Thumbnail
4 months ago
Semarak Kegiatan Pondok Ramadhan 1445 Hijriah di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Batu

VINA NURMALA SARI

Kota Batu – Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Batu mengadakan kegiatan Pondok Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari, dimulai dari Senin, 09 Maret 2026 hingga Kamis, 12 Maret 2026. Kegiatan Pondok Ramadhan tahun ini mengusung tema “Menjadi Generasi Qur’ani Melalui Ilmu di Bulan Ramadhan”. Rangkaian Kegiatan Pondok Ramadhan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Batu secara resmi dibuka oleh Kepala Madrasah, Tri Sulistyowati, S.Pd. pada Senin, 09 Maret 2026. Dalam sambutannya beliau berpesan, “Bulan Ramadhan harus diisi dengan memperbanyak membaca Al-Qur'an agar diberi Keselamatan oleh Allah SWT.” Setiap harinya, Kegiatan Pondok Ramadhan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Batu diawali dengan Sholat Dhuha Berjamaah dan Khataman Al-Qur'an yang dipandu oleh Koordinator Tim Keagamaan, Ning Inayatur Rasyidah, S.ThI, M.Ag. Beliau berharap agar “siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Batu dapat mengikuti Kegiatan Pondok Ramadhan selama empat hari ini dengan baik”.  Pada hari pertama, Senin, 09 Maret 2026 terdapat kegiatan sosialisasi seleksi Paskibra oleh DPPI Kota Batu yang memaparkan alur seleksi, mulai dari seleksi administratif, seleksi pancasila dan wawasan kebangsaan, seleksi inteligensia umum, seleksi kesehatan, seleksi parade, seleksi PBB dan Samapta, dan seleksi kepribadian seseorang calon Paskibra. Selain itu, Kajian Kitab menjadi inti Kegiatan Pondok Ramadhan di hari pertama ini. Ustadz Bambang Hariadi, S.S. menyampaikan Kajian Seputar Puasa pada Kitab Fathul Qarib, mulai pengertian puasa, syarat wajib puasa, fardlu-fardlu puasa, hal-hal yang membatalkan puasa, hingga beberapa kesunahan saat puasa di bulan suci Ramadhan. Pada hari kedua, Selasa, 10 Maret 2026 terdapat kegiatan sosialisasi pendaftaran dan seleksi penerimaan Polri oleh Polresta Kota Batu yang memaparkan alur pendaftaran, berkas persyaratan, dan mekanisme seleksi penerimaan Polri. Kegiatan dilanjutkan dengan keseruan Game Clash of Madrasah yang diadakan oleh Kelompok Asistensi Mengajar dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dan Universitas Negeri Malang. Clash of Madrasah ini terdiri dari tiga bagian yaitu Memory of Madness untuk melatih ingatan seputar gambar, Islamic Case Challenge untuk melatih ingatan seputar gerakan islami yang diperagakan, dan Ramadhan Quest Relay untuk melatih ingatan seputar susunan ayat-ayat Al-Qur'an. Pada hari ketiga, Rabu, 11 Maret 2026 terdapat kegiatan Kajian Al-Qur'an bersama Ustadz Uuz Chafidz Nawawi, S.PdI, owner Qur’anic Learning dari SD Islam Al Ghaffaar. Beliau membagikan pengalamannya dalam mengajar ilmu qira’at bersama siswanya. Selain itu, beliau juga mengajarkan beberapa nada qira’at Al-Qur'an melalui metode An-Nawawi yang diciptakannya kepada para peserta Pondok Ramadhan Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Batu. Pada hari terakhir, Kamis, 12 Maret 2026 terdapat suasana yang berbeda dari hari-hari sebelumnya. Kegiatan Pondok Ramadhan kali ini dimulai dengan Sholat Ashar Berjamaah hingga ditutup dengan Sholat Isya’, Tarawih, dan Witir Berjamaah. Selain itu, terdapat kegiatan berbagi takjil dan buka bersama OSIM yang berkolaborasi dengan Kelompok Asistensi Mengajar di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Batu. Sebanyak kurang lebih dua ratus takjil dibagikan pada saat kegiatan berbagi takjil bertema “Meraih Berkah Ramadhan, Semangat Berbagi dari MAN 2 Kota Batu untuk Sesama” ini dilakukan.

Thumbnail
4 months ago
Kajian Nuzulul Qur'an di Masjid Nurul Huda Pakijangan: KH. Achmad Fadlan Ingatkan 5 Perkara Penghapus Pahala Puasa

SILVIA FITRIA ANWAR

Pakijangan – Dalam rangka memperingati malam Nuzulul Qur'an, Masjid Nurul Huda Pakijangan menyelenggarakan kegiatan kajian keislaman pada Jumat malam, 06 Maret 2026 bertepatan dengan 17 Ramadhan 1447 H. Acara yang berlangsung setelah shalat Tarawih ini menghadirkan KH. Achmad Fadlan, Pengasuh Pondok Pesantren Ngalah Pandean, Sengonagung, sebagai pemateri utama. Persiapan Matang Jelang Acara Sebelum pelaksanaan, pada pukul 12.30 WIB telah digelar rapat koordinasi yang dihadiri oleh Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, Bapak Ridho Firman Hidayat, beserta dua anggota takmir lainnya. Dari pihak mahasiswa, turut hadir lima orang perwakilan yang terdiri dari sekretaris, dua orang dari sie acara, dan satu orang dari divisi humas. Rapat tersebut membahas teknis pelaksanaan acara agar berjalan lancar dan khidmat. Rangkaian Acara yang Khidmat Kegiatan dibuka oleh dua mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang bertindak sebagai pembawa acara, yakni Afrizatun Nuriyah dan Dwi Ani Risnawati. Keduanya memandu jalannya malam kajian dengan penuh ketenangan dan kefasihan. Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, Bapak Ridho Firman Hidayat. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan peringatan Nuzulul Qur'an serta mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa mengambil hikmah dari setiap momen Ramadhan yang penuh berkah ini. Selanjutnya, dilaksanakan penyerahan cinderamata berupa sertifikat penghargaan dari Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, Bapak Ridho Firman Hidayat, kepada KH. Achmad Fadlan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas kehadiran beliau dalam acara tersebut. Mauidhoh Hasanah: 5 Perkara Penghapus Pahala Puasa Puncak acara adalah penyampaian Mauidhoh Hasanah oleh KH. Achmad Fadlan. Dalam tausiyahnya, beliau mengupas tuntas lima perkara yang dapat menghilangkan pahala puasa, sebagaimana termaktub dalam hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh HR. Ad-Dailami dan juga dicantumkan dalam Kitab Ihya Ulumuddin Juz 1 karya Imam Al-Ghazali. Rasulullah SAW bersabda: "Khamsun yufthiru ash-sha'im: al-kadzibu, wal ghibatu, wan namiimatu, wal yamiinul kaadzibah, wan nadzhooru bi syahwatin." "Ada lima perkara yang membatalkan pahala orang yang berpuasa: berdusta, ghibah, namimah, sumpah palsu, dan memandang dengan syahwat." (HR. Ad-Dailami) Kelima perkara tersebut dipaparkan KH. Achmad Fadlan secara mendalam: 1. Ghibah – membicarakan keburukan atau aib orang lain, meskipun apa yang dibicarakan itu benar adanya. 2. Namimah – mengadu domba, yakni menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan niat menimbulkan perselisihan dan fitnah. 3. Dusta – menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan. Allah SWT tidak membutuhkan puasanya orang yang tidak meninggalkan perkataan dusta. 4. Pandangan Syahwat – memandang lawan jenis yang bukan mahram dengan penuh nafsu, yang dapat mengundang dosa dan menodai kesucian ibadah puasa. 5. Sumpah Palsu – bersumpah dengan kebohongan, yang dalam istilah fikih disebut al-yamin al-ghamus, karena dapat menenggelamkan pelakunya ke dalam neraka apabila tidak bertaubat. Beliau menekankan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga melatih diri untuk menjaga lisan, pandangan, dan hati dari segala yang dilarang Allah SWT. Jamaah yang hadir tampak menyimak dengan penuh khusyuk dan antusias. Di sela-sela pengajian, jamaah pun mendapatkan roti dan minuman sebagai bentuk keramahan panitia, menambah suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Doa Penutup dan Sesi Foto Bersama Memasuki penghujung acara, seluruh hadirin bersama-sama menundukkan kepala memanjatkan doa kepada Allah SWT, yang dipimpin langsung oleh KH. Achmad Fadlan. Doa dipanjatkan agar ilmu yang telah disampaikan dapat menjadi ilmu yang bermanfaat serta membawa keberkahan dalam kehidupan sehari-hari. Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara KH. Achmad Fadlan dan jajaran takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada Ketua Takmir, Bapak Ridho Firman Hidayat, yang diabadikan dalam dokumentasi sebagai kenang-kenangan atas terselenggaranya kegiatan yang penuh makna ini. Kegiatan Nuzulul Qur'an di Masjid Nurul Huda Pakijangan ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh jamaah untuk semakin mempererat hubungan dengan Al-Qur'an serta menjaga kualitas ibadah di bulan Ramadhan yang mulia. (red)  

Thumbnail
4 months ago
Kajian Nuzulul Qur'an di Masjid Nurul Huda Pakijangan: KH. Achmad Fadlan Ingatkan 5 Perkara Penghapus Pahala Puasa

AFRIZATUN NURIYAH

Pakijangan – Dalam rangka memperingati malam Nuzulul Qur'an, Masjid Nurul Huda Pakijangan menyelenggarakan kegiatan kajian keislaman pada Jumat malam, 06 Maret 2026 bertepatan dengan 17 Ramadhan 1447 H. Acara yang berlangsung setelah shalat Tarawih ini menghadirkan KH. Achmad Fadlan, Pengasuh Pondok Pesantren Ngalah Pandean, Sengonagung, sebagai pemateri utama. Persiapan Matang Jelang Acara Sebelum pelaksanaan, pada pukul 12.30 WIB telah digelar rapat koordinasi yang dihadiri oleh Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, Bapak Ridho Firman Hidayat, beserta dua anggota takmir lainnya. Dari pihak mahasiswa, turut hadir lima orang perwakilan yang terdiri dari sekretaris, dua orang dari sie acara, dan satu orang dari divisi humas. Rapat tersebut membahas teknis pelaksanaan acara agar berjalan lancar dan khidmat. Rangkaian Acara yang Khidmat Kegiatan dibuka oleh dua mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang bertindak sebagai pembawa acara, yakni Afrizatun Nuriyah dan Dwi Ani Risnawati. Keduanya memandu jalannya malam kajian dengan penuh ketenangan dan kefasihan. Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, Bapak Ridho Firman Hidayat. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan peringatan Nuzulul Qur'an serta mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa mengambil hikmah dari setiap momen Ramadhan yang penuh berkah ini. Selanjutnya, dilaksanakan penyerahan cinderamata berupa sertifikat penghargaan dari Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, Bapak Ridho Firman Hidayat, kepada KH. Achmad Fadlan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas kehadiran beliau dalam acara tersebut. Mauidhoh Hasanah: 5 Perkara Penghapus Pahala Puasa Puncak acara adalah penyampaian Mauidhoh Hasanah oleh KH. Achmad Fadlan. Dalam tausiyahnya, beliau mengupas tuntas lima perkara yang dapat menghilangkan pahala puasa, sebagaimana termaktub dalam hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh HR. Ad-Dailami dan juga dicantumkan dalam Kitab Ihya Ulumuddin Juz 1 karya Imam Al-Ghazali. Rasulullah SAW bersabda: "Khamsun yufthiru ash-sha'im: al-kadzibu, wal ghibatu, wan namiimatu, wal yamiinul kaadzibah, wan nadzhooru bi syahwatin." "Ada lima perkara yang membatalkan pahala orang yang berpuasa: berdusta, ghibah, namimah, sumpah palsu, dan memandang dengan syahwat." (HR. Ad-Dailami) Kelima perkara tersebut dipaparkan KH. Achmad Fadlan secara mendalam: Ghibah – membicarakan keburukan atau aib orang lain, meskipun apa yang dibicarakan itu benar adanya. Namimah – mengadu domba, yakni menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan niat menimbulkan perselisihan dan fitnah. Dusta – menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan. Allah SWT tidak membutuhkan puasanya orang yang tidak meninggalkan perkataan dusta. Pandangan Syahwat – memandang lawan jenis yang bukan mahram dengan penuh nafsu, yang dapat mengundang dosa dan menodai kesucian ibadah puasa. Sumpah Palsu – bersumpah dengan kebohongan, yang dalam istilah fikih disebut al-yamin al-ghamus, karena dapat menenggelamkan pelakunya ke dalam neraka apabila tidak bertaubat. Beliau menekankan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga melatih diri untuk menjaga lisan, pandangan, dan hati dari segala yang dilarang Allah SWT. Jamaah yang hadir tampak menyimak dengan penuh khusyuk dan antusias. Di sela-sela pengajian, jamaah pun mendapatkan roti dan minuman sebagai bentuk keramahan panitia, menambah suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Doa Penutup dan Sesi Foto Bersama Memasuki penghujung acara, seluruh hadirin bersama-sama menundukkan kepala memanjatkan doa kepada Allah SWT, yang dipimpin langsung oleh KH. Achmad Fadlan. Doa dipanjatkan agar ilmu yang telah disampaikan dapat menjadi ilmu yang bermanfaat serta membawa keberkahan dalam kehidupan sehari-hari. Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara KH. Achmad Fadlan dan jajaran takmir Masjid Nurul Huda Pakijangan, dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada Ketua Takmir, Bapak Ridho Firman Hidayat, yang diabadikan dalam dokumentasi sebagai kenang-kenangan atas terselenggaranya kegiatan yang penuh makna ini. Kegiatan Nuzulul Qur'an di Masjid Nurul Huda Pakijangan ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh jamaah untuk semakin mempererat hubungan dengan Al-Qur'an serta menjaga kualitas ibadah di bulan Ramadhan yang mulia.

Thumbnail
4 months ago
Mahasiswa AM Dasavartha FITK UIN Malang Turut Sukseskan Mahrojan Ilmi di Maahad Tahfiz Ihya’ Al Ahmadi

SHOFIYYAH AZMI ARRAHMAH

Maahad Tahfiz Ihya’ Al Ahmadi sukses menyelenggarakan program tahunan Mahrojan Ilmi yang berlangsung selama tiga hari, mulai hari Rabu hingga Jum’at, bertempat di lingkungan maahad. Kegiatan ini diadakan sebagai wadah untuk menggali bakat para santri sekaligus menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat dalam bidang akademik, dakwah, dan seni Islami. Mahrojan Ilmi tahun ini mempertandingkan sebanyak 23 cabang lomba yang diikuti oleh santri putra dan putri. Beberapa cabang yang diperlombakan di antaranya Khitobah, Public Speaking, Munadzoroh, Kalam Jama’ie, Munawarah, Nasyid, Qasidah, serta berbagai perlombaan menarik lainnya. Para peserta tampil dengan penuh semangat dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka sepanjang perlombaan berlangsung. Untuk menambah semarak acara, seluruh santri dibagi ke dalam empat kelompok utama, yaitu Rumah Merah, Rumah Kuning, Rumah Hijau, dan Rumah Ungu. Pembagian kelompok ini bertujuan menumbuhkan jiwa kebersamaan, kerja sama, serta mempererat ukhuwah antarsantri. Sorakan dan dukungan dari masing-masing rumah menjadikan suasana perlombaan semakin meriah dan penuh antusiasme. Selain itu, mahasiswa AM Dasavartha yang sedang menjalani program magang dan mengajar di maahad turut berperan penting dalam menyukseskan kegiatan ini. Mereka dipercaya menjadi juri di berbagai cabang lomba, sekaligus ikut membantu persiapan Mahrojan Ilmi bersama para santri sebelum acara dimulai. Acara penutupan yang dilaksanakan pada hari Jum’at berlangsung dengan lancar dan meriah. Kegiatan ditutup dengan pengumuman Rumah Merah sebagai Juara Umum Mahrojan Ilmi tahun ini setelah berhasil meraih poin tertinggi selama perlombaan. Melalui kegiatan Mahrojan Ilmi ini, diharapkan dapat lahir generasi santri yang berilmu, percaya diri, berani tampil di depan umum, serta memiliki bakat dan akhlak mulia di masa depan.   link berita: https://fitk.uin-malang.ac.id/mahasiswa-am-dasavartha-fitk-uin-malang-turut-sukseskan-mahrojan-ilmi-di-maahad-tahfiz-ihya-al-ahmadi/ 

Thumbnail
4 months ago
Perhimpunan Pagi di Dewan MIA – Dasavartha Ikuti Rutinitas Apel Perdana bersama Seluruh Santri

KHUSNUL HOTIMAH

FITK INSIGHT –  Grup Dasavartha sebagai bagian dari program magang internasional Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengikuti Perhimpunan Pagi bersama seluruh santri di Maahad Tahfiz Ihya' Al-Ahmadi (MIA), Malaysia, pada Senin pagi. Kegiatan apel rutin mingguan yang digelar di Dewan Maahad tersebut menjadi momen kebersamaan yang menandai keterlibatan penuh mahasiswa dalam kehidupan pesantren. Setelah resmi bergabung sejak Kamis (2/4) dan mulai mengajar pada Jumat (3/4), keikutsertaan dalam apel pagi posisi memperkuat mereka sebagai bagian dari komunitas MIA. Sejak pukul 07.30 waktu setempat, para santri telah menelepon rapi di dalam dewan bersama para pengasuh, ustadz, ustadzah, dan pimpinan Maahad. Sepuluh anggota Grup Dasarartha berdiri sejajar dengan santri tanpa perlakuan khusus, mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir. “Kami sudah mulai mengajar sejak Jumat, jadi ikut apel pagi ini terasa sebagai bagian dari rutinitas, bukan sesuatu yang menegangkan lagi,” ujar Muhammad Sulaiman Jazuli, salah satu anggota dari program studi Tadris Bahasa Inggris. Perkumpulan pagi berlangsung khidmat dengan rangkaian acara yang dimulai dari pemeriksaan barisan, menyanyikan lagu kebangsaan Malaysia, hingga Mars Pondok yang dinyanyikan bersama penuh semangat. Dalam kesempatan tersebut, para pimpinan Maahad juga menyampaikan teguran, himbauan, serta motivasi terkait kedisiplinan, kebersihan, dan target hafalan Al-Qur'an. Di sela-sela kegiatan, Grup Dasavartha mendapat kesempatan untuk memperkenalkan diri secara singkat di hadapan seluruh santri, yang disambut antusias oleh peserta apel. Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebelum seluruh santri kembali ke kelas masing-masing untuk melanjutkan pembelajaran. Bagi Grup Dasavartha, perhimpunan pagi ini bukanlah awal, melainkan bagian dari ritme kehidupan pesantren yang kini jalani mereka. “Kami sudah tidak merasa sebagai tamu, tetapi sebagai bagian dari MIA. Ini pengalaman yang sangat berharga,” ujar Muhammad Reza Pahlevi, peserta lain dari magang internasional porgram ini.[iz]   Email :  fitk@uin-malang.ac.id Website:  fitk.uin-malang.ac.id Instagram :  fitkuinmlg Tiktok :  fitk.uinmalang Youtube :  fitkuinmlg Layanan : – WA :  0816561337 (15. Layanan FITK) – Link mobile :  dumas.uin-malang.ac.id (15. Layanan FITK)

Thumbnail
4 months ago
Tak Lagi Takut Karya Ilmiah: Santriwati Al-Bahjah Antusias Ikuti Seminar Karya Tulis Ilmiah

LAYLI FITRI AMALINA

Tak Lagi Takut Karya Ilmiah: Santriwati Al-Bahjah Antusias Ikuti Seminar Karya Tulis Ilmiah