ILSA FIKROTUL ULUM
Dengan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan nilai-nilai keislaman, program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Abhipraya Altara bersama siswa serta bapak ibu guru melaksanakan kegiatan bakti sosial yang penuh makna. Kegiatan ini menjadi wujud nyata pengamalan ajaran Islam tentang pentingnya menjaga kebersihan, mempererat ukhuwah, serta menebarkan manfaat bagi sesama. Melalui langkah sederhana namun penuh keberkahan, seluruh peserta bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan alam ciptaan Allah SWT. Kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan bersama mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang terdiri dari mahasiswa Pendidikan Agama Islam dan teman-teman jurusan lainnya, siswa, serta bapak ibu guru menjadi salah satu aktivitas penuh makna yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar madrasah. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap kebersihan, kenyamanan, dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Dengan penuh semangat dan kekompakan, mahasiswa KKM, siswa, serta bapak ibu guru bergotong royong melaksanakan aksi bersih-bersih di berbagai tempat, mulai dari mushola, masjid, sekolah, taman, kantor desa, hingga sepanjang jalan menuju lingkungan sekolah. Suasana kebersamaan begitu terasa ketika saling bekerja sama membersihkan lingkungan demi menciptakan tempat yang lebih nyaman dan asri. Dengan penuh semangat dan kekompakan, mahasiswa KKM, siswa, serta bapak ibu guru bergotong royong melaksanakan aksi bersih-bersih di berbagai tempat, mulai dari mushola, masjid, sekolah, taman, kantor desa, hingga sepanjang jalan menuju lingkungan sekolah. Suasana kebersamaan begitu terasa ketika seluruh peserta saling membantu dan bekerja sama demi menciptakan lingkungan yang lebih sehat, indah, dan asri. Nilai gotong royong yang diajarkan dalam kehidupan bermasyarakat pun semakin tumbuh melalui kegiatan ini. Kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena tidak hanya mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian sosial, tanggung jawab, gotong royong, dan kerja sama secara langsung kepada seluruh peserta. Dalam Islam, kebersihan merupakan bagian dari iman, sebagaimana ungkapan “An-nazhafatu minal iman” yang memiliki makna bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, fasilitas umum, dan tempat ibadah bukan hanya menjadi kewajiban sosial, tetapi juga bentuk pengamalan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran mahasiswa KKM bersama warga sekolah pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar. Warga merasa senang dan terbantu dengan adanya kegiatan tersebut, terutama dalam menjaga kebersihan fasilitas umum dan tempat ibadah yang digunakan setiap hari. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran bersama bahwa lingkungan yang bersih akan menciptakan suasana yang nyaman, sehat, dan penuh keberkahan, serta mempererat tali silaturahmi dan semangat kebersamaan antarwarga.Keakraban semakin terasa melalui antusias masyarakat yang turut menyambut dan mendukung jalannya kegiatan. Canda, tawa, serta semangat kebersamaan menjadikan kegiatan berlangsung dengan hangat, penuh kekeluargaan, dan menciptakan hubungan yang semakin erat antara kita dan masyarakat sekitar. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah islamiyah dan menanamkan nilai kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. Islam mengajarkan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Oleh sebab itu, melalui kegiatan bakti sosial ini diharapkan tumbuh kesadaran bersama untuk terus menjaga lingkungan, saling membantu, dan memperkuat rasa persaudaraan tanpa membedakan latar belakang.Melalui kegiatan sederhana ini, terbukti bahwa langkah kecil yang dilakukan dengan niat tulus dapat menghadirkan manfaat yang besar. Dari aksi membersihkan lingkungan tumbuh rasa peduli, semangat kebersamaan, jiwa pengabdian, serta motivasi untuk terus menebarkan kebaikan di tengah masyarakat. Semoga kegiatan ini menjadi amal baik yang membawa keberkahan, menginspirasi banyak orang untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan sesama, serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan masyarakat yang bersih, sehat, harmonis, dan penuh nilai-nilai islami.
PUTRI ALYSIA DYMIATI
Kedah — Dalam rangka pelaksanaan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), sembilan mahasiswa dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan bertema “Play Together, Laugh Together!” yang berlangsung di Sekolah Menengah Agama Taufikiah Khairiah Al-Halimiah, Malaysia. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari libur sekolah, Jumat, 10 April 2026 pukul 08.00 waktu setempat, dan diikuti oleh para santri putri Ma’had dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan. Acara diawali dengan kegiatan senam rutin bersama yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani sekaligus menciptakan suasana yang menyenangkan. Para santri tampak bersemangat mengikuti setiap gerakan yang dipandu oleh mahasiswa, sehingga suasana pagi hari terasa lebih segar dan penuh energi. Setelah sesi senam, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai permainan estafet yang dikemas secara menarik dan interaktif. Terdapat empat jenis permainan yang dilaksanakan, yaitu pen to pen, senam muka, estafet sarung, dan estafet botol. Setiap permainan dirancang untuk melatih kerja sama tim, konsentrasi, serta membangun keceriaan di antara para peserta. Keceriaan tampak jelas dari raut wajah para santri yang mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Gelak tawa dan sorak sorai menghiasi jalannya acara, mencerminkan tingginya antusiasme serta keterlibatan aktif para peserta dalam setiap permainan yang dilaksanakan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berupaya memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi para santri, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebersamaan, kerja sama, serta pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik. Diharapkan, program “Play Together, Laugh Together!” ini dapat memberikan kesan positif dan menjadi salah satu pengalaman berharga bagi para santri, sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa KKM dengan santri Sekolah Menengah AgamaTaufikiah Khairiah Al-Halimiah.
IZZATUL SALSA BILA SIMAMORA
FITK INSIGHT – Ahad, 26 April 2026 — Suasana akhir pekan di MIA dipenuhi kegembiraan dan semangat saat Qur’anic Youth Movement Competition 2026 resmi digelar. Kegiatan ini dilaksanakan oleh grup Dasavartha FITK UIN Malang dan dimulai pada pukul 07.30 waktu setempat dengan mengusung tema “Rise Ummah with the Light of Qur’an”. Sejak pagi hari, para santri sudah memenuhi area kegiatan dengan penuh antusias. Seluruh santri MIA dari tingkatan 1 hingga 5 termasuk santri Tahfiz Sepenuh Masa (TSM) ikut berpartisipasi sehingga suasana kompetisi terasa hidup dan menyenangkan. Acara diawali dengan penampilan nasyid dari santri putra MIA yang berhasil menciptakan nuansa islami sekaligus membuka kegiatan dengan penuh kekhidmatan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan resmi dan sesi ice breaking yang sukses membuat seluruh peserta lebih santai namun tetap bersemangat. Adapun jenis lomba yang dipertandingkan meliputi: MSQ (Musabaqoh Syarhil Qur’an) MHQ (Musabaqoh Hifdzil Qur’an) Lomba Poster Ranking 1 Usai pembukaan, para peserta langsung menuju tempat lomba masing-masing yang telah disiapkan panitia. Masing-masing kompetisi berlangsung dengan tertib, penuh sportivitas, dan memperlihatkan kemampuan terbaik para santri. Sebelum memasuki babak Ranking 1, panitia mengadakan fun games berupa permainan “Simon Says”, yang membuat suasana semakin ceria dan mempererat kebersamaan antar peserta. Dengan adanya kegiatan ini, Qur’anic Youth Movement Competition 2026 tidak hanya menjadi wadah kompetisi tetapi juga sarana menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, memperkuat karakter santri, dan membangkitkan semangat umat melalui cahaya wahyu Ilahi. Diharapkan kegiatan seperti ini terus berlanjut agar generasi muda semakin dekat dengan Al-Qur’an dan mampu membawa terang bagi ummah di masa depan.
VANESHA CANTIKA NABILA
Cirebon — Mahasiswi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Malang menggelar seminar karya tulis ilmiah bertajuk “Ink of Faith: Eksplorasi Karya Tulis Ilmiah di Era Modern” di LPD Al-Bahjah Pusat Banat, Cirebon, pada Minggu (26/4/2026) pukul 09.45 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh santriwati SMAIQU kelas XI. Judul “Ink of Faith” sendiri mengandung makna bahwa setiap tulisan bukan sekadar rangkaian kata, tetapi juga menjadi bentuk ikhtiar, keyakinan, dan tanggung jawab dalam menyampaikan ilmu. Melalui tulisan, seseorang tidak hanya menuangkan gagasan, tetapi juga membawa nilai dan kepercayaan yang mendasari proses berpikirnya, terutama di tengah perkembangan era modern yang menuntut kemampuan literasi yang kuat. Seminar ini merupakan inisiatif mahasiswi KKM sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya pemahaman karya tulis ilmiah sejak dini. Dari pengamatan yang dilakukan, masih banyak santriwati yang belum memahami dasar-dasar penulisan karya ilmiah. Bahkan, pada tahap awal seperti menentukan judul, mereka masih merasa kesulitan. Hal ini disebabkan karena kurangnya arahan dalam proses penulisan. Padahal, kemampuan ini nantinya akan sangat dibutuhkan saat mereka melanjutkan ke perguruan tinggi. Ketua pelaksana, Aqidatul Imania, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari kebutuhan nyata para santriwati. “Kami lihat teman-teman santriwati masih bingung soal karya tulis ilmiah, apalagi di bagian awal kayak nentuin judul. Padahal nanti pas kuliah itu bakal sering dipakai,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan bisa menjadi langkah awal agar santriwati lebih percaya diri dalam menulis. Seminar ini bertujuan untuk membekali serta meningkatkan wawasan santriwati dalam menyusun karya tulis ilmiah yang baik dan benar, sekaligus menumbuhkan minat menulis. Kegiatan ini melibatkan 9 mahasiswi sebagai panitia, dengan dua pemateri utama, yakni Nessa Nova Winengsih dari Program Studi PIPS dan Wafda Vie’izzi Dynina dari Program Studi TBI. Dalam penyampaiannya, Nessa Nova Winengsih menekankan bahwa karya tulis ilmiah sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. “Kalau sudah paham dasarnya, sebenarnya KTI itu nggak sesulit yang dibayangkan. Yang penting tahu strukturnya dulu, nanti pelan-pelan bisa,” jelasnya. Materi yang disampaikan meliputi pengertian karya tulis ilmiah, ciri-ciri, serta macam-macamnya. Peserta juga dikenalkan pada jenis karya ilmiah seperti makalah dan paper, termasuk perbedaan dan struktur penulisannya. Berdasarkan susunan acara, kegiatan diawali dengan persiapan dan pengondisian peserta, dilanjutkan pembukaan oleh MC, sambutan, serta penyampaian materi inti. Setelah itu, acara diisi dengan sesi tanya jawab yang berlangsung aktif sebelum akhirnya ditutup oleh panitia. Suasana seminar berlangsung hidup dan interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan. Banyak dari mereka yang mengajukan pertanyaan, bahkan beberapa di antaranya di luar topik karena tingginya rasa ingin tahu. Salah satu peserta, Shanna Dyandra S, mengaku mendapatkan pemahaman baru setelah mengikuti kegiatan ini. “Awalnya aku ngerasa KTI itu susah banget, tapi setelah dijelasin jadi lebih ngerti. Jadi pengen coba nulis juga,” ungkapnya. Para santriwati juga berharap kegiatan serupa dapat kembali diadakan di masa mendatang agar mereka dapat terus mengembangkan kemampuan menulis ilmiah. Dengan terselenggaranya kegiatan bertajuk “Ink of Faith: Eksplorasi Karya Tulis Ilmiah di Era Modern” ini, diharapkan santriwati tidak lagi merasa takut terhadap karya tulis ilmiah dan lebih siap menghadapi tantangan akademik di jenjang pendidikan selanjutnya.
ASYARA NUR MAGISTRA
FITK INSIGHT – Suasana sore (Minggu, 12 April) di lapangan Maahad Tahfiz Ihya’ Al-Ahmadi (MIA), Malaysia, dipenuhi gelak tawa dan semangat kebersamaan dalam kegiatan fun game bola jaring yang melibatkan santriwati bersama mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, baru-baru ini. Kegiatan santai ini menjadi salah satu bentuk pengisian waktu luang yang bermanfaat, sekaligus mempererat hubungan antara santriwati dan mahasiswa dalam suasana yang tidak formal. Para peserta dibagi dalam beberapa tim dengan mengenakan bib berwarna, menciptakan pertandingan yang seru namun tetap penuh keakraban. Tidak berfokus pada kompetisi semata, permainan bola jaring ini lebih menekankan pada keseronokan, kerja sama tim, serta membangun komunikasi yang baik antar peserta. Canda tawa yang tercipta sepanjang permainan menjadi bukti bahwa kegiatan ini berhasil menciptakan suasana yang hangat dan menyenangkan. Salah satu mahasiswa FITK menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjalin ukhuwah dan saling mengenal lebih dekat. “Walaupun hanya fun game, tetapi momen seperti ini sangat bermakna kerana kami dapat berinteraksi secara langsung dengan para santri dalam suasana santai,” ujarnya. Dengan adanya kegiatan sederhana namun penuh makna ini, diharapkan hubungan silaturahmi antara mahasiswa UIN Malang dan keluarga besar Maahad Tahfiz Ihya’ Al-Ahmadi terus terjalin dengan baik, sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi semua pihak yang terlibat.[iz]
NESA NOVA WINENGSIH
Cirebon — Mahasiswi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Malang menggelar seminar karya tulis ilmiah bertajuk “Ink of Faith: Eksplorasi Karya Tulis Ilmiah di Era Modern” di LPD Al-Bahjah Pusat Banat, Cirebon, pada Minggu (26/4/2026) pukul 09.45 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh santriwati SMAIQU kelas XI. Judul “Ink of Faith” sendiri mengandung makna bahwa setiap tulisan bukan sekadar rangkaian kata, tetapi juga menjadi bentuk ikhtiar, keyakinan, dan tanggung jawab dalam menyampaikan ilmu. Melalui tulisan, seseorang tidak hanya menuangkan gagasan, tetapi juga membawa nilai dan kepercayaan yang mendasari proses berpikirnya, terutama di tengah perkembangan era modern yang menuntut kemampuan literasi yang kuat. Seminar ini merupakan inisiatif mahasiswi KKM sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya pemahaman karya tulis ilmiah sejak dini. Dari pengamatan yang dilakukan, masih banyak santriwati yang belum memahami dasar-dasar penulisan karya ilmiah. Bahkan, pada tahap awal seperti menentukan judul, mereka masih merasa kesulitan. Hal ini disebabkan karena kurangnya arahan dalam proses penulisan. Padahal, kemampuan ini nantinya akan sangat dibutuhkan saat mereka melanjutkan ke perguruan tinggi. Ketua pelaksana, Aqidatul Imania, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari kebutuhan nyata para santriwati. “Kami lihat teman-teman santriwati masih bingung soal karya tulis ilmiah, apalagi di bagian awal kayak nentuin judul. Padahal nanti pas kuliah itu bakal sering dipakai,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan bisa menjadi langkah awal agar santriwati lebih percaya diri dalam menulis. Seminar ini bertujuan untuk membekali serta meningkatkan wawasan santriwati dalam menyusun karya tulis ilmiah yang baik dan benar, sekaligus menumbuhkan minat menulis. Kegiatan ini melibatkan 9 mahasiswi sebagai panitia, dengan dua pemateri utama, yakni Nessa Nova Winengsih dari Program Studi PIPS dan Wafda Vie’izzi Dynina dari Program Studi TBI. Dalam penyampaiannya, Nessa Nova Winengsih menekankan bahwa karya tulis ilmiah sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. “Kalau sudah paham dasarnya, sebenarnya KTI itu nggak sesulit yang dibayangkan. Yang penting tahu strukturnya dulu, nanti pelan-pelan bisa,” jelasnya. Materi yang disampaikan meliputi pengertian karya tulis ilmiah, ciri-ciri, serta macam-macamnya. Peserta juga dikenalkan pada jenis karya ilmiah seperti makalah dan paper, termasuk perbedaan dan struktur penulisannya. Berdasarkan susunan acara, kegiatan diawali dengan persiapan dan pengondisian peserta, dilanjutkan pembukaan oleh MC, sambutan, serta penyampaian materi inti. Setelah itu, acara diisi dengan sesi tanya jawab yang berlangsung aktif sebelum akhirnya ditutup oleh panitia. Suasana seminar berlangsung hidup dan interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan. Banyak dari mereka yang mengajukan pertanyaan, bahkan beberapa di antaranya di luar topik karena tingginya rasa ingin tahu. Salah satu peserta, Shanna Dyandra S, mengaku mendapatkan pemahaman baru setelah mengikuti kegiatan ini. “Awalnya aku ngerasa KTI itu susah banget, tapi setelah dijelasin jadi lebih ngerti. Jadi pengen coba nulis juga,” ungkapnya. Para santriwati juga berharap kegiatan serupa dapat kembali diadakan di masa mendatang agar mereka dapat terus mengembangkan kemampuan menulis ilmiah. Dengan terselenggaranya kegiatan bertajuk “Ink of Faith: Eksplorasi Karya Tulis Ilmiah di Era Modern” ini, diharapkan santriwati tidak lagi merasa takut terhadap karya tulis ilmiah dan lebih siap menghadapi tantangan akademik di jenjang pendidikan selanjutnya.