AMAR MA`RUF
ARDHACITTA - (24/12/2025) Penerimaan peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dilaksanakan di Balai Desa Belung pada tanggal 24, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini menjadi agenda awal penyambutan mahasiswa KKM oleh pihak desa sebagai tanda dimulainya pelaksanaan program pengabdian di Desa Belung. Acara penerimaan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Selanjutnya, Ketua Kelompok KKM menyampaikan sambutan yang berisi maksud dan tujuan pelaksanaan KKM di Desa Belung. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Prof. Dr. H. Ahmad Barizi, M.A. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa motivasi utama dalam pelaksanaan KKM adalah belajar. Keberadaan mahasiswa di desa bukan semata untuk mengajar, melainkan untuk terus belajar dari masyarakat dan lingkungan sekitar. Beliau menyampaikan bahwa mahasiswa merupakan pembelajar sepanjang hayat, sehingga proses belajar tidak akan pernah terlepas, termasuk bagi dirinya sendiri. Adanya perbedaan latar belakang dan kondisi masyarakat juga menjadi alasan penting bagi mahasiswa untuk terus belajar dan menyesuaikan diri. Selain itu, Bapak Prof. Dr. H. Ahmad Barizi, M.A. juga menyampaikan beberapa pesan penting kepada peserta KKM, antara lain menjaga nama baik almamater serta citra UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, menerapkan ilmu pengetahuan dalam menyusun program kerja yang aktif dan kreatif, menjalin interaksi sosial yang baik dan kolaboratif, mengembangkan soft skill serta jiwa kepemimpinan, serta memperhatikan etika dan norma yang berlaku di masyarakat. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Kepala Desa Belung. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan penerimaan secara resmi terhadap peserta KKM UIN Malang serta berharap mahasiswa dapat berkolaborasi dengan masyarakat yang memiliki latar belakang dan karakter yang beragam. Perwakilan Kepala Desa juga mengimbau mahasiswa agar tidak sungkan untuk berkomunikasi dan bertanya apabila menemui kendala selama pelaksanaan kegiatan KKM. Mahasiswa diharapkan dapat menyesuaikan diri serta mengadopsi cara-cara yang sesuai dengan kondisi masyarakat setempat. Selain itu, beliau menekankan bahwa seluruh kegiatan dan bentuk komunikasi yang dilakukan selama KKM hendaknya dilandasi dengan keikhlasan dan tanpa pamrih. Menurutnya, apabila pengabdian dilakukan dengan hati nurani yang ikhlas, maka hasil yang diperoleh pun akan membawa kebaikan. Di akhir sambutannya, perwakilan Kepala Desa mengingatkan bahwa waktu pelaksanaan KKM yang berlangsung selama kurang lebih 40 hari merupakan waktu yang berharga. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan waktu tersebut dengan sebaik-baiknya dan tidak menyia-nyiakannya. Dengan dilaksanakannya kegiatan penerimaan ini, peserta KKM UIN Malang secara resmi diterima di Desa Belung dan siap melaksanakan program pengabdian sesuai dengan rencana yang telah disusun.
IZZA NUR LAILATUL FIKRIYA
Anggota KKM Dharmabhakti 46 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan pembuatan eco brick bersama di posko KKM pada Minggu, 11 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata mahasiswa dalam mengurangi sampah plastik di lingkungan sekitar. Eco brick merupakan botol plastik yang diisi padat dengan sisa sampah plastik non-organik. Dalam kegiatan ini, anggota KKM mengumpulkan berbagai jenis sampah plastik seperti bungkus makanan dan plastik kemasan, kemudian memasukkannya ke dalam botol hingga padat dan rapi. Kegiatan pembuatan eco brick dilakukan secara bersama-sama dengan penuh kebersamaan. Seluruh anggota KKM terlibat aktif, mulai dari memilah sampah, mencari botol plastik bekas, membersihkan botol, hingga memadatkan sampah plastik ke dalam botol. Suasana posko terlihat ramai namun tetap tertib dan menyenangkan. Melalui kegiatan ini, anggota KKM tidak hanya belajar mengelola sampah dengan baik, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Sampah plastik yang biasanya dibuang kini dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang lebih berguna. Eco brick yang telah dibuat nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan ramah lingkungan atau produk kreatif lainnya. Secara spesifik, pembuatan ecobrick ini diperlukan untuk menunjang proker besar kami, yaitu membuat signage bertuliskan 'Desa Kenongo' sebagai demonstrasi penerapan solusi ramah lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa sampah dapat memiliki nilai guna apabila dikelola dengan tepat. Kegiatan pembuatan eco brick ini diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat sekitar untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Dengan langkah sederhana dan dilakukan bersama-sama, upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal kecil namun berdampak besar. https://dharmabhakti.great-site.net/blog/langkah-kecil-untuk-lingkungan-kkm-dharmabhakti-46-uin-malang-gelar-pembuatan-eco-brick-di-posko?i=1
MUHAMMAD IRFANUDIN ALAMSYAH
Dusun Gumul, Desa Sukomulyo, Kecamatan Pujon Kelompok KKM ESHORA resmi menutup rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tahun Akademik 2025–2026 melalui acara penutupan yang diselenggarakan di SDN Sukomulyo 4. Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya pengabdian mahasiswa selama empat puluh hari di tengah masyarakat Dusun Gumul. Acara penutupan berlangsung pada pagi hari dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Sejak awal, kegiatan ini dirancang bukan hanya sebagai seremoni formal, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi terhadap seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program kerja KKM, khususnya pihak sekolah, perangkat desa, serta masyarakat setempat. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan doa bersama, dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan kelompok KKM ESHORA. Dalam sambutannya, ketua kelompok menyampaikan rasa terima kasih atas penerimaan dan kerja sama yang telah terjalin selama masa pengabdian. Ia menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di Dusun Gumul bukan untuk menjadi pihak yang paling tahu, melainkan sebagai pembelajar yang tumbuh bersama masyarakat. “Kami datang dengan membawa program, tetapi pulang dengan membawa pelajaran,” ungkapnya dalam sambutan singkat yang disambut tepuk tangan hangat dari para hadirin. Pihak SDN Sukomulyo 4 juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKM, khususnya dalam bidang pendidikan dan pendampingan kegiatan sekolah. Selama pelaksanaan KKM, mahasiswa terlibat aktif dalam membantu proses pembelajaran di kelas, pelaksanaan bimbingan belajar, hingga mendukung program sekolah berbasis Adiwiyata. Kehadiran mahasiswa dinilai memberikan energi baru bagi siswa. Metode pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan menjadi salah satu bentuk inovasi yang dirasakan langsung oleh siswa maupun guru. Selain itu, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kebersihan dan pembuatan pot tanaman turut mendukung penguatan karakter peduli lingkungan pada siswa. Acara penutupan juga dimeriahkan dengan penampilan siswa yang telah dipersiapkan bersama mahasiswa KKM. Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah dirigen yang dilatih oleh mahasiswa sebagai bagian dari persiapan acara. Penampilan tersebut menjadi simbol kolaborasi antara mahasiswa dan siswa dalam mengembangkan potensi diri. Suasana lapangan sekolah dipenuhi rasa bangga dan haru. Tidak hanya bagi siswa yang tampil, tetapi juga bagi mahasiswa yang menyaksikan hasil proses latihan yang telah mereka dampingi. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak selalu diukur dari seberapa besar program yang dijalankan, tetapi dari proses dan kebersamaan yang terbangun. Penutupan ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan refleksi perjalanan KKM yang telah dilalui. Selama di Dusun Gumul, mahasiswa tidak hanya menjalankan program pendidikan, tetapi juga terlibat dalam kegiatan keagamaan, kemasyarakatan, serta sosialisasi isu sosial seperti pernikahan dini. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa belajar memahami dinamika masyarakat desa secara langsung. Mereka belajar bahwa perubahan tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan melalui pendekatan yang sabar dan kolaboratif. Selain bidang pendidikan, dukungan mahasiswa terhadap program Adiwiyata menjadi salah satu fokus kegiatan yang ditampilkan dalam acara penutupan. Selama masa KKM, mahasiswa bersama siswa melakukan kerja bakti, penataan lingkungan sekolah, pembuatan pot tanaman, serta kegiatan penanaman pohon. Kegiatan tersebut bukan hanya bertujuan memperindah lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian terhadap kebersihan dan keberlanjutan lingkungan. Mahasiswa berperan sebagai pendamping sekaligus contoh dalam membangun kesadaran sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan kelas. Dalam sesi refleksi, beberapa siswa mengungkapkan kesan mereka terhadap kehadiran mahasiswa KKM. Mereka merasa senang karena mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dan lebih menyenangkan. Interaksi yang tidak terlalu formal membuat siswa merasa lebih dekat dan nyaman. Bagi mahasiswa sendiri, pengalaman ini menjadi ruang belajar yang tidak didapatkan di bangku perkuliahan. Berhadapan langsung dengan siswa dan masyarakat mengajarkan mereka tentang komunikasi, kesabaran, serta tanggung jawab sosial. Setelah rangkaian acara di sekolah selesai, mahasiswa melanjutkan kegiatan dengan melakukan silaturahmi dan pamit kepada pihak Balai Desa serta Ketua RT setempat. Kunjungan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas dukungan yang telah diberikan selama pelaksanaan KKM di Dusun Gumul. Hubungan yang terjalin tidak hanya bersifat formal, tetapi juga emosional. Kehadiran mahasiswa selama satu bulan telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Oleh karena itu, perpisahan terasa lebih bermakna. Penutupan KKM juga diikuti dengan kegiatan membersihkan posko putra dan putri sebagai bentuk tanggung jawab akhir sebelum kembali ke kampus. Posko yang selama ini menjadi pusat aktivitas mahasiswa dibersihkan dan dirapikan, sekaligus menjadi saksi terakhir kebersamaan mereka. Melalui tema “Langkah Kecil untuk Desa, Makna Besar untuk Kami”, kelompok KKM ESHORA menyadari bahwa kontribusi yang diberikan mungkin terlihat sederhana. Namun, proses yang dilalui memberikan dampak besar bagi pembentukan karakter mahasiswa. KKM di Dusun Gumul bukan hanya tentang menjalankan program kerja, tetapi tentang membangun hubungan, belajar dari masyarakat, dan memahami arti pengabdian yang sesungguhnya. Pengalaman ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menjalani peran sebagai bagian dari masyarakat yang lebih luas. Acara penutupan di SDN Sukomulyo 4 menjadi akhir dari satu fase pengabdian, tetapi bukan akhir dari hubungan yang telah terjalin. Mahasiswa berharap nilai kebersamaan dan kolaborasi yang telah dibangun dapat terus berlanjut meskipun masa KKM telah usai. Dengan berakhirnya kegiatan ini, mahasiswa kembali ke kampus dengan perspektif baru tentang arti belajar dan mengabdi. Sebab pada akhirnya, KKM bukan hanya tentang apa yang diberikan kepada desa, tetapi juga tentang apa yang dipelajari dan dibawa pulang.
SYAFIRA ZAHRANI PUTRI
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Kelompok 181 Candranawasena melaksanakan salah satu program kerja bertema kepedulian lingkungan melalui pembuatan dan pemasangan papan informasi sampahbertajuk “Tahukah Anda Berapa Lama Sampah Terurai?”. Program ini dilakukan sebagai bentuk edukasi sederhana namun berdampak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak, mengenai bahaya sampah anorganik yang sulit terurai. Papan informasi tersebut berisi penjelasan mengenai jenis-jenis sampah yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai di alam. Beberapa contoh yang dicantumkan di dalam papan informasi antara lain styrofoam yang tidak dapat terurai, botol plastik yang membutuhkan waktu sekitar 450 tahun, kaleng yang membutuhkan waktu sekitar 200 tahun, kemasan sachet sekitar 20 tahun, serta puntung rokok yang membutuhkan waktu sekitar 12 tahun untuk terurai. Melalui informasi tersebut, mahasiswa KKM berharap masyarakat dapat memahami bahwa sampah yang terlihat kecil dan sepele ternyata memiliki dampak besar bagi lingkungan dalam jangka panjang. Edukasi ini juga menjadi pengingat agar masyarakat mulai membiasakan diri untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membuang sampah pada tempatnya, serta mendukung kegiatan pemilahan dan pengelolaan sampah. Program kerja papan informasi ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa KKM Kelompok 181 Candranawasena dalam menumbuhkan budaya peduli lingkungan di Dusun Jambangan. Dengan adanya papan edukasi tersebut, diharapkan masyarakat lebih sadar bahwa menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan bijak adalah tanggung jawab bersama demi kelestarian lingkungan yang lebih baik.
FERDIAN SURYA AGUNG
(4 Januari 2026 – Masjid Ar-Ridlo Blimbing) Dengan memohon ridha dan pertolongan Allah SWT, kami kembali mengikuti kegiatan kajian ba’da Subuh dan ba’da Maghrib yang disampaikan oleh Ustadz Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, M.Ag di Masjid Ar-Ridlo, Blimbing, Malang, pada Ahad, 5 Januari 2026. Sebagai bentuk kesungguhan dalam menuntut ilmu dan menjaga kedisiplinan ibadah, kami dari KKM 03 menginap sejak Sabtu malam di ruang sekretariat Masjid Ar-Ridlo, agar dapat mengikuti rangkaian kajian dan sholat berjamaah secara penuh. ? Suasana Kajian Ba’da Subuh Kajian pertama dilaksanakan ba’da Sholat Subuh berjamaah. Jamaah hadir sejak dini hari, memenuhi shaf dengan penuh ketenangan. Setelah sholat, Ustadz Kasuwi menyampaikan kajian dengan tema: “Hidup adalah Perubahan” Beliau menekankan bahwa kehidupan manusia tidak pernah statis. Setiap hari adalah proses berubah—baik menuju kebaikan atau sebaliknya—tergantung bagaimana seseorang menyikapi waktu, ujian, dan hidayah dari Allah SWT. Ustadz mengingatkan bahwa Islam hadir sebagai pedoman agar perubahan hidup selalu mengarah kepada ketaatan, bukan sekadar mengikuti arus zaman. ? Pesan Utama Kajian: Hidup adalah Proses Berubah Dalam kajiannya, beliau menyampaikan bahwa perubahan adalah sunnatullah. Tidak ada manusia yang tetap, kecuali Allah SWT. Yang menjadi persoalan bukanlah perubahan itu sendiri, melainkan arah perubahan tersebut. Beliau mengaitkan tema ini dengan hadis Rasulullah ﷺ: “Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang celaka.” (HR. Al-Hakim) Hadis ini menjadi pengingat kuat bahwa seorang muslim seharusnya terus memperbaiki diri, baik dalam ibadah, akhlak, maupun kontribusi sosial. Ustadz juga menegaskan bahwa perubahan tidak harus besar, tetapi harus konsisten dan bernilai ketaatan, seperti: Lebih tepat waktu dalam sholat Lebih sering membaca Al-Qur’an Mengurangi maksiat yang tersembunyi Menjaga lisan dan adab dalam pergaulan ? Kajian Ba’da Maghrib Kajian kedua dilaksanakan ba’da Sholat Maghrib berjamaah. Pada sesi ini, Ustadz kembali menguatkan pesan bahwa perubahan sejati dimulai dari hati dan niat. Beliau mengingatkan sabda Rasulullah ﷺ: “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian.” (HR. Muslim) Perubahan hidup tidak selalu terlihat dari luar, namun Allah menilai dari kesungguhan hati dan amal yang dilakukan. ?️ Sajian Kebersamaan Setelah kajian selesai, pihak masjid menyajikan kacang hijau dan ketan bagi jamaah yang hadir. Sajian sederhana ini menjadi pelengkap kebersamaan, mempererat silaturahmi antara jamaah, takmir, remaja masjid, dan mahasiswa KKM. Kami menikmati hidangan tersebut dengan penuh rasa syukur, sambil berbincang ringan dan memperkuat rasa kekeluargaan di lingkungan Masjid Ar-Ridlo.
ANDRIAN WIJAYA
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 84 UIN Malang menggelar kegiatan penyuluhan sekaligus pembagian bibit lele kepada masyarakat di Jalan Demak, Kecamatan Dampit, pada Minggu (01/02/26). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mendorong pengembangan potensi ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa potensi ekonomi di wilayah Dampit tidak hanya terbatas pada sektor perkebunan dan pertanian, tetapi juga dapat dikembangkan melalui bidang peternakan, khususnya budidaya ikan lele. Melalui penyuluhan ini, masyarakat diperkenalkan dengan peluang usaha sederhana yang dapat dijalankan secara mandiri. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM memberikan penjelasan mengenai dasar-dasar budidaya lele, mulai dari persiapan kolam, perawatan, hingga potensi hasil yang dapat diperoleh. Setelah penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian bibit lele kepada warga sebagai bentuk dukungan nyata agar masyarakat dapat langsung mempraktikkan ilmu yang telah disampaikan. Masyarakat setempat menyambut baik kegiatan ini dan menunjukkan antusiasme terhadap penyuluhan yang diberikan. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam meningkatkan minat masyarakat terhadap usaha peternakan ikan sebagai alternatif penguatan ekonomi lokal. Melalui kegiatan penyuluhan dan pembagian bibit lele ini, KKM Kelompok 84 UIN Malang berharap masyarakat Dampit dapat lebih kreatif dan mandiri dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat. https://www.kompasiana.com/kkm84dampit1948/698ad051ed64150b2913eef2/kkm-kelompok-84-uin-malang-gelar-penyuluhan-serta-pembagian-bibit-lele-di-dampit