DIVAANA AL-FATHANI
Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu akademik, tetapi juga menjadi ladang pengabdian sosial dan keagamaan yang nyata. Hal inilah yang sedang dijalani oleh mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 78 ArthaBhumi melalui salah satu program kerja yang telah berjalan, yakni mengajar di TPQ Al-Ikhlas, Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Kegiatan mengajar di TPQ Al-Ikhlas dilaksanakan secara rutin dari hari Senin hingga Sabtu, sementara hari Minggu digunakan sebagai waktu libur. Setiap harinya, mahasiswa KKM dijadwalkan secara bergiliran dengan pembagian satu kelompok berisi tiga hingga empat orang. Sistem ini diterapkan agar proses belajar mengajar dapat berjalan efektif sekaligus menjadi sarana belajar kerja sama dan tanggung jawab antaranggota kelompok. Aktivitas TPQ dimulai pukul 15.00 WIB, diawali dengan persiapan sekaligus mengikuti jamaah sholat Ashar bersama. Seusai sholat, kegiatan pembelajaran Al-Qur'an langsung dilaksanakan dan berlangsung hingga sekitar pukul 16.30 WIB. Rutinitas ini tidak hanya membentuk kedisiplinan waktu, tetapi juga menanamkan nilai religius sejak awal kegiatan belajar. Di TPQ Al-Ikhlas, mahasiswa KKM mengajar tiga kelas yang terbagi berdasarkan kemampuan santri. Terdapat satu kelas Al-Qur'an bagi santri yang telah lancar membaca, serta dua kelas Iqro' untuk santri yang masih berada pada tahap pengenalan dan pembelajaran dasar membaca huruf hijaiyah. Pembagian kelas ini membantu proses pembelajaran menjadi lebih terarah dan sesuai dengan kemampuan masing-masing santri. Bagi mahasiswa KKM Kelompok 78 ArthaBhumi, kegiatan mengajar di TPQ bukan sekadar menyampaikan materi membaca Al-Qur'an. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana belajar tentang kesabaran, keikhlasan, serta pentingnya peran pendidik dalam membentuk karakter generasi muda. Interaksi langsung dengan anak-anak TPQ menghadirkan pengalaman berharga yang tidak selalu ditemukan di ruang kelas perkuliahan. Melalui program ini, mahasiswa KKM berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi penguatan pendidikan keagamaan di Desa Banjarejo. Di sisi lain, pengalaman mengajar di TPQ Al-Ikhlas juga menjadi bekal spiritual dan sosial bagi mahasiswa untuk terus menumbuhkan kepedulian, tanggung jawab, serta semangat mengabdi kepada masyarakat.
RIO ZIDAN MAULANA AZIS
ARDHACITTA - (28/01/2026) Salah satu anggota Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 36 Ardhacitta UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mendapat kesempatan untuk memberikan saran dan masukan terkait sistem pengelolaan perpustakaan di Pondok Pesantren Nurul Huda, Desa Pajaran, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, pada Selasa (28/01/2026). Kegiatan ini berlangsung atas undangan pemuda penggerak desa yang mengajak mahasiswa KKM untuk meninjau langsung kondisi perpustakaan pondok. Mahasiswa yang ditunjuk merupakan mahasiswa dari jurusan Perpustakaan dan Sains Informasi, sehingga dinilai memiliki kompetensi dan pemahaman mengenai sistem pengelolaan perpustakaan yang baik dan sesuai standar. Berdasarkan hasil observasi, Perpustakaan Pondok Pesantren Nurul Huda telah menggunakan aplikasi otomasi perpustakaan berbasis open-source, yaitu SLIMS (Senayan Library Management System). Penggunaan SLIMS merupakan langkah maju dalam mendukung sistem pengelolaan perpustakaan yang lebih modern dan terstruktur. Namun demikian, dalam praktiknya masih ditemukan beberapa kendala teknis. Salah satunya adalah fitur pencarian pada aplikasi SLIMS yang kerap mengalami error. Ketika dilakukan pencarian judul buku yang telah terinput di sistem dan tersedia di rak, hasil pencarian tidak selalu muncul sebagaimana mestinya. Selain kendala teknis tersebut, terdapat beberapa aspek lain yang perlu mendapat perhatian untuk peningkatan kualitas pengelolaan perpustakaan, di antaranya: Katalog buku belum lengkap. Peletakan label buku sebaiknya di bagian samping (punggung buku), bukan di bagian belakang. Belum terdapat stempel klasifikasi buku. Buku belum memiliki nomor klasifikasi yang sesuai standar. Belum tercantum jumlah eksemplar per judul buku. Petunjuk jenis atau kategori buku di rak belum lengkap. Buku inventaris (catatan pengadaan dan sumber perolehan koleksi) masih kurang. Foto sampul (book cover) pada aplikasi SLIMS belum tersedia secara lengkap. Sistem aplikasi SLIMS masih sering mengalami gangguan (error). Koleksi buku secara keseluruhan masih perlu ditambah untuk menunjang kebutuhan santri. Masukan yang disampaikan bukanlah bentuk kritik semata, melainkan wujud kepedulian dan kontribusi akademik mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas literasi dan sistem pengelolaan perpustakaan di lingkungan pesantren. Semoga sinergi antara mahasiswa, pengelola perpustakaan, dan masyarakat desa dapat terus terjalin demi terwujudnya perpustakaan yang lebih tertata, profesional, dan bermanfaat bagi seluruh santri.
KHILYATUL BADI`AH
Dalisodo, Wagir - Upaya pelestarian lingkungan hidup membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk generasi muda. Kesadaran inilah yang mendorong kami sebagai mahasiswa KKM 55 Abhiyana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk melaksanakan kegiatan penanaman pohon pinus bersama masyarakat Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kab. Malang. Kegiatan ini mengusung tema “Penanaman Pohon Hari Ini untuk Lingkungan yang Lestari di Masa Depan” sebagai bentuk kepedulian terhadap keinginan lingkungan. Kegiatan penanaman pohon tersebut dilaksanakan pada Kamis (29/12), mulai pukul 08.00 WIB, bertempat di wilayah Sempu Kerep, Desa Dalisodo, tepatnya di Wisata Pancuran Mbok Rondo Kuning. Sejak pagi hari, mahasiswa KKM bersama perangkat desa dan warga setempat telah berkumpul di lokasi kegiatan. Suasana kebersamaan dan gotong royong terasa kuat sejak awal pelaksanaan, mencerminkan semangat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat. Penanaman pohon pinus dipilih sebagai bentuk aksi nyata karena memiliki dampak jangka panjang bagi lingkungan. Pohon pinus memiliki berbagai kegunaan penting, baik dari segi ekologis maupun ekonomis. Secara ekologis, pohon pinus berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Sistem perakaran pinus yang kuat mampu menahan struktur tanah sehingga efektif mencegah erosi dan longsor, terutama di wilayah perbukitan dan lereng. Selain itu, pinus membantu meningkatkan daya resap air ke dalam tanah, sehingga berkontribusi dalam menjaga ketersediaan air tanah dan mengurangi risiko banjir. Dengan terlaksananya kegiatan ini, mahasiswa KKM 55 Abhiyana UIN Malang bersama Bapak Kepala Desa dan masyarakat Desa Dalisodo telah menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak harus dimulai dari langkah besar, tetapi dapat berawal dari tindakan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama. Penanaman pohon yang dilaksanakan hari ini bukan sekadar aktivitas simbolis, melainkan wujud nyata komitmen kolektif dalam menjaga keseimbangan alam. Melalui langkah kecil ini, harapan akan terciptanya lingkungan yang lebih hijau, lestari, dan berkelanjutan di masa depan mulai ditanam dan dirawat sejak sekarang, demi kesejahteraan generasi yang akan datang.
TALHISUL MURAD
Kuliah kerja Masyarakat (KKM) program wajib yang diadakan disetiap kampus untuk mahasiswa semester 5. kalini kampus UIN Malang melepaskan mahasiswa untuk terjun dan berbaur ke masyarakat. memberikan perubahan dalam fokus "Membangun Desa Berkelanjutan Berbasis Penguatan Moderasi Beragama dan Potensi Lokal". Seperti mahasiswa dari kelompok 188 yang melakukan KKM Mandiri Integritas di Desa Gambiran, Dusun Jagil, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Pelaksaaan KKM Mandiri Intgritas, di Dusun Jagil diawali dengan semangat koloboratif antara mahasiswa kelompok 188 UIN Malang dengan masyarakat setempat. berbagai elemen warga juga dilibatkan dalam menjalankan program kerja yang ada. harapannya semua programa dapat memberikan dampak positif untuk berbagai bidang, seperti pembangunan desa berkelanjutan, moderasi beragama, serta membangun potensi lokal yang ada di desa setempat. kegiatan ini resmi berjalan dengan dilakukannya acara pembukaan. Acara pembukaan KKM Mandiri Intgritas, yang dilaksanakan di kantor posyandu dusun jagil dengan penuh rasa semangat dan hikmat. Dan dihadiri oleh segenap elemen masyarakat mulai dari kepala dusun hingga ketua RT, serta dosen pemdamping Lapangan (DPL) yang mendukung kelancaran acaran pembukaan KKM Mandiri Intgritas (25 Desember 2025). Rangkaian acara yang berlangsung dengan hikmat. diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC). setelah itu dilanjutkan dengan sambutan - sambutan, Mulai dari ketua kelompok 188 KKM Mandiri Integritas Bima Raka Laksamana Putra dengan tujuan kkm "memperluas publikasi branding dusun dengan potensi lokal yang ada" ujar ketua kelompok 188. Serta dilajutkan dengan sambutan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Whida Rositama M.Hum dalam sambutannya ia menyampaikan terimakasi kepada masyarakat yang mau menerima dan mengijinkan mahasiswa dampingannya untuk menjalankan pengabdiaan selama satu bulan kedepan, dan ia berharap agar dengan adanya kegiatan inj dapat membantu masrakat setempat. "saya menyerahkan anak - anak kelompok 188 ini untuk dibina dan bimbing agar dapat bermanfaat untuk kemajuan dusun ini." ujar Whida Rositama M.Hum Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). lalu sambutan dilanjutkan dengan kepala Dusun Jagil, Pipit Subroto dalam sambutanya ia sangat senang dengan kedatangan mahasiswa UIN Malang dalam kegiatan KKM Mandiri. Ia juga berharap agar dengan adanya mahasiswa ini dapat memberikan terobosan dan perubahan yang baik keduapannya selama satu bulan pengabdian ini. "terimakasih sudah berkenan untuk memilih dusun ini untuk jadi tempat KKM kalian semoga ini menjadi langkah baik untuk dusun ini." ujar Pipit Subroto Kepala Dusun jagil. Setelah itu acara dilanjutkan dengan pemaparan program kerja oleh sekertaris. program kerja yang sudah dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan dusun setempat dengan memadukan dengan nilai-nilai keagamaan. seperti perogram pendidikan karakter anak dengan menanamkan nilai - nilai islami hingga membantu potensi - potensi yang ada di masyarakat setempat. Acara dilanjutkan dengan pembacaan do'a agar kegiatan KKM Mandiri Intgritas selama satu bulan ini bisa dapat berjalan dengan baik.
NAJWA KARIMA KHOIRUNNASWAH
Desa Pojok kini memiliki inovasi baru dalam bidang keamanan dan kepedulian sosial. Sebuah aplikasi yang dirancang oleh mahasiswa KKM 85 UIN Malang sebagai bentuk kentongan digital yang dirancang untuk membantu warga dalam menghadapi situasi darurat serta mempermudah pelaporan dan penyebaran informasi desa. Sigap Pojok lahir dari keresahan terhadap beberapa persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat desa. Di antaranya adalah kejadian darurat yang membutuhkan respon cepat, informasi penting yang kerap terlambat tersebar, serta pelaporan masalah desa yang belum terpusat. Di sisi lain, hampir seluruh warga Desa Pojok telah memiliki telepon genggam, sehingga pemanfaatan teknologi dinilai menjadi solusi yang relevan dan efektif. Secara definisi, Sigap Pojok merupakan aplikasi kentongan digital warga Desa Pojok. Aplikasi ini dilengkapi dengan beberapa fitur utama, seperti tombol darurat (SOS) untuk kondisi genting, fitur pelaporan masalah desa, serta informasi dan kontak resmi desa yang dapat diakses oleh masyarakat. Dengan fitur-fitur tersebut, Sigap Pojok diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara warga dan pihak desa. Adapun tujuan utama pembuatan aplikasi ini adalah untuk meningkatkan keamanan desa, mempercepat penanganan bantuan darurat, serta menumbuhkan rasa kepedulian warga terhadap lingkungan sekitar. Selaras dengan tujuan tersebut, Sigap Pojok juga memberikan berbagai manfaat, seperti respon yang lebih cepat saat terjadi keadaan darurat, sistem laporan desa yang lebih tertib, akses informasi yang lebih mudah, serta mendorong terciptanya warga yang lebih kompak dan peduli. Peluncuran Sigap Pojok menuai beragam respons dari masyarakat. Di satu sisi, banyak warga yang memberikan apresiasi atas inovasi ini. Namun di sisi lain, muncul pula kritik yang menyoroti keterbatasan sumber daya teknis dalam pengembangannya. Pasalnya, teknisi utama aplikasi ini hanya satu orang, yakni mahasiswa dengan latar belakang jurusan Teknologi Informasi. Menjelang peresmian aplikasi, Salman, selaku pembuat aplikasi Sigap Pojok, sempat menyampaikan refleksi pribadinya terkait proses pengembangan aplikasi tersebut. Ia mengaku bahwa keterbatasan sumber daya teknis menjadi tantangan tersendiri selama pengerjaan. "Aku berharapnya KKM tahun depan, UIN bakal menempatkan anak teknik tidak hanya satu orang yang mewakili tiap jurusan. Kayak aku nih, aku hanya seorang yang jurusannya TI, padahal sebenarnya anak TI itu akan maksimal kalau kinerjanya ber-tim," ungkapnya. Salman juga menegaskan bahwa aplikasi Sigap Pojok masih memiliki banyak keterbatasan dan belum sempurna. Oleh karena itu, ke depannya pengembangan aplikasi ini diharapkan dapat dilanjutkan oleh pihak desa. Meski demikian, kelompok KKM 85 UIN Malang menyatakan kesiapan untuk tetap membantu sesuai dengan kemampuan yang dimiliki apabila dibutuhkan. Terlepas dari pujian dan kritik yang ada, para petinggi Desa Pojok menyatakan dukungan penuh terhadap inovasi yang dihasilkan oleh mahasiswa KKM 85 UIN Malang. Kehadiran Sigap Pojok dinilai sebagai langkah awal menuju desa yang lebih sigap, aman, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
SANIATUL AMALIA
Mahasiswa kkm 85 mitseva meluncurkan aplikasi sigap pojok pada 3 February 2026 bertempat di gedung serbaguna desa pojok peresmian aplikasi tersebut turut dihadiri oleh dosen pembimbing lapangan , Kapolsek, bapak camat,ibu PJ kepala desa pojok serta jajaran petinggi desa lainnya . Sigap pojok merupakan aplikasi kentongan digital yang dirancang sebagai media keamanan sekaligus kepedulian warga desa pojok. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat untuk saling terhubung secara cepat dalam situasi darurat, sehingga respons terhadap potensi gangguan keamanan dapat dilakukan lebih sigap dan terkoordinasi. Inovasi yang digagas oleh mahasiswa KKM 85 MITSEVA ini mendapat sambutan positif dari pemerintah desa dan para tamu undangan. Dalam kesempatan tersebut, para petinggi desa menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan kontribusi mahasiswa, serta menyatakan komitmen untuk mendukung pengembangan aplikasi Sigap Pojok ke depannya agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Selain menjadi ajang peresmian aplikasi, kegiatan penutupan KKM juga diisi dengan penyampaian kesan dan pesan, refleksi perjalanan pengabdian, serta ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya program KKM. Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai akhir kegiatan, menandai terjalinnya hubungan yang erat antara mahasiswa dan warga Desa Pojok. Melalui penutupan ini, KKM 85 MITSEVA berharap seluruh program yang telah dijalankan, termasuk hadirnya aplikasi Sigap Pojok, dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Pengabdian ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan desa mampu melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan lokal, sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.