Thumbnail
2 months ago
Menanam Makna dalam Pengabdian : Menyatu dan Belajar Bersama di Desa Sukarara

PRAYOGI PRASETYO

    Sukarara, Lombok Tengah, Pengabdian mahasiswa melalui Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri di Desa Sukarara menjadi ruang belajar yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga pada proses membersamai masyarakat. Berangkat dari niat mengabdi, mahasiswa justru menemukan banyak pelajaran tentang sikap, nilai kebersamaan, dan cara memaknai peran sebagai pendatang di tengah kehidupan desa.   Kehangatan Warga dalam Menyambut Kedatangan   Berlokasi di Dusun Lendang, Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, kehadiran mahasiswa disambut dengan keterbukaan dan kehangatan warga. Jamuan sederhana khas desa menjadi simbol penerimaan, sekaligus gambaran kuat tentang budaya memuliakan tamu yang masih terjaga. Dari awal kedatangan, interaksi yang baik penuh keramahan mengawali keberlangsungan seluruh program pengabdian.   Pendekatan kepada warga menjadi langkah awal yang ditempuh melalui malam tahun baru bersama warga, yang dikemas dalam suasana kebersamaan dan dzikir. Antusiasme warga terlihat nyata, mulai dari keterlibatan sejak persiapan hingga partisipasi penuh saat pelaksanaan melebihi ekspektasi yang ada. Mereka menyumbangkan beberapa ekor ayam, ikan, serta tempat yang diusahakan untuk membantu memeriahkan. Tak ini membuat kita kembali belajar bahwa untuk membantu dan berbagi tak perlu menunggu memiliki lebih, sebab apapun itu pasti berharga dan berarti.   Pendekatan Edukatif pada Remaja dan Anak-Anak   Pada bidang pendidikan, mahasiswa KKM Mandiri melaksanakan psikoedukasi di SMPN 4 Jonggat dengan tema "Healthy Relationship". Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada remaja mengenai relasi yang sehat, komunikasi yang bertanggung jawab, serta pentingnya kesiapan emosional dan psikologis. Melalui pendekatan edukatif, program ini diharapkan dapat menjadi upaya preventif dalam meminimalisir pernikahan dini, ataupun toxic relationship di berbagai lingkungan.    Nilai keagamaan dan kebersamaan turut diperkuat melalui peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang melibatkan anak-anak tingkat sekolah dasar dan warga Dusun Lendang. Berbagai perlombaan bernuansa islami menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus mempererat hubungan antarwarga lintas usia. Momentum ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga ruang tumbuhnya semangat kebersamaan dalam suasana religius.   Komitmen terhadap pendidikan keagamaan diwujudkan melalui pembelajaran Al-Qur’an dan kajian fiqih dasar di TPQ Masjid Nurul Hidayah. Kami turut mendampingi kegiatan mengaji serta memastikan materi fiqih dapat diakses secara berkelanjutan melalui buku kajian fiqih dasar yang telah dicetak dan ditempatkan di masjid. Keberadaan bahan kajian ini diharapkan dapat terus dimanfaatkan oleh anak-anak dan masyarakat setempat.   Kebersamaan dan Proses Belajar Bersama   Sepanjang proses pengabdian, mahasiswa juga dihadapkan pada dinamika sosial yang menuntut sikap saling memahami dan menghargai. Ketika kegiatan tidak selalu berjalan sesuai rencana, komunikasi membantu dalam menemukan pemahaman. Dari situ, pengabdian dimaknai bukan hanya sebagai pelaksanaan program, tetapi juga sebagai latihan kesabaran, empati, dan kedewasaan dalam bersikap.   Kebersamaan yang terjalin hingga momen penutupan menjadi penegas bahwa kehadiran mahasiswa bukan sekadar singgah, melainkan bagian dari proses saling belajar. Pengalaman di Desa Sukarara meninggalkan kesan mendalam bukan karena betapa sempurnanya atau betapa berdampaknya kita, tapi karena betapa berharganya pelajaran yang kita terima, dan makna pengabdian yang sesungguhnya.

Thumbnail
2 months ago

AZAHRA FADHILAH

https://drive.google.com/drive/folders/1Qd0IWOgKAWkfT_NyYhe79hcdAc08G00-

Thumbnail
2 months ago
KKM Artha Mandala Pasang Plang Edukasi Terurai Sampah di 7 Dusun Desa Sidodadi

MEISYA FRISTY PUTRI OCTAVA

KKM Artha Mandala Pasang Plang Edukasi Terurai Sampah di 7 Dusun Desa Sidodadi Sidodadi, 17 Januari 2026 --- Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Artha Mandala melaksanakan kegiatan pemasangan plang edukasi tentang jenis sampah terurai di Desa Sidodadi pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara merata di tujuh dusun yang ada di Desa Sidodadi, yaitu Dusun Krajan, Dusun Klosot, Dusun Ngandeng, Dusun Pilang, Dusun Gedangan, Dusun Boro, dan Dusun Kalianyar.   Pemasangan plang edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah, khususnya sampah yang dapat terurai secara alami. Melalui plang tersebut, masyarakat diharapkan dapat memahami jenis-jenis sampah organik serta cara pengelolaannya yang ramah lingkungan. Ketujuh dusun dipilih sebagai lokasi pemasangan agar edukasi mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat Desa Sidodadi. Plang edukasi dipasang di titik-titik strategis yang mudah dilihat dan sering dilalui oleh warga.   Melalui kegiatan ini, Kelompok KKM Artha Mandala berharap masyarakat dapat mulai membiasakan diri memilah sampah sejak dari rumah serta berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan pemasangan plang edukasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung terciptanya lingkungan desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.Dengan adanya plang edukasi jenis sampah terurai tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat Desa Sidodadi terhadap pentingnya pengelolaan sampah semakin meningkat dan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. https://www.kompasiana.com/miftahuljannah0386/6980e8e1c925c47c032fba42/kkm-artha-mandala-pasang-plang-edukasi-terurai-sampah-di-7-dusun-desa-sidodadi Kreator: KKM REGULER 99 UIN MALANG

Thumbnail
2 months ago
Kontribusi Mahasiswa KKM Kelompok 80 dalam Kegiatan Munajat Jalanan di Pondok Pesantren Al-Ghozali

ALIFIA ADZANIA RAMADHANTI

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 80 yang melaksanakan pengabdian di Desa Pakis Kembar, Kabupaten Malang, turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat. Salah satu bentuk kontribusi tersebut adalah keterlibatan mahasiswa KKM dalam kegiatan Munajat Jalan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Al-Ghozali. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu malam Minggu, 27 Desember 2025. Kegiatan Munajat Jalan merupakan peringatan haul para kiai dan tokoh terdahulu Pondok Pesantren Al-Ghozali yang dikemas secara inklusif. Penamaan Munajat Jalan dipilih sebagai simbol upaya pondok pesantren dalam merangkul masyarakat luas, khususnya anak-anak jalanan dan komunitas Vespa, agar dapat ikut serta dalam kegiatan keagamaan tanpa adanya sekat sosial. Berbeda dengan kegiatan haul pada umumnya, Munajat Jalan tidak hanya diisi dengan pembacaan sholawat, pengajian, dan doa bersama, tetapi juga menampilkan pertunjukan dari anak-anak jalanan, seperti bernyanyi dan seni musik. Hal ini menjadi wujud dakwah yang humanis serta bentuk kepedulian terhadap anak-anak jalanan agar mereka merasa dihargai dan diterima di tengah masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini tidak hanya untuk mendoakan para kiai dan tokoh yang telah wafat, tetapi juga sebagai bentuk munajat dan doa bagi anak-anak jalanan agar senantiasa diberikan perlindungan, keselamatan, dan harapan kehidupan yang lebih baik. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKM Kelompok 80 berperan sebagai panitia dengan membantu persiapan dan kelancaran acara. Keterlibatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menumbuhkan rasa kepedulian sosial, kerja sama, serta penguatan peran mahasiswa sebagai agen pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan Munajat Jalan, diharapkan nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan kemanusiaan dapat terus terjaga serta memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Thumbnail
2 months ago
Perbaiki Wajah Desa, Mahasiswa KKM Bersama Warga dan Perangkat Kelurahan Kedung Asem Percantik Tugu Perbatasan

DIVA AULIA SAGITA

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok Kedung Asem melakukan aksi nyata dalam menjaga keindahan lingkungan dengan menggelar kerja bakti di Tugu Perbatasan Desa pada Jumat sore (02/01/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap fasilitas desa yang selama ini kurang mendapatkan perhatian. Kondisi tugu sebelum dibersihkan tampak memprihatinkan; sekeliling tugu dipenuhi tanaman liar dan rumput yang tinggi, serta warna cat yang sudah pudar dan tidak lagi menarik dipandang. Melihat hal tersebut, mahasiswa KKM berinisiatif melakukan pembersihan total yang diawali dengan mencabut rumput liar dan membersihkan area sekitar tugu. Kegiatan ini tidak dilakukan sendirian. Perangkat kelurahan turut hadir di lokasi untuk memberikan arahan kepada para mahasiswa. Tak hanya itu, antusiasme warga sekitar juga terlihat sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan adanya warga yang secara sukarela meminjamkan alat-alat kebersihan seperti cangkul dan sabit.   Keakraban antara mahasiswa dan masyarakat semakin terasa ketika beberapa warga datang membawakan konsumsi berupa nasi dan pisang sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras para mahasiswa. "Kami sangat terkesan dan berterima kasih dengan kehadiran adik-adik mahasiswa yang mau peduli dengan kebersihan tugu ini," ujar salah seorang warga di lokasi.   Aksi ini tidak berhenti pada pembersihan rumput saja. Sebagai tindak lanjut agar tugu kembali terlihat cantik sebagai "wajah" perbatasan desa, mahasiswa KKM telah merencanakan agenda pengecatan ulang pada hari berikutnya.   Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan fasilitas umum dapat meningkat. Selain untuk keindahan, kerja bakti ini menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa KKM, perangkat kelurahan, dan warga Kedung Asem.

Thumbnail
2 months ago
Silaturahim dan Pemaparan Program Kerja yang Mendapat Dukungan Warga Desa Belung

HAFID IZUDIN MUBARAK

ARDHACITTA - (27/12/2025) KKM 36 UIN Malang – Ardhacitta melaksanakan rangkaian silaturahim dan pemaparan program kerja di Desa Belung, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dimulai di Balai Desa Belung, di mana mahasiswa memaparkan seluruh program kerja KKM kepada pengurus Karang Taruna. Paparan tersebut diterima dengan baik dan mendapat sambutan positif, menegaskan dukungan pengurus terhadap berbagai kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan literasi, pendidikan, dan partisipasi warga, khususnya anak-anak dan remaja kampung.       Selanjutnya, mahasiswa melakukan silaturahim ke Ketua RT 01 RW 01, untuk menyampaikan izin dan memaparkan secara khusus program bimbingan belajar di Pustaka Surau Merdeka. Ketua RT menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan dukungannya agar kegiatan belajar dapat berjalan lancar, terkoordinasi dengan warga, serta menjadi ruang belajar tambahan bagi anak-anak kampung. Kehadiran mahasiswa di sini juga memperkuat hubungan antara KKN dengan masyarakat setempat.      Kegiatan dilanjutkan dengan silaturahim ke Ustadz Hamid, selaku Takmir Masjid Al-Ridlo, untuk memaparkan program kerja yang akan dilaksanakan di masjid. Pemaparan ini diterima dengan antusias, dan Ustadz Hamid menyatakan dukungan agar kegiatan keagamaan yang melibatkan mahasiswa KKM dapat berjalan tertib, harmonis, dan membantu meringankan pekerjaan takmir masjid.               Melalui rangkaian silaturahim dan pemaparan program kerja ini, KKM 36 Ardhacitta berharap dapat memperkuat ikatan dengan warga dan tokoh desa, memastikan seluruh program kerja diterima dengan baik, berjalan lancar, dan memberikan manfaat nyata. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk pengabdian mahasiswa KKM serta menumbuhkan nilai kebersamaan, partisipasi aktif, dan tanggung jawab sosial di Desa Belung.   https://kkm36ardhacitta.blogspot.com/2025/12/silaturahim-dan-pemaparan-program-kerja.html