HAMMAD ISYROQUN NAJAH
Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di TPQ Al-Muttaqien, Dusun Wonokerto, resmi ditutup pada Senin, 27 Januari 2025. Acara penutupan ini dikemas meriah dengan peringatan Isra' Mi'raj serta awarding lomba bagi para santri yang telah berpartisipasi dalam berbagai perlombaan. Acara dimulai dengan sambutan dari perwakilan kelompok KKM, yaitu M. Rizky Habibulloh dan Ida Masayu Putri. Mereka mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari pihak TPQ Al-Muttaqien serta kesempatan yang diberikan untuk membantu proses belajar mengajar di sana. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Fatkhur Rofiq selaku guru TPQ Al-Muttaqien. Beliau mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKM dalam mendukung pendidikan di TPQ serta berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi semua pihak. Kegiatan ini diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada para santri yang telah berprestasi dalam lomba-lomba yang diadakan. Suasana penuh kebersamaan dan semangat belajar mengaji semakin terasa dalam acara ini, menandai penutupan KKM yang berkesan di TPQ Al-Muttaqien.
AHMAD KHAIDIR RAFI ROSYIDI
Malang – Selasa (28/01/2024), mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang resmi menutup program mereka di TPQ Babul Fatah, Desa Karanganyar, Dusun Pancuran, Kecamatan Poncokusumo. Meskipun kebersamaan ini tidak berlangsung selama satu bulan penuh, mahasiswa KKM tetap meninggalkan kesan mendalam bagi para santri dan jajaran asatidz TPQ. Acara penutupan ini dihadiri oleh sekitar 40 orang, terdiri dari jajaran asatidz/asatidzah TPQ, para santri, serta tamu undangan. Kegiatan dimulai dengan pembacaan sholawat yang dipimpin oleh salah satu santri senior TPQ. Suasana khidmat terasa sejak awal, diiringi lantunan sholawat yang menggema di musholla TPQ Babul Fatah. Setelah pembacaan sholawat, acara berlanjut dengan sambutan dari beberapa perwakilan, salah satunya Ustaz Rouf selaku Ketua TPQ Babul Fatah. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada mahasiswa KKM UIN Malang atas dedikasi mereka dalam membimbing santri dan membantu kegiatan di TPQ selama program berlangsung. "Meskipun kebersamaan kita tidak berlangsung lama, tetapi kehadiran teman-teman KKM sangat berarti bagi kami. Selama beberapa waktu ini, kita telah berbagi ilmu, cerita, dan kebersamaan. Tentu ini menjadi kenangan yang sulit untuk dilupakan," ujar Ustaz Rouf dengan penuh kehangatan. Ia juga menambahkan bahwa program yang telah berjalan ini memberikan dampak positif bagi santri TPQ, terutama dalam semangat belajar dan memahami nilai-nilai keislaman dengan lebih baik. Beliau berharap kerja sama antara TPQ Babul Fatah dan mahasiswa UIN Malang dapat terus berlanjut di masa yang akan datang. Pembagian Hadiah Lomba: Momen yang Ditunggu Para Santri Setelah sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah lomba yang telah dilaksanakan pada hari Jumat dan Sabtu sebelumnya. Berbagai perlombaan menarik telah digelar untuk meningkatkan semangat belajar santri, di antaranya Ranking 1, Lomba Hafalan Al-Qur’an, Lomba Mewarnai, Lomba Makan Biskuit, dan Lomba Tahan Tawa. Antusiasme santri terlihat jelas saat nama-nama pemenang mulai diumumkan satu per satu. Sorak sorai dan tepuk tangan menggema saat para pemenang maju ke depan untuk menerima hadiah mereka. Beberapa santri tampak sangat bahagia, bahkan ada yang langsung memeluk hadiah yang mereka terima. "Senang sekali bisa ikut lomba, apalagi dapat hadiah. Terima kasih kakak-kakak KKM," ujar salah satu santri dengan wajah ceria. Tidak hanya pemenang yang bergembira, tetapi seluruh santri TPQ Babul Fatah juga turut menikmati momen kebersamaan ini. Bagi mereka, pengalaman mengikuti lomba dan berinteraksi dengan mahasiswa KKM adalah sesuatu yang berharga. Pelepasan Simbolis dan Penyerahan Cinderamata Sebagai bagian dari prosesi perpisahan, dilakukan pelepasan simbolis mahasiswa KKM UIN Malang yang diwakili oleh Ketua Kelompok KKM 06 dan dilepas secara resmi oleh Ketua RT setempat. Dalam kesempatan ini, Ketua RT menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKM dalam membimbing santri TPQ dan mendukung kegiatan keagamaan di lingkungan mereka. Selain itu, sebagai bentuk penghargaan dan kenang-kenangan, mahasiswa KKM juga menyerahkan cinderamata kepada pihak TPQ Babul Fatah. Penyerahan ini menjadi simbol dari jalinan ukhuwah yang telah terjalin selama program berlangsung. "Kami berharap meskipun program ini berakhir, silaturahmi kita tetap terjaga. Apa yang sudah teman-teman lakukan di sini sangat berarti bagi kami, dan semoga menjadi amal jariyah yang bermanfaat," kata salah satu asatidz TPQ dengan penuh haru. Momen Foto Bersama: Kenangan yang Tak Terlupakan Sebagai penutup acara, dilakukan sesi foto bersama antara mahasiswa KKM, para santri, dan jajaran asatidz TPQ. Momen ini menjadi kesempatan bagi semua pihak untuk mengabadikan kenangan yang telah terjalin selama program berlangsung. Senyum bahagia dan haru terpancar dari wajah para santri yang telah menjalin kedekatan dengan mahasiswa KKM. Bahkan, beberapa santri kecil tampak enggan berpisah, dengan berulang kali meminta untuk berfoto bersama kakak-kakak KKM yang telah mereka anggap sebagai kakak sendiri. Dengan berakhirnya program ini, mahasiswa KKM UIN Malang tidak hanya memberikan kontribusi dalam bidang pendidikan keagamaan, tetapi juga membangun jalinan ukhuwah dan kebersamaan dengan masyarakat sekitar. Harapannya, ilmu yang telah dibagikan dapat terus bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi para santri dalam perjalanan belajar mereka ke depan. Perpisahan ini bukanlah akhir, tetapi awal dari hubungan yang lebih erat antara TPQ Babul Fatah dan mahasiswa UIN Malang. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang, memberikan manfaat bagi lebih banyak orang dan menanamkan semangat belajar Islam yang lebih kuat di kalangan santri.
NAJLA ANISA
https://www.kompasiana.com/musaalkadzim0485
MOHAMAD IBADIL MUTAA RIFIN
Usia pencarian jati diri tiap orang terjadi di masa remaja. Tahap ingin mengenal diri sendiri dan keinginan untuk mencoba berbagai hal. Remaja yang dimaksud berusia 10-19 tahun. Di usia ini terdapat berbagai macam gejolak emosi dan permasalahan yang timbul. Jika tidak disikapi dengan bijak maka hal tersebut akan merugikan baik diri sendiri bahkan orang lain. Oleh karenanya, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkesempatan untuk menyelenggarakan program kerja sosialisasi pencegahan kenakalan remaja sebagai bentuk perhatian serta imbauan untuk para adik-adik sehingga mengenal dan perbuatan kenakalan tersebut bisa dihindari. Sosialisasi Pencegahan Kenakalan Remaja dilaksanakan pada hari Kamis, 23 Januari 2025. Acara tersebut merupakan bentuk progam kerja gabungan dari 3 kelompok KKM yang ada di Desa Wonorejo. Sosialisasi dihadiri oleh siswa-siswi kelas 8 SMPN 4 Singosari Satu Atap dengan total 29 siswa yang hadir, dengan mengusung tema "Mewujudkan Generasi Emas Anti Kenakalan Remaja, Siap Berkontribusi Untuk Negeri". Pemateri yang didatangkan untuk mengisi acara tersebut yakni Dicky Wicaksono yang merupakan Duta Genre Kabupaten Malang 2021. Acara sosialisasi dimulai pukul 10.00 WIB diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran. Sesi selanjutnya yakni sambutan-sambutan oleh ketua panitia, Dosen Pembimbing Lapangan, serta perwakilan guru kelas 8 SMPN 4 Singosari Satu Atap. Memasuki acara inti yakni penyampaian materi berupa pengenalan kenakalan remaja, faktor penyebab, hingga cara mengatasi kenakalan tersebut. Kenakalan remaja merupakan tindakan dan perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku dan dilakukan oleh remaja. Contoh dari kenakalan remaja tesebut berupa tawuran, pergi tanpa pamit, berkelahi, bolos sekolah, mencuri, menonton video porno, mabuk-mabukan, bahkan lebih parahya jika sudah ditahap mengonsumsi obat-obatan terlarang. Perbuatan tersebut terjadi dikarenakan beberapa alasan yang mendasari, diantaranya berasal dari pribadi karena tidak bisa mengendalikan diri untuk menghindari perilaku nakal, kemudian terdapat pengaruh pola asuh orang tua, hingga lingkungan sekitar atau pergaulan. Cara mengatasi kenakalan remaja yang juga menjawab pertanyaan dari siswa-siswi sehingga dapat disimpulkan beberapa cara yang dapat dilakukan yakni berupa ajakan diskusi mengenai aturan dan konsekuensi, mengetahui alasan penyebab mereka melakukan hal tersebut bukan sebaliknya menghakimi, serta luangkan waktu untuk mendengarkan cerita karena terkadang di masa usia remaja membutuhkan tempat cerita, bukan solusi ataupun penilaian sepihak dari permasalahan yang dialami. Terakhir, tidak kalah pentingnya yakni menghindari pertemanan ataupun lingkungan yang memberikan pengaruh tidak baik. Diharapkan dari acara sosialisasi tersebut dapat memberikan pembelajaran penting berupa wawasan baru yang mampu memahamkan mereka terkait kenakalan remaja sehingga tidak hanya dari siswa-siswi SMPN 4 Singosari Satu Atap namun juga memberikan pengaruh positif untuk teman sebaya lainnya.
MOCH. FIRZA RAUSYAN FIKRI
Usia pencarian jati diri tiap orang terjadi di masa remaja. Tahap ingin mengenal diri sendiri dan keinginan untuk mencoba berbagai hal. Remaja yang dimaksud berusia 10-19 tahun. Di usia ini terdapat berbagai macam gejolak emosi dan permasalahan yang timbul. Jika tidak disikapi dengan bijak maka hal tersebut akan merugikan baik diri sendiri bahkan orang lain. Oleh karenanya, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkesempatan untuk menyelenggarakan program kerja sosialisasi pencegahan kenakalan remaja sebagai bentuk perhatian serta imbauan untuk para adik-adik sehingga mengenal dan perbuatan kenakalan tersebut bisa dihindari. Sosialisasi Pencegahan Kenakalan Remaja dilaksanakan pada hari Kamis, 23 Januari 2025. Acara tersebut merupakan bentuk progam kerja gabungan dari 3 kelompok KKM yang ada di Desa Wonorejo. Sosialisasi dihadiri oleh siswa-siswi kelas 8 SMPN 4 Singosari Satu Atap dengan total 29 siswa yang hadir, dengan mengusung tema "Mewujudkan Generasi Emas Anti Kenakalan Remaja, Siap Berkontribusi Untuk Negeri". Pemateri yang didatangkan untuk mengisi acara tersebut yakni Dicky Wicaksono yang merupakan Duta Genre Kabupaten Malang 2021. Acara sosialisasi dimulai pukul 10.00 WIB diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran. Sesi selanjutnya yakni sambutan-sambutan oleh ketua panitia, Dosen Pembimbing Lapangan, serta perwakilan guru kelas 8 SMPN 4 Singosari Satu Atap. Memasuki acara inti yakni penyampaian materi berupa pengenalan kenakalan remaja, faktor penyebab, hingga cara mengatasi kenakalan tersebut. Kenakalan remaja merupakan tindakan dan perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku dan dilakukan oleh remaja. Contoh dari kenakalan remaja tesebut berupa tawuran, pergi tanpa pamit, berkelahi, bolos sekolah, mencuri, menonton video porno, mabuk-mabukan, bahkan lebih parahya jika sudah ditahap mengonsumsi obat-obatan terlarang. Perbuatan tersebut terjadi dikarenakan beberapa alasan yang mendasari, diantaranya berasal dari pribadi karena tidak bisa mengendalikan diri untuk menghindari perilaku nakal, kemudian terdapat pengaruh pola asuh orang tua, hingga lingkungan sekitar atau pergaulan. Cara mengatasi kenakalan remaja yang juga menjawab pertanyaan dari siswa-siswi sehingga dapat disimpulkan beberapa cara yang dapat dilakukan yakni berupa ajakan diskusi mengenai aturan dan konsekuensi, mengetahui alasan penyebab mereka melakukan hal tersebut bukan sebaliknya menghakimi, serta luangkan waktu untuk mendengarkan cerita karena terkadang di masa usia remaja membutuhkan tempat cerita, bukan solusi ataupun penilaian sepihak dari permasalahan yang dialami. Terakhir, tidak kalah pentingnya yakni menghindari pertemanan ataupun lingkungan yang memberikan pengaruh tidak baik. Diharapkan dari acara sosialisasi tersebut dapat memberikan pembelajaran penting berupa wawasan baru yang mampu memahamkan mereka terkait kenakalan remaja sehingga tidak hanya dari siswa-siswi SMPN 4 Singosari Satu Atap namun juga memberikan pengaruh positif untuk teman sebaya lainnya.
YUNI NISA KHAMALIA
Gramoxone, herbisida kontak purna tumbuh yang telah menjadi andalan petani selama enam dekade, merayakan ulang tahun ke-60 di Desa Poncokusumo, Kabupaten Malang, pada Minggu (22/12/24). Bertempat di lapangan depan SDN 01 Poncokusumo, acara ini berlangsung meriah meskipun diguyur hujan angin. Antusiasme masyarakat tetap tinggi untuk menghadiri peringatan yang juga menjadi ajang silaturahmi bagi para petani. Gramoxone merupakan herbisida yang efektif dalam mengendalikan gulma pada lahan budidaya tanaman. Produk ini sangat relevan bagi petani Poncokusumo yang sebagian besar mengelola kebun buah-buahan seperti jeruk, apel, jambu, serta berbagai sayur-sayuran. Dalam konteks ini, Gramoxone telah menjadi solusi penting dalam mendukung produktivitas pertanian masyarakat setempat. Perayaan ulang tahun ke-60 Gramoxone tidak hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap produk ini, tetapi juga pengakuan atas peran signifikan Gramoxone dalam pertanian modern. Keseruan Acara di Tengah Tantangan Cuaca Acara dimulai sejak pagi hari dengan berbagai kegiatan menarik, seperti jalan sehat, kesenian bantengan, hiburan menyanyi dan pengundian doorprize. Meskipun hujan angin melanda, masyarakat Poncokusumo tetap hadir dengan semangat. Panitia telah menyiapkan beragam hadiah untuk memeriahkan acara, termasuk kulkas, setrika, hingga hadiah-hadiah lainnya yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta. Semangat masyarakat terlihat dari keramaian yang tidak surut meski cuaca kurang mendukung. Kehadiran ratusan masyarakat di lokasi acara mencerminkan betapa eratnya hubungan antara mereka dan produk Gramoxone. Perayaan ini sekaligus menjadi momentum refleksi tentang bagaimana inovasi dalam dunia pertanian dapat mendukung keberlanjutan usaha tani dan meningkatkan kesejahteraan petani. Puncak Perayaan dan Pengakuan atas Kepercayaan Petani Puncak acara peringatan ulang tahun ke-60 Gramoxone menjadi momen yang paling dinanti. Dalam sambutannya, perwakilan penyelenggara menyampaikan apresiasi kepada para petani yang telah mempercayai Gramoxone sebagai mitra setia mereka dalam mengelola lahan pertanian. Peran Aktif Mahasiswa dalam Kepanitiaan Yang menarik dari perayaan ini adalah keterlibatan Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 84 UIN Malang "Arkadia" sebagai bagian dari tim panitia. Para mahasiswa dari kelompok ini diberikan berbagai tanggung jawab, seperti bagian konsumsi, kesekretariatan, hingga akomodasi. Kehadiran mahasiswa ini bukan hanya mendukung kesuksesan acara, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara masyarakat. "Kami merasa senang bisa menjadi bagian dari acara besar seperti ini. Selain belajar mengorganisasi kegiatan, kami juga memiliki kesempatan untuk lebih mengenal masyarakat Poncokusumo secara langsung," ungkap Quthob selaku ketua KKM 84 UIN Malang "Arkadia". Melalui keterlibatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, sekaligus memperlihatkan semangat kolaborasi dan kebersamaan. Hal ini juga sejalan dengan tujuan dari program KKM, yaitu memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat pedesaan. Dengan semangat yang terpancar dari setiap peserta, acara ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara petani, mahasiswa, dan pihak penyelenggara. Peringatan ini juga menjadi bukti bahwa Gramoxone telah memberikan dampak positif yang nyata dalam mendukung keberhasilan pertanian. Acara ditutup dengan pengundian hadiah utama yang disambut meriah oleh seluruh peserta. Meski hujan terus mengguyur, suasana tetap penuh semangat dan kebahagiaan. Perayaan ini menjadi simbol optimisme untuk masa depan pertanian yang lebih baik di Desa Poncokusumo. Dengan dukungan produk yang inovatif dan partisipasi aktif dari berbagai pihak, para petani diharapkan dapat terus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka di masa mendatang. Semoga perjalanan panjang Gramoxone selama 60 tahun ini terus berlanjut dengan kontribusi yang semakin signifikan bagi sektor pertanian, khususnya di desa-desa agraris seperti Poncokusumo.