Thumbnail
4 months ago
Tak Lagi Takut Karya Ilmiah: Santriwati Al-Bahjah Antusias Ikuti Seminar Karya Tulis Ilmiah

AQIDATUL IMANIA

Cirebon Mahasiswi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Malang menggelar seminar karya tulis ilmiah bertajuk "Ink of Faith: Eksplorasi Karya Tulis Ilmiah di Era Modern" di LPD Al-Bahjah Pusat Banat, Cirebon, pada Minggu (26/4/2026) pukul 09.45 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh santriwati SMAIQU kelas XI. Judul "Ink of Faith" sendiri mengandung makna bahwa setiap tulisan bukan sekadar rangkaian kata, tetapi juga menjadi bentuk ikhtiar, keyakinan, dan tanggung jawab dalam menyampaikan ilmu. Melalui tulisan, seseorang tidak hanya menuangkan gagasan, tetapi juga membawa nilai dan kepercayaan yang mendasari proses berpikirnya, terutama di tengah perkembangan era modern yang menuntut kemampuan literasi yang kuat. Seminar ini merupakan inisiatif mahasiswi KKM sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya pemahaman karya tulis ilmiah sejak dini. Dari pengamatan yang dilakukan, masih banyak santriwati yang belum memahami dasar-dasar penulisan karya ilmiah. Bahkan, pada tahap awal seperti menentukan judul, mereka masih merasa kesulitan. Hal ini disebabkan karena kurangnya arahan dalam proses penulisan. Padahal, kemampuan ini nantinya akan sangat dibutuhkan saat mereka melanjutkan ke perguruan tinggi. Ketua pelaksana, Aqidatul Imania, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari kebutuhan nyata para santriwati. "Kami lihat teman-teman santriwati masih bingung soal karya tulis ilmiah, apalagi di bagian awal kayak nentuin judul. Padahal nanti pas kuliah itu bakal sering dipakai," ujarnya. la juga menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan bisa menjadi langkah awal agar santriwati lebih percaya diri dalam menulis. Seminar ini bertujuan untuk membekali serta meningkatkan wawasan santriwati dalam menyusun karya tulis ilmiah yang baik dan benar, sekaligus menumbuhkan minat menulis. Kegiatan ini melibatkan 9 mahasiswi sebagai panitia, dengan dua pemateri utama, yakni Nessa Nova Winengsih dari Program Studi PIPS dan Wafda Vie'izzi Dynina dari Program Studi TBI. Dalam penyampaiannya, Nessa Nova Winengsih menekankan bahwa karya tulis ilmiah sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. "Kalau sudah paham dasarnya, sebenarnya KTI itu nggak sesulit yang dibayangkan. Yang penting tahu strukturnya dulu, nanti pelan-pelan bisa," jelasnya. Materi yang disampaikan meliputi pengertian karya tulis ilmiah, ciri-ciri, serta macam-macamnya. Peserta juga dikenalkan pada jenis karya ilmiah seperti makalah dan paper, termasuk perbedaan dan struktur penulisannya. Berdasarkan susunan acara, kegiatan diawali dengan persiapan dan pengondisian peserta, dilanjutkan pembukaan oleh MC, sambutan, serta penyampaian materi inti. Setelah itu, acara diisi dengan sesi tanya jawab yang berlangsung aktif sebelum akhirnya ditutup oleh panitia. Suasana seminar berlangsung hidup dan interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan. Banyak dari mereka yang mengajukan pertanyaan, bahkan beberapa di antaranya di luar topik karena tingginya rasa ingin tahu Salah satu peserta, Shanna Dyandra S, mengaku mendapatkan pemahaman baru setelah mengikuti kegiatan ini. "Awalnya aku ngerasa KTI itu susah banget, tapi setelah dijelasin jadi lebih ngerti. Jadi pengen coba nulis juga," ungkapnya. Para santriwati juga berharap kegiatan serupa dapat kembali diadakan di masa mendatang agar mereka dapat terus mengembangkan kemampuan menulis ilmiah Dengan terselenggaranya kegiatan bertajuk "Ink of Faith: Eksplorasi Karya Tulis Ilmiah di Era Modern" ini, diharapkan santriwati tidak lagi merasa takut terhadap karya tulis ilmiah dan lebih siap menghadapi tantangan akademik di jenjang pendidikan selanjutnya.

Thumbnail
4 months ago
Hangatnya Jamuan Raya di Ipoh, Mahasiswa UIN Malang Rasakan Budaya Malaysia

NAJHWA AURORA SALSABILA

Ipoh, Malaysia – Sepuluh mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang tergabung dalam Grup Dasavartha mengikuti Jamuan Raya di rumah salah satu wali santri Maahad Tahfiz Ihya’ Al-Ahmadi (MIA), Kamis (5/4) sore. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pengalaman mereka sebagai peserta International Internship Program yang difasilitasi oleh International Office and Student Affairs (IOSA) FITK UIN Malang. Usai menjalani petualangan fisik di Gua Tempurung, Gopeng pada pagi harinya, rombongan melanjutkan agenda dengan menikmati kehangatan budaya masyarakat Malaysia di Kota Ipoh, Perak. Rombongan yang terdiri dari mahasiswa, ustadz, ustadzah, serta santri MIA tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Mereka disambut hangat oleh tuan rumah dalam suasana penuh kekeluargaan khas tradisi “open house” di bulan Syawal. Rumah wali santri tersebut menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan berbagai latar belakang dalam suasana santai dan akrab. Para tamu dipersilakan menikmati hidangan yang telah disiapkan sebagai bentuk penghormatan dan kebersamaan. Salah satu hidangan yang menjadi pusat perhatian adalah nasi briyani lengkap dengan ayam oven dan daging kambing oven. Aroma rempah yang khas serta cita rasa yang kaya membuat para mahasiswa terkesan. “Rasanya luar biasa, sangat berbeda dan istimewa. Ini pengalaman kuliner yang tidak terlupakan,” ujar Muhammad Sulaiman Jazuli, salah satu anggota Dasavartha. Selain menikmati hidangan, mahasiswa juga memanfaatkan momen ini untuk berinteraksi, berbagi cerita, dan mempererat hubungan dengan keluarga besar MIA di luar suasana formal pembelajaran. Jamuan Raya ini tidak hanya menjadi ajang makan bersama, tetapi juga sarana pembelajaran budaya dan penguatan nilai ukhuwah. Kehangatan sambutan dari tuan rumah memberikan kesan mendalam bagi para mahasiswa, yang merasa diterima layaknya keluarga sendiri. Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, Grup Dasavartha kembali ke Maahad dengan hati penuh syukur dan semangat baru untuk melanjutkan tugas asistensi mengajar. Pengalaman ini menjadi bagian penting dari perjalanan mereka dalam memahami kehidupan, budaya, dan nilai kebersamaan di kancah internasional.[iz]

Thumbnail
4 months ago
Tak Lagi Takut Karya Ilmiah: Santriwati Al-Bahjah Antusias Ikuti Seminar Karya Tulis Ilmiah

FAUZIAH NUR ARIFAH

Cirebon — Mahasiswi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Malang menggelar seminar karya tulis ilmiah bertajuk “Ink of Faith: Eksplorasi Karya Tulis Ilmiah di Era Modern” di LPD Al-Bahjah Pusat Banat, Cirebon, pada Minggu (26/4/2026) pukul 09.45 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh santriwati SMAIQU kelas XI. Judul “Ink of Faith” sendiri mengandung makna bahwa setiap tulisan bukan sekadar rangkaian kata, tetapi juga menjadi bentuk ikhtiar, keyakinan, dan tanggung jawab dalam menyampaikan ilmu. Melalui tulisan, seseorang tidak hanya menuangkan gagasan, tetapi juga membawa nilai dan kepercayaan yang mendasari proses berpikirnya, terutama di tengah perkembangan era modern yang menuntut kemampuan literasi yang kuat. Seminar ini merupakan inisiatif mahasiswi KKM sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya pemahaman karya tulis ilmiah sejak dini. Dari pengamatan yang dilakukan, masih banyak santriwati yang belum memahami dasar-dasar penulisan karya ilmiah. Bahkan, pada tahap awal seperti menentukan judul, mereka masih merasa kesulitan. Hal ini disebabkan karena kurangnya arahan dalam proses penulisan. Padahal, kemampuan ini nantinya akan sangat dibutuhkan saat mereka melanjutkan ke perguruan tinggi. Ketua pelaksana, Aqidatul Imania, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari kebutuhan nyata para santriwati. “Kami lihat teman-teman santriwati masih bingung soal karya tulis ilmiah, apalagi di bagian awal kayak nentuin judul. Padahal nanti pas kuliah itu bakal sering dipakai,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan bisa menjadi langkah awal agar santriwati lebih percaya diri dalam menulis. Seminar ini bertujuan untuk membekali serta meningkatkan wawasan santriwati dalam menyusun karya tulis ilmiah yang baik dan benar, sekaligus menumbuhkan minat menulis. Kegiatan ini melibatkan 9 mahasiswi sebagai panitia, dengan dua pemateri utama, yakni Nessa Nova Winengsih dari Program Studi PIPS dan Wafda Vie’izzi Dynina dari Program Studi TBI. Dalam penyampaiannya, Nessa Nova Winengsih menekankan bahwa karya tulis ilmiah sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. “Kalau sudah paham dasarnya, sebenarnya KTI itu nggak sesulit yang dibayangkan. Yang penting tahu strukturnya dulu, nanti pelan-pelan bisa,” jelasnya. Materi yang disampaikan meliputi pengertian karya tulis ilmiah, ciri-ciri, serta macam-macamnya. Peserta juga dikenalkan pada jenis karya ilmiah seperti makalah dan paper, termasuk perbedaan dan struktur penulisannya. Berdasarkan susunan acara, kegiatan diawali dengan persiapan dan pengondisian peserta, dilanjutkan pembukaan oleh MC, sambutan, serta penyampaian materi inti. Setelah itu, acara diisi dengan sesi tanya jawab yang berlangsung aktif sebelum akhirnya ditutup oleh panitia. Suasana seminar berlangsung hidup dan interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan. Banyak dari mereka yang mengajukan pertanyaan, bahkan beberapa di antaranya di luar topik karena tingginya rasa ingin tahu. Salah satu peserta, Shanna Dyandra S, mengaku mendapatkan pemahaman baru setelah mengikuti kegiatan ini. “Awalnya aku ngerasa KTI itu susah banget, tapi setelah dijelasin jadi lebih ngerti. Jadi pengen coba nulis juga,” ungkapnya. Para santriwati juga berharap kegiatan serupa dapat kembali diadakan di masa mendatang agar mereka dapat terus mengembangkan kemampuan menulis ilmiah. Dengan terselenggaranya kegiatan bertajuk “Ink of Faith: Eksplorasi Karya Tulis Ilmiah di Era Modern” ini, diharapkan santriwati tidak lagi merasa takut terhadap karya tulis ilmiah dan lebih siap menghadapi tantangan akademik di jenjang pendidikan selanjutnya

Thumbnail
4 months ago
Tak Lagi Takut Karya Ilmiah: Santriwati Al-Bahjah Antusias Ikuti Seminar Karya Tulis Ilmiah

FAZA FAUZA IKMAL ARRIESTY

Cirebon — Mahasiswi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Malang menggelar seminar karya tulis ilmiah bertajuk “Ink of Faith: Eksplorasi Karya Tulis Ilmiah di Era Modern” di LPD Al-Bahjah Pusat Banat, Cirebon, pada Minggu (26/4/2026) pukul 09.45 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh santriwati SMAIQU kelas XI. Judul “Ink of Faith” sendiri mengandung makna bahwa setiap tulisan bukan sekadar rangkaian kata, tetapi juga menjadi bentuk ikhtiar, keyakinan, dan tanggung jawab dalam menyampaikan ilmu. Melalui tulisan, seseorang tidak hanya menuangkan gagasan, tetapi juga membawa nilai dan kepercayaan yang mendasari proses berpikirnya, terutama di tengah perkembangan era modern yang menuntut kemampuan literasi yang kuat. Seminar ini merupakan inisiatif mahasiswi KKM sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya pemahaman karya tulis ilmiah sejak dini. Dari pengamatan yang dilakukan, masih banyak santriwati yang belum memahami dasar-dasar penulisan karya ilmiah. Bahkan, pada tahap awal seperti menentukan judul, mereka masih merasa kesulitan. Hal ini disebabkan karena kurangnya arahan dalam proses penulisan. Padahal, kemampuan ini nantinya akan sangat dibutuhkan saat mereka melanjutkan ke perguruan tinggi. Ketua pelaksana, Aqidatul Imania, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari kebutuhan nyata para santriwati. “Kami lihat teman-teman santriwati masih bingung soal karya tulis ilmiah, apalagi di bagian awal kayak nentuin judul. Padahal nanti pas kuliah itu bakal sering dipakai,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan bisa menjadi langkah awal agar santriwati lebih percaya diri dalam menulis. Seminar ini bertujuan untuk membekali serta meningkatkan wawasan santriwati dalam menyusun karya tulis ilmiah yang baik dan benar, sekaligus menumbuhkan minat menulis. Kegiatan ini melibatkan 9 mahasiswi sebagai panitia, dengan dua pemateri utama, yakni Nessa Nova Winengsih dari Program Studi PIPS dan Wafda Vie’izzi Dynina dari Program Studi TBI. Dalam penyampaiannya, Nessa Nova Winengsih menekankan bahwa karya tulis ilmiah sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. “Kalau sudah paham dasarnya, sebenarnya KTI itu nggak sesulit yang dibayangkan. Yang penting tahu strukturnya dulu, nanti pelan-pelan bisa,” jelasnya. Materi yang disampaikan meliputi pengertian karya tulis ilmiah, ciri-ciri, serta macam-macamnya. Peserta juga dikenalkan pada jenis karya ilmiah seperti makalah dan paper, termasuk perbedaan dan struktur penulisannya. Berdasarkan susunan acara, kegiatan diawali dengan persiapan dan pengondisian peserta, dilanjutkan pembukaan oleh MC, sambutan, serta penyampaian materi inti. Setelah itu, acara diisi dengan sesi tanya jawab yang berlangsung aktif sebelum akhirnya ditutup oleh panitia. Suasana seminar berlangsung hidup dan interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan. Banyak dari mereka yang mengajukan pertanyaan, bahkan beberapa di antaranya di luar topik karena tingginya rasa ingin tahu. Salah satu peserta, Shanna Dyandra S, mengaku mendapatkan pemahaman baru setelah mengikuti kegiatan ini. “Awalnya aku ngerasa KTI itu susah banget, tapi setelah dijelasin jadi lebih ngerti. Jadi pengen coba nulis juga,” ungkapnya. Para santriwati juga berharap kegiatan serupa dapat kembali diadakan di masa mendatang agar mereka dapat terus mengembangkan kemampuan menulis ilmiah. Dengan terselenggaranya kegiatan bertajuk “Ink of Faith: Eksplorasi Karya Tulis Ilmiah di Era Modern” ini, diharapkan santriwati tidak lagi merasa takut terhadap karya tulis ilmiah dan lebih siap menghadapi tantangan akademik di jenjang pendidikan selanjutnya.

Thumbnail
4 months ago
Semarak Kegiatan Pondok Ramadhan 1445 Hijriah di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Batu

ERIK TRI ANDITA

Semarak Kegiatan Pondok Ramadhan 1445 Hijriah di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Batu  Kota Batu – Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Batu mengadakan kegiatan Pondok Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari, dimulai dari Senin, 09 Maret 2026 hingga Kamis, 12 Maret 2026. Kegiatan Pondok Ramadhan tahun ini mengusung tema “Menjadi Generasi Qur’ani Melalui Ilmu di Bulan Ramadhan”. Rangkaian Kegiatan Pondok Ramadhan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Batu secara resmi dibuka oleh Kepala Madrasah, Tri Sulistyowati, S.Pd. pada Senin, 09 Maret 2026. Dalam sambutannya beliau berpesan, “Bulan Ramadhan harus diisi dengan memperbanyak membaca Al-Qur'an agar diberi Keselamatan oleh Allah SWT.” Setiap harinya, Kegiatan Pondok Ramadhan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Batu diawali dengan Sholat Dhuha Berjamaah dan Khataman Al-Qur'an yang dipandu oleh Koordinator Tim Keagamaan, Ning Inayatur Rasyidah, S.ThI, M.Ag. Beliau berharap agar “siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Batu dapat mengikuti Kegiatan Pondok Ramadhan selama empat hari ini dengan baik”.  Pada hari pertama, Senin, 09 Maret 2026 terdapat kegiatan sosialisasi seleksi Paskibra oleh DPPI Kota Batu yang memaparkan alur seleksi, mulai dari seleksi administratif, seleksi pancasila dan wawasan kebangsaan, seleksi inteligensia umum, seleksi kesehatan, seleksi parade, seleksi PBB dan Samapta, dan seleksi kepribadian seseorang calon Paskibra. Selain itu, Kajian Kitab menjadi inti Kegiatan Pondok Ramadhan di hari pertama ini. Ustadz Bambang Hariadi, S.S. menyampaikan Kajian Seputar Puasa pada Kitab Fathul Qarib, mulai pengertian puasa, syarat wajib puasa, fardlu-fardlu puasa, hal-hal yang membatalkan puasa, hingga beberapa kesunahan saat puasa di bulan suci Ramadhan. Pada hari kedua, Selasa, 10 Maret 2026 terdapat kegiatan sosialisasi pendaftaran dan seleksi penerimaan Polri oleh Polresta Kota Batu yang memaparkan alur pendaftaran, berkas persyaratan, dan mekanisme seleksi penerimaan Polri. Kegiatan dilanjutkan dengan keseruan Game Clash of Madrasah yang diadakan oleh Kelompok Asistensi Mengajar dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dan Universitas Negeri Malang. Clash of Madrasah ini terdiri dari tiga bagian yaitu Memory of Madness untuk melatih ingatan seputar gambar, Islamic Case Challenge untuk melatih ingatan seputar gerakan islami yang diperagakan, dan Ramadhan Quest Relay untuk melatih ingatan seputar susunan ayat-ayat Al-Qur'an. Pada hari ketiga, Rabu, 11 Maret 2026 terdapat kegiatan Kajian Al-Qur'an bersama Ustadz Uuz Chafidz Nawawi, S.PdI, owner Qur’anic Learning dari SD Islam Al Ghaffaar. Beliau membagikan pengalamannya dalam mengajar ilmu qira’at bersama siswanya. Selain itu, beliau juga mengajarkan beberapa nada qira’at Al-Qur'an melalui metode An-Nawawi yang diciptakannya kepada para peserta Pondok Ramadhan Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Batu. Pada hari terakhir, Kamis, 12 Maret 2026 terdapat suasana yang berbeda dari hari-hari sebelumnya. Kegiatan Pondok Ramadhan kali ini dimulai dengan Sholat Ashar Berjamaah hingga ditutup dengan Sholat Isya’, Tarawih, dan Witir Berjamaah. Selain itu, terdapat kegiatan berbagi takjil dan buka bersama OSIM yang berkolaborasi dengan Kelompok Asistensi Mengajar di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Batu. Sebanyak kurang lebih dua ratus takjil dibagikan pada saat kegiatan berbagi takjil bertema “Meraih Berkah Ramadhan, Semangat Berbagi dari MAN 2 Kota Batu untuk Sesama” ini dilakukan.