IGA NUR KHOLISA BASARI
Di tengah suasana yang hangat dan penuh antusias, kegiatan parenting dengan tema edukasi seksualitas anak diselenggarakan di BA Restu 2 oleh mahasiswa Asistensi Mengajar (AM/PPL) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang bertepatan pada tanggal 24 April 2026 . Kegiatan ini diikuti oleh para wali murid sebagai upaya memberikan pemahaman mengenai pentingnya edukasi seksualitas anak sejak usia dini secara tepat dan sesuai dengan tahap perkembangannya. Kegiatan ini menghadirkan narasumber, Rikza Azharona S., M.Pd., yang menyampaikan materi terkait edukasi seksualitas anak yang selama ini masih sering dianggap sebagai hal tabu di masyarakat. Padahal, anggapan tersebut justru dapat menghambat anak dalam memahami tubuhnya sendiri serta meningkatkan risiko terjadinya perilaku yang tidak diinginkan akibat kurangnya informasi yang benar. Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Kepala Sekolah BA Restu 2, Ibu Maslichah Hartatik, S.S. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa edukasi seksualitas anak bukanlah hal yang tabu, melainkan bagian penting dari pendidikan karakter dan perlindungan diri anak. Beliau menekankan bahwa anak perlu dikenalkan sejak dini mengenai batasan tubuh, konsep privasi, serta cara menjaga diri dengan pendekatan yang sederhana dan tidak menakutkan. Ia juga berharap melalui kegiatan ini, orang tua dapat memiliki pemahaman yang tepat dalam berkomunikasi dengan anak terkait hal-hal sensitif tanpa menimbulkan rasa malu atau takut. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh perwakilan Forum Komunikasi Az-Zahra yang menekankan pentingnya kerja sama antara orang tua dan pihak sekolah dalam mendidik anak. Dalam sambutannya disampaikan bahwa pendidikan anak tidak dapat berjalan secara optimal tanpa adanya sinergi antara lingkungan keluarga dan sekolah. Oleh karena itu, orang tua diharapkan dapat melanjutkan pembiasaan serta nilai-nilai yang telah diberikan di sekolah ke dalam kehidupan sehari-hari di rumah. Dalam penyampaian materi, narasumber menjelaskan bahwa edukasi seksualitas anak bukan berarti mengajarkan hal-hal yang bersifat dewasa, melainkan proses mengenalkan aspek kognitif, emosional, sosial, dan fisik anak sesuai usia. Anak perlu dikenalkan nama bagian tubuh secara benar, memahami bagian tubuh pribadi, serta mengetahui batasan sentuhan yang aman dan tidak aman. Selain itu, disampaikan pula konsep “Tubuhku Milikku” yang menekankan bahwa setiap anak memiliki hak atas tubuhnya sendiri. Anak diajarkan untuk berani berkata “tidak” terhadap sentuhan yang tidak diinginkan serta berani melaporkan kepada orang tua jika mengalami situasi yang tidak nyaman. Edukasi ini bertujuan untuk membangun kepercayaan diri anak serta kemampuan dalam melindungi diri sejak dini. Kegiatan parenting berlangsung secara interaktif melalui sesi tanya jawab antara orang tua dan narasumber. Salah satu topik yang dibahas adalah mengenai edukasi menstruasi pada anak. Narasumber menjelaskan bahwa pengenalan terkait menstruasi dapat dilakukan secara bertahap sesuai usia dan kesiapan anak dengan bahasa yang sederhana, sehingga tidak menimbulkan kecemasan. Selain itu, dibahas pula faktor-faktor yang dapat memengaruhi menstruasi dini, seperti pola makan, gaya hidup, serta pengaruh lingkungan. Topik lain yang turut dibahas adalah mengenai kemandirian anak dalam menjaga kebersihan diri, seperti kebiasaan anak menggunakan semprotan air saat cebok yang dirasa lebih nyaman dibandingkan bantuan orang tua. Dalam hal ini, orang tua tetap diharapkan memberikan pendampingan sekaligus mengajarkan batasan privasi tubuh anak agar anak dapat mandiri dengan tetap memahami nilai-nilai yang benar. Selain itu, narasumber juga menekankan pentingnya menjaga privasi anak dalam komunikasi sehari-hari. Orang tua dihimbau untuk tidak menyampaikan hal-hal sensitif terkait kondisi tubuh anak kepada orang lain, terutama kepada lawan jenis, karena hal tersebut dapat berdampak pada rasa malu dan perkembangan psikologis anak. Edukasi mengenai tubuh perlu disampaikan secara terbuka, namun tetap menjaga batasan yang sesuai. Melalui kegiatan parenting ini, diharapkan para orang tua dapat lebih memahami pentingnya edukasi seksualitas anak sejak dini dengan pendekatan yang tepat dan tidak tabu. Dengan adanya kerja sama yang baik antara mahasiswa, sekolah, dan orang tua, anak diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang mampu menjaga diri, memahami batasan, serta memiliki kepercayaan diri dalam menghadapi lingkungan sekitarnya.
NUR AFNI AMALIA PUTRI
Di tengah suasana yang hangat dan penuh antusias, kegiatan parenting dengan tema edukasi seksualitas anak diselenggarakan di BA Restu 2 oleh mahasiswa Asistensi Mengajar (AM/PPL) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang bertepatan pada tanggal 24 April 2026 . Kegiatan ini diikuti oleh para wali murid sebagai upaya memberikan pemahaman mengenai pentingnya edukasi seksualitas anak sejak usia dini secara tepat dan sesuai dengan tahap perkembangannya. Kegiatan ini menghadirkan narasumber, Rikza Azharona S., M.Pd., yang menyampaikan materi terkait edukasi seksualitas anak yang selama ini masih sering dianggap sebagai hal tabu di masyarakat. Padahal, anggapan tersebut justru dapat menghambat anak dalam memahami tubuhnya sendiri serta meningkatkan risiko terjadinya perilaku yang tidak diinginkan akibat kurangnya informasi yang benar. Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Kepala Sekolah BA Restu 2, Ibu Maslichah Hartatik, S.S. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa edukasi seksualitas anak bukanlah hal yang tabu, melainkan bagian penting dari pendidikan karakter dan perlindungan diri anak. Beliau menekankan bahwa anak perlu dikenalkan sejak dini mengenai batasan tubuh, konsep privasi, serta cara menjaga diri dengan pendekatan yang sederhana dan tidak menakutkan. Ia juga berharap melalui kegiatan ini, orang tua dapat memiliki pemahaman yang tepat dalam berkomunikasi dengan anak terkait hal-hal sensitif tanpa menimbulkan rasa malu atau takut. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh perwakilan Forum Komunikasi Az-Zahra yang menekankan pentingnya kerja sama antara orang tua dan pihak sekolah dalam mendidik anak. Dalam sambutannya disampaikan bahwa pendidikan anak tidak dapat berjalan secara optimal tanpa adanya sinergi antara lingkungan keluarga dan sekolah. Oleh karena itu, orang tua diharapkan dapat melanjutkan pembiasaan serta nilai-nilai yang telah diberikan di sekolah ke dalam kehidupan sehari-hari di rumah. Dalam penyampaian materi, narasumber menjelaskan bahwa edukasi seksualitas anak bukan berarti mengajarkan hal-hal yang bersifat dewasa, melainkan proses mengenalkan aspek kognitif, emosional, sosial, dan fisik anak sesuai usia. Anak perlu dikenalkan nama bagian tubuh secara benar, memahami bagian tubuh pribadi, serta mengetahui batasan sentuhan yang aman dan tidak aman. Selain itu, disampaikan pula konsep “Tubuhku Milikku” yang menekankan bahwa setiap anak memiliki hak atas tubuhnya sendiri. Anak diajarkan untuk berani berkata “tidak” terhadap sentuhan yang tidak diinginkan serta berani melaporkan kepada orang tua jika mengalami situasi yang tidak nyaman. Edukasi ini bertujuan untuk membangun kepercayaan diri anak serta kemampuan dalam melindungi diri sejak dini. Kegiatan parenting berlangsung secara interaktif melalui sesi tanya jawab antara orang tua dan narasumber. Salah satu topik yang dibahas adalah mengenai edukasi menstruasi pada anak. Narasumber menjelaskan bahwa pengenalan terkait menstruasi dapat dilakukan secara bertahap sesuai usia dan kesiapan anak dengan bahasa yang sederhana, sehingga tidak menimbulkan kecemasan. Selain itu, dibahas pula faktor-faktor yang dapat memengaruhi menstruasi dini, seperti pola makan, gaya hidup, serta pengaruh lingkungan. Topik lain yang turut dibahas adalah mengenai kemandirian anak dalam menjaga kebersihan diri, seperti kebiasaan anak menggunakan semprotan air saat cebok yang dirasa lebih nyaman dibandingkan bantuan orang tua. Dalam hal ini, orang tua tetap diharapkan memberikan pendampingan sekaligus mengajarkan batasan privasi tubuh anak agar anak dapat mandiri dengan tetap memahami nilai-nilai yang benar. Selain itu, narasumber juga menekankan pentingnya menjaga privasi anak dalam komunikasi sehari-hari. Orang tua dihimbau untuk tidak menyampaikan hal-hal sensitif terkait kondisi tubuh anak kepada orang lain, terutama kepada lawan jenis, karena hal tersebut dapat berdampak pada rasa malu dan perkembangan psikologis anak. Edukasi mengenai tubuh perlu disampaikan secara terbuka, namun tetap menjaga batasan yang sesuai. Melalui kegiatan parenting ini, diharapkan para orang tua dapat lebih memahami pentingnya edukasi seksualitas anak sejak dini dengan pendekatan yang tepat dan tidak tabu. Dengan adanya kerja sama yang baik antara mahasiswa, sekolah, dan orang tua, anak diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang mampu menjaga diri, memahami batasan, serta memiliki kepercayaan diri dalam menghadapi lingkungan sekitarnya.
KAYYISA NORA LA FAKHRA
https://www.kompasiana.com/kayyisaanoralafakhra8754/6a24ff73ed64151e6824f512/open-house-kb-tk-sd-al-falah-mengenal-lebih-dekat-sekolah-ramah-anak-yang-menginspirasi Pendidikan merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi masa depan yang berkarakter, kreatif, dan siap menghadapi berbagai tantangan zaman. Untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat mengenal lebih dekat lingkungan dan program pendidikan yang ditawarkan, KB-TK-SD Al Falah menyelenggarakan kegiatan Open House yang berlangsung dengan penuh antusiasme dari peserta dan orang tua. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus sarana informasi bagi calon peserta didik dan orang tua yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai sistem pembelajaran, fasilitas sekolah, serta berbagai program unggulan yang dimiliki KB-TK-SD Al Falah. Sejak pagi hari, para pengunjung disambut dengan hangat oleh guru dan panitia yang siap mendampingi selama kegiatan berlangsung. Acara diawali dengan sambutan dari pihak sekolah yang menyampaikan visi, misi, serta komitmen KB-TK-SD Al Falah dalam menghadirkan pendidikan yang berpusat pada anak. Dalam pemaparannya, sekolah menekankan pentingnya pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan karakter, kreativitas, kemandirian, serta nilai-nilai keagamaan yang menjadi bekal peserta didik di masa depan. Salah satu rangkaian yang menarik perhatian pengunjung adalah tur lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, orang tua dan calon peserta didik diajak melihat secara langsung ruang kelas, area bermain edukatif, fasilitas pembelajaran, serta berbagai sudut sekolah yang dirancang untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Pengunjung juga dapat menyaksikan berbagai hasil karya peserta didik yang menunjukkan kreativitas dan kemampuan mereka dalam berekspresi. Selain itu, kegiatan Open House semakin meriah dengan penampilan peserta didik yang menampilkan bakat dan kemampuan mereka di bidang seni, keagamaan, maupun keterampilan lainnya. Penampilan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi para tamu, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa setiap anak memiliki potensi yang dapat berkembang apabila mendapatkan lingkungan belajar yang tepat. Melalui sesi konsultasi dan tanya jawab, orang tua diberikan kesempatan untuk berdiskusi secara langsung dengan guru mengenai program pendidikan, metode pembelajaran, proses adaptasi anak di sekolah, hingga berbagai layanan pendukung yang tersedia. Interaksi ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai bagaimana sekolah mendampingi setiap anak sesuai dengan tahap perkembangannya. Antusiasme yang tinggi dari para pengunjung menunjukkan bahwa masyarakat semakin peduli terhadap kualitas pendidikan anak usia dini dan pendidikan dasar. Kegiatan Open House ini menjadi langkah positif dalam membangun komunikasi yang baik antara sekolah dan masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan orang tua terhadap layanan pendidikan yang diberikan oleh KB-TK-SD Al Falah. Melalui kegiatan ini, KB-TK-SD Al Falah berharap dapat terus menjadi mitra bagi keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Dengan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan, sekolah berkomitmen untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna serta mendukung lahirnya generasi yang berakhlak mulia, cerdas, kreatif, dan berdaya saing. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "OPEN HOUSE KB TK SD AL FALAH: Mengenal Lebih Dekat Sekolah Ramah Anak yang Menginspirasi", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kayyisaanoralafakhra8754/6a24ff73ed64151e6824f512/open-house-kb-tk-sd-al-falah-mengenal-lebih-dekat-sekolah-ramah-anak-yang-menginspirasi Kreator: Kayyisa Nora Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com
ADILAH QOSIMA FARIDAH
Kesehatan masyarakat merupakan salah satu aspek penting dalam menciptakan kualitas hidup yang baik, terutama bagi kalangan lansia yang rentan mengalami berbagai gangguan kesehatan. Berangkat dari kepedulian tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Integrasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang turut terlibat dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit Graha Husada Gresik di Desa Manyar Sidorukun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 12 Februari 2026 ini bertempat di Gedung Serbaguna Desa Manyar Sidorukun mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Program tersebut menjadi salah satu bentuk pelayanan kesehatan masyarakat yang difokuskan bagi kalangan lansia sebagai upaya meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), yaitu pendekatan pemberdayaan masyarakat yang menitikberatkan pada potensi dan aset yang dimiliki masyarakat. Tahap awal dimulai melalui proses discovery, di mana mahasiswa KKM melakukan observasi dan komunikasi bersama perangkat desa terkait kondisi kesehatan masyarakat lansia. Dari hasil pengamatan tersebut diketahui bahwa masyarakat memiliki antusiasme yang cukup tinggi terhadap kegiatan pelayanan kesehatan gratis. Selanjutnya, pada tahap dream, muncul harapan bersama agar masyarakat lansia memiliki kesadaran yang lebih baik dalam menjaga kesehatan serta memperoleh akses pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau. Harapan tersebut kemudian diwujudkan melalui proses design dengan membangun kerja sama antara Rumah Sakit Graha Husada Gresik, perangkat desa, dan mahasiswa KKM dalam merancang pelaksanaan kegiatan. Dalam proses define, mahasiswa KKM turut mengambil peran aktif selama kegiatan berlangsung. Mahasiswa membantu proses registrasi peserta, mengatur alur pelayanan kesehatan, mendampingi peserta lansia selama pemeriksaan, membantu tenaga medis, melakukan dokumentasi kegiatan, hingga membantu publikasi melalui media sosial. Tahap destiny diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang berjalan tertib dan lancar. Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, konsultasi kesehatan, pemberian obat, serta pelayanan kesehatan lainnya sesuai kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini diikuti sekitar 70 hingga 80 peserta lansia dari Desa Manyar Sidorukun. Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal kegiatan dimulai. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka secara gratis dan memperoleh edukasi kesehatan secara langsung dari tenaga medis. Keberhasilan kegiatan tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara pihak Rumah Sakit Graha Husada Gresik, perangkat desa, mahasiswa KKM, dan masyarakat setempat. Selain memberikan manfaat dalam bidang kesehatan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat Desa Manyar Sidorukun. Melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin guna mencegah risiko penyakit yang lebih serius. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pola hidup sehat serta mempererat hubungan sosial antara masyarakat, tenaga kesehatan, dan mahasiswa dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan
RIVALDY AGNAS MAYRIZKI
Berakhir di Malam Nuzulul Qur’an, KKM UIN Malang Tinggalkan Jejak Pengabdian di Madrasah Diniyah Tarbiyatul Athfal Penulis: Saniya, Cindy, Ariani, Fika, Rivaldy, Ulum, Chandra
ARIANI CANDRA DWI SEPTIANI
Berakhir di Malam Nuzulul Qur’an, KKM UIN Malang Tinggalkan Jejak Pengabdian di Madrasah Diniyah Tarbiyatul Athfal Penulis: Saniya, Cindy, Ariani, Fika, Rivaldy, Ulum, Chandra