ALVIAN FUAD SABILA
Khusyuk dan Penuh Berkah, Istighosah Jumat Legi di Masjid Babusalam Sukopuro, Ustadz Abdul Aziz Sampaikan Pesan Spiritualitas Sukopuro, Jabung – Suasana penuh khidmat menyelimuti Masjid Babusalam, Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung, pada Jumat Legi (tanggal acara). Ratusan jamaah dari berbagai daerah memadati masjid untuk mengikuti istighosah rutin yang kali ini dipimpin oleh Ustadz Abdul Aziz. Acara ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat spiritualitas dan memohon keberkahan kepada Allah SWT. Sejak sore hari, jamaah mulai berdatangan, membawa serta harapan dan doa-doa terbaik mereka. Suara lantunan istighosah menggema di seluruh ruangan masjid, menciptakan suasana yang menenangkan dan penuh haru. Dengan penuh kekhusyukan, para jamaah bersama-sama memanjatkan doa, meminta perlindungan dan pertolongan dari Allah dalam menghadapi berbagai cobaan kehidupan. Dalam tausiyahnya, Ustadz Abdul Aziz menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga keimanan dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui dzikir dan doa. Beliau menekankan bahwa istighosah bukan sekadar tradisi, tetapi juga bentuk ikhtiar spiritual agar setiap hamba selalu berada dalam lindungan-Nya. "Kita semua pasti menghadapi ujian dalam hidup, baik dalam bentuk kesulitan ekonomi, kesehatan, maupun hubungan sosial. Namun, dengan terus mendekatkan diri kepada Allah melalui dzikir dan istighosah, insyaAllah kita akan diberikan jalan keluar terbaik," ujar Ustadz Abdul Aziz dalam ceramahnya. Ia juga mengajak jamaah untuk selalu menjaga persaudaraan dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. Menurutnya, kekuatan doa bersama bukan hanya memberikan ketenangan batin, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga. Acara istighosah diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustadz Abdul Aziz. Suasana semakin haru ketika para jamaah menadahkan tangan, memohon keberkahan dan perlindungan bagi keluarga, masyarakat, serta bangsa Indonesia. Kegiatan istighosah Jumat Legi di Masjid Babusalam Sukopuro ini telah menjadi agenda rutin yang terus lestari. Para jamaah berharap kegiatan ini tetap berlanjut dan semakin banyak umat Islam yang tergerak untuk ikut serta dalam majelis doa yang penuh berkah ini. (Kompasian/Alvian Fuad Sabila - Andhika Pramesti Kartiyoso) https://www.kompasiana.com/dXZ4ZWVLOVF4MzU0dGhpNURPbEF0SlVHbWRiTHRaKzFZR2JDaFBISFhsUT0=/dashboard/preview/67a5e47aed64152a2d748ff2?v=1738925192
M. SYUKRON IN`AM
Pada tanggal 26 Februari 2025 tepatnya hari Minggu, KKM 89 UIN Malang yang bekerja sama dengan Halal Center UIN Malang menggelar acara sosialisasi dan edukasi mengenai sertifikasi halal di Balai Desa Gading Kembar, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada masyarakat tentang pentingnya sertifikasi halal dalam produk makanan dan barang lainnya. Melalui kegiatan ini, KKM 89 berharap dapat mendorong masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya kehalalan produk yang mereka konsumsi atau jual. Sosialisasi ini mengedukasi para peserta mengenai proses sertifikasi halal, manfaatnya bagi produsen dan konsumen, serta peran sertifikasi halal dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk di pasar. Dalam acara tersebut, tim dari Halal Center UIN Malang turut memberikan penjelasan secara rinci tentang tata cara memperoleh sertifikat halal, kriteria yang harus dipenuhi, serta tantangan yang sering dihadapi oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tidak hanya itu, diskusi interaktif juga diadakan untuk menjawab berbagai pertanyaan dari peserta, yang sebagian besar merupakan pelaku usaha lokal di Desa Gading Kembar. KKM 89 berharap bahwa melalui kegiatan ini, masyarakat di Desa Gading Kembar semakin termotivasi untuk memperhatikan aspek kehalalan dalam produk yang mereka hasilkan, serta dapat meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjalankan bisnis yang halal sesuai dengan tuntutan agama dan regulasi yang berlaku. Dengan adanya kolaborasi antara KKM 89 dan Halal Center UIN Malang, diharapkan akan tercipta lebih banyak pelaku usaha yang teredukasi dan terdorong untuk mengurus sertifikasi halal, sehingga produk dari Desa Gading Kembar dapat semakin dikenal dan diterima luas oleh konsumen.
DANIS ISLAMIYATUL VIVI
Dalam rangka mewujudkan desa yang lebih hijau dan lestari, peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang di Desa Slamparejo, Kecamatan Jabung, melakukan aksi pelestarian lingkungan. Salah satu kegiatan utama kami adalah penanaman pohon di kawasan desa strategis sebagai upaya meningkatkan penyimpanan debit air bagi masyarakat sekitar. Kegiatan ini dilakukan sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus mendukung keinginan sumber daya air di Desa Slamparejo. Seperti yang kita ketahui, ketersediaan air bersih sangat bergantung pada kualitas ekosistem sekitar, khususnya vegetasi pohon yang dapat menyerap dan menyimpan air di dalam tanah. Pada kegiatan tersebut, tim KKM bersama-sama menanam berbagai jenis pohon produktif dan peneduh. Proses penanaman dilakukan dengan penuh semangat meskipun kondisi cuaca agak mendung. Dengan dukungan dari masyarakat sekitar, kami menggali lubang, menanam pohon, dan memberikan perlindungan awal terhadap bibit agar dapat tumbuh dengan baik. Selain untuk menjaga keseimbangan ekosistem, pohon-pohon yang ditanam juga diharapkan memberikan manfaat jangka panjang, seperti menambah produksi oksigen, mengurangi erosi masyarakat tanah, dan menjaga keberlangsungan debit air yang sangat penting bagi aktivitas. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk berkontribusi langsung di alam, tetapi juga sebagai pembelajaran nyata bagi siswa. Melalui aksi ini, kami menyadari bahwa pelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tugas bersama seluruh elemen masyarakat. Kami berharap pohon-pohon ini akan tumbuh subur dan warisan menjadi hijau bagi generasi mendatang di Desa Slamparejo. Mari terus menjaga lingkungan dan memberikan yang terbaik untuk bumi kita! “Satu pohon yang kita tanam hari ini, adalah nafas untuk kehidupan di masa depan.”
NABILAH MUTIARA DZAKIRAH
Sabtu, 18 Januari 2025, sebuah seminar penting bertema "Komunikasi Efektif dengan Anak Usia Pra Remaja" sukses diselenggarakan di SDN 1 Dengkol. Acara ini menghadirkan narasumber utama, Dr. Fathul Lubabin Nuqul, M.Si., dosen psikologi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Seminar yang dimulai pukul 09.00 ini dihadiri oleh para wali murid kelas 4 hingga 6. Tujuannya adalah memberikan wawasan kepada orang tua tentang pentingnya membangun komunikasi yang efektif dalam mendidik anak usia pra-remaja. Acara diawali dengan sambutan dari Moh. Daffa Ul Haq, mahasiswa KKN yang bertindak sebagai ketua pelaksana. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada para peserta atas antusiasme mereka dalam mendukung program ini. Sambutan berikutnya diberikan oleh Umi Wahyuni, S.Pd., Kepala Sekolah SDN 1 Dengkol. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membentuk karakter anak yang kuat serta mendukung tumbuh kembang mereka secara maksimal. Seminar dimoderatori oleh salah satu mahasiswa KKN, yang memandu jalannya acara dengan lancar. Sesi awal dimulai dengan sharing session yang mengundang partisipasi aktif dari para wali murid. Dalam sesi ini, Dr. Fathul Lubabin menjelaskan bahwa usia pra-remaja merupakan fase krusial dalam perkembangan anak, di mana mereka mulai mencari identitas diri dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Beliau juga menyampaikan bahwa komunikasi yang buruk di masa ini dapat memengaruhi kepercayaan diri dan hubungan emosional anak dengan orang tua. Beliau juga mengatakan bahwa, "Momen paling menyenangkan bagi saya adalah ketika menjemput dan mengantar anak pulang. Ketika anak pulang dalam kondisi lelah, orang tua yang menyambut mereka dapat meredakan emosinya dan menciptakan suasana yang hangat dan penuh kasih sayang," ujarnya. Para peserta tampak sangat antusias, mengajukan berbagai pertanyaan tentang cara menghadapi anak yang mulai melawan, bersikap keras kepala, atau enggan berbagi cerita dengan orang tua. Dr. Fathul memberikan panduan praktis, seperti pentingnya mendengarkan tanpa menghakimi, memberikan apresiasi pada usaha anak, serta menciptakan suasana dialog yang santai dan terbuka. Beliau juga menekankan pentingnya konsistensi dalam memberikan aturan dan batasan yang jelas, agar anak memahami nilai-nilai yang diterapkan dalam keluarga. Seminar ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga membekali para peserta dengan teknik sederhana untuk meningkatkan keterampilan komunikasi mereka. Contohnya, peserta diajarkan cara menggunakan pertanyaan terbuka untuk memancing diskusi, serta bagaimana memilih waktu yang tepat untuk berbicara dengan anak. Dr. Fathul juga mendorong orang tua untuk terus belajar dan berbagi pengalaman dengan sesama wali murid agar dapat saling mendukung. Para peserta menyambut baik materi yang disampaikan dan merasa lebih percaya diri dalam menghadapi anak-anak mereka. Sebagai tindak lanjut, pihak sekolah dan masyarakat berharap dapat menjadikan seminar ini sebagai awal dari program-program lain yang mendukung pendidikan dan pengasuhan anak secara holistik. Acara ini menjadi langkah positif untuk memperkuat hubungan keluarga, menciptakan suasana rumah yang harmonis, dan mempersiapkan anak-anak menjadi pribadi yang percaya diri dan berkarakter.
NABILAH PUTRI WIDODO
Dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj 1446 H, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 60 UIN Malang mengadakan berbagai perlombaan di Desa Kalirejo sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman agama dan membentuk karakter anak-anak melalui ajang kompetisi yang edukatif. Lomba yang diselenggarakan mencakup adzan dan iqomah, mewarnai, hafalan surah pendek, serta cerdas cermat. Acara ini melibatkan sekitar 80 peserta dari empat TPQ yang tersebar di Dusun Darungan. Mahasiswa KKM berperan sebagai panitia dan juri, serta berkolaborasi dengan pengurus TPQ dan tokoh masyarakat untuk memastikan kelancaran kegiatan. Tema kegiatan ini, "Jernihkan Hati, Beningkan Niat Menggapai Ridho Sang Maha Melihat," mencerminkan nilai-nilai Isra’ Mi’raj yang mengajarkan ketakwaan, keikhlasan, dan semangat untuk terus belajar. Antusiasme peserta dan dukungan masyarakat yang besar menjadi indikator keberhasilan acara ini. Selain memberikan pengalaman berharga bagi anak- anak, kegiatan ini juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembinaan karakter dan pendidikan agama bagi generasi muda. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan keagamaan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Kalirejo.
ILHAM PUJA SANTOSO
Dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj 1446 H, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 60 UIN Malang mengadakan berbagai perlombaan di Desa Kalirejo sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman agama dan membentuk karakter anak-anak melalui ajang kompetisi yang edukatif. Lomba yang diselenggarakan mencakup adzan dan iqomah, mewarnai, hafalan surah pendek, serta cerdas cermat. Acara ini melibatkan sekitar 80 peserta dari empat TPQ yang tersebar di Dusun Darungan. Mahasiswa KKM berperan sebagai panitia dan juri, serta berkolaborasi dengan pengurus TPQ dan tokoh masyarakat untuk memastikan kelancaran kegiatan. Tema kegiatan ini, "Jernihkan Hati, Beningkan Niat Menggapai Ridho Sang Maha Melihat," mencerminkan nilai-nilai Isra’ Mi’raj yang mengajarkan ketakwaan, keikhlasan, dan semangat untuk terus belajar. Antusiasme peserta dan dukungan masyarakat yang besar menjadi indikator keberhasilan acara ini. Selain memberikan pengalaman berharga bagi anak- anak, kegiatan ini juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembinaan karakter dan pendidikan agama bagi generasi muda. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan keagamaan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Kalirejo.