ROFAH MUFIDA EL KHOIRIYAH
https://www.kompasiana.com/qonitaputri7286/6785fbb234777c7f4452b1c2/hindari-stunting-penuhi-gizi-seimbang-kkm-98-uin-malang-ikut-andil-dalam-posyandu-anak-usia-dini-hingga-lansia-di-dusun-karangrajo-desa-sukopuro?page=1&page_images=2
ALIFIA SALSABILA TIFANI PUTRI
Pada tanggal 25 Januari 2025, tiga kelompok KKM yang bertugas di Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, menyelenggarakan acara penutupan di SDN 01 Taji. Acara penutupan dihadiri oleh perangkat Desa Taji, Guru SDN 01 Taji, serta teman-teman mahasiswa KKM UIN Malang kelompok 29,99, dan 169. Acara ini menjadi momen penutupan serta ungkapan terima kasih mahasiswa KKM dan masyarakat Desa Taji. Suasana penuh haru menyelimuti jalannya acara penutupan sebab tak terasa 40 hari telah berlalu. Acara dimulai pukul 09.00 WIB, dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan oleh saudara Rifhkan Najih kemudian disusul oleh sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh perwakilan ketua dari ketiga kelompok yakni Akhmad Ubadilah selaku ketua kelompok KKM 99. Pada sambutannya ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Taji yang senantiasa menerima dan mendukung progran kerja yang telah dilaksanakan sehingga berjalan dengan lancar. Tidak lupa juga permohonan maaf disampaikan apabila terjadi kesalahan dalam pelaksanaan program kerja serta harapan apa yang telah diberikan senantiasa bermanfaat bagi warga Desa Taji, sekalligus menjadi pengalaman yang berharga bagi mahasiswa. Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Dindin Siswanto selaku Kepala Desa Taji. Pada sambutannya, beliau menunjukkan rasa apresiasi kepada mahasiswa, serta ucapan terima kasih dan harapan agar tali silaturahmi yang telah terjalin tidak terputus begitu saja. Beliau berpesan untuk tidak melupakan warga Desa Taji walaupun kegiatan pengabdian masyarakat ini telah berakhir. Sambutan yang terakhir disampaikan oleh Bapak Sudarmaji selaku kepala sekolah SDN 01 dan 02 Taji. Beliau menyampaikan terima kasih telah membantu proses pembelajaran di SDN 01 dan 02 Taji sehingga dapat menjadi inspirasi adik-adik SDN 01 dan 02 Taji untuk melanjutkan sekolahnya hingga kejenjang yang lebih tinggi. Acara dilanjutkan dengan penyerahan cindera mata secara simbolis serta berfoto bersama sebagai kenang-kenangan kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat Desa Taji. Senyuman bahagia terukir di wajah masing-masing peserta, membuktikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini akan selalu terkenang di hati masing-masing. Dengan demikian berakhirlah perjalanan KKM 99 Abhisakya di Desa Taji, Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Perpisahan tak dapat dihindari, namun rasa kebersamaan yang telah terbangun akan selalu menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi kami. Mungkin hari ini kita berpisah, namun kenangan kita akan tetap bersama dalam tiap doa yang terucap. Kami, kelompok KKM 99 Abhisakya pamit undur diri.
LIA LEDISTA
Wonosari, 22 Januari 2025 – Upaya mencegah pernikahan dini terus dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui seminar bertajuk "Mimpi Dulu, Nikah Nanti" yang diadakan di SMPN Wonosari. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman kepada siswa kelas 9 tentang pentingnya pendidikan dan kesiapan diri sejak dini sebelum memutuskan untuk menikah Seminar ini menghadirkan Kak Lia, Duta Pelajar Kreatif 2024, sebagai pemateri utama. Dengan pengalaman dan dedikasinya dalam bidang pendidikan serta pengembangan remaja, Kak Lia memberikan materi yang menggugah tentang pentingnya meraih mimpi dan memprioritaskan pendidikan sebelum menikah. Acara ini dimoderatori oleh Kak Zahra, mahasiswa KKM UIN Malang, yang turut membangun suasana diskusi yang interaktif dan menyenangkan. Dalam paparannya, Kak Lia menekankan bahwa pernikahan dini sering kali menjadi penghalang bagi remaja untuk mewujudkan potensi terbaik mereka. “Setiap dari kalian memiliki mimpi besar. Jangan biarkan keputusan terburu-buru seperti pernikahan dini menghalangi kalian untuk meraihnya. Pendidikan adalah kunci utama untuk membuka pintu masa depan yang lebih baik,” ujar Kak Lia dengan semangat. Seminar ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif, di mana siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan berbagi pendapat. Dari 210 peserta yang hadir, tiga siswa berani mengajukan pertanyaan menarik, seperti cara membagi fokus antara pendidikan dan persiapan hidup mandiri, hingga pandangan tentang pernikahan usia matang. Sebagai apresiasi, mereka masing-masing mendapatkan hadiah dari panitia.Salah satu siswa yang bertanya, Bima, mengatakan bahwa seminar ini membuka wawasannya tentang pentingnya memiliki visi hidup. “Saya jadi lebih paham kenapa pendidikan itu penting. Saya ingin fokus belajar dulu sebelum memikirkan menikah,” ujarnya. Kepala SMPN Wonosari, Moh. Munif, S.Pd.,M.M.Pd, menyambut baik kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih kepada pemateri dan mahasiswa KKM UIN Malang yang telah menyelenggarakan acara ini. Edukasi seperti ini sangat penting untuk menanamkan pola pikir yang sehat kepada siswa,” tuturnya. Melalui seminar ini, diharapkan siswa SMPN Wonosari dapat memahami pentingnya mempersiapkan masa depan dengan baik, meraih mimpi mereka terlebih dahulu, dan memprioritaskan pendidikan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Link Kompasiana: https://www.kompasiana.com/kkm62066/679f973ded6415068120d5d3/mencegah-pernikahan-dini-seminar-mimpi-dulu-nikah-nanti-di-smpn-wonosari
RADIFAN ROIHANUL FIQRI
Desa Poncokusumo berada di wilayah Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Desa ini berada di kaki Gunung Semeru, yang merupakan salah satu gunung berapi yang masih aktif dan merupakan simbol Provinsi Jawa Timur. Desa ini memiliki potensi pertanian yang besar karena tanahnya yang subur dan iklimnya yang mendukung. Geografi Poncokusumo yang beragam, mulai dari dataran rendah hingga lereng gunung, menawarkan banyak peluang pertanian. Mayoritas penduduk Desa Poncokusumo bermata pencaharian sebagai petani, dan jeruk menjadi komoditas utama yang mendominasi kegiatan pertanian di desa ini. Dengan tanah yang subur dan iklim yang stabil, Poncokusumo menjadi pusat penghasil jeruk berkualitas tinggi di Jawa Timur. Selain itu, masyarakat desa juga memiliki lahan di luar wilayah desa, yang semakin memperluas skala produksi jeruk mereka. Hasil observasi dan pengalaman langsung hidup bersama masyarakat selama Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) adalah dasar penulisan artikel ini. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui kondisi ekonomi masyarakat, khususnya di bidang pertanian dan ekonomi masyarakat. Tulisan ini juga bentuk apresiasi dari Kelompok 84 ‘Arkadia’ KKN UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Poncokusumo. Kondisi Pertanian Jeruk di Poncokusumo
WAFIROTUL MARHAMAH
Lawang, Malang, 09 Januari 2025 - Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 121 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang berkesempatan untuk belajar langsung memerah susu sapi di Dusun Mendek, Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKM yang bertujuan untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dalam mengaplikasikan teori yang telah mereka pelajari di bangku kuliah. Program KKM 121 ini dilaksanakan sejak pertengahan Desember 2024 dan terdiri dari 11 mahasiswa dalam kelompok KKM 121 dari berbagai jurusan. Salah satu kegiatan unggulan dalam program ini adalah pelatihan memerah susu sapi yang bekerjasama dengan salah seorang pemilik peternakan sapi perah. Pemilik peternakan sapi perah, Saudara Aziz, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan keterampilan praktis kepada mahasiswa mengenai proses produksi susu sapi, mulai dari pemeliharaan sapi hingga proses pemerahan dan pengolahan susu. "Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam dunia nyata. Dengan begitu, mereka bisa mendapatkan gambaran lebih jelas tentang tantangan dan peluang dalam sektor peternakan," ujar Saudara Aziz. Selama pelatihan, mahasiswa diajarkan berbagai teknik dasar dalam memerah susu sapi secara manual menggunakan tangan. Mereka juga diberikan pengetahuan mengenai manajemen peternakan, kesehatan hewan, serta proses pasca-pemerahan seperti pasteurisasi dan pengemasan susu. Para mahasiswa sangat antusias mengikuti kegiatan ini, terlihat dari semangat mereka saat mempraktikkan teknik-teknik yang diajarkan. Salah satu mahasiswa, Ahmad Sidqhi, mengungkapkan bahwa pengalaman ini sangat berharga dan menambah wawasan praktisnya. "Saya sangat senang bisa belajar langsung di lapangan. Selain menambah ilmu, pengalaman ini juga membuka mata saya tentang betapa kompleksnya proses di balik segelas susu yang kita minum setiap hari," kata Sidqhi. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Dusun Mendek, Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang sekaligus meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang peternakan dan pemberdayaan masyarakat. Program KKM 121 di Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang dijadwalkan berlangsung hingga akhir Januari 2025. Dalam periode ini, mahasiswa diharapkan dapat menyelesaikan berbagai proyek dan tugas yang telah dirancang untuk mengembangkan potensi desa serta mempererat hubungan antara UIN Malang dengan masyarakat setempat. Dengan semangat belajar dan kolaborasi, mahasiswa KKM 121 UIN Malang berupaya menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari di bangku kuliah ke dalam praktik nyata. Melalui kegiatan ini, diharapkan mereka dapat memberikan kontribusi positif dan membangun pengalaman yang berharga untuk masa depan mereka sebagai generasi penerus bangsa.
MUHAMMAD FADHIL IZZAINI
Penanaman 500 Pohon Bersama Warga dan Perangkat Desa Pandanrejo Pandanrejo, [23 Desember 2024] – Dalam upaya melestarikan lingkungan dan menjaga keseimbangan ekosistem, perangkat Desa Pandanrejo bersama masyarakat setempat mengadakan kegiatan penanaman 500 pohon. Acara ini berlangsung pada [tanggal kegiatan] dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk perangkat desa, kelompok pemuda, serta organisasi peduli lingkungan. 1. Membangun Kesadaran akan Pentingnya Penghijauan Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penghijauan dan pelestarian lingkungan. Kepala Desa Pandanrejo, [Nama Kepala Desa], menyampaikan bahwa inisiatif ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar. Penanaman pohon ini bukan hanya untuk keindahan, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas udara, mencegah erosi, dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang, [Kades Pandanrejo]. 2. Jenis Pohon yang Ditanam Sebanyak 500 pohon yang ditanam terdiri dari berbagai jenis, seperti: a. Pohon Mahoni– untuk penghijauan dan penyediaan oksigen. b. Pohon Trembesi – dikenal mampu menyerap polusi udara dalam jumlah besar. c. Pohon Buah (Mangga, Alpukat, Durian) – memberikan manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat. 3. Antusiasme Masyarakat Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari masyarakat Pandanrejo. Banyak warga yang secara sukarela ikut serta dalam penanaman pohon dan berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan. Salah satu peserta, [Muhammad Fadhil], menyampaikan bahwa ia merasa bangga bisa berpartisipasi. “Saya senang bisa ikut serta dalam kegiatan ini. Semoga pohon-pohon ini tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi kita semua,” ujarnya. 4. Harapan ke Depan Dengan adanya kegiatan penanaman 500 pohon ini, Desa Pandanrejo berharap bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam menjaga kelestarian lingkungan. Perangkat desa juga berencana untuk mengadakan program perawatan dan monitoring pohon agar pertumbuhannya optimal. Kegiatan ini merupakan langkah kecil dengan dampak besar. Mari kita jaga lingkungan bersama demi masa depan yang lebih hijau dan sehat!