Thumbnail
2 years ago
Penutupan KKM di TPQ Al-Muttaqien: Meriah dengan Peringatan Isra' Mi'raj dan Awarding Lomba

NURIL NUZULIA AFIFAH

Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di TPQ Al-Muttaqien, Dusun Wonokerto, resmi ditutup pada Senin, 27 Januari 2025. Acara penutupan ini dikemas meriah dengan peringatan Isra' Mi'raj serta pemberian penghargaan lomba bagi para santri yang telah berpartisipasi dalam berbagai perlombaan. Acara dimulai dengan berbagai perwakilan kelompok KKM, yaitu M. Rizky Habibulloh dan Ida Masayu Putri. Mereka mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari pihak TPQ Al-Muttaqien serta kesempatan yang diberikan untuk membantu proses belajar mengajar di sana. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan Perayaan dari Bapak Fatkhur Rofiq selaku guru TPQ Al-Muttaqien. Beliau mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKM dalam mendukung pendidikan di TPQ serta berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi semua pihak. Kegiatan ini diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada para santri yang telah berprestasi dalam lomba-lomba yang diadakan. Suasana penuh kebersamaan dan semangat belajar mengaji semakin terasa dalam acara ini, menandai penutupan KKM yang berkesan di TPQ Al-Muttaqien.

Thumbnail
2 years ago
Penutupan KKM di TPQ Al-Muttaqien: Meriah dengan Peringatan Isra' Mi'raj dan Awarding Lomba

IDA MASAYU PUTRI

Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di TPQ Al-Muttaqien, Dusun Wonokerto, resmi ditutup pada Senin, 27 Januari 2025. Acara penutupan ini dikemas meriah dengan peringatan Isra' Mi'raj serta awarding lomba bagi para santri yang telah berpartisipasi dalam berbagai perlombaan. Acara dimulai dengan sambutan dari perwakilan kelompok KKM, yaitu M. Rizky Habibulloh dan Ida Masayu Putri. Mereka mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari pihak TPQ Al-Muttaqien serta kesempatan yang diberikan untuk membantu proses belajar mengajar di sana. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Fatkhur Rofiq selaku guru TPQ Al-Muttaqien. Beliau mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKM dalam mendukung pendidikan di TPQ serta berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi semua pihak. Kegiatan ini diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada para santri yang telah berprestasi dalam lomba-lomba yang diadakan. Suasana penuh kebersamaan dan semangat belajar mengaji semakin terasa dalam acara ini, menandai penutupan KKM yang berkesan di TPQ Al-Muttaqien.

Thumbnail
2 years ago
"Semangat Gotong Royong: Mahasiswa KKM 107 dan Warga Bersihkan Balai RT 04"

PAMELA BINAR SURYA

Pada pagi hari yang cerah, tepatnya pukul 09.00 WIB 19 Januari 2025, Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 107 Naradhipta Sankara dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menunjukkan semangat pengabdian mereka melalui kegiatan kerja bakti dan merenovasi balai RT (RT 04) dusun jedong desa Jedong. Kegiatan yang dilaksanakan di Balai RT 04 ini merupakan wujud nyata kontribusi Mahasiswa (KKM) 107 Naradhipta Sankara kepada masyarakat setempat. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, para mahasiswa secara kompak membersihkan dan memperbaiki fasilitas balai RT. Mereka dengan sigap membersihkan ruangan, mengecat balai RT, serta melakukan perbaikan ringan yang diperlukan. Kegiatan ini tidak hanya sekedar membersihkan, namun juga menunjukkan kepedulian dan solidaritas Naradhipta Sankara terhadap warga sekitar. Program ini merupakan bagian dari misi KKM (107 Naradhipta Sankara) untuk memberdayakan dan memberikan kontribusi positif pada masyarakat di wilayah tempat mereka ditugaskan. Melalui kegiatan KKM ini, mahasiswa tidak hanya belajar di lingkungan kampus, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam berinteraksi dan membantu masyarakat. Para warga RT 04 tampak antusias dalam jegiatan kerja bakti dan merenovasi balai RT 04 bersama dengan mahasiswa KKM 107 Naradhipta Sankara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Mereka juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, menunjukkan bahwa kerja sama antar warga dan mahasiswa dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik dan bersih. Kegiatan kerja bakti ini diharapkan dapat menjadi teladan bagi masyarakat luas akan pentingnya gotong royong dan kepedulian sosial. Mahasiswa KKM 107 Naradhipta Sankara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah membuktikan bahwa mereka tidak hanya sekedar menjalankan tugas akademis, namun juga memiliki komitmen dan antisipasi. Semoga kegiatan positif seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk senantiasa berkontribusi dalam membangun dan memberdayakan masyarakat.   Penulis: Kelompok KKM 107 (Naradhipta Sankara)  https://www.kompasiana.com/yasmin7941/6797383ded64152e1d3e9103/semangat-gotong-royong-mahasiswa-kkm-107-dan-warga-bersihkan-balai-rt-04

Thumbnail
2 years ago
Pembangunan Bank Sampah : Sebagai Bentuk Dedikasi KKM 143 Nawasena UIN Malang Kepada Warga Dusun Dompyong Untuk Selalu Menjaga Kebersihan Lingkungan

RAHMANIA AZZA AUZIYA WINARDI

Dusun Dompyong merupakan kawasan lingkungan yang asri dengan dominasi perkebunan dan pertanian. Jarang sekali ditemukan pencemaran atau pembuangan sampah. Bahkan, di satu tempat yang dekat dengan hutan, masih ditemukan sumber air bersih yang keluar dari dalam tanah dan dapat langsung diminum. KKM Nawasena merangkul masyarakat untuk sepakat menjaga keasrian lingkungan di Dusun Dompyong. Atas dukungan warga dan persetujuan Bapak Lucky selaku Kepala Dusun Dompyong, kami berhasil membangun tempat sampah berbentuk balok dengan ukuran panjang 2m, lebar 1m dan tinggi 1,5m. ”Nggeh bagus mas, kalau memang mau membuatkan bank sampah, didekat situ ada tempat yang bisa digunakan untuk pembangunan. Monggo tidak apa-apa itu dipakai karena masih tanah milik desa bukan tanah pribadi”, ujar Pak Lucky. Tempat sampah ini diperuntukkan sebagai tempat pembuangan sampah seluruh warga Dusun Dompyong. Tujuannya agar dapat meminimalisir pencemaran lingkungan. Daripada warga membakar sampah di depan rumah yang nantinya dapat menambah polusi udara akibat asap hasil pembakaran. Aktivitas pembakaran sampah plastik di depan rumah juga menyebabkan sisa-sisa pembakaran sampah menyebar terbawa angin atau air hujan, sehingga dapat mengganggu pernapasan dan mencemari pekarangan. Setelah dibangunnya tempat sampah ini, warga hanya akan membakar sampah di satu titik saja. Tentu saja tindakan ini dapat mengurangi asap hasil pembakaran. Selain itu, sisa-sisa pembakaran sampah plastik tidak akan mencemari lingkungan karena titik pembuangannya jauh dari pekarangan dan sampah tetap terjaga di dalamnya.

Thumbnail
2 years ago
Penutupan KKM di TPQ Al-Muttaqien: Meriah dengan Peringatan Isra' Mi'raj dan Awarding Lomba

IZZA SYAHRI MUHARRAM

Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di TPQ Al-Muttaqien, Dusun Wonokerto, resmi ditutup pada Senin, 27 Januari 2025. Acara penutupan ini dikemas meriah dengan peringatan Isra' Mi'raj serta awarding lomba bagi para santri yang telah berpartisipasi dalam berbagai perlombaan. Acara dimulai dengan sambutan dari perwakilan kelompok KKM, yaitu M. Rizky Habibulloh dan Ida Masayu Putri. Mereka mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari pihak TPQ Al-Muttaqien serta kesempatan yang diberikan untuk membantu proses belajar mengajar di sana. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Fatkhur Rofiq selaku guru TPQ Al-Muttaqien. Beliau mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKM dalam mendukung pendidikan di TPQ serta berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi semua pihak. Kegiatan ini diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada para santri yang telah berprestasi dalam lomba-lomba yang diadakan. Suasana penuh kebersamaan dan semangat belajar mengaji semakin terasa dalam acara ini, menandai penutupan KKM yang berkesan di TPQ Al-Muttaqien.

Thumbnail
2 years ago
Strategi Komunikasi Emas: Seminar Menghadapi Tantangan Anak Usia Praremaja Bersama Dr. Fathul Lubabin Nuqul, M.Si.

ELSANI FATONA ZUANINDRA

Sabtu, 18 Januari 2025, sebuah seminar penting bertema "Komunikasi Efektif dengan Anak Usia Pra Remaja" sukses diselenggarakan di SDN 1 Dengkol. Acara ini menghadirkan narasumber utama, Dr. Fathul Lubabin Nuqul, M.Si., dosen psikologi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Seminar yang dimulai pukul 09.00 ini dihadiri oleh para wali murid kelas 4 hingga 6. Tujuannya adalah memberikan wawasan kepada orang tua tentang pentingnya membangun komunikasi yang efektif dalam mendidik anak usia pra-remaja. Acara diawali dengan Beragam dari Moh. Daffa Ul Haq, mahasiswa KKN yang bertindak sebagai ketua pelaksana. Dalam berbagai hal, ia menyampaikan penghargaan kepada para peserta atas antusiasme mereka dalam mendukung program ini. Sambutan berikutnya diberikan oleh Umi Wahyuni, S.Pd., Kepala Sekolah SDN 1 Dengkol. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membentuk karakter anak yang kuat serta mendukung tumbuh kembang mereka secara maksimal. Seminar dimoderatori oleh salah satu mahasiswa KKN, yang memandu jalannya acara dengan lancar. Sesi awal dimulai dengan sharing session yang mengundang partisipasi aktif dari para wali murid. Dalam sesi ini, Dr. Fathul Lubabin menjelaskan bahwa usia pra-remaja merupakan fase krusial dalam perkembangan anak, di mana mereka mulai mencari identitas diri dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Beliau juga menyampaikan bahwa komunikasi yang buruk di masa ini dapat mempengaruhi kepercayaan diri dan hubungan emosional anak dengan orang tua. Beliau juga mengatakan bahwa, “Momen paling menyenangkan bagi saya adalah saat menjemput dan mengantar anak pulang. Ketika anak pulang dalam kondisi lelah, orang tua yang menyambut mereka dapat meredakan emosinya dan menciptakan suasana yang hangat dan penuh kasih sayang,” ujarnya. Para peserta tampak sangat antusias, mengajukan berbagai pertanyaan tentang cara menghadapi anak yang mulai melawan, menyuarakan keras kepala, atau enggan berbagi cerita dengan orang tua. Dr. Fathul memberikan panduan praktis, seperti pentingnya mendengarkan tanpa menghakimi, memberikan apresiasi pada usaha anak, serta menciptakan suasana dialog yang santai dan terbuka. Beliau juga menekankan pentingnya konsistensi dalam memberikan aturan dan batasan yang jelas, agar anak memahami nilai-nilai yang diterapkan dalam keluarga. Seminar ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga membekali para peserta dengan teknik sederhana untuk meningkatkan keterampilan komunikasi mereka. Contohnya, peserta diajarkan cara menggunakan pertanyaan terbuka untuk memancing diskusi, serta bagaimana memilih waktu yang tepat untuk berbicara dengan anak. Dr. Fathul juga mendorong orang tua untuk terus belajar dan berbagi pengalaman dengan sesama wali murid agar dapat saling mendukung. Para peserta menyambut baik materi yang disampaikan dan merasa lebih percaya diri dalam menghadapi anak-anak mereka. Sebagai tindak lanjut, pihak sekolah dan masyarakat berharap dapat menjadikan seminar ini sebagai awal dari program-program lain yang mendukung pendidikan dan pengasuhan anak secara holistik. Acara ini menjadi langkah positif untuk memperkuat hubungan keluarga, menciptakan suasana rumah yang harmonis, dan mempersiapkan anak-anak menjadi pribadi yang percaya diri dan berkarakter.