MUHAMMAD ARIF KURNIAWAN
Desa Argosuko, Dusun Wangkal Lor, Kecamatan Poncokusumo, [26 Januari 2025 ] Mahasiswa KKM 71 ikut turut serta dalam peringatan Isra' Mi'raj yang diadakan rutin oleh warga Desa Argosuko. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk mempererat silaturahmi antara mahasiswa dan masyarakat setempat. Acara yang berlangsung di Masjid Jami’ Al-Husain, dihadiri oleh tokoh masyarakat serta warga desa. Peringatan Isra' Mi'raj diawali dengan pembacaan shalawat nabi yang berlangsung sekitar 1 jam lebih, kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Gus Aziz. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan pentingnya meneladani dan mempelajari sifat atau perilaku Nabi Muhammad SAW untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak lupa juga beliau mengingatkan untuk selalu memperkuat keimanan dan melakukan amalan-amalan baik. Mahasiswa KKM berpartisipasi dalam mengikuti acara, dari memberikan suguhan kepada para jamaah hingga membantu persiapan. Selain itu, mereka juga mengikuti pembacaan sholawat nabi bersama warga desa. Acara kemudian dilanjutkan esok hari, untuk kegiatan kali ini adalah khotmil qur’an, yang dimulai dari pagi hari yaitu pada pukul 7 pagi hingga menjelang sore hari. Salah satu mahasiswa KKM, M.Rifqi Azizy, mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti ini. “Kami merasa sangat diterima oleh masyarakat Desa Argosuko. Peringatan Isra' Mi'raj ini memberikan kami kesempatan untuk belajar lebih banyak tentang tradisi keagamaan di sini,” katanya. Ta’mir masjid, Bapak Badruz Zaman, mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKM dalam kegiatan tersebut. “Kami senang mahasiswa KKM turut serta dalam acara keagamaan desa. Ini menunjukkan kepedulian mereka terhadap budaya dan tradisi kami,” tutur beliau. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM tidak hanya belajar tentang nilai-nilai religius, tetapi juga mempererat hubungan harmonis dengan masyarakat Desa Argosuko. Peringatan Isra' Mi'raj ini menjadi bukti nyata kolaborasi yang baik antara mahasiswa dan warga dalam menciptakan kebersamaan.
AHMAD SYAIFURRIJAL
Dusun Dompyong merupakan kawasan lingkungan yang asri dengan dominasi perkebunan dan pertanian. Jarang sekali ditemukan pencemaran atau pembuangan sampah. Bahkan, di satu tempat yang dekat dengan hutan, masih ditemukan sumber air bersih yang keluar dari dalam tanah dan dapat langsung diminum. KKM Nawasena merangkul masyarakat untuk sepakat menjaga keasrian lingkungan di Dusun Dompyong. Atas dukungan warga dan persetujuan Bapak Lucky selaku Kepala Dusun Dompyong, kami berhasil membangun tempat sampah berbentuk balok dengan ukuran panjang 2m, lebar 1m dan tinggi 1,5m. ”Nggeh bagus mas, kalau memang mau membuatkan bank sampah, didekat situ ada tempat yang bisa digunakan untuk pembangunan. Monggo tidak apa-apa itu dipakai karena masih tanah milik desa bukan tanah pribadi”, ujar Pak Lucky. Tempat sampah ini diperuntukkan sebagai tempat pembuangan sampah seluruh warga Dusun Dompyong. Tujuannya agar dapat meminimalisir pencemaran lingkungan. Daripada warga membakar sampah di depan rumah yang nantinya dapat menambah polusi udara akibat asap hasil pembakaran. Aktivitas pembakaran sampah plastik di depan rumah juga menyebabkan sisa-sisa pembakaran sampah menyebar terbawa angin atau air hujan, sehingga dapat mengganggu pernapasan dan mencemari pekarangan. Setelah dibangunnya tempat sampah ini, warga hanya akan membakar sampah di satu titik saja. Tentu saja tindakan ini dapat mengurangi asap hasil pembakaran. Selain itu, sisa-sisa pembakaran sampah plastik tidak akan mencemari lingkungan karena titik pembuangannya jauh dari pekarangan dan sampah tetap terjaga di dalamnya.
ROUDLOTUL LAFAAU BALQIST
Pada Senin, 23 Desember 2024, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Kelompok 172 secara resmi memulai kegiatan mengajar di TPQ Hidayatullah. Seluruh anggota kelompok turut serta dalam aktivitas ini dengan penuh semangat. Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pendidikan agama, khususnya bagi anak-anak di sekitar lokasi KKM. Para mahasiswa dengan antusias mempersiapkan materi pengajaran, termasuk tajwid, hafalan surat-surat pendek, serta dasar-dasar fiqih. Proses pembelajaran berlangsung dengan suasana yang interaktif dan penuh semangat, di mana anak-anak TPQ terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Keikutsertaan seluruh anggota Kelompok 172 mencerminkan dedikasi mereka dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Selain berbagi pengetahuan, kegiatan ini juga menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk belajar dari masyarakat secara langsung dan mempererat hubungan dengan warga sekitar. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam pengembangan pendidikan keagamaan di TPQ Hidayatullah, sekaligus menjadi pengalaman yang berharga bagi mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 172.
YUDA ASFAHANI
Karangnongko, 20 Januari 2025 - Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler UIN Malang dari tiga kelompok, yakni Kelompok 07, 77, dan 147, mengadakan penyuluhan sosial bertajuk "Tolak Prasejahtera dan Stunting dengan Bijak Berkeluarga" di Balai Desa Karangnongko. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pola hidup sehat, pengelolaan keluarga yang bijak, serta pencegahan stunting sebagai langkah menciptakan generasi yang sehat dan sejahtera. Penyuluhan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), perangkat desa, pemuda-pemudi, kepala dusun, serta perwakilan dari PKK Desa Karangnongko. Acara dimulai pukul 09.30 - 12.30 WIB dengan susunan agenda yang diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan Ketua Pelaksana, penyampaian tiga materi utama, sesi tanya jawab, penyerahan cinderamata dan sertifikat kepada pemateri, penutupan serta doa, kemudian diakhiri dengan sesi dokumentasi. Sosialisasi ini menghadirkan tiga pemateri yang membawakan materi seputar pembangunan keluarga sehat dan mandiri. Materi pertama disampaikan oleh Norma Hasanatul Maghfiroh, S.Psi, seorang lulusan psikologi yang aktif dalam penelitian terkait parenting. Dalam paparannya yang bertema "Pola Pengasuhan Keluarga yang Sehat dan Bijak", ia menekankan bahwa komunikasi yang baik antara orang tua dan anak adalah kunci keharmonisan keluarga. Norma juga memberikan panduan dalam menciptakan lingkungan rumah yang kondusif bagi perkembangan anak, termasuk pendekatan emosional yang positif dalam mendidik mereka. Di akhir pemaparannya, ia menegaskan, "Anak adalah benih yang tumbuh di taman cinta, setiap kata, setiap belaian, adalah hujan yang menghidupkan jiwa. Pola asuh yag baik adalah tanah subur, membiarkan akar kokoh, tetapi ranting bebas menjulur. Setiap orang tua adalah pelukis hebat yang terus belajar menggoreskan cinta. Semua orang di sini adalah bukti bahwa cinta sejati ada dalam pengorbanan dan doa." Sesi kedua diisi oleh Rizal Agung Wicaksono, SM, seorang praktisi keuangan yang berbagi wawasan mengenai pentingnya pengelolaan keuangan keluarga dengan melek literasi finansial dan investasi. Ia menjelaskan bahwa kesejahteraan tidak hanya bergantung pada besarnya penghasilan, tetapi juga pada kemampuan mengatur keuangan dengan bijak serta menginvestasikan sebagian pendapatan sebagai perencanaan keuangan sehingga sesuai dengan siklus kehidupan. Rizal memberikan pemahaman tentang jenis investasi yang ada di pasar modal seperti saham, reksadana, dan obligasi. Ia juga memberikan cara membuat anggaran, menabung, serta mencari peluang usaha kecil yang dapat meningkatkan ekonomi keluarga. Materi ketiga dibawakan oleh Dzawil Uqola, yang membahas mengenai stunting serta dampaknya bagi generasi mendatang. Ia menjelaskan bahwa stunting terjadi akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam seribu hari pertama kehidupan anak. Oleh karena itu, pemenuhan gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga usia dini sangat penting untuk mencegah masalah ini. Dzawil juga memberikan contoh menu makanan sehat yang terjangkau dan mudah diakses oleh masyarakat. "Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan bangsa. Mencegahnya adalah investasi bagi generasi mendatang," tuturnya. Dengan adanya sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, diharapkan penyuluhan ini dapat memberikan dampak nyata dalam menciptakan keluarga Indonesia yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera. Sehingga dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola pengasuhan yang bijak, pengelolaan keuangan yang cermat, serta pemenuhan gizi yang optimal. Dengan telah terlaksananya kegiatan penyuluhan ini kami menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam acara ini, terutama kepada para pemateri, perangkat desa, dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan menjadi awal dari perubahan positif di Desa Karangnongko.
ARYANTI
Mahasiswa KKM UIN Malang Berperan dalam Pencegahan Stunting di Desa Gading Kembar Gading Kembar, 7-8 Januari 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) Kelompok 19 melaksanakan program edukasi dan pelatihan di Posyandu Pos 4 dan Pos 5, yang terletak di Dusun Gading Kembar dan Dempok. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting serta membekali kader posyandu dengan keterampilan dalam memantau pertumbuhan anak. Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Tentang Stunting Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang dapat berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif. Untuk itu, mahasiswa KKM UIN Malang mengadakan sesi edukasi dengan tema "Pencegahan Stunting" yang membahas faktor penyebab, dampak, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh orang tua dan tenaga kesehatan di lingkungan desa. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya pemberian ASI eksklusif, MPASI yang tepat, serta pola makan seimbang untuk anak. Penyampaian dilakukan secara interaktif, di mana para kader posyandu diberikan kesempatan untuk bertanya dan berbagi pengalaman, sehingga tercipta diskusi yang konstruktif. Pelatihan Antropometri: Meningkatkan Kemampuan Kader Posyandu Selain sesi edukasi, mahasiswa juga memberikan pelatihan antropometri, yaitu teknik pengukuran status gizi bayi dan balita. Pelatihan ini mencakup: ✅ Pengukuran berat badan dan tinggi badan ✅ Pengukuran lingkar lengan atas ✅ Pengukuran lingkar kepala Dengan adanya pelatihan ini, para kader posyandu dapat lebih memahami cara mengukur pertumbuhan anak secara akurat, sehingga mereka dapat mendeteksi dini risiko stunting dan mengambil langkah pencegahan yang tepat. Dukungan Penuh dari Tenaga Kesehatan Kegiatan ini turut didukung oleh bidan desa Gading Kembar yang memberikan wawasan profesional mengenai kesehatan ibu dan anak. Kehadiran tenaga kesehatan ini sangat membantu dalam memperkaya diskusi dan memberikan pemahaman lebih dalam bagi para kader posyandu. Harapan ke Depan Dengan adanya program ini, diharapkan kader posyandu di Desa Gading Kembar dapat semakin terampil dalam mengawasi pertumbuhan anak-anak di desa mereka. Kesadaran masyarakat tentang pentingnya mencegah stunting juga diharapkan meningkat, sehingga angka stunting di daerah tersebut dapat ditekan. Kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan kader posyandu menjadi langkah positif dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilakukan di berbagai daerah untuk mewujudkan generasi yang lebih sehat dan cerdas.
SINDI SABILA PUTRI
Malang – Selasa (28/01/2024), mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang resmi menutup program mereka di TPQ Babul Fatah, Desa Karanganyar, Dusun Pancuran, Kecamatan Poncokusumo. Meskipun kebersamaan ini tidak berlangsung selama satu bulan penuh, mahasiswa KKM tetap meninggalkan kesan mendalam bagi para santri dan jajaran asatidz TPQ. Acara penutupan ini dihadiri oleh sekitar 40 orang, terdiri dari jajaran asatidz/asatidzah TPQ, para santri, serta tamu undangan. Kegiatan dimulai dengan pembacaan sholawat yang dipimpin oleh salah satu santri senior TPQ. Suasana khidmat terasa sejak awal, diiringi lantunan sholawat yang menggema di musholla TPQ Babul Fatah. Setelah pembacaan sholawat, acara berlanjut dengan sambutan dari beberapa perwakilan, salah satunya Ustaz Rouf selaku Ketua TPQ Babul Fatah. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada mahasiswa KKM UIN Malang atas dedikasi mereka dalam membimbing santri dan membantu kegiatan di TPQ selama program berlangsung. "Meskipun kebersamaan kita tidak berlangsung lama, tetapi kehadiran teman-teman KKM sangat berarti bagi kami. Selama beberapa waktu ini, kita telah berbagi ilmu, cerita, dan kebersamaan. Tentu ini menjadi kenangan yang sulit untuk dilupakan," ujar Ustaz Rouf dengan penuh kehangatan. Ia juga menambahkan bahwa program yang telah berjalan ini memberikan dampak positif bagi santri TPQ, terutama dalam semangat belajar dan memahami nilai-nilai keislaman dengan lebih baik. Beliau berharap kerja sama antara TPQ Babul Fatah dan mahasiswa UIN Malang dapat terus berlanjut di masa yang akan datang. Pembagian Hadiah Lomba: Momen yang Ditunggu Para Santri Setelah sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah lomba yang telah dilaksanakan pada hari Jumat dan Sabtu sebelumnya. Berbagai perlombaan menarik telah digelar untuk meningkatkan semangat belajar santri, di antaranya Ranking 1, Lomba Hafalan Al-Qur’an, Lomba Mewarnai, Lomba Makan Biskuit, dan Lomba Tahan Tawa. Antusiasme santri terlihat jelas saat nama-nama pemenang mulai diumumkan satu per satu. Sorak sorai dan tepuk tangan menggema saat para pemenang maju ke depan untuk menerima hadiah mereka. Beberapa santri tampak sangat bahagia, bahkan ada yang langsung memeluk hadiah yang mereka terima. "Senang sekali bisa ikut lomba, apalagi dapat hadiah. Terima kasih kakak-kakak KKM," ujar salah satu santri dengan wajah ceria. Tidak hanya pemenang yang bergembira, tetapi seluruh santri TPQ Babul Fatah juga turut menikmati momen kebersamaan ini. Bagi mereka, pengalaman mengikuti lomba dan berinteraksi dengan mahasiswa KKM adalah sesuatu yang berharga. Pelepasan Simbolis dan Penyerahan Cinderamata Sebagai bagian dari prosesi perpisahan, dilakukan pelepasan simbolis mahasiswa KKM UIN Malang yang diwakili oleh Ketua Kelompok KKM 06 dan dilepas secara resmi oleh Ketua RT setempat. Dalam kesempatan ini, Ketua RT menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKM dalam membimbing santri TPQ dan mendukung kegiatan keagamaan di lingkungan mereka. Selain itu, sebagai bentuk penghargaan dan kenang-kenangan, mahasiswa KKM juga menyerahkan cinderamata kepada pihak TPQ Babul Fatah. Penyerahan ini menjadi simbol dari jalinan ukhuwah yang telah terjalin selama program berlangsung. "Kami berharap meskipun program ini berakhir, silaturahmi kita tetap terjaga. Apa yang sudah teman-teman lakukan di sini sangat berarti bagi kami, dan semoga menjadi amal jariyah yang bermanfaat," kata salah satu asatidz TPQ dengan penuh haru. Momen Foto Bersama: Kenangan yang Tak Terlupakan Sebagai penutup acara, dilakukan sesi foto bersama antara mahasiswa KKM, para santri, dan jajaran asatidz TPQ. Momen ini menjadi kesempatan bagi semua pihak untuk mengabadikan kenangan yang telah terjalin selama program berlangsung. Senyum bahagia dan haru terpancar dari wajah para santri yang telah menjalin kedekatan dengan mahasiswa KKM. Bahkan, beberapa santri kecil tampak enggan berpisah, dengan berulang kali meminta untuk berfoto bersama kakak-kakak KKM yang telah mereka anggap sebagai kakak sendiri. Dengan berakhirnya program ini, mahasiswa KKM UIN Malang tidak hanya memberikan kontribusi dalam bidang pendidikan keagamaan, tetapi juga membangun jalinan ukhuwah dan kebersamaan dengan masyarakat sekitar. Harapannya, ilmu yang telah dibagikan dapat terus bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi para santri dalam perjalanan belajar mereka ke depan. Perpisahan ini bukanlah akhir, tetapi awal dari hubungan yang lebih erat antara TPQ Babul Fatah dan mahasiswa UIN Malang. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang, memberikan manfaat bagi lebih banyak orang dan menanamkan semangat belajar Islam yang lebih kuat di kalangan santri.