Thumbnail
4 months ago
Seminar Pengenalan Karya Tulis Ilmiah

KARTIKA ANGGUN ADIBA LEWAR

Kegiatan KKM dilaksanakan dalam bentuk seminar dengan tema “Tinta Iman: Eksplorasi Karya Tulis Ilmiah di Era Modern.” Seminar ini diikuti oleh seluruh siswa kelas XI SMAIQU Al-Bahjah Cirebon. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai karya tulis ilmiah serta pentingnya kemampuan menulis ilmiah di era modern. Seminar dilaksanakan pada hari Minggu, 26 April 2026, bertempat di Aula LPD Al-Bahjah Cirebon. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKM menyampaikan materi mengenai pengertian karya tulis ilmiah, jenis-jenis karya tulis ilmiah, serta tujuan penulisan karya ilmiah. Pembahasan dalam seminar lebih terfokus pada dua bentuk karya tulis ilmiah, yaitu makalah dan paper. Pada bagian ini, siswa diperkenalkan dengan pengertian makalah dan makalah serta penjelasan mengenai struktur penulisannya. Melalui penjelasan tersebut, siswa diharapkan dapat memahami susunan dasar dalam penulisan makalah dan makalah sehingga dapat menjadi bekal bagi mereka dalam menyusun karya tulis ilmiah secara lebih terarah dan sistematis.

Thumbnail
4 months ago
KKM Pradaya Cakrawala UIN Malang Bantu UMKM Kecil Hadirkan QRIS untuk Kemudahan Transaksi

SAFIRA LULU NAIMAH

Blitar, 25 April 2026 — Kelompok KKM Pradaya Cakrawala Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program kerja inovatif dengan membantu UMKM kecil dalam penerapan QRIS sebagai solusi pembayaran modern. Di era digital saat ini, penggunaan QRIS semakin meluas, namun masih ada pelaku UMKM yang belum menggunakannya sehingga konsumen kerap kesulitan ketika tidak membawa uang tunai. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKM Pradaya Cakrawala hadir memberikan pendampingan dan edukasi kepada UMKM agar dapat memanfaatkan QRIS sebagai sarana transaksi yang lebih praktis, aman, dan efisien. Program ini dilaksanakan pada 25 April 2026 dengan melibatkan sejumlah UMKM di sekitar Blitar. Mahasiswa tidak hanya membantu proses pendaftaran QRIS, tetapi juga memberikan sosialisasi mengenai manfaat dan cara penggunaannya. Antusiasme pelaku UMKM terlihat jelas, karena mereka menyadari bahwa QRIS dapat memperluas jangkauan konsumen sekaligus meningkatkan profesionalisme usaha. Melalui kegiatan ini, KKM Pradaya Cakrawala berharap UMKM kecil semakin siap menghadapi perkembangan teknologi finansial dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Inisiatif ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk mendukung digitalisasi UMKM demi kemajuan ekonomi lokal.

Thumbnail
4 months ago
"Ramadhan Penuh Makna: Pengabdian KKM Kelompok Vidya Cakra di TPQ Nurul Huda Gandusari"

SAFINATUS SULFA

Bulan suci Ramadan selalu menjadi momen yang penuh keberkahan, tidak hanya untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga untuk berbagi manfaat dengan sesama. Hal inilah yang dilakukan oleh kelompok Vidya Cakra, Asistensi Mengajar 51, melalui kegiatan pengabdian di TPQ Nurul Huda, yang berlokasi di Sukoreno, Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih tiga minggu, mulai 23 Februari 2026 hingga 12 Maret 2026, dan menjadi salah satu pengalaman yang penuh makna bagi seluruh anggota kelompok. Melalui program ini, mahasiswa hadir untuk membantu proses pembelajaran anak-anak TPQ sekaligus memeriahkan suasana Ramadan dengan kegiatan yang bernilai edukatif dan religius. Kolaborasi Lintas Program Studi Kelompok Vidya Cakra dipimpin oleh Ahmad Nasta'in Billah dari Program Studi Pendidikan Agama Islam. Bersama beliau, kegiatan ini dilaksanakan oleh anggota dari berbagai program studi, yaitu Luqyana Lutfi Hana dan Safinatus Sulfa dari Pendidikan Agama Islam, Khusnul Khotimah dari Pendidikan Bahasa Arab, Isna Miftahatur Rizqoh dari Tadris Matematika, serta Muhammad Zaidan Zamzami Nur dan Chandra Achmad Zulfany Bayhaqi dari Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Keberagaman latar belakang keilmuan tersebut menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun kerja sama tim yang solid selama kegiatan berlangsung. Mendampingi Santri Belajar Mengaji Setiap sore, mulai pukul 16.00 WIB hingga menjelang magrib, kegiatan pembelajaran di TPQ berlangsung dengan penuh antusias. Mahasiswa perempuan bertugas mendampingi anak-anak TPQ dalam menyetorkan sorogan, baik bacaan iqra', Al-Qur'an, maupun hafalan surat-surat pendek. Suasana belajar terasa hangat dan menyenangkan. Anak-anak datang dengan semangat untuk membaca, memperbaiki makhraj, dan menambah hafalan mereka. Pendampingan ini menjadi momen penting untuk membantu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an para santri sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri mereka. Tadarus Bersama di Bulan Suci Di sisi lain, mahasiswa laki-laki turut berpartisipasi dalam kegiatan tadarus Al-Qur'an bersama masyarakat dan santri TPQ. Tadarus dilakukan setiap sore hingga menjelang waktu berbuka puasa, menciptakan suasana Ramadan yang khusyuk dan penuh keberkahan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat sekitar. Pengalaman yang Berkesan Bagi kelompok Vidya Cakra, pengalaman mengajar di TPQ Nurul Huda bukan sekadar menjalankan program asistensi, tetapi juga menjadi ruang belajar yang berharga. Melihat semangat anak-anak dalam belajar mengaji, mendengar hafalan mereka yang semakin lancar, hingga merasakan kebersamaan dalam tadarus menjadi kenangan yang sulit dilupakan. Ramadan kali ini mengajarkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dimulai dari hal-hal sederhana, namun memberikan dampak yang besar. Melalui kegiatan ini, kelompok Vidya Cakra berharap dapat memberikan manfaat bagi anak-anak TPQ dan masyarakat sekitar. Semoga pengalaman selama Ramadan ini menjadi langkah kecil yang membawa keberkahan serta menumbuhkan semangat untuk terus berbagi ilmu dan kebaikan.    

Thumbnail
4 months ago
Revitalisasi Pendidikan Keagamaan melalui “Amazing Santri Festival” sebagai Upaya Penguatan Karakter dan Moderasi Beragama di TPQ Sindujoyo

NUR LIA SELVIATUR ROHMAH

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) SATYAKARSA Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program pengabdian masyarakat di TPQ Sindujoyo pada tanggal 6–17 April 2026. Program tersebut diwujudkan melalui kegiatan Amazing Santri Festival sebagai upaya revitalisasi pendidikan keagamaan sekaligus penguatan karakter dan moderasi beragama bagi santri melalui pendekatan edukatif, kreatif, dan interaktif. Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pengembangan pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan masyarakat. TPQ Sindujoyo merupakan salah satu lembaga pendidikan Al-Qur’an yang aktif dalam kegiatan pembelajaran keagamaan bagi anak-anak. Meskipun memiliki sistem administrasi yang cukup baik, TPQ ini masih menghadapi beberapa tantangan dalam proses pembelajaran, seperti keterbatasan media pembelajaran metode Qiro’ati, minimnya kegiatan edukatif dan kreatif bagi santri, serta rendahnya rasa percaya diri dan kemampuan sosial anak-anak dalam berinteraksi. Berdasarkan kondisi tersebut, mahasiswa KKM SATYAKARSA menghadirkan program pendampingan belajar mengaji dan festival edukatif sebagai sarana meningkatkan motivasi belajar serta partisipasi aktif santri. Kegiatan pendampingan belajar mengaji dilakukan menggunakan metode Qiro’ati dengan pendekatan yang menyenangkan dan komunikatif. Mahasiswa mendampingi santri dalam membaca Al-Qur’an, memberikan motivasi belajar, serta menciptakan suasana pembelajaran yang aktif dan interaktif. Selain itu, Amazing Santri Festival juga diisi dengan berbagai kegiatan edukatif dan keagamaan, seperti lomba hafalan surat pendek, adzan, cerdas cermat islami, dan mewarnai islami. Melalui kegiatan tersebut, santri diberikan ruang untuk mengembangkan kreativitas, keberanian, dan kemampuan sosial sejak usia dini. Program ini melibatkan kerja sama antara mahasiswa KKM, pengajar TPQ, pihak yayasan, serta masyarakat sekitar. Kolaborasi tersebut menciptakan hubungan yang harmonis dan mendukung terbentuknya lingkungan belajar yang positif bagi para santri. Pelaksanaan kegiatan secara kelompok dan partisipatif juga membantu meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, serta sikap saling menghargai antar santri. Pelaksanaan Amazing Santri Festival memberikan dampak positif terhadap perkembangan santri di TPQ Sindujoyo. Antusiasme santri dalam belajar mengaji meningkat, suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, dan kemampuan sosial anak-anak mulai berkembang dengan baik. Selain itu, kegiatan ini turut menanamkan nilai religius, toleransi, kerja sama, disiplin, dan sikap saling menghormati sebagai bagian dari penguatan moderasi beragama sejak usia dini. Pihak yayasan TPQ Sindujoyo menyampaikan apresiasi terhadap program yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKM SATYAKARSA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Program tersebut dinilai mampu memberikan pengalaman baru yang positif serta meningkatkan motivasi belajar santri maupun pengajar TPQ. Kehadiran mahasiswa juga memberikan suasana baru dalam proses pembelajaran melalui berbagai kegiatan edukatif yang kreatif, interaktif, dan menyenangkan. Melalui program Amazing Santri Festival, mahasiswa KKM SATYAKARSA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bentuk penguatan pendidikan keagamaan, karakter religius, dan moderasi beragama di lingkungan masyarakat. Program ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran Al-Qur’an yang lebih menarik dan inovatif, tetapi juga menjadi media pembentukan sikap toleransi, rasa percaya diri, kemampuan sosial, dan karakter positif santri dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya kerja sama yang baik antara mahasiswa, pihak TPQ, dan masyarakat, diharapkan semangat pembinaan generasi muda yang religius, aktif, dan berkarakter moderat dapat terus berkembang.

Thumbnail
4 months ago
Peningkatan Kohesi Sosial dan Kapasitas SDM Melalui Integrasi Program Keagamaan, Literasi, dan Tata Kelola Administrasi.

CHANDRA ACHMAD ZULFANY BAYHAQI

Latar Belakang Pembangunan sebuah wilayah, khususnya di tingkat desa atau kelurahan, tidak hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan modal sosial dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Kohesi sosial yang kuat serta SDM yang kompeten menjadi fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang omandiri dan berdaya saing. Dalam konteks pengabdian masyarakat (KKM), upaya ini memerlukan pendekatan integratif yang menyentuh aspek spiritual, edukatif, serta administratif secara simultan. Aspek keagamaan dan literasi merupakan elemen vital dalam pembentukan karakter generasi muda. TPQ Nurul Huda sebagai institusi pendidikan non-formal memiliki peran strategis sebagai pusat persemaian nilai-nilai moral. Namun, tantangan yang sering dihadapi adalah stagnasi motivasi belajar santri. Melalui program mengajar ngaji yang inovatif dan penyelenggaraan lomba-lomba keagamaan, diharapkan muncul gairah baru yang tidak hanya meningkatkan kemampuan literasi Al-Qur’an, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan kompetisi positif di lingkungan TPQ Nurul Huda. Di sisi lain, institusi pendidikan formal seperti MTsN 4 Blitar memegang peranan penting dalam menanamkan kesadaran sosial dan profesionalisme organisasi. Program Bakti Sosial yang dilaksanakan di sekolah ini bertujuan untuk mengasah empati siswa serta mempererat hubungan antara akademisi dengan realitas sosial masyarakat sekitar. Kepekaan sosial ini menjadi bagian tidak terpisahkan dari kapasitas SDM yang utuh, di mana kecerdasan intelektual selaras dengan kecerdasan emosional. Selain penguatan kapasitas individu, efektivitas sebuah organisasi pendidikan juga ditentukan oleh tata kelola administrasi dan kejelasan orientasi lembaga. Pembuatan plang visi dan misi di MTsN 4 Blitar bukan sekadar pemenuhan aspek estetika lingkungan, melainkan langkah strategis dalam internalisasi nilai dan tujuan lembaga. Visualisasi visi-misi yang jelas berfungsi sebagai panduan kerja bagi tenaga pendidik serta pengingat bagi siswa mengenai target capaian pendidikan mereka, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang terarah dan profesional. Integrasi antara kegiatan di TPQ Nurul Huda dan MTsN 4 Blitar ini merupakan manifestasi dari upaya peningkatan kapasitas masyarakat secara holistik. Melalui kolaborasi program keagamaan, lomba kreatif, bakti sosial, dan penataan administrasi visi-misi, diharapkan tercipta sinergi yang mampu memperkuat jalinan sosial antarwarga serta mencetak generasi yang unggul secara spiritual, sosial, dan organisasional. Temuan Penting Adapun beberapa temuan penting yang terdapat pada TPQ Nurul Huda dan MTsN 4 Blitar di desa sebagai berikut : 1. Jumlah pengajar tidak sebanding dengan jumlah santri Saat ini jumlah pengajar yang ada belum sebanding dengan banyaknya santri, sehingga proses belajar jadi kurang maksimal. Dalam satu waktu, pengajar harus menangani banyak santri sekaligus, yang membuat fokus mereka terbagi. Akibatnya, tidak semua santri bisa mendapatkan bimbingan secara optimal. Kondisi ini juga membuat pengajar lebih mudah merasa kewalahan karena harus membimbing bacaan, sekaligus menjaga ketertiban dalam waktu bersamaan. Di sisi lain, santri yang membutuhkan perhatian lebih justru bisa tertinggal, karena keterbatasan waktu dan tenaga pengajar. Jika kondisi ini terus berlangsung, kualitas pembelajaran bisa menurun dan perkembangan kemampuan santri menjadi kurang merata. 2. Metode pembelajaran cenderung monoton dan kurang variatif Metode pembelajaran masih bersifat monoton dan kurang beragam. Kegiatan mengaji umumnya hanya dilakukan dengan membaca bergiliran tanpa dukungan media yang memperjelas pemahaman santri, sehingga banyak yang cepat bosan dan kurang aktif. Penggunaan media seperti papan tulis juga belum optimal, sehingga penyampaian materi terasa kurang jelas dan kurang menarik padahal papan tulis bisa dipakai untuk menampilkan contoh bacaan, aturan tajwid, atau latihan bersama yang membantu santri memahami materi secara visual. 3. Sistem pengelolaan SDM masih bersifat informal dan belum terstruktur Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) di TPQ Nurul Huda saat ini masih bersifat informal dan belum didukung oleh sistem yang terstandardisasi. Absennya struktur organisasi yang definitif mengakibatkan pembagian tugas antar pengajar cenderung bersifat spontan dan hanya berlandaskan kebiasaan. Ketidakjelasan peran ini memicu distribusi beban kerja yang tidak merata, di mana terjadi ketimpangan kontribusi antara pengajar yang memegang tanggung jawab berlebih dengan pengajar yang belum diberdayakan secara optimal. 4. Tidak adanya program pelatihan atau pengembangan SDM secara berkala Saat ini, TPQ Nurul Huda dan MTsN 4 Blitar masih menghadapi tantangan dalam hal pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) karena belum tersedianya program pelatihan guru yang terencana secara periodik. Kurikulum pembelajaran yang diterapkan pun masih bersifat konvensional, di mana kegiatan rutin hanya terbatas pada metode mengaji sorogan (bergantian), praktik ibadah sholat, serta pembacaan maulid secara komunal. Tanpa adanya inovasi program strategis, seperti target hafalan Al-Qur’an (Tahfidz) yang terstruktur, proses pendidikan di kedua lembaga tersebut cenderung terasa monoton. Hal ini mengakibatkan capaian pembelajaran santri menjadi kurang terukur dan kehilangan orientasi target yang progresif untuk mendukung perkembangan kompetensi mereka di masa depan. Hal ini pula searah dengan tujuan dari MTsN 4 Blitar yang sedang masa peralihan menuju pembelajaran digital. Isu Kebijakan Permasalahan ini menunjukkan terdapat adanya celah dalam pengelolaan kedua lembaga yaitu TPQ Nurul Huda dan MTsN 4 Blitar. Beberapa isu kebijakan yang dapat diidentifikasi sebagai berikut: 1. Ketimpangan rasio pengajar dan santri 2. Rendahnya inovasi dan variasi metode pembelajaran 3. Kelemahan tata kelola SDM dan program pengembangan Rekomendasi Kebijakan Untuk mengatasi permasalahan tersebut, berikut beberapa rekomendasi yang dapat dipertimbangkan: 1. Penataan ulang struktur organisasi dan sistem manajemen SDM Penataan ulang ini bertujuan agar pembagian tugas antar pengajar menjadi lebih proporsional dan jelas. Dengan adanya uraian tugas atau job description yang definitif, setiaptenaga pendidikdiTPQNurulHudamaupunMTsN4Blitarakanmemilikitanggung jawab yang spesifik, sehingga tidak ada lagi pengajar yang merasa kewalahan sementara yang lain kurang diberdayakan. Langkah ini akan menciptakan alur kerja yang lebih profesional, sistematis, dan tidak lagi hanya bergantung pada kebiasaan atau keputusan spontan semata. 2. Lembaga perlu mengadakan program pelatihan dan pengembangan Hal ini bertujuan untuk menunjang kapasitas guru secara berkala untuk meningkatkan kompetensi pedagogik mereka. Pelatihan ini sebaiknya difokuskan pada penguasaan metode pembelajaran yang lebih dinamis serta pemanfaatan media instruksional, baik yang bersifat manual seperti papan tulis maupun alat bantu digital. Hal ini sangat krusial mengingat MTsN 4 Blitar sedang bertransisi menuju era pembelajaran digital, sehingga para pengajar dituntut untuk mampu mengintegrasikan teknologi dalam menyampaikan materi agar suasana kelas menjadi lebih interaktif dan menarik bagi santri. 3. diversifikasi metode pembelajaran Perbaruan dan perbedaan harus segera diterapkan untuk menghilangkan kesan monoton dalam kegiatan belajar mengajar. Pengelola dapat menyusun kurikulum yang lebih inovatif.

Thumbnail
4 months ago
Mahasiswa FITK UIN Malang Disambut Meriah di Malaysia, Program Internship Dimulai dengan Harapan Baru

AZKIYA RAFIDA AMIN

FITK INSIGHT – Kedah — Kamis, 01 April 2026 pukul 14.35 waktu setempat. Kehadiran sembilan mahasiswa dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann dalam rangka pembukaan program internasional internship atau asistensi mengajar di Ma’had Tahfiz Sains Taufikiah, Malaysia, disambut dengan penuh kehangatan oleh pihak sekolah. Acara penyambutan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Perwakilan guru, Cikgu Farhanah, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar program ini tidak hanya menjadi ajang praktik mengajar, tetapi juga mampu mempererat hubungan silaturahmi antara kedua lembaga. Beliau juga menekankan pentingnya saling bertukar pengalaman dalam dunia pendidikan, sekaligus mengenal lebih dekat budaya serta lingkungan sekitar. Sebagai bentuk perkenalan, sembilan anggota asistensi mengajar (AM) dari pihak mahasiswa diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri secara bergiliran. Momen ini berlangsung dengan penuh antusias, sekaligus menjadi langkah awal dalam membangun kedekatan antara mahasiswa dan civitas akademika sekolah. Dalam sambutannya, perwakilan mahasiswa, Hafi Dhotul Khoiriyah, turut menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh pihak sekolah beserta para pelajar. Ia juga menyampaikan harapan agar kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat serta meninggalkan kesan positif selama program berlangsung. Kegiatan penyambutan kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan akan kelancaran program ke depan. Acara dilanjutkan dengan pemberian cinderamata dari pihak mahasiswa kepada sekolah sebagai simbol apresiasi dan kenang-kenangan atas sambutan yang diberikan. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang harmonis serta kerja sama yang berkelanjutan, sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi akademik dan sosial di lingkungan internasional.