Thumbnail
2 months ago
Guncang Kuala Lumpur! Mahasiswa KKM UIN Malang Bedah Masa Depan Islamic Banking Bersama Affin Islamic Bank Berhad

FATHAN CHOIRUL NIZAR

Kuala Lumpur, Malaysia I Serulingmedia.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang tengah menjalankan program internasional di Kuala Lumpur menunjukkan kiprah akademik kelas global. Mereka mengikuti kunjungan akademik dan diskusi strategis bersama Affin Islamic Bank Berhad guna memperdalam pemahaman tentang praktik dan perkembangan Islamic banking di Indonesia dan Malaysia. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (14/1/2026). Rombongan mahasiswa KKM UIN Malang disambut langsung oleh Ustadzah Liyana yang kemudian mengarahkan peserta menuju ruang pertemuan utama. Kegiatan ini menjadi ajang pertukaran gagasan lintas negara melalui presentasi dan dialog mendalam seputar sistem perbankan syariah. Sesi pemaparan utama disampaikan oleh Mohamad Fakhruddin Abdul Razak, Kepala Departemen Syariah Affin Islamic Bank Berhad. Dalam paparannya, ia menjelaskan secara komprehensif penerapan perbankan syariah di Malaysia, mulai dari kerangka regulasi, tata kelola syariah, hingga inovasi produk yang terus dikembangkan untuk menjawab tantangan zaman. Menurut Mohamad Fakhruddin Abdul Razak, perkembangan Islamic banking di kawasan Asia Tenggara menunjukkan potensi besar untuk terus tumbuh seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap sistem keuangan berbasis nilai dan keadilan. Ia menegaskan bahwa kolaborasi akademik lintas negara memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul di bidang ekonomi syariah. “Diskusi seperti ini sangat strategis karena mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga memahami praktik nyata perbankan syariah yang diterapkan di berbagai negara. Indonesia dan Malaysia memiliki kekuatan masing-masing yang dapat saling melengkapi dalam pengembangan Islamic banking di masa depan,” ujarnya. Sementara itu, mahasiswa KKM UIN Malang mempresentasikan perkembangan Islamic banking di Indonesia. Materi yang disampaikan meliputi prinsip dasar perbankan syariah, ragam produk keuangan syariah, serta peran strategis bank syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. Diskusi berlangsung dinamis dan interaktif. Mahasiswa dan pihak Affin Islamic Bank Berhad saling bertukar pandangan mengenai persamaan dan perbedaan praktik perbankan syariah di kedua negara, tantangan global yang dihadapi industri keuangan syariah, hingga peluang kolaborasi dan pengembangan Islamic banking di masa depan. Keberagaman latar belakang pendidikan mahasiswa turut memperkaya jalannya diskusi dengan perspektif lintas disiplin. Kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga memberikan pengalaman nyata tentang peran Islamic banking sebagai bagian penting dari sistem sosial dan ekonomi global. Melalui kunjungan akademik ini, mahasiswa KKM UIN Malang diharapkan mampu membawa pulang pengetahuan dan perspektif internasional yang akan memperkuat kontribusi mereka dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.( Eno)

Thumbnail
2 months ago
MENGAWALI PENGABDIAN "UIN MALANG GELAR PELEPASAN KKM SEMESTER GANJIL 2025/2026"

AMALIA KHUSNATUR ROHMANA

ARDHACITTA - (23/12/2025) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang secara resmi melepas peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) untuk Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 dalam upacara yang berlangsung di Lapangan Utama kampus pada pagi hari ini. Kegiatan dimulai pukul 07.30 dan berjalan hingga selesai dengan protokol penyelenggaraan yang teratur.   Pelepasan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 secara resmi dibuka oleh Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si. Kegiatan pembukaan berlangsung di Lapangan Utama UIN Malang dan disaksikan oleh jajaran dosen pembimbing lapangan serta seluruh peserta KKM. Pelepasan kali ini digelar oleh lembaga terkait di UIN Malang sebagai tanda dimulainya pengabdian mahasiswa di berbagai wilayah penempatan. Acara dihadiri oleh pejabat kampus, dosen pendamping lapangan (DPL), serta ratusan mahasiswa peserta KKM yang siap diterjunkan. Menurut keterangan resmi penyelenggara, program KKM tahun ini menekankan pada kebermanfaatan dan dampak nyata bagi masyarakat setempat; peserta diharapkan tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga memberi kontribusi pemberdayaan. Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) dan pihak kampus mendorong mahasiswa untuk menjaga sikap, keselamatan, serta koordinasi yang baik dengan perangkat desa dan DPL. Jumlah peserta yang dilepas pada periode ini mencapai ribuan mahasiswa, menunjukkan skala besar program pengabdian yang menjadi bagian penting dari kurikulum dan pengalaman lapangan UIN Malang. Panitia berharap seluruh peserta dapat menjalankan program kerja yang telah disusun dengan profesional dan bertanggung jawab. Dengan dilepasnya mahasiswa pada hari ini, UIN Malang kembali menegaskan komitmennya pada penguatan pengalaman pembelajaran berbasis pengabdian masyarakat. Semua pihak berharap seluruh peserta kembali dengan pengalaman yang memperkaya kompetensi akademik dan sosial mereka.  

Thumbnail
2 months ago
Mahasiswa KKN Gelar Sosialisasi Anti Bullying di Tiga Sekolah Desa Ngadireso

AMIROTUN NABILAH

Ngadireso, Poncokusumo -- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan program kerja berupa sosialisasi anti-bullying di tiga sekolah dasar yang berada di Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan di MI, SDN 1 Ngadireso, dan SDN 2 Ngadireso dengan tujuan meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya saling menghargai dan mencegah perilaku perundungan sejak dini. Kegiatan sosialisasi dikemas secara interaktif dan menyenangkan agar mudah dipahami oleh siswa. Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan dari Kepala Sekolah masing-masing sekolah serta Ketua Pelaksana dari tim KKN. Dalam sambutannya, pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa KKN dalam mengangkat isu bullying yang kerap terjadi di lingkungan sekolah. Materi sosialisasi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan disesuaikan dengan usia siswa. Mahasiswa menjelaskan pengertian bullying, jenis-jenis bullying (verbal, fisik, dan sosial), dampak yang ditimbulkan bagi korban, serta cara mencegah dan mengatasinya. Untuk memperkuat pemahaman siswa, tim KKN juga menayangkan video pendek tentang bullying yang menggambarkan dampak nyata dari perilaku tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya penyampaian materi, kegiatan juga diselingi dengan berbagai permainan edukatif (games) yang bertujuan menanamkan nilai empati, kerja sama, dan rasa saling menghargai antar teman. Antusiasme siswa terlihat jelas saat mereka aktif menjawab pertanyaan dan mengikuti permainan yang diberikan. Salah satu sesi yang paling menyentuh adalah sesi renungan. Dalam suasana yang lebih tenang, siswa diajak untuk memahami bagaimana perasaan seseorang yang menjadi korban bullying. Momen ini membuat banyak siswa lebih reflektif dan menyadari bahwa candaan yang berlebihan dapat melukai perasaan orang lain. Sebagai bentuk apresiasi, di akhir kegiatan dilakukan pembagian sertifikat kepada para pemateri dari tim KKN. Kegiatan ditutup dengan harapan agar seluruh siswa dapat menjadi pelopor anti-bullying di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak di Desa Ngadireso. Sosialisasi ini bukan hanya sekadar kegiatan satu kali, tetapi menjadi langkah awal dalam membangun budaya saling menghargai dan peduli antar sesama. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa semakin berani berkata tidak pada bullying dan berani melapor jika melihat atau mengalami perundungan, sehingga tercipta generasi yang lebih peduli, empatik, dan berkarakter positif.  

Thumbnail
2 months ago
Dari Posyandu ke Pencegahan Stunting: Upaya Penguatan Kesehatan Lansia dan Balita di Dusun Precet

SITI DINA HAMIDAH

Dalisodo, Wagir- Posyandu masih memegang peran penting sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat dusun, khususnya bagi lansia dan balita. Melalui Posyandu, pemantauan kesehatan dapat dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Berangkat dari kesadaran tersebut, mahasiswa KKM 55 UIN Malang turut serta melakukan pendampingan Posyandu sekaligus sosialisasi pencegahan stunting di Dusun Precet sebagai bentuk kontribusi nyata dalam penguatan kesehatan masyarakat.  Kegiatan ini dilaksanakan pada [Sabtu, 10/01] bertempat di Dusun Precet, dengan melibatkan kader Posyandu, tenaga kesehatan, serta masyarakat setempat. Sejak pagi hari, mahasiswa KKM 55 hadir mendampingi jalannya kegiatan Posyandu, mulai dari persiapan tempat, pendataan peserta, hingga membantu proses pelayanan kesehatan bagi lansia dan balita. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa turut membantu penimbangan balita, pencatatan pertumbuhan dan perkembangan anak, serta pendampingan lansia dalam pemeriksaan kesehatan rutin. Selain itu, mahasiswa KKM 55 juga melakukan sosialisasi mengenai stunting kepada orang tua balita dan masyarakat dengan mendatangkan pemateri dari UIN Malang. Sosialisasi ini menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pola asuh yang tepat, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah pencegahan stunting sejak dini.  Pendampingan Posyandu dan sosialisasi stunting ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan sejak usia dini hingga lanjut usia. Kegiatan ini juga memperkuat peran Posyandu tidak hanya sebagai tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai ruang edukasi bagi masyarakat dalam membangun keluarga yang sehat dan berkualitas. Bagi mahasiswa KKM 55 UIN Malang, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam memahami langsung kondisi kesehatan masyarakat di tingkat dusun. Interaksi dengan kader Posyandu, lansia, dan orang tua balita memberikan pembelajaran sosial yang penting tentang peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.  Dengan terlaksananya kegiatan ini, mahasiswa KKM 55 UIN Malang bersama kader Posyandu dan masyarakat Dusun Precet telah menunjukkan bahwa penguatan kesehatan lansia dan balita dapat dimulai dari kegiatan sederhana yang dilakukan secara kolaboratif. Dari Posyandu menuju pencegahan stunting, upaya ini diharapkan mampu memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi kualitas kesehatan masyarakat Dusun Precet.  

Thumbnail
2 months ago
Bersama Warga, Mahasiswa KKN Ardhacitta 36 Rawat Kebersihan Masjid Al- Ridlo

HAIDAR ALI

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok Ardhacitta 36 melaksanakan kegiatan bersih-bersih Masjid Ar Ridho yang berlokasi di Desa Belung, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, pada Kamis, 01 Januari 2026, mulai pukul 15.30 WIB hingga selesai. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja rutin KKN yang dilaksanakan setiap hari Kamis.   Kegiatan bersih-bersih masjid ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan ibadah yang bersih, nyaman, dan asri bagi jamaah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dengan warga serta pengurus masjid setempat.           Sebanyak 15 orang mahasiswa KKN Ardhacitta 36 terlibat langsung dalam kegiatan ini. Pelaksanaan bersih-bersih juga didukung oleh warga sekitar serta petugas kebersihan masjid, sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan penuh kebersamaan.   Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi menyapu halaman masjid, mengepel lantai, membersihkan taman, mencabut rumput liar, mengangkut sampah, serta membersihkan jendela masjid. Mahasiswa dan warga bekerja sama membagi tugas agar seluruh area masjid dapat dibersihkan secara maksimal. Petugas kebersihan Masjid Ar Ridho, Pak Haryono, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. https://kkm36ardhacitta.blogspot.com/2026/01/bersama-warga-mahasiswa-kkn-ardhacitta.html    

Thumbnail
2 months ago
Satu Bulan Penuh Cerita: Catatan Perjalanan KKM di Tengah Tradisi Lombok

NAZIRA RASHIQA ZAHRA

Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) kami di Desa Sepakek pada bulan Januari ini terasa sangat istimewa. Entah karena kebetulan atau memang waktunya yang pas, kehadiran kami bertepatan dengan berbagai agenda besar desa. Mulai dari perayaan hari besar Islam, musim pernikahan, hingga momen duka warga terjadi secara berurutan. Hal ini membuat hari-hari kami tidak hanya diisi dengan program kerja formal di kantor desa atau sekolah, tetapi juga keterlibatan langsung dalam denyut kehidupan sosial warga yang sesungguhnya.   Kesibukan kami dimulai tepat pada awal tahun. Lombok memang dikenal sebagai "Pulau Seribu Masjid", dan kami merasakan kebenarannya di sini. Desa Sepakek memiliki sembilan masjid yang tersebar di berbagai dusun, dan peringatan Isra Mi'raj tidak dilaksanakan serentak dalam satu malam saja, seperti yang sudah kami ceritakan di artikel kami sebelumnya(link). Namun, belum sempat kami beristirahat panjang dari safari Isra Mi'raj tersebut, desa kembali ramai dengan acara pernikahan. Bulan Januari ini tercatat ada tiga pernikahan yang digelar oleh warga. Di Lombok, persiapan pernikahan disebut dengan Begawe. Kami cukup terkejut melihat dapur umum acara hajatan di sini, yang ternyata bapak-bapaklah yang memegang kendali memasak nasi dan daging di kuali-kuali raksasa, dengan menu wajib Sayur Ares. Sementara itu, peran kami bersama para pemuda desa adalah membantu distribusi makanan. Kami bertugas mengantar hidangan Dulang tersebut ke hadapan para tamu undangan yang duduk melingkar di tempat-tempat yang sudah disediakan di sekitar halaman rumah dari tempat tersebut. Rasanya cukup melelahkan mondar-mandir membawa nampan berat, namun melihat kekompakan warga, rasa lelah itu tidak begitu terasa. Dari tiga pernikahan tersebut, dua di antaranya mengadakan tradisi Nyongkolan, dan kami berkesempatan mengikuti keduanya. Ini adalah pengalaman baru bagi kami. Nyongkolan adalah arak-arakan pengantin menuju rumah mempelai wanita yang diiringi musik tradisional seperti Gendang Beleq atau Kecimol. Kami ikut berjalan kaki di tengah barisan warga yang mengenakan pakaian adat, merasakan kemeriahan yang luar biasa. Melihat tradisi yang masih sangat lestari ini, kami sebagai anak muda yang besar di kota merasa kagum karena budaya lokal di sini masih dipegang teguh dan dijalankan dengan antusias. Rangkaian pengalaman kami di Desa Sepakek ini terakhir ada momen yang lebih emosional. Beberapa hari yang lalu, salah satu warga tetangga di dekat posko kami meninggal dunia. Suasana yang tadinya ramai oleh pesta, berubah menjadi syahdu penuh solidaritas. Tanpa dikomando, warga berdatangan untuk membantu keluarga yang berduka. Kami pun langsung turun tangan membantu mendirikan tenda dan menyusun kursi untuk para pelayat. Di sini, rangkaian doa dan tahlil biasanya berlangsung hingga hari ke-9 atau yang disebut Nyiwak. Setiap tamu yang datang selalu disuguhkan kopi hitam. Kami duduk bersama warga, menyeruput kopi, dan melihat bahwa gotong royong di desa ini tidak hanya hadir saat pesta pora, tetapi juga berdiri paling depan saat ada warga yang berduka. Satu bulan ini benar-benar membuka mata kami. Desa Sepakek bukan sekadar lokasi KKN, melainkan tempat belajar tentang arti kebersamaan yang sesungguhnya.