M. ACHSAN HARI WIJAYA
Pada pagi yang cerah di tanggal 20 Januari 2025, suasana di MI Hidayatul Fata, Dusun Cukal, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, tampak berbeda dari biasanya. Sebuah mobil perpustakaan keliling, hasil kolaborasi antara Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Cakradhara 170 UIN Malang dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Malang, terparkir di halaman sekolah, menarik perhatian para siswa. Sejak pagi, para siswa telah berkumpul dengan antusias, menanti kesempatan untuk menjelajahi berbagai buku yang tersedia. Perpustakaan keliling ini membawa beragam koleksi, mulai dari buku pelajaran, cerita anak, hingga pengetahuan umum, yang semuanya dapat diakses langsung oleh para siswa. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan minat baca dan menyediakan akses literasi yang lebih luas bagi siswa-siswi di sekolah tersebut. Koordinator KKM Cakradhara 170, Rizqul Kamali Maulal Wahid, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya kepada siswa-siswi MI Hidayatul Fata. "Kami ingin memberikan kemudahan bagi anak-anak untuk mengakses buku-buku supaya mempunyai wawasan yang lebih luas. Dengan adanya perpustakaan keliling ini, kami berharap mereka bisa lebih termotivasi untuk belajar dan membaca," ujar Rizqul. Para siswa tampak sangat antusias saat memilih buku yang sesuai dengan minat mereka. Beberapa di antara mereka langsung membuka halaman demi halaman, tenggelam dalam cerita dan informasi yang disajikan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan akses kepada buku, tetapi juga bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap membaca sejak dini. Dengan adanya perpustakaan keliling, diharapkan dapat menciptakan dampak positif dalam peningkatan literasi di daerah ini. Kolaborasi antara KKM Cakradhara 170 dan Dinas Perpustakaan Kabupaten Malang ini menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung pengembangan pendidikan di wilayah tersebut. Melalui inisiatif seperti ini, diharapkan generasi muda di daerah dengan akses terbatas terhadap bahan bacaan dapat memiliki kesempatan yang lebih baik untuk memperluas wawasan dan pengetahuan mereka.
FATHAN ARYA WICAKSANA
Malang, 26 Januari 2025 - Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 184 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar sosialisasi parenting bersama wali murid KB At-Taqwa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua tentang peran mereka dalam mendukung perkembangan anak di masa emas, yakni usia 0-12 tahun. Acara yang berlangsung di Balai Desa Langlang ini menghadirkan pemateri dari dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Malang, Ibu Ratna Nulinnaja, M.Pd.I. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa masa keemasan merupakan masa emas dalam perkembangan anak yang sangat mempengaruhi kecerdasan, emosi, dan kepribadian mereka di masa depan. Menurut Ibu Ratna, perkembangan otak anak pada usia 0-6 tahun mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Oleh karena itu, orang tua harus berperan aktif dalam menstimulasi anak melalui interaksi yang berkualitas. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan kasih sayang, mendukung eksplorasi anak, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembangnya. Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa masa keemasan terbagi dalam beberapa tahap perkembangan: • Masa Bayi (0-3 tahun): Anak mulai mengenali lingkungan sekitarnya, membutuhkan perhatian penuh dari orang tua, serta diberikan stimulasi sensorik dan motorik. • Masa Prasekolah (4-6 tahun): Anak mulai mengembangkan kemampuan berpikir, daya ingat, dan interaksi sosial. • Masa Sekolah Dasar (7-12 tahun): Fokus utama pada pengembangan intelektual, kontrol emosi, dan kemandirian. Dalam sosialisasi ini, Ibu Ratna juga membagikan berbagai strategi bagi orang tua agar dapat mendukung perkembangan anak secara optimal. Beberapa di antaranya adalah: 1. Komunikasi yang Efektif - Orang tua perlu mendengarkan dan memahami kebutuhan anak serta membangun hubungan positif melalui komunikasi terbuka. 2. Edukasi dan Stimulasi - Menggunakan metode pembelajaran yang menyenangkan seperti membaca buku, bermain edukatif, serta mengajarkan disiplin dan tanggung jawab sejak dini. 3. Dukungan Emosional - Memberikan pujian yang tulus, mengajarkan anak mengelola emosi, serta menciptakan lingkungan yang penuh kasih sayang. 4. Pembatasan Teknologi - Membatasi penggunaan gawai dan lebih banyak melibatkan anak dalam aktivitas fisik maupun interaksi sosial langsung. 5. Menjadi Teladan - Orang tua harus menjadi contoh dalam menunjukkan nilai-nilai positif, seperti kejujuran, empati, dan kerja keras. Sosialisasi ini mendapat respon positif dari para wali murid yang hadir. Mereka mengapresiasi materi yang disampaikan serta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk mendukung pendidikan dan perkembangan anak sejak usia dini. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para orang tua dapat lebih memahami pentingnya peran mereka dalam membentuk karakter dan potensi anak sejak dini, sehingga dapat mencetak generasi yang cerdas, berakhlak, dan mandiri.
WILDA SALSABILA
Gunungjati, Jabung – Kelompok 20 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tengah melaksanakan program KKM di Desa Gunungjati, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Dalam rangka menggali potensi lokal, kelompok ini melakukan kunjungan ke peternakan sapi perah milik warga setempat yang menjadi sumber utama produksi susu segar dan yogurt asli Jabung, produk unggulan yang telah dipasarkan. Kunjungan ini memberikan banyak wawasan mengenai pengelolaan sapi perah. Para mahasiswa mendapatkan informasi langsung dari pemilik sapi mengenai proses pemeliharaan hingga produksi susu. Setiap sapi perah diperah sebanyak dua kali sehari, dengan hasil produksi yang cukup mengesankan satu ekor sapi mampu menghasilkan hingga 15 liter susu per hari. Namun, terdapat fakta menarik yang ditemukan selama kunjungan tersebut. Saat sapi memasuki masa kehamilan, terutama mendekati waktu melahirkan, produksi susu menurun drastis. Hal ini disebabkan oleh perubahan fisiologis pada sapi yang membuat hasil perahan tidak optimal. Selain itu, beberapa sapi di peternakan tersebut memiliki usia cukup panjang, yaitu mencapai 6 hingga 7 tahun. Susu segar hasil perahan ini tidak hanya dikonsumsi langsung oleh masyarakat, tetapi juga dikirim ke Koperasi Unit Desa (KUD) untuk diproses lebih lanjut menjadi berbagai produk olahan, termasuk yogurt yang kini menjadi salah satu ikon produk unggulan Desa Jabung. Produk-produk ini telah merambah pasar yang lebih luas dan bisa ditemukan di swalayan seperti "Jab Mart". Melalui kegiatan ini, kelompok 20 KKM UIN Malang tidak hanya belajar tentang potensi ekonomi lokal tetapi juga menyadari pentingnya peran peternakan sapi perah dalam mendukung perekonomian desa. Harapannya, kunjungan ini tidak hanya memberikan edukasi bagi mahasiswa, tetapi juga mendorong masyarakat desa untuk terus mengembangkan inovasi dalam pengelolaan peternakan sapi perah. Dengan memanfaatkan teknologi dan inovasi dalam pengelolaan susu, produk unggulan dari Desa Gunungjati berpotensi menjadi salah satu produk susu berkualitas yang dikenal luas di Kabupaten Malang.
MARDATILLAH
Semangat Kebersamaan Kelompok 84 ARKADIA KKM UIN Malang dalam Program One Day One Juz Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 84 dari UIN Malang kini telah melaksanakan program yang penuh makna di Desa Poncokusumo, Dusun Drigu, Kabupaten Malang. Salah satu kegiatan utama yang diusung kelompok ini adalah One Day One Juz (ODOJ), yang berlangsung di Musholla Baiturrahim, musholla yang menjadi pusat kegiatan ibadah masyarakat setempat. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas spiritual mahasiswa, tetapi juga untuk menginspirasi masyarakat setempat. Memahami Program One Day One Juz One Day One Juz adalah gerakan membaca Al-Qur'an secara rutin, satu juz per hari. Program ini dirancang untuk membiasakan masyarakat muslim membaca Al-Qur'an hingga khatam dalam waktu satu bulan. Dalam konteks KKM, kegiatan ini dimaksudkan untuk menginspirasi masyarakat agar lebih mencintai Al-Qur'an dan menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini dilaksanakan setiap malam selepas shalat Maghrib, dimulai dari Minggu, 22 Desember 2024, hingga 22 Januari 2025. Dengan penuh khidmat, para mahasiswa bersama-sama membaca Al-Qur'an di Musholla Baiturrahim. Meski sederhana, suasana yang tercipta begitu penuh makna. Suara lantunan ayat suci bergema, mengisi ruang musholla dengan kedamaian dan kehangatan. Antusiasme Warga Setempat Meskipun kegiatan ini hanya dilakukan oleh kelompok KKN 84, kehadiran mereka tetap memberikan inspirasi bagi masyarakat sekitar. Para mahasiswa berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk membudayakan membaca Al-Qur'an secara rutin. "Kami merasa bersyukur KKM melaksanakan kegiatan ini di Dusun Drigu. Semoga ini menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus mencintai Al-Qur'an," ujar Pak Sukamto, ta’mir Musholla Baiturrahim. Selain program One Day One Juz, kelompok KKN 84 juga aktif melibatkan anak-anak setempat dalam bimbingan belajar (bimbel) yang dilakukan di posko. Anak-anak dengan penuh semangat mengikuti kegiatan ini, menunjukkan betapa kehadiran mahasiswa mampu memberikan warna baru bagi kehidupan desa. Persiapan dan Tantangan Melaksanakan kegiatan ini tentu membutuhkan persiapan yang matang. Kelompok KKN 84 harus memastikan bahwa jadwal dan program yang mereka rancang dapat berjalan dengan lancar. Salah satu anggota kelompok, Mardatillah, mengungkapkan bahwa koordinasi dengan masyarakat setempat menjadi kunci utama. "Awalnya kami khawatir apakah masyarakat akan antusias, tetapi setelah menjelaskan tujuan program ini, mereka sangat mendukung," ujarnya. Selain itu, para mahasiswa juga harus mengatur waktu dengan baik. Di tengah tugas-tugas KKM lainnya, mereka tetap berusaha konsisten melaksanakan program ini. "Kami percaya bahwa usaha yang dilakukan dengan niat ikhlas pasti akan dimudahkan dan barokah," tambah Atil. Penutupan dengan Khotmil Qur'an dan Kebersamaan
MIFTAHUL FARICHAH
Mahasiswa Jagaddhita Najandra dari kelompok 23 Kuliah Kerja Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Malang melakukan renovasi Gubuk Baca di Desa Ngadirejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, pada hari Jumat, 24 Januari 2025. Ini adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan minat baca anak-anak di desa dengan memberikan mereka fasilitas yang lebih baik. Mahasiswa KKM menyumbangkan berbagai buku bacaan untuk anak-anak, termasuk buku yang dirancang khusus untuk membaca, menggambar, dan mewarnai, dalam kegiatan ini. Mereka juga menyediakan alat tulis, pewarna, dan atlas untuk membantu anak-anak berkreasi dan belajar. Pembaruan Gubuk Baca ini tidak hanya menambah buku baru, tetapi juga memperbaiki lingkungan secara fisik. Untuk menarik perhatian anak-anak dan masyarakat sekitar, mahasiswa KKM memperbarui banner yang ada di Gubuk Baca. Selain itu, mereka membeli tikar baru untuk gubuk baca agar anak-anak yang ingin membaca merasa lebih nyaman di sana. Diharapkan dengan adanya tikar baru ini, anak-anak dapat duduk dengan nyaman dan lebih betah membaca berbagai buku yang tersedia. Masyarakat setempat sangat menyambut kegiatan ini. Ketika anak-anak menerima buku dan alat tulis baru yang disumbangkan, mereka terlihat senang. Beberapa orang tua datang untuk membantu anak-anak mereka membaca. Mahasiswa KKM memberi tahu anak-anak tentang pentingnya membaca dan bagaimana buku dapat menambah wawasan mereka. Mereka juga membuat kegiatan ini lebih menyenangkan dengan mengajak anak-anak untuk menggambar dan mewarnai dalam sesi interaktif.Mahasiswa KKM berharap dapat menumbuhkan minat baca di kalangan anak-anak Desa Ngadirejo melalui kegiatan pembaruan Gubuk Baca ini. Mereka berharap dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran dan kreativitas dengan memberikan akses yang lebih baik terhadap buku bacaan dan fasilitas yang nyaman. Selain itu, melalui kerja sama untuk meningkatkan pendidikan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan mahasiswa dengan masyarakat setempat. Mahasiswa UIN Malang telah melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan melakukan kegiatan ini. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis di kampus tetapi juga dapat menerapkan pengetahuan tersebut di lapangan dengan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui program KKM. Dalam upaya meningkatkan literasi dan pendidikan di daerah pedesaan, pembaruan Gubuk Baca adalah salah satu langkah kecil tetapi penting. Pemerintah desa dan masyarakat setempat, yang sangat mendukung inisiatif tersebut, memainkan peran penting dalam keberhasilan kegiatan ini. Diharapkan ada lebih banyak program serupa yang akan membantu anak-anak di daerah terpencil mendapatkan pendidikan dan literasi yang lebih baik. Dengan kebiasaan membaca yang baik, generasi muda Desa Ngadirejo dapat tumbuh menjadi orang yang cerdas dan berpengetahuan luas.
RINDI KARTIKA SARI
Dusun Rekesan yang terletak di Desa Gondowangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, menyimpan keindahan alami yang memikat. Dikelilingi pesawahan hijau yang asri dan udara sejuk khas pedesaan, dusun ini menjadi tempat yang penuh kehangatan dan nilai-nilai kebersamaan. Pada tanggal 28 Januari 2025 , warga bersama Mahasiswa kelompok KKM 176 bergotong royong mempersiapkan acara peringatan Isro' Mi'roj sekaligus "Gebyar Anak Sholeh." Acara ini tidak hanya menjadi momen spiritual untuk mengenang perjalanan agung Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi yang mempererat hubungan warga. Persiapan acara dilakukan dengan penuh semangat dan kekompakan. Dalam foto terlihat para ibu dan mahasiswi KKM 176 duduk melingkar di atas karpet, bekerja bersama melipat dan merakit kotak kardus untuk kebutuhan acara. Aktivitas sederhana ini memancarkan nilai-nilai kekeluargaan dan gotong royong yang kental. Tangan-tangan mereka yang cekatan dan senyuman yang menghiasi wajah mereka menjadi bukti nyata bahwa kerja sama dapat menciptakan suasana yang harmonis. Selama proses persiapan, kasih sayang warga Dusun Rekesan begitu terasa. Percakapan ringan yang diselingi canda tawa membuat suasana semakin akrab. Sementara itu, di sudut ruangan, nampan berisi teh hangat menjadi pelengkap sederhana namun bermakna. Nampan tersebut bukan sekedar lambang perhatian, namun juga simbol kuatnya rasa peduli yang terus terjaga di antara masyarakat. Suasana seperti ini menunjukkan bahwa gotong royong tidak hanya soal menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga membangun kebersamaan yang menghangatkan hati. Acara peringatan Isro' Mi'roj ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan KKM di Dusun Rekesan. Selain menjadi momen refleksi spiritual, acara ini juga diramaikan dengan "Gebyar Anak Sholeh," di mana dusun anak-anak dengan penuh antusias mengikuti berbagai lomba yang telah disiapkan. Momen pengumuman pemenang lomba semakin menambah keceriaan, diiringi sorak-sorai dan tepuk tangan dari warga. Keterlibatan anak-anak dalam acara ini juga menjadi wujud nyata pendidikan karakter yang berdasarkan nilai-nilai keislaman. Kesuksesan acara ini tidak terlepas dari kerja keras warga dan mahasiswa KKM 176 yang bekerja sama dengan sepenuh hati. Semangat gotong royong yang mereka tunjukkan mencerminkan nilai-nilai luhur Islam, seperti persatuan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama. Semua dilakukan dengan penuh keikhlasan, tanpa pamrih, demi menciptakan keberkahan dan kebahagiaan bagi seluruh peserta acara. Dusun Rekesan memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana sebuah komunitas kecil mampu menunjukkan solidaritas yang besar. Kehidupan di dusun ini yang dipenuhi rasa kekeluargaan menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai persahabatan dapat terus hidup dan berkembang. Acara peringatan Isro' Mi'roj dan penutupan kegiatan KKM ini tidak hanya meninggalkan kenangan indah, tetapi juga jejak spiritual dan sosial yang mendalam bagi semua yang terlibat. Semangat gotong royong yang terus dipelihara oleh warga Dusun Rekesan membuktikan bahwa kebersamaan adalah kunci utama dalam menciptakan keharmonisan, keberkahan, dan kesejahteraan bersama. Melalui acara seperti ini, nilai-nilai Ukhuwah Islamiyah dapat terus diwariskan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.