Thumbnail
4 months ago
Dari Gugup Jadi Percaya Diri: Kisah Santri dalam Ramadhan Bahasa

NAURA WAHDA ZAHIRA

Tak semua santri berani bicara di depan umum. Tapi di Ramadhan ini, mereka membuktikan bahwa rasa gugup bisa berubah menjadi kepercayaan diri. Rasa gugup saat berbicara di depan umum masih menjadi tantangan bagi banyak santri. Tidak sedikit yang merasa takut salah, kurang percaya diri, hingga kesulitan menyampaikan gagasan secara runtut. Padahal, kemampuan berbicara merupakan bekal penting, baik untuk kegiatan akademik, dakwah, maupun kehidupan sosial. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang berkolaborasi dengan mahasiswa PPL Dalwa menyelenggarakan kegiatan Ramadhan Bahasa di Ma’had Darul Muttaqin MTsN 1 Pasuruan pada 23–28 Februari 2026. Sebanyak 117 santri terlibat dalam program ini. Kegiatan ini difokuskan pada pelatihan public speaking melalui materi Master of Ceremony (MC) dan pidato. Para santri tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung praktik, mulai dari teknik vokal, bahasa tubuh, hingga cara mengatasi rasa gugup saat tampil di depan umum. Suasana pelatihan berlangsung aktif dan penuh antusias. Santri yang awalnya tampak ragu perlahan mulai berani tampil. Mereka saling belajar, mencoba, dan menerima masukan dari fasilitator maupun teman sebaya. Perubahan mulai terlihat dari hari ke hari. Keberanian meningkat, cara berbicara semakin terstruktur, dan kepercayaan diri pun tumbuh. Puncak kegiatan ditandai dengan Seminar Ramadhan Bahasa yang menjadi panggung nyata bagi para santri. Dalam kegiatan ini, santri tampil sebagai MC Bahasa Inggris dan pembicara pidato dalam bahasa Arab di hadapan peserta dan pembina ma’had. Momen tersebut menjadi bukti bahwa proses latihan dan pendampingan mampu mengubah rasa takut menjadi keberanian. Suasana haru dan bangga pun terasa ketika para santri berhasil tampil dengan percaya diri. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan berbicara, tetapi juga membentuk karakter santri yang lebih berani, percaya diri, dan siap berperan di tengah masyarakat. #Pendidikan #Santri #Ramadhan #PublicSpeaking #Mahasiswa #PengabdianMasyarakat

Thumbnail
4 months ago
Seru dan Edukatif dalam Kegiatan Mahasiswa Internasional FITK UIN Malang Hidupkan Pembelajaran Lewat “Fun Game” di Malaysia

USAIDAH NAJMI

Kedah, Malaysia  — Inovasi pembelajaran kembali disampaikan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui keikutsertaan dalam  International Internship Program (IIP) 2026  yang dikelola oleh International Office and Students Affairs (IOSA) FITK. Pada bulan April 2026, mahasiswa IIP melaksanakan kegiatan asistensi mengajar di Maahad Tahfiz Sains Taufikiyah Khairiah dengan menghadirkan konsep pembelajaran kreatif bertajuk  “Fun Game” . Program ini dirancang untuk mengintegrasikan elemen permainan ke dalam proses belajar, sehingga menciptakan suasana yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi para siswa. Kegiatan berlangsung dengan penuh keceriaan dan semangat. Para siswa mengikuti berbagai permainan edukatif yang dirancang untuk melatih konsentrasi, kerja sama tim, serta kemampuan berpikir cepat. Melalui pendekatan belajar sambil bermain, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman belajar yang menyenangkan dan tidak membosankan. Mahasiswa IIP berperan sebagai fasilitator yang energik dan inovatif dalam mengemudikan permainan. Dengan metode interaktif, mereka berhasil menciptakan suasana kelas yang hidup, di mana siswa terlibat aktif dalam setiap aktivitas. Interaksi yang terbangun antara siswa dan siswa pun terasa akrab dan komunikatif. Program “Fun Game” ini juga menjadi sarana efektif dalam mengembangkan soft skill siswa, seperti komunikasi, kepemimpinan, dan sportivitas. Selain itu, kegiatan ini membantu meningkatkan motivasi belajar siswa melalui pendekatan yang lebih santai namun tetap edukatif. Pihak Maahad Tahfiz Sains Taufikiyah Khairiah memberikan apresiasi atas kreativitas mahasiswa FITK dalam menghadirkan metode pembelajaran yang inovatif. Sementara itu, IOSA FITK menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen dalam mencetak calon pendidik yang mampu beradaptasi dengan berbagai kebutuhan pembelajaran di era global. Kegiatan “Fun Game” yang dilaksanakan mahasiswa FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Maahad Tahfiz Sains Taufikiyah Khairiah Malaysia menjadi bukti bahwa pembelajaran yang menyenangkan dapat memberikan dampak besar terhadap motivasi dan keterlibatan siswa. Melalui pendekatan kreatif ini, siswa tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang berkesan. Diharapkan, inovasi pembelajaran seperti ini terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan di tingkat nasional maupun internasional.

Thumbnail
4 months ago
Seminar Learning-Based : Dampak Distraksi Media Sosial terhadap Kesehatan Mental Remaja di MAN 2 Kota Malang

NABILATUL KHOIROH

Malang - Seminar berbasis pembelajaran (learning-based seminar) bertajuk "Pengaruh Distraksi Media Sosial terhadap Kesehatan Mental Remaja" digelar di perpustakaan MAN 2 Kota Malang, Selasa (28/4/2026) pukul 12.40 WIB. Kegiatan ini merupakan inisiatif dari kelompok Asistensi Mengajar dan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Niskala Madya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Seminar ini diikuti oleh siswa kelas X-O MAN 2 Kota Malang sebagai partisipan utama. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mengingat topik yang diangkat sangat dekat dengan kehidupan remaja saat ini. Kegiatan ini menghadirkan pemateri Tiko Setiawan, founder Sanggar Kedanton Katikoan, yang juga merupakan mahasiswa aktif UIN Maulana Malik Ibrahim Malang program studi Pendidikan IPS serta mengampu mata pelajaran Geografi. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bagaimana penggunaan media sosial yang berlebihan dapat memicu berbagai gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan, stres, hingga penurunan kepercayaan diri. Seminar ini dirancang tidak hanya sebagai penyampaian materi, tetapi juga sebagai ruang interaktif bagi peserta untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Metode learning-based yang digunakan memungkinkan siswa lebih aktif dalam memahami dampak distraksi digital serta cara mengelolanya secara bijak. Salah satu perwakilan panitia menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah derasnya arus informasi digital. "Kami berharap peserta tidak hanya memahami dampaknya, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan yang lebih sehat dalam menggunakan media sosial," ujarnya. Seminar ini merupakan bagian dari program pengabdian mahasiswa melalui kegiatan Asistensi Mengajar dan KKM Niskala Madya yang berfokus pada penguatan literasi dan kesejahteraan psikologis siswa di lingkungan sekolah. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan siswa MAN 2 Kota Malang, khususnya kelas X-O, dapat lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial serta memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental di era digital.

Thumbnail
4 months ago
Mahasiswa Asistensi Mengajar UIN Malang Gelar Seminar Saring Sebelum Sharing Modernisasi Beragama di MAN 3 Kediri

DIVA ADILA AULYA RAMADHANI

Kediri -- Dalam rangka mempersiapkan kegiatan sosialisasi moderasi beragama agar berjalan terarah dan tidak menimbulkan kesalahpahaman, mahasiswa program Asistensi Mengajar dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan sharing awal bersama siswa di MAN 3 Kediri. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai konsep moderasi beragama sebelum memasuki sesi utama. Mahasiswa menilai bahwa penting untuk meluruskan persepsi sejak awal agar diskusi yang berlangsung nantinya tidak keluar dari konteks serta tetap berlandaskan nilai toleransi, saling menghormati, dan cinta tanah air. Dalam sesi sharing tersebut, mahasiswa memulai dengan diskusi ringan seputar keberagaman di Indonesia, pentingnya sikap saling menghargai perbedaan, serta contoh konkret penerapan moderasi beragama di lingkungan sekolah. Siswa diajak menyampaikan pendapat dan pengalaman mereka dalam berinteraksi dengan teman yang berbeda latar belakang.  Salah satu mahasiswa menyampaikan bahwa moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama, melainkan bersikap adil, seimbang, dan tidak berlebihan dalam menyikapi perbedaan. Penjelasan ini diberikan agar siswa memiliki pemahaman yang tepat sebelum mengikuti materi lanjutan. Suasana diskusi berlangsung interaktif dan penuh antusias. Siswa terlihat aktif bertanya dan memberikan tanggapan. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi fondasi yang kuat sebelum pelaksanaan sharing utama tentang moderasi beragama. Pihak madrasah mengapresiasi inisiatif mahasiswa UIN Malang yang mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa MAN 3 Kediri dapat memahami nilai moderasi beragama secara utuh serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi antara mahasiswa dan madrasah ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan sikap kebangsaan yang harmonis.

Thumbnail
4 months ago
LDKS MTsN 4 Blitar Jadi Sarana Pembentukan Jiwa Kepemimpinan Siswa

KHUSNUL KHOTIMAH

Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang diikuti oleh jajaran pengurus OSIM dan PH ekstrakurikuler MTsN 4 Blitar berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 31 Januari 2026 di kawasan Candi Kotes dan Situs Sukosewu sebagai sarana pembelajaran kepemimpinan sekaligus pengenalan sejarah dan budaya kepada para peserta.  LDKS merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan membentuk karakter kepemimpinan siswa agar lebih disiplin, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama dengan baik dalam organisasi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan melatih mental, meningkatkan rasa percaya diri, dan mempererat hubungan antar pengurus OSIM maupun PH ekstrakurikuler. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu menjadi teladan yang baik bagi siswa lainnya di lingkungan sekolah. Kegiatan LDKS dipanitiai oleh Kawah Condrodimuko KWB Popoh Sukosewu yang menghadirkan berbagai materi edukatif dan aktivitas menarik. Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi tentang kepemimpinan yang membahas pentingnya sikap tanggung jawab, komunikasi, kerja sama tim, dan jiwa organisasi. Materi tersebut disampaikan secara interaktif sehingga peserta dapat mengikuti dengan antusias dan lebih mudah memahami isi materi yang diberikan. Selain materi kepemimpinan, peserta juga diajak mengenal sejarah Candi Kotes dan Situs Sukosewu. Kegiatan ini memberikan wawasan baru kepada siswa mengenai sejarah dan budaya daerah yang perlu dijaga dan dilestarikan. Para peserta tampak antusias saat mendengarkan penjelasan mengenai sejarah situs serta nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Tidak hanya itu, peserta juga diperkenalkan dengan seni tradisional seperti gamelan sebagai bagian dari budaya lokal yang masih terus dilestarikan hingga saat ini. Suasana kegiatan semakin meriah dengan adanya berbagai aktivitas outbound yang melatih kekompakan dan kerja sama antar kelompok. Kegiatan diawali dengan senam bersama yang diikuti seluruh peserta dengan penuh semangat. Setelah itu, peserta mengikuti berbagai permainan kelompok yang dirancang untuk melatih komunikasi, strategi, dan kekompakan tim dalam menyelesaikan tantangan bersama. Gelak tawa dan sorak semangat terdengar selama kegiatan berlangsung sehingga menciptakan suasana yang hangat dan menyenangkan. Tidak hanya permainan kelompok, peserta juga mengikuti outbound air yang menjadi salah satu kegiatan paling seru dan menarik perhatian peserta. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak untuk saling membantu, membangun kepercayaan antar anggota kelompok, dan meningkatkan rasa kebersamaan. Meskipun melelahkan, seluruh peserta terlihat menikmati setiap rangkaian kegiatan dengan penuh antusias. Kegiatan LDKS ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran kepemimpinan, tetapi juga pengalaman berharga bagi para peserta untuk belajar bekerja sama, menghargai sesama, dan memperkuat solidaritas antar siswa. Dengan perpaduan materi, pembelajaran sejarah, budaya, dan kegiatan outbound, acara ini memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi seluruh peserta. 

Thumbnail
4 months ago
Setelah 17 Jam di Changi: Pagi Pertama Dasavartha di Malaysia Langsung Rapat Strategi di Bilik Mesyurat

SITI MARYAM

FITK INSIGHT – Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang tergabung dalam Grup Dasavartha langsung memulai aktivitas tanpa jeda setibanya di Maahad Tahfiz Ihya’ Al-Ahmadi (MIA), Malaysia. Setelah menempuh perjalanan panjang dengan transit selama 17 jam di Bandara Changi, Singapura, sepuluh mahasiswa tersebut langsung mengikuti rapat perdana pada Kamis (2/4) pukul 07.30 waktu setempat di Bilik Mesyurat Maahad. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menyusun arah dan strategi pengabdian mereka selama kurang lebih satu bulan ke depan dalam program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dan asistensi mengajar luar negeri yang difasilitasi oleh International Office and Student Affairs (IOSA) FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Rapat yang berlangsung hingga pukul 14.00 waktu setempat tersebut membahas sejumlah agenda penting, mulai dari perkenalan anggota Dasavartha, pemaparan tujuan program, hingga penyusunan rencana kerja selama berada di MIA. Selain itu, pihak Maahad juga menyampaikan aturan dan tata tertib yang harus dipatuhi selama mahasiswa menjalankan aktivitas di lingkungan pesantren. “Rapatnya panjang tapi sangat produktif. Kami merasa dihargai karena dilibatkan sejak awal dalam penyusunan program,” ujar Siti Maryam, salah satu anggota Dasavartha. Usai rapat, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kunjungan ke B.A.R.A.T, pusat pengembangan wirausaha di lingkungan Maahad. Dalam sesi ini, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai unit bisnis yang dikelola secara mandiri oleh pesantren, seperti kafe, butik, barber shop, mini market My Souq, hingga Anjung Raihan Homestay. Para mahasiswa tidak hanya mendengarkan paparan, tetapi juga terlibat dalam diskusi mengenai konsep kewirausahaan berbasis pesantren. “Kami ingin Dasavartha tidak hanya belajar mengajar, tetapi juga memahami pentingnya kemandirian ekonomi,” ujar salah satu pengelola B.A.R.A.T. Pengalaman tersebut memberikan kesan mendalam bagi para mahasiswa, yang melihat langsung bagaimana sebuah pesantren modern mengintegrasikan pendidikan dengan kemandirian ekonomi. Mereka mengaku mendapatkan banyak inspirasi yang dapat diterapkan di Indonesia, baik di lingkungan kampus maupun pesantren. Kegiatan hari pertama ini pun menjadi fondasi penting sebelum mereka mulai terjun langsung mendampingi proses pembelajaran di kelas bersama para santri pada hari berikutnya, sekaligus memperkuat peran mereka tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembelajar dalam ekosistem pendidikan yang lebih luas.[iz]