi di balik "kenakalan" mereka, sebenarnya mereka cuma ingin diperhatikan. Bahagia di sana itu sesederhana diajak main bola bareng di lapangan yang berdebu, atau saat mereka berebut ingin salim tangan kita saat pulang sekolah. Anak-anak Sarongan punya cara unik buat bilang terima kasih. Kadang lewat surat kecil yang tulisannya miring-miring, atau bahkan main ke posko dengan membawa makanan untuk kami. Dan momen paling berat adalah hari perpisahan. Melihat mereka sedih karena kami harus kembali ke kota masing-masing membuat saya sadar kalau pengabdian ini bukan sekadar tugas kuliah. Ada ikatan emosional yang tertinggal di sana. Saya pulang membawa oleh-oleh yang lebih berharga dari sekadar nilai A di transkrip nilai. Saya pulang dengan hati yang lebih penuh. Terima kasih SDN 1 Sarongan, terima kasih bapak/ibu guru yang luar biasa dedikasinya, dan terima kasih adik-adikku yang sudah mengajarkan saya arti bersyukur di tengah keterbatasan. Sarongan mungkin jauh di peta, tapi akan selalu punya tempat khusus di ingatan saya.